Saturday, 8 August 2020

Cerita jomblo mencari jodoh pada buku Ganjil Genap


Sudah seminggu ketentuan Ganjil Genap kembali diberlakukan di jalan Jakarta. Setelah sebelumnya dihilangkan karena PSBB (pembatasan sosial berskala besar). Ganjil Genap adalah aturan di jalan protokol Jakarta yang hanya mengijinkan mobil bernomor polisi ganjil di tanggal ganjil, dan nomor polisi genap di tanggal genap pada jam-jam tertentu. Ganjil Genap sudah diberlakukan, PSBB sudah dilonggarkan, padahal penderita Covid 19 masih meningkat. Huhu.. Mana jalanan Jakarta udah rame lagi kayak new normal. Kayaknya #dirumahAja udah mulai ga diterapkan orang-orang ya. Huhu.. Semoga pandemi ini cepat berlalu ya..

Jadi ini mau ngomongin novel atau lalu lintas, Ca? Hahaha.. Dari pada pusing mikirin pandemi, saya mau rekomendasiin buku seru untuk mengisi hari-hari #dirumahAja kalian. Ganjil Genap karya Almira Bastari. Tenang saja, ini bukan buku panduan lalu lintas kok. Ini adalah novel metropop kocak terbitan Gramedia.

Buku ganjil genap pdf

Blurb
Gimana rasanya diputusin setelah berpacaran selama tiga belas tahun?
Hidup Gala yang mendadak jomblo semakin runyam ketika adiknya kebelet nikah! Gala bertekad pantang lajang menjelang umur kepala tiga. Bersama ketiga sahabatnya, Nandi, Sydney, dan Detira, strategi pencarian jodoh pun disusun. Darat, udara, bahkan laut "disisir" demi menemukan pria idaman.
Akankah Gala berhasil menemukan pasangan untuk menggenapi hari-hari ganjilnya?

Gala, beberapa bulan lagi ia akan berumur 30 tahun. Punya pekerjaan bagus pada sebuah bank di Jakarta, hidup berkucukupan dengan orang tuanya, dan memiliki pacar yang menggenapkan hidupnya selama 13 tahun. Semua begitu sempurna sampai tiba-tiba, Bara, pacarnya itu memutuskannya tanpa sebab. Gala, menjadi ganjil karena sendiri. Belum lagi ia jadi bingung berangkat dan pulang kantor di tanggal ganjil karena plat mobilnya genap, karena selama ini di tanggal genap ia dijemput Bara. πŸ˜…

"Alasan sebenar-benarnya dari putus karena tidak cocok adalah ada orang lain yang lebih cocok" - Jomblo yang diselingkuhi mantan (hal 101)
Seakan masih kurang sial, ternyata adik Gala mau buru-buru menikah dengan pacar yang baru dikenalnya. Jadi Gala dipaksa orangtuanya segera menikah agar tidak dilangkahi adiknya. Ia kalang kabut, tidak mungkin ia menikahi Bara karena sudah diputuskan. Akhirnya dengan putus asa Gala mencari pacar baru. Minta dikenalkan oleh temannya, ikut short course yang memungkinkan ia bisa bertemu orang baru, sampai mencoba aplikasi tinder.

"Cinta gagal, dukun bertindak" - Jomblo yang mentok! (Hal 206)

Setengah pertama buku kita dihadapkan dengan Gala yang mencari pacar baru. Dengan bahasa Almira yang satir, membaca setengah awal benar-benar menghibur. Belum lagi cowok yang ditemui Gala ga ada yang bener. Awalnya terlihat berprospek, tau-tau ada aja yang salah. Udah beristri lah, pelit lah, sampai ada yang ganteng tapi hobinya curhat tentang mantan πŸ˜‚ Page turner, udah lama saya ga baca novel lokal yang susah banget ditutup sebelum beres kayak gini 😁

Buku ini diceritakan Gala sebagai point of view orang pertama. Saya suka komentar-komentar Gala yang walaupun lagi patah hati, selalu terasa menceriakan suasana.

"Eh, tapi ganggu waktu kamu nggak?" Tanya Erick.
Kamu lajang, kan? Kalau lajang, nggak ganggu sih.
"Ngga sih" jawabku menggeleng lemah.
"Wah, makasih banget ya, Gala. Maaf saya ngerepotin kamu padahal kita belum kenal," kata Erick.
Nggak apa-apa, asal nanti kenalan.
Ini adalah kutipan percakapan Gala saat dimintain tolong orang lain, baru kenal, tapi ganteng. Kebayang kan se-desperate apa dia untuk memperoleh pengganti Bara? πŸ˜…

Sayangnya bagian awal buku yang menyenangkan tidak berlanjut sampai akhir. Selain karena Gala juga mulai galau, dan terbawa perasaan dengan seseorang yang mendekatinya, plus bayang-bayang masa lalu tidak bisa sepenuhnya hilang. Memang sih walaupun kita buru-buru mencari pengganti, belum tentu itu semua akan memperbaiki keadaan. Endingnya pun membuat saya makin yakin, happiness comes from within, tidak harus genap atau ganjil.

"Jodoh bukan sesuatu yang bisa dipaksa, sesederhana itu" - Jomblo yang dilangkahi. (Hal 244)

Beberapa hal menarik yang ingin saya highlight dari buku ini adalah :

Buku ketiga Almira Bastari
Buku ini adalah buku ketiga penulis setelah sebelumnya menerbitkan buku Melbourne Wedding Marathon dan Resign! Saya sudah membaca ketiganya, dan menurut saya pribadi, Ganjil Genap adalah buku terbaik dari seluruh bukunya. Tidak salah ya waktu pertama PO awal tahun lalu, bukunya habis 700 eksemplar hanya dalam 10 menit.

Berawal dari Wattpad
Mengapa fakta ini menarik bagi saya, karena selama ini steorotip cerita Wattpad menurut saya itu berputar-putar tentang perjodohan dan CEO tampan πŸ˜… Sedangkan buku ini memberi nuansa yang berbeda. Pantas saja waktu belum diterbitkan, pembaca cerita ini di Wattpad sampai jutaan loh.

Spin off Novel Melbourne Wedding Marathon
Saat membaca buku ini, saya sempat bertanya-tanya, kenapa Almira mengambil setting cerita yang mirip dengan buku pertamanya, Melbourne Wedding Marathon. Seperti si tokoh sama-sama kuliah di Australia dan sempat pergi ke Malaysia. Padahal kalau mengambil setting negara lain kan lebih seru yaa.. Setelah akhir buku saya baru ngeh, ternyata Gala itu temennya Sydney yang di buku Melbourne Wedding Marathon 😁 Maklum baca bukunya udah agak lama, jadi udah agak lupa nama-nama orangnyaπŸ˜…

Pegawai Bank
Gala disini diceritakan sebagai karyawan bank yang bertugas menganalisa pemberian kredit kepada nasabah dan mencairkan kredit nasabah. Kalau di kantor saya, lebih dikenal sebagai Relationship Manager (RM). Mirip banget sama karakter-karakter yang suka diangkat Ika Natassa. Dulu saya suka baca karakter dengan profesi ini karena merasa sangat related. Tapi sekarang malah kerasa bosen. Subjektif sih, soalnya saya sekarang lebih penasaran sebenarnya dengan profesi lain itu kayak gimana.
Almira bisa fasih banget menceritakan profesi Gala, karena dia juga bekerja di bidang yang sama. Almira bekerja di perusahaan pembiayaan (bukan Bank, tapi bisnisnya mirip), yang memang berperan untuk memberikan kredit ke perusahaan-perusahaan besar. Bahkan setau saya, kantor Almira juga aktif dalam pembiayaan sindikasi, sama dengan bank tempat Gala bekerja 😁

Baca juga review buku Ika Natassa yang pernah saya tulis

Overall, 4 bintang untuk buku Ganjil Genap. Dan pastinya saya sangat menantikan buku Almira Bastari yang berikutnya.

Judul : Ganjil Genap
Penulis : Almira Bastari
Editor : Claudia Von Nasution
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Terbit tahun 2020
344 hlm
ISBN 9786020638010

Jadi gimana dengan kamu, udah genap atau masih nyaman dengan ganjil? 😁

Monday, 3 August 2020

5 Buku Berlatar Paris yang Wajib Kamu Baca



Akhir-akhir ini saya lagi suka banget dengerin lagu country, salah satunya lagu Home yang dinyanyikan oleh Blake Shelton. Video klip nya menggambarkan kota Paris dan Menara Eiffelnya yang cantik. Coba deh liat video klipnya, pasti deh bikin buru-buru ke Paris πŸ˜†
Paris selalu mendapat tempat spesial tersendiri di hati saya.. Favorit saya adalah saat jalan-jalan santai bersama suami menyusuri kota Paris sampai tengah malam, kemudian duduk memandangi light show menara Eiffel. 
Jadi, karena saya sedang suka banget dengan Paris, saya akan rekomendasikan buku-buku berlatar Paris yang wajib banget kamu baca. Semua buku saya rating 4, jadi memang ini buku bagus menurut saya ya.

buku paris


1. Paris Letters by Janice Macleod
Goodread Rating 3.84

buku paris

Blurb
Berapa banyak uang yang kaubutuhkan untuk berhenti kerja?
Dalam kondisi lelah lahir batin, Janice mengajukan pertanyaan itu kepada dirinya sendiri sembari mencoret-coret gambar di notesnya. Ternyata jawaban pertanyaan itu tidak seheboh yang semula diduganya. Dengan sedikit hitung-hitungan dan keteguhan hati yang besar, Janice mulai hidup berhemat dan menabung untuk membiayai dua tahun hidup penuh kebebasan di Eropa.
Beberapa hari setelah menginjakkan kaki di Paris, Janice bertemu dengan Christophe, tukang daging tampan yang bekerja di dekat tempat tinggalnya—pria pujaan yang tak bisa berbahasa Inggris. Dengan campuran bahasa isyarat dan Franglais, kisah asmara mereka pun bersemi. Tak lama, Janice menyadari bahwa dia tidak akan bisa kembali ke kerja kantoran. Maka dia menyemai harapannya pada tiga hal yang dia cintai—kata-kata, lukisan, dan Christophe—demi mewujudkan akhir kisah cinta yang bahagia di Paris.

Paris Letters adalah buku New York Times best sellers yang terbit pada tahun 2014. Buku terjemahannya juga sudah diterbitkan oleh Gramedia pada tahun 2017. Tapi entah mengapa di Indonesia bukunya tidak begitu best seller.
Buku ini menceritakan tentang pengalaman penulis, Janice, yang ingin keluar dari rutinitasnya sebagai karyawan kantoran. Akhirnya ia mengumpulkan uang agar bisa tinggal di Eropa. Janice yang telah berumur pertengahan 34 tahun, tidak memperoleh kebahagiaan dengan segala rutinitasnya. Walaupun ia mempunyai pekerjaan yang sangat bagus, tetapi ia kelehan dengan seluruh kesibukan dan segala deadline. Menariknya, ia berangkat dengan menjadi orang lebih baik. Ia membereksan semua tagihan kartu kredit, tagihan pajak, hidup minimalis, dan lebih rajin berolah raga, hidup berhemat, mencari cara mendapatkan uang lebih, semua untuk bekal ia berpetualang dan keluar dari pekerjaannya. Kita bukan bicara liburan seminggu dua minggu ya, tetapi Janice memperisapkan uang untuk dia hidup setidaknya 2 tahun tanpa perlu bekerja kantoran. Bahkan sebelum berangkat pun ia sudah bertransformasi menjadi orang yang lebih baik. 😍
Sebenarnya ini bukan buku motivasi, tapi entah bagaimana saya merasa buku ini banyak memberikan pesan-pesan tanpa terasa menggurui. Selama ini banyak buku motivasi menyuruh kita keluar dari zona nyaman, seperti keluar dari pekerjaan untuk menggapai mimpi, entah sekolah lagi atau malah menjadi pengusaha sukses. Sedangkan pada cerita ini, Jenice keluar dari kehidupan lamanya hanya untuk memperoleh jeda dalam hidupnya, bukan menjadi orang hebat atau apapun itu yang digadang-gadang buku motivasi. 
Perjalananannya di beberapa negara, dan berakhir di Paris membawa Janice menjadi orang yang lebih baik dalam memandang banyak hal, plus memperoleh keberuntungan dengan bertemu jodoh. Dan tentu saja, ia menjadi orang yang jaauhh lebih bahagia. Bahkan saat membaca buku ini kita seperti ikut merasa bahagia dengan pengalaman Janice.
Tidak ketinggalan buku ini membawa kita terasa ikut berpetualang di setiap pojok kota Paris. Tidak hanya tempat terkenal seperti Menara Eiffel atau Museum Louvre atau Notre Dome, tetapi juga betapa romantisnya kota ini dengan kafe-kafe dan kebiasaan minum orang Paris, toko buku, taman-taman, menyusuri sungai Seine, Metro, bahkan patung-patung yang menghiasi setiap pojok Paris. 

Saking romantisnya Paris, saya banyak banget nemu pasangan yang sedang foto prewedding
-pinggir kali Seine-

Selain itu juga tidak ketinggalan kita diajak Janice menikmati berbagai cemilan khas Paris seperti macaroon, Meriunge, Baguette, chèvre dan berbagai jenis keju.
Buku juga dihiasi dengan lukisan Janice yang ia buat di dalam surat-suratnya, Paris Letters.
Jadi, tentu saja saya sangat merekomendasikan buku ini untuk kamu yang ingin berpetualang di Paris melalui kata-kata.

Jenice, satu-satunya cara untuk bahagia adalah memcari orang untuk diajak makan, minum dan tertawa bersama. Itu saja. Itu sudah segalanya. Dan sesendok Nutella setiap hari membuat hidup lebih indah. Itu obat anti depresan. Hal 121

Teman tertawa bersama saya πŸ’–


2. Da Vinci Code by Dan Brown
Goodread Rating 3.85


buku paris

Blurb
Robert Langdon menerima telepon misterius yang mengundangnya ke Museum Louvre Paris pada tengah malam. Sesampai di sana, yang ditemui Langdon adalah mayat telanjang sang kurator museum dengan posisi dan tato aneh di perutnya.
Langdon terkejut ketika menyadari bahwa teka-teki itu mengarah ke misteri terbesar sepanjang sejarah yang petunjuknya tersembunyi dalam karya-karya Da Vinci. Misteri tentang persaudaraan rahasia yang melibatkan nama-nama besar. Persaudaraan yang menjaga sebuah fakta sejarah yang sangat mengejutkan. Fakta yang bisa mengguncang keyakinan miliaran manusia di dunia.
Dengan bantuan kriptolog Sophie Neveu, Langdon berusaha memecahkan misteri itu sambil berusaha menghindari kejaran polisi sepanjang Paris, London, dan kota lainnya. Langdon harus segera memecahkan misteri itu dan mengalahkan musuh tersembunyi yang menghadang di setiap langkah mereka dan mengancam nyawa.
Da Vinci Code adalah buku karya Dan Brown pertama yang saya baca, belasan tahun yang lalu. Buku yang melambungkan nama Dan Brown ini juga kemudian diangkat menjadi film box office.
Buku ini menceritakan pengalaman simbolog Robert Langdon memecahkan pembunuhan seorang kurator di Museum Louvre. Ternyata pembunuhan itu membawa mereka lebih dalam ke dalam kontroversi gereja, cawan suci dan ilumintai. Buku ini menarik karena kita seperti ikut kejar-kejaran memecahkan berbagai teka teki bak cerita detektif, walaupun Langdon bukanlah detektif. Buku ini juga terkenal karena kontroversialnya terkait rahasia gereja yang diungkap Langdon. Jadi buku ini ramai menuai banyak pujian dan juga kritikan.

Robert Langdon (Tom Hanks) di Louvre

Kalau kamu menyukai cerita petualangan, wajib banget baca buku ini. Saking memukaunya buku ini, bahkan Museum Louvre pun menyebut Da Vinci code dalam perkenalan di situs reminya loh.
Dulu, buku inilah yang pertama memperkenalkan saya dengan Museum Louvre. Sebelumnya saya tau Paris ya Menara Eiffelnya aja πŸ˜… Dan tentu saja sukses membuat saya bertekad suatu saat bisa melihat piramida Louvre dengan mata kepala sendiri, yang akhirnya terwujud belasan tahun kemudian.

 


3. Call From an Angel by Guillaume Musso
Goodreads Rating 4.02


buku paris

Blurb
Di New York, tanpa sengaja ponsel Madeline dan Jonathan tertukar. Saat mereka menyadari kesalahan tersebut, mereka sudah terpisah hampir sepuluh ribu kilometer. Madeline adalah seorang floris di Paris, sedangkan Jonathan memiliki restoran di San Fransisco.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk menyerah pada godaan dan menelusuri ponsel masing-masing. Namun, itu malah menguak sebuah rahasia yang ingin mereka berdua kubur selamanya. Sebuah rahasia yang bisa membunuh mereka berdua.

Buku Call From an Angel adalah karya penulis Prancis favorit saya, Guilaume Musso. 
Ponsel yang tertukar, tadinya saya kira bukunya akan kental dengan nuansa romance tantang cinta jarak jauh antara Madeline dan Jonathan. Saya udah membayangkan, orang yang sama sekali belum kenal satu sama lain tiba-tiba menjadi dekat karena ponselnya tertukar. Tapi ternyata ceritanya sangat kaya, penuh kejutan dan lebih kental unsur thrillernya. Dengan latar kota Paris dan New York, seru juga pelan-pelan menguak masa lalu Madeline yang tidak terduga. Paris di sini digambarkan melalui Madeline sebagai soerang tukang bunga, bagaimana ia pagi-pagi berburu bunga-bunga segar dan wangi di pasar bunga Paris. Dan Paris malalui masa lalu Jonathan yang mewah sebagai koki kondang di Paris. 
Buku ini sangat saya rekomendasikan bagi kamu pencinta genre thriller ringan 

Baca juga review lengkap Call From An Angel saya di sini

4. Perfume : History of Murderer by Patrick Suskind
Goodreads Rating 4.01

buku paris

Blurb
Di lingkungan kumuh Prancis abad delapan belas, Jean-Baptiste Grenouille lahir dengan anugerah penciuman yang luar biasa. Semasa kecil, dia telah mengenal dan menguraikan segala macam bau-bauan di Paris, lalu dia bekerja pada ahli pembuat parfum yang mengajarinya seni kuno mencampur minyak-minyak dan rempah berharga. Tetapi Grenouille tidak berhenti sampai di situ. Dia ingin menangkap bau-bauan berbagai objek. Suatu hari dia menghirup wangi yang membuatnya makin terobsesi---aroma gadis muda yang cantik. Dan obsesi ini menyeretnya ke dalam eksperimen yang semakin mengerikan.

Jujur dari semua buku yang saya rekomendasikan, ini satu-satunya yang belum saya baca. Tapi saya sudah nonton adaptasi movie Jerman dari buku ini yang keluar tahun 2006 dengan judul yang sama. Dua kata saya untuk cerita Perfume ini, Bizzare and Masterpiece. Bizzare, jalan ceritanya benar-benar aneh. Jean-Baptiste Grenouille digambarkan bisa mencium berbagai bau. Tetapi ia seperti hidup dalam  kutukan, karena siapapun yang dia tinggalkan akan mati mengenaskan. πŸ˜† 
Awalnya Jean-Baptiste Grenouille sejak lahir tinggal di panti asuhan. Ketika sudah cukup dewasa unutk bekerja, dia bekerja di penyemakan kulit dan berakhir bekerja sebagai pembantu di toko parfum. Saat itulah ia menyadari, begitu banyak bau yang indah. Jean akhirnya berpetualang mencari bau yang terindah, dan dia mendapatkan itu dari wangi wanita cantik perawan. Mulailah kemudian petualangan Jean-Baptiste Grenouille mengekstrak bau dari perempuan-perempuan para korbannya. 
Endingnya juga aneeh banget, saya sampai terheran-heran karena tidak menduga itu. Tapi seruu, ini cerita bener-bener masterpiece. Saya sangat kagum kepada Patrick Suskind yang bisa membuat cerita sebagus ini. Pantas sejak buku ini terbit pertama tahun 1985, sampai sekarang masih setia nongkrong di toko buku karena banyak penggemarnya. Buku ini juga  sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa di dunia.

Jean-Baptiste Grenouille yang psikopat

Berbeda dengan buku sebelumnya, Paris di buku ini digambarkan sebagai kota yang kumuh, penuh bau pesing. Belum lagi Jean-Baptiste Grenouille dibesarkan di lingkungan pasar ikan yang penuh bau amis.
Buku ini saya rekomendasikan buat kamu yang suka genre psikologi horor, itupun kalau kamu tidak terganggu dengan adegan vulgar dan memuakkan ya.

5. Autumn In Paris by Ilana Tan
Goodreads Rating 4.09

buku paris

Blurb 
Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup... sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.
Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya... juga mengubah dunianya.
Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa... arti tak berdaya... Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup....

Kalau buku-buku sebelumnya adalah karya penulis luar, sepertinya tidak lengkap kalau saya tidak merekomendasikan buku lokal ya. Saya rekomendasikan karya penulis romance lokal favorit saya, Ilana Tan.

Berlatar musim gugur di Paris, kita dibuai kisah kasih Tara Dupont. Awalnya terasa manis, tetapi ternyata banyak rahasia terungkap tentang Tatsuya yang membuat Tara Dupont kecewa. 
Sayangnya pada buku ini, Paris tidak terlalu tereksplore dengan detail. Bahkan pada beberapa tempat lebih terasa seperti tempelan nama-nama tempat di Paris, membuat kita susah membayangkan kota Paris dimaksud. Tetapi terlepas dari itu, ini adalah novel paling favorit saya di seri Tetralogi Empat Musim nya Ilana Tan. Jadi tentu saja saya merekoemndasikan buku ini untuk kamu yang suka kisah cinta semanis permen kapas

Baca juga tulisan saya tentang buku Tetralogi Empat Musim Ilana Tan di sinisini dan sini.

quote paris

Baca juga cerita saya ke Paris di sini

My Story In Paris
Selain kisah di atas, saya juga mau share sedikit cerita saya dan suami saat di Paris ya. Paris waktu itu jadi kota terakhir yang kami kunjungi saat di Eropa. Kami menyewa flat cantik yang hanya walking distance dari Menara Eiffel di Rue Spontini melalui Airbnb. Jadi hari-hari kami habiskan dengan berjalan-jalan santai di kota Paris. Duduk santai memakan bekal di pinggir sungai Seine, piknik di rumput taman dekat Menara Eiffel, dan tentu saja mengunjungi landmark kota Paris. 



Sayangnya sepanjang hari di sana saya sering merasa eneg kaya masuk angin dan mulut berasa pahit. Sedih juga kok bisa masuk angin, padahal kota Paris relatif lebih hangat dari kota lain yang kota kunjungi sebelumnya di Eropa. Jadi saya sering ajak suami mampir ke supermarket cuma buat jajan yogurt. Entah kenapa makan yang asem-asem bikin mulut jauh lebih enak. Hari terakhir saat kita mau pulang, kita berencana naik Metro ke Charles de Gaulle Airport. Masalahnya stasiun Metro di Paris itu banyak yang ga koper friendly, jadi kita harus angkat-angkat koper buat naik atau turun tangga. Saat saya sedang ngangkat koper, perut bagian bawah saya tiba-tiba sakit, rasanya kayak kontraksi abis lahiran. Saya sampai nunduk karena rasanya ga enak banget. Suami yang liat saya kaya gitu, langsung otomatis ngajak naik taxi aja ke bandara. Btw, taxi ke bandara di Paris itu fix price, jadi jangan takut di ajak muter-muter karena ga tau jalan. Hehe. Taxinya bersih dan wangi, drivernya juga pake jas rapi. Bener kata Janice di buku Paris Letters, orang Paris kemana-mana pasti berpakaian rapi. Bahkan cuma buat ke supermarket depan rumah aja mereka ga akan mau pake baju tidur. 

Singkat cerita, beberapa hari nyampe Jakarta saya masih sering ngerasa kayak masuk angin terus-terusan. Perut eneg, mulut pahit, mual-mual kecil gitu. Seminggu berlalu akhirnya saya baru kepikiran, kok ini rasanya sama kayak waktu hamil Kakak Tara πŸ˜†πŸ˜† Sambil mikir, mungkin ga ya hamil, padahal kan pake IUD. Akhirnya sambil deg2an saya memutuskan beli test pack, dan bener garis dua 😍😍 Pikiran pertama saya langsung, mudah-mudahan calon bayi di perut sehat walau udah diajak penerbangan panjang dan angkat-angkat koper.. 

Alhamdulillah sekarang dia tumbuh jadi anak sehat dan ceria. Saya dan suami memberi nama Tafiya, yang artinya Journey. Dia adalah hadiah mengagumkan yang tidak kami sangka-sangka 😍😍


Tafiya sekarang udah 8 bulan, bersama kakak-kakaknya selalu menceriakan hari-hari saya dan suami πŸ’–πŸ’–


Jadi kalau ditanya pas Paris ingetnya apa, ingetnya ternyata ada bayi ikut jalan-jalan di perut 😁 

Bonjour!

Dari 5 buku di atas, kamu tertarik baca buku yang mana? Atau malah kamu udah baca semua?

Sumber gambar film dari Imdb, gambar lainnya semua koleksi pribadi dan edited by me.

Saturday, 25 July 2020

Mendadak Ikut GWP 2020

Pada postingan sebelumnya, saya sudah sempat menyinggung tentang proyek menulis yang sedang saya kerjakan. Jadi, saya menghilang sebulanan dari blog sebenarnya sibuk menulis karena salah satu postingan di grup. Begini ceritanya... 😁

Pada tanggal 28 Juni malam, saya melihat salah satu postingan di grup pencinta buku, salah satu member meminta dukungan atas ceritanya yang diikutkan pada lomba GWP 2020. Jantung saya langsung berdetak kencang, eh memang ada lomba GWP terbaru ya? Akhirnya saya buru-buru membuka sosmed GWP, takut-takut kalau saja saya melewatkan momennya. Setelah cari info dari web dan somed GWP,
ternyata saya beruntung pendaftaran lomba belum ditutup. Dan ternyata, ini juga sudah heboh di bahas di grup WA GWP yang saya ikuti, πŸ˜… Gara-gara mute notif, jadi saya nggak ngeh..
Lomba menulis GWP bertema The Writers’ Show dibuka pendaftarannya dari tanggal 2-30 Juli 2020. Itu artinya saya masih punya waktu 2 hari. Tidak hanya untuk mendaftar, tetapi juga sekaligus merampungkan 3 Bab yang menjadi syarat pendaftaran. Beruntungnya lagi, naskah lengkap sampai tamat ditunggu sampai akhir Juli 2020. Akhirnya saya memutuskan ikut, walaupun itu artinya saya harus memulai semuanya dari nol karena saya tidak punya simpanan naskah cerita sama sekali. 

Gramedia Writing Project

Bermodal niat yang kuat, Bismillahhirohmanirahim... saya mendaftar ikut.

Jadi apa itu GWP? Mengapa saya begitu niat untuk ikut?

Gramedia Writing Project atau disingkat GWP adalah salah satu platform menulis cerita online yang
didalangi oleh Penerbit Gramedia grup. Kurang lebih seperti Wattpad atau Storial. Yang membedakannnya adalah, Penerbit Gramedia rutin mencari naskah-naskah bagus di web GWP untuk dipinang dan diterbitkan. Jadi kebayang kan gimana ini bisa jadi wadah para penulis-penulis baru untuk berkarya. Selain itu, GWP juga rutin membuat lomba menulis. Hadiahnya selain uang tunai tentu saja kontrak penerbitan oleh penerbit Gramedia grup. Buku kita akan terpampang nyata di seluruh toko buku di Indonesia. Dan berhasil menerbitkan buku oleh penerbit mayor selalu menjadi mimpi saya dari dulu.


Gramedia Writing Project adalah sebuah wadah untuk siapa saja yang ingin membagikan hasil tulisannya. Selain dapat mengunggah naskahnya di sini, anggota juga dapat membaca hasil tulisan anggota lainnya dan saling memberikan apresiasi dalam bentuk like maupun komentar. Hasil tulisan akan ditayangkan dalam bentuk per bab. Di Gramedia Writing Project, anggota punya kesempatan untuk menerbitkan hasil tulisannya dalam bentuk buku cetak maupun digital (e-book) melalui penerbit-penerbit di Gramedia. -sumber gwp.id

Jadi kebayang kan kenapa saya tidak mau ketinggalan untuk ikut. Walaupun saya hanya punya waktu 2 hari untuk menyelesaikan 3 bab, ditengah segala kesibukan. Suami pun ikut menyemangati. Katanya, lebih baik ikut walau naskah tidak maksimal, dari pada menyesal karena tidak mencoba. Toh masih ada waktu 1 bulan setelah itu untuk merampungkan naskah, bahkan mengedit 3 bab yang sudah diupload di awal.

(Oiya, sebelum melanjutkan cerita, saya mau ngasi tau dulu kalau postingan kali ini bakal agak panjang. Mostly juga isinya hanya curhatan. πŸ˜… Jadi silahkan yang mau berpikir ulang untuk melanjutkan membaca. 😁)

The Writers’ Show, GWP 2020

Berbeda dengan lomba sebelum-sebelumnya, GWP tahun ini tidak mengusung tema tertentu. Pada
periode sebelumnya, naskah yang dilombakan bertema Young Adult atau Teenlit. Tahun ini, semua naskah fiksi diterima. Mulai dari kumpulan cerpen, novel, maupun puisi. Syaratnya, panjang keseluruhan naskah 100-300 halaman dan sudah diupload sampai tamat sebelum 31 Juli 2020.
Terdapat 6 penerbit yang mendukung GWP kali ini. Sampai sekarang belum ada konfirmasi akan dipilih berapa naskah. Tapi misal masing-masing penerbit memilih satu naskah saja, maka setidaknya akan ada 6 pemenang. 
Salah satu yang menggiurkan juga dari GWP 2020 adalah hadiah trip keluar negri untuk ikut pameran buku bagi pemenang 😍

Ini adalah cerita yang saya upload ke gwp.id : 

Gramedia Writing Project
40 Hari Menjadi Ibu

Saya sebenarnya sudah punya satu ide novel, terinspirasi dari anak sulung saya sendiri. Saya bahkan sudah menyimpan plot dan alurnya cukup lama di laptop. Tetapi saya sama sekali belum memiliki waktu (dan niat kuat) untuk mulai mengetik ceritanya. Akhirnya setelah mendaftar GWP 2020, saya mulai mengetik cerita yang selama ini hanya berputar-putar di kepala saya. 
Sialnya, sisa 2 hari yang saya punya itu bukan hari libur, bukan jadwal WFH pula. Jadi saya masih berkutat di kantor sampai sore. Sampai di rumah pun pasti anak-anak langsung meyita perhatian. Saya cuma sempat menulis sebentar di perjalanan pulang dan berangkat kantor. 2 malam begadang akhirnya jadi juga 3 bab sebelum deadline.

Gramedia Writing Project

Berbeda dengan buku saya sebelumnya, karakater pada 40 Hari Menjadi Ibu tidak ada yang sempurna. Pada Novel Nikah Muda, hampir semua pembaca jatuh cinta pada Keno yang ganteng, fun, dan anak basket. Tetapi setengah akhir buku, pembaca juga dibuat jatuh hati pada Aji yang baik dan sabar banget. Hubungan Kiran sama ayahnya pun sangat manis. 
Tetapi pada cerita terbaru saya ini, sang lakon utama, Sasita, bukanlah orang yang sempurna. Ia selalu jadi anak perak orang tuanya karena tidak sepintar dan sesukses kakaknya, pekerjaannya tidak dapat dibanggakan, begitu juga hubungan percintaannya. Seno, anak orang kaya yang karakternya ga banget. Bikin bingung kenapa sih Sasita mau sama dia. Tetapi, terlepas dari ketidaksempurnaan mereka, bukankah memang kita semua di dunia ini tidak ada yang sempurna? Yang terpenting bagaimana kita bisa menjadi lebih baik dan lebih baik. Begitu juga Sasita, menjadi lebih baik dengan Ve bersamanya..

Cukup bikin penasaran ga? Buruan klik di bawah buat baca ceritanyanya yaa..


Gramedia Writing Project

Doakan saya bisa menyelesaikan naskah ini tepat waktu ya. Sebenarya sampai sekarang ceritanya sudah selesai, tinggal proses editing. Saya beruntung dibantu oleh seoang teman yang sangat baik untuk proses editing. Menulis adalah kegemaran saya, but editing is the other thing. Saya sadar kemampuan editing saya tidak mumpuni. Naskah Nikah Muda saja saya baru bereskan kurang lebih dalam 4 bulan. Dan berbulan-bulan kemudian untuk editing, membaca ulang, mengedit kembali, membaca ulang, menambah di sana sini.. Sedangkan ini hanya 1 bulan untuk merampungkan semuanya.
Saya teringat mengatakan ke teman yang membantu saya ini 
"Please help ya.. Aku tau ini terlalu ambisius. Mencoba ngeberesin naskah dengan kerjaan kantor dan 3 orang anak kecil di rumah yang nggak mungkin dicuekin. But it's my dream, dan aku pengen memperjuangkannya.." 

But, overall, menantang diri sendiri itu sebenarnya menyenangkan. Membuat hidup seperti memiliki semangat-semangat baru 😊

GWP 3 tahun 2017
Saya pertama kali tahu tentang GWP adalah saat diselenggarakannya lomba GWP ke 3 tahun 2017. 
Saat itu saya sudah berbulan-bulan menyelesaikan naskah Nikah Muda (dulu berjudul The Little Bride), tetapi tidak memiliki keberanian untuk mengirimkan ke penerbit. Saat tahu lomba GWP, saya akhirnya mengupload naskah The Little Bride untuk ikut lomba yang bertema Teenlit
 

Dari 400an naskah yang masuk, alhamdulillah saya masuk dalam 73 finalis yang dipanggil untuk mengikuti Expert Writing Class. Acara ini merupakan kelas kepenulisan yang diisi oleh penulis dan editor terkenal.
Waktu itu acaranya Hari Sabtu dan pas saya baru mulai maternity leave anak ke dua. Untung bukan pas saya mau lahiran acaranya 🀣 

Gramedia Writing Project

1. Tere Liye
Siapa yang tidak kenal dengan penulis satu ini. Waktu itu ia memberikan materi tentang Ide. Bagaimana ide bisa datang dari mana saja. Dan tentu saja, bagaimana eksekusi ide itu yang membuat penulis yang satu berbeda dengan yang lainnya.

Gramedia Writing Project
Ada yang tahu Tere Liye yang mana di foto ini?

2. Rosi L Simamora
Kak Rosi adalah editor senior Gramedia dan sekarang juga aktif menulis buku. Materi yang diberikan adalah tentang Plot. Bagaiman cerita yang bagus harus dibangun dengan plot yang kuat, tanpa plot hole.

2 minggu sebelum lahiran, saya lebar (dan buluk) banget ya πŸ˜…

3. M Aan Mansyur
Saya belum pernah membaca buku Aan Mansyur saat ikut Expert Class. Pada kelas ia menjelaskan tentang narasi. Yang saya ingat waktu itu, seorang Aan Mansyur pun biasa menulis ulang dan mengedit narasi satu naskah berkali-kali. Jadi, jangan cepat berpuas diri dengan narasi kita. Baca lagi, perbaiki lagi, baca lagi..

Kalau ini pasti bisa nebak kan Aan Mansyur yang mana? 😁


Oleh-oleh pas pulang. Di rumah langsung saya baca, dan bener donk pemilihan diksi Aan Mansyur memang indah-indah banget 😍

4. Bernard Batubara
Sama dengan Tere Liye, Bernard Batubara termasuk penulis yang sangat produktif. Walau genre yang ditawarkan lebih berbeda dengan buku Tere Liye yang lebih filosofis. Materi yang disampaikan adalah bagaimana kita memanfaatkan social media yang kita punya untuk meningkatkan engage dengan para pembaca. 

Foto dulu sama penulis sekaligus selebgram dulu..


5. Terakhir ada Hetih Rusli, editor senior Gramedia. Saya tidak terlalu ingat dengan materinya. Tapi salah satunya ia menyampaikan, untuk bisa menulis dengan baik kita harus banyak membaca.

Selain materi yang bagus-bagus banget, ada salah satu yang berkesan saat saya mengikuti Expert Class. Setiap obrolan basa basi saat berkenalan di sana, kurang lebih seperti ini : 
Q : Udah pernah nerbitin buku?
A : Oh belum..
Q : Nerbitin indie juga belum?
A : belumm.. (sambil mikir apa itu penerbit indie)
Q : Ini novel ke berapa yang kamu tulis?
A : Ini novel pertama...
Q : Nulis di platform mana lagi selain di GWP?
A : Nggak ada. Cuma nulis kadang-kadang aja tentang buku di blog
Q : Wah kamu book blogger ya.. (akhirnya ada juga yang bisa dibanggakan, walupun cuma secuil πŸ˜…)

Seketika itu saya benar-benar merasa remah rangginang. Hampir semua yang ikut Expert Class adalah orang-orang yang terlatih menulis. Mereka rajin menelurkan karya, ada yang diterbitkan penerbit mayor ada juga yang di penerbit indie. Sedangkan saya, naskah The Little Bride adalah naskah novel pertama yang berhasil saya selesaikan seumur hidup saat itu.

Saat pengumuman, dipilih 5 pemenang yang tentu saja nama saya bukan salah satunya πŸ˜…. Tetapi bisa lolos sampai sejauh itu saya sebenarnya sudah sangat puas. Apalagi tahu betapa minimnya pengalaman yang saya punya. 

Ada yang udah baca buku para pemenang GWP 3 ini?

Baca juga review salah satu buku di atas di : Mengenal Legenda Minahasa Melalui Novel Seira & Tongkat Lumimuut

Yang pasti, emak hamil tua ini senang sekali waktu itu ikut Expert Writing Class. Materinya keren, ketemu penulis dan editor top, pulang dihadiahi goodie bag beberapa buku gratis, dan dapat kenalan baru yang sampai sekarang masih saling support untuk menulis di grup alumni Expert Class😁

Kembali ke GWP 2020 ya. Jadi ini adalah lomba menulis GWP yang ke-4. Infonya antusiasme yang ikut sangat tinggi, peserta yang daftar banyak banget. Ada 3000an orang yang mendaftar. Sedangkan naskah yang masuk ada 1400an. Wuaaa 😱Jadi persaingan sangat ketat 

Doakan saya beruntung yaaa..

Friday, 24 July 2020

Hujan Bulan Juni dan Akhir Pada Bulan Juli


Sebulan lebih blog ini tidak di-update. Karena saya sedang disibukkan dengan proyek menulis. Jangankan menulis blog, bahkan membaca buku saja saya tidak sempat. Saya akan menceritakan tentang proyek ini di postingan lain nanti. Kali ini saya mau menulis karya seorang sastrawan Indonesia, Sapardi Djoko Damono.

Akhir-akhir ini dunia literasi kembali berduka. Salah seorang penggiat sastra Indonesia, Sapardi Djoko Damono telah berpulang pada tanggal 19 Juli 2020. Seorang sastrawan yang sangat produktif sejak muda, sampai menutup usia di 80 tahun. Semasa hidupnya, ia aktif menjadi redaktur berbagai media, menerbitkan berbagai buku, menulis banyak sekali puisi, dan mengajar di beberapa universitas (guru besar UI dan mengajar di UKJ). Berbagai penghargaan pun banyak diperolehnya, baik dalam maupun luar negri.

Buku Sapardi Djoko Damono

Buku Sapardi Djoko Damono : Hujan Bulan Juni
Berita duka ini membawa saya kembali kepada buku karya beliau yang saya telah saya beli hampir 5 tahun yang lalu, Novel Hujan Bulan Juni. Buku yang diterbitkan saat beliau berumur 75 tahun. Wah, saya berharap bisa seproduktif itu nanti di usia senja.

Hujan Bulan Juni sudah terbit sebelumnya dalam bentuk puisi pada tahun 1994. Pada tahun 2015, Sapardi membuat novel yang terinspirasi dari puisi itu. Novel menceritakan kisah kasih Sarwono dan Pingkan. Sarwono adalah seorang pemuda Jawa yang menjadi dosen di UI. Pingkan adalah adik teman masa kecil Sarwono, juga dosen di tempat yang sama.

Buku Sapardi Djoko Damono


Konflik utama yang diangkat sebenarnya tidak banyak, intinya tentang Pingkan yang beda agama dengan Sarwono. Ada juga konflik lain tentang orang ketiga, tetapi menurut saya itu tidak terlalu berarti karena kuatnya cinta mereka berdua.

Konflik yang mungkin tidak banyak itu berhasil diramu menjadi cerita yang cukup panjang karena diselingi pemikiran-pemikiran tokoh yang puitis, penuh perumpamaan. Beberapa bagian bahkan saya tidak mengerti maknanya. Memang mungkin karena selama ini bacaan saya hanya dangkal-dangkal saja πŸ˜… Selain itu juga banyak puisi-puisi karya Sapardi yang diselipkan di ceritanya. Buku tipe ini sebenarnya di luar zona nyaman saya, apalagi dari dulu saya tidak pernah bisa memahami puisi. Tapi ternyata, saya sangat menikmati membaca buku ini. Saya kagum bagaimana eyang bisa meramu cerita sederhana menjadi begitu kaya dan penuh selipan yang bisa menjadi bahan renungan.

Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar saputangan yang telah ditenunnya sendiri.
Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar saputangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang.
Bagaimana mungkin. -halaman 66
Ending buku ini agak menggantung, karena memang buku ini sebenarnya adalah buku pertama dalam trilogi. Buku kedua berjudul Pingkan Melipat Jarak dan buku terakhir berjudul Yang Fana Adalah Waktu.

Hujan Bulan Juni juga sudah difilmkan pada tahun 2017 yang dibintangi oleh Velove Vexia (sebagai Pingkan) dan Adipati Dolken (sebagai Sarwono). Kurang lebih seperti bukunya, alur film terasa lambat. Durasinya pun cukup panjang, 1,5jam. Mungkin buat kamu yang suka film menantang tidak terlalu cocok dengan film ini. Sedangkan buat kamu yang suka hal romantis, pasti suka dengan film ini. Adipati pun melantunkan puisi karya Eyang Sapardi dengan sangat manis.

Buku Sapardi Djoko Damono

Untuk jalan cerita, terdapat beberapa perbedaan antara buku dan film. Di film konflik orang ketiga lebih ditonjolkan, seperti dengan Toar dan Katsuyo. Selai itu yang saya suka di filmnya adalah tempat-tempat indah di Manado, Gorontalo dan Jepang ditampilkan sangat cantik di scene nya.

Buku Sapardi Djoko Damono
Hujan Bulan Juni

Tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

Tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

Tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
Pada rintik bulan Juni, Sarwono terbaring tak berdaya. Pada bulan Juli, Sapardi Djoko Damono terbaring untuk selamanya. Terima kasih Eyang, sudah mewarnai jagat sastra Indonesia dengan indah.

Bonus video tiktok eyang dengan tim GPU 😁



Sumber foto :
Foto Sapardi Djoko Damono dari ig, edited by me.
Foto buku koleksi pribadi
Foto film dari imdb 


Sunday, 28 June 2020

Quote dari Buku 365 Days of Wonder

This past week was not a pleasant time. Things went bad, because people at home felt so unwell. Huhu..
Awalnya salah satu ART di rumah demam, ga berapa lama saya juga ikutan demam. Hasil cek darah ternyata kita kena Demam Berdarah. Huhu.. Karena baby Tafiya abis imunisasi, tau-tau dia juga demam sampe 4 harian. Si sulung Kakak Titha, juga tiba-tiba muncul merah-merah di badannya entah kenapa. Awalnya saya kira alergi, hasil konsultasi ke DSA nya ternyata kena HFMD (hand foot mouth desease). Karena ini menular, sekarang Tafiya juga udah mulai merah-merah. Untung HFMD ga terlalu berbahaya, dan akan sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari. Suami sepertinya kecapekan juga menjaga anak-anak selama saya dan ART sakit, jadi mulai tumbang juga. Mulai pusing-pusing juga. 😒 Untung si tengah Kakak Tara dan baby sitter masih stay strong

Jadi mohon maaf kalau akhir-akhir ini saya juga ga bisa blog walking ke blog teman-teman yaa.. 

Jujur saat sakit kemaren saya sempet meltdown karena mikirin anak-anak. Karena walau sesakit apapun yang namanya ibu tetap harus mikirin gimana anak-anak tetap sehat, nutrisinya ga kurang satu apapun dan segela tetek bengek di rumah kaaan. Btw, sakit saat kondisi pandemi gini bener deh ga enak banget. Huhu. Selain kitanya jadi agak parno, di RS pun prosedurnya agak beda dari biasanya. Di rumah akhirnya makan jadi serba gofood yang entah sehat atau ga. Takut anak-anak ikutan tumbang karena makanan ga sehat, tapi buat order gofood aja saya udah perjuangan banget saking pusingnya. Belum lagi ASI saya yang jadinya menyusut drastis 😒 Tapi untung punya banyak teman yang baik-baik. Banyak yang kirimin makanan, jus, air oksigen, multivitamin dan lain-lain. 
Good friends are like stars. You don't always see them, but you know they're always there - unknown
Ga berapa lama saya juga dapet catering sehat dari seorang teman, jadi tidak perlu pusing mikirin makan lagi seperti sebelumnya. Saya juga banyak mendapat semangat dari keluarga dan teman-teman. Walau kakak dan orang tua saya jauh di seberang pulau sana, alhamdulillah mereka ga berenti memberi doa dan semangat.

Sekarang semua Alhamdulillah sudah mulai membaik dan tinggal recovery. Yeeeyyy!! Semangat saya pun udah kembali, dan saya sudah kembali menjadi orang yang ga bisa diem dan (sok) sibuk dengan macam-macam kegiatan. Hehehe 😁

Jadi sekarang saya mau posting beberapa quote untuk kamu yang mungkin juga sedang mengalami hard time in your life. Quote saya ambil dari buku 365 Days of Wonder oleh RJ Palacio yang berisi 365 quote untuk menyemangati hari-hari. Quote diambil dari kata-kata orang terkenal, jadi bukan ditulis oleh RJ Palacio sendiri. Banyak quote bagus, plus terjemahannya di bawahnya. Saya tidak tau apakah penerjemahnya yang kurang oke, atau memamg quote lebih bagus dalam bahasa aslinya, jadi banyak terjemahannya yang menurut saya bertele-tele bahkan membuat quotenya jadi 'kurang ngena'



We cary within us the wonders we seek around us - Sir Thomas Browne 
Kita membawa dalam diri kita keajaiban yang kita cari di sekitar kita

There is no shame in not knowing. The shame lies in not finding out - Assyrian Proverb
Tidak perlu malu dalam ketidaktahuan. Rasa malu terletak pada ketidakinginan untuk mencari tahu


No act of kindness, no matter how small, is ever wasted - Aesop
Tidak ada kebaikan, sekecil apapun, yang sia-sia.


The supreme happiness of life is the conviction that we are loved - Victor Hugo
Kebahagiaan tertinggi dalam hidup adalah keyakinan bahwa kita dicintai


The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall - Nelson Mandela
Kemenangan terbesar dalam hidup bukanlah ketika tidak pernah gagal, tetapi ketika bangkit kembali setiap kali gagal 


One of the secrets of life is that l that is really worth the doing is what we do for others - Lewiss Carroll
Salah satu rahasia kehidupan adalah apa yang benar-benar penting untuk dikerjakan adalah apa yang kita kerjakan untuk orang lain


Your actions are all you can own - Flynn
Tindakan-tindakanmu adalah apa yang dapat kamu miliki


When you are living the best version of yourself, you inpire others to live the best versions of themselves - Steve Maraboli
Saat kamu hidup dengan versi terbaikmu, kamu menginspirasi orang lain untuk hidup dengan versi terbaik mereka


It costs nothing to be nice - Harry Styles
Tak perlu biaya untuk menjadi baik


Today, fill your cup of life with sunshine and laughter - Dodinsky
Hari ini, isilah cangkir kehidupanmu dengan sinar mentari dan tawa


The way to have a friend is to be a friend -Hugh Black
Cara untuk memiliki teman adalah menjadi seorang teman


Even the darkest hour has only sixty minutes - Morris Mandel
Bahkan jam tergelap pun hanya berjangka enam puluh menit

Masih banyak sebenarnya quote bagus lainnya di buku ini. Lain kali kalau ada waktu mungkin akan saya tambahkan beberapa lagi πŸ’–πŸ’–

With love,
Thessa

Tuesday, 16 June 2020

Diana Rikasari, Unicorn Mom Dengan Segudang Karya


Diana Rikasari, merupakan sosok wanita yang tidak berhenti membuat saya kagum. Sebagai seorang wanita dan juga ibu, yang paling utama membuat saya kagum adalah tentu saja bagaimana ia tetap bisa berkarya di tengah kesibukan sebagai istri dan merawat dua anaknya. Tadinya saya akan membuat postingan ini terkait kolom author, tapi Diana Rikasari lebih dari sekedar penulis buku. Diana Rikasai adalah seorang penulis dan jauh sebelum menelurkan karya buku-buku best sellernya, ia sudah lebih dahulu dikenal sebagai fashion blogger dan selebgram.
Jadi, siapakah Diana Rikasari? Buat kamu yang belum kenal dengan ibu cantik ini, yuk ikutin postingan ini...

Diana Rikasari adalah
Kak Diana di Swiss dengan baju dan celana kreasinya

1. Menjadi fashion blogger sejak 2007
Jauh sebelum era instagram selebgram dan semacamnya, Kak Diana telah aktif di blog sejak tahun 2007. Fashion blogger yang satu ini dari dulu mencuri perhatian karena keberaniannya dalam mempadu-padankan warna-warna cerah, colorfull. Sampai sekarang selain di instagram @dianarikasari, ia juga masih aktif memposting di blog. Kamu bisa intip blog Kak Diana di http://dianarikasari.blogspot.com/


Diana Rikasari adalah
Foto Kak Diana pada awal-awal fashion blogger tahun 2007

Diana Rikasari adalah
Salah satu postingan Kak Diana dengan background koleksi fashionnya

2. Instagram dengan tagar #bidibidibongbong
Jujur saya waktu itu 'nyasar' ke instagram Kak Diana waktu awal-awal beli rumah dan sedang semangat-semangatnya dengan home decor. Itulah perkenalan pertama saya dengan Diana Rikasari. Kak Diana sering posting tentang home decor rumahnya yang bikin saya jatuh cinta banget, perpaduan warna dan barang-barang yang unik-unik. Saya sampai nonton berkali-kali loh waktu itu home tour rumah Kak Diana di acara Rumahku Istanaku, dan youtube Kak Diana. Hehehe.. Sekarang Kak Diana pindah ke Swiss dan simsalabim dalam waktu singkat juga rumah mereka disulap khas Kak Diana, cerah dan cantik banget. Apalagi dengan 2 orang anak yang masih kecil-kecil Kak Diana tetap berhasil bikin rumah tetap rapi dan cantik. Sedangkan saya, rumah rapi cuma malem pas anak-anak pada tidur doank. Hahaha..
Nah buat kamu yang pengen kepoin, setiap posting tentang rumahnya, Kak Diana pasti ngasi tagar #bidibidbongbong di instagram.

Diana Rikasari adalah
Rumah Kak Diana (2015)

Diana Rikasari adalah
Hunian Kak Diana di Swiss (2020)


3. Sukses di Bisnis Fashion
Fashion blogger dan kemudian merambah ke dunia bisnis fashion. Kak Diana saat ini punya 3 bisnis fashion. Ada bisnis sepatu bernama UP (@iwearup) dan clothing line, Schmiley Mo (@schmileymo) dan brand tas sendiri, yaitu @sunofafun. Semua brand fashion Kak Diana mengusung warna-warna ceria sesuai ciri khasnya. Dari semua brand itu jujur saya baru punya yang sepatu. Wedges dari Up, nyaman dipakai dan sudah mau 2 tahun masih tahan padahal sering dipakai.
Semua bisnis Kak Diana bukan kaleng-kaleng. Schmileymo langganan ikut fashion week di berbagai negara seperti Jakarta, Kuala Lumpur, sampaiLondon. Salah satu fashion show di Kanada bahkan didedikasikan oleh Kak Diana untuk anaknya yang autis. Saya sangat suka saat Kak Diana menyampaikan (di acara TEDxLausanneWomen) ,dia ga mau menjadikan cerita anaknya yang autis sebagai cerita sedih, tetapi ingin menunjukkannya dengan cara yang positif (kurang lebih hasil translate bebas Bahasa Indonesianya gitu). You go girl!
Anyway, padahal sekarang bisnis nya dijalankan remote dari Swiss Jakarta loh. Update terbaru, Sepatu Up karya Kak Diana juga muncul di film Disney terbaru, Stargirl, yang tayang beberapa bulan yang lalu. Luar biasa keren ga sih, sebuah film internasional produksi Hollywood, menghubungi ngabarin bakal pake sepatu Up karena sesuai dengan karekter tokohnya. This is why I told you, Kak Diana never stop amaze me.


Sepatu Up di film Stargirl


4. Pelopor picture book 




View this post on Instagram

Sebenernya udah lama follow kak @dianarikasari , tertarik awalnya sama rumahnya. Tapi lama2 kok makin menginspirasi, mulai dari fashion sampai akhirnya Kak Di nerbitin buku @88lovelife . Jujur waktu itu ga langsung latah ikut beli, karena buku kumpulan quote is not my cup of tea, belum termasuk jenis buku yang suka saya koleksi sebenarnya. Sampai waktu itu seorang teman menjual used book pertamanya dengan harga yang miring banget. Untuk memuaskan penasaran, akhirnya saya beli. . Ternyataaaaaa, bukunya baguuuss.. Quote nya ngena, desainnya super cute. Akhirnya langsung beli buku ke 2 dan 3 abis itu 😁 Rencananya juga bentar lagi mau beli buku yang ke 4 yang baru aja keluar. . @uploadkompakan #uploadkompakan #ukfreekatabunda #icabaca . Real happiness is when you can accept that life isn't always that happy and yet you still choose to smile and move on.
A post shared by ThessaπŸ’–My Wonderful Book Life (@mybooklyfe) on

Did I mention Diana Rikasari is a author before? Not just an author, she's the frontier for picture book in Indonesia. Buku bergambar, tulisannya cuma sedikit, dulu orang pasti otomatis berpikir itu buku anak-anak. Tetapi kemudian Kak Diana berkolaborasi dengan Dinda Puspitasari menerbitkan buku #88LOVELIFE
Total sekarang sudah ada 4 buku pada series ini yaitu :
1. #88 LOVE LIFE: 88 Thoughts on Love and Life
2. #88LOVELIFE Vol. 2
3. #88 LOVE LIFE Vol. 3 - Priorities
4.Self-Acceptance by #88LOVELIFE


Review buku #88LOVELIFE

Buat yang tidak tau, buku 88 berisi kata-kata motivasi, dan sepenggal-sepenggal kisah Kak Diana yang menginspirasi. Tulisan dipermanis dengan ilustrasi dari Kak Dindaps yang tentu saja penuh warna.
Honestly, walau sudah lama menjadi follower Kak Diana, waktu ia menerbitkan buku saya tidak langsung beli. Bukannya mau skeptis, tapi banyak juga kejadian para selebgram atau artis hanya bermodal popularitas untuk mendompleng penjualan bukunya, padahal isi bukunya mungkin tidak terlalu oke. Sampai akhirnya seorang teman unhaulsalah satubuku ini dengan harga miring, dan saya tergoda beli. Ternyata isinya baguuss, pake bangeet. Ilustrasinya memanjakan mata, inspirasinya tidak menggurui, so it fell like talking with friend. Sejak itu akhirnya saya beli buku lainnya untuk melengkapi seriesnya #88LOVELIFE. 

Review buku #88LOVELIFE

Sejak diterbitkan, buku #88LOVELIFE telah menjadi pelopor buku bergambar untuk dewasa. Buku ini juga menjadi best seller, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Malaysia. Buku ini juga telah di terbitkan di luar negeri seperti Korea.
Saya sudah membaca ke 4 buku itu, dan sulit sekali bagi saya untuk memutuskan mana buku yang lebih baik. Karena semua buku sama bagusnya dan sama menginspirasinya. Tetapi buku terakhir lebih mengena di hati saya karena menggambarkan bagaimana kita harus menerima diri sendiri dan berbahagia dengan kondisi yang kita miliki. Tidak ada yang lebih berhak membuat kita bahagia selain diri kita sendiri. Ditambah dengan ilustrasi Kak Dindaps yang juga pas sekali. Di beberapa halaman ada gambar wanita dengan berbagai karakteristiknya yang berbeda-beda. 

Review buku #88LOVELIFE

Review buku #88LOVELIFE menurut saya, tentu saja 4 bintang :



Selain #88LOVELIFE, Kak Diana juga menerbitkan buku anak dengan judul My Rainbow Days. My Rainbow Days sendiri terinspirasi dari kedua anak Kak Diana, Shahmeer dan Daria.

3. Pindah ke Swiss
Apa yang kamu pikirkan kalau pindah dan harus tinggal di tempat asing? Kalau saya, kayaknya awal-awal pasti banyak planga-plongo dulu kayaknya deh, mencoba kenal dengan lingkungan baru dulu, intinya banyak penyesuaian dulu, boro-boro mikirin berkarya dan menginspirasi. Belum lagikan kalau hidup di luar sana ga ada ojek online yang menudahkan buat pesen makan, bersiin rumah, bahkan belanja kan. Hahaha. Nanny dan art juga disana susah.
Tetapi beda banget sama Kak Diana, belum lama sejak ia pindah ke Swiss, ia sudah langsung dijadikan patung lilin untuk di museum. Patung tersebut dipertunjukan pada pameran “Spel der Kulturen” di museum HVM St. Gallen di awal tahun 2019, bahkan sebelum Agnes Monica dibikinin patung lilinnya loh. Isn't it amazing?

Diana Rikasari adalah
Coba tebak mana Kak Diana yang asli mana yg patung lilin? 

Selain itu, Kak Diana juga pernah dipanggil jadi pembicara di acara TEDxLausanneWomen, dengan penonton sampai ribuan orang. Dan banyak banget katanya yang terinspirasi dari pidato kak Diana tentang HOW TO BECOME A UNICORN. Buat yang penasaran bagaimana Kak Diana bisa menginspirasi, videonya sudah ada di youtube. Finally, karena saya sudah lama penasaran dan akhirnya full videonya tayang bulan lalu. Videonya enak banget didengar, tentang bagaimana kita menjadi true of your self dan autentik.
Seperti masih kurang produktif, Kak Diana di Swiss juga mulai sekolah lagi loh, sekolah fashion. Memang ilmu kalau kita mau mencari tidak aka nada habisnya.

4. Memperoleh banyak penghargaan
Dengan semua prestasi yang sangat menginspirasi, ga heran kalau Kak Diana berhasil mempereh banyak penghargaan. Ini beberapa yang berhasil saya rangkum dari berbagai sumber ya :
  • Bintang Usaha Kecil & Menengah Terbaik: Diana Rikasari (Up dan Schmileymo)
  • Indonesia Most Influential Youth, Women, Netizen (YWN) oleh The Marketeers & Markplus Inc.
  • The International Young Creative Entrepreneur (IYCE) dari British Council
  • Inspiring Women of The Year dari Wardah Cosmetics.
Mungkin kamu bertanya-tanya, selebgram berprestasi kan banyak banget, kenapa saya memilih menulis tentang Kak Diana? Karena segudang karya dan prestasi di atas dilakukan Kak Diana dengan tetap menjadi istri dan ibu tanpa bantuan nanny di Swiss sana loh. Kak Diana masih masak, masih beres-beres rumah, masih beresin cucian. Luar biasa ga sih? Merawat anak tanpa berkarya saja sudah sangat menyita waktu dan perhatian, apalagi salah satu anak Kak Diana berkebutuhan khusus. Tapi Kak Diana bisa menjalani semua itu dengan baik dan seimbang. Walau saya tidak kenal langsung dengan Kak Diana, tetapi Kak Diana sangat menginspirasi sekali bagi saya untuk menjadi tetap produktif dan berkarya walaupuan disibukkan dengan urusan rumah tangga. Tidak ada kata terlambat untuk berkarya..


Oiya satu lagi, akhir-akhir ini Kak Diana juga aktif mengkampanyekan mendaur ulang baju yang sudah ada menjadi lebih bagus sebagai bentuk mengurangi sampah fashion. Ini salah satu kreasi Kak Diana, baju dia dan anaknya yang dibuat dari sarung bekas suaminya 😁

Diana Rikasari adalah
I know we can't judge others people's life by their social media, but I think this family picture look perfect for me πŸ’–

Demikian ulasan di tema author kali ini. Silahkan komentar di bawah ya kalau ada author yang pengen kamu baca ulasannya di sini ya.. 

With Love,
Thessa

Sumber foto Kak Diana dari instagram @dianarikasari
Sumber foto buku dari koleksi pribadi