Showing posts with label Talitha. Show all posts
Showing posts with label Talitha. Show all posts

Sunday, 9 October 2022

Talitha dan Buku 2022

Halo semuanya! Karena mama icha lgi sibuk, sekarang aku yang akan nulis blog😁.
Sekarang aku akan cerita tentang buku yang aku sudah baca.

Hi, aku Talitha!


1.Berapa buku yang aku udah baca di tahun ini📘?
Sekitar 40an.

2.Biasanya baca buku apa🤷‍♀️?
Seringnya aku baca komik seperti komik next g dan komik demon slayer, kadang kadang baca buku novel juga sih.

3.biasanya baca buku fisik atau baca e book👨‍💻?
Dulu aku biasanya baca buku fisik tapi sekarang baca e book.

4.E book apa yang biasanya dibaca👩‍💻?
Komik Demon slayer Kimetsu No Yaiba.Tentang pembasmi iblis yang membasmi iblis di malam hari.

5.Tau komik Demon Slayer dari mana sih👺?
Aku tau komik demon slayer karena waktu itu pas lagi nyari nyari film di cathplay, karena awalnya tau dari film tapi karena di filmnya belum ada lanjutannya jadi lanjut di komik.
Soalnya aku sudah nonton semua filmnya yang udah terbit, jadi papa nawarin aku buat lanjutinnya di komiknya😊.

Demon Slayer, 
Film dan komik favorit aku sekarang


6.Siapa sih karakter favorit di demon slayer💁?
-Tanjiro, karena dia karakter utama paling kuat.
-Nezuko, adiknya Tanjiro yang cantik, baik, dan kuat walaupun dia iblis.
-Sabito,karena dia membantu tanjiro memasuki ujian terakhir, dan ujian terakhirnya adalah melawan iblis besar dengan puluhan tangan.
-Yorichii, karena dia orang pertama yang mempunyai kekuatan matahari yaitu kekuatan paling kuat walaupun dia sudah tiada lebih dari 300an tahun yang lalu
-Tomioka, karena paling jago antara hampir semua pembasmi iblis.
-Tamayo, karena dia jago membasmi iblis walaupun dia itu iblis yang tidak ikut dengan muzan, muzan itu adalah iblis yang memimpin semua iblis jahat.

Tanjiro dan Nezuko


7.Apa bagian favorit yang ada di demon slayer🤔?
-Saat Tanjiro dan Uzui sedang melawan Gyutaro, dan Zenitsu dan Inosuke sedang melawan Daki yaitu 12 bulan iblis, dan Tanjiro serta kawan kawannya berhasil melawannya.
-Setiap saat Zenitsu nangis ketakutan atau saat Zenitsu melihat Nezuko karena Zenitsu suka dengan Nezuko.

8.Udah pernah baca buku/e book yang bahasa inggris belum🙎‍♀️?
Pernah yaitu, Demon slayer di e book, itu doang sih seingat aku.

9.Kalau kamu jadi salah satu character demon slayer, kamu mau jadi apa🦸‍♀️?
Aku pengin jadi Yorichii.

10.Kenapa sih suka membaca buku📖?
Karena saat tidak ada gadget aku membaca buku untuk memenuhi aktivitasku.

11.Kamu suka ke perpus ga🏢?
Iya aku suka, karena rame sekali perpusnya, dan buaanyak bukunya! Aku biasanya ke perpus sekolah tapi kadang kadang aku ke perpus nasional bersama keluarga!

12.Kamu biasanya baca buku apa di perpus📚?
Aku sih sukanya baca buku komik seperti komik next g atau komik/novel kkpk (kecil-kecil punya karya)

Sampai disini dulu yaa. Nanti kapan kapan aku nulis lagi di blok mama icha🤗😚. Kalau om dan tante punya pertanyaan atau komen, komen aja di kolom komentar.
Sampai jumpa lagi😁!

With love,
Talitha 9y💖


NB: semua ditulis Kakak Talitha, dengan beberapa pertanyaan dari Mama Ica. Mama Ica cuma bantu masukin foto2 aja. Btw, aku baru ngeh juga ternyata Titha tahun ini udah ngalah2in Mama Ica yg baru namatin 20an buku. Gimana, Talitha udah cocok jadi blogger belum guys? 😁 Baca juga tulisan tentang Talitha lainnya di sini.

Sunday, 11 October 2020

Ketika Anak Berkarya Selama Pandemi

Kamu ngerasa ga tahun 2020 ini berlalu sangat cepat? Sejak Maret saat kasus Covid pertama, tau-tau tinggal dua bulan lagi udah mau ganti tahun. Selama itu juga saya nemenin anak-anak yang #diRumahAja. Anak sulung saya, Kakak Titha, waktu awal pandemi masih kelas 1 SD, sekarang tau-tau udah mid semester 1 kelas 2 SD. Time flies so fast.. Selama pandemi, Titha full belajar di rumah. Dia juga nyaris ga kemana-kemana. Keluar rumah cuma main di teras atau ke rumah neneknya yang tidak begitu jauh dari rumah kami. 

Punya anak yang menghabiskan semua waktunya di rumah sebenarnya cukup challenging juga. Terutama untuk menyiapkan kegiatan agar dia ga bosan. Sebenarnya kalau dikasi HP dia ga bakal bosen sih, hahaha 😂 Tapi si Mama Ica ini sok idealis, ga ngebolehin anak-anak pegang gadget terus-terusan. Titha dan adik-adiknya baru boleh magang gadget kalau udah malem dan saat weekend. Yagitu akhirnya yang bingung ya mamanya sendiri buat ngisi free time anak-anak biar mereka ga bosen 😆
 
Dulu selama sekolah, Titha biasanya nyampe rumah hampir jam 3. Nyampe rumah tidur siang, mandi sore, makan malam, udah deh free time. Nah kalau sekarang, dia punya free time dari jam11 setelah beres zoom sekolah. Saya udah ikutin dia les online mulai dari kelas mengaji sampai kelas hip hop, tapi tetap aja free time-nya masih banyak yang perlu diisi kegiatan lain.

So far saya udah banyak ngasi kegiatan, mulai dari nge-supply banyak buku bacaan dan buku aktivitas, bikin squishy homade, bikin pajangan dari clay, ngejahit boneka dari kain flanel, main cat-cat tangan, main monoply deal, UNO, bersepeda dan banyaak lagi yang lain. Selain itu Titha juga suka nulis-nulis cerita di buku atau coret-coret bikin komik. 

Beberapa bulan yang lalu saat mau liburan kenaikan kelas, atas tawaran salah seorang guru di sekolahnya, akhirnya Titha ikut program menulis. Temanya adalah membuat tulisan tentang hal yang berkesan tentang guru di sekolah. Waktu saya tawarin, Titha tentu aja semangat ikut, apalagi sejak suka baca KKPK, Titha udah suka nulis-nulis cerita sendiri. Wah lumayan nih, buat ngisi waktu sekaligus bisa berkarya kan..

Baca juga : 
  • Bacaan aman buat anak-anak yang disukai Titha di sini
  • Postingan pertama tentang Titha dan buku pertamanya 6 tahun yang lalu di sini
  • Titha menjadi anggota perpustakaan di sini

Titha memilih menulis pengalamannya pada hari terakhir di kelas 1. Ini pengalaman berkesan buat dia karena waktu itu perpisahan kelas 1, Titha sampe nangis di zoom saking kangennya dengan suasana sekolah. Apalagi Bu Guru nayangin kolase foto-foto selama mereka bersama di kelas 1..

Foto dan video yang ditayangkan ibu guru di Zoom membuat aku kangen sekali dengan ibu guru dan juga teman-teman. Tidak terasa aku jadi menitikkan air mata karena rindu - Hal 59

Cerita yang ditulis Titha kemudian dikumpulkan dengan cerita 13 anak lainnya dan dibukukan oleh pihak sekolah. Anak-anak yang menulis itu rentangnya dari kelas 1 sampai kelas 4 SD. Saya tidak mengira, di umurnya yang baru 7 tahun Titha sudah menelurkan karya yang dibukukan. I'm really proud of her 😍💖

Ini penampakan bukunya, judulnya adalah Guruku yang Kurindukan


Judul : Guruku yang Kurindukan
ISBN : 978-623-6585-72-6
Penerbit : SIP Publishing
Halaman : 94 halaman

Proses penulisan buku ini bisa dibilang lumayan panjang juga. Apalagi kan anak-anak baru pada belajar nulis, jadi memang butuh waktu buat mereka mencari ide dan kemudian menuliskannya. Titha sendiri karena belum mahir mengetik di laptop, ceritanya ditulis di kertas. Saya yang kemudian mengetik dan menyuruh Titha baca kembali kalau ada yang ingin ditambahkan. Di proses menulis ini, Titha belajar tidak hanya tentang bagaimana menuangkan ide ke sebuah cerita, tetapi dia juga belajar menulis dengan tata bahasa dan tanda baca yang baik. Walaupun masih jauh dari sempurna, setidaknya ini bisa menjadi latihan Titha dengan tanda titik, koma, tanda kutip untuk percakapan dan huruf kapital.

Draft awal tulisan Titha

Setelah draft cerita dikirim, cerita melalui proses editing dan kemudian baru naik cetak. Begitu akhirnya bukunya di tangan, Titha excited banget, "Ini dream comes true banget, Mama" kata Titha sampai teriak-teriak seneng. Saya dan suami yang liat sampai ikut seneng luar biasa. Hehe 😍😍 
Special thanks buat Bu Lina, Bu Guru di sekolah yang merealisasikan mimpi Titha dalam menerbitkan buku 💖💖


Semoga buku ini bisa menjadi jalan  Titha untuk menjadi anak yang lebih produktif dalam berkarya..


Karya Titha ❤❤


Lengkap dengan foto Titha di profile penulis


Oiya, sebelum saya tutup, saya mau tulis puisi yang dituliskan Titha di buku ini : 

Guruku Tersayang
Kamu pahlawanku
Semoga kita bisa bertemu lagi
Terima kasih. Ibu guruku tersayang
Terima kasih sudah mengajariku macam-macam
Terima kasih sudah memberikan ilmu berharga

Kalau anak-anak kamu, ada kegiatan apa aja selama pandemi ini? Share di komen yaa, biar bisa jadi ide main saya bersama Titha dan adik-adiknya juga 💖💖

Wednesday, 16 September 2020

Illustrated Book

Menurut kamu, apa sih yang bisa dinikmati dari sebuah buku?

Pada awal kenalan akrab dengan buku, saya lebih banyak membaca buku novel yang nyaris tidak ada gambarnya. Bahkan saat masih kecil pun, pasti saya memilih membeli novel, bukan komik. Soalnya dulu saya mikirnya sayang kalau beli buku yang isinya banyak gambarnya, karena baru baca sebentar pasti udah beres bacanya. Jadi hanya hanya bisa menikmati bukunya sebentar. Apalagi saya dulu kalau mau beli buku harus bela-belain menyisihkan uang jajan, jadi ga mau rugi aja gitu 😅

Itu dulu...

Makin ke sini, saya makin ngeh kalau buku tidak hanya bisa dinikmati kata-katanya, tetapi juga keindahan ilustrasinya. Apalagi sejak saya mulai kenalan dengan buku berilustrasi sangat ciamik. Sebut saja ada bukunya Diana Rikasari, Love is series karya Puuung, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini, Diary of Wimpy Kid, belum lagi juga ada buku Harry Potter seri illustrated.

Baca juga 

Selain buku-buku dewasa, juara ilustrasi memanjakan mata tentu saja banyak di buku anak. Itulah yang bikin saya sering kalap beli buku anak. Salah satunya di buku koleksi Titha ini, Stories of the Seasons.

Berawal dari Titha yang mulai sering nanya, summer itu apa, winter itu apa? Kenapa di Jakarta ga ada winter dan pertanyaan seputar musim lainnya. Pas banget seoarang teman menjual buku tentang musim ini di jastip BBW. Pas bukunya datang, really over my expectation 😍. Total ada 4 cerita di buku ini. Tadinya saya kira bukunya hanya membahas tentang musim seperti jenis musim dan ciri-cirinya. Ternyata kisah tentang musim di sini di bungkus bak cerita dongeng. Misalnya pada cerita pertama, dikisahkan tentang titik hujan yang awalnya tinggal bersama teman-temannya di awan. Setelah itu dia turun ke bumi dan masuk ke dalam tanah, sampai akhirnya ia kembali menguap dan tinggal di awan lagi. Penjelasannya yang seperti dongeng memudahkan sekali buat Titha mengerti siklus air.
Belum lagi kualitas kertasnya yang bagus, sampulnya hard cover kualitas bagus, gambarnya ga usah ditanya deh bagus banget. Saya aja sukaaa banget sama ilustrasinya 😍
Di antara buku-buku Titha yang lain yang ilustrasinya juga bagus, saya memilih menampilkan buku ini karena disetiap ilustrasinya ada pengetahuan yang diceritakan tanpa membuat anak merasa sedang belajar.

Cover depannya yang ciamik, dengan kertas super tebal jadi ga gampang rusak 

Cover belakang bukunya 💖

Selain membuat anak mengerti tentang musim, siklus air, siklus hidup binatang dan siklus tanaman, tentu saja buku dengan ilustrasi bagus bisa memotivasi Titha untuk membaca buku Bahasa Inggris. Titha sebenarnya sudah cukup aktif speaking and listening in English seperti ngobrol bahasa Inggris, mendengar video berbahasa Inggris atau mendengarkan saya membacakan English story book. Tapi kalau reading, dia memang belum terlalu sering. Jadi sekarang saya sedang menggalakkan Titha untuk membaca setidaknya 1 cerita Bahasa Inggris setiap hari untuk mengasah kemampuan reading-nya. Doakan bisa konsisten yaa.. 😁

Nah balik lagi ke illustrated book tadi, jadi membaca buku dengan ilustrasi cantik ternyata sangat menaikkan minat Titha buat baca. Apalagi Titha anaknya tipe visual, yang senang liat yang indah-indah 😍 Mungkin tips ini juga bisa diterapkan untuk kamu yang punya anak tipe visual seperti Titha 😁


Cerita pertamanya tentang tetes air, mulai sejak dia turun dari tetes hujan sampai kembali menguap ke awan

Setiap beres satu cerita akan ada ringkasan siklus


Cerita kedua tentang siklus acorn, sejak dia nempel di pohon, jatuh ke bumi dan tumbuh jadi pohon juga..


Acorn udah tumbuh jadi pohon yang besar


Cerita ke tiga tentang siklus beruang, sejak berhibernasi selama musim dingin sampai mencari makan di musim lainnya


Cerita terkahir tentang siklus keping salju. Ini cerita favorit Tasymira karena masih terpengaruh demam Frozen II 😁



Jadi, ternyata yang bisa dinikmati pada buku tidak hanya kata-katanya ya, tetapi juga keindahan ilustrasinya 💖💖 

Gimana dengan kamu?


Friday, 28 August 2020

Rekomendasi Bacaan Aman untuk Anak-Anak


Buat para orang tua yang memiliki anak yang mulai meninggalkan fase toddler, mulai bingung ga mencari bacaan untuk mereka? Ga tau kalau yang lain ya, saya sempat merasa seperti itu soalnya 😅 Anak sulung saya, Talitha, atau suka saya panggil Kakak Titha, tahun ini sudah 7 tahun. Dia udah ga tertarik lagi baca buku-buku yang biasa dulu dia suka baca. Karena memang sebelumnya koleksi buku anak saya itu banyaknya yang penuh gambar, dan cerita singkat. Sekarang Titha baca buku kayak gitu paling 5 menit juga udah tamat, jadi udah tidak menarik minat dia lagi. Kayaknya dia penasaran dengan buku yang lebih padat ceritanya, kayak buku komik atau novel. Pernah saya coba kasi komik Doraemon koleksi papanya dulu, dia sempat menamatkan beberapa komik Doraemon abis itu bosen. Pernah juga ikut baca novel klasik Heidi punya saya, saya tawarin Goosebumps, Trio detektif, dibaca sih, tapi kayaknya dia ga terlalu tertarik karena abis itu ditawarin lagi ga mau. Hahaha.. Paling buku-buku Roald Dahl saya, itu yang tipis-tipis udah abis semua dilahap Titha.

Baca juga cerita Titha dan buku di : 

Kembali ke kebingungan saya, jadi sebenarnya saya kalau mau kasi buku lain khawatir belum sesuai dengan umurnya, atau malah tidak sesuai dengan norma yang dimiliki di keluarga (walaupun buku anak-anak). Jadi biasanya saya harus baca dulu bukunya, baru dia boleh baca. Padahal saya kan juga ga selalu sempat dan mood  juga buat baca bukunya kan 😅 Sampai akhirnya saya menemukan dua jenis buku yang aman untuk anak, yaitu :

1. Komik Next G


Awalnya justru yang tau komik Next G itu Titha sendiri loh. Dia beberapa kali baca di perpustakaan sekolah dan katanya bagus. Akhirnya waktu dia request buku ini buat hadiah ulang tahun ke-7 saya semangat donk buat beliin.  Saya waktu itu beli online dan begitu komik pesenan Next G nya datang, saya ikut baca dulu. Ternyata saya baru tahu, yang bikin cerita-cerita di komik Next G ini ya anak-anak juga. Rentang umur 8-14 tahun. Jadi anak-anak bisa mengirimkan komik yang mererka buat, nanti komik akan digambar oleh illustrator dan diterbitkan.
Karena ceritanya dibuat anak-anak, ceritanya aman banget buat dibaca anak kita. Jadi sekarang setiap datang buku Next G pesanan Titha, Mama Ica ga perlu baca dulu deh. Bisa langsung dilahap Titha bacaannya. Selain itu, konfliknya juga ga terlalu kompleks, jadi mudah dimengerti untuk anak seumur Titha. Komik Next G setipis itu biasanya di dalamnya ada beberapa cerita. Favorit Titha yang ada misterinya seperti ini: 


Jangan bayangin ceritanya serem ya, ga serem sama sekali kalau buat saya 😂. Misalnya buku Jin Sekolah, cerita tentang anak yang baru pindah sekolah. Trus dia ketemu anak misterius di lorong, abis itu ketemu orang yang sama di ruangan lain. Dia udah takut jangan-jangan itu hantu yang bisa pindah-pindah tempat dalam waktu singkat. Eh, ternyata itu anak kembar donk 😂😂

Yang kanan gambar asli dari anak yang mengirimkan karya, yang kiri yang sudah digambar illustrator (biasanya ada penambahan bumbu cerita biar lebih menarik)

Sejak sering baca Komik Next G, Titha juga jadi makin sering gambar buat ngisi waktu luang, atau kalau lagi bosen saat zoom PJJ (persis mamanya dulu pas sekolah suka gambar kalau udah ngantuk denger penjelasan guru). Hahaha..  Ini salah satu gambar Titha : 


2. Buku KKPK (Kecil Kecil Punya Karya)


Selain komik Next G, bacaan aman buat anak lainnya adalah KKPK terbitan Dar! Mizan (imprint Mizan yang khusus menerbitkan buku anak). Jadi waktu itu saya sempat baca salah satu komen di instagram di foto buku KKPK seperti ini:
"Wah buku KKPK, jadi ingat dulu pas SD berasa keren banget kalau udah baca buku KKPK"
Disitu saya sebagai emak-emak baru ngeh, ternyata anak-anak SD sekarang suka baca KKPK. Mungkin semacam suka baca Goosebums atau Lima Sekawan seperti jaman saya dulu. 😁
KKPK ini menurut saya bukunya memang pas untuk peralihan dari anak yang terbiasa baca buku bergambar menjadi mulai membaca novel. Karena halamannya ga banyak (80an halaman), tulisannya besar-besar dan tentu aja konflik yang dibahas ga terlalu kompleks. Soalnya penulis buku ini juga anak-anak loh, makanya disebut dengan Kecil Kecil Punya Karya.

Sejak pertama kali saya belikan komik Next G dan KKPK buat Titha saat ulang tahunnya awal tahun kemaren, Titha udah punya sampai 30an buku. Dia udah ngalah-ngalahin mamanya karena udah baca lebih banyak buku tahun ini. Hehehe.. Sejauh ini, semua cerita pada komik Next G dan KKKP aman untuk anak seusia Titha. Saya pribadi tentu mendukung semangat Titha dalam membaca, makanya saya sering beliin buku ini. (plus buku KKPK dan Next G sering obral murah-murah di toko buku online 😁).  Kalau pesanan buku baru udah datang, saya sampai harus membatasi Titha dengan  ngasih cuma satu buku per hari. Soalnya kalau ga gitu, dia bisa langsng baca semua dalam sehari, trus besoknya jadi ga ada bacaan. Hehehe..  Maklum karena selama pandemi ini dia kan di rumah aja, jadi memang butuh alternatif kegiatan positif. 

Baca juga rekomendasi buku anak : 



Nemenin Titha baca buku paling enak sambil ngemil. Eh pas banget Mba Eno kirimin Bakpia Kukus ini donk. Udah lama banget aku ga makan bakpia kukus, terakhir awal tahun sebelum pandemi waktu ada acara sepedaan di Prambanan. Ngemil ini kan jadi bikin kangen Jogja 😍

Mama Ica numpang narsis dulu, karena cemilan kiriman Mba Eno bikin kangen Jogja.

Btw, buat yang ga tau Mba Eno itu siapa, jadi Mba Eno adalah blogger kesayangan kami semua yang tinggal di Bali. Tulisannya bisa dibaca di www.creameno.com. Coba deh mampir, dijamin langsung jatuh cinta sama tulisannya. Tulisan Mba Eno biasanya memang ga panjang, tapi saya selalu aja nemu hal inspiratif dari tulisannya. Belum lagi ramahnya minta ampun, jadi walau baru ketemu di dunia maya berasa udah akrab 😍 Padahal saya ngasi alamat itu awalnya ke Mba Eno buat proyek buku yang disponsori  Mba Eno, eh tau-tau dikirimin cemilan enak ini. Serumah suka semua, suami, kakak Talitha, Kakak Tasymira, sama mba2 di rumah juga kebagian karena Mba Eno ngiriminnya banyaak! Baby Tafiya juga kebagian, tapi lewat Asi Mama Ica 🤣 Yaampun ga ngerti lagi deh baiknya 💖💖  Makasi ya Mba Eno, semoga dibalas dengan kebaikan berlipat ganda oleh Allah. Kecup makasi juga dari Titha.. 


Selain komik Next G dan KKPK, apakah kamu punya rekomendasi bacaan aman buat anak seumur Titha? 




Saturday, 22 February 2020

Talitha Menjadi Anggota Perpustakaan

Postingan ini adalah postingan random tentang emak yang super excited pas tau anaknya jadi anggota perpustakaan, karena itu artinya upaya ia meracuni anak dengan buku cukup berhasil 😁
Talitha (yang saya suka panggil Titha), anak pertama saya, umurnya baru 6 tahun dan sekarang sudah kelas 1 SD. Bagi yang mengikuti blog ini dari dulu, mungkin tau bagaimana saya sudah mulai "meracuni" anak dengan buku sejak dini. Saya sudah mulai membacakan buku ke mereka sejak umurnya masih hitungan bulan.

Baca juga cerita tentang buku pertama Titha di sini.

Seiring berjalannya waktu, mereka yang awalnya dibacakan dan dipilihkan buku mulai bisa memilih sendiri buku mana yang ingin dibacakan. Saat Titha sudah TK, dia mulai membaca buku sendiri, terutama untuk buku-buku anak bergambar yang masih dominan gambar dari pada tulisannya. Saat awal masuk SD, Titha akhirnya berhasil menamatkan membaca novel pertamanya.

Baca juga cerita novel pertama yang dibaca Titha di sini.

Nah akhir-akhir ini, Titha suka cerita kalau saat free play di sekolah, dia suka ke perpustakaan. Ia dan teman-temannya suka membaca buku-buku di perpustakaan saat jam istirahat. Trus Titha suka bilang "Titha ga sabar buat free play lagi besok, soalnya Titha belum selesai baca buku tau-tau sudah bell" yaiyalah istirahat kan cuma 15 menit 🤣 Jujur saat denger Titha cerita gitu, saya rasanya seneeng banget. Tanpa disodorin buku sama mamanya (kaya biasanya), dia udah nyari buku sendiri. Mudah-mudahan kesenangan Titha dengan buku bisa awet terus. 😁

Lanjut lagi ya.. Jadi, akhirnya saya ngobrol sama Titha ngejelasin tentang perpustakaan
MC : Mama cantik 😁
T : Titha si anak manis

MC : Titha tau ga, kan buku perpustakaan boleh dipinjam buat dibawa pulang.
T : tapi temen-temen Titha ga ada yang bawa pulang mamah
MC : soalnya baru boleh pinjam buku kalau kita udah jadi anggota perpustakaan. Yang udah punya kartu perpustakaan. Titha udah punya kartu perpustakaan belum?
T : ga punya
MC : di perpustakaannya ada petugas yang jaga ga? Pustakawan gitu (sebelumnya Titha pernah baca buku yang ada cerita pustakawannya)
T : ada, dia duduk di deket pintu masuk perpustakaan biasanya.
MC : nah, besok Titha tanya ya sama pustakawannya. Kalau mau bikin kartu perpustakaan caranya gimana. Oke?
T : oke

Besokannya, Titha udah berhasil bikin kartu perpus belum? Tentu belum ferguso 😂 anaknya malu nanya. Hahaha.. Yaudah saya motivasi lagi, sambil bilang besok ajak temennya nanya bareng-bareng. Siapa tau kalau sama temen dia lebih pede nanya kan. Saya sengaja ga titip ke bu guru. Sebenernya titip ke bu guru wali kelas juga bisa sih, tapi saya mau ajarin anaknya mandiri, biar Titha punya pengalaman ngurus sendiri 😁.

Besokannya berhasil, Titha akhirnya udah nanya bareng-bareng temennya. Sama pustakawan dia dikasi kertas yang diisi data diri. Titha nulis sendiri formulirnya, dengan tulisan dia yang masih kebalik-balik. Hahaha. Nama, kelas, alamat. Gpp deh yang penting kebaca.
Setelah formulir dibalikin hari berikutnya, anaknya difoto sama pustakawannya, dan resmi lah Titha menjadi anggota perpustakaan sekolahnya.

Kartu perpus pertama Titha


Buku perpustakaan pertama yang dipinjam Titha. Cerita rakyat Papua tentang burung kasuari yang sombong


Sekarang sejak Titha jadi anggota perpus, pulang suka bawa buku perpus buat dibaca. 1 buku maksimal boleh dipinjam 1 minggu. Lumayan nambah variasi bacaan tanpa perlu beli buku terus. Hehehe.. Jadi inget dulu saya juga suka banget minjem buku di perpustakaan, tapi perpustakaan Pemda. SD saya ga punya perpustakaan soalnya 😅 

Demikian postingan random kali ini. Intinya apa? Ga ada.. hahaha. Cuma mau kasi saran aja, jangan lelah meracuni anak dengan buku. Karena kita ga tau kapan ia akan mulai tertarik juga membaca.. 

Thursday, 24 October 2019

Serial Lulu dan Rara : Novel Pertama Talitha

Lebih dari 5 tahun yang lalu sejak postingan tentang buku pertama Talitha di sini. Ga kerasa, sekarang Talitha udah 6 tahun, dan alhamdulillah mulai lancar membaca 😁 Jadi kalau dulu, buku masih suka dibacain, sekarang Titha udah bisa pilih dan baca sendiri. 

Seperti biasa mamanya suka terlalu bersemangat beliin buku, padahal buku yang di rumah juga belum semuanya di baca. Hahaha.. Biasanya Titha membaca buku-buku bergambar anak-anak yang setiap halaman cuma ada beberapa baris cerita dan sisanya dipenuhin gambar, paling tebal belasan halaman. Hampir semua buku koleksi Titha pun masih mayoritas buku dengan dominan gambar seperti itu, kecuali buku non fiksi yang suka dibacain. Sampai suatu ketika saya liat di toko online anak menjual buku cerita anak dengan cover so cute seperti ini:
Jalan Mapel : Serial Lulu dan Rara

Harga bukunya cuma 15ribu per buku, dan itu kondisi buku masih baru dan segel. Kok bisa murah? Pas dilihat ini buku stok lama ternyata karena terbitan tahun 2010.

Waktu bukunya baru dateng, saya mengira Titha akan minta bacain karena tulisannya lumayan banyak per halaman. Bisa dibilang ini jenisnya novel, bukan buku bergambar. Tapi karena Titha memang dasarnya anak visual, seneng banget liat gambar yang super cute gini. Akhirnya dia memutuskan membaca sendiri bukunya. 

Baru kali itu saya liat Titha segitunya semangat baca. Sebelum tidur baca, lagi nemenin mama antri dokter di rumah sakit baca, pulang sekolah baca, bahkan waktu screen time (jam saat Titha boleh main hp) aja dia ga nyariin hp 😅 dan berhasil menamatkan 1 buku dalam 2-3hari. I'm really proud of her. 

Lagi nemenin mama antri dokter di RS yang rame banget pas weekend

Sampai ada anak lain yang kepo sama bacaan Titha 😁

Kemaren pas beli langsung 4 buku, kurang lebih 2 mingguan Titha kemana-mana selalu bawa buku ini buat beresin baca. Per buku rata-rata 70an halaman, dilengkapi gambar-gambar lucu (ada yang bewarna ada yang hitam putih), resep-resep, semuanya di kertas glossy. Walaupun buku lama, tapi buku ini worth the price banget ternyata.

Kertasnya bagus, glossy semua

Serial ini menceritakan tentang Lulu dan Rara, anak SD yang punya toko kue di Jalan Mapel. Toko kue mereka hanya buka weekend di saat mereka tidak sekolah. Pada buku pertama "Cupcake" diceritakan pertama kali mereka membuka toko kue. Awalnya mereka sedih kok tidak ada yang datang membeli. Akhirnya Bibi Sugar datang dan mengajarkan mereka memanggang cupcake, agar orang-orang bisa mencium bau masakan mereka dan datang membeli. Ternyata benar saja, pembeli langsung ramai, tapi bukan orang-orang, tapi oleh para binatang yang tinggal di hutan mapel 😁 Akhirnya toko Lulu dan Rara terkenal di kalangan penghuni hutan dan tidak pernah sepi pembeli. 

Buku-buku lain juga masih menceritakan Lulu dan Rara, tapi dengan menu yang berbeda dari toko mereka. Ada "Jeli Berkilau" pesanan Ratu Peri Hutan yang berulang tahun, "Coklat" untuk Hari Coklat, dan "Biskuit Cantik" untuk keluarga tupai di pohon ajaib mereka. 

4 bintang untuk Serial Lulu dan Rara, karena berhasil membuat Talitha tidak berpaling sampai bukunya beres

Serial Lulu dan Rara 
Pengarang : Yasuko Ambiru
Penerjemah : Rosie Anjani
Penerbit : PT Kreasi Imaji Sakti
Tahun terbit : 2010
Pertama kali terbit di Jepang 2005 oleh Iwasaki Publishing

Berhubung Titha udah mulai membaca novel, ada rekomendasi buku-buku novel ringan untuk makin meningkatkan minat baca Titha ga? Jangan lupa buku yang ada selipan gambar bagusnya 😁 Kalau sekarang Titha lagi senang baca buku-buku dongeng Beatrix Potter.





Sunday, 23 September 2018

Mengajak Anak ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi


Beberapa hari yang lalu saya ada kondangan di Gedung Bung Hatta Bukittinggi. Kebetulan lokasi kondangannya persis di atas perpustakaan Bu Hatta Bukittinggi. Walaupun saya lahir di Bukittinggi dan sempat tinggal dulu 2 tahun di sana waktu SMA, saya sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Perpustakaan ini. Kemaren karena mumpung di sana, jadi sekalian mampir walaupun cma sempat ke 1 lantai saja. Tempat yang dikunjungi juga cuma bagian Perpustakaan Anak.

Ini penampakan pintu masuknya :

Begitu masuk kita disuguhi rak-rak buku, banyaknya non fiksi seperti ilmu terapan, agama, dll. Jangan bayangkan rak-rak bukunya sampai langit2 ya, tapi koleksinya lumayan banyak kok. Hasil googling katanya sekarang ada sampai seratus ribu lebih buku. Perpustakaan ini bukan di bawah pemerintah daerah, tapi langsung di bawah Perpusnas. Kondisinya bersih, terawat, petugasnya juga ramah2. Dan yang sangat saya apresiasi, perpustakaan ini buka Sabtu Minggu (kecuali libur Nasional).


Ini penampakannya kalau dari jauh
 (Foto nyomot dari google)


Bagian kanan setelah pintu masuk ada ruangan khusus baca anak2. Koleksinya bagus2, terutama yang non fiksi. Saya bahkan menemukan salah satu buku Tony Wolf seperti ini :

Titha seneng banget liat2 buku di sini, selain itu juga ada mainan tempel2 dan mainan balok. (Tapi mainan baloknya ga tau pajangan atau gimana karena semua masiy berplastik. Hehhe) Sayang waktu itu cuma sempat sebentar di sini, padahal Titha masih betah belum mau udahan katanya. Jadi tempat ini oke banget pasti untuk pilihan bermain sambil belajar anak. Kebayang kalau ada tempat kaya gini deket rumah, pasti seru dan sering dikunjungi. Dedek bisa bebas merangkak kian kemari sambil nemenin kakak baca2 buku.

Ini beberapa penampakan ruang baca anaknya.


Jam Buka
Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 / istirahat pukul 12.00 - 13.00
Jumat : 08.00 - 16.30 / istirahat pukul 12.00 - 13.30
Sabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 / istirahat pukul 12.00 - 13.00

Alamat : Jl. Kusuma Bhakti, Gulai Bancah, Bukittinggi - Sumatera Barat

Sunday, 20 December 2015

Bermain Bersama Anak di lantai 2 Perpustakaan Umum DKI Jakarta

Perpustakaan Umum DKI Jakarta
Alamat:
Taman Ismail Marzuki
(sebelah gedung Planetarium) 
Jl. Cikini Raya No. 73, Menteng.

Jam Operasional :
Senin - Minggu, pukul 09.00 – 17.00. 
Khusus lantai 2 untuk anak-anak cuma dibuka sampai pukul 16.00

Tiket Masuk : 
GRATIS

Syarat Masuk : 
Titipkan KTP untuk memperoleh kunci loker, karena kita tidak boleh membawa tas ke area perpus 

Syarat Menjadi Anggota : 
Bawa fotocopy KTP DKI Jakarta dan Pas Foto

Syarat Masuk ke lantai 2 bagian playground : 
Umur anak di bawah 5 tahun dan wajib menggunakan kaos kaki


Ditengah maraknya mall dan playground untuk tempat bermain anak2, ternyata masih ada tempat bermain yang Gratis dan recommended, dan itu adalah Lantai 2 Perpustakaan Umum DKI Jakarta. 
Kalau dulu perpustakaan ini cuma buka di hari kerja, sekarang telah buka setiap hari, kecuali libur nasional.
Kebetulan waktu ke sana saya tidak sempat ke lantai-lantai lainnya, karena si kecil betah sekali bermain di lantai 2. ^^ Lantai 2 adalah lantai khusus untuk buku2 dan tempat bermain anak.

Lantai 2 secara umum dapat di bagi jadi 3 bagian : 

1. Bagian membaca 
Koleksi bukunya cukup lengkap, yang impor dan lokal. Di jamin pasti betah berlama-lama mengeskplor buku-buku di sini 


2. Tempat permainan 
Sebagian besar permainan di sini adalah permain yang melatih motorik halus, seperti permainan susun balok, puzle, dll. Bagian ini dialasi karpet dan kebersihannya cukup terjaga. Berhubung saya datangnya siang hari, jadi semua mainan sudah berhamburan kemana2. Walaupun begitu, si cantik betah sekali berlama-lama di sini. 


3. Playground

Bagian playground adalah bagian yang terluas. Tetapi tempat ini cuma untuk anak 5 tahun ke bawah. Beberapa permain yang ada di bagian ini antara lain perosotan, ayunan, mandi bola, tempat memanjat, dan beberapa permainan lainnya. 
Ada juga beberapa mobil2an dan skuter yang bisa dipakai sepuasnya.

(Ada yang ngobrol sama papahnya dr balik kaca. ^^ papah nunggu di luar soalnya cuma boleh 1 dewasa yg nemenin)

Sekian keseruan hari ini di perpustakaan. Ini adalah kunjuangan pertama perpustakaan Titha, dan sepertinya akan dirutinkan. Tadi aja betah banged sampe baru pulang waktu lampu di mati2in karena udah mau tutup ^^