Saturday, 24 February 2018

New Year Giveaway Winner!!

Sebelum Februari 2018 berakhir, akhirnya saya sempat juga buat pengumuman 😄 Terima kasih atas semua partisipasinya ya. 

Jadi pemenangnya adalah...
.
.
Yang milih buku ini : 
.
.
Buku ini salah satu yang banyak peminatnya ternyata di Giveaway ini.
.
.

😄😄😄

🎉🎉🎉

Jadi ini dia yang dapet :

Selamat kamu memperoleh buku Hujan-Tere Liye dan satu lagi buku pilihan admin.. 🎉🎉

Pemenang kedua adalah :

Karena admin baik jadi tambah lagi satu pemenang lagi 

Selamat kamu masing2 memperoleh 1 buku pilihan admin. 

Silahkan komen alamat email ya, nanti admin akan kirim email untuk konfirmasi pengiriman hadiah. 

❤️❤️❤️




Saturday, 13 January 2018

Awaiting You by Nadya Prayudhi


Blurb


Hilang!


Sam, suami Amora, sang chief editor Majalah Fashionette, mendadak hilang. Di tengah kekalutan dan kekacauan hidupnya, Amora dihadapkan berbagai macam ujian: anaknya bermasalah di sekolah, didekati Lody si berondong di kantornya, mendapat simpati berlebihan dari sahabat sang suami, bertemu kembali dengan cinta lama, dan diteror oleh seorang wanita yang tidak diketahui identitasnya. Semua itu membuat dirinya semakin frustasi hingga akhirnya Amora memutuskan cuti sementara dari pekerjaannya. Dan mulai mencari Sam.


Seiring berjalannya waktu, ia mulai menemukan foto-foto baru yang diunggah ke laman Facebook Sam-yang membuat Amora semakin bertanya-tanya: Ke manakah Sam? Apa yang terjadi padanya?

Jika dia masih hidup, mengapa tidak menghubungi Amora?

Akankah dia pulang? Atau, akankah dia menghilang selamanya?


Blurb, itulah yang menyebabkan saya penasaran dengan buku ini dan membelinya. Penasaran pasti, kemana sebenarnya suami Amora, kenapa ia bisa menghilang begitu saja. 

Lembar demi lembar buku ini membawa kita mendalami kehidupan Amora, seorang  wanita karir yang sukses, cantik, dan sangat dikagumi. Tetapi tidak banyak yang tau ternyata Amora menyimpan luka karena suaminya hilang tidak ada kabar. Semakin dalam membaca buku ini, saya sama sekali tidak merasakan hadirnya suaminya di hati Amora. Cerita yang saya inginkan sebenarnya adalah menceritakan tentang potongan hidup atau masa lalu romansa Sam dan Amora, jadi kita bisa menjadikannya jawaban tekateki atas hilangnya. Tetapi yang ada ternyata malah cerita tentang Amora yang ditinggal suami dan banyak yang naksir, fuuiih. Boro-boro nyari suaminya, lebih penting bagi Amora untuk tetap perform di kerjaannya. Jadi dari pada pasang pengumuman di sosmed (yang mana jaman sekarang sangat membantu sekali untuk penyebaran informasi), Amora memilih diam karena  tidak mau dinilai ga happilly married sama bawahan. Sebagai seorang istri yang sangat menyayangi suami, (mudah2an pak suami baca, biar ditambahin jajan buat beli buku 😂), sikap Amora sangat tidak masuk akal buat saya. Istri macam apa yang baru nge cek facebook suaminya setelah berbulan-bulan suaminya hilang 😅 


Jadi, karena satu-satunya alasan saya terpaksa bertahan menyelesaikan buku ini adalah karena penasaran dengan endingnya, cukup 3 bintang saja buat buku Awaiting You



Judul : Awaiting You

Penulis : Nadya Prayudhi

Editor : Herlina P. Dewi

Proof Reader : Weka Swasti & Tikah Kumala

Desain Cover : Theresia Rosary

Layout Isi : Arya Zendi

Penerbit : Stiletto Book

Terbit : Juni 2015 (cetakan pertama)

ISBN : 978 – 602 – 7572 – 40 – 9

Jumlah Halaman : 257


Thursday, 11 January 2018

Quote #6


“Cinta, menurutku, adalah hasrat untuk memiliki. Sementara “sayang” adalah keinginan untuk menjaga. Pada kondisi yang tak bisa kujelaskan, sayang berada pada pengertian yang lebih serius daripada cinta. Cinta sesaat, sayang selamanya. Cinta liar dan berapi-api, sayang tenang bagai air. Cinta menggebu-gebu, sayang cenderung meredam” (hal. 26)

Wednesday, 10 January 2018

2018 New Year Giveaway!!

Welcome to My Wonderful Book Life Blog! 

Ketika sedang beres-beres rak buku, ternyata saya menemukan beberapa buku yang antri untuk dibaca. Beberapa ada yang sudah dibuka plastiknya,yang lainnya bahkan masih terbungkus plastik rapi. Dengan kecepatan membaca seperti sekarang, ditambah dengan kesibukan memiliki baby, saya tidak yakin bisa membaca buku2 timbunan ini dengan segera. 😅😅 Jadi untuk mengurangi rasa bersalah karena saya akan tetap membeli buku baru (urusan bacanya kapan itu belakangan), buku yang ada ditimbunan ini mau dibagi-bagiin aja. Jadi ini dia, 2018 New Year Giveaway!! Ini dia bukunyaaa. Semua masih berplastik rapi loh, belum dibaca..

Ikutin caranya ya : 
1. Share postingan ini di salah satu sosial media kamu, seperti di Facebook dan Twiter. Kalau di instagram cukup share fotonya aja dan tag @thessalivia
2. Comment minimal di salah satu postingan pada blog ini. Comment dapat tentang isi review, tentang bukunya atau apapun asal tidak SPAM dan mengandung SARA
3. Comment di postingan ini yang berisi : 
Nama : 
Nama sosial media : 
Nomer buku yang kamu pengenin 
4. Yang terakhir ini optional ya.. Share salah satu postingan pada blog ini (selain postingan Giveaway ini) yang kamu suka di salah satu media sosial kamu, bisa postingan buku yang kamu pengenin atau buku yang kamu pernah baca juga, pokoknya terserah postingan yang mana.
5. Jangka waktu Giveaway sampai dengan 10 Februari 2018
6. Yang memenuhi syarat di atas, akan dipilih random 2 orang pemenang, dengan hadiah: 
Pemenang 1 : 1 buku pilihan pemenang dan 1 buku pilihan admin
Pemenang 2 : 1 buku pilihan admin
7. Kalau peserta Giveaway lebih dari 30orang, admin akan pilih satu pemenang favorit berdasarkan komen2nya di blog ini. Pemenang favorit akan mendapatkan 1 buku pilihan admin.
Hadiah termasuk dengan ongkir ke seluruh wilayah Indonesia. 

Oke tunggu apa lagi, buruan ikutan yaaa 😊😊


Book Hangover with Darren Shan

Welcome to My Wonderful Book Life Blog!

Yang punya hobi membaca, pasti pernah donk mengalami yang  namanya Book Hangover. Apa itu? Biasanya Book Hangover terjadi ketika kita baru selesai membaca buku yang baguuus sekali dan sangat berkesan. Beberapa waktu setelah membaca, ceritanya akan terus berputar-putar di kepala kita serta karkaternya seperti tetap hidup di sekeliling kita. 

Jujur saja, tidak banyak sebenarnya buku yang pernah membuat saya hangover. Salah satunya adalah The Saga of Darren Shan. Buku ini sukses membuat saya seperti hidup di dunia vampir, sampai saya setengah yakin kalau karakter Darren Shan di buku itu benar2 nyata (lebay sih tp namanya juga lagi hangover 😂), dan tidak rela saat menutup lembaran halaman terakhir karena saya masih mau berada di ceritanya. 

The Saga of Darren Shan menceritakan tentang manusia setengah vampir bernama Darren Shan. Buku pertama yang berjudul A Living Nighmare, langsung membuat saya jatuh cinta dan tidak sabar ingin menamatkan seluruh serinya. Karakter Darren Shan yang masih anak-anak digambarkan sangat polos tetapi juga heroic, really easy to loved. Diceritakan bagaimana dia rela melepaskan kehidupannya sebagai manusia untuk menjadi asisten seorang vampir. Padahal dia punya kehidupan manusia yang bahagia loh. Demi apa coba? Demi menyelamatkan teman dekatnya, yang kemudian ternyata mengkhianatinya! Oh, Kan bikin kezel! 😡 12 bukunya membawa kita terombang ambing hidup dalam kehidupan Darren Shan. Mulai dia harus tinggal bersama kelompok sirkus orang-orang aneh (Cirque du Freak), pergi ke gunung vampir, menelusuri lorong-lorong  di bawah kota, danau tempat berkumpulnya orang mati, dan tempat lainnya. Berlahan kita dibawa hidup bersama Darren yang tumbuh pelan menjadi dewasa, karena manusia setengah vampir menua lebih lama dibanding manusia dewasa. Dengen pengalamannya yang beragam, dia seperti tetap terperangkap di tubuh anak-anak. Kasih sayang dan kehilangan, kesetiaan dan pengkhianatan. Ceritanya cukup komplek tetapi tetap bisa dinikmati semua umur. 

"Then I started thinking that what the world really needed was a book that was as fun and easy to read as Goosebumps, but which had some of the darkness and depth of Stephen King"  - Darren Shan

Yang unik lagi, buku ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama oleh penulis yang bernama pena Darren Shan. Jadi (berasa seoalah) cerita ini nyata pengalaman penulis sendiri. Cara bertuturnya ringan seperti Goosebums (karena penulis memang memperoleh inspirasinya dari Goosebums), tebalnya pun kurang lebih sama. Tetapi ceritanya memang lebih kelam dan kadang cukup menyayat hati. Sesuai target marketnya, buku ini memang paling cocok untuk pembaca anak-anak dan remaja. Bagi pembaca dewasa yang lebih suka cerita menantang mungkin buku ini kurang menggigit. Sedangkan buat saya yang suka buku ringan2, ini pas sekali dosisnya. 



Jujur saya tidak rela saat menutup lembar terakhir buku ke-12. Rasanya seperti ditinggalkan Darren setelah berbulan-bulan bersama. Huhuhu.. Sampai sekarang tiap liat yang berhubungan dengan sirkus ingetnya Darren 😄

Saya pertama kali baca seri ini sudah cukup lama, waktu itu pinjaman dari teman saat masih SMA. Saya bacanya hanya buku yang awal-awal seri dan tidak terlalu ingat dengan ceritanya (tetapi saya masi ingat kesan yang ditinggalkannya). Ketika akhirnya berhasil melengkapi ke12 buku dari seri ini, saya baru berani membaca ulang karena saya tidak mau terpotong-potong saat membaca. Dan endingnya itu loh, saya sukaaa banget. Setelah semua yang dilalui Darren, of course he deserves a happy ending. 

Seri ini terdiri dari 12 buku sbb: 
Buku 1: Cirque du Freak-Mimpi Buruk jadi Kenyataan (2000)
Buku 2: The Vampire’s Assistant-Asisten Vampir  (2000)
Buku 3: Tunnels of Blood-Terowongan Darah  (2000)
Buku 4: Vampire Mountain-Gunung Vampir  (2001)
Buku 5: Trials of Death-Ujian Maut (2001)
Buku 6: The Vampire Prince-Pangeran Vampir (2002)
Buku 7: Hunters of the Dusk-Pemburu Petang (2002)
Buku 8: Allies of the Night-Sekutu Malam (2002)
Buku 9: Killers of the Dawn-Pembunuh Fajar (2003)
Buku 10: The Lake of Souls-Danau Jiwa (2003)
Buku 11: Lord of Shadows-Penguasa Kegelapan (2004) 
Buku 12: Sons of Destiny-Anak-anak Takdir (2004)

Warning : Don't you ever judge this book by the Movie!!
Buku ini udah sempat difilmkan tahun 2009. Beberapa buku dijadikan 1 film dengan judul The Vampire Assistant : Cirque du Freak. Tapi waktu nonton filmnya menurut saya kualitasnya jaauuh sekali dari bukunya. Berasa nonton film buget minim dengan efek yang ga banget. Lebih baik ga usah nonton kalau ga imajinasi tentang Darren dan dunianya yang udah dibangun di buku rusak karena liat filmnya 😂


Oiya, selain The Saga of Darren Shan, buku seri fantasi yang sempat membuat saya Hangover juga ada The Maze Runner dan tentu saja buku favorit sepanjang masa, Harry Potter. 
Baca juga postingan tentang Maze Runner dan Harry Potter ya..




Tuesday, 2 January 2018

Stand Night War! - Giveaway Winner

Ini dia yang ditunggu-tunggu. Pengumuman Giveaway Stand Night War! But first, Happy New Year to all book lovers around the world!!


Terima kasih atas semua partisipasinya ya. Karena ceritanya seru semua, membuat admin berasa jadi anak SMA lagi,  jadi akhirnya pemenangnya diundi biar adil yaa. 
and the Winner goes to...



Selamat yaa.. Silahkan komen di bawah dalam 3x24 jam untuk alamat email ya, dan nantikan email kejutan dari admin.. ^^


Demikian rangkaian blogtour Stand Night War! kali ini.. Terima kasih untuk partisipasinya dari awal blogtour ini diadakan. 

Bagi yang belum beruntung, jangan syedih karena nanti admin akan mengadakan Giveaway tahun baru.
Sabar yaa >.< giveaway nya nanti tanggal 6 Januari 2018. Jangan sampe ketinggalan karena hadiahnya ada ga cuma 1, tapi 4 buku.. Yeeeyy!!

Sumber gambar new year : Pinterest edited by admin
Sumber gambar bawah : Fb qasidah meme for all occasions



Monday, 25 December 2017

[Giveaway & Blogtour] Stand Night War! by Nisrina Haqque

Welcome to My Wonderful Book Life Blog!

"Kalo bukan cemburu, apa, dong?"
"Benci. Gue benci." Lebih tepatnya, karena sejak jadian Rio jadi cuek padanya, itulah yang memberatkan Rere untuk tetap tinggal. Cemburu dan benci memang beda tipis. Sama-sama bikin diri sendiri dan orang lain nggak enak hati -page 25

Yeay, rangkaian terakhir blogtour buku Stand Night War! Yang belum beruntung di Giveaway Blogtour sebelumnya, mari merapat ^^


Blurb
Rere nggak terima. Rio, salah satu sahabatnya sejak SMP, berubah cuma karena dia jadian sama Lilin si Nenek Lampir. Padahal, kan, Lilin sudah dicap jadi musuh bersama mereka berempat. Bella dan Ezi juga kaget mendengar berita itu. Berarti, nggak ada yang dikasih tau Rio sebelumnya.

Apa memang cinta bisa mengalahkan persahabatan? Masalahnya, Rere, Rio dan Lilin sama-sama anggota ekskul Elegi. Semakin sering melihat kebersamaan mereka, Rere tak tahan lagi. Ia memilih keluar dari ekskul Elegi. Lalu datanglah tawaran agar Rere bergabung di ekskul Tinta.

Elegi dan Tinta kan terkenal nggak akur. Tapi, dengan bergabung di Tinta, Rere bisa balas dendam dengan Rio. Menjelang acara Stand Night, Rere harus segera mengambil keputusan. Dan menyadari bahwa setiap keputusan mengandung resiko.



Dari blurb di atas sudah bisa dibayangkan kan ceritanya seperti apa. Jadi buku ini ceritanya tentang Rere yang ditinggal Rio sejak Rio jadian dengan musuh bebuyutan Rere. Patah hati? Pasti! Tapi Rere tentu menyangkalnya dan menyibukkan diri dengan kegiatan baru. Pindah dari Elegi, eskul yang diikutinya selama ini bersama Rio, ke eskul Tinta.

Sebenarnya kisah cinta yang digambarkan pada buku ini cukup biasa, tidak terlalu manis dan tidak juga cheesy. Tetapi yang spesial menurut saya pada buku ini adalah, betapa banyaknya hal positif yang bisa kita lakukan untuk mengisi masa-masa sekolah. Jadi kalau patah hati tidak perlu meraung2 di sosmed sampai viral #eh 😄 Tapi cukup diisi dengan hal berguna untuk menambah pengetahuan dan menggali potensi diri. Kalau di buku ini Rere ternyata berbakat menggambar dan melukis (selama ini berguna dg posisinya sebagai Ilustrator di Elegi), ternyata juga punya bakat terpendam dalam sastra yang akhirnya dikembangkannya di Tinta. Bonus lagi di ceritanya banyak selingan puisi-puisi yang cantik2. Twisted endingnya juga lumayan tidak terduga buat saya. 

Jadi, siapa yang penasaran dengan buku ini? Mau buku ini gratis? Caranya gampang, cukup ikutin cara sbb: 

1. Follow akun twitter : @laksana_fiction
2. Like Page FB : Penerbit Diva Press
3. Share artikel ini di salah satu sosmed kamu. Kalau share di twitter jangan lupa mention @laksana_fiction. Share di fb tag @Penerbit Diva Press. Kalau di instagram jangan lupa tag @thessalivia dan @penerbitdivapress
4. Kalau udah menuhin syarat 1-3, silahkan komen di bawah dengan cerita masa SMA kamu yang tidak terlupakan. Bisa tentang gebetan, atau eskul, jatuh cinta sama sahabat atau apapun..
5. Pemenang dipilih acak yaaa. Tapi kalau ceritanya seru2, bisa jadi pemenang dipilih dari cerita yang paling admin suka. Hehehe.. ^^

Give Away ini dibuka sejak hari ini sampai 31 Desember 2017, dan hanya berlaku untuk kamu yang memiliki alamat kirim Indonesia. Pengumuman nanti pas tahun baru ya..

Oiya, ini salah satu puisi pada buku ini yang mengena di hati saya dan sangat menggambarkan perasaan Rere

Just Friends by Lang Leav

I know I don't owe you
And perhaps I never will
So my anger when you are with her 
I have no right to feel

I know that you don't owe me
And I shouldn't ask for more
And I shouldn't fee so let down
All the times when you don't call

What I feel, I shouldn't show you
So when you are around I won't
I know I've no right to feel it
But it doesn't mean I don't

Judul : Stand Night War!
Penulis : Nisrina Haqque
Penerbit : Laksana
Tebal : 252 Halaman

NB : Ikutin terus postingan blog ini ya, awal tahun nanti ada Giveway lagi dan hadiahnya ga cuma 1 buku loh.. ^^

Friday, 20 October 2017

Reading Nook : Book and Window


Punya pojokan buat baca di rumah yang nyaman, atau kerennya disebut reading nook, pasti merupakan impian setiap book lovers. Kali ini saya akan memposting 10 pojok baca untuk menginspirasi book lovers yang mungkin sedang atau akan membangun dan  merenovasi rumah. 10 Reading nook kali ini memuat 2 hal yang sangat saya sukai dari sebuah rumah, yaitu buku dan jendela. Kenapa jendela? Karena saya suka rumah yang terang benderang, the bigger window you have, the brighter house you have. Jendela dengan siraman cahaya matahari yang terang benderang selain membuat buku jauh dari lembab, tentu saja juga memberikan kesan cerah dan hangat dari sebuah rumah. 

Mari kita lihat daftarnya satu persatu :

1. Simple reading nook
Reading nook yang simpel ini bisa menjadi inspirasi bagi book lovers yang suka kesederhanaan. Cukup beli atau buat rak buku pendek, letakkan di pinggir jendela, kemudian beri busa agar bisa diduduki dengan lebih nyaman. Jangan lupa tambahkan karpet dan bantal-bantal dengan motif senada sesuai selera. 

2. Reading nook in living room
Ruang keluarga adalah ruangan yang paling sering digunakan untuk berkumpul bersama, jadi kenapa tidak membut reading nook sekalian di ruang keluarga. Kelilingi jendela dengan rak buku, dan kemudian letakkan sofa yang nyaman. Berkumpul, menonton tv, membaca, dan berbagai aktivitas lainnya dilakukan di ruangan yang sama untuk menambah keakraban dalam keluarga.

3. Reading nook in small room
Punya ruangan kecil yang bingung mau dijadikan apa? Rubah saya jadi perpustakaan mini, jangan lupa tambahkan sofa yang nyaman. Apalagi kalau pemandangan jendelanya laut lepas seperti ini, pasti jadi tempat sangat menyenangkan untuk larut dalam buku-buku.

4. Reading nook in the bed room
Walau saya sebenarnya lebih suka konsep reading nook di ruang keluarga seperti pada daftar di atas, tetapi menempatkan buku-buku di kamar tidur juga bukan ide yang buruk. Apalagi book lovers pasti banyak yang suka membaca saat sebelum tidur kan?

5. Book piles under the window
Selain menyusun buku di dalam rak, ternyata menumpuk buku di bawah jendela seperti ini juga menarik yaa. Apalagi jendelanya ini jendela impian banget nanti kalau saya renov rumah -big, tall and white- doakan semoga segera terwujud yaa ^^

6. Rustic Reading Nook
Nah kalau ini reading nook dengan tema rustic. Didominasi dengan warna putih dan aksen kayu yang terkesan used. Jendela sekaligus jadi pintu membuat ruangan dibanjiri cahaya matahari yang hangat. Selain di dalam rumah, membaca buku juga bisa di teras sambil menikmati sinar matahari pagi. This one is really my favorite >.<

7. Narnia reading nook
Reading nook di dalam lemari, ala-ala Narnia. Keren yaa? Apalagi kalau di belakang lemari diganti jadi jendela yang mengahadap taman dengan pohon dan daun-daun yang rimbun.

8. Reading nook in the beach house
Kalau ini adalah impian saya untuk masa tua. Jadi nanti rencananya kalau sudah pensiun, saya mau beli rumah di pinggir pantai yang tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Tentu saja, tidak lupa dengan reading nooknya yang didominasi warna favorit saya, biru. Melihat foto ini aja rasanya di hati adem n tenaaang banget, apalagi kalau bisa tercapai, ga kebayang bahagianya kayak apaan. :D

9. Reading nook in the wood
Kalau ini reading nook yang menghadap ke hutan. Walau sebenarnya ga harus hutan juga sih, bisa juga mungkin halaman belakang rumah yang rimbun. Jadi sambil menikmati waktu membaca, bisa liatin anak-anak lari-larian di halaman belakang yang teduh.

10. Elegant reading nook 

Kalau tadi kita lebih banyak menampilkan reading nook yang shabby serta didominasi warna putih dan warna cerah, kali ini reading nook yang elegan dengan nuansa warna yang lebih gelap. Entah kenapa kalau melihat ruangan seperti ini saya merasa ini cocok sekali dengan orang-orang yang akademisi, seorang dosen mungkin? ^.^

Demikian list saya dalam postingan random kali ini. Semoga suatu saat saya dan book lovers di sini bisa mewujudkan reading nook impian masing-masing yaa. Oiya, ini bonus satu foto mini library saya yang belum seberapa di rumah : 

Sumber foto : pinterest

Wednesday, 18 October 2017

The Girl on Paper by Guillaume Muso

Buku yang tertarik saya baca karena membaca blurb-nya seperti ini : 

""
Gadis itu terjatuh dari dalam buku.

Hanya beberapa bulan yang lalu, Tom Boyd adalah seorang penulis miliarder yang tinggal di Los Angeles dan jatuh cinta pada seorang pianis ternama bernama Aurore. Namun, setelah putusnya hubungan mereka yang terekspos secara publik, Tom menutup dirinya, menderita writer's block parah, dan tenggelam dalam alkohol dan obat terlarang.

Suatu malam, seorang gadis asing yang cantik muncul di teras rumah Tom. Dia mengaku sebagai Billie, karakter dalam novelnya, yang terjatuh ke dunia nyata karena kesalahan cetak dalam buku terakhir Tom.

Meskipun cerita itu gila, Tom harus percaya bahwa gadis itu benar-benar Billie. Akhirnya mereka membuat perjanjian. Jika Tom mau menulis novel agar Billie bisa kembali ke dunianya, Billie akan membantu Tom untuk mendapatkan Aurore kembali.

Tidak ada ruginya, kan? Iya, kan?
""



Apa jadinya ketika tokoh yang kita tulis di sebuah buku tiba-tiba muncul ke dunia nyata? Muncul dengan karakter persis seperti yang di buku, dan bahkan meminta si penulis untuk melanjutkan cerita tentangnya agar si tokoh dapat kembali masuk ke dalam buku. Itu lah yang terjadi dengan penulis miliader Tom Boyd. 

Setiap helai cerita buku ini sangat menarik untuk dinikmati. Ceritanya pun ternyata tidak sebatas cerita fantasi tentang tokoh fiksi yang menjadi hidup. Buku ini menyajikan fantasi dan romance antara Tom dengan mantannya Aurore, dan Billie si tokoh fiksi. Tetapi kalau ditanya apa yang paling saya suka pada buku ini maka jawabannya adalah  persahabatan. Bukan fantasinya, bukan cinta-cintaanya, tetapi persahabatan antara Tom dan dua orang temannya, Carole dan Milo. Carole dan Milo selalu ada untuk Tom saat dia depresi parah, bangkrut dan mengalami kebuntuan saat menulis. Begitu pula Tom, ia adalah teman yang sangat baik. Kesuksesannya menulis telah menaikkan derajatnya dari anak yang tinggal di tempat kumuh menjadi seorang miliader, dan Tom mengajak Milo sukses bersamanya dengan menjadikannya menagernya. Tom juga pernah menyelamatkan hidup Carole di masa lalu yang menurut saya saya manis dan menyentuh hati. Best friends always there for each others! 

Jadi, 4 bintang buat buku ini. Saya suka ceritanya, saya suka karakternya, saya suka plot twist di akhir ceritanya, dan tentu saja saya sukaaa sekali dengan cover bukunya. 

Judul buku: The Girl On Paper
Penulis: Guillaume Musso
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Design cover: Chyntia Yanetha
Penerbit: Spring
Cetakan pertama, September 2016
448 halaman




Friday, 13 October 2017

Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur by Enid Blyton



Setelah hampir setahun tidak update blog, akhirnya berhasil mengumpulkan niat buat nulis lagi. Many things happen since my last post, did I mention you now I have second baby girl? Yeah, now I'm officially mother of two daughters.. ^^

Dalam rangka kelahiran anak kedua saya, postingan kali ini saya akan membahas harta karun buku anak yang baru-baru ini saya temukan. Jadi ternyata Pak Suami dulu punya buku Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur karya Enid Blyton. Dulu saya tumbuh dengan membaca buku petualangan "5 Sekawan"nya Enid Blyton, dan belum pernah membaca buku-buku Enid Blyton yang bertema fantasi seperti buku dongeng ini. Buku ini adalah buku terjemahan terbitan Gramedia tahun 1984 (this book is older than me >.<).

Pada buku ini terdapat 30 cerita dongeng, ada tentang makluk-makluk magis seperti kurcaci dan peri, dan ada juga cerita menarik tentang binatang-binatang. Kisahnya diceritakan singkat sepanjang 2-3 halaman, cocok untuk pengantar tidur. Walaupun Titha biasanya minta dibacakan minimal 3 cerita sebelum tidur. Ilustrasinya membuat buku ini sangat terasa 'jadul' nya, membuat saya teringat akan buku-buku dongeng yang pernah saya baca jaman sekolah dasar dulu. 

Salah satu cerita favorit saya pada buku ini adalah "Petualangan yang Menakjubkan". Cerita ini berkisah tentang seorang anak bernama Paul yang melihat seorang peri mencuri di toko permen. Paul dan pemilik toko kemudian mengejar peri pencuri, tanpa mereka sadari mereka mengejar sampai ke Kota Mainan. Di kota yang ganjil itu bangunan disusun dari balok-balok kayu mainan anak-anak, polisi di sana pun adalah polisi kayu. Seru sekali membayangkan kalau kita tiba-tiba berada di kota mainan seperti itu kan? 



4 bintang untuk buku klasik ini


Judul : Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur (The Enid Blyton Goodnight Story Book)
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : PT Gramedia 
Tahun Terbit : 1984
Jumlah Halaman : 114