Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Tuesday, 22 April 2025

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

 Akhir-akhir ini saya lagi suka banget baca buku-buku Asianlit—alias sastra dan fiksi Asia. Entah kenapa vibe-nya beda, biasanya lebih slow paced, tapi tetap ngena di hati. Kadang bikin nangis, kadang bikin senyum-senyum sendiri, dan seringnya sih bikin merenung lamaaa banget setelah baca. Nah, ini dia lima buku rekomendasi Asianlit yang sudah saya baca dan suka, dan semoga kamu juga suka:

1. Please Look After Mom (Ibu Tercinta) – Kyung-Sook Shin

Blurb: Sepasang suami-istri berangkat ke kota untuk mengunjungi anak-anak mereka yang telah dewasa. Sang suami bergegas naik ke gerbong kereta bawah tanah dan mengira istrinya mengikuti di belakangnya. Setelah melewati beberapa stasiun, barulah dia menyadari bahwa istrinya tak ada. Istrinya tertinggal di Stasiun Seoul. Perempuan yang hilang itu tak kunjung ditemukan, dan keluarga yang kehilangan ibu/istri/ipar itu mesti mengatasi trauma akibat kejadian tersebut. Satu per satu mereka teringat hal-hal di masa lampau yang kini membuat mereka tersadar betapa pentingnya peran sang ibu bagi mereka; dan betapa sedikitnya mereka mengenal sosok sang ibu selama ini, perasaan-perasaannya, harapan-harapannya, dan mimpi-mimpinya.

Ini salah satu buku yang sukses bikin saya dan anak saya berkaca-kaca. Jadi setelah saya baca, anak saya (11y) yang tertarik dengan cover dan blurb-nya jadi ingin baca juga. Ceritanya tentang seorang ibu yang hilang di stasiun kereta, dan keluarganya mulai mencari sang ibu... Cerita dibawa maju mundur bagaimana masing-masing anggota keluarga itu mencari dalam keputusasaan sambil mengenang masa lalu bareng si ibu. Semakin dibaca, semakin terasa kalau selama ini mereka (dan kita juga, mungkin) suka lupa menghargai keberadaan ibu 😥.

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Ending-nya agak bikin greget sih, karena rasa penasaran tentang apa yang sebenernya terjadi dengan si ibu setelah menghilang tidak terjawab tuntas. Tapi makin ke sini, saya sadar, mungkin tujuan penulis memang bukan buat memuaskan keinginan pembaca tentang si ibu, tapi buat nyadarin kita betapa berharganya waktu bareng orang tua. Jadi, buat kalian yang memang masi memiliki orang tua, manfaatkanlah waktu semaksimal mungkin bersama mereka sebelum penyesalan itu datang di saat yang telah terlambat 💗

Saking ngenanya, tidak salah buku dari Korea ini jadi international best seller, dan di Indonesia aja sudah cetak ulang berkali-kali dengan beberapa versi cover. 

2. Lalu, Baton Diserahkan – Maiko Seo

Blurb: Sebelum menjadi Morimiya Yuko, ia pernah menjadi Izumigahara Yuko. Ia juga pernah menjadi Tanaka Yuko. Namun jauh sebelum itu, ia adalah Mito Yuko. Sejauh yang bisa ia ingat, sejak dulu hanya ada dirinya dan Ayah. Ketika suatu hari ia diperkenalkan dengan Rika-san yang akan menjadi ibunya, Yuko sangat senang karena akhirnya, seperti temantemannya, ia punya ibu. Keluarganya lengkap. Namun, belum lama menikmati hidup normalnya, Yuko tiba-tiba diminta memilih: ikut Ayah ke Brasil atau tetap di Jepang bersama Rika-san. Tanpa menyadari konsekuensi yang menantinya, Yuko memutuskan tinggal. Kini, sebagai Morimiya Yuko ia menyongsong tahun terakhirnya di SMA. Dan kecemasan yang telah mengakar kadang membuatnya bertanya-tanya: akankah ia menjadi Yuko dengan nama keluarga yang berbeda lagi?

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Buku berikutnya mengambil tema yang cukup unik. Buku ini tentang remaja SMA bernama Yuko yang beberapa kali berpindah keluarga asuh, mulai orang tua kandung dan beberapa orang tua tiri. Tapi yang menarik, semua orang tua asuhnya itu baik-baik semua 😍. Buku ini nggak ada karakter antagonisnya, serius! Hahhaha.. Baca ini itu rasanya hangat di hati, endingnya pun membuahkan senyum 😊. Keluarga memang nggak selalu harus soal darah—yang penting itu kasih sayang.

Bacanya ringan tapi maknanya dalam. Cocok buat kamu yang lagi pengen baca sesuatu yang adem.

3. Confessions – Kanae Minato

Blurb: Moriguchi Yuko adalah seorang guru SMP. Saat anaknya, Manami, yang berusia 4 tahun ditemukan meninggal dunia, semua orang mengira itu adalah kecelakaan nahas. Akan tetapi, Moriguchi yakin bahwasannya anaknya tersebut dibunuh oleh dua dari anak didiknya. Oleh karena itu, dia tidak akan membiarkan kedua anak itu bebas. Dia ingin membalas dendam atas kematian anaknya tersebut, dan balas dendam yang dia lakukan itu hanyalah awal dari sebuah mimpi buruk lainnya …

Nah, kalau yang ini beda total dari yang di atas. Genrenya suspense, agak gelap, dan bikin deg-degan. Ceritanya tentang seorang guru yang kehilangan anaknya karena tenggelam di sekolah. Tapi ternyata... ada cerita kelam di balik kejadian itu.

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Buku ini ditulis dari sudut pandang beberapa karakter. Mulai dari si ibu, sampai sudut pandang beberapa calon tersangka.  Jadi, walaupun ada pengulangan sedikit, kita bisa mengerti isi hati masing-masing tokoh, bahkan yang kelihatannya “jahat” sekalipun. Ini buku Minato Kanae pertama yang saya baca, dan sepertinya saya akan memasukkannya menjadi salah satu penulis Jepang favorit dan mulai berburu buku-bukunya yang lain 😁.

4. Pasta Kacang Merah – Durian Sukegawa

Blurb: Sentaro gagal menjalani kehidupan. Ia memiliki catatan kriminal, sulit meninggalkan kebiasaan minum alkohol, dan impiannya menjadi penulis semakin lama semakin pudar. Ia menghabiskan hari-hari monoton di sebuah kedai dorayaki yang berada di bawah pohon sakura yang berubah seiring perubahan musim. Namun, suatu ketika segalanya mulai berubah. Seorang wanita tua bernama Tokue, dengan jemari yang aneh bentuknya, datang ke kehidupan Sentaro. Dengan metode pengajaran yang sama anehnya, Tokue mewariskan pengalaman lima puluh tahunnya membuat pasta kacang merah kepada Sentaro. Namun, seiring persahabatan di antara keduanya mulai terjalin, tekanan dari masyarakat terhadap kondisi Tokue mulai mengungkap rahasia gelap yang wanita itu simpan rapat-rapat. Rahasia itu kemudian menuntut harga yang sangat mahal. Pasta Kacang Merah adalah sebuah cerita yang mengharmonisasikan kudapan manis dengan persahabatan, menggambarkan bagaimana harapan dapat membantu manusia menghadapi kelamnya masa lalu.

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Kalau kamu suka cerita yang slow pace, tenang, tapi menyentuh—ini cocok banget. Ceritanya tentang seorang mantan napi, seorang siswi SMA, dan seorang nenek yang dulunya sakit-sakitan. Mereka bareng-bareng jualan dorayaki dengan isian pasta kacang merah. Kelihatannya simpel, tapi dari interaksi mereka, muncul banyak pelajaran tentang hidup, gagal, dan sayang sama sesama. Nggak lebay, tapi dalem. Belum lagi latar Jepang dengan pohon sakuranya yang kerasa banget pas baca. Buku yang hangat, kayak teh anget di sore mendung. Oiya, bahkan anak saya pun juga suka banget baca buku ini 😊. Sepertinya saya sudah berhasil ngomporin dia buat suka Asianlit juga nih.. Hehehe.. Apalagi sejak dia mulai suka banget juga buku Funiculi Funicula series...

5. Kafe Ajaib yang Memasak Impian – Suyoung Kim

Blurb: Walaupun di masa kecilnya ia adalah anak bermasalah yang membangkang dan melarikan diri dari rumah, ia berhasil mewujudkan lebih dari 70 impian di lebih dari 80 negara selama 12 tahun terakhir. Dan penulis Suyoung Kim ingin berbagi kisahnya dengan semua Na Di-ah yang ada di dunia! “Walaupun kita mengalami banyak kesulitan dalam hidup, selama kita memiliki impian, kita akan menang. Tetapi jika kita tidak memiliki tujuan hidup, kita hanya akan berjalan berputar-putar tanpa tujuan. Impianlah yang membuat kita memiliki tujuan hidup.” Gunakan kekuatan ajaib untuk memasak impianmu dan tekanlah tombol “Start” di dadamu. Tekanlah tombol itu apabila kau menginginkan keberanian! Dan kisah impianmu yang istimewa akan terkuak. “Kau harus menghargai dirimu sendiri sehingga dunia juga akan menghargaimu. Kalau kau yakin pada dirimu sendiri, impianmu pasti akan terwujud....”

Rekomendasi Novel Asianlit Pilihan

Nggak lengkap sepertinya kalau tidak merekomendasikan buku anak. Hehehe.. Bagi pembaca lama blog saya, udah tahu dong kalau saya sampai sekarang suka banget baca cerita anak. Karena dibalik bahasannya yang santai dan ringan, biasanya pesan moralnya itu bagus. Belum lagi kalau ada sentuhan fantasi dan magical-nya, seperti buku ini.  Tokoh utamanya anak cewek bernama Di Ah yang lagi ngerasa sedih. Suatu hari, dia menemukan kafe misterius yang cuma bisa dilihat orang-orang yang punya luka di hati. Di situ, ada koki yang bisa masak makanan dari impian dan kenangan. Makanan-makanannya bisa nyembuhin hati yang patah. Ceritanya manis, penuh imajinasi, dan comfort book banget. Pas banget buat kamu yang butuh recharge hati.

***

Itu dia lima buku Asianlit yang saya rekomendasiin banget. Semuanya punya rasa sendiri—ada yang gurih, ada yang manis, ada yang pahit tapi ngena. Oiya, sedikit tips kalau kamu mau baca buku Asianlit, beli buku hardcopy atau beli satuan ebooknya aja. Karena Asianlit menarik dari penerbit Haru, biasanya mereka tidak jual versi ebook. Sedangkan untuk penerbit Gramedia, ebook Asianlit itu tidak masuk dalam paket berlangganan Gramedia Digital. Kalau tidak salah itu terkait perjanjian hak ciptanya. Jadi kamu paling kalau mau, bisanya beli ebook satuan di Playbook. Tapi, buat saya pribadi, beli buku Asianlit itu worth every peny kok, karena memang bagus2 😍.  

Kalau kamu punya rekomendasi lainnya, yuk sharing di komen yaaa 😊

Sunday, 20 April 2025

Kenyataan Pahit pada Novel 'Sisi Tergelap Surga'

Dalam memilih bacaan fiksi, sering kali kita dihadapkan pada pilihan: menikmati sweet lies atau menghadapi ugly truth. Sweet lies itu kayak buku-buku bergenre romansa metropolitan, dengan latar mewah, karakter sempurna, dan akhir bahagia, dan jenis ini jelas masih mendominasi rak toko buku. Tak heran, karena hidup sudah cukup berat, dan banyak pembaca mencari pelarian, mimpi, dan kenyamanan dari cerita-cerita seperti itu. Sejujurnya, saya pun juga suka banget sama cerita-cerita manis kayak gitu. Hidup udah capek dan pahit, masa baca cerita juga yang bikin tekanan batin kaaannn.. Hehehe😁. Mungkin ini juga yang membuat saya sempat maju mundur dan mundur terus buat baca buku Sisi Tergelap Surga ini awalnya. 

Ulasan Sisi Tergelap Surga

Sisi Tergelap Surga karya Brian Khrisna memilih jalur fiksi yang berbeda, ia menolak membungkus kenyataan dengan kemewahan dan glitter. Buku ini justru menyajikan kenyataan mentah yang kadang sulit kita terima, tapi ternyata tetap menarik untuk dibaca (walau beberapa kali harus narik napas panjang pas bacanya 😆) 

1. Menyoroti Realita Kaum Marginal Jakarta

Alih-alih tokoh CEO tampan atau cewek cantik dengan karier  gemilang yang tinggal di apartemen mewah, Brian Khrisna mengajak kita menyelami dunia para penghuni sudut kota yang sering tak terlihat. Di dalam buku ini, kita bertemu preman terminal, pekerja seks komersial, badut jalanan, bandar judi, tukang nasi goreng, cleaning service dan berbagai kondisi lainnya. Mereka bukan tokoh cerita yang biasa kita temui, tapi justru merekalah yang mewakili sebagian besar realitas kota besar seperti Jakarta. Kalau dihitung-hitung, mungkin orang yang hidup dengan taraf seperti itu bisa lebih banyak dibanding orang yang bisa sukses saat melangkah di ibu kota ini. 

Ulasan Sisi Tergelap Surga

Melalui cerita mereka, pembaca diajak melihat betapa kerasnya hidup di pinggiran, dan betapa sistem sosial yang timpang sering kali tak memberi ruang bagi mereka untuk bermimpi. Buku ini adalah wajah Jakarta yang menurut saya wajib banget dibaca sama orang yang ingin meninggalkan kampung halamannya karena sempat silau dengan gemerlap Jakarta. Jakarta itu keras, Bung! 😿 

2. Bahasa yang Vulgar dan Apa Adanya

Salah satu hal paling mencolok buat saya dari Sisi Tergelap Surga adalah keberanian Brian Khrisna dalam penggunaan bahasa. Bahkan saya kaget, sepertinya baru ini buku GPU yang saya baca berani menggunakan bahasa sevulgar ini 😆. Bukan hanya ceplas-ceplos, tapi kadang benar-benar vulgar dan kasar. Penyebutan alat kelamin, umpatan, dan istilah sehari-hari di dunia jalanan hadir tanpa sensor. Tidak hanya pilihan kata, kadang beberapa kejadian juga digambarkan terlalu gamblang (Contohnya saat salah satu tokohnya yang berprofesi sebagai manusia silver jalanan dis*d*mi oleh salah satu bosnya 😱😭) 

Membaca buku ini seperti mendengar langsung suara-suara dari lorong gelap Jakarta. Saya pribadi beberapa kali harus berhenti sejenak, menarik napas, bahkan merasa ngilu—bukan karena tidak suka, tapi karena realitas itu terlalu keras untuk dihadapi terus-menerus. Tapi di situlah letak kejujuran dan kekuatan buku ini: ia tidak memoles kenyataan agar nyaman dikonsumsi, tetapi menampilkannya dengan apa adanya.

3. “Usaha Tidak Mengkhianati Hasil”? 

Ada pepatah yang sering kita dengar: Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Namun, Sisi Tergelap Surga seperti mengajak kita mempertanyakan ulang kalimat tersebut. Dalam kehidupan nyata, terutama bagi mereka yang hidup di lapisan bawah, sekuat apa pun mereka berusaha, hasil belum tentu mengikuti. Beberapa tokohnya bekerja siang malam, tapi tetap terperangkap dalam kemiskinan, kekerasan, dan lingkaran setan kehidupan kota. Harapan tidak selalu datang. Buku ini menunjukkan bahwa dalam hidup, keadilan itu tidak merata, dan kadang satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah belajar untuk ikhlas—bukan menyerah, tapi menerima.

Yang agak membuat adem, masi ada beberapa tokoh yang mendapatkan akhir bahagia. Makasi yaa, Brian Khrisna! Setidaknya pas beres baca, saya masi ada rasa lega-leganya dikit. Hahaha.. 😉

4. Kesadaran Lebih Penting daripada Pelarian

Apa yang membuat Sisi Tergelap Surga begitu kuat bukan hanya isinya yang penuh luka, tapi juga efek reflektif yang diciptakannya. Buku ini tidak memberi pelarian atau kenyamanan seperti banyak fiksi lain, tapi buat saya pribadi malah memberikan kesadaran. Kesadaran bahwa hidup tidak adil bagi semua orang. Bahwa perjuangan tidak selalu berbuah manis. Bahwa sistem sosial kita masih menyisakan begitu banyak luka yang tidak terlihat. 

Ulasan Sisi Tergelap Surga

Kesadaran dan keberanian untuk melihat realitas sebagaimana adanya dan tanpa filter itu ujunganya bisa menhadirkan empati. Para tokoh di buku ini pun mengajarkan, bahwa kalau memang keadaan sekejam itu sampai tidak bisa diubah, maka tidak ada gunanya lagi untuk lari. Yang bisa dilakukan hanyalah iklas dan menjalaninya sebaik yang kita bisa😊.

5. Cocok Dibaca untuk Belajar Menulis Backstory

Novel Sisi Tergelap Surga ini memiliki banyaaaak sekali tokoh. Masing-masing tokoh memiliki benang merah karena sama-sama tinggal di sebuah sudut Jakarta yang keras. Ada yang memang dari awal digambarkan kelakukannya udah jelek bin biadap banget dari awal, ada juga yang karena keadaan memaksa mereka menjadi para pendosa. 

Jumlah karekter yang banyak, dengan backstory masing-masing ini menurut saya, Sisi Tergelap Surga cocok banget dibaca buat kamu yang masi belajar menulis novel. Karena karakter yang kuat biasanya dibentuk oleh cerita dan kisah hidup dibaliknya. Karakter dengan backstory kuat ini juga biasanya lebih mudah kena ke hati pembaca, karena tidak ada orang yang tiba-tiba jadi jahat begitu saja kaann..  

***

Dengan semua kelebihan dan kekurangan buku ini, saya akan memberikan rating 3,7 bintang. Buku ini saya rekomendasikan ke kamu yang ingin bacaan berbeda, (selama kamu tidak masalah ditampar bolak balik oleh kenyataan 😁)

Sisi Tergelap Surga
Penulis: Brian Khrisna
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: November 2023
ISBN : 9786020674384
304 Halaman

(Sumber Gambar: Book Cover edited by ChatGPT)

Sunday, 23 March 2025

Must-Read HBR Books on Storytel: My Top Picks!

Hi guys!

Just want to share something that has truly been a game-changer for me—Storytel! 😍 I used to think twice (even dozens) before buying imported books, mostly because of the price. Hahaha.. But ever since I discovered Storytel, I can read and listen to as many ebooks as I want for less than 50K per month. Seriously, what a steal! Happy me 😁

One of my favorite nonfiction series on Storytel is Harvard Business Review (HBR) Books. If you're not familiar, HBR publishes insights from top professionals and thought leaders in various fields. While some of their articles are available on the HBR website, reading a book that compiles articles on a single topic makes the experience much more structured and insightful.

Must-Read HBR Books

What I love about HBR’s Must Reads and HBR Guides is that they are concise, practical, and based on real-world experiences—not just abstract theories. Plus, the topics are super relevant to my daily work life. Here are some of my top recommendations:

1. HBR’s 10 Must Reads on Mental Toughness

This book is a great reminder that before we try to tackle external challenges, we must first learn to manage ourselves. It emphasizes the importance of living in the present—don’t dwell on the past or worry too much about the future😎. It also shares strategies for enhancing cognitive fitness through activities like music, sports, and reading. A must-read for anyone looking to build resilience!

In addition to mental resilience, the book explores the concept of emotional control—how to stay calm under pressure and make rational decisions even in high-stress situations. It includes real-life examples of leaders who have developed mental toughness to navigate crises and setbacks, making it both an inspiring and practical read.

2. HBR Guide to Collaborative Teams

Collaboration is essential in any organization, and this book offers practical tips on how to work effectively with others. One key takeaway: build your network by regularly meeting new colleagues, even just for lunch😊. It also stresses the importance of setting priorities to avoid burnout from excessive collaboration. Definitely a helpful guide for anyone working in a team-based environment.

One of the most interesting insights from this book is that collaboration isn’t just about teamwork—it’s about creating a culture of trust. The book highlights how teams can balance cooperation and independence, ensuring that collaboration leads to innovation rather than inefficiency. It also provides strategies for dealing with difficult teammates and managing conflicts effectively.

3. HBR Guide to Office Politics

Before my MBA class, I used to think office politics was a negative thing. Then when I learned it in one of my class, it an eye-opening moment for me and succeed changed my perspective 😆. That's why I really happy to find HBR Book about this topic. 

It explains that being good at your job isn’t enough—you also need to understand workplace dynamics. To thrive in an organization, you must build strong relationships with people across different levels, including those who often get overlooked, like gatekeepers and administrative staff, because they play a crucial role in information flow. The book also emphasizes the importance of finding common ground with colleagues—whether through shared interests, backgrounds, or even simple conversations—which helps build stronger connections and trust. Additionally, it teaches how to make your boss look good 😁, not in a manipulative way, but by ensuring that your contributions align with team goals and company objectives. 

What I love most about this book is that it teaches how to play office politics the right way—ethically and strategically. It explains how to recognize power structures, leverage influence without manipulation, and position yourself for career growth without stepping on others. It’s perfect for anyone who wants to navigate corporate life wisely 💪.

4. HBR Guide to Being a Great Boss

We've all heard it before—people don’t leave bad jobs, they leave bad bosses😌. This book highlights the crucial role of leadership in creating a positive work environment. One of my favorite insights is: "A boss must set clear expectations before demanding results." It also covers handling both underperforming and high-performing employees. If you aspire to be a great leader, this is a must-read.

Another key takeaway from this book is the importance of empathy in leadership. It explains how great bosses build strong relationships with their teams, provide constructive feedback, and create a workplace culture where employees feel valued. The book also dives into practical strategies for motivating employees and handling difficult conversations.

5. HBR’s 10 Must Reads on Negotiation

Negotiation isn't about winning—it’s about finding a win-win solution. This book dives into techniques for mastering the art of negotiation, whether in business or everyday life. Highly recommended for anyone looking to improve their persuasion skills!

One of the standout lessons from this book is that negotiation is more about preparation than persuasion. Success in negotiation isn’t just about having the right words—it’s about having the right information. The book emphasizes the importance of thorough research beforehand, understanding the other party’s needs, and framing proposals in a way that creates mutual benefit. It also provides compelling case studies of skilled negotiators who transformed challenging situations into favorable outcomes. From my own experience, preparation truly makes all the difference. Before negotiating with clients, I always take the time to understand their perspective, priorities, and concerns. When we genuinely put ourselves in their shoes, they tend to be more open, making it easier to reach a win-win solution

Those are some of my favorite HBR books! Which one would you like to read first? Let me know your thoughts! 😊

Tuesday, 18 March 2025

Reading The 48 Laws of Power: A Lesson in How the World Really Works

I just finished reading The 48 Laws of Power by Robert Greene, and honestly, it’s one of the most eye-opening nonfiction books I’ve ever read 😆. Most of the nonfiction books I usually pick up are about self-help, parenting, or leadership, but this one gave me a completely different perspective on how power actually works in the world.


This book isn’t necessarily a guide on what to do, but more of a manual on understanding how people—especially in competitive environments—operate. We’re often taught that if we’re good, others will treat us the same way. But the reality is much more complicated. People have different motivations, ambitions, and, sometimes, the ability to be completely ruthless to get what they want.

Since childhood, no one ever tells us that to survive, we need to understand how amoral others can be. We grow up believing that kindness will always be met with kindness 😊. But the truth is, not everyone plays fair. As social beings, our lives are deeply connected to others, but unfortunately, not everyone has good intentions. This book didn’t teach me to follow the laws, but it definitely made me more aware and prepared to face the world.

There are 48 laws about Power in this book, and here are some of the laws that really stood out to me:

Law 1: Never Outshine the Master

In any work environment, people often look down on those who constantly praise their boss, calling them brown-nosers or suck-ups 😂. But let’s be real—those are the people who usually stay in their boss’s good graces and get better opportunities. That’s just how the world works.

Page 1: Make your master appear more brilliant than they are and you will attain the heights of power

The ones who consistently support and make their boss look good tend to have an advantage. Meanwhile, some people still believe that simply doing good work will be enough to get recognized. Unfortunately, that’s not always the case. Hard work matters, but so does knowing how to manage relationships and egos😌.

Law 32: Play to People’s Fantasies

Page 263: Life is so harsh and distressing that people who can manufacture romance or conjure up fantasy are like oases in the desert: everyone flocks to them

Of course, honesty is always the right thing to do—I totally agree with that. But let’s be real, sometimes reality sucks, and no one wants to hear it. This law isn’t about lying; it’s about presenting the truth in a way that people can accept 😆. I know, it sounds bit manipulative 😅.

I see it as a way to wrap up bitter reality with a better plan. People are drawn to hope, vision, and possibilities, not just cold, hard facts. So instead of bluntly saying, "This is bad," why not show them a way forward? Sometimes, packaging reality in a more inspiring way makes all the difference.

Law 38: Think as You Like, but Behave Like Others

We’ve all heard quotes like “Be yourself!” or “It’s okay to be different!” or “Embrace your uniqueness!”—and while that sounds great, reality doesn’t always work that way. The truth is, if you stand out too much, people may struggle to accept you. Sometimes, blending in and going with the flow is just the smarter move.

Page 317: If you make a show of going against the times, flaunting your unconventional ideas and unorthodox ways, people will think that you only want attention and that you look down upon them

Does that mean you’re not being your real self?😆 Honestly, I don’t know. But I’ve seen how people get excluded or disliked just for being different. Even something as simple as being too vocal in a team can make others uncomfortable. So, how should we behave? For me, the best approach is to be yourself in a way that feels right for you—but always be aware of the consequences of your choices. At the end of the day, balance is key.

Law 46: Never Appear Too Perfect

Always being the best and striving for perfection seems like the right thing to do, but surprisingly, it can be dangerous. Why didn’t anyone tell me this before?😌 When you appear too perfect, you become a threat to others—especially those who envy you. People don’t always admire perfection; sometimes, they resent it. That’s why it’s important to be aware of how you present yourself. A little humility or even showing small imperfections can make you more relatable and less of a target.

Page 400: Appearing better than others is always dangerous, but most dangerous of all is to appear to have no faults or weaknesses. Envy creates silent enemies. It is smart to occasionally display defects, and admit to harmless vices, in order to deflect envy and appear more human and approachable. Only gods and the dead can seem perfect with impunity.

***

I think these are some of the laws that stood out to me the most. Yes, this book does offer amoral suggestions, but that doesn’t mean you have to follow them😉. Reading it isn’t about becoming manipulative—it’s about being aware of how the world works. It’s like knowing the rules of a game—even if you don’t play ruthlessly, at least you won’t be naive when others do. 

Saturday, 30 November 2024

QUOTE: The Subtle Art of Not Giving a F*ck by Mark Manson

Have you read The Subtle Art of Not Giving a Fck* by Mark Manson? I bought it years ago but only just finished it before 2025 rolled around (also with a help of audiobook in Storytel). Honestly, I kinda regret not reading it sooner because this book is a total gem!😍


In today’s world, with all the pressure we deal with, it’s so easy to forget how to actually enjoy life. We spend way too much time worrying about living up to standards set by other people and ignore what really makes us happy. Mark Manson really nails it when he says, Not giving a fck doesn’t mean being indifferent; it means being comfortable with being different.”

Unlike most self-improvement books that push you to constantly leave your comfort zone and chase the extraordinary, this one takes a fresh approach. It’s okay to be “normal” or “average” as long as you’ve picked your battles wisely. And seriously, in a world full of noise, learning to care about the right stuff and letting the rest go? That’s the real win 💖

Here some of quotes I love in this book: 




I highly recommend this book to you—it’s one of the best self-improvement books I’ve read. What do you think?
 

Saturday, 6 July 2024

Rekomendasi Novel Seri Fantasi Anak yang Menarik untuk Semua Umur

Selamat akhir pekan semuanya!

Pada weekend kali ini, saya akan rekomendasikan salah satu genre buku favorit saya, apa lagi kalau bukan genre fantasi. Bukan sembarang fantasi, tapi sekarang kita akan bahas buku fantasi anak, tapi juga sangat menarik untuk dinikmati oleh semua umur. 

Karena buku fantasi anak, cerita pada buku-buku ini relatif ringan, ukuran bukunya juga relatif kecil dibanding novel umumnya, tidak terlalu tebal, dan yang paling utama, tentu saja ceritanya magical dan menarik. 

Berikut rekomendasi novel seri fantasi anak yang menarik untuk semua umur: 

1. The Chronicles of Narnia karya CS Lewis

Buku pertama adalah seri klasik karya CS Lewis berjudul Chronicles of Narnia. Klasik karena buku ini ditulis sejak tahun 1950 sampai 1956. Menceritakan tentang 4 orang kakak beradik bernama Peter (13 tahun), Susan (12 tahun), Edmund (10 tahun), dan Lucy (8 tahun) yang tidak sengaja menemukan lemari ajaib di rumah Profesor Digory Kirke. Mereka waktu itu dikirim ke rumah sang profesor untuk menghindari pengeboman di London saat perang dunia ke-2. 

Ajaibnya, saat mereka masuk ke lemari itu, mereka masuk ke dunia ajaib penuh salju bernama Narnia. Di sana mereka bertemu singa perkasa bisa berbicara bernama Aslan, dan harus membantu rakyat Narnia (yang terdiri dari hewan-hewan dan makluk ajaib) melawan ratu jahat. Ajaibnya lagi, waktu yang mereka habiskan di Narnia tidak sama dengan yang ada di dunia nyata. Bisa jadi di Narnia mereka habiskan bertahun-tahun, saat mereka kembali lewat lemari, tau-tau baru beberapa menit berlalu.

Total buku pada series ini ada 7. Menceritakan pengalaman yang berbeda mereka. Pada sebagian buku, mereka komplit ber-4 berangkat ke Narnia, pada beberapa buku yang lain ada yang hanya sebagian misalnya hanya Lucy dan Edmund. Berikut 7 buku pada seri ini:

  1. The Lion, the Witch and the Wardrobe (1950)
  2. Prince Caspian (1951)
  3. The Voyage of the Dawn Treader (1952)
  4. The Silver Chair (1953)
  5. The Horse and His Boy (1954)
  6. The Magician's Nephew (1955)  
  7. The Last Battle (1956)

Adakah dari teman-teman di sini yang sudah membaca Narnia? Atau kelau belum, sudahkah kalian nonton filmnya? Karena buku ini telah diangkat menjadi film layar lebar. 


Kalau sudah nonton dan baca, apakah kalian seperti saya yang setiap nemu lemari gede di tempat baru, akan berharap menemukan Narnia di baliknya? Hahahha...😆

2. Series of Unfortunate Events oleh Lemony Snicket

Berikutnya adalah buku yang mengambil tema cukup unik menurut saya. Apabila biasanya fantasi itu membawa karakter utama yang awalnya biasa-biasa aja, buku ini malah menyoroti hal sebaliknya. Series of Unfortunate Events adalah seri buku yang menceritakan kisah tragis tiga anak yatim piatu, Violet, Klaus, dan Sunny Baudelaire, yang selalu dikejar oleh nasib buruk 😭. Ditulis oleh Lemony Snicket (nama pena Daniel Handler), seri ini memulai debutnya pada tahun 1999 dan dengan langsung jadi favorit pembaca dan best seller di berbagai negara. Ketiga saudara ini kehilangan orang tua mereka dalam kebakaran, dan sejak saat itu, mereka harus berhadapan dengan Count Olaf, seorang penjahat yang berusaha merebut harta warisan mereka.

Setiap buku dalam seri ini penuh dengan humor gelap, misteri, dan ketegangan, saat ketiga saudara berusaha melarikan diri dari cengkeraman Olaf dan kroni-kroninya. Meskipun ceritanya sering kali muram, pesan tentang kecerdasan, ketekunan, dan pentingnya kerja sama menjadikan seri ini menyentuh hati banyak pembaca. Gaya penulisan unik Lemony Snicket juga seru banget walaupun agak absurb, karena digambarkan di situ dia sebagai narator kehidupan ketiga anak itu. 😹

Series of Unfortunate Events telah diadaptasi menjadi film pada tahun 2004 dengan judul yang sama, dibintangi oleh Jim Carrey sebagai Count Olaf. Adaptasi ini mencakup beberapa cerita dari buku pertama hingga ketiga dalam seri. Film ini menampilkan visual yang unik dan menekankan aspek-aspek humor gelap dan lumayan kerasa juga ketegangannya. Namun, seperti adaptasi novel biasanya, filmnya hanya menjangkau sebagian kecil dari kisah yang ada dalam seri ini.

Count Olaf yaang dibintangi Jim Carey

Selain film, kisah ini juga diadaptasi menjadi serial televisi oleh Netflix pada tahun 2017, yang dibintangi oleh Neil Patrick Harris sebagai Count Olaf. Saya pribadi lebih suka versi Netflixnya sebenernya 😁Serial ini mendapatkan pujian karena lebih konsisten sesuai cerita dalam buknya. Filmnya berhasil menangkap gaya narasi khas Lemony Snicket, lengkap dengan absurditas dan misteri yang mendalam. Dengan total tiga musim, serial Netflix ini mencakup semua buku dalam seri, memberi kesempatan bagi penggemar untuk menikmati seluruh petualangan tragis keluarga Baudelaire dalam format yang lebih mendalam.

Count Olaf versi Neil Patrick Harris

3. The Spiderwick Chronicles oleh Holly Black dan Tony DiTerlizzi

Kalau buku lainnya itu saya pertama kali tahu bukunya dulu baru filmya, berbeda dengan series yang ini. Ada salah satu film yang anak saya suka banget, sampai dia nonton berkali-kali. Film ini menampilkan Jared Grace dan saudara-saudaranya yang menemukan dunia penuh makhluk ajaib di sekitar mereka, tepatnya di dalam rumah tua keluarga mereka. Dipenuhi dengan visual efek yang memukau, film ini menghadirkan makhluk-makhluk fantastis seperti peri, goblin, dan troll. Judul filmnya adalah The Spiderwick Chronicles, yang sebenarnya sudah rilis sejak tahun 2008. 

Adaptasi film ini menonjolkan elemen-elemen fantasi yang intens, terutama pada petualangan Jared dan keluarganya saat mereka melindungi buku ajaib dari makhluk jahat yang ingin merebutnya. Meskipun tidak mencakup keseluruhan cerita dalam seri, film ini berhasil menangkap atmosfer magical dan mistery yang khas dari The Spiderwick Chronicles serta memberikan pengalaman visual yang memukau bagi penggemar dunia magis Spiderwick. Dan yang pasti, unsur keluarga (yang mengharukan 😭 dan hangat) yang juga kental banget di film ini. 

The Spiderwick Chronicles adalah seri buku yang ditulis oleh Holly Black dan Tony DiTerlizzi, yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2003. Kisah ini mengikuti petualangan tiga bersaudara Grace—Jared, Simon, dan Mallory—yang pindah ke rumah tua milik nenek buyut mereka, Arthur Spiderwick. Di sana, mereka menemukan sebuah buku misterius yang mengungkapkan dunia makhluk ajaib yang tak terlihat oleh manusia biasa. Dengan bantuan buku ini, mereka bertemu dengan makhluk-makhluk seperti goblin, troll, dan peri, yang penuh dengan keajaiban dan bahaya.

Baca juga rekomendasi buku fantasi lainnya: 

Rekomendasi Buku Science Fiction dari Artificial Intelligence
10++ Rekomendasi Novel Fantasi Tidak Berseri Yang Wajib Dibaca!
5 Alasan Pecinta Fantasi Harus Membaca Buku Neil Gaiman

Petualangan Jared dan saudara-saudaranya menjadi semakin menegangkan ketika mereka harus melindungi buku tersebut dari makhluk jahat yang ingin merebutnya untuk menguasai dunia peri. Dengan ilustrasi yang keren dan cerita yang seru, The Spiderwick Chronicles adalah salah satu favorit saya (dan anak-anak) yang menyukai dunia fantasi 😁. Setiap buku membawa cerita yang seru, dipenuhi dengan konflik antara kekuatan baik dan jahat, serta nilai penting tentang keberanian, persaudaraan, dan tanggung jawab.

Salah satu karakter magic di film ini, Thimbletack,
seorang brownie yang bisa bisa berubah menjadi boggart jika merasa terganggu atau terancam


4. Darren Shan oleh Darren Shan

Seri Darren Shan atau The Saga of Darren Shan adalah serangkaian buku fantasi gelap yang pertama kali diterbitkan pada tahun 2000. Seri ini mengikuti kisah Darren Shan, seorang remaja biasa yang hidupnya berubah secara drastis setelah ia terlibat dalam dunia vampir. Setelah menonton pertunjukan sirkus aneh bernama Cirque du Freak, Darren bertemu dengan Mr. Crepsley, seorang vampir, dan akhirnya harus menjadi vampir itu sendiri untuk menyelamatkan temannya.

Seri ini terkenal dengan alur ceritanya yang gelap dan intens, bahkan orang-orang bilang ini semacam buku Stephen King versi untuk remaja saking gelapnya. Tapi, yang pasti, DARREN SHAN ADALAH SALAH SATU BUKU SERI FANTASI FAVORIT SEPANJANG MASAAA!!!  (capslocknya sampe jebol 😂). 

Karena meski berfokus pada tema vampir, cerita ini juga menyoroti nilai-nilai tentang pengorbanan, kesetiaan, dan arti menjadi manusia. Sumpah bagus banget dan kalian harus baca kalau ngakunya pencinta fantasi. Darren harus menghadapi banyak tantangan (fisik dan perasaan) pastinya di buku ini, membuat kita sebagai pembaca ikut terombang ambing di perjalanannya. 

Di BBW waktu itu sempat menjual series yang versi English gini, 
kalau punya saya itu yang terbitan GPU tahun belasan tahun lalu😆

The Saga of Darren Shan juga diadaptasi menjadi film berjudul Cirque du Freak: The Vampire's Assistant pada tahun 2009. Film ini menggabungkan beberapa buku pertama dalam seri dan mengikuti perjalanan Darren Shan, seorang remaja yang menjadi asisten vampir di sirkus aneh bernama Cirque du Freak untuk menyelamatkan temannya.

Baca juga reveiw lengkap saya di Book Hangover with Darren Shan

Film Cirque du Freak: The Vampire's Assistant menerima tanggapan yang kurang positif dari kritikus dan penonton. Meskipun premisnya unik dan didukung dengan visual yang memadai untuk menampilkan makhluk-makhluk aneh di dunia sirkus, film ini tidak mendapatkan sambutan yang memuaskan. Saya pun merasakan hal yang sama pas nonton, kok feel-nya ga berasa apa-apa gini...  

Film yang bikin orang yang ga baca bukunya, jadi mikir ini ceritanya kureeeng banget 😓

Kalau diliat-liat review orang, kritik utama banyak berfokus pada perubahan signifikan dari cerita buku, jadi membuat cerita terasa kurang kuat dan kurang mendalam, sehingga beberapa elemen cerita tampak terburu-buru atau kurang terhubung dengan baik.

Di situs Rotten Tomatoes, film ini memperoleh rating rendah dari kritikus, dengan sekitar 38% persetujuan, yang menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil dari kritikus yang menganggap film ini memadai. Respons dari penonton pun beragam, di mana sebagian merasa bahwa film ini kurang mampu menggambarkan kompleksitas dan nuansa gelap dari seri buku aslinya. Bagi penggemar setia bukunya, adaptasi ini dinilai kurang memuaskan karena tidak berhasil menangkap emosi dan perjalanan karakter Darren Shan secara penuh.

***

Dari rekomendasi di atas, mana yang kalian sudah baca bukunya, atau nonton filmya? 😊

***

Baca juga daftar rekomendasi novel lainnya: 

Rekomendasi Novel Lokal Terbaru dengan Pesan Hidup Bermanfaat
Rekomendasi Metropop Terbaru dengan Latar Pekerjaan Menarik
5 Rekomendasi Novel dengan Tema Realistic Fiction
5 Rekomendasi Novel Romance Sicklit

 

Saturday, 4 May 2024

Rekomendasi Penulis Jepang Best Seller

 Akhir-akhir ini, buku dari penulis Asia mulai ramai memenuhi rak-rak di toko buku, terutama dari Jepang. Bagi saya pribadi, buku penulis Asia memberikan warna yang berbeda dibandingkan buku lokal atau terjemahan barat. Detail yang berwarna berbeda, latar tempat dan deskripsi yang cenderung tidak terburu-buru, itu beberapa alasan membuat saya menikmati buku-buku fiksi Asia. 

Berikut beberapa rekomendasi penulis Jepang yang bisa kamu nikmati karyanya: 

1. Akiyoshi Rikako

Saya akan memulai dari penulis Jepang favorit saya, yaitu Akiyoshi Rikako. Penulis satu ini memang tidak kaleng-kaleng. Rikako Akiyoshi belajar sastra di Universitas Waseda dan meraih gelar Master di bidang Produksi Film dan TV dari Loyola Marymount University. Karya debutnya, Snow Flower, memenangkan penghargaan sastra Yahoo! JAPAN dan diadaptasi menjadi film pendek. 

Novel-novel Akiyoshi Rikako walaupun genre misteri, tetapi bahasanya selalu terasa ringan dan tidak berat seperti buku misteri pada umumnya. Yang pasti, bikin kita yang baca pengen buru-buru beresin karena penasaran dan berujung dikagetkan oleh plot twist di ujung cerita. Ia juga sering menyelipkan tentang trauma masa lampau, dan juga mengangkat isu-isu keluarga. 

Sudah banyak buku Akiyoshi Rikako yang sudah diterjemahkan oleh penerbit Haru, dan salah satu favorit saya adalah Holy Mother dan Scheduled Suicide Day. 

2. Toshikazu Kawaguchi

Toshikazu Kawaguchi hit best seller dengan series bukunya Funicula Funiculi, tentang sebuah cafe di Jepang yang bisa membuat orang menjelajah waktu, baik masa lalu maupun masa depan. Dengan nuansa Jepang yang kental, buku ini bukan menekankan tentang fantasi menjelasah waktunya. Funiculi Funicula series ini lebih menekankan tentang memaknai kehidupan dan merelakan kematian. Rasa hangat saat menyelesaikan bukunya akan bertahan lama di hati setelah membacanya. Love it! 

Saya pun juga merekomendasikan karya penulis ini untuk bisa dibaca oleh anak yang baru beranjak remaja. Anak saya sendiri yang baru kelas 6 SD juga sangat mengidolakan karya-karya Toshikazu Kawaguchi, sampai tidak sabar menunggu buku ke 4 nya diterjemahkan. Belum lagi versi terjemahan dari GPU covernya super cantik 😍


Naskah buku ini ternyata dimulai dari naskah drama loh. Berasal dari naskah dramanya yang berjudul Before the Coffee Gets Cold yang berhasil memenangkan penghargaan utama di Suginami Drama Festival. Ini adalah debut Toshikazu Kawaguchi  sebagai penulis, dan Before the Coffee Gets Cold telah menjadi buku laris internasional serta diadaptasi ke layar lebar di Jepang.

Toshikazu Kawaguchi sendiri lahir di Osaka, Jepang, tahun 1971. Dia pernah memproduseri, menyutradarai, dan menulis untuk grup teater Sonic Snail. Sebagai penulis naskah, beberapa karyanya adalah COUPLE, Sunset Song, dan Family Time

3. Keigo Higashino

Penulis berikutnya adalah penulis Jepang yang terkenal dengan karya misterinya. Saya sendiri menganggapnya seperti Agatha Christie versi Jepang, karena saking produktifnya dia melahirkan karya-karya. Hehehhe.. Dari berbagai sumber, ini profil singkatnya: 

Keigo Higashino adalah penulis asal Jepang yang terkenal dengan novel-novel misterinya. Lahir pada 4 Februari 1958 di Osaka, Higashino tumbuh di lingkungan kelas pekerja, dan kecintaannya pada cerita misteri dimulai sejak di bangku sekolah menengah. Ia meraih gelar di bidang Teknik Elektro dari Universitas Prefektur Osaka dan sempat bekerja sebagai insinyur sebelum memutuskan menjadi penulis penuh waktu. Karya pertamanya, After School, memenangkan Penghargaan Edogawa Rampo dan mengantarkannya ke dunia sastra. Selama karirnya, Higashino telah menulis banyak novel yang diadaptasi menjadi film dan serial TV, dengan karya terbesarnya The Devotion of Suspect X, yang mendapatkan berbagai penghargaan. Gaya penulisan Higashino sering memadukan elemen ilmiah dan emosi manusia, membuat pembaca terpikat oleh plot yang mengejutkan. Meski jarang tampil di depan publik, karyanya telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan menjadi sangat populer di Asia, khususnya di Jepang dan Tiongkok.

4. Reiko Hiroshima

Tidak lengkap sepertinya kalau tidak merekomendasikan penulis buku anak 😁Penerbit GPU baru saja menerjemahkan buku series Reiko Hiroshima berjudul Toko Jajanan Ajaib Zenitendo. Menceritakan tentang toko jajanan ajaib yang akan muncul begitu saja untuk orang yang tepat. Jajanannya pun memberikan efek macam-macam yang ajaib. Penuh imajinasi, ringan dan juga sarat pesan moral. Misal tentang anak yang takut air, dia menemukan toko ajaib ini dan diberikan jeli ajaib. Tidak disangka, jeli itu tidak hanya membuatnya tidak takut air, tetapi pelan-pelan berubah menjadi putri duyung. Heheheh... Seruu! 



Sayangknya sulit sekali mencari tentang profile nya Reiko Hiroshima, jadi informasi tentang penulis ini cukup terbatas. Tapi gpp, yang penting karyanya worth to read! 

5. Haruki Murakami

Berikutnya adalah penulis yang dianggap The Guardians sebagai "salah satu novelis terhebat di dunia yang masih hidup". Haruki Murakami adalah salah satu penulis Jepang yang paling memikat dunia dengan novel-novel surealisnya. Di usia 29, ia meninggalkan pekerjaannya sebagai pengelola bar jazz di Tokyo untuk fokus menulis, dan sejak itu dikenal dengan karya-karyanya yang mengeksplorasi tema keterasingan dengan sentuhan magis. Sejak debutnya pada 1979, Murakami telah meraih berbagai penghargaan, seperti Penghargaan Fantasi Dunia, Franz Kafka, dan Penghargaan Yerusalem. 

Saya merekomendasikan buku Haruki Murakami bagi kamu yang suka sastra dengan banyak pesan tersirat. Saya pirbadi sebenarnya tidak akan memilih buku Haruki Murakami untuk bacaan santai, karena biasanya saya butuh konsentrasi lebih saat membaca dan memahami ceritanya. hehehe... 😅

***

Rekomendasi Penulis Jepang Lainnya

Selain penulis-penulis di atas, saat bertanya ke ChatGPT, saya memperoleh beberapa nama rekomendasi lainnya. Sebagian besar saya belum pernah dengar namanya, tapi siapa tau kamu berminat untuk mencari tau lebih. Hehehe.. Berikut rekomendasi penulis Jepang lain dari ChatGPT: 

Yukio Mishima – Penulis yang dikenal dengan gaya tulisannya yang puitis dan eksplorasi tema-tema seperti kehormatan, kematian, dan identitas nasional Jepang. Novelnya yang terkenal termasuk The Temple of the Golden Pavilion dan Confessions of a Mask.

Banana Yoshimoto – Dikenal dengan gaya tulisannya yang sederhana dan menyentuh, Yoshimoto terkenal lewat novel Kitchen yang membahas kehilangan, keluarga, dan hubungan.

Kazuo Ishiguro – Meski lahir di Jepang, Ishiguro besar dan berkarya di Inggris. Novelnya seperti The Remains of the Day dan Never Let Me Go memenangkan banyak penghargaan, termasuk Nobel Sastra.

Ryūnosuke Akutagawa – Terkenal sebagai "Bapak Cerpen Jepang," Akutagawa menulis cerita-cerita yang menggabungkan budaya tradisional Jepang dengan modernisme Barat. Salah satu karya terkenalnya adalah Rashomon

Natsume Sōseki – Dianggap sebagai salah satu penulis terbesar dalam sejarah sastra Jepang, karyanya seperti Kokoro dan I Am a Cat banyak membahas psikologi manusia dan konflik budaya modern vs tradisional.

Kenzaburō Ōe – Pemenang Nobel Sastra 1994, karya-karyanya berfokus pada trauma perang, filosofi, dan hubungan manusia. A Personal Matter adalah salah satu novelnya yang paling dikenal.

Yoko Ogawa – Dikenal dengan cerita-cerita gelap dan elegan, karya terkenalnya The Housekeeper and the Professor mengeksplorasi hubungan unik antara karakter dan konsep matematika.

***

Share juga dong penulis Jepang atau Asia favorit kamu di kolom komen... 😁

Sunday, 8 October 2023

Rekomendasi Novel yang Membuat Kita Otomatis Makin Bersyukur

Kembali lagi ke postingan tentang daftar rekomendasi... Yeeeyyy!! Kali ini rekomendasi buku yang akan saya bahas adalah buku-buku yang membuat saya makin besyukur waktu baca ceritanya. Iya sih, tau, kalau itu fiksi 😆 Tapi saat tau hidup saya tidak semenyedihkan tokohnya, saya jadi lebih bisa bersyukur. Alhamadulillah... Gitu ucap saya berkali-kali. 

Ini dia rekomendasi novel yang membuat makin bersyukur: 

1. Home Sweet Loan oleh Almira Bastari

Blurb
Empat orang yang berteman sejak SMA bekerja di perusahaan yang sama meski beda nasib. Di usia 31 tahun, mereka berburu rumah idaman yang minimal nyerempet Jakarta. Kaluna, pegawai Bagian Umum, yang gajinya tak pernah menyentuh dua digit. Gadis ini bekerja sampingan sebagai model bibir, bermimpi membeli rumah demi keluar dari situasi tiga kepala keluarga yang bertumpuk di bawah satu atap. Di tengah perjuangannya menabung, Kaluna dirongrong oleh kekasihnya untuk pesta pernikahan mewah. Selain itu, ada juga masalah hutang keluarganya. Masalah-masalah ini menjadikan Kaluna merasa menjadi rakyat jelata saja tidak cukup membuat kepalanya mumet luar biasa. Tanisha, ibu satu anak yang menjalani Long Distance Marriage, mencari rumah murah dekat MRT yang juga bisa menampung mertuanya. Kamamiya, yang berambisi menjadi selebgram, mencari apartemen cantik untuk diunggah ke media sosial demi memenuhi gengsinya agar bisa menikah dengan pria kaya. Danan, anak tunggal tanpa beban yang akhirnya berpikir untuk berhenti hura-hura, dan membeli aset agar bisa pensiun dengan tenang. Apakah keempat sahabat ini berhasil menemukan rumah yang mampu mereka cicil? Dan apakah Kaluna bisa membentuk keluarga yang ia impikan?


Almira Bastari adalah salah satu penulis metropop favorit saya. Buku-buku Almira itu selalu berhasil bikin saya senyum-senyum bahkan ketawa sendiri. Hehehe.. Tapi waktu buku Home Sweet Loan ini terbit, saya sempet ragu-ragu buat beli karena sempet baca review orang-orang yang bilang buku ini terlalu 'serius'. Padahal saya kan rindu kerecehannya si mba author 😆

Akhirnya saya tetep beli dan baca bukunya, dan sukaaaa.. Jadi ceritanya Kaluna ini kerjaannya biasa-biasa aja lah, bukan dari keluarga kaya raya juga. Walaupun ga miskin-miskin amat, gaji dia itu sebenernya ga cukup juga buat beli rumah yang lumayan di Jakarta. Mana dia di rumah tinggal sama orang tua dan kakak (plus istri dan anaknya) yang ga banget. Sebel deh masa biar anak kakaknya punya kamar sendiri, Kaluna digusur ke kamar kecil lain, belum lagi ember aja harus rebutan. Wuaa sediiihhh.. Kaluna sabar banget yaampuun. Belum lagi perjalanan Kaluna buat nyari rumah itu penuh lika liku, ada yang murah tau-tau bekas tempat bunuh diri. Ada yang murah kirain di Jakarta Selatan, taunya Selatannya Jakarta yang masihhh jaauuh dari pusat kota. Kocaak 😂😂 

Pokoknya kalau kalian masih punya atap yang nyaman, kalian harus banget bersyukur. Karena cerita Kaluna ini nyata adanya. Gaji sekarang di Jakarta, apalagi fresh grad, sulit buat bisa langsng bisa punya aset. Belum lagi inflasi properti yang gila-gilaan. Saya pas baca ini juga posisinya lagi nyari-nyari rumah. Lagi nyari opsi mending renovasi rumah yang sekarang atau sekalian beli rumah baru. Tapi ternyata oh ternyata, properti yang di lokasi yang saya incar harganya gila-gilaan, padahal tanahnya cuma seuprit. Akhirnya saya memutuskan renov dulu aja lah yang sesuai budget. heheheh... Dan rasanya bersyukuuur banget waktu dulu maksain beli rumah, karena sekarang harganya makin menikuk tajam.  

Baca juga review buku Almira Bastari lainnya: 
Cerita jomblo mencari jodoh pada buku Ganjil Genap

2. Perkumpulan Anak Luar Nikah oleh Grace Tioso


Blurb

Shocking Confession from an Indonesian’s Ex-ASEAN Scholarship Recipient
Judul artikel itu mengguncang media sosial dalam semalam.
Martha, sang tersangka, panik. Keteledoran masa lalunya kini mencuat ke permukaan. Sebagai lulusan Computer Science, bagaimana bisa dia meninggalkan jejak digital yang menghantuinya dengan iming-iming penjara pada masa sekarang?
Pernikahannya guncang, kebebasannya terenggut, anak-anaknya terancam kehilangan sosok ibu hanya karena Martha memainkan “25 Question About Me” di blognya belasan tahun lalu dan menjawab terlalu jujur pertanyaan: “What is the wildest thing you’ve ever done when you’re 17 years old?”
I forged a legal document. Later, I used it to apply for a scholarship, and I got accepted!

Hidup dalam golongan mayoritas, kadang bikin kita terlalu take for granted. Tinggal sebagai muslim di negara mayoritas muslim, pribumi asli lagi. Jadi saya sejak kecil tidak pernah mengalami susahnya berjuang membuktikan diri agar dianggap layak. Dan membaca buku Perkumpulan Anak Luar Nikah ini membuat saya menyadari sebuah privilage dari dulu yang saya miliki, dan bahkan mungkin dulu sama sekali tidak saya anggap privilage sama sekali. 

Martha adalah keturunan Tiongha, dan pada akta lahirnya tidak tertulis 'Anak dari ... dan ...'. Namun tertulis, Anak Luar Nikah. Bukan karena dia anak dari hubungan gelap, tapi karena orang tuanya tidak dianggap warna negara Indonesia (stateless), walaupun orangtuanya lahir di Indonesia dan seumur-umur belum pernah meninggalkan Indonesia. Dan semua karena mereka adalah Cina. Sampai untuk mengurus kewarganegaraan, akta lahir sampai paspor pun ternyata keturunan Tiongha ini sering dipersulit. Belum lagi luka lama saat kerusuhaan 1988 dan 1965 yang menghancurkan harta benda, nyawa dan bahkan kehormatan wanita-wanita etnis Cina. Sumpah pas baca buku ini saya baru tahu ternyata diskriminasi yang dialami etnis Tiongha di Indonesia separah itu 😭

Kenyataan menampar Martha. Tak heran banyak kaumnya berlomba-lomba menjadi kaya. Di negara di mana hukum bisa dibeli, dokumen diurus lewat calo, pemenangnya bukan siapa yang idealis dan taat hukum, melaikan siapa yang berkantong tebal. Kaumnya dijadikan sapi perah, dipalak, dipersulit supaya menyerah dan emberi amplop tebal - Page 230

3. Pengantin Remaja oleh Ken Terate

Blurb
Dimabuk cinta, Pipit mengangguk sambil tersipu saat pacar tampannya mengajaknya menikah. Pipit masih SMA, tapi dengan gembira meninggalkan sekolah demi menjalani angan hidup indah bersama laki-laki yang ia sayangi.
“Cinta adalah soal hati, bukan usia.” Bukankah ada lagu yang bilang begitu?
Pipit yakin Pongky akan menjaga, melindungi, dan memenuhi semua kebutuhannya. Kalaupun tidak, cinta pasti akan menguatkan mereka dalam kondisi apa pun. Benarkah begitu? Pipit mulai bertanya-tanya setelah bulan madu berlalu. Tinggal di rumah mertua yang kekurangan air tapi kelebihan makian, memikirkan cicilan kompor gas... membuat dunianya jungkir balik nggak karuan.
Apakah cinta muda yang menyebabkan kekacauan ini? Apakah menjadi pengantin remaja berarti mimpi Pipit berhenti sampai di sini?

Buku ini bagus bangeet yaampuunn, monangis 😭😭. Sebelumnya banyak banget yang udah rekomendasiin buku Ken Terate ke saya. Scroll scroll di Gramedia Digital, ketemulah buku ini. Tanpa ekspekrasi apa-apa, jadi saya seneng banget pas tau ternyata ceritanya sebagus ituu.  

Cerita dimulai dari saat Pipit dilamar Pongky saat kelas 2 SMA. Tentu aja masih bocah banget kan. Mereka berdua cleuless banget itu nikah isinya apa, yang ada di bayangan mereka adalah bisa bebas gituan terus. Boro-boro mikir nikah itu karena ibadah 😆 Di tengah banyaknya yang mengangkat cerita yang meromantisi nikah muda, buku ini justru memberikan kita tamparan berkali-kali betapa beratnya menikah itu. Bagaimana menikah itu membutuhkan persiapan mental, pengetahuan, uang, materi, dan banyak lagi. 

Kalau saya boleh saran, buku Pengantin Remaja ini wajib banget ada di seluruh perpustakaan sekolah seluruh Indonesia. Biar anak-anak sekolah itu ga mikir enakan kawin dari pada sekolah. Buku ini mengingatkan saya dengan asisten yang bekerja di rumah.. Ada yang umurnya belum masuk kepala dua, tapi malah sedang ngurus cerai dengan suaminya. Dan kondisinya juga dia adalah single income untuk membesarkan anaknya. Kebayang kan berarti dia nikah sejak umur berapa? Sediih banget di negara kita ini kenyataannya masih banyak yang mengalami seperti itu 🥲

Ada salah satu percakapan Pipit dan teman-temannya saat ia hamil. Clueless nya mereka bikin saya geleng-geleng sambil ngikik 🤣. Jadi boro-boro USG, ke Puskesmas aja Pipit males banget. Pipit disuruh temennya USG, biar ketauan siapa tau kepala bayinya peyang atau kakinya cuma satu. 

"Terus, kalau kakinya cuma satu?" Aku terbelalak ngeri. 
"Ya... ga tahulah. Mestinya bisa diapakan gitu biar kakinya jadi dua sejak dalam kandungan. Kalau udah lahir kan udah nggak bisa diapa-apain lagi."

Plis lah, sejak kapan dalam kandungan bisa diubah 😆 USG memang mrndeteksi dini kalau ada apa-apa, tapi ga semuanya bisa diubah begitu aja, tapi lebih buat mempersiapkan mental orang tua atas kondisi anaknya.

Kamu lahir di keluarga yang bependidikan dan memberikan kamu kesempatan untuk nenuntut ilmu setinggi mungkin? Dan sekarang udah dianugrahi keluarga sendiri yang bahagia? Kamu jaauuuh lebih beruntung dari saudara-saudara kita di Indonesia lainnya. Jadi jangan pernah lupa buat bersyukur.

4. How to Be Popular in High School oleh Reytia

Blurb
Isa yang dulu cupu dan terkucil saat SMP mencoba peruntungannya di SMA 743. Tujuannya satu: menjadi cewek populer! Ia pun mendaftar di ekskul dance, tempat para cewek populer dan elite berkumpul.
Namun, sialnya, Lexy, si ratu sekolah yang dulu mengucilkannya saat SMP, juga mendaftar di ekskul yang sama. Ditambah lagi ekskul dance terkenal dengan ploncoannya yang gila-gilaan. Namun, Isa pantang menyerah!
Ia bertekad membuktikan bahwa dirinya juga layak dipertimbangkan dalam jajaran cewek populer di sekolah. Mulai dari tampil di depan senior, sampai pasang muka manis walau hati gondok berat. Bisakah Isa memanjat dinding terjal menuju popularitas?

Masa-masa sekolah, apalagi SMA adalah awal-awal kita mulai kita mencari jati diri. Kalau sudah menemukan nyaman jadi diri sendiri sejak SMA, keren banget! Tapi kalau belum kaya Isa gimana? Gpp kok, justru sebagian besar orang memang masih seperti itu. 

Buku perdana Teh Reytia ini bercerita tentang Isa yang sedang berusaha mengubah image yang sebelumnya di SMP, menjadi image anak keren anak gaul pas SMA. Semua hal dilakukan Isa, sampe menghabiskan tabungannya buat make over, dan bela-belain ikut eskul dance tempat anak gaul ngumpul. Buku ini ga terlalu tebel, tapi pesannya dapet bangeet. Selain tentang pencarian jati diri, juga tentang persahabatan yang manis banget 💖💖.

5. If I Met You First by Thessalivia

Blurb
Riana selalu bernasib jelek dalam percintaan. Setiap kali pacaran, selalu saja dia yang diputusin. Dia bahkan pernah diselingkuhin!
Untung ada Ardi, sahabat setia Riana. Laki-laki itu selalu siap menyediakan bahu untuk Riana bersandar. Sayangnya, laki-laki sehebat Ardi sudah bertunangan. Seandainya Riana bertemu Ardi lebih dulu, apakah mereka akan berjodoh?
Tiba-tiba saja Riana mendapat kesempatan untuk mengubah nasib. Lewat mesin dingdong yang bisa mengabulkan permintaan, dia memiliki kesempatan untuk mencuri hati Ardi. Benarkah bertemu Ardi lebih dulu akan membuat laki-laki tersebut berjodoh dengannya?

 

Tidak lengkap sepertinya kalau tidak ikut merekomendasikan buku sendiri ya 😍  Kalau buku Teh Reytia di atas menceritakan pencairan jati diri anak SMA, buku saya memiliki tema kurang lebih sama, dengan dibungkus metropop dan sedikit fantasi. Riana walau sudah late twenty, masi kesulitan menemukan kebahagiaannya sendiri. Sampai ia menemukan sebuah dingdong ajaib pengabul keinginan di Hong Kong. 

Saya tidak memaksudkan buku ini sebagai sebuah buku motivasi atau sejenisnya, tetapi seneng banget ternyata banyak pembaca yang bilang buku ini seperti sebuah self help atau self love yang dibungkus dalam sebuah fiksi metropop.


Demikian buku-buku yang membuat saya sering mengucap syukur saat menbacanya. Jangan lupa baca tulisan saya untuk daftar rekomendasi lain yaa. 

Kalau kamu, lagi baca buku apa sekarang? Hal menarik apa yang kamu dapet saat menbacanya? Share di komen yaaa 😊😊