Saturday, 22 February 2020

Titha Menjadi Anggota Perpustakaan

Postingan ini adalah postingan random tentang emak yang super excited pas tau anaknya jadi anggota perpustakaan, karena itu artinya upaya ia meracuni anak dengan buku cukup berhasil 😁
Titha, anak pertama saya, umurnya baru 6 tahun dan sekarang sudah kelas 1 SD. Bagi yang mengikuti blog ini dari dulu, mungkin tau bagaimana saya sudah mulai "meracuni" anak dengan buku sejak dini. Saya sudah mulai membacakan buku ke mereka sejak umurnya masih hitungan bulan.

Baca juga cerita tentang buku pertama Titha di sini.

Seiring berjalannya waktu, mereka yang awalnya dibacakan dan dipilihkan buku mulai bisa memilih sendiri buku mana yang ingin dibacakan. Saat Titha sudah TK, dia mulai membaca buku sendiri, terutama untuk buku-buku anak bergambar yang masih dominan gambar dari pada tulisannya. Saat awal masuk SD, Titha akhirnya berhasil menamatkan membaca novel pertamanya.

Baca juga cerita novel pertama yang dibaca Titha di sini.

Nah akhir-akhir ini, Titha suka cerita kalau saat free play di sekolah, dia suka ke perpustakaan. Ia dan teman-temannya suka membaca buku-buku di perpustakaan saat jam istirahat. Trus Titha suka bilang "Titha ga sabar buat free play lagi besok, soalnya Titha belum selesai baca buku tau-tau sudah bell" yaiyalah istirahat kan cuma 15 menit 🀣 Jujur saat denger Titha cerita gitu, saya rasanya seneeng banget. Tanpa disodorin buku sama mamanya (kaya biasanya), dia udah nyari buku sendiri. Mudah-mudahan kesenangan Titha dengan buku bisa awet terus. 😁

Lanjut lagi ya.. Jadi, akhirnya saya ngobrol sama Titha ngejelasin tentang perpustakaan
MC : Mama cantik 😁
T : Titha si anak manis

MC : Titha tau ga, kan buku perpustakaan boleh dipinjam buat dibawa pulang.
T : tapi temen-temen Titha ga ada yang bawa pulang mamah
MC : soalnya baru boleh pinjam buku kalau kita udah jadi anggota perpustakaan. Yang udah punya kartu perpustakaan. Titha udah punya kartu perpustakaan belum?
T : ga punya
MC : di perpustakaannya ada petugas yang jaga ga? Pustakawan gitu (sebelumnya Titha pernah baca buku yang ada cerita pustakawannya)
T : ada, dia duduk di deket pintu masuk perpustakaan biasanya.
MC : nah, besok Titha tanya ya sama pustakawannya. Kalau mau bikin kartu perpustakaan caranya gimana. Oke?
T : oke

Besokannya, Titha udah berhasil bikin kartu perpus belum? Tentu belum ferguso πŸ˜‚ anaknya malu nanya. Hahaha.. Yaudah saya motivasi lagi, sambil bilang besok ajak temennya nanya bareng-bareng. Siapa tau kalau sama temen dia lebih pede nanya kan. Saya sengaja ga titip ke bu guru. Sebenernya titip ke bu guru wali kelas juga bisa sih, tapi saya mau ajarin anaknya mandiri, biar Titha punya pengalaman ngurus sendiri 😁.

Besokannya berhasil, Titha akhirnya udah nanya bareng-bareng temennya. Sama pustakawan dia dikasi kertas yang diisi data diri. Titha nulis sendiri formulirnya, dengan tulisan dia yang masih kebalik-balik. Hahaha. Nama, kelas, alamat. Gpp deh yang penting kebaca.
Setelah formulir dibalikin hari berikutnya, anaknya difoto sama pustakawannya, dan resmi lah Titha menjadi anggota perpustakaan sekolahnya.

Kartu perpus pertama Titha


Buku perpustakaan pertama yang dipinjam Titha. Cerita rakyat Papua tentang burung kasuari yang sombong


Sekarang sejak Titha jadi anggota perpus, pulang suka bawa buku perpus buat dibaca. 1 buku maksimal boleh dipinjam 1 minggu. Lumayan nambah variasi bacaan tanpa perlu beli buku terus. Hehehe.. Jadi inget dulu saya juga suka banget minjem buku di perpustakaan, tapi perpustakaan Pemda. SD saya ga punya perpustakaan soalnya πŸ˜… 

Demikian postingan random kali ini. Intinya apa? Ga ada.. hahaha. Cuma mau kasi saran aja, jangan lelah meracuni anak dengan buku. Karena kita ga tau kapan ia akan mulai tertarik juga membaca.. 

Thursday, 9 January 2020

Menelusuri Kejayaan Islam di Spanyol melalui buku Menjejak Andalusia

Akhirnya postingan pertama di tahun 2020 ini 😁 Sebagai postingan pembuka di awal tahun, saya bakal cerita tentang salah satu buku terbaik yang saya baca di tahun lalu, Menjejak Andalusia karya Riana Garniati Rahayu dan Ibrahim Kholilul Rohman.

Andalusia, ada yang ga tau ini makhluk sejenis apa? 😁 Andalusia adalah salah satu wilayah otonom di negara Spanyol. Tempatnya di Semenanjung Iberia, dan namanya sendiri berasal dari nama bahasa Arab "Al Andalus", yang merujuk kepada bagian dari jazirah Iberia yang dahulu berada di bawah pemerintahan Muslim.


Apa yang membuat Andalusia berbeda dibandingkan daerah lain di Eropa?
Bumi Andalusia merupakan saksi dari 7 abad lamanya Islam bercahaya di benua Eropa. Pada tahun 711 Panglima Tariq bin Ziyad menapakkan kaki di Giblatar. Dari situ mulailah masuk Islam ke Spanyol dan terus berjaya sampai tahun 1491 ketika akhirnya jatuh ke Ratu Isabella dan Raja Ferdinand. 7 abad bukan waktu yang singkat, jadi pastinya banyak jejak sejarah Islam yang tertinggal di Andalusia dalam bentuk bangunan-bangunan yang penuh cerita. Jejak sejarah ini lah yang dikunjungi oleh penulis, kemudian diceritakan pada buku ini. Tempat-tempat dideskripsikan detail, lengkap dengan foto-fotonya, dan juga diselipkan cerita dengan sejarah latar belakang tempat tersebut. Tempat yang diceritakan tidak hanya segitiga emas Sevilla, Cordoba, dan Granada. Tapi juga dari utara Toledo, kota kecil Jaen dan Ronda, hingga selatan Gibraltar.
Jujur tempat-tempat yang diceritakan membuat saya terpana, sebagus itu sampai saya merasa, yaampun kemana aja selama ini kok baru tau ada tempat seoke itu 🀣 (Tapi saya dari dulu memang buta sejarah sih πŸ˜…). Sayang foto di bukunya hitam putih, coba kalau fotonya berwarna pasti makin bikin mupeng lagi.
Ini salah satu tempat yang diceritakan di buku ini :


Buku yang cerita tempat wisata pasti udah banyak, tentang Andalusia juga udah ada, jadi apa yang membuat buku ini berbeda? Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang tinggal selama 3 tahun di Andalusia, jadi bukan traveller sebentar saja. Selama mereka di sana, mereka diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan muslim Spanyol. Muslim Spanyol yang dimaksud di sini bukan orang-orang yang berasal dari negara Islam (seperti Indonesia, Arab, dll), tapi adalah penduduk pribumi asli Spanyol. 

Bayangkan, setelah 7 abad Islam berjaya di Spanyol, setelah itu Islam benar-benar menghilang di tanah Andalusia sejak pemerintahan Raja Phillip III sampai dengan masa masa Diktator Franco, karena agama selain Katolik dilarang di Spanyol. Kebebasan beragama baru ada saat saat pemerintahan Franco tumbang sekitar tahun 1975. Artinya Islam mulai muncul lagi setelah sekitar 300 tahun menghilang dari Spanyol.  Jadi rata-rata muslim Spanyol ini adalah generasi pertama atau generasi kedua yang menganut Islam di keluarganya.

Kehidupan muslim di Spanyol sangat menarik buat diikuti. Jujur saat menulis ini saya masih merasakan tingling di hati ini, betapa diri ini merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Mereka yang serba keterbatasan tapi tetap semangat menjalankan ibadah. Salah satu contohnya, karena di sana jumlah mesjid sangat-sangat terbatas, jadi ada yang bela-belain pulang pergi 80 KM untuk ke mesjid agar bisa ikut sholat tarawih berjamaah. Ada juga cerita tentang pemuda-pemuda di sana sudah biasa cuti sekolah untuk fokus menghapal Al Quran. Cuti setahun, setelah itu lanjut sekolah lagi. Tapi jangan kira sekolahnya asal-asalan ya, sekolah mereka bahkan ada yang kedokteran. Jadi habluminallah dan habluminannas seiimbang. (Langsung saya otomatis merasa remah rengginang pas baca bagian ini 😒) Favorit saya tentu saja cerita tentang Amir, pemuda yang mengabdikan dirinya menjadi pengurus mesjid. Diceritain ini pemuda super ganteng ya, dan ternyata masa lalunya dia adalah model terkenal di Eropa (ga hanya Spanyol!), yang honor modellingnya luar biasa. Sehari honornya bisa dipake buat hidup berbulan-bulan, bahkan setahun. Tapi dia rela melepaskan itu semua demi bisa fokus mengabdikan diri untuk umat.
Selain itu banyak lagi cerita lain yang menggetarkan hati, pengen saya ceritain rasanya semuanya. Tapi mending kalian baca sendiri deh bukunya, saya ga mau spoiler banyak-banyak ntar malah mengurangi keseruan kalian saat baca 😁

Lihat postingan ini di Instagram
Alhamdulilaah... Setelah The Guide, bukunya sampai pula ke The Amir.. πŸ˜­πŸ™ . . Mas Amir inilah, yang kerapkali mencuri waktu saya dengan suami.. . . Membuat suami saya pulang terlambat ke rumah karena terlalu asyik berdiskusi selepas jamaah Isya.. . . Hingga menyerobot waktu lunch yang seharusnya menjadi jadwal lunch bareng saya dan suami.. πŸ˜† . . Bahkan suatu hari, ketika Alma putri ketiga saya baru saja keluar dari rahim, baru saja diazankan, baru saja selesai diberitakan kelahirannya pada keluarga di Indonesia (dan masih di dalam ruangan bersalin!), mas Amir inilah orang pertama yang mendistraksi suami saya dengan telepon dan whatsapp bertubi-tubi. Tentu setelah doa dan ucapan selamat. . . Apa pasal, rupanya mereka berdua sedang berkoordinasi karena saat itu beliau sedang berkunjung dalam beberapa acara di Indonesia, sementara suami saya harus menunggui saya bersalin di Sevilla, Spanyol. . . Mengenal beliau, seperti mengenal manusia yang sungguh too good to be true. . . Mengetahui perjalanannya dalam mengabdi pada masjid, yang mengharuskannya menukar dunia gemerlap dengan sahaja (ada yang masih punya kardus nokia N93? silakan lihat ada gambar siapa πŸ™‚), berjuang mendirikan rumah Allah yang selama 7 abad sempat lenyap dari bumi Andalusia. . . Tak habis rasanya inspirasi dan hikmah yang selalu didapat darinya. . . Ingin berkenalan lebih jauh? Silakan baca kisahnya yang menggetarkan jiwa dalam buku Menjejak Andalusia 😊 . . Dear #MenjejakAndalusia, welcome to another owner of you. The real owner.. . . --- . . Bisa didapatkan di Gramedia, gramedia.com, atau toko buku lainnya, juga melalui saya di DM/ whatsapp: 081282424245πŸ™ . . @menjejak.andalusia . . #bukuislami #bukuislam #bukumotivasiislam #motivasiislami #sejarahislam #muslimtraveller #andalusia
Sebuah kiriman dibagikan oleh Buku Menjejak Andalusia (@menjejak.andalusia) pada


Selain isi, saya cerita sedikit tentang penulisnya ya. Penulis buku ini, Riana Garniati Rahayu dan Ibrahim Kholilul Rohman adalah suami istri yang sempat tinggal di Sevilla, ibukota Andalusia, sejak Oktober 2013 sampai tiga tahun setelahnya. Mereka pindah ke Sevilla setelah sebelumnya menetap di Swedia karena sang suami mendapatkan pekerjaan di sana. Riana adalah teman satu almamater dengan saya. Pas tau dia menerbitkan buku, apalagi tentang Andalusia, saya langsung penasaran pengen baca. Jujur saya tidak berekpektasi tinggi degan buku ini. 'Jejak Islam di Andalusia' yang menjadi tema pada buku ini saya kira hanya sebatas cerita tempat-tempat peninggalan masa Islam, khas buku traveller lainnya. Jadi saat membaca buku ini, saya cukup suprised dengan isinya, beyond my expectation. Cerita muslim di sana sungguh menyentuh dan menggetarkan hati, auto membuat saya ngerasa ga ada apa-apanya padahal kita tinggal di negara yang paling banyak muslimnya. Kalau banyak travel blogger atau buku-buku lain berfokus bagaimana Islam 'pernah' jaya di Spanyol pada masa dulu, sedangkan buku Menjejak Andalusia adalah paket komplit. Tidak hanya cerita sejarah masa silam, tetapi bagaimana Islam masih berjaya saat ini di sana dengan caranya yang unik, dengan setiap minggu selalu ada saja yang datang ke mesjid untuk membaca dua kalimah syahadat.


Bab-bab di buku dipisah antara yang ditulis oleh Riana dan suaminya. Tulisan Riana lebih banyak menceritakan tempat-tempat bersejarah yang pernah mereka kunjungi. Cerita Riana ditulis dengan sangat deskriptif tentang kondisi tempat yang dikunjungi, ditambah dengan selipan sejarahnya. Selain itu, khas tulisan wanita, tidak lupa diselipkan bagaimana perasaan Riana saat berada di tempat itu. Otomatis membuat saya ikut membayangkan seolah-olah ikut berada di sana. Beberapa tulisan tersebut juga pernah di terbitkan di surat kabar. Berbeda dengan tulisan istrinya, tulisan Pak Ibra lebih banyak tentang hubungannya dengan orang-orang. Teman kantor dan tanggapan mereka tentang Islam, orang-orang Muslim yang mereka temui di mesjid, seorang tour guide muslim yang sangat inspiratif, dan banyak orang lainnya.

Jadi 4,5 bintang untuk buku Menjejak Andalusia




Review Buku Menjejak Andalusia

Blurb
From North to the South…. Goresan takdir membawa biduk kayuh kami untuk berlabuh di bumi-Nya yang lain kala itu. Masih di Eropa, tapi bergeser ke selatan. Ke daratan Andalusia. Tentu saja, nama Andalusia sendiri bukanlah nama yang asing bagi kami. Sebagai muslim, hampir pasti kita sering mendengar nama ini disebut-sebut sebagai bagian dari era kejayaan Islam di masa lalu. Di ibu kota Andalusia, Sevilla-lah, kemudian kami tinggal sejak Oktober 2013 hingga 36 bulan sesudahnya. Rasanya wajar, jika perasaan skeptis sempat menjalar di benak kami kala itu. Bagaimanapun, sejarah Islam di Andalusia hanyalah masa lalu. Kondisi saat ini tentu saja tak sama seperti apa yang ada dalam buku-buku sejarah. Sevilla dan seluruh daerah otonomi Andalusia kini hanya menyisakan sisa peradaban Islam yang dikagumi oleh jutaan wisatawan dari seluruh dunia. Tapi kami salah, kepindahan kami ke Sevilla hanyalah awal dari pengalaman hidup yang mengayakan. Di Andalusia, di tempat yang Islam pernah lama bercahaya, kami temukan kembali seberkas sinarnya.
Menjejak Andalusia
Penulis : Riana Garniati Rahayu dan Ibrahim Kholilul Rohman
Penerbit : PT Elex Media Komputindo - Quanta
Tahun Terbit : 2019
ISBN : 978-623-00-0691-3 dan 978-623-00-0692-0 (digital)

Wednesday, 25 December 2019

My 2019 with Books

Tidak terasa tahun 2019 sudah mau berakhir. Dalam rangka meramaikan postingan bareng komunitas baru yang saya ikuti, Readers and Blogger Club (RBC), saya akan posting tentang buku-buku tahun 2019 ini.

Setelah bertahun-tahun belakangan saya hanya sanggup menamatkan 20an buku per tahun, tahun ini saya akhirnya bisa menamatkan 40 buku. Senaaang.. 😁 Mungkin buat orang lain jumlah segitu tidak seberapa, tapi buat saya jumlah itu pencapaian yang signifikan. Maklum saya kan orangnya sok sibuk dengan anak yang sekarang udah 3, belum lagi kerjaan kantor dan hobi lain (jadi ceritanya saya lagi suka-sukanya olah raga akhir-akhir ini 😁 ). Hahaha banyak alasan yaaa..



Tahun 2019 set up challenge di Goodreads 20 buku, dan tercapai 40 buku

Kok bisa baca lebih banyak? 
Karena sebenarnya itu juga banyak buku anaknya yang tipis-tipis πŸ˜‚ Selama ini saya tidak pernah masukin buku anak yang saya baca di Goodreads. Tahun ini mulai saya masukin beberapa, karena kenapa ga kan? Hehehe.. Selain itu, aplikasi Ipusnas juga sangat membantu membuat saya lebih banyak membaca. Karena kalau lagi di jalan dan ga bawa buku, Ipusnas to the rescue sekalii.. 



Buku yang saya baca di 2019. Terima kasih Goodreads sudah dibikinin rekapannya ❤❤

5. When Mom Turned Into a Monster by Joanna Harrison 
6. Winnie The Twit by Laura Owen
7. Mini Winnie by Laura Owen
8. ##88 Love Life Vol 1 by Diana Rikasari
9. ##88 Love Life Vol 2 by Diana Rikasari
10. ##88 Love Life Vol 3 by Diana Rikasari
11. Melodi Senin by Yuukagem
12. Ve by Vinca Callista
13. Resign! by Almira Bastari (Ipusnas)
14. Melbourne (Wedding) Marathon by Almira Bastari (Ipusnas)
15. Legend by Marie Lu (Ipusnas)
16. Serial Lulu dan Rara : Jeli Berkilau by Yasuko Ambiru
17. Serial Lulu dan Rara : Cokelat by Yasuko Ambiru
18. Serial Lulu dan Rara : Cupcake by Yasuko Ambiru
19. Serial Lulu dan Rara : Biskuit Cantik by Yasuko Ambiru
20. The Selection by Kiera Cass
21. The Tale of Two Bad Mice by Beatrix Potter
22. The Tale of Mrs Tiggy Winkle by Beatrix Potter
23. The Tale of Gloucester by Beatrix Potter
24. The Tale of Mr Jeremy Fisher by Beatrix Potter
25. Lord Loss by Darren Shan
26. Demon Thief by Darren Shan
27. Slawter by Darren Shan
28. Blood Beast by Darren Shan
29. Demon Apocalypse by Darren Shan
30. Terusir by Hamka
31. Kami (Bukan) Jongos Berdasi by JS Khairen
32. The Scarecrow Walks at Midnight by RL Stine (Ipusnas)
33. Janda Muda by NH Dini (Ipusnas)
34. Menjejak Andalusia by Riana Gamiati Rahayu dan Ibrahim
35. The Danish Way of Parenting by Jessica Joelle Alezander & Iben
36. Imperfect by Meira Anastasia (Ipusnas)
37. A Monster Calls by Patrick Ness
38. Dari Datuk ke Sakura Emas
39. Enormouse by Rebecca Gerlings
40. Goosebums : How to Kill a Monster by RL Stine

(Silahkan klik tulisan warna biru untuk membaca review bukunya)



Dari 40 buku itu, 9 diantaranya saya baca di IPusnas. 31 buku lainnya juga tidak semuanya saya beli, ada yang dapat dari penerbit untuk direview, menang giveaway, bahkan dikasi kenalan karena dia mau mengurangi tumpukan buku. Jadii, kalau kamu mau baca buku, ga harus mahal kok.

Baca juga tulisan saya tentang tips mendapatkan buku gratis di sini.

Dari buku yang saya baca, saya pilih buku-buku terbaik sbb : 

Buku fiksi terbaik : Hungers Games series
Non fiksi terbaik : Menjejak Andalusia


Others than books I read 

Selain baca buku, tahun ini beberapa hal lain yang berhubungan dengan buku yang saya baca  antara lain : 

1. Blogging
Tahun ini saya mulai banyak posting tulisan selain review buku di blog ini, seperti tips buku, short list, dll. Ternyata menyenangkan juga nulis selain review buku. Semoga pembaca blog ini pada suka ya, dan menemukan manfaat dari tulisan-tulisan saya 😁

2. Instagram
Selain punya instgram pribadi di @thessalivia, saya akhirnya memutuskan untuk membuat akun instagram khusus buku @mybooklyfe. Baru bikin jadi followernya masih dikit, postingannya juga belum banyak. Tapi punya instagram khusus buku itu membantu sekali kalau pengen posting tentang buku yang dibaca tapi lagi males ga ada waktu buat nulis panjang-panjang. 😁 Mau nge spam tentang buku juga bebas karena memang banyaknya ngefollow dan followernya  adalah orang-orang dengan hobi yang sama. Hehehe.. Beda kalau di instagram pribadi, yang bikin saya suka banyak ga enakan-nya πŸ˜…

3. Komunitas
Selain instagram, saya juga diajak oleh Kak Atria dan beberapa blogger buku dan bookstagram lain untuk membentuk komunitas blogger pada akhir tahun ini. Berbeda dengan komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI) yang sudah saya ikuti beberapa tahun belakangan ini, komunitas ini lebih untuk menggalakkan menulis blog sekaligus literasi. Namun tidak membatasi postingan blog hanya tentang buku saja. Jadi buat yang mau ikutan, boleh juga blog isi nanonano, asal tetap ada postingan tentang bukunya. 
Berdasarkan kesepakatan para foundersnya, akhirnya nama yang dicetuskan adalah Readers and Bloggers Club (RBC) dan ini adalah postingan barengan pertama, tentang rekap 2019 kita dengan buku. Nanti saya akan cerita lebih lengkap tentang RBC setelah resmi launching tahun depan yaa.. 😊

4. Kontribusi dalam buku kumpulan cerpen
Seperti yang pernah saya info di sini, pada akhir tahun 2019 ini saya menulis cerita pendek yang akan diterbitkan bersama beberapa cerpen lain dalam buku Moon on the Darkest Night. Senang akhirnya bisa menelurkan karya lagi walau baru cerpen, bukan novel. 😁 Buku ini rencananya akan terbit di awal 2020.

Demikian cerita saya dengan buku pada tahun 2019. 2019 ini ditutup dengan buku-buku menyenangkan yang menemani setahun ini, semoga tahun depan lebih menyenangkan lagi 😁

Btw, komen yuk bagusnya tahun 2020 saya set up berapa buku buat challenge di Goodreads ya? 



Tuesday, 24 December 2019

My Harry Potter Collections

Dulu saya pernah cerita di sini, kalau saya dulu saking sukanya dengan Harry Potter, sampai ngumpulin macem-macem pernak perniknya. Setiap majalah yang kasi bonus poster Harry Potter juga pasti saya beli, gantungan kunci, alat tulis, pokoknya pernak pernik khas anak SMP waktu itu 😁 Sekarang sebagian besar barang2nya ada yang udah hilang2an, ada juga yang masih kesimpen rapi di kamar saya di kampung halaman. 

Hobi ngumpulin yang berbau Harry Potter sampai sekarang masih jalan tapi ga semaniak dulu, jadi ga terlalu banyak seperti : 

1. Perangko Harry Potter
Ini satu set perangko Harry Potter yang dikeluarin US Post Office, jastip sama temen yang baru pulang dari Amerika. Bela-belain sampai jastip temen, karena saya memang hobi ngumpulin perangko. Pas tau ada perangko Harry Potter, saya langsung gercep buat nitip 😁




Isinya satu set ada 20 perangko

2. Buku Harry Potter Bahasa Prancis dan pajangan
Kemaren waktu jalan-jalan ke Eropa, jujur saya bingung beli kenang2an buat diri sendiri apa. Akhirnya waktu masuk ke toko buku di Paris, saya beli buku Harry Potter bahasa Prancis. Sayang waktu itu ga beli yang di negara lain juga, padahal kan lumayan kalau punya yang bahasa Jerman, Belanda dan Swiss juga 😁
Trus waktu jalan ke Primark di Belanda, saya beli gantungan Diagon Alley 😍😍 Pas pulang dari Eropa, dapet oleh-oleh ternyatah dari Kakak saya tercintah yang baru pulang dari Singapore. Banner, flag, dan gantungan kunci Harry Potter. Super love ❤❤

3. Buku Harry Potter bahasa Italy
Selang beberapa bulan kita ke Eropa, suami harus berangkat work trip lagi ke Italy, langsung istrinya ini nitip dibeliin buku Harry Potter bahasa sono. Kayanya seru ngekoleksi buku Harry Potter berbagai bahasa gini 😁

Covernya lucu 😍 plus dibonusin dibeliin jam tangan, magnet dan sisa2 koin euro πŸ˜… 

4. Harry Potter Illustrated
Jadi selain punya novel Harry Potter  cover lama, saya pengen banget ngekoleksi Harry Potter seri illustrated by Jim Kay. Sampai sekarang udah terbit sampai buku ke 4 dan saya baru punya 2 buku. Mau beli lagi tapi majtu mundur cyantiq liat harganya 😭😭 Ini aja beli 2 buku ini pas diskon, kalau ga diskon berasa belum rela liat harganya. Maklum saya mah orangnya modis (modal diskon) πŸ˜‚


Segitu dulu postingan random kali ini tentang koleksi Harry Potter. Mudah-mudahan nanti koleksinya nambah jadi bisa posting-posting lagi (pengennya 😁) 





Sunday, 22 December 2019

A Monster Calls by Patrick Ness

Selamat hari ibu ❤❤

Dalam rangka hari ibu kali ini, saya akan membahas buku bagus yang baru saja saya baca. The Monster Calls karangan Patrick Ness


Blurb
Sang Monster Muncul Persis Lewat Tengah Malam. Seperti Monster-Monster Lain. Tetapi, dia bukanlah monster seperti yang dibayangkan Conor. Conor mengira sang monster seperti dalam mimpi buruknya, yang mendatanginya hampir setiap malam sejak Mum mulai menjalani pengobatan, monster yang datang bersama selimut kegelapan, desau angin, dan jeritan… Monster ini berbeda. Dia kuno, liar. Dan dia menginginkan hal yang paling berbahaya dari Conor. Dia Menginginkan Kebenaran. 
Buku ini menceritakan tentang Conor, anak 13 tahun yang hidup bersama ibunya yg sedang sakit keras. Hingga suatu malam, Conor didatangi monster yang berbentuk pohon yew besar yang hidup. Sejak itu, monster tersebut sering datang menemui Conor pada pukul 00.07 malam. Conor tidak takut pada monster yang datang padanya, karena dia pernah memimpikan yang lebih menyeramkan. Tapi apakah monster itu nyata atau hanya mimpi? Sang monsternya mengatakan ada alasan kuat yang membuat dia sampai datang berjalan ke Conor. Apa alasannya? Alasan utamanya baru diungkapkan pada bagian akhir-akhir buku dan cukup bikin penasaran pas baca.
Kaupikir aku menyampaikan kisah itu untuk memberimu pelajaran? Kata sang monster. Kau pikir aku berjalan keluar dari masa dan bumi itu sendiri untuk memberimu pelajaran mengenai kebaikan? - hal 73

Buku ini suram, tapi sekaligus indah. Digambarkan bagaimana hidup Conor menjadi berantakan sejak ibunya mulai sakit keras. Berantakan tidak hanya kesehariannya, tetapi juga emosinya. Memang peran ibu itu besar sekali di kehidupan anak-anaknya. Makanya pas sekali kalau ada quote "to the world you are one person, but to your child you are the world"

Kembali ke buku A Monster Calls, setelah ceritanya yang page turner banget dan penuh makna, endingnya ditutup dengan pas banget walau sediiihh 😭😭 Rasanya saya ga percaya nemu buku murah seharga 15ribu saja dengan cerita sebagus ini.
Apalagi awalnya saya tidak berharap banyak tadi dari bukunya, beli karena illustratornya sama dengan illustratornya buku Harry Potter, Jim Kay

Ternyata bukunya baguuus pake banget. Ga ceritanya, ga ilustrasinya, bagus semua. 😍😍 Kalau kamu lagi cari bacaan buat hari Ibu, aku rekomendasiin buku ini, karena dari buku ini kita diajarkan makna belajar menerima kenyataan. 4,5 bintang buat buku ini.


Oiya, ini buku karya Patrick Ness, penulis buku anak dari Inggris yang karya-karyanya sudah banyak dapat penghargaan. Dan ini adalah buku pertamanya yang saya baca. Namun sebenarnya ide awal membuat buku ini adalah dari Siobhan Dowd. Ia yang menciptakan karakter-karakter, premis mendetail dan permulaannya. Sayangnya , yang tidak ia miliki adalah waktu. Ia meninggal karena kanker payudara. Jadi Patrick Ness melanjutkan estafet dengan menyelesaikan buku dengan cerita yang disukai Siobhan.

Judul : Panggilan Sang Monster - A Monster Calls
Penulis : Patrick Ness
Illustrator : Jim Kay
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 216 Halaman
Cetakan Februari 2016
(Cetakan pertama versi buku asli, Mei 2011) 
ISBN : 9786020320816


(Coming Soon) The Moon on the Darkest Night

Akhirnya aku bakal nerbitin buku ke-2 setelah Novel Nikah Muda 😍

The Moon on the Darkest Night

Buku ini adalah kumpulan 30 Cerita Pendek dari 30 penulis yang berbeda, semuanya dengan tema Bulan.


Rencananya buku ini akan terbit bulan Januari 2020. Doakan lancar yaa πŸ’•πŸ’•

Wednesday, 18 December 2019

Belajar Menerima Diri Sendiri dengan Meira Anastasia melalui buku Imperfect


Ternyata, orang cakep belum tentu istrinya cantik!”
JLEB! Komentar di Instagram suamiku (@ernestprakasa) di atas adalah kalimat yang akan kuingat seumur hidup. Ternyata menjadi istri seorang public figure itu berat ya, karena sepertinya aku harus memenuhi ekspektasi netizen. #nangisdipojokan Rambut pendek, kulit gelap, jarang pakai makeup, juga bentuk badan dan payudara yang tidak ideal lagi setelah melahirkan dua anak, semakin memperberat jalanku untuk berdamai dengan diri sendiri.
Tetapi, jalan yang berat bukan berarti mustahil. Hanya saja butuh waktu dan kesabaran karena prosesnya lama dan sama sekali tidak mulus. Yah, samalah seperti kulitku. #storyofmylife Menulis buku ini membuatku harus membuka kembali banyak luka. Tetapi dengan mengakui luka, aku jadi bisa belajar bagaimana mengatasinya. Juga belajar menjadi lebih kuat lagi.
Buku ini bukanlah buku motivasi, melainkan kumpulan cerita seorang perempuan, istri, sekaligus ibu yang sedang berjuang agar bisa mengatakan kepada diri sendiri: Aku tidak sempurna, tapi tidak apa-apa. Karena aku bahagia.
Dari blurb di atas, kira-kira udah kebayang kan isi bukunya? Sebagai orang yang ga terlalu update dunia perartisan, saya sebenarnya baru tau Meira Anastasia dari buku ini. Maklum, saya di instagram dikit banget ngefollow artis, selebgram pun cuma ngefollow @dianarikasari dan @megaiskanti 😁

Cover from Ipusnas, edited by Canva

Jadi awalnya penasaran karena buku ini sering mondar mandir di timeline instagram, dan pas searching di Ipusnas kebetulan ada. Langsung download, dan beres baca dalem semalem sambil nyusuin anak bayi.

Isinya gimana? Jujur rasanya bukan kayak baca buku sih, kayak baca postingan curhatan orang-orang di sosmed πŸ˜… Karena isinya memang curhatan Meira betapa awalnya dia merasa insecure dengan kondisi dirinya, ditambah dengan dia yang tipe sensitif jadi apa-apa dipikirin. Diawali dengan cerita Meira tentang komentar tidak mengenakkan mengenai fisiknya di instagram, dari orang sekeliling, bahkan dari keluarga terdekat. Hal itu cukup membuat ia makin merasa buruk dan merasa tidak pantas. Mungkin banyak yang bilang, yaelah gitu doank baper, tapi masalahnya :
Karena kita nggak akan pernah tahu perjuangan masing-masing orang. - hal 11
Jadi tips dari Meira, sebelum berkomentar cobalah lakukan :


Buku kemudian bergulir tentang bagaimana dengan bantuan suaminya, Meira mulai bisa menerima dirinya apa adanya. Termasuk melakukan perubahan yang baik seperti rajin berolah raga dan menjaga makanan.
Kita tidak bisa mengatur orang, berharap orang lain tidak menyakiti kita.
Yang bisa kita lakukan : Mengatur diri sendiri!
- Hal 40
Selain isi, yang lebih menarik buat saya pada buku ini adalah lay out nya. Dengan beberapa highlight warna jingga membawa kesan segar pada tulisan-tulisannya. Lay out juga dipermanis dengan ilustrasi-ilustrasi yang super cute.



Demikian review singkat buku ini, 3 bintang untuk buku Imperfect


Review Buku Imperfect
Judul Buku :  IMPERFECT  (digital version by Ipusnas)
Penulis : Meira Anastasia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 172 Halaman
Isbn 9786020382180 & 9786020382197 (Digital)

Oiya, hasil kepo di instagram authornya, ternyata ada film adaptasi dari buku Imperfect ini bakal tayang besok perdana di bioskop. Jadi penasaran bukunya kalau difilmin bakal kaya gimana, soalnya kan ini bukunya kaya kumpulan curhatan ya, bukan yang ada alur ceritanya kaya novel..
Kalau ada yang udah nonton filmnya, boleh banget komen pendapat kamu gimana sama filmnya. Berhubung aku mamak baru punya bayi masih merah, belum bakal bisa ke bioskop dalam waktu-waktu dekat ini. 😁

Poster filmnya hasil nyomot di Imdb

Meng-upgrade mindset jauh lebih penting daripada meng-upgrade fisik.  Sesempurna apa pun fisik kita, kalau diam-diam mindset kita tetap meragukan dan menjatuhkan diri sendiri, kita akan tetap tersiksa.  Sometimes, we are own worst enemy! - hal 59


Tuesday, 17 December 2019

Giveaway Winner Buku Anak

Haloo semuanya, terutama yang udah nungguin pengumuman giveaway 😁 
Terima kasih ya buat yang udah ikutan. Dari semua yang ikut, dan memenuhi syarat, aku udah undi di aplikasi mr random. Kok ga semua nama yang ikut dimasukin? Karena ada beberapa yang ga jawab sesuai aturan giveawaynya. Jujur sebenernya sedih juga liat yang ikut tapi tidak meluangkan waktu beberapa menit aja untuk baca tulisan n aturan giveawaynya, jadi aja pada minta bukunya bukan yang akan dihadiahkan 😒 Padahal aku buat tulisan itu sebenarnya untuk menggalakkan minat baca, termasuk menggalakkan minat baca ke anak-anak juga. Tapi gimana kita bisa mempengaruhi anak-anak untuk baca kalau kitanya sendiri masih belum mau membaca? Huhu.. Tapi udahan deh curhatnya, saatnya pengumuman giveaway yeeeyyy..

Jadi pemenangnya adalah : 

Selamat untuk Mahdah (@bookdeansleep)



Kamu berhak mendapatkan buku : 


dan


Silahkan komen alamat email kamu di bawah yaaa.. Nanti aku bakal email buat minta data pengiriman 😊 

Ditunggu dalam 7x24 jam sejak pengumuman ini, kalau tidak akan diundi pemenang yang lain. 

Oke semuanyaa, sampai jumpa di Giveaway selanjutnya yaaa.. 








Wednesday, 27 November 2019

Kumpulan Cerita Pendek, Janda Muda by NH Dini

Hampir setahun sejak penikmat sastra Indonesia kehilangan NH Dini pada kecelakaan maut yang menimpanya di Semarang. Sekarang saya akhirnya berkesempatan untuk kembali membaca salah satu karya beliau. Buku kumpulan cerpen yang berjudul Janda Muda.

Baca juga : Selamat Jalan NH Dini



Buku yang saya baca adalah ebook di Ipusnas terbitan Pustaka Jaya. Pustaka Jaya sebelumnya menerbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1983, dan kemudian menerbitkan dalam edisi ebook pada tahun 2018. 

Buku ini terdiri dari 12 cerpen dengan pembuka adalah cerpen berjudul Janda Muda. Cerita Janda Muda menganggkat stigma bahwa betapa berbedanya perlakuan orang-orang terhadap janda karena bercerai, bukan karena ditinggal mati, pada jaman dulu (tidak berapa lama setelah Indonesia merdeka). Walaupun orang-orang tau betapa berprestasinya wanita itu, dan tidak tau sebenernya penyebab utama perceraian.

Cerita pendek lain sebagian besar diceritakan dari sudut pandang pertama, ada pria tapi umumnya wanita. Banyak isu-isu sosial yang diangkat pada kisah yang diceritakan. Mulai tentang perlakuan orang terhadap wanita jaman dulu, kondisi ekonomi, konflik keluarga dan lain-lain. Yang saya suka dari cerita-ceritanya adalah, latar yang diambil. Kondisi jaman dulu, mungkin sekitar tahun 50 sampai 70an. Jadi di antara gempuran bacaan young adult yang sangat maskin (masa kini), membaca buku ini terasa sekali keseruannya. Seperti sekolah SD nya yang masih disebut Sekolah Rakyat, kondisi buruh pelabuhan yang jarang sekali bisa berkesempatan bisa makan nasi (paling makan singkong), sisa-sisa kondisi setelah perang, dan lain-lain.
Latar juga tidak hanya mengambil tempat di Indonesia, tetapi juga ada yang di luar negeri seperti di Thailand bahkan Prancis. Beberapa cerita mengambil tokoh sebagai pramugari, dan ternyata terinspirasi dari kisah dulu NH Dini juga pernah menjadi pramugari di Garuda pada tahun 1950an.

Seperti disampaikan NH Dini pada kata pengantar buku ini,
Di dalam kumpulan ini, saya tidak meninggalkan kebiasaan dalam mengarang, yaitu memasukkan unsur kehidupan nyata yang saya baca di surat kabar atau kebetulan saya lihat/dengar di lingkungan. Tidak jarang kejadian di suatu tempat saya gabungkan dengan bacaan dari koran-koran itu.
Dari 12 cerita pada buku ini, susah sepertinya saya memilih mana cerita favorit. Semuanya punya daya tarik masing-masing. Tapi kalau harus memilih, mungkin saya memilih cerita dengan judul Hujan. Menceritakan seorang suami dan ayah yang berusaha bahkan menjalani beberapa pekerjaan sekaligus demi menghidupi istri dan anak-anaknya. Tetapi kemudian Hujan membuat dia nyaris kehilangan hal yang sangat berharga.

4 bintang untuk buku Kumpulan Cerpen ini :


Demikian review singkat kali ini. Definitely gonna read NH Dini's others book.
Oiya, sekedar mengingatkan, seperti buku NH Dini yang lain, buku ini genrenya Dewasa ya, jadi tidak disarankan untuk dibaca anak di bawah umur.

Judul : Janda Muda
Pengarang : NH Dini
Penerbit : PT Dunia Pustaka Jaya
ISBN 978-623-221-298-5
Cetakan pertama, 1983 dengan judul Segi dan Garis. Edisi Elektronik, 2018
146 halaman

Blurb
Dalam kumpulan cerita pendek ini, NH Dini lebih dalam memasuki dunia batin perempuan. Di dalam kehidupan mereka ada cinta, kepasrahan, pemberontakan, pengkhianatan, pertarungan dan persaingan yang getir. Selain itu ada kisah tentang orang-orang yang hidup dalam kesempitan rezeki. Satu keluarga yang bergantung pada usaha pertunjukan topeng monyet keliling. Ada juga keluarga kecil petani tambak yang menaruh harapan pada panen ikan yang sebentar lagi, namun sekonyong-konyong harus rela menyaksikan impian mereka yang sederhana hancur lebur oleh hujan badai satu malam.


Wednesday, 20 November 2019

(GIVEAWAY) Must Have! 5 Buku Yang Wajib Ada di Rak Buku Anak

Dalam rangka World Children's Day hari ini, 20 November 2019, yuk kita bahas tentang buku anak 😁

Kakak Titha dan Dedek Tara yang selalu diracunin buku sama Mamanya

Siapa di sini yang suka kalap kalau liat diskonan buku anak? Belanja buku anak suka ga kira-kira banyak padahal di rumah masih banyak buku yang belum dibacain ke anaknya? Memang ya, setelah punya anak, godaan membeli buku bertambah, godaan membeli buku untuk diri sendiri, ditambah godaan membeli buku untuk anak πŸ˜… 

Tetapi sebelum kalap membeli buku macem-macem, ini beberapa buku yang menurut saya minimal harus ada dulu di rak buku koleksi ananda.

Rekomendasi Buku Anak 

1. Buku Cerita 25 Nabi
Sebagai muslim, kayaknya tidak lengkap kalau anak sudah diceritakan bermacam-macam kisah tapi belum tau cerita tentang para nabi. Sekarang banyak tersedia buku kisah para nabi yang kid friendly, bisa beli satuan per nabi atau 1 buku untuk 25 nabi.

Buku cerita 25 Nabi dari Penerbit Salamadani seperti ini, recommended karena ceritanya mudah dimengerti anak-anak dan ilustrasinya juga lumayan


Atau bisa juga satuan seperti ini, ini terbitan Mizania Kids. Minusnya jadi kita harus ngumpulin banyak buku kalau kaya gini 😁

2. Buku tentang Binatang
Buku untuk mengenal binatang memang favorit anak-anak. Mulai dari buku nama-nama binatang, sampai mungkin kalau sudah agak besar dapat berupa mini ensiklopedia.

Beli diskonan di Gramedia Online, satu halaman isinya satu binatang dengan ciri-ciri dan gambarnya. Favorit untuk anak yang baru mengenal buku


Kalau udah agak gedean bisa dalam bentuk mini ensiklopedia tentang binantang. Kalau ini dapet satu set di BBW, full color n recommended.


3. Atlas
Atlas menurut saya amat penting untuk menunjukkan tempat-tempat kepada anak-anak. Misalnya untuk menunjukkan jarak antara nenek kakeknya di kampung dengan rumah. Atau bisa juga untuk menujukkan misalnya orang tuanya lagi bisnis trip keluar kota atau ke luar negri, bisa sambil menunjuk peta di atlas untuk daerahnya. Bisa juga menjelaskan hewan-hewan eksotis misalnya panda ada di China, beruang kutub ada di kutub, dll.

Elangga for Kids memang juara untuk buku-buku anak. Ini hard cover dan gambar-gambar di dalamnya juga menarik untuk anak-anak.

4. Human Body
Saya tidak tau bagi orang lain, tapi saya senang sekali menjelaskan tentang apa saja yang ada di dalam tubuh kepada anak. Misal untuk menyuruh anak cuci tangan, dari kecil saya sudah bilang agar kuman tidak ikut masuk k dalam perut. Dan disitu saya biasanya suka membuka buku human body, menjelaskan dengan singkat dan bahasa mudah dimengerti anak tentang apa saja yang terjadi di dalam tubuh kita. Termasuk juga kalau menyuruh anak agak semangat makan buah dan sayur, biar pencernaanya lancar, matanya bagus dll.

Ini buku Human Body hasil hunting di BBW, hard cover dan full color. Best buy karena klo ga salah ga nyampe 100ribuan 😁

5. Juz Amma
Kalau buku-buku di atas bisa mulai diberikan sejak new born, Juz Amma mulai terasa membantu sekali buat saya saat anak mulai 4 tahun kayaknya. Kebetulan saya membeli Jus Amma For Kids, jadi didalamnya ada tulisan arab seperti di Al Quran, tulisan latin untuk membaca arabnya, arti dalam bahasa Indonesia, dan arti dalam bahasa Inggris.
Buat Titha yang belum bisa baca Al Quran (karena masih iqro), Juz Amma ini sangat membantu dalam hapalan surat-surat pendeknya karena dia jadi bisa membaca tulisan latinnya. 

Sebelumnya udah punya beaberapa Juz Amma anak-anak, tapi ini yang paling lengkap dan kepake banget. 1 buku lengkap semua Surah Pendek di Juz 30


Demikian 5 jenis buku yang menurut saya minimal harus ada di rak buku anak-anak.  Kalau menurut kamu buku apa aja yang kid must have




Oiya, Sekalian dalam rangka merayakan World Children's Day, aku mau ngadain giveaway kecil-kecilan ya.. 😊 Dari pada bukunya tersimpan aja di rak, mending aku kasiin agar lebih bermanfaat. Pemenang Giveway akan mendapatkan 2 buku, 1 buku kumpulan Cerita Fabel Kasih Sayang, dan boleh memilih salah satu Juz Amma di bawah ini :

Dapet 1 buku ini

dan salah satu buku Juz Amma ini :

atau



Caranya gampang, sbb :
1. Follow twitter dan atau  instagram khusus buku aku @mybooklyfe. Optional juga boleh follow instagram pribadi aku di @thessalivia 

2. Share link postingan ini di sosmed kamu. Kalau di twitter jangan lupa mention @mybooklyfe. Kalau repost di Ig dan atau story, jangan lupa tag @mybooklyfe dan @thessalivia. Khusus di ig, cukup Repost/story postingan givewaynya aja di link ini. Post di facebook juga boleh.

3. Pemenang akan dipilih acak sesuka hati aplikasi mr random yaa 😁

4. Giveaway ini hanya untuk peserta berdomisili di NKRI. Ongkir pengiriman udah ditanggung yaaa.. Jadi kamu tinggal modal kuota buat share.. 😁

5. Giveaway berlaku sampai dengan 8 Desember 2019 jam 23.59. 

6. Pengumuman pemenang maksimal seminggu hari setelah Giveaway selesai yaa. Jika dalam waktu 1x 24 jam tidak ada kabar dari pemenang setelah dihubungi, maka akan diberikan pada orang lain. 😊

7.Format jawaban :

Nama :
Akun socmed yang digunakan untuk share : @
Mau Juz Amma yg biru atau pink


Sunday, 10 November 2019

Berburu Buku Anak Impor seharga 10K di Mall Jakarta


Kalau ditanya dimana sih nyari buku impor anak yang ramah di kantong? Saya yakin sebagian besar orang akan menjawab di Big Bad Wolf, salah satu pameran buku yang memang terkenal dengan buku-buku impor diskonnya. Selain itu biasanya beberapa toko buku impor seperti Periplus atau Books & Beyond, kalau lagi beruntung kita bisa dapatkan harga diskon yang lumayan, walau ga sering ya.

Selain tempat tersebut di atas, saya secara tidak sengaja juga sempat menemukan toko yang menjual buku impor dengan harga super miring. Saya jarang mereview toko buku di blog ini, tapi info ini menurut saya sebagai emak-emak modis (modal diskon) layak sekali untuk dibagikan 😁 

Jadi waktu itu saya sedang jalan ke Mall FX Sudirman di Jakarta, di lantai 5 kebetulan ada playground anak gratisan yang terbuka buat umum. Lumayan abis capek-capek muterin mall, mamanya bisa duduk lesehan santai di playground sementara anaknya main. Waktu mau jalan ke playground, saya melewati yang jual buku seperti ini:


Langsung donk abis dari playground saya mampir, niatnya cuma melihat-lihat. Saya cukup terkejut ternyata buku-bukunya lumayan juga. Pas bagian buku diskon saya lebih kaget lagi liat harganya. Cuma 5ribu dan 10ribu rupiah saja 😱 Mana buku ceritanya anaknya lumayan, banyak buku dengan gambar bagus-bagus dengan tulisan satu atau dua baris saja per halaman, sesuai dengan kriteria buku yang saya cari untuk dedek Tara yang masih berumur 2 tahun.


Saya akhirnya membeli beberapa buku di sini dan anak-anak sukaaa sekali dengan bukunya. Pulang dari sana langsung sehari minimal satu buku bisa minta dibacakan sampai 3 kali πŸ˜… Sekarang sudah beberapa bulan sejak membeli bukunya, bukunya masih menjadi favorit anak-anak saya. Ini beberapa buku yang saya beli dengan harga 10K saja per buku :

1. Miss Mouse's Winter Present

Buku hard cover tentang hadiah musim dingin dari Miss Mouse berupa sweater rajut yang besaar. Pada akhir buku ada games kecil dimana kita disuruh menemukan benda-benda di sekeliling Miss Mouse. Entah udah berapa puluh kali buku ini dibacain, dan dedek Tara masih aja antusias tiap disuruh nyari benda-benda di sekeliling Miss Mouse.

2. When Mum Turned Into A Monster

Kalau ini ga hanya favorit dedek Tara, tapi juga favorit kakak Titha. Tentang Mum yang berlahan berubah menjadi monster saat anak-anaknya nakal. Lengkapnya sudah pernah saya review di blog ini pada link di sini.

3. Princess Poppy The Birthday



Buku tentang ulang tahun Poppy. Awalnya keluarga dan teman Poppy seperti tidak peduli dan lupa dengan hari ulang tahunnya, tetapi ternyata itu karena mereka sudah menyiapkan kejutan untuk Poppy.
Gambarnya bagus, dedek Tara juga suka. Kebetulan dia lagi suka yang tema-tema ulang tahun gini, jadi cocok.

4. Frog and the Birdsong



Buku hard cover, tentang kodok yang menemukan burung tidak bergerak sama sekali. Awalnya dia dan teman-temannya mengira burung itu tidur, sampai si kelinci lewat dan memberi tahu kalau burung itu bukan tidur tapi sudah mati. Dan menjelaskan kalau seluruh yang hidup di dunia ini suatu saat akan mati. Akhirnya mereka beramai-ramai menggali lobang untung menguburkan si burung.
Dari ceritanya bisa ditebak kalau ini bukan jenis cerita favorit anak-anak kan? πŸ˜… Berbulan-bulan buku ini ga kesentuh karena pertama dibacain dedek Tara kaya bingung sama ceritanya. Sampai minggu lalu kita liat anak kucing yang biasa nongkrong di teras kondisinya udah kaku dan mati. Anak kucing akhirnya kita kuburin, dan saya jadi inget lagi tentang buku ini. Bener aja, dedek Tara semangat pas dibacain sambil bilang "kaya anak kucing, cian anak kucingnya udah mati.." 

5. Spot Bakes a Cake



Ini dia buku favorit dedek Tara. Tentang Spot yang ngebantu mamanya bikin kue untuk ulang tahun papanya. Bukunya hard cover dan pop up, jadi seru. 


Dedek Tara yang selalu semangat tiap dibacain buku Spot ini😁


Kok bisa ya bukunya semurah itu? Padahal banyak yang hard cover, ada yang pop up lagi. Jadi sebenarnya ini buku bekas, tapi masih dalam kondisi bagus kok. Selain buku bekas juga ada kok buku-buku baru. Dan harganya menurut saya juga miring. Kalau buku anak full color impor di Gramedia bisa dibandrol sampai dengan di atas 100ribu, di toko ini rata-rata di harga 50ribuan saja. 
Selain buku anak juga ada buku arsitektur, resep, novel dan beberapa genre lain. Tapi waktu itu saya tidak melihat detail koleksi yang lain karena ditungguin bocah-bocah. πŸ˜…


Setelah pulang saya kepo dengan tokonya dan mencari info lebih banyak di internet. Akhirnya saya menemukan ternyata mereka juga punya website dan bisa dibeli online di link di sini.

Rekomendasi toko buku murah : 

ByBooks & Friends 

Bybooks FX Sudirman
fX Lifestyle Centre lt.5
Jl. Jend. Sudirman No.25, Kota Jakarta Pusat

Bazaar Ratu Plaza Sudirman JKT
Lobby Barat Lantai G
Jl. Jend. Sudirman, Kota Jakarta Pusat