Showing posts with label Buku Anak. Show all posts
Showing posts with label Buku Anak. Show all posts

Monday, 5 May 2025

Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Metode Atomic Habits

Banyak orang tua ingin anaknya rajin membaca, tapi sering bingung harus mulai dari mana. Nah, saya ingin berbagi pendekatan yang saya pakai, terinspirasi dari buku Atomic Habits karya James Clear. Buku ini membahas bagaimana kebiasaan kecil bisa membawa perubahan besar. Menariknya, prinsip yang diajarkan juga bisa diterapkan untuk menumbuhkan minat baca anak, dan saya sudah buktikan dengan anak-anak saya sendiri 😊 

Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak


Berikut empat langkah sederhana yang bisa kita praktikkan untuk menumbuhkan minat baca anak:

1. Make It Obvious – Buat Terlihat

Kalau mau anak suka membaca, pastikan dulu bukunya kelihatan! Kadang tanpa sadar kita menyimpan buku di rak tinggi, tertutup rak kaca, atau di tempat yang malah nggak pernah disentuh anak. Akhirnya buku cuma jadi pajangan. Padahal, anak-anak butuh isyarat visual untuk memulai kebiasaan.

Solusinya? Letakkan buku-buku anak di tempat yang sering mereka lewati atau kunjungi. Bisa di rak rendah, di samping tempat tidur, di meja belajar, atau bahkan di dekat mainan mereka. Semakin mudah buku dijangkau, semakin besar peluang anak akan mengambil dan membacanya, atau minimal membuka dan tertarik melihat-lihat. Ini kurang lebih situasi di rumah saya, setiap pojok ada aja buku tergeletak 😆: 

@thessalivia Weekend gabut, kita coba itung aja di rumah ada berapa buku (selain buku pelajaran sekolah dan buku tulis) 😆 Minta rekomendasi buku bagus biar koleksi di rumah sampai 1K donk 😁 #buku #fyp #booktok #bookshelf #potterhead #apt ♬ APT. - 88NoBeat

Lakukan kebiasaan ini sejak anak kecil. Mulai dari buku bantal dan boardbook, kalau tidak mau buku cepet rusak ditarik-tarik anak 😆. Dengan kebiasaan itu, dari kecil mereka sudah terbiasa hidup dengan buku.

2. Make It Attractive – Buat Menarik

Kita tidak mungkin menampik kenyataan bawah buku seringkali kalah menarik dibanding gadget 😆. Tapi bukan berarti kita nggak bisa membuat membaca jadi kegiatan yang menyenangkan. Salah satu cara favorit saya adalah membuat program liburan membaca selama libur sekolah. Programnya simple sebenernya, kalau mereka bisa menyelesaikan buku-buku tertentu selama liburan, mereka akan mendapatkan reward. 

Program ini awalnya terinspirasi dari kebiasaan di luar negri, yang biasanya ada tugas membaca dari sekolah untuk anak muridnya dan nanti mereka diwajibkan untuk memberikan ringkasannya. Saya sempat mikir, keren juga ya di luar negri, sekolah juga sangat mendukung anak-anak untuk membaca. Bahkan ternyata, novel-novel klasik yang saya baru baca pas dewasa, di luar negri sana udah dibaca di tugas membaca anak SD 😆. Segitu jauh gap literasi kita sama negara maju yaa.. 

Akhirnya sudah beberapa tahun ini saya mempraktekkan program liburan membaca. Dan hasilnya? Wah, luar biasa. Selama sebulan libur, masing-masing anak saya bisa menamatkan 50–60 buku! 😍 Karena libur sekolah ada dua kali dalam setahun, dalam 12 bulan artinya mereka bisa membaca hampir 150 buku. 

Kuncinya bukan hanya pada hadiahnya, tapi pada antusiasme yang terbangun dari atmosfer membaca yang seru dan menantang. Apalagi kalau reward-nya disesuaikan dengan apa yang mereka suka 😁. Saking semangatnya, biasanya kalau udah mau liburan, anak-anak saya udah heboh nanyain, "Mah, ada program liburan membaca lagi kan?" 😊 Wah, saya happy banget kalau mereka udah antusias sama buku kaya gini. 

3. Make It Easy – Buat Mudah

Jangan langsung kasih buku tebal dan serius ke anak, lalu berharap mereka langsung jatuh cinta. Itu seperti nyuruh anak yang baru belajar renang untuk langsung loncat ke kolam dalam. Mulailah dari yang ringan dan menyenangkan. Bisa juga dengan mengajak anak ikut memilih sendiri buku yang mereka mau di toko buku. 

Pilih buku yang sesuai usia dan minat mereka. Buku bergambar, cerita lucu, atau bahkan komik edukatif juga bisa jadi awal yang baik. Jangan terlalu memaksakan waktu atau jumlah halaman, kadang membaca 5–10 menit sehari pun sudah cukup untuk membentuk kebiasaan. Yang penting: mudah dimulai dan nggak bikin anak merasa tertekan. 

Begini tahapan saya memperkenalkan buku ke anak-anak yang mungkin bisa teman-teman pakai juga: 

  • TK dan sebelumnya: Buku boardbook, atau buku cerita yang hanya berisi 1-2 baris tulisan per halaman, pop up book, buku stiker, buku ativitas (menulis, mewarnai, dll). Awalnya lebih banyak peran kita sebagai orang tua untuk membacakan. 
  • Kelas 1 SD: Mulai latih mereka untuk membaca sendiri. Berikan buku dengan cerita maks 5 baris tulisan per halaman, atau komik-komik pendek (contohnya Komik Next G, Keluarga Super Irit, dll). Tetap berikan buku aktivitas kalau anak suka, dan tetap biasakan membacakan cerita (mulai dengan membacakan novel-novel panjang dengan bersambung beberapa hari)
  • Kelas 2 SD: Tambah dengan mulai perkenalkan buku bahasa Inggris. Berikan buku Bahasa Inggris dengan cerita maks 5 baris tulisan per halaman. 
  • Kelas 3 SD: Mulai memperkenalkan buku yang bukan berbentuk 'komik'. Bisa novel pendek, atau kumpulan cerpen. Rekomendasi saya adalah KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), karena biasanya novelnya singkat dan tulisannya besar-besar. Ceritanya juga biasanya tidak kompleks dan cocok untuk seumur ini.
  • Kelas 4 SD: Tambahkan variasi buku, dengan memberikan novel yang 'agak' tebal misal buku Roald Dahl, Eva Ibbotson, Goosebumps, dll
  • Kelas 5 SD: Mulai kasih mereka novel bahasa Inggris. Salah satu kesukaan anak saya adalah Wimpy Kid, bahasa Inggrisnya gampang, ceritanya lucu dan ada gambar-gambarnya. Saking sukanya, anak saya udah reread sampe hampir lima kali masing-masing bukunya. Hahaha 😂. Selain Wimpy Kid, ada juga Goosebumps English Version, Spiderwick, Daren Shan, dll
  • Kelas 6 SD: Ini kebetulan usia anak sulung saya sekarang. Dan dia udah mulai request baca novel-novel saya, kalau ke Gramedia juga udah ga di Kids Section tapi milih-milih novel remaja sendiri😆.  Beberapa novel saya yang dia suka itu ada yang Funiculi Funicula series, Please Look After Mom, Buku-bukunya JS Khairen, dll. Wuaa, ga berasa anak saya udah gedeee... Hehehe 😊😁

4. Make It Satisfying – Buat Memuaskan

Setiap kebiasaan yang bikin puas di akhir, akan lebih mudah diulang. Jadi, setelah membaca, berikan apresiasi. Nggak harus hadiah fisik. Bisa dengan pujian, stiker lucu di “peta membaca”, atau sekadar waktu ngobrol bareng untuk membahas cerita yang mereka baca.

Saya juga suka mengajak anak berdiskusi, “Tokohnya paling seru bagian mana?” atau “Kalau kamu jadi dia, kamu bakal ngapain?” atau "Kamu nangis ga bacanya? Mama soalnya berkaca-kaca pas baca buku ini." 😥 Hal kecil seperti ini membuat mereka merasa dihargai dan bangga atas pencapaiannya. Termasuk salah satunya saya upload di Tiktok pencapaian bacanya dan mereka happy banget banyak yang like. Hehehe.. 

@thessalivia Tonton sampe habis yaa, karena ada bonus part di akhir 🤣. . Btw, ternyata bacaan T1 dan T2 selama 20 hari melebihi bacaan Mama selama setahun 😆🤣 Oiya, sebenernya T3 belum bisa, dan itu adalah buku2 yg dibacain kakak2nya, karena mereka pengen T3 ikut holiday reading challenge juga 😆 Kalau kamu udah baca berapa buku tahun 2024 lalu? #buku #booktok #authorsoftiktok ♬ Mori no chiisana restaurant - Aoi Teshima

Begitu beberapa tips yang bisa kalian gunakan untuk menumbuhkan minat baca anak. Menumbuhkan minat baca anak memang nggak bisa instan, tapi bisa banget dibangun dengan kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan prinsip dari Atomic Habits — buat terlihat, buat menarik, buat mudah, dan buat memuaskan — kita bisa menciptakan lingkungan yang mendorong anak mencintai buku secara alami.

Yuk, mulai dari satu buku, satu rak rendah, dan satu pujian tulus, kita bersama-sama menumbuhkan literasi di Indonesia. Kebiasaan baik itu tumbuh dari hal-hal sederhana 😊

Saturday, 6 July 2024

Rekomendasi Novel Seri Fantasi Anak yang Menarik untuk Semua Umur

Selamat akhir pekan semuanya!

Pada weekend kali ini, saya akan rekomendasikan salah satu genre buku favorit saya, apa lagi kalau bukan genre fantasi. Bukan sembarang fantasi, tapi sekarang kita akan bahas buku fantasi anak, tapi juga sangat menarik untuk dinikmati oleh semua umur. 

Karena buku fantasi anak, cerita pada buku-buku ini relatif ringan, ukuran bukunya juga relatif kecil dibanding novel umumnya, tidak terlalu tebal, dan yang paling utama, tentu saja ceritanya magical dan menarik. 

Berikut rekomendasi novel seri fantasi anak yang menarik untuk semua umur: 

1. The Chronicles of Narnia karya CS Lewis

Buku pertama adalah seri klasik karya CS Lewis berjudul Chronicles of Narnia. Klasik karena buku ini ditulis sejak tahun 1950 sampai 1956. Menceritakan tentang 4 orang kakak beradik bernama Peter (13 tahun), Susan (12 tahun), Edmund (10 tahun), dan Lucy (8 tahun) yang tidak sengaja menemukan lemari ajaib di rumah Profesor Digory Kirke. Mereka waktu itu dikirim ke rumah sang profesor untuk menghindari pengeboman di London saat perang dunia ke-2. 

Ajaibnya, saat mereka masuk ke lemari itu, mereka masuk ke dunia ajaib penuh salju bernama Narnia. Di sana mereka bertemu singa perkasa bisa berbicara bernama Aslan, dan harus membantu rakyat Narnia (yang terdiri dari hewan-hewan dan makluk ajaib) melawan ratu jahat. Ajaibnya lagi, waktu yang mereka habiskan di Narnia tidak sama dengan yang ada di dunia nyata. Bisa jadi di Narnia mereka habiskan bertahun-tahun, saat mereka kembali lewat lemari, tau-tau baru beberapa menit berlalu.

Total buku pada series ini ada 7. Menceritakan pengalaman yang berbeda mereka. Pada sebagian buku, mereka komplit ber-4 berangkat ke Narnia, pada beberapa buku yang lain ada yang hanya sebagian misalnya hanya Lucy dan Edmund. Berikut 7 buku pada seri ini:

  1. The Lion, the Witch and the Wardrobe (1950)
  2. Prince Caspian (1951)
  3. The Voyage of the Dawn Treader (1952)
  4. The Silver Chair (1953)
  5. The Horse and His Boy (1954)
  6. The Magician's Nephew (1955)  
  7. The Last Battle (1956)

Adakah dari teman-teman di sini yang sudah membaca Narnia? Atau kelau belum, sudahkah kalian nonton filmnya? Karena buku ini telah diangkat menjadi film layar lebar. 


Kalau sudah nonton dan baca, apakah kalian seperti saya yang setiap nemu lemari gede di tempat baru, akan berharap menemukan Narnia di baliknya? Hahahha...😆

2. Series of Unfortunate Events oleh Lemony Snicket

Berikutnya adalah buku yang mengambil tema cukup unik menurut saya. Apabila biasanya fantasi itu membawa karakter utama yang awalnya biasa-biasa aja, buku ini malah menyoroti hal sebaliknya. Series of Unfortunate Events adalah seri buku yang menceritakan kisah tragis tiga anak yatim piatu, Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire, yang selalu dikejar oleh nasib buruk 😭. Ditulis oleh Lemony Snicket (nama pena Daniel Handler), seri ini memulai debutnya pada tahun 1999 dan dengan langsung jadi favorit pembaca dan best seller di berbagai negara. Ketiga saudara ini kehilangan orang tua mereka dalam kebakaran, dan sejak saat itu, mereka harus berhadapan dengan Count Olaf, seorang penjahat yang berusaha merebut harta warisan mereka.

Setiap buku dalam seri ini penuh dengan humor gelap, misteri, dan ketegangan, saat ketiga saudara berusaha melarikan diri dari cengkeraman Olaf dan kroni-kroninya. Meskipun ceritanya sering kali muram, pesan tentang kecerdasan, ketekunan, dan pentingnya kerja sama menjadikan seri ini menyentuh hati banyak pembaca. Gaya penulisan unik Lemony Snicket juga seru banget walaupun agak absurb, karena digambarkan di situ dia sebagai narator kehidupan ketiga anak itu. 😹

Series of Unfortunate Events telah diadaptasi menjadi film pada tahun 2004 dengan judul yang sama, dibintangi oleh Jim Carrey sebagai Count Olaf. Adaptasi ini mencakup beberapa cerita dari buku pertama hingga ketiga dalam seri. Film ini menampilkan visual yang unik dan menekankan aspek-aspek humor gelap dan lumayan kerasa juga ketegangannya. Namun, seperti adaptasi novel biasanya, filmnya hanya menjangkau sebagian kecil dari kisah yang ada dalam seri ini.

Count Olaf yaang dibintangi Jim Carey

Selain film, kisah ini juga diadaptasi menjadi serial televisi oleh Netflix pada tahun 2017, yang dibintangi oleh Neil Patrick Harris sebagai Count Olaf. Saya pribadi lebih suka versi Netflixnya sebenernya 😁Serial ini mendapatkan pujian karena lebih konsisten sesuai cerita dalam buknya. Filmnya berhasil menangkap gaya narasi khas Lemony Snicket, lengkap dengan absurditas dan misteri yang mendalam. Dengan total tiga musim, serial Netflix ini mencakup semua buku dalam seri, memberi kesempatan bagi penggemar untuk menikmati seluruh petualangan tragis keluarga Baudelaire dalam format yang lebih mendalam.

Count Olaf versi Neil Patrick Harris

3. The Spiderwick Chronicles oleh Holly Black dan Tony DiTerlizzi

Kalau buku lainnya itu saya pertama kali tahu bukunya dulu baru filmya, berbeda dengan series yang ini. Ada salah satu film yang anak saya suka banget, sampai dia nonton berkali-kali. Film ini menampilkan Jared Grace dan saudara-saudaranya yang menemukan dunia penuh makhluk ajaib di sekitar mereka, tepatnya di dalam rumah tua keluarga mereka. Dipenuhi dengan visual efek yang memukau, film ini menghadirkan makhluk-makhluk fantastis seperti peri, goblin, dan troll. Judul filmnya adalah The Spiderwick Chronicles, yang sebenarnya sudah rilis sejak tahun 2008. 

Adaptasi film ini menonjolkan elemen-elemen fantasi yang intens, terutama pada petualangan Jared dan keluarganya saat mereka melindungi buku ajaib dari makhluk jahat yang ingin merebutnya. Meskipun tidak mencakup keseluruhan cerita dalam seri, film ini berhasil menangkap atmosfer magical dan mistery yang khas dari The Spiderwick Chronicles serta memberikan pengalaman visual yang memukau bagi penggemar dunia magis Spiderwick. Dan yang pasti, unsur keluarga (yang mengharukan 😭 dan hangat) yang juga kental banget di film ini. 

The Spiderwick Chronicles adalah seri buku yang ditulis oleh Holly Black dan Tony DiTerlizzi, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2003. Kisah ini mengikuti petualangan tiga bersaudara Grace—Jared, Simon, dan Mallory—yang pindah ke rumah tua milik nenek buyut mereka, Arthur Spiderwick. Di sana, mereka menemukan sebuah buku misterius yang mengungkapkan dunia makhluk ajaib yang tak terlihat oleh manusia biasa. Dengan bantuan buku ini, mereka bertemu dengan makhluk-makhluk seperti goblin, troll, dan peri, yang penuh dengan keajaiban dan bahaya.

Baca juga rekomendasi buku fantasi lainnya: 

Rekomendasi Buku Science Fiction dari Artificial Intelligence
10++ Rekomendasi Novel Fantasi Tidak Berseri Yang Wajib Dibaca!
5 Alasan Pecinta Fantasi Harus Membaca Buku Neil Gaiman

Petualangan Jared dan saudara-saudaranya menjadi semakin menegangkan ketika mereka harus melindungi buku tersebut dari makhluk jahat yang ingin merebutnya untuk menguasai dunia peri. Dengan ilustrasi yang keren dan cerita yang seru, The Spiderwick Chronicles adalah salah satu favorit saya (dan anak-anak) yang menyukai dunia fantasi 😁. Setiap buku membawa cerita yang seru, dipenuhi dengan konflik antara kekuatan baik dan jahat, serta nilai penting tentang keberanian, persaudaraan, dan tanggung jawab.

Salah satu karakter magic di film ini, Thimbletack,
seorang brownie yang bisa bisa berubah menjadi boggart jika merasa terganggu atau terancam


4. Darren Shan oleh Darren Shan

Seri Darren Shan atau The Saga of Darren Shan adalah serangkaian buku fantasi gelap yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2000. Seri ini mengikuti kisah Darren Shan, seorang remaja biasa yang hidupnya berubah secara drastis setelah ia terlibat dalam dunia vampir. Setelah menonton pertunjukan sirkus aneh bernama Cirque du Freak, Darren bertemu dengan Mr. Crepsley, seorang vampir, dan akhirnya harus menjadi vampir itu sendiri untuk menyelamatkan temannya.

Seri ini terkenal dengan alur ceritanya yang gelap dan intens, bahkan orang-orang bilang ini semacam buku Stephen King versi untuk remaja saking gelapnya. Tapi, yang pasti, DARREN SHAN ADALAH SALAH SATU BUKU SERI FANTASI FAVORIT SEPANJANG MASAAA!!!  (capslocknya sampe jebol 😂). 

Karena meski berfokus pada tema vampir, cerita ini juga menyoroti nilai-nilai tentang pengorbanan, kesetiaan, dan arti menjadi manusia. Sumpah bagus banget dan kalian harus baca kalau ngakunya pencinta fantasi. Darren harus menghadapi banyak tantangan (fisik dan perasaan) pastinya di buku ini, membuat kita sebagai pembaca ikut terombang ambing di perjalanannya. 

Di BBW waktu itu sempat menjual series yang versi English gini, 
kalau punya saya itu yang terbitan GPU tahun belasan tahun lalu😆

The Saga of Darren Shan juga diadaptasi menjadi film berjudul Cirque du Freak: The Vampire's Assistant pada tahun 2009. Film ini menggabungkan beberapa buku pertama dalam seri dan mengikuti perjalanan Darren Shan, seorang remaja yang menjadi asisten vampir di sirkus aneh bernama Cirque du Freak untuk menyelamatkan temannya.

Baca juga reveiw lengkap saya di:  Book Hangover with Darren Shan

Film Cirque du Freak: The Vampire's Assistant menerima tanggapan yang kurang positif dari kritikus dan penonton. Meskipun premisnya unik dan didukung dengan visual yang memadai untuk menampilkan makhluk-makhluk aneh di dunia sirkus, film ini tidak mendapatkan sambutan yang memuaskan. Saya pun merasakan hal yang sama pas nonton, kok feel-nya ga berasa apa-apa gini...  

Film yang bikin orang yang ga baca bukunya, jadi mikir ini ceritanya kureeeng banget 😓

Kalau diliat-liat review orang, kritik utama banyak berfokus pada perubahan signifikan dari cerita buku, jadi membuat cerita terasa kurang kuat dan kurang mendalam, sehingga beberapa elemen cerita tampak terburu-buru atau kurang terhubung dengan baik.

Di situs Rotten Tomatoes, film ini memperoleh rating rendah dari kritikus, dengan sekitar 38% persetujuan, yang menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari kritikus yang menganggap film ini memadai. Respons dari penonton pun beragam, di mana sebagian merasa bahwa film ini kurang mampu menggambarkan kompleksitas dan nuansa gelap dari seri buku aslinya. Bagi penggemar setia bukunya, adaptasi ini dinilai kurang memuaskan karena tidak berhasil menangkap emosi dan perjalanan karakter Darren Shan secara penuh.

***

Dari rekomendasi di atas, mana yang kalian sudah baca bukunya, atau nonton filmya? 😊

***

Baca juga daftar rekomendasi novel lainnya: 

Rekomendasi Novel Lokal Terbaru dengan Pesan Hidup Bermanfaat
Rekomendasi Metropop Terbaru dengan Latar Pekerjaan Menarik
5 Rekomendasi Novel dengan Tema Realistic Fiction
5 Rekomendasi Novel Romance Sicklit

 

Monday, 13 September 2021

Wonderstruck, Rekomendasi Novel Ilustrasi Karya Brian Selznick

Akhirnya akhir Agustus kemaren, saya berhasil menyelesaikan naskah novel untuk lomba TWS 2021. Selama menyelesaikan itu, saya menjaga mood dengan hanya membaca novel bertema sama. Selain juga karena waktu sudah banyak tersita untuk menulis, di waktu baca yang terbatas saya hanya memilih bacaan yang kita-kira bisa menambah insight saya dalam menulis. Selain itu, bacaan lain saya baca saat ada job untuk review buku. Jadi, rasanya sudah lama sekali (padahal baru beberapa bulan sih 😅) saya tidak membaca buku sesuka hati.

Berhubung job review sedang tidak ada, dan naskah novel saya sudah selesai, sekarang saatnya baca buku suka-suka 😁 Dan pilihan jatuh pada buku yang udah saya punya sejak lebih dari 5 tahun lalu, tapi kondisinya masih rapi tersegel karena belum dibaca sama sekali. Hahahha.. 

Sekitar tahun 2016, saya pernah memenangkan buku pada event yang diselenggarakan Penggemar Novel Fantasi Indonesia (PNFI). Karena liat bukunya cukup tebal, saya udah keder duluan buat baca. Maklum lah, sejak punya anak saya agak pesimis bisa namatin buku tebel 😅. Sampai suatu ketika saya baca review di Goodreads yang bilang kalau ini buku ilustasi. Saya langsung buru-buku buka segel bukunya (yang udah lima tahun tak tersentuh) dan ternyata bener dong ini buku ilustasi. Hahahha... Coba kalau tau dari dulu, kan saya udah baca dari dulu-dulu. Mana gambarnya kece banget. 

Mulai lah saya membaca

Dan ga berhenti sampai beres saking bagusnya

Dan tamat hanya dalam sehari

Sungguh pencapaian buat saya bisa beresin buku setebal ini dalam sehari 😆

dan bukunya adalah.... 

Wonderstruck
(Saya belum sempet fotoin bukunya, 
jadi kita ambil cover dari Goodreads dulu aja 😁)

Dua cerita berbeda

Cerita awalnya disuguhkan tentang seorang anak bernama Ben. Ben baru saja kehilangan ibunya karena sebuah kecelakaan. Karena tidak pernah mengenal ayahnya, Ben  akhirnya tinggal dengan paman dan bibi, serta sepupunya yang tidak menyenangkan. Pada suatu malam, Ben menemukan petunjuk tentang ayahnya di tumpukan buku milik ibunya. Sayangnya, pada malam itu juga Ben tersambar petir yang membuat telinganya tuli. 

Dari situ mulailah petualangan Ben untuk mencari sang ayah, dengan kondisinya yang tuli.

Setiap beberapa halaman cerita Ben, kita akan disuguhkan gambar yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan cerita Ben. Gambar-gambar tentang kehidupan gadis kecil yang tampak kesepian, dan sering kabur dari rumah.

Seorang gadis yang tampak sedih dan kesepian

Awalnya saya sempat bingung hubungan antara cerita dan gambar. Namun, cerita tentang gadis kecil dan Ben nanti pada akhirnya akan terhubung. Dan hubungannya sangat menghangatkan hati. Tadinya saya kira karena dapet buku ini dari PNFI dan yang menerbitkan adalah Mizan Fantasi, buku ini akan kental nuansa fantasinya. Ternyata ga juga, malah nyaris tidak ada hal magical yang ada di cerita fantasi di buku ini. Walaupun begitu, saya tetap sangat-sangat suka buku ini.

Perpustakaan dan Museum

Yang menarik lagi dari buku ini adalah profesi yang diangkat pada ceritanya. Ibu Ben adalah seorang pustakawan, dan ia senang menempelkan quote-quote menarik dari buku yang dibacanya di kulkas. Ben sendiri selain  suka membaca, juga suka mengumpulkan barang-barang, seperti seorang kurator. 
Anak kecil satu lagi, lebih kental dengan latar museum yang digambarkan cukup detail pada buku ini. Bagaimana tentang pekerjaan sebagai kurator, pembuat diorama di meseum, dan berbagai hal lain tentang museum lainnya. 


Museum yang digambarkan pada Wonderstruck

Ditulis oleh Brian Selznick

Buku ini adalah karya penulis dari Amerika bernama Brian Selznick. Tidak hanya sebagai penulis, ia sekaligus adalah ilustrator dari buku ini. Ada yang tau buku Hugo Cabret? Saya sih belum baca, cuma tahu filmnya aja. Dan ternyata Hugo Cabret adalah buku Brian Selznick sebelum Wonderstruck ini, dan itu juga buku ilustrasi. Wuaaa, saya jadi penasaran juga pengen bacaaa.

Film Hugo yang diangkat dari buku karya Brian Selznick

Rating

Dua cerita yang saling terhubung ini terasa menghangatkan hati. Ilustrasinyanya pun bagus banget. Ceritanya ringan, tapi penuh pesan moral, dan bisa dibaca untuk umur berapa pun. Buat anak-anak pun cocok. Saya aja nanti rencananya mau ngomporin anak saya Titha buat baca ini. Hehehhe.. Jadi, 4.5 bintang tentu saja buat Wonderstruck, sebuah novel ilustrasi karya Brian Selznick



WONDERSTRUCK
Penulis : Brian Selznick
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penerbit : Mizan Fantasi
Cetakan November 2013
643 Halaman
Demikian cerita saya menemukan harta karun buku bagus dari rak buku sendiri. Apakah kamu juga pernah punya pengalaman serupa? Lama membiarkan sebuah buku di timbunan, dan ternyata saat dibaca bukunya bagus banget?
Share cerita kamu yaaa... 😉

Thursday, 15 April 2021

Membacakan Buku Hugless Douglas Menginap Bersama

 Halo semuanyaa!

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman yang muslim yaa. Dalam rangka bulan Ramadhan ini, saya juga mau minta maaf lahir batin apabila selama interaksi di sini atau saat BW ke blog teman-teman ada kata-kata yang kurang berkenan 😊

Terinspirasi dari komen Mba Nita di postingan sebelum ini, yang mengatakan update tidak harus selalu panjang, saya jadi mau update sedikit tentang buku kesukaan Tasymira, anak ke dua saya. Bukunya berjudul Hugless Douglas Menginap Bersama karya David Melling.

Jangan lupa ikut giveway berhadiah di postingan Helo April!


Belum sempet motoin bukunya, jadi kita pake foto dari gramedia.com aja 

Buku ini menceritakan tentang seorang beruang bernama Hugless Douglas yang akan menginap ke rumah si kelinci. Sayangnya dia tersesat dan akhirnya dibantu oleh domba kecil untuk mengarahkan jalan ke rumah si kelinci. 

Buku yang saya baca ini adalah versi terjemahan terbitan Funtastic. Menurut saya buku ini cocok sekali untuk usia pra sekolah karena tulisan per halamannya hanya sedikit dan gambar yang menarik. Tau kan kalau rentang konsentrasi anak 3 tahun itu hanya 3 menit? Jadi pasti bosen kalau baca buku yang kebanyakan tulisan per halamannya... Hugless Douglas juga banyak judul lain yang sudah diterjemahkan Funtstic yang bisa dinikmati bersama anak-anak.

Mau dengar keseruan saya membacakan buku ini buat anak-anak? Ini saya berbagi podcastnya.. Jangan kaget kalau baca satu buku aja banyak intronya ya, mulai yang baby ikut nimbrung, Tasymira pake acara sakit kaki entah kenapa dan berujung minta di vakum 😂 (apa hubungannya coba sakit jadi bisa di vakum. Hhahaha..) sampai Papa Tommy yang ngingetin jangan lupa isi listrik karena tiba-tiba bunyi bunyi. Tapi begitulan kehebohan di rumah, ga pernah kerasa sepi sama celotehan anak-anak.. Jadi maaf kalau podcastnya tidak terlalu enak didengar yaaa, banyak kresek-kresek juga karena hp buat ngerekam sambil direbut-rebut bayi 😆 

Selamat mendengarkaan..

Dengar juga saat saya membacakan buku Buaya Raksasa karya Roald Dahl di sini.


Friday, 29 January 2021

Nostalgia Novel Generasi 90an

Beberapa waktu yang lalu, saya ditawari kolab sama Mas Rahul. Ini juga merupakan kolab pertama saya selama jadi blogger. Serunya lagi, awalnya saya kira Mas Rahul cuma butuh masukan terkait pertanyaaan tentang buku. Abis itu ternyata saya disuruh jawab pertanyaan itu sendiri. Hehehe... Seru deh pokoknya! Terima kasih untuk tawaran kolabnya, Mas Rahul 😁. Jangan lupa mampir juga ke postingan kolabnya di sini:

Bacaan Dewasa dan Buku Rusak yang Masih Disimpan (BersamaThessalivia)

Salah satu pertanyaan saya saat kolab adalah, buku yang pertama kali dibeli pake uang sendiri? Nah, pembahasan ini membawa nostalgia sebenarnya dengan buku-buku masa kecil saya. Dan hey, bagaimana kalau sekalian saja kita nostalgia bareng di sini 😍😍 Saya yakin pembaca blog ini banyak yang sebaya saya, kan? Yang menghabiskan masa kecilnya di era tahun 90an. 

Yuk, kita nostalgia novel generasi 90an...


novel generasi 90an

1. HARRY POTTER

Mudah-mudahan di sini ga bosen saya bahas Harry Potter terus ya😆. Harry Potter adalah novel berseri yang terdiri dari 7 buku yaitu : 

  1. Philosopher's Stone (1997)
  2. Chamber of Secrets (1998)
  3. Prisoner of Azkaban (1999)
  4. Goblet of Fire (2000)
  5. Order of the Phoenix (2003)
  6. Half-Blood Prince (2005)
  7. Deathly Hallows (2007)

novel generasi 90an

Buku ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Harry Potter yang memperoleh surat untuk masuk ke sekolah sihir Hogwarts. Buku pertama menceritakan pengalaman Harry di tahun pertama bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Buku kedua di tahun kedua begitu terus sampai buku ke tujuh. Selama itu Harry juga harus melawan penyihir jahat bernama Voldemort. 

Pengalaman Nostalgia

Buku pertama Harry Potter itu terbit tahun 1997, sedangkan saya baca pertama kali tahun 2000. Ini juga buku pertama yang saya beli pake uang sendiri waktu itu. Buku Harry Potter yang pertama harganya ga nyampe Rp 50ribuan waktu itu, tapi itu cukup mahal buat kantong saya yang masih SMP. Hehehe.. Jadi waktu dapet salam tempel pas lebaran, uangnya saya sengaja tabung buat beli buku Harry Potter. 

Tapi masalahnya beli dimana? Karena saya tinggal di kota kecil, yang tidak ada Gramedia. Toko buku sebatas yang jual buku sekolah atau buku-buku agama. Akhirnya waktu itu saya inisiatif sendiri nitip ke tetangga yang mau pulang dari Jakarta 😁. Padahal ternyata di kota Padang juga ada, saya aja yang ga ngeh waktu itu 😅.

Baca juga: 

Waktu pertama baca buku ini pas SMP, saya langsung jatuh cinta dan menobatkan ini adalah buku terbaik yang pernah saya baca. Harry Potter menemani saya dari pertama kali saya baca bukunya tahun 2000, sampai akhirnya buku terakhir terbit 2007 dan filmnya terkahir rilis 2011. Jadi hampir sebelas tahun saya nungguin Harry Potter sampai tamat. Jadi wajar sekarang sepuluh tahun kemudian cerita ini masih ngebekas di hati. Sebucin itu memang saya dengan cerita Harry Potter 😍😍.

2. GOOSEBUMPS


novel generasi 90an

Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebums (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku juga. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land).

Baca juga: 

Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya.  Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerita yang kita putuskan sendiri. 

Yang saya suka, di Goosebumps itu tidak pernah ada tokoh yang benar-benar mati menyedihkan gitu, ga ada adegan ciuman dan romantismenya juga. Jadi aman buat anak-anak 😁.

Pengalaman Nostalgia

Buku ini mendapat tempat spesial di hati saya, karena bisa dibilang ini novel tanpa gambar pertama yang saya baca. Ini juga termasuk buku tebal buat saya pas pertama baca saat masih SD. Goosebumps pertama saja adalah tentang cermin ajaib (yang ada di gambar atas) terbitan 1997. Saya baca sampai berkali-kali waktu itu. 

Memori yang paling saya ingat tentang buku ini adalah memori saat belinya. Jadi kan di kota saya tinggal ga ada Gramedia. Gramedia baru ada di kota Padang yang kurang lebih 2 jam dari rumah. Setiap bulan, biasanya orang tua saya ke kota Padang buat beli berbagai macam kebutuhan. Nah, selama mereka belanja (3-4 jam), saya akan di-drop di Gramedia bersama Kakak. Kita anak SD berdua doang, dibebasin berlama-lama di toko buku, itu rasanya bahagiaaaa bangeet. Hehehhe...

Nanti begitu orang tua udah beres belanja, mereka akan jemput saya dan Kakak. Kita berdua boleh milih satu buku buat dibeli. Dan biasanya kita milih masing-masing satu buku. Begitu malemnya udah nyampe rumah lagi, kita akan langsung baca bukunya berdua di kamar. Begitu beres, kita tukeran baca. Walau biasanya Kakak udah beres baca duluan dan jadi ga sabar nungguin saya beres baca 😄. Wuaa, jadi kangen Kakak, Mama dan Papa, udah setahun lebih kita ga ketemu gara-gara pandemi 😭😭.

3. Trio Detektif

novel generasi 90an


Trio Detektif menceritakan pengalaman tiga orang sahabat, Jupe si cerdas, Pete si jagoan dan Bob si kutu buku. Buku ini terbit antara tahun 1964-1987 dengan total sampai dengan 43 judul. Sedanngkan terjemahannya sampai sekarang juga masih terbit, bahkan dengan cover baru seperti yang di pegang Tasymira di atas. Mereka bertiga bahu membahu memecahkan misteri. Bahkan mereka punya kartu nama trio detektif dengan tiga tanda tanya sebagai simbolnya. 

Fun Fact, tahu kah kamu kalau penulis Trio Detektif bukanlah Alfred Hitchock? Walaupun nama sutradara itu tertera di buku, sebenarnya bukan ia lah yang menulis. Ada beberapa penulis berbeda untuk semua seri Tri Detektif, dan Alfred Hitchock hanya dipinjam namanya untuk tujuan publikasi. 

Pengalaman Nostalgia

Buku Trio Detektif adalah buku cerita tentang detektif pertama yang saya baca, jauh sebelum saya mengenal cerita detektif sungguhan seperti Conan dan Agatha Christie. Buku pertama yang saya baca waktu saya SD, tentang pengalaman mereka memecahkan misteri keanehan seorang wanita yang tinggal dekat gunung mosnter. Itu buku Trio Detektif pertama saya, dan saya sampai baca berkali-kali saking sukanya. Hehehe.. Setelah itu, selain Goosebumps, saya suka request dibeliin Trio Detektif  sama orang tua. 😀  


4. ANIMORPHS


novel generasi 90an

Animorphs adalah buku  fantasi yang menceritakan petualangan sekelompok anak melawan alien yang ingin mengambil alih bumi. Terdapat lima orang anak yang berjuang yaitu Jake, Rachel, Cassie, Marco, dan Tobias. Cerita diambil dari sudut pandang pertama dari salah satu tokoh itu. (Bergantian masing-masing buku). Yang unik itu cara mereka melawan alien adalah dengan berubah menjadi binatang. Kemampuan itu mereka peroleh dari salah satu alien baik. 

Buku pertama Animorphs terbit tahun 1996. Total sampai ada 54 buku di seri ini. Namun, belum semua sudah di terjemahkan. Walaupun ada benang merah, masing-masing buku bisa dibaca terpisah karena setiap buku biasanya membereskan masalah tertentu. 

Pengalaman Nostalgia

Berbeda dengan buku di atas, saya sama sekali tidak punya buku Animoprhs. (Jadi khusus yang Animorphs saya pinjem fotonya dari salah satu toko buku bekas di Facebook). Saya tau buku ini dari seorang teman di sekolah yang dulu memiliki banyak banget koleksi Animoprhs, sekitar tahun 2000an awal. Cover-nya menarik, menggambarkan anak yang berubah jadi binatang tertentu. Ukuran dan ketebalan bukunya kurang lebih seperti Goosebumps. 

Jadi memori saya dengan Animorphs itu adalah saat berebut meminjam dengan teman sekelas, saat teman saya membawa bukunya ke sekolah. Teman saya ini memang punya banyaaaak banget koleksi buku dulunya 😁. Jadi sering kita jadikan sumber pinjaman buku di kelas, ga hanya Animorphs tapi dulu ada Darren Shan, Harry Potter, dll. Bahkan dia orang pertama yang saya tau dulu udah membaca novel berbahasa inggris di saat kami masih bacanya novel lokal 😂.

Back to Animorphs, cukup banyak seri ini yang sudah saya baca (walau belum semua). Serunya itu, saat berubah jadi binatang akan ada penjelasan tentang binatangnya juga baik dari segi insting, kebiasaan, dll. Jadi lumayan berasa dapet ilmu sambil baca novel. Yang paling saya inget itu waktu itu mereka berubah jadi lalat. Saya baru tau ternyata mata lalat itu terdiri dari banyak banget lensa dan dengan ukuran mata hampir sebesar kepalanya, ia nyaris bisa melihat kesemua arah


5. LIMA SEKAWAN dan SAPTA SIAGA


novel generasi 90an

Selanjutnya buku karya Enid Blyton, Lima Sekawan dan Sapta Siaga. Lima sekawan menceritakan petualangan 4 anak dan seekor anjing. Ada Julian anak cowok paling tua, sama adik laki-lakinya (Dick), adik perempuan (Anne), dan sepupu mereka George. Jadi keseharian mereka sebenarnya sama dengan anak pada umumnya yang main outdoor, berenang, kemping, dll. Nah serunya membaca buku ini, ada aja jalan-jalan rahasia, terowongan misterius atau misteri yang mereka temukan dengan tidak sengaja. Jadi mereka harus berpetualang memutar otak menyelesaikan itu. 

Kalau Lima Sekawan tentang sekelompok anak dengan keseharian dan petualangannya, Sapta Siapa lebih ke kelompok detektif cilik. Terdiri dari 7 anak dan seekor anjing. 

Baca juga: 

Waktu baca ini pas kecil, saya sering berharap misalnya pas lagi mengunjungi sodara di luar kota, atau saat menginap di rumah nenek di kampung, tiba-tiba akan menemukan jalan-jalan rahasia atau misteri seperti di buku ini. Jadi bisa merasakan berpetualang seperti Lima Sekawan 😆Walau kenyataannya saya tidak menemukan misteri apapun buat dipecahkan waktu itu. Hahaha...   Ada yang sama seperti saya? 

Buku ini terbit sejak tahun 1942. Sampai sekarang masih banyak peminatnya dan terjemahannya masih terbit ulang dengan cover baru. Pada beberapa waktu lalu, Talitha bahkan dapat kiriman buku ini dari Mba Eno karena sudah berpartisipasi lomba gambar di blog Creameno. Dia tentu saja seneng banget dapet buku ini.

"Mama waktu kecil juga suka baca buku ini loh," kata saya waktu itu. 

Dan buku Lima Sekawan bukan satu-satunya isi paketnya. Isinya ada duit Rp. 150ribu (yang langsung dipake Titha buat beli robuck di game Roblox 😂), dompet cantik, krayon (yang diakuisisi Tasymira), baju bergambar Hello Kitty (yang cuci kering pake cuci kering pake saking Talitha suka banget bajunya), dan kukis coklat kesukaan semua orang di rumah. Semuanya bener-bener suka, karena di rumah sweet tooths semua 😆 Suami, saya, anak-anak, dan para Mba di rumah. Sampai suami saya nanya, "Temen kamu ga mau buka PO? Aku pengen lagi soalnya..." Lah udah dikasi malah ngelunjak dia 😂😂 


Terima kasih Tante Eno buat bingkisan cantiknya
-Talitha-


Sebelum dapet bingkisan cantik buat Talitha ini, pas banget waktu itu juga hadiah vacuum cleaner dari Mba Eno udah nyampe. Vakumnya sangat-sangat bergunaa, bikin orang-orang di rumah sekarang jadi  makin suka bersih-bersih, bahkan anak-anak. Ada remahan dikit, langsung vakuumm. Sepraktis itu memang karena vakumnya tipe wireless gitu. Makasiii banget bangeeet ya Mba Eno buat semua kejutannya 💖💖😍😍 

🐶🐶🐶


Selain novel-novel di atas, banyak lagi sebenarnya buku yang membangkitkan memori masa kecil seperti komik-komik. Ada komik Sailor Moon, Topeng Kaca, Salad Days, Candy-candy, dll. Atau kalau yang cowok mungkin lebih akrab dengan Kung Fu Boy, Dragon Ball, Kotaro dan banyaaak lagiii..

Kalau kamu generasi 90an, sama kah buku-buku nostalgia kita di atas? 
Share juga dong di kolom komen tentang buku-buku yang mebawa memori masa kecil kamu, baik bagi generasi 90an atau bukan 😊




Saturday, 24 October 2020

8 Film yang Diangkat dari Buku Karya Roald Dahl

Ada yang udah nonton remake film The Witches yang keluar minggu lalu? Sebuah film fantasy anak yang diperankan oleh Anne Hathaway.
Melihat cuplikan film ini membawa memori saya ke beberapa tahun silam saat pertama nonton film The Witches di TV waktu saya masih SD. Dulu rasanya merinding sekali melihat wanita-wanita yang ternyata penyihir merubah seorang anak menjadi tikus. Beberapa tahun setelah menonton filmnya, saya menemukan buku dengan judul yang sama, The Witches karya Roald 
Dahl. Dari situ lah saya tahu ternyata film yang sudah saya tonton dari kecil ini diangkat dari sebuah buku.

Perkenalan saya dengan Roald Dahl berlanjt tidak hanya dengan buku The Witches, tetapi juga dengan buku Roald Dahl yang lain. Saya bahkan punya book set buku Roald Dahl dengan ilustrasi dari Quentin Blake. Buku itu duluu banget dibelikan suami saat masih pacaran. Saat dia liat ekspresi kagum saya melihat book set ini di Gramedia, dia langsung mengangkut bukunya ke kasir (tanpa nanya-nanya saya), bayar dan memberikan ke saya. 😍😍 Waktu itu saya pengen banget beli pastinya, tapi saya kok berasa sayang mau beli karena saya udah punya beberapa bukunya yang sama. Sedangkan si pacar waktu itu tahu banget kalau saya ga beli bukunya pasti kepikiran. Hahaha.  Kalau dipikir-pikir, ternyata dia memang sudah bakat so sweet dari dulu 😍 

buku film roald dahl
Book set Roald Dahl dari sang pacar 💖💖

Back to topic, buku-buku Roald Dahl itu imajinatif banget menurut saya. Sebagai pencinta fantasi dan buku anak, karya Roald Dahl wajib banget dibaca. Sebut saja ada kisah anak yang ke pabrik coklat yang ternyata sangat ajaib, atau saat kita bisa ke luar angkasa dengan elevator ajaib, berpergian menyebrangi lautan dengan buah peach raksasa, jari ajaib yang bisa merubah apapun, raksasa yang bisa menangkap mimpi dan banyaaak lagi yang lain.

Who is Roald Dahl?
Roald Dahl adalah penulis berkebangsaan Inggris. Ia lahir pada tahun 1916 dan meninggal di usianya yang ke 74 tahun. Salah satu yang  saya kagumi darinya adalah karena ia tidak saja berprofesi sebagai penulis, tapi dia juga adalah pilot pesawat tempur saat perang dunia. Ia juga sempat bekerja pada perusahaan minyak Shell di berbagai belahan dunia. Dan ia juga seorang atase. Wow! Jadi siapa bilang orang yang berprofesi lain tidak bisa menjadi penulis kan?

buku film roald dahl
Roald Dahl saat book signing bersama anak-anak di Amsterdam (1988)

Pada sela-sela waktunya bersama istri dan anak-anaknya, Roald Dahl menulis cerita-cerita luar biasa. Beberapa bukunya bahkan dikatakan memang terinspirasi dari anak-anaknya sendiri. Puluhan tahun sejak kematiannya, karyanya masih mendapat tempat istimewa di hati orang-orang. Sampai sekarang, bukunya telah diterjemahkan ke puluhan bahasa di dunia. Karya-karyanya juga banyak yang memperoleh penghargaan bergengsi.

Buat kamu yang tidak terlalu suka membaca, tenang saja. Kamu masih bisa kenalan dengan karya-karya Roald Dahl yang sudah banyak diangkat menjadi film. Yang terbaru tentu saja The Witches yang saya sebut di awal postingan ini.

Apa saja karya Roald Dahl yang sudah difimkan? Ini dia daftarnya :

1. The Witches

Buku ini mengisahkan tentang Charlie yang tidak sengaja mengetahui ada konferensi penyihir di hotel tempat ia dan neneknya menginap. Kebetulan nenek Charlie adalah orang Norwegia, dan orang Norwegia sangat tau tentang penyihir. Kata neneknya, salah satu hal menakutkan tentang penyihir adalah mereka sangat membenci anak-anak. Sehingga mereka sering menculik anak-anak untuk dilenyapkan atau diubah menjadi binatang. Jadi agar anak-anak tidak diincar oleh penyihir, lebih bagus untuk tidak mandi agar penyihir tidak bisa mencium bau anak-anakmu 😆
Pada konferensi penyihir di hotel itu, Charlie ketahuan dan kemudian diubah menjadi tikus, dan dimulai lah petualangan Charlie sebagai tikus untuk melawan para penyihir jahat.


buku film roald dahl

Film pertama tayang tahun 1990 dan sangat berkesan bagi saya karena penyihirnya digambarkan sangat tidak enak untuk dilihat. Seperti ciri-ciri pada bukunya, penyihir (yang pasti perempuan) mempunyai kepala yang botak, kaki yang kotak dan kuku kuku yang panjang. Waktu dulu menonton film ini waktu kecil, saya sempat takut dengan wanita berkepaka botak karena takut ia adalah seorang penyihir 😅

buku film roald dahl

Film ramake terbarunya tayang bulan ini dan katanya banyak menuai kritik akan kualitasnya. Bahkan akting Anne Hathaway pun dikatakan tidak maksimal. Tetapi saya tetap penasaran buat nonton. Ada yang udah nonton?

buku film roald dahl

Lebih serem ratu penyihirnya di film yang dulu sebenernya dari pada Anne Hathaway 


2. Matilda

Kisah ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang sangat pintar bernama Mathilda. Ia sangat senang membaca, namun dianggap aneh oleh keluarganya yang lebih suka menonton televisi. Walaupun anak kandung, dia selalu diperlakukan seperti anak angkat oleh orang tua bahkan juga oleh kakak laki-laki. Orang tuanya bahkan lupa untuk menyekolahkan dia saat umurnya sudah 7 tahun.  Parah memang orang tuanya 😂

Baca juga : 

Selain pintar dan suka membaca, ternyata Matilda mempunyai kekuatan ajaib seperti telekinesis. Awalnya di sekolah dia tidak diperlakukan dengan adil, sampai suatu saat dia bertemu dengan seorang guru yang baik hati bernama Miss Honey. 
Secara umum kisahnya seru, menggambarkan bahkan keluarga kandung juga bisa menjadi toxic loh. 
Film Matilda pertama kali tayang tahun 1996, dan bahkan sampai sekarang saya tidak pernah bosan menonton film ini.


buku film roald dahl

3. Charlie and the Chocolate Factory

Charlie and the Chocolate Factory bisa dikatakan adalah salah satu karya Roald Dahl yang paling populer. Bahkan sampai saat ini, film dari buku ini telah tayang dalam berbagai versi. Buku ini mengisahkan tentang petualangan Charlie, seorang anak yang miskin namun beruntung mendapatkan Golden Ticket dari coklat yang dibelinya. Ia dan 4 anak yang juga mendapatkan Golden Ticket kemudian diundang untuk factory tour di pabrik coklat milik Willy Wonka. Disinilah petualangan dimulai karena pabrik coklat Willy Wonka bukanlah seperti pabrik coklat pada umumnya. Coklat-coklat tumbuh dari pohon bahkan sungai yang penuh dengan coklat, rumput-rumputnya pun juga bisa dimakan 😍 Para pekerjanya pun bukan orang biasa tetapi kurcaci yang disebut dengan umpa lumpa. Membaca buku ini (dan menonton filmnya), membuat saya membayangkan andai ada pabrik coklat seperti milik Willy Wonka benar-benar ada, pasti seru sekali berpetualang di sana 😍😍
Film terakhir Charlie and the Chocolate Factory diproduseri oleh produser animasi terkenal Tim Burton dan dibintangi oleh Johnny Depp sebagai Willy Wonka


buku film roald dahl

Kelanjutan petualangan Charlie di pabrik coklat sebenernya dilanjutkan pada buku Charlie and The Great Glass Elevator, tapi sampai sekarang buku ini belum diangkat menjadi film.

buku film roald dahl

4. James and the Giant Peach

James and the Giant Peach adalah buku Roald Dahl paling favorit saya. Buku ini mengisahkan tentang anak yatim piatu dan harus tinggal dengan kedua bibinya yang sangat kejam dan menyebalkan. Pada suatu hari, seseorang memberikan James sebuah magic bean yang kemudian tumbuh menjadi pohon peach raksasa. Pada buah peach raksasa terdapat beberapa serangga yang tinggal di dalamnya. James kemudian berpetualang mengarungi lautan menggunakan buah peach bersama teman-teman serangganya sampai mencapai kota New York. 


buku film roald dahl
Buah peach dan serangga mengarungi lautan, benar-benar kisah imajinatif 😍

Buku ini telah diangkat menjadi film dalam bentuk stop motion musical pada tahun 1996.

buku film roald dahl


5. The BFG

BFG merupakan singkatan dari Big Friendly Giant. Buku ini mengisahkan tentang raksasa yang bisa menangkap mimpi anak-anak. Tidak seperti raksasa-raksasa lainnya, BFG ini sangat baik dan tidak suka memakan manusia. Raksasa itu berteman dengan seorang anak kecil yatim piatu bernama Sophie yang diambilnya dari sebuah panti asuhan.

Baca juga film yang diangkat dari buku lainnya di postingan  :

The BFG telah diangkat menjadi film yang diproduseri oleh produser terkenal Stephen Spileberg pada tahun 2016. Filmnya sendiri menurut saya sebenarnya bagus tapi entah mengapa terasa terlalu suram dan gelap, berbeda dengan film-film Roald Dahl yang lainnya yang terasa lebih ceria.


buku film roald dahl


6. Fantastic Mr. Fox

Mr Fox adalah seekor rubah yang tinggal di bawah tanah bersama istri dan anak-anaknya. Petani yang sudah tidak sabar karena hewan ternaknya sering dicuri oleh sang rubah mulai merencanakan perangkap untuk menangkap sang rubah dan keluarganya. Namun Mr Fox yang cerdik bersama dengan binatang-binatang lainnya bahu-membahu untuk melawan petani tersebut. Sebenarnya buku Fantastic Mr. Fox termasuk lebih lebih tipis dibandingkan buku Roald dahl lainnya, tetapi tetap saya ceritanya menarik. 
Film Fantastic Mr. Fox realease tahun 2009 dalam bentuk film animasi stop motion.


buku film roald dahl


7. Danny, the Champion of the World

Berbeda dengan buku-buku Roald Dahl lainnya, pada buku Danny, the Champion of the World ini tidak terdapat hal-hal ajaib seperti makhluk ajaib atau kekuatan magic. Buku ini menceritakan petualangan Danny bersama sang ayahnya, karena sang ibu telah lama meninggal dunia. Danny dan ayahnya mencoba memberikan pelajaran kepada seorang pria kaya yang berkarakter buruk pada acara  berburu burung pegar. Buku ini disebutkan Roald Dahl terinspirasi dari kehidupannya sendiri. Termasuk salah satunya caravan yang dijadikan tempat tinggal oleh Danny terinspirasi dari caravan yang berada di halaman rumah Roald Dahl sendiri. Walaupun tidak ada hal magical pada buku ini,  menurut saya temanya tetap menarik karena mengangkat tema keluarga. Selain itu, hubungan Danny dan ayahnya yang saling menyayangi sangat menghangatkan hati untuk dibaca. 
Buku ini telah diangkat menjadi film pada tahun 1989.


buku film roald dahl

8. Esio Trot

Berbeda dengan buku Roald Dahl lainnya, karakter pada buku ini bukanlah anak-anak tetapi merupakan orang yang telah berusia lanjut. Ini merupakan buku terakhir yang dipublish oleh Roald Dahl semasa hidupnya. Menceritakan tentang seorang pensiunan bernama Mr Hoppy yang jatuh cinta pada tetangga bawah apartemennya Mrs Silver. Mrs silver mempunyai peliharaan seekor kura-kura dan dia sering mengatakan kepada Mr Hoppy kalau kura-kuranya susah sekali untuk tumbuh besar. Mr Hoppy kemudian mengatakan dia mempunyai mantra untuk membuat kura-kura membesar. Ia kemudian memberikan kertas berisi mantra yang harus dibisikkan oleh Mrs Silver kepada sang kura-kura tiga kali sehari. Apakah mantra itu benar-benar bisa berhasil? Silahkan baca bukunya atau kamu bisa nonton filmnya film ini telah tayang pada tahun 2015 yang diperankan oleh Dustin Hoffman.


buku film roald dahl

Dari sekian banyak karya Roald Dahl, ternyata sudah banyak juga ya yang telah diangkat ke layar lebar. Apakah kamu sudah menonton semuanya? Kalau belum, film mana yang penasaran untuk kamu tonton duluan?


Sumber gambar 
Buku : koleksi pribadi
Foto Roald Dahl : wikipedia
Film : IMDB

Monday, 19 October 2020

Dru dan Kisah Lima Kerajaan: Buku Sastra Anak karya Clara Ng

Alkisah hiduplah seorang anak perempuan yang berumur 12 tahun bernama Dru. Ia tinggal di Desa Patala, sebuah desa di pinggir pantai dan terdapat banyak pohon rambutan. Dru tipe anak yang keras kepala, dan tidak peduli dengan orang lain. Sampai pada suatu hari ia bermasalah dengan anak lain dan dimarahi Ibu. Saat Dru berdiam dikamarnya setelah dimarahi, tiba-tiba suatu keajaiban terjadi. Selendang Dru terbang terbawa angin, dan berubah jadi kumpulan kupu-kupu. Dru melompat dari jendela untuk mengambil selendangnya, tetapi ia malah dibawa oleh kupu-kupu ke dalam laut. Dari situ mulailah pengalaman Dru di negeri ajaib. 

Dru dan kisah lima kerajaan

Di negeri ajaib, Dru bertemu dengan bermacam-macam orang dengan sifat yang beragam, ada Raja Tanti Pala di Kerajaan Logam yang judes, Raja Aditsu dari Kota Pencuri yang murung, dan macam-macam lainnya. Negeri yang dikunjungi Dru pun bermacam-macam, ada hutan yang bisa membuat Dru mengecil dan membesar sesuka hati, ada negeri di awan, dan tempat-tempat magical lainnya. Semua orang yang ditemui dan tempat yang dikunjungi itu kemudian mengajarkan Dru banyak hal tentang kehidupan, dan tentu saja itu menjadikan Dru anak yang lebih baik.

Buku ini adalah buku sastra anak karya penulis terkenal Clara Ng. Kabarnya ia menulis ini terinspirasi dari kisah Pandawa Lima. Tetapi bagi saya, vibe yang terasa justru seperti bukan kisah pandawa, tetapi lebih seperti dongeng-dongeng klasik luar yang membawa tokoh utama berpetualang ke berbagai tempat kemudian ia kembali sebagai seorang yang lebih baik. Seperti anak pada kisah Little Prince yang memperoleh pelajaran dari setiap planet yang mereka kunjungi, atau petualangan Milo di negri di balik Pintu Tol pada buku Phantom Tollbooth. Kemudian juga Bibi Keong yang menemani Dru di ceritanya ini juga terasa seperti petualangan Alice in The Wonderland bersama kelinci ajaibnya. Bagi yang sudah lama mengikuti blog ini pasti tahu bagaimana cintanya saya dengan cerita fantasi dengan tempat-tempat magical-nya, jadi kisah Dru ini bagi saya sangat menarik untuk diikuti. Walaupun pada  beberapa bagian menurut saya  terlalu terburu-buru sehingga banyak karakter dijelaskan agak serba nanggung.  

Baca juga review cerita anak menarik lainnya : 

Overall, buku ini menyajikan sesuatu yang berbeda dibandingkan cerita anak lokal lainnya. Kisah sarat nilai jadi sangat cocok di baca oleh semua umur. Saya tidak tau cocoknya ini dibaca mulai dari umur berapa ya, karena anak saya Titha yang berumur 7 tahun tidak sepenuhnya mengerti dengan metafora-metafora pada buku ini. Mungkin karena ini jenisnya adalah 'sastra' anak, jadi banyak nilai yang tidak hanya harfiah. Selain ceritanya, yang saya suka dari buku ini adalah desainya yang hard cover, kualitas kertas dan ilustrasi di dalamnya sehingga membuat buku ini layak sekali untuk di koleksi. 


Dru dan kisah lima kerajaan

3,5 bintang untuk buku Dru dan Kisah Lima Kerajaan



Dru Dan Kisah Lima Kerajaan
Penulis : Clara Ng
Ilustrator : Renata Owen
ISBN 978-602-03-2159-2
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan pertama 2016
208 hlm