Showing posts with label horror. Show all posts
Showing posts with label horror. Show all posts

Sunday, 30 May 2021

Perawan Tak Boleh Pulang, rekomendasi kisah misteri dengan kearifan lokal

Pernahkah kamu membaca buku misteri lokal? Saya baru saja menemukan buku misteri lokal yang menarik. Saking menariknya, baca ini rasanya seperti membaca buku misteri dan fantasi luar, tapi dengan kearifan lokal. Buku yang saya maksud adalah novel berjudul Perawan Tak Boleh Pulang karya I. Majid.



I. Majib sebelumnya saya kenal sebagai penulis wattpad dari Sumatera Utara. Genre yang diangkat cerita-ceritanya biasanya seputar misteri, pembunuhan, dan thriller. Salah satu cerita wattpadnya yang memenangkan The Wattys 2020 pernah saya tulis di sini. (Pölzl, Pemenang The Wattys Genre Thriller)

Waktu ia menerbitkan buku, saya sudah tertarik untuk membaca. Dari judulnya saja sudah mematik rasa penasaran, Perawan Tak Boleh Pulang. Maksudnya apa perawan ga boleh pulang?


Blurb
Marhara mendadak gila pada suatu sore, membuat gempar warga kota, kemudian hilang dibawa pergi laki-laki. Sang ayah kemudian meminta tolong kepada tiga sahabat Marhara untuk membantu mencarinya, yaitu : Yunika, gadis yang tak punya pekerjaan dan keahlian lain kecuali melarikan diri dari rentenir dan mengajak kawin kekasihnya. Alea, si mucikari yang kerap berurusan dengan pria-pria kaya hidung belang. Lalu Dinda, si gadis virilis yang masa remajanya banyak dihabiskan dengan urusan orang mati.
Ketiga gadis itu kemudian melakukan ekspedisi pencarian ke sebuah pulau bernama Habubuhan bersama Boy, teman mereka yang bisa diandalkan. Begitu banyak hal ganjil yang mereka temui di pulau itu. Dimulai dari banyaknya perempuan gila berkeliaran, laki-laki yang menyantroni mereka, larangan keluar malam hari, hingga ritual sesat yang tak punya ujung pangkal.
Hingga mereka dihadapkan pada dua pilihan: mati, atau beranak-pinak di Habubuhan.

Awalnya...

Novel ini langsung dibuka dengan cerita yang membuat pembaca bertanya-tanya. Mengambil tempat di Sumatera Utara pada tahun 1995. Sebuah kerumuman orang berkumpul di sekitar gedung penangkaran burung walet berlantai 4. Mereka semua heboh karena melihat seorang wanita sedang duduk di atas lantai 4 itu tanpa baju sehelai pun. Wanita itu adalah Marhara, seorang gadis baik-baik, cantik, dan kesayangan banyak orang. 

Sungguh mencengangkan ia bertingkah seperti orang gila seperti itu. Segala bujukan keluarganya dan orang-orang untuk turun dan memakai baju, tidak diindahkannya. Ia baru mau menurut saat Togi datang, pria yang baru saja dikenalnya di tempat kerjanya di sebuh hotel.

Sayangnya setelah dibujuk Togi itu, Marhara menghilang dan tidak pernah pulang ke rumah.
Ketika sudah dua minggu berlalu, dan tidak kunjung diketahui juga keberadaan Marhara, keluarganya meminta bantuan kepada teman-temannya untuk mencari.

Tim Pencari

Akhirnya 4 orang teman Marhara pergi mencari temannya yang menghilang itu. Mereka terdiri dari 3 wanita dan seorang pria. Yunika, gadis yang tampak tidak punya masa depan karena kerjanya hanya berhutang sana sini. Namun, ternyata memiliki seorang kekasih yang sangat mencintainya walaupun mereka terhalang restu keluarga. Alea, wanita cantik yang bekerja sebagai caddy girl di sebuah lapangan golf, walaupun sebenarnya ia juga mennjadi mucikari yang kerap berurusan dengan pria-pria kaya hidung belang. Alea juga mempunyai indra keenam dan bisa berkomunikasi dengan makluk halus. Dinda, gadis tomboy yang berakhir menjadi seorang mudin, pengurus mayat di kampungnya. Sedangkan Boy adalah teman mereka yang telah lama menyimpan rasa suka kepada Alea.

Yang saya suka adalah setiap karakter terasa hidup, apalagi dengan latar belakang kisah mereka yang unik. Membuat kita tidak kesulitan menikmati ceritanya walaupun banyak karakter yang disajikan pada novel ini. Setelah selama ini bacaan saya seputar masyarakat perkotaan, membaca karakter dengan latar Sumatera Utara ini terasa fresh. Belum lagi percakapan, kebiasaan, pekerjaan dan keseharian mereka, sangat menggambarkan kearifan lokal.

Pulau Habubuhan yang membuat penasaran

Dari info yang diperoleh, Marhara dibawa oleh Togi ke Habubuhan. Sebuah pulau yang harus ditempuh menggunakan kapal ferry dari Riau. Setibanya di Pulau Habubuhan, banyak keanehan yang mereka lihat. Mulai dari betapa terbelakangnya kemajuan teknologi dibandingkan tempat mereka, banyaknya wanita gila yang berkeliaran di pulau itu, kepala adat yang mencurigakan dan orang-orang pulau yang sepertinya menyimpan rahasia.

Dari awal saat tahu Marhara hanya mau menurut kepada Togi, saya sudah mengira kalau Togi pasti menjampi-jampi Marhara. Saya kira alasannya hanya sebatas cinta tidak terbalas. Tapi ternyata, banyak hal misteri di pulau Habubuhan yang melatarbelakangi perbuatan Togi. Termasuk latar belakang kenapa banyak sekali wanita gila di pulau itu. Sayangnya saat empat sekawan itu menyadarinya, semua sudah terlambat. Pilihannya hanyalah, menjadi gila di Habubuhan atau berusaha kabur dengan taruhan nyawa.

Tempo cerita dibuat dengan banyak kejutan, membuat kita selalu penasaran dengan kelanjutannya. Sampai-sampai 217 halaman buku ini terasa cepat sekali diselesaikan. Ketegangan demi ketegangan, selain membuat penasaran, juga membuat greget, sedih, lega, jijik, mual semua campur aduk menjadi satu.

Salah satu yang membuat saya mual adalah saat salah satu dari mereka diperkosa oleh beruk di tengah hutan 😭😭. Takut buat lanjut, tapi saya penasaran... Belum lagi adegan berdarah bacok sana sini. Untung saja yang hubungan intim ga dibuat terlalu gamblang oleh penulisnya.

Saya kagum sekali dengan penulis yang bisa meramu cerita sekeren ini. Kak Jid, you rock!

Apakah akhirnya mereka berhasil keluar dari pulau terkutuk itu? Silahkan baca sendiri yaa.. Saya tidak mau ngasi spoiler. Hehehe.. Tapi yang pasti saya suka dengan ending yang disajikan karena semua masalah terselesaikan dan tidak bersifat open ending. 

Terinspirasi dari kisah nyata

Pulau Habubuhan itu memang hanya tempat fiktif. Nanum, ternyata kisah buku ini terisnpirasi dari kisah nyata. Walaupun juga banyak ditambahkan dengan bumbu fiksi. Kisah 4 sekawan yang pernah mengalami hal tidak mengenakkan. Sang penulis, Kak Jid, bahkan memberikan kepada saya foto empat sekawan Dinda, Marhara, Alea dan Yunika  (bukan nama sebenarnya). Otomatis membuat saya merinding disko membayangkannya. Huhu...



The Rating

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati mebaca buku Perawan Tak Boleh Pulang ini. Bahkan dibandingkan dengan cerita-cerita I Majid lain yang pernah saya baca. Jujur saja, buku ini melebihi ekspektasi awal saya. Ketegangannya, hal-hal magisnya, persahabatan mereka, semua menyatu membentuk cerita yang luar biasa. 

Kekurangan buku ini paling menurut saya, saya agak sulit membayangkan para wanita memutuskan pergi ke suatu tempat yang mereka tidak tahu kondisinya. Entah kenapa, saya merasa alasan mereka untuk berangkat, termasuk keluarga mereka mengijinkan pergi, agak kurang kuat. Kecuali Yunika, yang memang dalam kondisi sangat membutuhkan uang dan dijanjikan akan memperoleh bayaran yang setimpal. Namun, dengan kekurangan itu, saya akan tetap memberikan 4 bintang untuk Perawan Tak Boleh Pulang karya I Majid ini. Ini adalah novel lokal terbaik yang saya baca tahun ini.  


Perawan Tak Boleh Pulang
Penulis : I. Majid
Penerbit : CV Sinar Pena Amala
Cetakan Pertama, Maret 2021
ISBN: 978-623-6190-25-8


Sunday, 14 March 2021

Abdullah Harahap dan Buku Kumpulan Budak Setan

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan kumpulan cerpen yang menarik berjudul Kumpulan Budak Setan.

Suka banget sama cover-nya, aura horornya kerasa 😆😍

Bukan, ini bukan buku karya Abdullah Harahap. Awalnya saya tertarik membaca buku ini justru karena melihat nama Eka Kurniawan adalah salah satu penulis dari cerpen di buku ini. Buat yang belum tau, Eka Kurniawan adalah penulis lulusan Fakultas Filsafat Universitas Gajah Mada yang punya sederet prestasi mengagumkan di kesusastraan Indonesia. Buku-bukunya bahkan sudah banyak diterjemahkan ke berbagai bahasa.

Buku Kumpulan Budak Setan terdiri dari 12 cerita pendek dari 3 orang penulis. Yang unik adalah genre yang diambil. Gabungan antara horor dan kisah senonoh. Hubungan badan juga menjadi hal utama dalam penggerak cerita.

Oiya, buku ini berlabel dewasa. Jadi buat kamu yang di bawah umur dilarang membaca buku ini.

Ternyata, usut punya usut, ketiga penulis pada buku ini memiliki keterikatan yang sama dengan Abdullah Harahap. Jadi, mereka melakukan proyek membaca ulang buku-buku Abdullah Harahap, dan menulis cerpen-cerpem horor ini di tahun 2008. Dan akhirnya diterbitkan oleh GPU pada tahun 2010. Sehingga bisa dibilang, buku Kumpulan Budak Setan ini adalah persembahan untuk Abdullah Harahap. 

Abdullah Harahap


Saya tumbuh bukan di era kejayaan Abdullah Harahap, sehingga nama ini agak asing di telinga saya. Dari berbagai sumber, saya dapatkan informasi ternyata penulis ini dikenal dengan novel horor picisan di tahun 1970-1980. Status picisan ini lebih karena dianggap buku-buku beliau di luar kualitas sebuah karya sastra, karena lebih menjadikan bersetubuh sebagai bagian utama di ceritanya.

Saya pribadi belum pernah membaca satupun karya Abdullah Harahap, jadi saya tidak bisa memberikan pandangan subjektif atas tulisannya. Hanya bisa menduga-duga dari ceritanya yang seputar arwah penasaran, manusia jadi-jadian, atau percintaan dengan siluman. Mengingatkan saya dengan jenis-jenis film horor Suzana yang sempat hits di tempo dulu.

Namun, pada masanya buku-buku Abdullah Harahap sangat banyak peminatnya. Betapa pun orang bilang itu hanya karya stensil kacangan, karya beliau selalu laku di pasaran. Mungkin karena tema yang diangkat sangat merakyat dan selalu kental dengan nuansa lokal. Bisa dibilang ia adalah salah satu penulis cerita horor paling produktif di Indonesia.

Cerita Stensil Masa Kini

Kalau dulu tren ini dulu dikenal dengan novel-novel bercover wanita seksi, sekarang tren yang sama muncul kembali dengan media yang berbeda. Sekarang sarang cerita stensil lebih banyak di paltform menulis online, salah satunya wattpad. 

Banyak cerita-cerita di wattpad sekarang yang banjir pembaca justru yang mengedepankan kisah 17++. Padahal banyak juga cerita-cerita berkualitas lainnya, tapi sayang tenggelam dengan cerita dengan konten dewasa.

Ini memunculkan sebuah pertanyaan menggelitik di kepala saya, lebih baik karya bagus dan keren tapi tidak banyak pembaca, atau karya tipikal dengan label 'sudah dibaca jutaan kali di wattpad'? 

Buku Kumpulan Budak Setan  


Kembali ke buku Kumpulan Budak Setan, terlepas dari tema yang diusung, saya cukup menikmati dan merinding membaca kumpulan kisah ini. Cerita horornya kotor, beberapa membuat jijik, tapi saya suka dengan diksi yang dipakai, seperti ini:

Perjanjianku dengan setan menyeret kepada semesta lain yang sebelumnya tidak pernah kujamah. Ia membangun kehendak-kehendak yang tidak kukenali. Hasrat nista untuk diperlakukan semena-mena. Perempuan itu menulariku dengan penyakitnya. Timbul pertanyaan-pertanyaan yang tak berani aku ajukan namun terus menggelitikku. Bagaimana ia sampai disini, bagaimana seonggok makhluk mengerikan, serta mengapa, dengan cara apa, ia menjijikkan sekaligus menyedotku? Hal-98

Favorit saya adalah salah satu karya Intan Paramaditha berjudul Pintu. Cerita sebuah Mercy Tiger keluaran tahun 1982 yang berpenunggu, sehingga menyebabkan ditemukannya pemiliknya meninggal tanpa baju sehelai pun di dalamnya.

Jadi, tentu saja 4 bintang untuk buku Kumpulan Budak Setan.

Kumpulan Budak Setan
Penulis : Eka Kurniawan, Intan Paramaditha, dan Ugoran Prasad
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-3364-9
174 halaman
Cetakan Februari 2010
Baca di Ipusnas
(Foto Canva edited by me)
Membaca buku Kumpulan Budak Setan ini membuat saya penasaran dengan buku Abdullah Harahap. Mungkin suatu saat saya juga akan mencoba membaca karya beliau. Bagaimana denganmu, apakah sudah kenal dengan karya-karya Abdullah Harahap sebelumnya? 

Saturday, 6 March 2021

Kumpulan Kisah Kelam pada Buku The Cringe Stories


Halo semuanyaa... 

Tidak terasa ternyata sudah cukup lama juga saya tidak menayangkan tulisan berlabel KUMCER. Bukannya karena tidak membaca lagi buku-buku kumpulan cerita, baik fiksi maupun non fiksi, tapi sepertinya saya jarang sempat mereview di sini. Bilang aja males, Ca... 😆😅

Padahal membaca kumcer itu menjadi favorit tersendiri bagi saya yang kadang susah meluangkan waktu untuk membaca. Kalau jadwal sedang padat-padatnya dengan urusan keluarga dan pekerjaan, saya biasanya lebih suka membaca kumcer dari pada novel. Karena dengan membaca kumcer, saya bisa suka-suka membaca sesempatnya tanpa khawatir kehilangan feel seluruh cerita. Saya juga tidak perlu merasa bersalah kalau tidak menyelesaikan sebuah buku.

Kumcer juga lah yang menyelematkan saya dari reading slump dulu setelah lama tidak berhasil menamatkan satu buku fiksi pun hampir bertahun-tahun di tahun 2014.

Baca juga postingan buku kumpulan cerpen: 

Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan sebuah buku kumpulan cerpen menarik karya Rijo Tobing yang berjudul The Cringe Stories. Bukunya tidak tebal, hanya 165 halaman dan terdri dari 9 kisah. Porsinya pas sekali buat saya yang suka mencari bacaan selingan di sela-sela kesibukan. 

The Cringe Stories Rijo Tobing

Blurb 
Tak ada yang setajam bilah
Menyemblih bak kata-kata
Menguak isi hati terdalam
Membongkar tabiat dan senyuman
Benak dan kalbu siapa yang duga
Semua laku ditunjukkan tangan 

Sesuai judulnya, kisah-kisah yang disajikan membuat kita bergidik dan mengernyitkan dahi. Bukan, bukan karena isinya cerita horor. Tapi karena isu yang diangkat.

Sisi Kelam Manusia

Dari 9 cerita, memang ada satu cerita yang nuansanya cukup horor berjudul Suara. Walaupun kita dibuat bertanya-tanya, apakah memang keluarga yang sudah mati itu datang atau hanya perasaan keluarga mereka saja.
Sisanya, buku ini lebih menganggambarkan sisi kelam manusia. Perasaan kesepian, cemburu, balas dendam, dan berbagai perasaan negatif lainnya yang memunculkan reaksi kelam, bahkan cenderung jahat.

Buku ini menggambarkan, bahwa memang kehidupan di dunia ini tidak melulu dihuni oleh orang-orang baik hati. Bahkan saat kita berbuat baik, belum tentu kita juga akan mendapatkan balasan kebaikan juga. Seperti pada sebuah cerita favorit saya pada buku ini yang berjudul Handphone. Mengisahkan tentang seroang anak kecil yang ingin berbuat baik pada anak-anak ojek payung, tetapi malah berakhir dengan menyedihkan.

Buku Indie

Buku ini adalah karya kedua dari Rijo Tobing dan diterbitkan secara indie. Untuk sebuah buku indie, penulisan buku ini cukup rapi walaupun terdapat beberapa tata bahasa yang tidak seharusnya. Namun, itu sama sekali tidak mengurangi keseruan saat membaca buku ini.

Satu-satunya cacat logika yang saya temukan hanya pada sebuah cerita yang berjudul Rekening. Karena ini mengambil tema sebuah karyawan perbankan, yang merupakan makanan sehari-hari saya 😆. Jadi saya cukup tahu kalau membocorkan rahasia bank yang ceritakan di sini harusnya sudah masuk dalam ranah pidana, tapi pada cerpen ini digambarkan kalau itu masuk ke ranah perdata. Terlepas dari cacat logika, ide yang diangkat pada cerita Rekening menurut saya cukup menarik untuk diikuti. 

Baca juga postingan kumpulan cerita nonfiksi di buku: 

Karakter yang Bervariasi

9 kisah pada buku ini mengangkat karakter yang cukup beragam. Mulai dari anak kecil pada cerita Handphone, wanita metropolitan pada kisah Gendut, kakek tua pada kisah Mobil di Pengkolan, sugar baby pada kisah Cermin, dan berbagai karakter lainnya. Semua membentuk harmoni yang menghibur saat dibaca.

Menulis Cerpen

Menulis cerpen selalu memiliki tantangan tersendiri. Dengan batasan kata dan halaman, penulis harus mampu memberikan kejutan menarik pada setiap cerita. Jadi, pada postingan minggu depan, kita akan ngobrol bareng dengan Rijo Tobing membahas tips menulis cerpen. Yeeey! 😁 Sekaligus mengenal lebih jauh, siapakah sosok di balik The Cringe Stories ini.

Jangan lupa buat teman-teman yang ingin menitipkan pertanyaan, feel free tulis di komen yaa 😉

Sampai jumpa minggu depan..

Judul: The Cringe Stories
Penulis : Rijo Tobing
Terbitan Oktober 2020
165 halaman

Tuesday, 15 October 2019

Demonata Series, buku bagus yang tidak kunjung beres dibaca


Siapa di sini yang penggemar Darren Shan? Saya awalnya tau Darren Shan dari buku series tentang vampir yang berjudul sama, Darren Shan. Total ada 12 buku, dan sukses membuat saya hang over saat menyelasikan seriesnya. Pokoknya sukaa pake bangeet.. Baca review saya di sini

Lama berselang, waktu itu ada yang garage sale Domanata Series by Darren Shan ini dengan harga super miring. Tanpa pikir panjang, saya langsung beli satu set yang terdiri dari 5 buku.

Setelah sekian lama mejeng di rak buku, saya akhirnya mengambil buku pertamanya tanpa harapan apa2 dan mulai membaca. Walau di Goodreads nilai setiap bukunya di atas 4, saya tidak berharap apa2 saat membaca karena apa? Karena cover bukunya. Hahahha.. I know, don't judge the book by its cover, tp cover series ini bukannya jenis cover buku2 yang biasa saya baca 😁


 Covernya gambar monster2 jelek kaya gini

Btw, kenapa dinamakan Demonata series? Karena buku ini bercerita tentang selain manusia, ada mahkluk iblis seperti monster yang tinggal di dunia mereka. Iblis2 ini biasa disebut dengan Demonata. Demonata kadang2 bisa menyebarang ke dunia manusia dan menimbulkan kekacauan. Walau hanya bisa menyebrang sebentar, selama di dunia manusia mereka akan membabi buta membunuh manusia, brutal nyaris seperti binantang buas. Di antara demonata yang tidak banyak berpikir dan berperasaan, ada juga demonapta yang pintar dan cenderung culas. Berusaha menipu daya manusia karena tidak ada yang lebih membuat mereka bahagia dari pada melihat penderitaaan manusia (penderitaan tidak hanya dalam siksaan fisik, tapi juga kesedihan, kehampaan kehilangan). Salah satunya demonata yang seperti itu adalah Lord Loss, demonata yang telah hidup ribuan tahun.

Book 1 : Lord Loss
Saat mulai membaca, seperti biasa Darren Shan udah bikin kita korban perasaan karena baru di awal2 buku si tokoh utama yang masih bocah (12 tahun) harus kehilangan seluruh anggota keluarganya yang dibunuh oleh demonata, dan dia harus masuk rumah sakit jiwa tanpa mengerti apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarganya.
What I Think : Apa2an ini bukunya, temponya cepet banget, kenapa Grubbs yang awalnya hanya anak sekolah biasa tiba2 hidupnya jadi jungkir balik karena didatangi iblis yang dikenal dengan nama Lord Loss?


Langsung di situ saya jatuh cinta pada cerita Grubbs seperti saya jatuh cinta sama series si vampir Darren Shan. Bukunya bisa dibilang relatif tipis, tapi banyak banget yang terjadi yang membuat kita ga berenti kaget. Semuanya pelan2 membuka masa lalu leluhur Grubbs yang membuatnya bersinggungan dengan Lord Loss. 4 bintang untuk buku ini.



Book 2 : Demon Thief
Saat saya mulai jatuh cinta dengan kisah Grubbs, buku pertama berakhir dengan sedikit question ending dan betapa kagetnya saya ternyata buku ke 2 bukannya ngelanjutin cerita Grubbs tapi malah ngeceritain orang lain. Argg sebaal. 
Buku ke 2 menceritakan tentang Kernel, anak ajaib yang memiliki kekuatan magis untuk membuka jalan ke dunia Demonata, tempat Lord Loss tinggal. Karakter Kernel bukan tipe yang gampang disukai, ga tipe jagoan, botak agak gendut, ga populer juga. Jadi saya agak malas2an sebenarnya baca buku ke 2 ini. Tapi lama2 kok mulai keliatan Kernel ternyata heroic juga, dan pelan2 mulai suka juga sama ceritanya. Apalagi endingnya lumayan bikin kaget n tidak terduga. Di akhir buku saya jadi sedih n simpati sama Kernel, slowly I start to love his story.. Kasian udah bermasksud baik buat berjuang ternyata malah tetep ga bahagia. Huhu..


Book 3 : Slawter
Buku ke 3 akhirnya balik lagi ke cerita Grubbs, yeeyy!! Seruu. Petualangan Grubbs dengan pamannya saat terjebak di tempat syuting film yang ternyata adalah jebakan Lord Loss untuk menyiksa Grubbs dan pamannya. Beberapa kejutan juga disiapkan Darren Shan di cerita ini, membuat kita ga sabar buat beresin baca. Di buku ini juga awal mulai ketauan ternyata Grubbs punya kekuatan luar biasa untuk melawan demonata.


Book 4 : Bec
Buku ke 4 bukan tentang Grubbs atau Kernel. Aarggg, Darren shan, why you did this to me! 😭😭 


Cerita buku ini tentang remaja bernama Bec, penyihir jaman dahulu kala, yang juga bersinggungan dengan Lord Loss. Tapi entah karena alurnya lebih lambat, atau karena saya kepinginnya baca kelanjutan nasib Kernel atau Grubbs, akhirnya di setengah buku saya menyerah dan sampai sekarang saya belum berhasil menyelasaikan buku ke 4 ini.

Book 5 : Blood Beast
Buku ke 5 akhirny lanjut ke cerita Grubbs lagi yeeey.. Jadi kutukan di keluarga Grubbs yang membuat mereka bersinggungan dengan Lord Loss itu adalah mereka memiliki semacam kelainan gen yang bisa membuat mereka menjadi menjadi manusia srigala. Ketika kelainan itu muncul (biasanya di umur belasan tahun), secara berlahan srigala akan mengambil alih tubuh mereka. Mereka akan menjadi srigala buas sepenuhnya, tanpa ada tanda2 kalau dulu mereka adalah manusia. Itulah yang membuat mereka berhubungan dengan Lord Loss. Lors Loss bersedia membantu agar kutukan itu hilang dengan syarat yang tentu saja sebenarnya tidak menyenangkan. Di buku ke lima ini berisi perjuangan Grubs untuk melawan kutukan itu. 



Book 6 (Demon Apocalypse) & Book 7 (Death's Shadow)
Seperti yang saya sudah ceritakan di atas, saya membeli buku ini sampai buku ke 5 dan betapa terkezut nya saya ternyata series ini belum beres di buku ke 5. Dan bodohnya saya baru ngeh saat menutup halaman terakhir buku Blood Beast.


Yaampun kemana aja bu 😭😭 Nyari2 online kok ya ga nemu lagi yg jual hardbook nya, toko offline apa lagi, karena ini kan udah terbit dari belasan tahun lalu. Apa jangan2 emank Gramedia cuma terjemahin sampai buku ke 5 ya?

Akhirnya purchase english ebook nya, dan cerita berlanjut dengan petualangan Grubbs di buku ke 6 dan ke 7. Serunya masih, nilainya juga saya kasi 4. Malah petualangannya makin seru karena para Demonata mulai nyerbu ke bumi dan banyak korban jiwa. Huhu.. Demonanta ga hanya iblis tricky yang berusaha melakukan tipu muslihat kepada manusia. Tetapi mereka mulai melakukan penyerangan dan ingin menguasai dunia manusia. Di buku ini juga keliatan benang merah antara Grubbs, Kernel dan bahkan Bec.

Book 8 and still counting...
Buku ke 8, pasca demon apocalypse, saya entah kenapa merasa lelah membaca cerita demonata dan berhari2 tidak beranjak dari halaman puluhan buku ke 8..

Jadi intinya apa? Ga ada intinya, hahaha. Mau cerita aja pengalaman pas baca buku Demonata series. Bukan review juga sih, pengen cerita aja 😂 Intinya, ternyata buku bagus juga bisa bikin overwhelmed sampai ga ada minat buat beresin baca ceritanya.

Hmm, ga over juga sih, mungkin nanti2 bakal lanjut baca lagi tapi ga tau kapan 😅

Demonata Series by Darren Shan
1. Lord Loss - 6 June 2005 (5 October 2005 in the US). Terjemahan Gramedia November 2009
2. Demon Thief - 5 October 2005 (7 June 2006 in the US). Terjemahan Gramedia Februari 2010
3. Slawter - 1 June 2006 (1 November 2006 in the US). Terjemahan Gramedia Mei 2010
4. Bec - 2 October 2006 (1 May 2007 in the US). Terjemahan Gramedia April 2011
5. Blood Beast - June, 2007 (1 November 2007 in the US). Terjemahan Gramedia Desember 2011
6. Demon Apocalypse - October, 2007 (1 May 2008 in the US)
7. Death's Shadow - May, 2008 (1 November 2008 in the US)
8. Wolf Island - 1 October 2008 (1 May 2009 in the US)
9. Dark Calling - 1 May 2009 (October 2009 in US)
10. Hell's Heroes - 1 October 2009 (May 2010 in the US)


Sumber gambar friends dari giphy.com karena sekarang lagi rewatch series ini 😂


Wednesday, 31 October 2018

Goosebumps Movie : Boneka Hidup Beraksi Kembali (Bonus wawancara dengan RL Stine)

Selamat datang di thessaliviareza.blogspot.com

Siapa yang hari ini merayakan Halloween? Seru2an pake kostum pasti asik yaa 😁 Saya pribadi sebenarnya tidak merayakan Halloween karena keyakinan yang saya anut. Tapii, mumpung lagi Halloween saya jadi teringat kalau duluu banget waktu masih SD, saya baru tau tentang Halloween ini pertama kali dari buku Goosebumps.

Baca juga postingan nostalgia Goosebumps saya sebelumnya di sini

Siapa di sini yang masa kecilnya dihiasi dengan merinding disko saat baca Goosebumps? 😁
Rasanya dulu itu seram sekali kalau udah mau Hallowen gitu kan, kostum2 seram yang ujung2nya jadi hidup, boneka hidup, tetangga hantu dan banyak hal lainnya. Pas banget juga bulan Oktober 2018 ini rilis film Goosebumps ke 2, Haunted Halloween. Film ini menceritakan karakter legendaris yang sudah muncul di beberapa buku Goosebums sebelumnya, Slappy si Boneka Hidup.

Karru Marri Odonna Loma Molonu Karrano

Jangan berani membacakan mantra itu kalau tidak mau boneka kalian hidup dan menghantui hari-hari kalian.

Boneka Slappy Goosebums

Living Dummy atau dalam buku terjemahannya disebut sebagai Boneka Hidup, pertama muncul di buku Goosebumps ke 7 dengan judul Si Boneka Hidup Beraksi. Lindy bersama saudara kembarnya Kris menemukan sebuah boneka ventriloquis di tempat sampah sebuah rumah yang baru direnovasi dekat rumah mereka. Slappy, nama yang diberikan Lindy kepada boneka itu. Awalnya semua berjalan cukup menyenangkan, Lindy mendapat banyak orderan untuk tampil bersama bonekanya di berbagai acara di sekitar rumahnya, orang2 sangat suka dengan Lindy dan Slappy. Tidak berapa lama setelahnya, Kris juga mendapatkan boneka yang mirip dengan Slappy, Mr Wood. Mr Wood dibelikan ayahnya di toko barang antik dekat rumah mereka karena Kris juga ingin memiliki boneka seperti milik Lindy.  Anehnya, banyak hal-hal menyeramkan terjadi sejak mereka membawa Slappy dan Mr Wood pulang ke rumah mereka. Terutama setelah Kris membaca secarik kertas yang berasal dari kantong Mr Wood, kertas yang ternyata berisi mantra untuk menhidupkan yang tidak terduga.

Boneka Slappy Goosebums


Berdasarkan epilog pada buku Boneka Hidup Beraksi, asal usul boneka ini adalah pada tahun 1800-an seorang penyihir kuno membuat dua boneka dari kayu peti mati curian. Kayu itu relah dikutuk, sangat dikutuk! Dan 2 boneka itu adalah Mr Wood dan Slappy. Dan kata-kata mantra di atas akan menghidupkan mereka.

Boneka Slappy Goosebums

Tampilan cover Si Boneka Hidup Beraksi yang dipinjam di iPusnas

Selain pada buku Boneka Hidup beraksi, Slappy juga telah beberapa kali muncul dalam buku Goosebumps yang lain seperti Si Boneka Hidup Beraksi II dan III, Pengantin si Boneka Hidup, dan Mimpi Buruk Slappy.

Selain di buku, tentu saja yang terbaru, Slappy muncul di film Goosebums. Udah pada nonton?

Boneka Slappy Goosebums


Di kota kecil Wardenclyffe pada suatu hari, dua anak laki-laki bernama Sonny (Jeremy Ray Taylor) dan Sam (Caleel Harris) menemukan sebuah naskah di sebuah rumah kosong yang sebelumnya dimiliki oleh R. L. Stine (Jack Black) berjudul “Haunted Halloween.” Salahnya mereka malah membaca mantra yang menghidupkan Slappy. Tanpa mengetahui kalau Slappy sebenarnya boneka hidup, Sam dan Sonny membawanya pulang ke rumah. Dan mulailah hal-hal aneh terjadi.

Film Goosebumps Haunted Halloween ini sebenarnya tidak menjanjikan cerita yang luar biasa. Tapi bagi pencinta Goosebumps seperti saya, menyenangkan sebenarnya melihat karakter2 pada film Goosebums hidup dan menjadi nyata. Slappy memang tidak semenyeramkan Chucky, tapi tetap saja cukup membuat bergidik. Jalan cerita filmnya cukup ringan untuk bisa ditonton semua umur. Recommeded kok buat ditonton di saat mengisi waktu bersama keluarga 😁

Tapi ada sedikit yang agak mengganjal di hati saya sebenarnya di film ini. Entah mengapa Jack Black yang memerankan RL Stine sama sekali tidak sesuai dengan  bayangan saya dengan RL Stine. Dalam bayangan saya pengarang ini lebih menyeramkan, tirus, mungkin semacam mirip Snape di Harry Potter. Heheh. Dan Jack Black buat saya jauh dari kesan itu, lebih terasa cute and funny malah 😅

Oiya, sebagai bonus, ini ada wawancara dengan RL Stine yang saya dapatkan di buku Si Boneka Hidup Beraksi. Bagi yang belum tau RL Stine itu siapa, klik di sini ya..


Apa yang menginspirasi Anda untuk menulis Si boneka Hidup beraksi?

Sejak dulu saya menganggap boneka-boneka itu menakutkan. Ada kesan tertentu tentang mata mereka yang terbuat dari kayu dan menatap kosng, memandangimu, lalu tahu-tahu menjadi hidup. Seram sekali?

Apakah anda mempunyai boneka ventrilokuis seperti itu? Kalau ya, apakah boneka itu pernah mengatai , mengejar-ngejar atau menyerang Anda?
Saya memang mempunyai satu boneka ventrilokuis. Bentuknya persis seperti saya. Sejauh ini, boneka itu belum pernah mengejar-ngejar atau menyerang saya. Sejauh ini, boneka itu belum pernah mengejar-ngejar atau menyerang saya. Tapi Anda tahu kan, orang-orang sering mengatakan pada saya bahwa anjing selalu bisa merasakan kehadiran hantu-hantu dan makhluk-makhluk jahat sebelum manusia menyadarinya. Nah, anjing saya, Minnie, biasanya sangat tenang dan tidak banyak ribut, tapi dia takut setengah mati pada boneka itu. Dia suka menggonggonginya dan gemetar ketakutan kalau melihat bonek itu! Jadi, sekarang saya suka penasaran, apakah dia tahu sesuatu yang tidak saya ketahui tentang boneka itu..

Slappy adalah makhluk jahat yang ditakuti sekaligus disukai para penggemar. Apa yang membuat dia begitu populer?

Terus terang saja, kita semua suka kepingin bersikap agak jahat dan agak kasar sesekali. Slappy jahat dan kasar SEPANJANG WAKTU. Saya rasa, itu sebabnya para penggemar sangat menyukainya.

Demikian nostalgia Goosebumps kali ini. 

Sampai jumpa lagi 😊

Wednesday, 10 January 2018

Book Hangover with Darren Shan

Welcome to My Wonderful Book Life Blog!

Yang punya hobi membaca, pasti pernah donk mengalami yang  namanya Book Hangover. Apa itu? Biasanya Book Hangover terjadi ketika kita baru selesai membaca buku yang baguuus sekali dan sangat berkesan. Beberapa waktu setelah membaca, ceritanya akan terus berputar-putar di kepala kita serta karkaternya seperti tetap hidup di sekeliling kita. 

Jujur saja, tidak banyak sebenarnya buku yang pernah membuat saya hangover. Salah satunya adalah The Saga of Darren Shan. Buku ini sukses membuat saya seperti hidup di dunia vampir, sampai saya setengah yakin kalau karakter Darren Shan di buku itu benar2 nyata (lebay sih tp namanya juga lagi hangover 😂), dan tidak rela saat menutup lembaran halaman terakhir karena saya masih mau berada di ceritanya. 

The Saga of Darren Shan menceritakan tentang manusia setengah vampir bernama Darren Shan. Buku pertama yang berjudul A Living Nighmare, langsung membuat saya jatuh cinta dan tidak sabar ingin menamatkan seluruh serinya. Karakter Darren Shan yang masih anak-anak digambarkan sangat polos tetapi juga heroic, really easy to loved. Diceritakan bagaimana dia rela melepaskan kehidupannya sebagai manusia untuk menjadi asisten seorang vampir. Padahal dia punya kehidupan manusia yang bahagia loh. Demi apa coba? Demi menyelamatkan teman dekatnya, yang kemudian ternyata mengkhianatinya! Oh, Kan bikin kezel! 😡 12 bukunya membawa kita terombang ambing hidup dalam kehidupan Darren Shan. Mulai dia harus tinggal bersama kelompok sirkus orang-orang aneh (Cirque du Freak), pergi ke gunung vampir, menelusuri lorong-lorong  di bawah kota, danau tempat berkumpulnya orang mati, dan tempat lainnya. Berlahan kita dibawa hidup bersama Darren yang tumbuh pelan menjadi dewasa, karena manusia setengah vampir menua lebih lama dibanding manusia dewasa. Dengen pengalamannya yang beragam, dia seperti tetap terperangkap di tubuh anak-anak. Kasih sayang dan kehilangan, kesetiaan dan pengkhianatan. Ceritanya cukup komplek tetapi tetap bisa dinikmati semua umur. 

"Then I started thinking that what the world really needed was a book that was as fun and easy to read as Goosebumps, but which had some of the darkness and depth of Stephen King"  - Darren Shan

Yang unik lagi, buku ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama oleh penulis yang bernama pena Darren Shan. Jadi (berasa seoalah) cerita ini nyata pengalaman penulis sendiri. Cara bertuturnya ringan seperti Goosebums (karena penulis memang memperoleh inspirasinya dari Goosebums), tebalnya pun kurang lebih sama. Tetapi ceritanya memang lebih kelam dan kadang cukup menyayat hati. Sesuai target marketnya, buku ini memang paling cocok untuk pembaca anak-anak dan remaja. Bagi pembaca dewasa yang lebih suka cerita menantang mungkin buku ini kurang menggigit. Sedangkan buat saya yang suka buku ringan2, ini pas sekali dosisnya. 



Jujur saya tidak rela saat menutup lembar terakhir buku ke-12. Rasanya seperti ditinggalkan Darren setelah berbulan-bulan bersama. Huhuhu.. Sampai sekarang tiap liat yang berhubungan dengan sirkus ingetnya Darren 😄

Saya pertama kali baca seri ini sudah cukup lama, waktu itu pinjaman dari teman saat masih SMA. Saya bacanya hanya buku yang awal-awal seri dan tidak terlalu ingat dengan ceritanya (tetapi saya masi ingat kesan yang ditinggalkannya). Ketika akhirnya berhasil melengkapi ke12 buku dari seri ini, saya baru berani membaca ulang karena saya tidak mau terpotong-potong saat membaca. Dan endingnya itu loh, saya sukaaa banget. Setelah semua yang dilalui Darren, of course he deserves a happy ending. 

Seri ini terdiri dari 12 buku sbb: 
Buku 1: Cirque du Freak-Mimpi Buruk jadi Kenyataan (2000)
Buku 2: The Vampire’s Assistant-Asisten Vampir  (2000)
Buku 3: Tunnels of Blood-Terowongan Darah  (2000)
Buku 4: Vampire Mountain-Gunung Vampir  (2001)
Buku 5: Trials of Death-Ujian Maut (2001)
Buku 6: The Vampire Prince-Pangeran Vampir (2002)
Buku 7: Hunters of the Dusk-Pemburu Petang (2002)
Buku 8: Allies of the Night-Sekutu Malam (2002)
Buku 9: Killers of the Dawn-Pembunuh Fajar (2003)
Buku 10: The Lake of Souls-Danau Jiwa (2003)
Buku 11: Lord of Shadows-Penguasa Kegelapan (2004) 
Buku 12: Sons of Destiny-Anak-anak Takdir (2004)

Warning : Don't you ever judge this book by the Movie!!
Buku ini udah sempat difilmkan tahun 2009. Beberapa buku dijadikan 1 film dengan judul The Vampire Assistant : Cirque du Freak. Tapi waktu nonton filmnya menurut saya kualitasnya jaauuh sekali dari bukunya. Berasa nonton film buget minim dengan efek yang ga banget. Lebih baik ga usah nonton kalau ga imajinasi tentang Darren dan dunianya yang udah dibangun di buku rusak karena liat filmnya 😂


Oiya, selain The Saga of Darren Shan, buku seri fantasi yang sempat membuat saya Hangover juga ada The Maze Runner dan tentu saja buku favorit sepanjang masa, Harry Potter. 
Baca juga postingan tentang Maze Runner dan Harry Potter ya..




Sunday, 22 March 2015

Interview with the vampire by Anne Rice

The Vampire Chronicles
Interview with Vampire karya Anne Rice adalah buku jadul klasik yang pertama kali terbit tahun 1976. Buku ini adalah buku pertama dari buku seri Vampire Chronicles Anne Rice yang terdiri dari buku2 sbb: 

Interview with the Vampire (1976)
The Vampire Lestat (1985)
The Queen of the Damnes (1988)
The Tale of the Body Thief (1992)
Memnoch the Devil (1995)
The Vampire Armand (1998)
Merrick (2000)
Blood and Gold (2001)
Bloockwood Farm (2002)
Blood Canticle (2003)
Prince Lestat (2014)

Buku pertama yang saya baca pada seri ini justru buku ke-3 The Queen of The Damned pada saat saya SMP tahun 2000an. Sudah lama penasaran dgn seri ini dan akhirnya menemukan salah satu shop online yang menjual buku pertamanya, Interview with The Vampire. 
Buku yang saya baca adalah used book yang terbit 20 tahun yang lalu (cetakan ke-2 April 1995) versi terjemahan dengan judul Wawancara dengan Vampir diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. 

The Summary and Review
Buku ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Daniel yang mewawancarai seorang vampir yang telah berumur 200an tahun. Wawancara cuma berlangsung 1 malam, tapi cukup untuk sang vampir menceritakan hampir seluruh perjalanan hidupnya. Vampir yang diwawancarai bernama Louis de Pointe du Lac. Dia dulunya bisa dikatakan bangsawan yang hidup pada tahun 1800an di salah satu kota di perancis yaitu New Orlens. Tapi kehidupannya berubah kita adik laki2 kesayangannya meninggal dunia. Louis seperti dihantui perasaan bersalah dan mimpi buruk. Sampai pada suatu hari, seorang vampir menghisap darahnya dan mebiarkannya dalam keadaan sekarat. Louis yang terpesona dengan kesempurnaan sang vampir dan sudah tidak sanggup menjalani kehidupannya yang biasa akhirnya membuat kesepakatan. Loius akan menyediakan tempat berlindung untuk mereka asal sang vampir mau menjadikannya vampir juga. Vampir yang kemudian diketahui namanya adalah Lestat de Lioncourt akhirnya berbagi keabadiannya dengan Louise dengan cara menghisap semua darah Louise dan kemudian menggantinya dengan membiarkan Louis meminum darah vampirnya. 
Disitulah bermula kehidupan Louis dan Lestat yang penuh intrik. 
Sebenarnya inti dari ceritanya cukup sederhana. Louis diubah menjadi vampir oleh Lestat - Lestat melakukan segala cara agar Louis tetap di sisinya - Louis akan meninggalkan Lestat - Lestat merubah anak berumur 5 tahun menjadi vampir agar Louis 'terpaksa' merawat anak vampir mereka sehingga mencegahnya untuk pergi - daan seterusnyaa..
Walau ceritanya tidak komplek, tetapi ceritanya sangat kaya akan pendalaman karakter. Deskripsi karakter dan lingkungan dijelaskan dengan sangat detail dan deskriptif. Bagi yang tidak suka  penjabaran yang detail mungkin akan merasa beberapa bagian membosankan.
Digambarkan bagaimana karakter Lestat yang egois, tidak memiliki kepedulian dengan manusia yang menjadi korban2nya, sok kuasa, senang menghambur2kan harta Louis tetapi dilain pihak juga seperti memiliki misteri. Lestat sepertinya juga memiliki sisi manusiawi karena dia menjaga bapaknya yang buta sampai akhir hayatnya. Padahal diceritakan bapaknya pernah membuat Lestat sangat kecewa dan sakit hati. 
Sedangkan Louis digambarkan sebagai seorang pemuda yang sangat tampan, terpelajar, memiliki rasa manusiawi yang tinggi sehingga di dalam hatinya selalu ada pergolakan batin bahwa dia adalah makuk terkutuk karena harus hidup dengan membunuh setiap harinya. 
Hubungan Louis dan Lestat pun digambarkan sangat kompleks, karena penuh dengan pergelokan perasaan. Beberapa kali Louis berniat meninggalkan Lestat karena sikapnya yang semena2, tetapi Lestat selalu mengatakan bahwa banyak hal tentang vampir yang Louis tidak tahu dan dia tidak akan bisa bertahan tanpa Lestat bersamananya. Sedangkan Lestat tentu saja membutuhkan Louis untuk hidup dalam penyamarannya sebagai 'manusia biasa'. Seperti kata Claudia, anak vampir cantik mereka, dengan Lestat bersama mereka, mereka merasa Lengkap.
Ini dia penampakan bukunya, not bad lah kondisinya buat buku yang umurnya udah 20 tahun..




The Movie
Buku ini telah difilimkan pada tahun 1994 dengan judul yang sama. Film ini bisa dikatakan bertabur bintang karena dibintangi oleh Brad Pitt (Louis), Tom Cruise (Lestat), Antonio Banderas (Armand - tetua vampir yang pernah ditemui Louis dan Claudia -), dan Kirsten Dunst (Clauida). Alur cerita pada buku diceritakan dg sangat baik pada filmnya, tetapi pergolakan batin dan perasaan2 para tokoh yang dirasakan sangat mendalam pada bukunya sayangnya tidak cukup tergambarkan di filmnya. Beberapa plot juga ada yang berbeda, seperti Louis yang digambarkan kehilangan anak dan istrinya (di buku kehilangan adiknya), Claudia yang berumur 12 tahun (di buku 5 tahun, mungkin susah nyari pemeran untuk mengeluarkan karakternya kalau 5 tahun. Hehehe). 


Sunday, 30 November 2014

Spora by Alkadri

(Spoiler alert)

"Spora, sebuah novel horor. Alkadri" begitu tulisan pada sampul bukunya. Covernya pun cukup menarik buat sebuat novel horor. Jujur saat mulai membacanya, saya berusaha menebak2 kira2 ini tentang "horor" yang seperti apa.  Apakah horor hantu, thriller pembunuhan, atau zombie, dll. Setelah setengah membaca akhirnya ketauan ternyata ini ceritanya tentang horor orang yang menjadi semacam zombie karena ada spora yang masuk ke tubuhnya dan menyebabkan kematian.. Maapkan jd agak2 spoiler karena sulit menceritakan cerita di bukunya tanpa agak2 nyerempet nyeritain ceritanya. Hehehhe..

Cerita awalnya dibuka tentang beberapa anak SMA anggota KIR yang baru pulang dari sebuah acara di Brazil. Begitu sampai di sekolah, beberapa orang menginap di sekretariat KIR di sekolah. Salah seorang dari mereka menemukan tas berisi botol dg cairan aneh...

Bab berikutnya menceritakan tentang pemeran utamanya, Alif, seorang siswa di SMA yang sama yang menemukan sebuah mayat pagi2 di sekolahnya, mayat dengan kepala yang hancur lebur.. Dan ditemukannya mayat dengan kepala yang hancur disekolahnya tidak terjadi sekali... Akhirnya Alif berusaha mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, apa yang menyebabkan kematian yang menyeramkan itu.. 

Jadi, mari kita mulai menceritakan pandapat saya tentang buku ini yaaa, dimulai dengan hal positifnya (awalilah semuanya dengan kebaikan ceritanya. Hehehe :) Buku ini mengangkat ide yang kreatif menurut saya cukup berani untuk seorang penulis baru Indonesia. Semantara banyak pengarang Indonesia lain baru biasanya mengambil gendre romantis atau komedi (gendre yang menurut saya almost never fail, sebiasa apapun bukunya tetap aja banyak peminatnya), buku ini mengambil gendre horor zombie.. Ceritanya pun bisa membuat saya tanpa kesulitan bertahan sampai menyelesaikan bukunya.. 

(Nulis review tp baru inget blm ngefoto bukunya, scroll2 foto di hp nemunya foto si cantik lg (pura2) baca.. Hehehe..) 

Next, hal2 yang menurut saya perlu diperbaiki dr buku ini : 
1. Hal yang paling greget pas baca nya itu adalah "kenapaaa siiih editornya banyak bgd ngelewatin hal2 yang perlu di edit.." Mulai dari tdk menjelaskan kepanjangan dari sebuah akronim yang banyak digunakan (ga semua orang tau KIR itu apa loh, kaya saya masa harus googling dulu pas bacaa >.<), masa Alif kadang manggil nya ibunya dengan panggilan ibu kadang malah mama, kelas sekolahnya kadang disebut 10,11,12 kadang malah disebut kelas 1,2,3 Sma, dan masi ada beberapa lagi yang lainnya.. So please, lain kali pake editor yang lebih oke donk Alkadri.. Sayang kan ceritanya oke tapi banyak yang kelewat.. 
2. Ceritanya menurut saya terlalu simple buat sebuat thriller dewasa, tapi terlalu sadis dan vulgar buat jadi bacaan anak2.. Padahal klo dengan tipe ceritanya Alakadri dibuat jadi novel gendre anak2 SD remaja kayanya lebih oke, karena bahasanya yang ringan dan ceritanya yang tidak terlalu kompleks. Klo ini kaya agak nanggung n maksa buat level yang lebih dewasa.
3. Terdapat beberapa bagian cerita yang kalau diceritakan lebih detail n menyentuh akan bisa menjadi nilai tambah loh.. Terutama buat bagian endingnya yang menurut saya udah bagus, tapi karena narasinya ga terlalu menyentuh malah jadi antiklimaks..

Okee, sekian dulu pendapat saya tentang  buku ini yaa.. Sukses terus Alkadri.. 

Thursday, 24 July 2014

Goosebumps by RL Stine

Postingan kali ini adalah postingan dalan rangka mudik ke kampung halaman pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.. :) Mudik ke kampung halaman berarti waktunya nostalgia, termasuk bernostalgia buku, buku yang dulu sempat menjadi favorit saya, GOOSEBUMPS!

Here are some of my dusty Goosebumps collections I found (sisanya ga tau ada dimana.. T.T) : 
Goosebumps RL Stine

Review Goosebumps

Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebumps (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku jg. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. 

Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land). 

Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya. ^^ Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerota yang kita putuskan sendiri. Jadi setiap halaman ada catatan kaki, misalnya saat kita sedang dikejar srigala, buka halaman 5 untuk lari ke jembatan atau buka halaman 11 untuk lari ke gunung. Jadi kita sendiri yang akan menentukan nasib kita sendiri.. Hehehe.. 

Semua buku2 Goosebumps menceritakan dengan sudut pandang orang pertama, bahasanya ringan, tanpa gampar kecuali pada covernya, dengan halaman 100an lebih dikit dan tulisan yang cukup besar. Cerita-cerita Goosebumps walaupun cerita horor, tidak pernah menampilkan kekerasan & kesadisan, percintaan, dan walau kadang permasalahaan cukup pelik (buat anak2), tidak pernah ada benar2 mati. Tokoh2 buku juga sebagian besar adalah berumur 8-12 tahun.

Menurut saya (saya sekarang n saya yang masi kecil dulu) cerita horornya adalah tipe horor yang bagus tapi tidak terlalu seram. Entah karena sebagian hantunya adalah hantu luar negri seperti manusia serigala, mumi, drakula, monters dll. Walau tetap ada beberapa cerita Goosebumps yang menyeramkan n cukup membuat saya takut ke kamar mandi waktu dulu.
Jadi buku ini sangat cocok untuk anak-anak, apalagi anak2 yang sedang tahap move on dari buku cerita bergambar ke novel. (Inget dulu bangga sekali waktu SD bisa menamatkan Goosebumps, berasa udah dewasa. Heheheh). Namun demikian buku ini juga cocok untuk orang dewasa yang ingin bacaan ringan dan horornya lain dari pada yang lain. Atau orang2 dewasa yang ingin bernostalgia seperti saya. :)


Goosebumps & My Life 

Buku Goosebumps pertama kali saya baca saat saya kelas 3 SD dengan judul Topeng Hantu. Buku ini menceritakan tentang seorang anak yang ingin menjadi paling menakutkan saat Hallowen, sehingga dia membeli topeng yang sangat seram. Awalnya sangat menyenangkan karena banyak anak-anak lain ketakutan dengan topengnya, tapi masalah mulai muncul saat ketika topengnya tidak bisa dilepas dan merubahkan menjadi Monster.. 

Sejak saat itu, saya dan kakak saya yang juga hobi membaca mulai mengoleksi Goosebums. Setiap berkesempatan ke kota Padang, kami akan mampir ke Gramedia untuk membeli Goosebums. Kalau kami membeli lebih dari 1 buku, maka begitu sampai rumah akan segera membaca secara bergantian. Kalau kebetulan cuma membeli satu buku, maka kami akan membaca berdua. Bukannya mau sok kompak, tapi ga ada yang mau ngalah buat baca belakangan. Hehehe..

Beli n baca buku Goosebumps berlanjut sampai saya SMP dan berhenti saat saya  SMA. Saat SMA buku sejenis yang masih saya baca adalah Animorph dan Fear Street. (Maybe later I'll review this book). 
Saat saya kuliah, pada tahun ke3 saya kerja praktek (KP) ke salah satu perusahaan minyak terbesar di Riau. Saya dan teman KP di sana tinggal di komplek perusahaan yg lengkap sekali fasilitasnya, salah satunya adalah library. Dalam rangka mengisi waktu luang, saat teman2 lain memilih nge gym, saya memilih ke perpustakaan dan saya menemukan kebahagiaan di sana (lebay mode on ^^). Karena di sana penuh dengan buku2 masa kecil saya, mulai dari Goosebumps, Road Dahl, komik2 Kotaro, dll. Novel2 di sana hampir semuanya adalah berbahasa inggris terbitan luar. Termasuk saya menemukan buku2 cerita sepanjang jaman seperti Alice in the Wonderland yang sampulnya sampul kulit! Pas liat tahun terbitnya itu tahunnya bahkan sebelum Indonesia merdeka. Rasanya seperti menemukan harta karun! Andai saya bisa membawa perpustakaan itu pulaaang.. >.<

Okay, back to Goosebumps. Di sana akhirnya saya membaca lagi banyaak sekali buku Goosebumps dari versi aslinya yang berbahasa Inggris. Karena saya bukan penghuni tetap di sana, saya hanya diperbolehkan membaca di tempat. Sehingga hampir sebagian waktu pulang KP saya habiskan di sana. 

Total sampai sekarang saya sudah membaca cukup banyak Goosebumps, belum semua tapi sepertinya sudah 50an lebih.. Goosebumps yang menjadi favorit saya adalah Helloween Tanpa Kepala. Cukup menyeramkan untuk sebuah Goosebumps, dan twisted ending nya menurut saya sangat membuat merinding.. 

Where to find

Bagi teman2 yang penasaran dengan Goosebumps, atau bagi yang ingin bernostalgia, sekarang bisa baca gratis di aplikasi perpustakaan digital. Kalau ingin membeli bukunya, karena sudah tidak dijual di Gramedia, bisa di beli di beberapa shop online atau di bursa buku murah di Plaza Semanggi lantai atas dan di Blok M. Walaupun sebagian besar yang dijual dalam bentuk buku bekas.. 

Update: Sekarang Goosebumps udah terbit lagi dengan cover baru. Jadi kamu bisa cari di toko-toko buku terdekat.

Sekian nostalgia malam ini. 
Selamat Idul Fitri :)

Malam Takbiran 2014
From Solok with Love

(Behind the scene: ada anak cantik yang pengen ikutan eksis. Ekspresi bingung liat mamahnya foto2in buku. Hehehe.. ^^)