Showing posts with label fiksi. Show all posts
Showing posts with label fiksi. Show all posts

Tuesday, 22 April 2025

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

 Akhir-akhir ini saya lagi suka banget baca buku-buku Asianlit—alias sastra dan fiksi Asia. Entah kenapa vibe-nya beda, biasanya lebih slow paced, tapi tetap ngena di hati. Kadang bikin nangis, kadang bikin senyum-senyum sendiri, dan seringnya sih bikin merenung lamaaa banget setelah baca. Nah, ini dia lima buku rekomendasi Asianlit yang sudah saya baca dan suka, dan semoga kamu juga suka:

1. Please Look After Mom (Ibu Tercinta) – Kyung-Sook Shin

Blurb: Sepasang suami-istri berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami bergegas naik ke gerbong kereta bawah tanah dan mengira istrinya mengikuti di belakangnya. Setelah melewati beberapa stasiun, barulah dia menyadari bahwa istrinya tak ada. Istrinya tertinggal di Stasiun Seoul. Perempuan yang hilang itu tak kunjung ditemukan, dan keluarga yang kehilangan ibu/istri/ipar itu mesti mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Satu per satu mereka teringat hal-hal di masa lampau yang kini membuat mereka tersadar betapa pentingnya peran sang ibu bagi mereka; dan betapa sedikitnya mereka mengenal sosok sang ibu selama ini, perasaan-perasaannya, harapan-harapannya, dan mimpi-mimpinya.

Ini salah satu buku yang sukses bikin saya dan anak saya berkaca-kaca. Jadi setelah saya baca, anak saya (11y) yang tertarik dengan cover dan blurb-nya jadi ingin baca juga. Ceritanya tentang seorang ibu yang hilang di stasiun kereta, dan keluarganya mulai mencari sang ibu... Cerita dibawa maju mundur bagaimana masing-masing anggota keluarga itu mencari dalam keputusasaan sambil mengenang masa lalu bareng si ibu. Semakin dibaca, semakin terasa kalau selama ini mereka (dan kita juga, mungkin) suka lupa menghargai keberadaan ibu 😥.

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Ending-nya agak bikin greget sih, karena rasa penasaran tentang apa yang sebenernya terjadi dengan si ibu setelah menghilang tidak terjawab tuntas. Tapi makin ke sini, saya sadar, mungkin tujuan penulis memang bukan buat memuaskan keinginan pembaca tentang si ibu, tapi buat nyadarin kita betapa berharganya waktu bareng orang tua. Jadi, buat kalian yang memang masi memiliki orang tua, manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin bersama mereka sebelum penyesalan itu datang di saat yang telah terlambat 💗

Saking ngenanya, tidak salah buku dari Korea ini jadi international best seller, dan di Indonesia aja sudah cetak ulang berkali-kali dengan beberapa versi cover. 

2. Lalu, Baton Diserahkan – Maiko Seo

Blurb: Sebelum menjadi Morimiya Yuko, ia pernah menjadi Izumigahara Yuko. Ia juga pernah menjadi Tanaka Yuko. Namun jauh sebelum itu, ia adalah Mito Yuko. Sejauh yang bisa ia ingat, sejak dulu hanya ada dirinya dan Ayah. Ketika suatu hari ia diperkenalkan dengan Rika-san yang akan menjadi ibunya, Yuko sangat senang karena akhirnya, seperti temantemannya, ia punya ibu. Keluarganya lengkap. Namun, belum lama menikmati hidup normalnya, Yuko tiba-tiba diminta memilih: ikut Ayah ke Brasil atau tetap di Jepang bersama Rika-san. Tanpa menyadari konsekuensi yang menantinya, Yuko memutuskan tinggal. Kini, sebagai Morimiya Yuko ia menyongsong tahun terakhirnya di SMA. Dan kecemasan yang telah mengakar kadang membuatnya bertanya-tanya: akankah ia menjadi Yuko dengan nama keluarga yang berbeda lagi?

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Buku berikutnya mengambil tema yang cukup unik. Buku ini tentang remaja SMA bernama Yuko yang beberapa kali berpindah keluarga asuh, mulai orang tua kandung dan beberapa orang tua tiri. Tapi yang menarik, semua orang tua asuhnya itu baik-baik semua 😍. Buku ini nggak ada karakter antagonisnya, serius! Hahhaha.. Baca ini itu rasanya hangat di hati, endingnya pun membuahkan senyum 😊. Keluarga memang nggak selalu harus soal darah—yang penting itu kasih sayang.

Bacanya ringan tapi maknanya dalam. Cocok buat kamu yang lagi pengen baca sesuatu yang adem.

3. Confessions – Kanae Minato

Blurb: Moriguchi Yuko adalah seorang guru SMP. Saat anaknya, Manami, yang berusia 4 tahun ditemukan meninggal dunia, semua orang mengira itu adalah kecelakaan nahas. Akan tetapi, Moriguchi yakin bahwasannya anaknya tersebut dibunuh oleh dua dari anak didiknya. Oleh karena itu, dia tidak akan membiarkan kedua anak itu bebas. Dia ingin membalas dendam atas kematian anaknya tersebut, dan balas dendam yang dia lakukan itu hanyalah awal dari sebuah mimpi buruk lainnya …

Nah, kalau yang ini beda total dari yang di atas. Genrenya suspense, agak gelap, dan bikin deg-degan. Ceritanya tentang seorang guru yang kehilangan anaknya karena tenggelam di sekolah. Tapi ternyata... ada cerita kelam di balik kejadian itu.

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Buku ini ditulis dari sudut pandang beberapa karakter. Mulai dari si ibu, sampai sudut pandang beberapa calon tersangka.  Jadi, walaupun ada pengulangan sedikit, kita bisa mengerti isi hati masing-masing tokoh, bahkan yang kelihatannya “jahat” sekalipun. Ini buku Minato Kanae pertama yang saya baca, dan sepertinya saya akan memasukkannya menjadi salah satu penulis Jepang favorit dan mulai berburu buku-bukunya yang lain 😁.

4. Pasta Kacang Merah – Durian Sukegawa

Blurb: Sentaro gagal menjalani kehidupan. Ia memiliki catatan kriminal, sulit meninggalkan kebiasaan minum alkohol, dan impiannya menjadi penulis semakin lama semakin pudar. Ia menghabiskan hari-hari monoton di sebuah kedai dorayaki yang berada di bawah pohon sakura yang berubah seiring perubahan musim. Namun, suatu ketika segalanya mulai berubah. Seorang wanita tua bernama Tokue, dengan jemari yang aneh bentuknya, datang ke kehidupan Sentaro. Dengan metode pengajaran yang sama anehnya, Tokue mewariskan pengalaman lima puluh tahunnya membuat pasta kacang merah kepada Sentaro. Namun, seiring persahabatan di antara keduanya mulai terjalin, tekanan dari masyarakat terhadap kondisi Tokue mulai mengungkap rahasia gelap yang wanita itu simpan rapat-rapat. Rahasia itu kemudian menuntut harga yang sangat mahal. Pasta Kacang Merah adalah sebuah cerita yang mengharmonisasikan kudapan manis dengan persahabatan, menggambarkan bagaimana harapan dapat membantu manusia menghadapi kelamnya masa lalu.

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Kalau kamu suka cerita yang slow pace, tenang, tapi menyentuh—ini cocok banget. Ceritanya tentang seorang mantan napi, seorang siswi SMA, dan seorang nenek yang dulunya sakit-sakitan. Mereka bareng-bareng jualan dorayaki dengan isian pasta kacang merah. Kelihatannya simpel, tapi dari interaksi mereka, muncul banyak pelajaran tentang hidup, gagal, dan sayang sama sesama. Nggak lebay, tapi dalem. Belum lagi latar Jepang dengan pohon sakuranya yang kerasa banget pas baca. Buku yang hangat, kayak teh anget di sore mendung. Oiya, bahkan anak saya pun juga suka banget baca buku ini 😊. Sepertinya saya sudah berhasil ngomporin dia buat suka Asianlit juga nih.. Hehehe.. Apalagi sejak dia mulai suka banget juga buku Funiculi Funicula series...

5. Kafe Ajaib yang Memasak Impian – Suyoung Kim

Blurb: Walaupun di masa kecilnya ia adalah anak bermasalah yang membangkang dan melarikan diri dari rumah, ia berhasil mewujudkan lebih dari 70 impian di lebih dari 80 negara selama 12 tahun terakhir. Dan penulis Suyoung Kim ingin berbagi kisahnya dengan semua Na Di-ah yang ada di dunia! “Walaupun kita mengalami banyak kesulitan dalam hidup, selama kita memiliki impian, kita akan menang. Tetapi jika kita tidak memiliki tujuan hidup, kita hanya akan berjalan berputar-putar tanpa tujuan. Impianlah yang membuat kita memiliki tujuan hidup.” Gunakan kekuatan ajaib untuk memasak impianmu dan tekanlah tombol “Start” di dadamu. Tekanlah tombol itu apabila kau menginginkan keberanian! Dan kisah impianmu yang istimewa akan terkuak. “Kau harus menghargai dirimu sendiri sehingga dunia juga akan menghargaimu. Kalau kau yakin pada dirimu sendiri, impianmu pasti akan terwujud....”

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Nggak lengkap sepertinya kalau tidak merekomendasikan buku anak. Hehehe.. Bagi pembaca lama blog saya, udah tahu dong kalau saya sampai sekarang suka banget baca cerita anak. Karena dibalik bahasannya yang santai dan ringan, biasanya pesan moralnya itu bagus. Belum lagi kalau ada sentuhan fantasi dan magical-nya, seperti buku ini.  Tokoh utamanya anak cewek bernama Di Ah yang lagi ngerasa sedih. Suatu hari, dia menemukan kafe misterius yang cuma bisa dilihat orang-orang yang punya luka di hati. Di situ, ada koki yang bisa masak makanan dari impian dan kenangan. Makanan-makanannya bisa nyembuhin hati yang patah. Ceritanya manis, penuh imajinasi, dan comfort book banget. Pas banget buat kamu yang butuh recharge hati.

***

Itu dia lima buku Asianlit yang saya rekomendasiin banget. Semuanya punya rasa sendiri—ada yang gurih, ada yang manis, ada yang pahit tapi ngena. Oiya, sedikit tips kalau kamu mau baca buku Asianlit, beli buku hardcopy atau beli satuan ebooknya aja. Karena Asianlit menarik dari penerbit Haru, biasanya mereka tidak jual versi ebook. Sedangkan untuk penerbit Gramedia, ebook Asianlit itu tidak masuk dalam paket berlangganan Gramedia Digital. Kalau tidak salah itu terkait perjanjian hak ciptanya. Jadi kamu paling kalau mau, bisanya beli ebook satuan di Playbook. Tapi, buat saya pribadi, beli buku Asianlit itu worth every peny kok, karena memang bagus2 😍.  

Kalau kamu punya rekomendasi lainnya, yuk sharing di komen yaaa 😊

Sunday, 20 April 2025

Kenyataan Pahit pada Novel 'Sisi Tergelap Surga'

Dalam memilih bacaan fiksi, sering kali kita dihadapkan pada pilihan: menikmati sweet lies atau menghadapi ugly truth. Sweet lies itu kayak buku-buku bergenre romansa metropolitan, dengan latar mewah, karakter sempurna, dan akhir bahagia, dan jenis ini jelas masih mendominasi rak toko buku. Tak heran, karena hidup sudah cukup berat, dan banyak pembaca mencari pelarian, mimpi, dan kenyamanan dari cerita-cerita seperti itu. Sejujurnya, saya pun juga suka banget sama cerita-cerita manis kayak gitu. Hidup udah capek dan pahit, masa baca cerita juga yang bikin tekanan batin kaaannn.. Hehehe😁. Mungkin ini juga yang membuat saya sempat maju mundur dan mundur terus buat baca buku Sisi Tergelap Surga ini awalnya. 

Ulasan Sisi Tergelap Surga

Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna memilih jalur fiksi yang berbeda, ia menolak membungkus kenyataan dengan kemewahan dan glitter. Buku ini justru menyajikan kenyataan mentah yang kadang sulit kita terima, tapi ternyata tetap menarik untuk dibaca (walau beberapa kali harus narik napas panjang pas bacanya 😆) 

1. Menyoroti Realita Kaum Marginal Jakarta

Alih-alih tokoh CEO tampan atau cewek cantik dengan karier  gemilang yang tinggal di apartemen mewah, Brian Khrisna mengajak kita menyelami dunia para penghuni sudut kota yang sering tak terlihat. Di dalam buku ini, kita bertemu preman terminal, pekerja seks komersial, badut jalanan, bandar judi, tukang nasi goreng, cleaning service dan berbagai kondisi lainnya. Mereka bukan tokoh cerita yang biasa kita temui, tapi justru merekalah yang mewakili sebagian besar realitas kota besar seperti Jakarta. Kalau dihitung-hitung, mungkin orang yang hidup dengan taraf seperti itu bisa lebih banyak dibanding orang yang bisa sukses saat melangkah di ibu kota ini. 

Ulasan Sisi Tergelap Surga

Melalui cerita mereka, pembaca diajak melihat betapa kerasnya hidup di pinggiran, dan betapa sistem sosial yang timpang sering kali tak memberi ruang bagi mereka untuk bermimpi. Buku ini adalah wajah Jakarta yang menurut saya wajib banget dibaca sama orang yang ingin meninggalkan kampung halamannya karena sempat silau dengan gemerlap Jakarta. Jakarta itu keras, Bung! 😿 

2. Bahasa yang Vulgar dan Apa Adanya

Salah satu hal paling mencolok buat saya dari Sisi Tergelap Surga adalah keberanian Brian Khrisna dalam penggunaan bahasa. Bahkan saya kaget, sepertinya baru ini buku GPU yang saya baca berani menggunakan bahasa sevulgar ini 😆. Bukan hanya ceplas-ceplos, tapi kadang benar-benar vulgar dan kasar. Penyebutan alat kelamin, umpatan, dan istilah sehari-hari di dunia jalanan hadir tanpa sensor. Tidak hanya pilihan kata, kadang beberapa kejadian juga digambarkan terlalu gamblang (Contohnya saat salah satu tokohnya yang berprofesi sebagai manusia silver jalanan dis*d*mi oleh salah satu bosnya 😱😭) 

Membaca buku ini seperti mendengar langsung suara-suara dari lorong gelap Jakarta. Saya pribadi beberapa kali harus berhenti sejenak, menarik napas, bahkan merasa ngilu—bukan karena tidak suka, tapi karena realitas itu terlalu keras untuk dihadapi terus-menerus. Tapi di situlah letak kejujuran dan kekuatan buku ini: ia tidak memoles kenyataan agar nyaman dikonsumsi, tetapi menampilkannya dengan apa adanya.

3. “Usaha Tidak Mengkhianati Hasil”? 

Ada pepatah yang sering kita dengar: Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Namun, Sisi Tergelap Surga seperti mengajak kita mempertanyakan ulang kalimat tersebut. Dalam kehidupan nyata, terutama bagi mereka yang hidup di lapisan bawah, sekuat apa pun mereka berusaha, hasil belum tentu mengikuti. Beberapa tokohnya bekerja siang malam, tapi tetap terperangkap dalam kemiskinan, kekerasan, dan lingkaran setan kehidupan kota. Harapan tidak selalu datang. Buku ini menunjukkan bahwa dalam hidup, keadilan itu tidak merata, dan kadang satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah belajar untuk ikhlas—bukan menyerah, tapi menerima.

Yang agak membuat adem, masi ada beberapa tokoh yang mendapatkan akhir bahagia. Makasi yaa, Brian Khrisna! Setidaknya pas beres baca, saya masi ada rasa lega-leganya dikit. Hahaha.. 😉

4. Kesadaran Lebih Penting daripada Pelarian

Apa yang membuat Sisi Tergelap Surga begitu kuat bukan hanya isinya yang penuh luka, tapi juga efek reflektif yang diciptakannya. Buku ini tidak memberi pelarian atau kenyamanan seperti banyak fiksi lain, tapi buat saya pribadi malah memberikan kesadaran. Kesadaran bahwa hidup tidak adil bagi semua orang. Bahwa perjuangan tidak selalu berbuah manis. Bahwa sistem sosial kita masih menyisakan begitu banyak luka yang tidak terlihat. 

Ulasan Sisi Tergelap Surga

Kesadaran dan keberanian untuk melihat realitas sebagaimana adanya dan tanpa filter itu ujunganya bisa menhadirkan empati. Para tokoh di buku ini pun mengajarkan, bahwa kalau memang keadaan sekejam itu sampai tidak bisa diubah, maka tidak ada gunanya lagi untuk lari. Yang bisa dilakukan hanyalah iklas dan menjalaninya sebaik yang kita bisa😊.

5. Cocok Dibaca untuk Belajar Menulis Backstory

Novel Sisi Tergelap Surga ini memiliki banyaaaak sekali tokoh. Masing-masing tokoh memiliki benang merah karena sama-sama tinggal di sebuah sudut Jakarta yang keras. Ada yang memang dari awal digambarkan kelakukannya udah jelek bin biadap banget dari awal, ada juga yang karena keadaan memaksa mereka menjadi para pendosa. 

Jumlah karekter yang banyak, dengan backstory masing-masing ini menurut saya, Sisi Tergelap Surga cocok banget dibaca buat kamu yang masi belajar menulis novel. Karena karakter yang kuat biasanya dibentuk oleh cerita dan kisah hidup dibaliknya. Karakter dengan backstory kuat ini juga biasanya lebih mudah kena ke hati pembaca, karena tidak ada orang yang tiba-tiba jadi jahat begitu saja kaann..  

***

Dengan semua kelebihan dan kekurangan buku ini, saya akan memberikan rating 3,7 bintang. Buku ini saya rekomendasikan ke kamu yang ingin bacaan berbeda, (selama kamu tidak masalah ditampar bolak balik oleh kenyataan 😁)

Sisi Tergelap Surga
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: November 2023
ISBN : 9786020674384
304 Halaman

(Sumber Gambar: Book Cover edited by ChatGPT)

Wednesday, 27 December 2023

If I Met You First, Rekomendasi Metropop rasa Buku Pengembangan Diri

 Halo semuanyaaa!

Tidak terasa tahun 2023 sudah mau berakhir. Pas diliat-liat, ternyata postingan blog ini tahun 2023 cuma dikit banget, 10 postingan aja ga nyampe. Hahahaha.. Pas diliat lagi, ternyata bahkan saya belum sempet cerita tentang buku terbaru saya yang terbit beberapa bulan yang lalu 😆. Tapi gpp juga sih, karena udah terbit beberapa bulan, saya jadi bisa sekalian nampilin beberapa review pembaca. 

Buku ini tentang...

Masih mengusung genre metropop, kali ini cerita yang saya juga ada sedikit sentuhan fantasi. Istilah kekiniannya, genre magical realism. Hehehe.. Ini dia cover dan blurbnya: 

Riana selalu bernasib jelek dalam percintaan. Setiap kali pacaran, selalu saja dia yang diputusin. Dia bahkan pernah diselingkuhin!

Untung ada Ardi, sahabat setia Riana. Laki-laki itu selalu siap menyediakan bahu untuk Riana bersandar. Sayangnya, laki-laki sehebat Ardi sudah bertunangan. Seandainya Riana bertemu Ardi lebih dulu, apakah mereka akan berjodoh?

Tiba-tiba saja Riana mendapat kesempatan untuk mengubah nasib. Lewat mesin dingdong yang bisa mengabulkan permintaan, dia memiliki kesempatan untuk mencuri hati Ardi. Benarkah bertemu Ardi lebih dulu akan membuat laki-laki tersebut berjodoh dengannya?


Kata pembaca tentang If I Met You First

Dari dulu, saya selalu suka mengebu-ngebu menyemangati orang lain. Mencoba dan mengajak orang berpikiran positif dan selalu percaya kekuatan impian. Yang paling utama, untuk menyayangi diri sendiri. Karena akan lebih mudah menikmati hidup, kalau kita mencintai diri sendiri. 

Saat menulis buku ini, tidak pernah saya maksudkan untuk menjadi buku pengembangan diri. Saya hanya menulis yang ada di pikiran saya waktu itu 😆. Waktu baca komen para pembaca, saya baru ngeh, eh, iya juga yaa ini kok novel jadi rasa self help.. hehehe.. Alhamdulillah, saya ga ngira ternyata buku ini punya tempat spesial. Ini beberapa saya sertakan komen dari pembaca: 









Review pembaca lainnya dapat dibaca juga di Goodreads pada link ini ya..

Adopsi If I Met You First

Buku If I Met You First sekarang sudah tersedia di toko buku Gramedia, Toga mas, dan toko buku lainnya seluruh Indonesia. Bisa juga beli online di toko ijo atau toko oren. Jangan lupa tungguin klo ada live nya, biar dapet double bonus. Hehehe.. Buat yang pengen beli edisi tanda tangan, atau bundling dengan buku Semangat, Tante Sasa!, dapat dm saya di instagram ya di @thessalivia

Buat yang lagi mempraktekkan minimalis, bisa juga baca kisah Riana dan Ardi ini melalui aplikasi ebook legal melalui Gramedia Digital, yaa.. 😊

Jangan lupa tag aku di @thessalivia kalau kamu udah baca, atau nemu buku aku di toko buku. Hehehe.. Oiya, aku juga lagi looking for reviewer nih. Kindly comment in my recent post yaaa.. 



Jadi, siapa nih yang berminat buat baca If I met You First? 😍😍 Komen di bawah yaaa guuuysss... 

Sunday, 8 October 2023

Rekomendasi Novel yang Membuat Kita Otomatis Makin Bersyukur

Kembali lagi ke postingan tentang daftar rekomendasi... Yeeeyyy!! Kali ini rekomendasi buku yang akan saya bahas adalah buku-buku yang membuat saya makin besyukur waktu baca ceritanya. Iya sih, tau, kalau itu fiksi 😆 Tapi saat tau hidup saya tidak semenyedihkan tokohnya, saya jadi lebih bisa bersyukur. Alhamadulillah... Gitu ucap saya berkali-kali. 

Ini dia rekomendasi novel yang membuat makin bersyukur: 

1. Home Sweet Loan oleh Almira Bastari

Blurb
Empat orang yang berteman sejak SMA bekerja di perusahaan yang sama meski beda nasib. Di usia 31 tahun, mereka berburu rumah idaman yang minimal nyerempet Jakarta. Kaluna, pegawai Bagian Umum, yang gajinya tak pernah menyentuh dua digit. Gadis ini bekerja sampingan sebagai model bibir, bermimpi membeli rumah demi keluar dari situasi tiga kepala keluarga yang bertumpuk di bawah satu atap. Di tengah perjuangannya menabung, Kaluna dirongrong oleh kekasihnya untuk pesta pernikahan mewah. Selain itu, ada juga masalah hutang keluarganya. Masalah-masalah ini menjadikan Kaluna merasa menjadi rakyat jelata saja tidak cukup membuat kepalanya mumet luar biasa. Tanisha, ibu satu anak yang menjalani Long Distance Marriage, mencari rumah murah dekat MRT yang juga bisa menampung mertuanya. Kamamiya, yang berambisi menjadi selebgram, mencari apartemen cantik untuk diunggah ke media sosial demi memenuhi gengsinya agar bisa menikah dengan pria kaya. Danan, anak tunggal tanpa beban yang akhirnya berpikir untuk berhenti hura-hura, dan membeli aset agar bisa pensiun dengan tenang. Apakah keempat sahabat ini berhasil menemukan rumah yang mampu mereka cicil? Dan apakah Kaluna bisa membentuk keluarga yang ia impikan?


Almira Bastari adalah salah satu penulis metropop favorit saya. Buku-buku Almira itu selalu berhasil bikin saya senyum-senyum bahkan ketawa sendiri. Hehehe.. Tapi waktu buku Home Sweet Loan ini terbit, saya sempet ragu-ragu buat beli karena sempet baca review orang-orang yang bilang buku ini terlalu 'serius'. Padahal saya kan rindu kerecehannya si mba author 😆

Akhirnya saya tetep beli dan baca bukunya, dan sukaaaa.. Jadi ceritanya Kaluna ini kerjaannya biasa-biasa aja lah, bukan dari keluarga kaya raya juga. Walaupun ga miskin-miskin amat, gaji dia itu sebenernya ga cukup juga buat beli rumah yang lumayan di Jakarta. Mana dia di rumah tinggal sama orang tua dan kakak (plus istri dan anaknya) yang ga banget. Sebel deh masa biar anak kakaknya punya kamar sendiri, Kaluna digusur ke kamar kecil lain, belum lagi ember aja harus rebutan. Wuaa sediiihhh.. Kaluna sabar banget yaampuun. Belum lagi perjalanan Kaluna buat nyari rumah itu penuh lika liku, ada yang murah tau-tau bekas tempat bunuh diri. Ada yang murah kirain di Jakarta Selatan, taunya Selatannya Jakarta yang masihhh jaauuh dari pusat kota. Kocaak 😂😂 

Pokoknya kalau kalian masih punya atap yang nyaman, kalian harus banget bersyukur. Karena cerita Kaluna ini nyata adanya. Gaji sekarang di Jakarta, apalagi fresh grad, sulit buat bisa langsng bisa punya aset. Belum lagi inflasi properti yang gila-gilaan. Saya pas baca ini juga posisinya lagi nyari-nyari rumah. Lagi nyari opsi mending renovasi rumah yang sekarang atau sekalian beli rumah baru. Tapi ternyata oh ternyata, properti yang di lokasi yang saya incar harganya gila-gilaan, padahal tanahnya cuma seuprit. Akhirnya saya memutuskan renov dulu aja lah yang sesuai budget. heheheh... Dan rasanya bersyukuuur banget waktu dulu maksain beli rumah, karena sekarang harganya makin menikuk tajam.  

Baca juga review buku Almira Bastari lainnya: 
Cerita jomblo mencari jodoh pada buku Ganjil Genap

2. Perkumpulan Anak Luar Nikah oleh Grace Tioso


Blurb

Shocking Confession from an Indonesian’s Ex-ASEAN Scholarship Recipient
Judul artikel itu mengguncang media sosial dalam semalam.
Martha, sang tersangka, panik. Keteledoran masa lalunya kini mencuat ke permukaan. Sebagai lulusan Computer Science, bagaimana bisa dia meninggalkan jejak digital yang menghantuinya dengan iming-iming penjara pada masa sekarang?
Pernikahannya guncang, kebebasannya terenggut, anak-anaknya terancam kehilangan sosok ibu hanya karena Martha memainkan “25 Question About Me” di blognya belasan tahun lalu dan menjawab terlalu jujur pertanyaan: “What is the wildest thing you’ve ever done when you’re 17 years old?”
I forged a legal document. Later, I used it to apply for a scholarship, and I got accepted!

Hidup dalam golongan mayoritas, kadang bikin kita terlalu take for granted. Tinggal sebagai muslim di negara mayoritas muslim, pribumi asli lagi. Jadi saya sejak kecil tidak pernah mengalami susahnya berjuang membuktikan diri agar dianggap layak. Dan membaca buku Perkumpulan Anak Luar Nikah ini membuat saya menyadari sebuah privilage dari dulu yang saya miliki, dan bahkan mungkin dulu sama sekali tidak saya anggap privilage sama sekali. 

Martha adalah keturunan Tiongha, dan pada akta lahirnya tidak tertulis 'Anak dari ... dan ...'. Namun tertulis, Anak Luar Nikah. Bukan karena dia anak dari hubungan gelap, tapi karena orang tuanya tidak dianggap warna negara Indonesia (stateless), walaupun orangtuanya lahir di Indonesia dan seumur-umur belum pernah meninggalkan Indonesia. Dan semua karena mereka adalah Cina. Sampai untuk mengurus kewarganegaraan, akta lahir sampai paspor pun ternyata keturunan Tiongha ini sering dipersulit. Belum lagi luka lama saat kerusuhaan 1988 dan 1965 yang menghancurkan harta benda, nyawa dan bahkan kehormatan wanita-wanita etnis Cina. Sumpah pas baca buku ini saya baru tahu ternyata diskriminasi yang dialami etnis Tiongha di Indonesia separah itu 😭

Kenyataan menampar Martha. Tak heran banyak kaumnya berlomba-lomba menjadi kaya. Di negara di mana hukum bisa dibeli, dokumen diurus lewat calo, pemenangnya bukan siapa yang idealis dan taat hukum, melaikan siapa yang berkantong tebal. Kaumnya dijadikan sapi perah, dipalak, dipersulit supaya menyerah dan emberi amplop tebal - Page 230

3. Pengantin Remaja oleh Ken Terate

Blurb
Dimabuk cinta, Pipit mengangguk sambil tersipu saat pacar tampannya mengajaknya menikah. Pipit masih SMA, tapi dengan gembira meninggalkan sekolah demi menjalani angan hidup indah bersama laki-laki yang ia sayangi.
“Cinta adalah soal hati, bukan usia.” Bukankah ada lagu yang bilang begitu?
Pipit yakin Pongky akan menjaga, melindungi, dan memenuhi semua kebutuhannya. Kalaupun tidak, cinta pasti akan menguatkan mereka dalam kondisi apa pun. Benarkah begitu? Pipit mulai bertanya-tanya setelah bulan madu berlalu. Tinggal di rumah mertua yang kekurangan air tapi kelebihan makian, memikirkan cicilan kompor gas... membuat dunianya jungkir balik nggak karuan.
Apakah cinta muda yang menyebabkan kekacauan ini? Apakah menjadi pengantin remaja berarti mimpi Pipit berhenti sampai di sini?

Buku ini bagus bangeet yaampuunn, monangis 😭😭. Sebelumnya banyak banget yang udah rekomendasiin buku Ken Terate ke saya. Scroll scroll di Gramedia Digital, ketemulah buku ini. Tanpa ekspekrasi apa-apa, jadi saya seneng banget pas tau ternyata ceritanya sebagus ituu.  

Cerita dimulai dari saat Pipit dilamar Pongky saat kelas 2 SMA. Tentu aja masih bocah banget kan. Mereka berdua cleuless banget itu nikah isinya apa, yang ada di bayangan mereka adalah bisa bebas gituan terus. Boro-boro mikir nikah itu karena ibadah 😆 Di tengah banyaknya yang mengangkat cerita yang meromantisi nikah muda, buku ini justru memberikan kita tamparan berkali-kali betapa beratnya menikah itu. Bagaimana menikah itu membutuhkan persiapan mental, pengetahuan, uang, materi, dan banyak lagi. 

Kalau saya boleh saran, buku Pengantin Remaja ini wajib banget ada di seluruh perpustakaan sekolah seluruh Indonesia. Biar anak-anak sekolah itu ga mikir enakan kawin dari pada sekolah. Buku ini mengingatkan saya dengan asisten yang bekerja di rumah.. Ada yang umurnya belum masuk kepala dua, tapi malah sedang ngurus cerai dengan suaminya. Dan kondisinya juga dia adalah single income untuk membesarkan anaknya. Kebayang kan berarti dia nikah sejak umur berapa? Sediih banget di negara kita ini kenyataannya masih banyak yang mengalami seperti itu 🥲

Ada salah satu percakapan Pipit dan teman-temannya saat ia hamil. Clueless nya mereka bikin saya geleng-geleng sambil ngikik 🤣. Jadi boro-boro USG, ke Puskesmas aja Pipit males banget. Pipit disuruh temennya USG, biar ketauan siapa tau kepala bayinya peyang atau kakinya cuma satu. 

"Terus, kalau kakinya cuma satu?" Aku terbelalak ngeri. 
"Ya... ga tahulah. Mestinya bisa diapakan gitu biar kakinya jadi dua sejak dalam kandungan. Kalau udah lahir kan udah nggak bisa diapa-apain lagi."

Plis lah, sejak kapan dalam kandungan bisa diubah 😆 USG memang mrndeteksi dini kalau ada apa-apa, tapi ga semuanya bisa diubah begitu aja, tapi lebih buat mempersiapkan mental orang tua atas kondisi anaknya.

Kamu lahir di keluarga yang bependidikan dan memberikan kamu kesempatan untuk nenuntut ilmu setinggi mungkin? Dan sekarang udah dianugrahi keluarga sendiri yang bahagia? Kamu jaauuuh lebih beruntung dari saudara-saudara kita di Indonesia lainnya. Jadi jangan pernah lupa buat bersyukur.

4. How to Be Popular in High School oleh Reytia

Blurb
Isa yang dulu cupu dan terkucil saat SMP mencoba peruntungannya di SMA 743. Tujuannya satu: menjadi cewek populer! Ia pun mendaftar di ekskul dance, tempat para cewek populer dan elite berkumpul.
Namun, sialnya, Lexy, si ratu sekolah yang dulu mengucilkannya saat SMP, juga mendaftar di ekskul yang sama. Ditambah lagi ekskul dance terkenal dengan ploncoannya yang gila-gilaan. Namun, Isa pantang menyerah!
Ia bertekad membuktikan bahwa dirinya juga layak dipertimbangkan dalam jajaran cewek populer di sekolah. Mulai dari tampil di depan senior, sampai pasang muka manis walau hati gondok berat. Bisakah Isa memanjat dinding terjal menuju popularitas?

Masa-masa sekolah, apalagi SMA adalah awal-awal kita mulai kita mencari jati diri. Kalau sudah menemukan nyaman jadi diri sendiri sejak SMA, keren banget! Tapi kalau belum kaya Isa gimana? Gpp kok, justru sebagian besar orang memang masih seperti itu. 

Buku perdana Teh Reytia ini bercerita tentang Isa yang sedang berusaha mengubah image yang sebelumnya di SMP, menjadi image anak keren anak gaul pas SMA. Semua hal dilakukan Isa, sampe menghabiskan tabungannya buat make over, dan bela-belain ikut eskul dance tempat anak gaul ngumpul. Buku ini ga terlalu tebel, tapi pesannya dapet bangeet. Selain tentang pencarian jati diri, juga tentang persahabatan yang manis banget 💖💖.

5. If I Met You First by Thessalivia

Blurb
Riana selalu bernasib jelek dalam percintaan. Setiap kali pacaran, selalu saja dia yang diputusin. Dia bahkan pernah diselingkuhin!
Untung ada Ardi, sahabat setia Riana. Laki-laki itu selalu siap menyediakan bahu untuk Riana bersandar. Sayangnya, laki-laki sehebat Ardi sudah bertunangan. Seandainya Riana bertemu Ardi lebih dulu, apakah mereka akan berjodoh?
Tiba-tiba saja Riana mendapat kesempatan untuk mengubah nasib. Lewat mesin dingdong yang bisa mengabulkan permintaan, dia memiliki kesempatan untuk mencuri hati Ardi. Benarkah bertemu Ardi lebih dulu akan membuat laki-laki tersebut berjodoh dengannya?

 

Tidak lengkap sepertinya kalau tidak ikut merekomendasikan buku sendiri ya 😍  Kalau buku Teh Reytia di atas menceritakan pencairan jati diri anak SMA, buku saya memiliki tema kurang lebih sama, dengan dibungkus metropop dan sedikit fantasi. Riana walau sudah late twenty, masi kesulitan menemukan kebahagiaannya sendiri. Sampai ia menemukan sebuah dingdong ajaib pengabul keinginan di Hong Kong. 

Saya tidak memaksudkan buku ini sebagai sebuah buku motivasi atau sejenisnya, tetapi seneng banget ternyata banyak pembaca yang bilang buku ini seperti sebuah self help atau self love yang dibungkus dalam sebuah fiksi metropop.


Demikian buku-buku yang membuat saya sering mengucap syukur saat menbacanya. Jangan lupa baca tulisan saya untuk daftar rekomendasi lain yaa. 

Kalau kamu, lagi baca buku apa sekarang? Hal menarik apa yang kamu dapet saat menbacanya? Share di komen yaaa 😊😊