Friday, 20 October 2017

Reading Nook : Book and Window

Punya pojokan buat baca di rumah yang nyaman, atau kerennya disebut reading nook, pasti merupakan impian setiap book lovers. Kali ini saya akan memposting 10 pojok baca untuk menginspirasi book lovers yang mungkin sedang atau akan membangun dan  merenovasi rumah. 10 Reading nook kali ini memuat 2 hal yang sangat saya sukai dari sebuah rumah, yaitu buku dan jendela. Kenapa jendela? Karena saya suka rumah yang terang benderang, the bigger window you have, the brighter house you have. Jendela dengan siraman cahaya matahari yang terang benderang selain membuat buku jauh dari lembab, tentu saja juga memberikan kesan cerah dan hangat dari sebuah rumah. 

Mari kita lihat daftarnya satu persatu :

1. Simple reading nook
Reading nook yang simpel ini bisa menjadi inspirasi bagi book lovers yang suka kesederhanaan. Cukup beli atau buat rak buku pendek, letakkan di pinggir jendela, kemudian beri busa agar bisa diduduki dengan lebih nyaman. Jangan lupa tambahkan karpet dan bantal-bantal dengan motif senada sesuai selera. 

2. Reading nook in living room
Ruang keluarga adalah ruangan yang paling sering digunakan untuk berkumpul bersama, jadi kenapa tidak membut reading nook sekalian di ruang keluarga. Kelilingi jendela dengan rak buku, dan kemudian letakkan sofa yang nyaman. Berkumpul, menonton tv, membaca, dan berbagai aktivitas lainnya dilakukan di ruangan yang sama untuk menambah keakraban dalam keluarga.

3. Reading nook in small room
Punya ruangan kecil yang bingung mau dijadikan apa? Rubah saya jadi perpustakaan mini, jangan lupa tambahkan sofa yang nyaman. Apalagi kalau pemandangan jendelanya laut lepas seperti ini, pasti jadi tempat sangat menyenangkan untuk larut dalam buku-buku.

4. Reading nook in the bed room
Walau saya sebenarnya lebih suka konsep reading nook di ruang keluarga seperti pada daftar di atas, tetapi menempatkan buku-buku di kamar tidur juga bukan ide yang buruk. Apalagi book lovers pasti banyak yang suka membaca saat sebelum tidur kan?

5. Book piles under the window
Selain menyusun buku di dalam rak, ternyata menumpuk buku di bawah jendela seperti ini juga menarik yaa. Apalagi jendelanya ini jendela impian banget nanti kalau saya renov rumah -big, tall and white- doakan semoga segera terwujud yaa ^^

6. Rustic Reading Nook
Nah kalau ini reading nook dengan tema rustic. Didominasi dengan warna putih dan aksen kayu yang terkesan used. Jendela sekaligus jadi pintu membuat ruangan dibanjiri cahaya matahari yang hangat. Selain di dalam rumah, membaca buku juga bisa di teras sambil menikmati sinar matahari pagi. This one is really my favorite >.<

7. Narnia reading nook
Reading nook di dalam lemari, ala-ala Narnia. Keren yaa? Apalagi kalau di belakang lemari diganti jadi jendela yang mengahadap taman dengan pohon dan daun-daun yang rimbun.

8. Reading nook in the beach house
Kalau ini adalah impian saya untuk masa tua. Jadi nanti rencananya kalau sudah pensiun, saya mau beli rumah di pinggir pantai yang tenang, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Tentu saja, tidak lupa dengan reading nooknya yang didominasi warna favorit saya, biru. Melihat foto ini aja rasanya di hati adem n tenaaang banget, apalagi kalau bisa tercapai, ga kebayang bahagianya kayak apaan. :D

9. Reading nook in the wood
Kalau ini reading nook yang menghadap ke hutan. Walau sebenarnya ga harus hutan juga sih, bisa juga mungkin halaman belakang rumah yang rimbun. Jadi sambil menikmati waktu membaca, bisa liatin anak-anak lari-larian di halaman belakang yang teduh.

10. Elegant reading nook 

Kalau tadi kita lebih banyak menampilkan reading nook yang shabby serta didominasi warna putih dan warna cerah, kali ini reading nook yang elegan dengan nuansa warna yang lebih gelap. Entah kenapa kalau melihat ruangan seperti ini saya merasa ini cocok sekali dengan orang-orang yang akademisi, seorang dosen mungkin? ^.^

Demikian list saya dalam postingan random kali ini. Semoga suatu saat saya dan book lovers di sini bisa mewujudkan reading nook impian masing-masing yaa. Oiya, ini bonus satu foto mini library saya yang belum seberapa di rumah : 

Sumber foto : pinterest

Wednesday, 18 October 2017

The Girl on Paper by Guillaume Muso

Buku yang tertarik saya baca karena membaca blurb-nya seperti ini : 

""
Gadis itu terjatuh dari dalam buku.

Hanya beberapa bulan yang lalu, Tom Boyd adalah seorang penulis miliarder yang tinggal di Los Angeles dan jatuh cinta pada seorang pianis ternama bernama Aurore. Namun, setelah putusnya hubungan mereka yang terekspos secara publik, Tom menutup dirinya, menderita writer's block parah, dan tenggelam dalam alkohol dan obat terlarang.

Suatu malam, seorang gadis asing yang cantik muncul di teras rumah Tom. Dia mengaku sebagai Billie, karakter dalam novelnya, yang terjatuh ke dunia nyata karena kesalahan cetak dalam buku terakhir Tom.

Meskipun cerita itu gila, Tom harus percaya bahwa gadis itu benar-benar Billie. Akhirnya mereka membuat perjanjian. Jika Tom mau menulis novel agar Billie bisa kembali ke dunianya, Billie akan membantu Tom untuk mendapatkan Aurore kembali.

Tidak ada ruginya, kan? Iya, kan?
""



Apa jadinya ketika tokoh yang kita tulis di sebuah buku tiba-tiba muncul ke dunia nyata? Muncul dengan karakter persis seperti yang di buku, dan bahkan meminta si penulis untuk melanjutkan cerita tentangnya agar si tokoh dapat kembali masuk ke dalam buku. Itu lah yang terjadi dengan penulis miliader Tom Boyd. 

Setiap helai cerita buku ini sangat menarik untuk dinikmati. Ceritanya pun ternyata tidak sebatas cerita fantasi tentang tokoh fiksi yang menjadi hidup. Buku ini menyajikan fantasi dan romance antara Tom dengan mantannya Aurore, dan Billie si tokoh fiksi. Tetapi kalau ditanya apa yang paling saya suka pada buku ini maka jawabannya adalah  persahabatan. Bukan fantasinya, bukan cinta-cintaanya, tetapi persahabatan antara Tom dan dua orang temannya, Carole dan Milo. Carole dan Milo selalu ada untuk Tom saat dia depresi parah, bangkrut dan mengalami kebuntuan saat menulis. Begitu pula Tom, ia adalah teman yang sangat baik. Kesuksesannya menulis telah menaikkan derajatnya dari anak yang tinggal di tempat kumuh menjadi seorang miliader, dan Tom mengajak Milo sukses bersamanya dengan menjadikannya menagernya. Tom juga pernah menyelamatkan hidup Carole di masa lalu yang menurut saya saya manis dan menyentuh hati. Best friends always there for each others! 

Jadi, 4 bintang buat buku ini. Saya suka ceritanya, saya suka karakternya, saya suka plot twist di akhir ceritanya, dan tentu saja saya sukaaa sekali dengan cover bukunya. 

Judul buku: The Girl On Paper
Penulis: Guillaume Musso
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Design cover: Chyntia Yanetha
Penerbit: Spring
Cetakan pertama, September 2016
448 halaman




Friday, 13 October 2017

Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur by Enid Blyton



Setelah hampir setahun tidak update blog, akhirnya berhasil mengumpulkan niat buat nulis lagi. Many things happen since my last post, did I mention you now I have second baby girl? Yeah, now I'm officially mother of two daughters.. ^^


Dalam rangka kelahiran anak kedua saya, postingan kali ini saya akan membahas harta karun buku anak yang baru-baru ini saya temukan. Jadi ternyata Pak Suami dulu punya buku Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur karya Enid Blyton. Dulu saya tumbuh dengan membaca buku petualangan "5 Sekawan"nya Enid Blyton, dan belum pernah membaca buku-buku Enid Blyton yang bertema fantasi seperti buku dongeng ini. Buku ini adalah buku terjemahan terbitan Gramedia tahun 1984 (this book is older than me >.<).


Pada buku ini terdapat 30 cerita dongeng, ada tentang makluk-makluk magis seperti kurcaci dan peri, dan ada juga cerita menarik tentang binatang-binatang. Kisahnya diceritakan singkat sepanjang 2-3 halaman, cocok untuk pengantar tidur. Walaupun Titha biasanya minta dibacakan minimal 3 cerita sebelum tidur. Ilustrasinya membuat buku ini sangat terasa 'jadul' nya, membuat saya teringat akan buku-buku dongeng yang pernah saya baca jaman sekolah dasar dulu. 


Salah satu cerita favorit saya pada buku ini adalah "Petualangan yang Menakjubkan". Cerita ini berkisah tentang seorang anak bernama Paul yang melihat seorang peri mencuri di toko permen. Paul dan pemilik toko kemudian mengejar peri pencuri, tanpa mereka sadari mereka mengejar sampai ke Kota Mainan. Di kota yang ganjil itu bangunan disusun dari balok-balok kayu mainan anak-anak, polisi di sana pun adalah polisi kayu. Seru sekali membayangkan kalau kita tiba-tiba berada di kota mainan seperti itu kan? 




4 bintang untuk buku klasik ini



Judul : Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur (The Enid Blyton Goodnight Story Book)

Pengarang : Enid Blyton

Penerbit : PT Gramedia 

Tahun Terbit : 1984

Jumlah Halaman : 114





Monday, 14 November 2016

My First Read on Wattpad "Auntum Rapsody"

Setelah setahun lebih menginstall Wattpad di hp, akhirnya saya membaca juga salah satu ceritanya. Hehehe.. Jujur saya termasuk orang yang agak pemilih untuk penerbit, saya jarang (atau malah ga pernah ya?) membaca buku terbitan penerbit indie, karena saya sangat terganggu dengan editing yang tidak bersih, bahasa yang tidak mengalir, dll. Itulah yang membuat saya belum mempunyai 'keberanian' membaca cerita di Wattpad selama ini..
Tapi tapi, waktu itu saya terjebak di kemacetan, tidak bawa buku, dan baterai kindle habis. Akhirnya saya bolak balik searching cerita rekomended di Wattpad, dan muncullah ini : "Auntum Rapsody" yang ditulis oleh akun forever_revoir



Damian adalah cinta pertama Keira, sejak mereka pertama bertemu saat berumur 14 tahun. 9 tahun kemudian, nasib kembali mempertemukan Keira dengan Damian. Pada pertemuan tersebut Damian bahkan langsung melamar Keira menjadi istrinya! Auntum Rapsody menceritakan naik turun hubungan mereka sebagai suami istri, benci dan cinta.. 

Jujur saya cukup menikmati kisah Keira dan Damian. Naik turun konfliknya seru untuk diikuti. Tetapi dengan bodohnya saya tidak mempedulikan judulnya yang diberikan kata-kata "DALAM PEMBAHARUAN". Jadi cerita di Wattpad berakhir di Chapter 22, sisa cerita sampai habis (kalau ga salah sampai Chapter 33) telah dihapus karena sedang dalam proses penerbitan ke buku. ZONK! Huhuhu T.T Padahal penasaran...

Berhubung cerita ini sedang proses penerbitan, saya mau sumbang saran terkait cerita ini, siapa tau aja penulisnya baca dan bisa jadi bahan perbaikan :D

1. Waktu
Masalah waktu pada cerita ini sebenarnya cukup mengganggu saya, eh malah sangat mengganggu. Hehehe... Berasa baru diceritain nikah kok tiba-tiba udah setahun aja? Sementara pada cerita keep saying "9 tahun yang lalu". Lah kalau udah setahun nikah berarti pertemuan mereka udah 10 tahun lalu donk? 
Selain itu yang membuat tidak masuk akal adalah tidak diberikan klu bertahap seperti "sebulan telah berlalu.." atau bisa "tidak terasa musim telah berganti dan 4 bulan telah berlalu.." Malah ujug2 udah setahun tanpa ada cerita "penggantian musim". Bukankah mereka tinggal di tempat empat musim karena ada musim gugurnya?



2. Tempat
Tempat tinggal Keira dan Damian adalah tempat tinggal fiktif bernama seperti pegunungan Conquer, Frolenberg, dll. Nama2 tempatnya menarik. Pasti kalau ditambahkan deskripsi tempat-tempatnya akan makin menarik lagi. Misalnya setahun Keira tinggal di tempat Damian, pasti lebih seru kalau banyak cerita eksplore tempat-tempatnya, karena akan jadi pengalaman baru dan seru bagi Keira (dan pembaca)

3. Hubungan Keira dengan keluarganya
Tau sih Keira suka banget sama Damian, tapi masak iya sejak pindah ke negara Damian (yang jaraknya ber jam2 pesawat) dia sama sekali tidak kangen orang tuanya? Kan ceritanya orang tua Keira juga tipe yang baik dan penyayang dengan anaknya, masak ga bikin kangen? Terutama di awal mereka berpisah tidak ada yang menyinggung Keira teringat orang tuanya. Setahun loh itu ga ketemunya, setahun! Hehehe. Saya malah tidak merasakan bonding apapun dengan pelayan Damian, ibu Margareth (yang sudah dianggap ibu oleh Demian). Jadi agak aneh baca Keira sedih banget waktu ditinggal, lebih sedih dibanding pisah dengan orang tua kandungnya gitu? Siapa elo? >.< Mungkin kalau hubungan dengan Ibu Margareth lebih digali, udah kerasa deket, mungkin sedihnya waktu ditinggal lebih berasa ya.. Atau yang sedih cukup Damian aja, Keira cukup dalam batas 'ikut prihatin'. Jadi lebih masuk akal..

4. Tata bahasa
Yayaya, pasti banyak sih kalau kekurangan tata bahasanya, EYD dan lain-lain, wajar kan belum ada editornya. Mudah2an karena mau naik cetak, bisa lebih bersih.

Oke itu beberapa hal yang agak mengganjal di hati saya, tidak tenang kalau tidak dituliskan, semoga bermanfaat ^^

Updated : 
Semoga lancar proses penerbitannya ya..  ^^ Can't wait!


Wednesday, 12 October 2016

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin By Tere Liye


 “Dia bagai malaikat bagi keluarga kami. Merengkuh aku, adikku, dan Ibu dari kehidupan jalanan yang miskin dan nestapa. Memberikan makan, tempat berteduh, sekolah, dan janji-janji masa depan yang lebih baik. Dia sungguh bagai malaikat bagi keluarga kami. Memberikan kasih sayang, perhatian, dan teladan tanpa mengharap budi sekali pun. Dan lihatlah, aku membalas itu semua dengan membiarkan mekar perasaan ini. Ibu benar, tak layak aku mencintai malaikat keluarga kami. Tak pantas. Maafkan aku, Ibu. Perasaan kagum, terpesona, atau entahlah itu muncul tak tertahankan bahkan sejak rambutku masih dikepang dua. Sekarang, ketika dia boleh jadi tidak pernah menganggapku lebih dari seorang adik yang tidak tahu diri, biarlah… biarlah aku luruh ke bumi seperti sehelai daun… daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya”

Setelah cukup lama tersimpan di timbunan sejak beli dulu, akhirnya saya memutuskan untuk membaca buku Tere Liye ini. ^^ Pamor Tere Liye dalam menerbitkan buku-buku romance cukup membuat saya yang really craving for love story ini berharap banyak. Saya tidak akan menceritakan isi bukunya karena Blurb di atas sepertinya sudah cukup menggambarkan cerita buku ini. Pada 264 halaman, kita dibawa mengikuti flash back masa lalu Tania, mulai sejak dia pertama mengenal Danar di umur 11 tahun sampai dengan saat Tania dewasa, lulus kuliah dan bekerja. Buku ini sepertinya cukup banyak peminatnya, karena sejak pertama diterbitkan pada 2010 sampai sekarang telah naik cetak ulang sampai belasan kali. Tapi tapiii, buku ini sepertinya kurang cocok dengan saya, not my cup of tea >.<. Mungkin pengaruh buku2 romance yang saya baca belakangan selalu bernuansa 'manis' jadi  saya merasa tidak sefrekuensi dengan buku yang agak suram ini. Saya pun tidak bisa menyukai tokoh-tokoh yang diceritakan, entah karena Tere Liye yang tidak mengeksplor karakternya dengan detail atau memang sayanya yang gagal paham. Tania, pinter banget dan cantik, sisanya hambar. Danar, baiik banget, tetapi kok kayak belum mengena aja gitu ke hati, dan saya benci Danar yang tidak memperjuangkan cintanya. (I think you've got my point, my kinda fav man character in romance story is the one who put best effort for his love). Dede, adiknya Tania, karakter yang awalnya lumayan sreg di hati. Ceria, kritis, tetapi saya berlahan kehilangan minat karena dari awal masuk SD sampai kuliah yang dibahas Dede ke Tania itu lego lagi lego lagi. ^.^

Jadi, 3 bintang untuk buku ini karena saya tetap bisa menyelesaikannya sampai akhir tanpa terpaksa.


Judul                    : Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Pengarang            : Tere-Liye

Penerbit               : Gramedia Pustaka Utama
C
Jumlah halaman    : 264 halaman
ISBN  978-979-22-5780-9

I’ll be Your Wife by Jho Hyo Eun


Hidup kadang bisa menjadi cukup berat, tetapi Mo Rae dan Seung Won tidak punya pilihan lain kecuali menjalaninya. Mo Rae berumur 23 tahun, yatim piatu yang kehilangan orangtuanya saat kecelakaan. Sayangnya kematian orang tuanya juga menyisakan hutang yang sangat banyak yang harus diselesaikan Mo Rae. Seung Won, seorang wanita 28 tahun kaya raya yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya. 
Pada suatu malam, seolah Tuhan menjawab doa mereka, tubuh mereka tertukar. Akhirnya Mo Rae menjalani hidupnya yang baru sebagai Seung Won yang kaya raya dan telah bersuami. Sang Hyuk, suami Seung Won diceritakan sebagai orang yang sangat tampan, tapi tidak berperasaan, seperti robot. Tetapi benarkan seperti itu? 




Selama tinggal di rumah barunya, Mo Rae perlahan mulai menemukan sisi lain dari Sang Hyuk yang sangat menarik hatinya. Dengan sikap ceria dan penuh semangat Mo Rae, Sang Hyuk mulai membuka pagar tinggi hatinya. Buku ini menceritakan sangat manis bagaimana perlahan Sang Hyuk dari sangat membenci Seung Won, mulai berlahan memperhatikannya sejak sikap Seung Won berubah, tanpa mengetahui perubahan tersebut karena sekarang Mo Rae lah yang ada di dalam tubuh Seung Won.  Lucu sekali melihat Sang Hyuk yang awalnya tidak peduli, menjadi mulai mencari-cari istrinya saat dia tidak menemukannya di rumah saat pulang kantor. Ternyata si jail Mo Rae malah bersembunyi di dalam selimut dan mengagetkan Sang Hyuk. Sang Hyuk yang tidak pernah tersenyum itu sampai susah sekali menyembunyikan tawanya. Mo Rae benar-benar merubah hidup Sang Hyuk menjadi lebih bewarna. Belum lagi Mo Rae yang sengaja menupahkan minuman ke celana Sang Hyuk yang sedang tidur agar suaminya itu mengira dia telah mengompol di celana. Tetapi mampukah semua itu membut Sang Hyuk memaafkan masa lalu istrinya yang sangat kelam? 

Buku ini adalah buku pertama terjemahan Korea yang saya baca. Buku pertama dari penerbit Haru juga yang saya baca. Terjemahannya bagus dan mengalir, walau beberapa editing masih terlewat seperti ada kata 'dan' yang keulang jadi 'dan dan', dan editing minor lainnya. 

Kalau dari segi cerita, khas film korea yang romantis imut-imut gitu (apa coba romantis imut? Hahaha) Saya sukaaaa jalan ceritanya, berlahan tapi pasti menceritakan benci jadi cinta, hate-love story always win my heart ^^. Seru, bikin senyum-senyum sendiri baca mereka yang udah saling suka tapi masih gengsian. Tadinya mau ngasih nilai 4, tapi saya tidak terlalu suka dengan akhirnya yang anti klimaks. Jadi beberapa bab terakhir terasa agak membosankan. 3,5 bintang untuk buku I'll be your wife.



Jadi buku ini sangat saya rekomendasikan untuk penggemar hate-love romance, di jamin klepek klepek deh bacanya. Hehehe. Oiya, buku ini khusus Dewasa ya, karena ada cerita yang belum pas untuk anak di bawah umur walaupun hanya sedikit, maklum kan bukunya menceritakan kehidupan suami istri. ^^


Judul: I’ll Be Your Wife
Penulis: Jo Hyo Eun
Penerbit : Haru Media
Penerjemah: Siti Solehatin
Penyunting: KP Januwarsi
Proofreader: Yuli Yono
Cover designer: Bambang ‘Bambi’ Gunawan
Ilustrasi isi: @teguhra
Cetakan: pertama, Maret 2016
Jumlah Halaman: 410
Ukuran: 14×20 cm
ISBN: 9786027742482

Sedikit cuplikan perhatian Sang Hyuk di hal 149, saat Mo Rae yang tidak tau kalau tubuhnya alergi dengan kepiting. Sehingga berujung harus dilarikan ke rumah sakit. Mo Rae masih dalam pengaruh obat yang membuatnya sangat mengantuk saat perjalanan pulang di mobil dengan Sang Hyuk. Mo Rae tertidur dengan kepala beberapa kali terantuk kaca mobil.

Sang Hyuk tak tahan melihat hal itu. Rasa kantuk yang datang sebagai efek samping obat sepertinya tidak dapat dilawan istrinya. Laki-laki itu berlahan mengulurkan tangannya dan menarik pundak wanita itu ke arahnya. Wanita yang memang tidak lagi memiliki tenaga itu seakan telah menantikan tubuh kekar Sang Hyuk untuk bersandar. Oleh karena itu, ia terlihat dengan nyaman menyandarkan kepalanya di pundak Sang Hyuk lalu melanjutkan tidur. Merasa berada di tempat yang lembut dan nyaman, muncul senyum puas di sudur bibir wanita itu. Sang Hyuk kemudian berbicara pada sopirnya.
"Sopir Lee, tolong menyetir lebih pelan"








Wednesday, 5 October 2016

3 things I Love about "To All the Boys I've Love Before 1 & 2"

Jadi ceritanya saya sedang sukaaa banget cerita romantis, di tengah hujan yang sering mengguyur kota Jakarta, kayaknya paling pas buat baca buku romantis sambil selimutan di tempat tidur ^^
Hasil rekomendasi beberapa teman, akhirnya saya membeli buku Jenny Han, "To All the Boys I've Love Before" dan buku keduanya "PS I Still Love You". Waktu mulai membaca, saya langsung jatuh cinta dengan ceritanya. Sekian lama saya tidak pernah membaca buku sekali duduk sampai beres, tetapi saya berhasil menyelesaikan buku pertama dari menjelang tidur sampai tamat jam 1 malam. Saya begitu hanyut dengan kisah cinta Lara Jean membuat saya tidak mau menutup bukunya sebelum selesai. >.<

Kali ini saya tidak akan membuat review kedua buku ini, mengingat reviewnya sudah banyak berseliweran di blog buku teman2 sejak buku keduanya terbit akhir tahun lalu. Sekarang saya hanya akan mendaftar kenapa saya sangat merekomendasikan buku ini untuk penggemar cerita romantis klise seperti saya o.^

1. Lara Jean membuat mimpi remaja seperti nyata


Siapa sih dulu waktu jaman sekolah tidak pernah mengidolakan orang yang out of reach? Entah itu cowok paling ganteng di sekolah, atau ketua OSIS, ketua Rohis, dll. Nah, Lara Jean mengidolakan orang-orang yang dia tahu tidak akan pernah bisa jadi pacaranya. Dimulai dari Josh, favorit seluruh anggota keluarganya dan sayangnya adalah pacar Kakak Lara Jean. Kemudian ada Peter, anak paling tampan di sekolah Lara Jean dan mempunyai pacar yang sangat cantik. Belum lagi ada John yang tidak kalah gantengnya dengan Peter.
Sebagian dari kita mungkin beruntung saat gayung bersambut, tetapi saya yakin sebagian besar dari kita pasti cukup senang dengan hanya mengidolakan, cukup puas saat cowok yang ditaksir membalas senyum, udah heboh duluan saat tidak sengaja papasan dengan kecengan dan memperoleh perhatian lainnya.
Dengan membaca cerita Lara Jean, kita dibawa berbunga-bunga saat tau ternyata satu per satu cinta Lara Jean mulai di balas. Kebayang kan gimana senengnya waktu tau, ternyata idola kita selama ini juga memperhatikan kita, mengetahui kebiasaan kita? wuaaaa, meltiing... Hahaha. Padahal Lara jean semula hanya gadis rumahan biasa, jarang ikut pesta, dan menghabiskan waktunya memanggang kue di rumah atau jadi relawan ke panti jompo. 

2. Karakter cowoknya idola semua
Mulai dari Josh, tipe pelindung yang selalu siap sedia untuk Lara Jean. Hobinya pun sama, sampai-sampai waktu Halloween saja mereka tidak sengaja memakai baju yang matching satu sama lain
Peter, karakter cowok favorit saya. Diceritakan sangat tampan dan idola satu sekolah. Awalnya selengehan, terkesan jail tapi ternyata bisa romantis dan cemburu juga. ^^
John, anak baik yang ternyata dari dulu telah menyukai Lara Jean. Digambarkan sebagai cowok yang manis, nyaris cantik. Saya selalau menganggap romantis cowok yang diam-diam memperhatikan cewek yang dia sukai, memperhatikan sampai tau kebiasaan sang cewek mulai apa yang dia makanan yang dia suka, apa kegiatan yang menjadi favoritnya dan lain sebagainya. Rasanya menyenangkan bisa menjadi spesial bagi seseorang seperti itu. John, andai dia datang lebih dulu sebelum Peter, pasti dia akan menjadi karakter favorit saya

3. Kehidupan Lara Jean
 Kehidupan Lara Jean sangat menyenangkan untuk diikuti. Jauh dari hal-hal seperti mabuk-mabukan, pesta sampai tengah malam yang ditutup dengan seks. Kehidupan Lara Jean hanya sebatas rumah, sekolah dan panti jompo. Di rumah Lara Jean memiliki seorang kakak perempuan yang sangat perhatian, adik perempuan yang unik dan ayah yang sangat menyanyangi mereka. Saya suka kehidupan yang biasa itu kemudian dapat jungkir balik karena cinta-cintaan remaja. Mulai dari berbunga-bunga, galau-galaunya, atau malah sampai merenggangkan hubungan Lara jean dengan kakaknya. Seluruh cerita dibuat santai tak terburu-buru, tetapi sama sekali tidak membosankan. Membacanya membuat saya kembali merasa muda kembali (berasa tua banget sih ca.. hahaha), saat masalah hanya sebatas 'dia blm bales SMS', tanpa memikirkan pekerjaan dan lain sebagainya. (curhat colongan..^^).

"Banyak orang yang keluar masuk hidupmu. Untuk satu masa, mereka adalah duniamu, mereka segalanya. Lalu suatu hari mereka bukan apa-apa lagi bagimu"
-PS I Still Love You-

Seseorang yang awalnya kita kira adalah cinta sejati Lara jean, kemudian tiba-tiba nanti menjadi bukan siapa-siapa. Dan seseorang yang bukan siapa-siapa, lambat laun mulai mendapat tempat di hatinya, dan akhirnya mendominasi tempat itu. Bukankah kehidupan memang seperti itu?

Jadi, 4 bintang untuk ke dua buku ini.





Monday, 5 September 2016

My 3 Months Books Recap

Ternyata sudah 3 bulan lebih blog ini berdebu tanpa postingan baru.. Wuaa.. Jadi mumpung ada waktu (dan niat), mari kita posting rekapan buku yg saya baca 3 bulan belakangan ini 

In the Blue Moon by Ilana Tan

Sophie adalah pemilik toko kue dengan tarlet terenak di New York. Takdir kembali mempertemukannya dengan Lucas, orang yang sangat dibenci Sophie sejak SMA. Keadaan diperparah karena ternyata kakek Sophie dan kakek Lucas telah menjodohkan mereka berdua. 
Perjalanan perubahan rasa benci Sophie menjadi rasa suka dan cinta diceritakan Ilana Tan dengan sangat manis. Tidak dipaksakan dan sangat mengalir. Setiap kisah bagaimana Lucas berusaha mememangkan hati Sophie sungguh menyenangkan untuk diikuti. Selain itu yang sangat saya suka dari Ilana Tan adalah, penggunaan Bahasa Indonesianya yang baik. Tidak perlu menggunakan banyak kata serapan atau bahasa asing untuk membuat ceritanya menarik dan enak dibaca. Jadi 4 bintang untuk buku ini.


The Poor Governess by Barbara Cartland
Buku ini adalah buku pertama Barbara Cartland yang saya baca, dan saya sangaaat menikmatinya. Barbara Cartland, welcome to my list^^ Karya-karyanya cukup banyak, hasil ngintip info di Wikipedia, seumur hidupnya ternyata novelis Inggris ini sudah menerbitkan lebih dari 700 buku. 
Cerita The Poor Governess sebenarnya cukup sederhana, tentang seorang lady miskin yang hidup di pedesaan dan jatuh cinta dengan bangsawan kelas atas kaya raya. Ibarat pungguk merindukan bulan, Lara dipertemukan dengan Marquis sang bangsawan saat menjadi guru privat keponakannya. It's just a simple story, but I'm easy to pleased by romance. Hahaha. Jadi buku ini sangat menghibur. Belum lagi cerita juga dibumbui dengan detail kondisi Inggris pada zaman Victoria. Di gambarkan bagaimana kastil mewah dipenuhi dengan ratusan pelayan, halaman dengan tempat pacuan kuda, dan bunga warna warni bak istana di cerita negeri dongeng. 
Jadi, buku ini sangat direkomendasikan untuk yang mencari buku-buku romance ringan. Halamannya yang sedikit (216 halaman versi terjemahan yang saya baca) juga cocok bagi yang tidak mempunyai banyak waktu luang banyak untuk membaca. 3,5 bintang buku ini.
 

Cabin Fever by Jeff Kinney

Buku ini adalah salah satu best buy di Big Bad Wolf yang lalu. Buku ini dibandrol hanya 30ribu, sementara di toko buku harganya masih berkisar di atas 120ribu. Yeeeyy. Namanya juga emak modis alias modal diskon ^^ Buku ke 6 dari seri Diary Of Wimpy Kid ini menceritakan tentang Greg yang beberapa kali kena masalah, salah satunya saat dia dituduh sebagai pelaku vandalisme yang merusak tembok sekolah. Ceritanya ringan dan menghibur, namun entah kenapa humornya tidak sesegar buku-buku Wimpy Kid sebelum-sebelumnya. 3 bintang untuk buku ini.


Robohnya Surau Kami by AA Navis

AA Navis adalah seorang sastrawan dan budayawan terkemuka di Indonesia yang berasal dari Padang Panjang. Buku Robohnya Surau Kami adalah kumpulan cerpen karya Aa Navis yang terdiri dari 10 cerita pendek. Semua cerita begitu sarat nilai dan sentilan-sentilan akan hidup. Seperti pada cerpen pertama yang menggambarkan betapa 'egois'nya kakek Garin yang mengabdikan hidupnya di surau, hanya untuk sholat dan mengaji. Tapi kakek Garin melupakan tanggung jawabnya yang lain, yaitu menafkahi istri dan anaknya. Dan berbuat hal bermanfaat lainnya. Sehingga mengabdikan diri di surau belum tentu membuatnya bisa masuk surga. 
Cerita favorit saya sendiri pada buku ini adalah "Penolong" Menceritakan tentang usaha evakuasi saat terjadi kecelakaan kereta api. Berlatar kodisi tempo dulu dimana transportasi utama di Sumatera Barat adalah kereta api batu bara, terdapat seorang anak korban kecelakaan yang terjepit kakinya. Untuk menyelamatkannya para penolong harus memotong kakinya atau sebenarnya juga bisa dengan memotong gerbong yang menimpanya. Tragisnya adalah pilihan yang diambil dalam menyelamatkan anak itu karena sang penolong ternyata adalah seorang ... (Baca sendiri ya bukunya ^^) 
Buku ini merupakan salah satu wishlist saya dari lama. Tidak diduga saya menemukan buku ini di rak buku di rumah orang tua waktu mudik lebaran kemaren (yang ternyata punya kakak ipar). Umur bukunya bahkan lebih tua dari saya (terbitan 1986). Berasa nemu harta karuunn >.<
Overall, bukunya keren, pake banget! 4 bintang untuk buku ini.


The Lightning Tief (Percy Jackson) by Rick Riordan

Berhubung tidak lengkap kalau belum baca buku fantasi, buku terkahir pada daftar kali ini adalah buku pertama dari seri Percy Jackson. Saya selalu suka buku-buku yang menceritakan seorang anak biasa yang ternyata menemukan hal luar bisa dan magical tentang dirinya. Seperti dalam kisah ini, Percy Jackson yang selalu bermasalah dengan sekolahnya ternyata adalah seorang anak dari dewa laut, Poseidon. Parahnya, ternyata Percy dituduh mencuri petir milik Zeus. Akhirnya Percy dengan ditemani oleh Annabeth (anak dari Dewi Athena) dan Chiron (Seekor Satyr pengawal Percy) bahu membahu mencari petir Zeus untuk mencegah terjadi perang antar dewa. 

Buku yang saya baca adalah english ebook di Kindle. Bahasa Rick Riodan benar-benar bikin jatuh cinta. Ringan dan fun. Ceritanya pun seru, dalam petualangan Percy mencari petir, 3 sekawan ini sering menemukan masalah dengan dewa-dewa dan monster Yunani yang mencoba menghalangi mereka.  Oiya, don't you ever judge this book by its movie yaa.. Karena filmnya jaauuuhh banget dari bukunya. 4 bintang untuk buku ini.


Demikian 5 buku yang saya baca belakangan ini. Sedangkan buku yang saya baca sekarang adalah Amulet of Samarkand, dalam rangka karena saya berencana membaca semua cerita-cerita fantasi yang telah terbit sekian tahun tapi selalu mendapat tempat di hati para penggemar fantasi. Mumpung gampang nyarinya di Kindle ^^

Tapi sementara itu I'm soooo craving for love story. Pengen baca cerita romance yang bikin baper, menye-menye gapapa, yang penting ringan, bahasanya enak dan ngena ke hati. Punya rekomendasi? 


Tuesday, 31 May 2016

Short Interview with Dimas Abi

Tanggal 17 Mei lalu ditetapkan sebagai Hari Buku Nasional. Dalam rangka memeriahkannya, BBI mengadakan posting bareng di bulan ini, posting apapun tentang buku tapi bukan resensi. Setelah bertapa mencari ide, akhirnya saya memutuskan untuk menulis tentang salah satu penulis Indonesia yang karya2nya sangat saya nikmati, Dimas Abi


Siapa Dimas Abi? 
Abi adalah penulis buku2 bergenre komedi, karena misinya adalah untuk membuat orang2 bahagia ^^ Saya mulai membaca buku Pertama Abi di tahun 2011an. Sampai sekarang sudah ada 5 karya Abi, 3 buku yang ditulis sendiri, 2 lainnya karya yang ditulis bersama penulis  lainnya. 



Buku2 Abi menurut saya sangat berkembang dari buku pertama sampai dengan buku terakhirnya. Jika mampu menjaga konsisten dalam peningkatan penulisannya, bukan tidak mungkin Abi bisa jadi the next Adhitya Mulya atau Raditya Dika. Bahasa yang digunakan dalam tulisannya sangat ringan, tetapi sekaligus sangat menghibur dan menyenangkan. Beberapa review bukunya pernah saya posting di sini

(Abi in his signature style ^^)


Mungkin beberapa akan bertanya2, mengapa saya memutuskan mewawancara Abi, bukankah banyak penulis lain yang menelurkan lebih bagus bahkan lebih banyak karya? Sebagai pribadi, saya mengenal teman yang berumur 29 tahun ini sebagai sosok yang lucu dan menyenangkan. Selain itu pemilik nama lengkap Dimas Abi Aufan ini membuat sesuatu yang tampak tidak mungkin bagi sebagian orang, bahkan bagi saya, menjadi sesuatu yang bisa dicapai, apalagi kalau bukan 'menerbitkan buku'. Padahal backgroundnya Abi itu engineer loh, kerjanya pun bukan yang berhubungan dengan dunia buku, tapi Ayah satu anak ini berhasil menelurkan beberapa karya. Karena yang paling utama dalam menulis menurut Abi memang adalah motivasi.. 

Jadi dalam rangka bulan buku nasional ini, saya mau mengajak para pengunjung blog ini yang mungkin mempunyai cita2 terpendam dalam menulis dapat kembali bersemangat untuk mewujudkannya. Ga ada yang ga mungkin, Abi juga kasi tips loh di bawah. Oiya, tips2 menulis lain juga banyak di share Abi di blognya Nulis Yuk. Mari kita ramaikan kancah perbukuan di negri ini dengan buku2 karya anak negri yang makin banyak dan berkualitas.



Berikut chat singkat interview dengan Abi :

Halo Abi.. Makasi ya udah ngeluangin waktu masuk blog My Wonderful Life yaa.. ^^ Oiya, panggilannya Abi atau Dimas nih?

Abi aja soalnya dimas udah buanyak..😄

Hahha.. Iya nih, kalau diitung temen ca yang namanya Dimas ada  banyak sih, hmm... (Maaf OOT, jd ngitungin kan.. 😄) 
Abi kan sampe sekarang udah nerbitin beberapa buku, kalau boleh tau, awalnya dapat inspirasi dari mana aja?

Total 5 buku, 3 novel pribadi dan 2 proyek kerjasama, thess. Inspirasi semuanya berasal dr hal2 yg deket2 aja..

Contohnya apa aja bi?

 Ya, yg dekat2 dr diri kita sendiri aja tess.. misal buku pertamaku nih. Tema ceritanya ttg LDR, idenya diambil krn waktu itu aku lg LDR hehe. Yah, karena sebenernya ide itu justru melimpah enggak jauh2 dr kita tess..😄

Owhh jadi kalau cari inspirasi ga perlu jauh2 yaa.. Cukup lebih menyelami diri sendiri 🤔
Dari semua genre, kenapa Abi milihnya komedi?

Betul sekali kakak. 
Awalnya karena aku suka baca novel komedi tess.. buku2nya hilman, adhitya mulya, dll. Rasanya hepi klo baca komedi. Nah itu sebabnya aku tertarik di genre komedi, bisa bikin org bahagia 😄✌

and You nailed it.. Baca buku2nya Abi emang bikin fun banget 😄 
Kasi tips dalam menulis donk bi, biar karya kita bisa selesai bahkan sampai diterbitkan. Mungkin 3 tips utamanya..

 1. Idenya harus kuat dan memiliki motivasi
2. Bikin target menulis yang jelas dan masuk akal
3. Action
Itu 3 tips utama versi dimas abi tess..✌

Makasi tipsnya bi 😊😊
Sekarang kita ngomongin Abi yuk, biar yang mampir ke blog ini makin kenal. Pilih 5 kata yg paling menggambarkan Abi donk..

Wah pertanyaan susah, klo yg bagus2 ntar dikira narsis haha..
Berdasarkan temen2 aja y, katanya aku : 
1.pendiam
2.pendengar
3.culun
4.item
5.penulis


Setuju banget yg no.2, Abi emank pendengar yang baik. Hehehe. Masih suka jd tempat curhat ga bi? (Pertanyaan colongan 😄)

Hehe.. lumayan tess, buka praktek asik kayanya ya haha

Asal jangan dikasi tarif aja bi 😝
Ceritain kesibukan sehari2 Abi selain nulis buku apa aja sih?

Klo skrg lg sibuk2nya kerja tess, dan juga main sama anak 😄

Ngebagi waktunya gimana bi antara keluarga, kerja n nulis?

Saat ini justru itu yg sulit tess.. sekarang aku mulai coba membiasakan nulis di waktu subuh.. karena itu waktu yg paling fresh. Berat emang, tp kudu semangat kan?👍🏻

Iyaa, semangaat Abii!! Brarti kapan nih kita bakal nikmatin buku baru Abi nih?

 Semoga segera ya, doakan aja semangat ini tak pernah pupus. Asik.

Amin semoga segera yaa 😊 
Ngomong2 tentang penulis, biasanya penulis pasti juga suka baca kan? Dalam rangka hari buku nasional di bulan Mei ini, boleh cerita tentang buku lokal favorit Abi?

 Yap, penulis dan membaca itu sahabat sejati tess. Hehe..
Buku lokal favorit yang membekas bgt itu: Jomblo (Adhitya Mulya). Gaya penceritaan adhit buagus bgt tess padahal ceritanya simpel.

Udah lama pengen baca bukunya, tp blm kesampaian juga.. Baru pernah nonton filmnya. Filmnya sama kaya bukunya ga bi?

Filmnya juga bagus kok tess, salah satu film komedi romantis favorit juga..

 Iyaa, apalagi syutingnya di kampus ica.. (Abaikan alasan ini 😄)
Terakhir, ada pesen2 buat pembaca blog dalam hari buku nasional ini ga bi?

Buku itu adalah benda paling keren di dunia. Jadi, bersyukurlah wahai pecinta buku, kalian termasuk orang keren. Jangan pernah bosen baca buku! Selamat hari buku nasional!




Tuesday, 17 May 2016

Quote #5

Selamat Hari Buku Nasional
17 Mei 2016


“Aku rela di penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.”
― Mohammad Hatta