Wednesday, 5 December 2018

Selamat Jalan NH Dini

Lebih dari 15 tahun yang lalu, ketika saya masih sekolah di SMP di kota Solok Sumatera Barat saya meminjam buku di perpustakaan sekolah berjudul Namaku Hiroko. Ini adalah perkenalan pertama saya dengan NH Dini. Namaku Hiroko pertama kali diterbitkan pada tahun 1986 oleh Gramedia, saya tidak ingat buku yang saya baca dulu terbitan kapan, tapi saya ingat kondisi bukunya sudah kusam dan sampul yang sudah sedikit rusak.

Kali ini Nh. Dini bercerita mengenai wanita Jepang, Hiroko namanya. Seorang gadis desa yang mengadu untuk di kota besar. Mula-mula ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga, kemudian beralih ke sebuah toko besar (pada siang hari) merangkap penari di sebuah kabaret (pada malam hari). Walaupun Hiroko banyak mengalami cobaan dalam mencapai cita-citanya, toh ia merasa puas dengan kehidupannya.
"Ya. Aku puas dengan kehidupanku", tutur Hiroko di ujung novel ini.
"Dan aku tidak menyesali pengalaman-pengalamanku". Bagaimanakah Hiroko mencapai kepuasan dalam hidupnya itu? Apa dan bagaimana pula pengalaman-pengalaman Hiroko itu - Jawabannya ada dalam buku ini

 Saat membaca itu, saya dibawa mengintip kehidupan di Jepang saat perang dunia ke-2 dan dikenalkan kepada tokoh yang tidak selalu baik. Hiroko adalah gadis yang unik, dan kalau boleh saya bilang, dia adalah orang yang sangat mementingkan diri sendiri. Dengan segala kekurangannya, anehnya sulit bagi saya untuk tidak menyukainya. Perjalanan dan kesusahan hidupnya sejak kecil mengaburkan cara Hiroko untuk memperoleh kesenangan dan uang, entah cara itu benar atau salah, pantas atau tidak pantas. Yang paling menyakitkan bagi saya adalah, bagaimana dia bisa bahkan rela menghianati temannya demi memuaskan nafsu pribadinya.

Namaku Hiroko, sebelum membaca novel ini saya sama sekali tidak tahu siapa NH Dini. Saya menyelesaikan bukunya dulu tanpa tahu ternyata itu adalah karya sastrawan besar Indonesia, pantaslah bukunya begitu menghipnotis saat saya saat itu.

Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin atau yang lebih dikenal dengan nama NH Dini memang sudah tak asing lagi sosoknya di dunia sastra Indonesia. Lahir di Semarang tanggal 29 Februari 1936, anak pasangan Saljowidjojo dan Kusaminah ini sudah mulai tertarik dengan dunia tulis menulis sejak ia duduk di bangku SD.
Karya-karya NH Dini yang saya temukan dari author profile di Goodreads antara lain :
  • Padang Ilalang di Belakang Rumah 
  • Dari Parangakik ke Kampuchea 
  • Sebuah Lorong di Kotaku 
  • Jepun Negerinya Hiroko 
  • Langit dan Bumi Sahabat Kami 
  • Namaku Hiroko 
  • Tirai Menurun 
  • Pertemuan Dua Hati 
  • Sekayu 
  • Pada Sebuah Kapal 
  • Kemayoran 
  • Keberangkatan 
  • Kuncup Berseri 
  • Dari Fontenay Ke Magallianes 
  • La Grande Borne
Hingga kini, ia telah menulis lebih dari 20 buku. Kebanyakan di antara novel-novelnya itu bercerita tentang wanita. Namun banyak orang berpendapat, wanita yang dilukiskan Dini terasa “aneh”. Ada pula yang berpendapat bahwa dia menceritakan dirinya sendiri. Itu penilaian sebagian orang dari karya-karyanya. Akan tetapi terlepas dari semua penilaian itu, karya NH Dini adalah karya yang dikagumi. Buku-bukunya banyak dibaca kalangan cendekiawan dan jadi bahan pembicaraan sebagai karya sastra.

Kehidupan pribadi NH Dini bagi saya cukup mencuri hati, menikah dengan Konsul berkebangsaan Perancis bernama Yvess Coffin, NH Dini melahirkan dua anak bernama Marie Claire dan Pierre Louis Padang yang kini masing-masing menetap di Kanada dan Perancis. Bagi yang belum tahu, Pierre Louis Padang merupakan seorang sutradara dari film animasi berjudul Despicable Me dan Minion yang sukses berbagai belahan negara di dunia.

Sebagai seorang istri diplomat, NH Dini diharuskan untuk mengikut suaminya berpindah-pindah dari satu negara ke negara yang lain. Ia bersama keluarganya pernah tinggal di Jepang, Kamboja, Filipina, Amerika Serikat, dan Perancis.

Namun, tahun 1984 ia bercerai dengan suaminya, meninggalkan anak-anak lalu kembali memperoleh kewarganegaraan Indonesia tahun 1985.

Masa tua NH Dini kemudian dihabiskan di Semarang. Karena tidak ingin merepotkan keluarganya, NH Dini menjual seluruh hartanya dan memutuskan hidup di panti jompo Semarang.

Baru saja, warga Indonesia dikejutkan oleh berita duka karena sastrawan ini baru saja tutup usia. Kecelakaan maut di tol Semarang mengantarkan NH Dini ke akhir kehidupannya, hidupnya yang juga penuh lika liku, tidak kalah dari novel yang ditulisnya.

Saya melihat video rekaman cctv kecelakaan ini, bagaimana maut memang bisa menjemput kapanpun tanpa aba-aba. Siapa sangka di jalan tol tiba-tiba ada truk yang mundur dengan kecepatan luar biasa dan menabrak 1 mobil dibelakangnya, hanya 1 mobil, yang kebetulan adalah mobil ditumpangi NH Dini. Melihat itu membuat saya merenung, sudahkan kita siap apabila maut menjemput tanpa diduga? Apa persiapan kita untuk menghadap sang pencipta? Dan sejauh apa kita telah berkarya dan bermanfaat bagi orang lain?

Selama jalan NH Dini, terima kasih atas karya-karya mu yang sangat memperkaya literasi Indonesia. Terima kasih telah memperkenalkan kepada Thessa kecil waktu itu bahwa karya Indonesia sangat mempesona.. 

Wednesday, 31 October 2018

Goosebumps Movie : Boneka Hidup Beraksi Kembali (Bonus wawancara dengan RL Stine)

Selamat datang di thessaliviareza.blogspot.com

Siapa yang hari ini merayakan Halloween? Seru2an pake kostum pasti asik yaa 😁 Saya pribadi sebenarnya tidak merayakan Halloween karena keyakinan yang saya anut. Tapii, mumpung lagi Halloween saya jadi teringat kalau duluu banget waktu masih SD, saya baru tau tentang Halloween ini pertama kali dari buku Goosebumps.

Baca juga postingan nostalgia Goosebumps saya sebelumnya di sini

Siapa di sini yang masa kecilnya dihiasi dengan merinding disko saat baca Goosebumps? 😁
Rasanya dulu itu seram sekali kalau udah mau Hallowen gitu kan, kostum2 seram yang ujung2nya jadi hidup, boneka hidup, tetangga hantu dan banyak hal lainnya. Pas banget juga bulan Oktober 2018 ini rilis film Goosebumps ke 2, Haunted Halloween. Film ini menceritakan karakter legendaris yang sudah muncul di beberapa buku Goosebums sebelumnya, Slappy si Boneka Hidup.

Karru Marri Odonna Loma Molonu Karrano

Jangan berani membacakan mantra itu kalau tidak mau boneka kalian hidup dan menghantui hari-hari kalian.

Living Dummy atau dalam buku terjemahannya disebut sebagai Boneka Hidup, pertama muncul di buku Goosebumps ke 7 dengan judul Si Boneka Hidup Beraksi. Lindy bersama saudara kembarnya Kris menemukan sebuah boneka ventriloquis di tempat sampah sebuah rumah yang baru direnovasi dekat rumah mereka. Slappy, nama yang diberikan Lindy kepada boneka itu. Awalnya semua berjalan cukup menyenangkan, Lindy mendapat banyak orderan untuk tampil bersama bonekanya di berbagai acara di sekitar rumahnya, orang2 sangat suka dengan Lindy dan Slappy. Tidak berapa lama setelahnya, Kris juga mendapatkan boneka yang mirip dengan Slappy, Mr Wood. Mr Wood dibelikan ayahnya di toko barang antik dekat rumah mereka karena Kris juga ingin memiliki boneka seperti milik Lindy.  Anehnya, banyak hal-hal menyeramkan terjadi sejak mereka membawa Slappy dan Mr Wood pulang ke rumah mereka. Terutama setelah Kris membaca secarik kertas yang berasal dari kantong Mr Wood, kertas yang ternyata berisi mantra untuk menhidupkan yang tidak terduga.


Berdasarkan epilog pada buku Boneka Hidup Beraksi, asal usul boneka ini adalah pada tahun 1800-an seorang penyihir kuno membuat dua boneka dari kayu peti mati curian. Kayu itu relah dikutuk, sangat dikutuk! Dan 2 boneka itu adalah Mr Wood dan Slappy. Dan kata-kata mantra di atas akan menghidupkan mereka.

Tampilan cover Si Boneka Hidup Beraksi yang dipinjam di iPusnas

Selain pada buku Boneka Hidup beraksi, Slappy juga telah beberapa kali muncul dalam buku Goosebumps yang lain seperti Si Boneka Hidup Beraksi II dan III, Pengantin si Boneka Hidup, dan Mimpi Buruk Slappy.

Selain di buku, tentu saja yang terbaru, Slappy muncul di film Goosebums. Udah pada nonton?


Di kota kecil Wardenclyffe pada suatu hari, dua anak laki-laki bernama Sonny (Jeremy Ray Taylor) dan Sam (Caleel Harris) menemukan sebuah naskah di sebuah rumah kosong yang sebelumnya dimiliki oleh R. L. Stine (Jack Black) berjudul “Haunted Halloween.” Salahnya mereka malah membaca mantra yang menghidupkan Slappy. Tanpa mengetahui kalau Slappy sebenarnya boneka hidup, Sam dan Sonny membawanya pulang ke rumah. Dan mulailah hal-hal aneh terjadi.

Film Goosebumps Haunted Halloween ini sebenarnya tidak menjanjikan cerita yang luar biasa. Tapi bagi pencinta Goosebumps seperti saya, menyenangkan sebenarnya melihat karakter2 pada film Goosebums hidup dan menjadi nyata. Slappy memang tidak semenyeramkan Chucky, tapi tetap saja cukup membuat bergidik. Jalan cerita filmnya cukup ringan untuk bisa ditonton semua umur. Recommeded kok buat ditonton di saat mengisi waktu bersama keluarga 😁

Tapi ada sedikit yang agak mengganjal di hati saya sebenarnya di film ini. Entah mengapa Jack Black yang memerankan RL Stine sama sekali tidak sesuai dengan  bayangan saya dengan RL Stine. Dalam bayangan saya pengarang ini lebih menyeramkan, tirus, mungkin semacam mirip Snape di Harry Potter. Heheh. Dan Jack Black buat saya jauh dari kesan itu, lebih terasa cute and funny malah 😅

Oiya, sebagai bonus, ini ada wawancara dengan RL Stine yang saya dapatkan di buku Si Boneka Hidup Beraksi. Bagi yang belum tau RL Stine itu siapa, klik di sini ya..


Apa yang menginspirasi Anda untuk menulis Si boneka Hidup beraksi?

Sejak dulu saya menganggap boneka-boneka itu menakutkan. Ada kesan tertentu tentang mata mereka yang terbuat dari kayu dan menatap kosng, memandangimu, lalu tahu-tahu menjadi hidup. Seram sekali?

Apakah anda mempunyai boneka ventrilokuis seperti itu? Kalau ya, apakah boneka itu pernah mengatai , mengejar-ngejar atau menyerang Anda?
Saya memang mempunyai satu boneka ventrilokuis. Bentuknya persis seperti saya. Sejauh ini, boneka itu belum pernah mengejar-ngejar atau menyerang saya. Sejauh ini, boneka itu belum pernah mengejar-ngejar atau menyerang saya. Tapi Anda tahu kan, orang-orang sering mengatakan pada saya bahwa anjing selalu bisa merasakan kehadiran hantu-hantu dan makhluk-makhluk jahat sebelum manusia menyadarinya. Nah, anjing saya, Minnie, biasanya sangat tenang dan tidak banyak ribut, tapi dia takut setengah mati pada boneka itu. Dia suka menggonggonginya dan gemetar ketakutan kalau melihat bonek itu! Jadi, sekarang saya suka penasaran, apakah dia tahu sesuatu yang tidak saya ketahui tentang boneka itu..

Slappy adalah makhluk jahat yang ditakuti sekaligus disukai para penggemar. Apa yang membuat dia begitu populer?

Terus terang saja, kita semua suka kepingin bersikap agak jahat dan agak kasar sesekali. Slappy jahat dan kasar SEPANJANG WAKTU. Saya rasa, itu sebabnya para penggemar sangat menyukainya.

Demikian nostalgia Goosebumps kali ini. 

Sampai jumpa lagi 😊

Saturday, 27 October 2018

Hari Blogger Nasional

Selamat Hari Blogger Nasional buat semua blogger di Indonesia. Hari ini, 11 tahun yang lalu dicanangkan sebagai Hari Blogger Nasional pertama kali oleh Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Muhammad Nuh, pada 27 Oktober 2007 pada pembukaan Pesta Blogger tahun itu. 

Jadi, blogger menurut kamu itu apa sih? Kalau buat saya sendiri sebenarnya ngeblog lebih sebagai ajang menyalurkan uneg2 di dalam kepala, terutama tentang buku yang dibaca. I love reading, I love writing, as simple as that. Tiap orang bisa memiliki alasan yang berbeda. Ada yang suka curhat karena mungkin itu salah satu cara mereka untuk menjalani dunia nyata dengan lebih baik, ada yang beauty blogger karena memang suka dunia make up dan kecantikan, dan ada juga yang ngeblog sebagai pemasukan. Nah kalau kami termasuk yang mana? 

Thursday, 25 October 2018

(Winner updated) Giveaway Time!! Novel Marriage Deal Gratis!!

thessaliviareza.blogspot.com

Yyeeyyy akhirnya sampai ke saat yang ditunggu2.. Saatnya giveaway Novel Marriage Deal karya Marisa Umami. 

Tapi sebelumnya, jangan lupa baca dulu : 

Blurb dan Chapter 1 novelnya di sini

Ngobrol bareng dengan penulisnya, Kak Marisa Umami di sini

Review lengkapnya di sini

Udah baca semua? 

Sekarang syarat givewaynya yaa. Gampang kok, caranya : 

1. Tinggalkan minimal 1 komen di postingan terkait Novel Marriage Deal di atas yaa (minimal di salah satu postingan)..
2. Follow instagram penerbit @twigora, penulis di @casaemyu  dan saya di @thessalivia. Kalau adanya twitter, follow twitter penerbit @twigora dan saya di @mybooklyfe. Cukup salah satu antara instagram n twitter ya. Tapi kalau mau semua juga boleh kok 😁
3. Share link giveway ini di sosmed kamu dg tag penerbit, penulis n saya. Kalau di instagram bisa share banner di bawah ya. Sertakan hashtag #novelMarriageDeal
4. Komen di postingan ini dengan : 
 -  Link share kamu sesuai dengan syarat no 3
- Tulis gombalan maut kamu ke (calon) istri/suami, yang lucu boleh, yang romantis juga boleh. (Optional). Nyambungin ke dunia kedokteran sesuai profesi Lian juga boleh. Pokoknya bebas, keluarkan kreastifitas kalian..  😁
Giveaway ditutup tanggal 31 Oktober 2018 pukul 23.59 yaa.. Semoga beruntung!


Pas baca gombalannya, keren2 semua yaa.. hehehe. Karena bingung milih yang mana paling bagus, pemeneng pake random generator aja yaa

Selamat Heni! Silahkan kirim alamat kamu ke email mywonderfulbooklife@gmail.com yaaa.. 😊


Review Novel Nikah Muda

Berikut adalah review Novel Nikah Muda di blog Mas Dion


Setiap kita pasti memiliki impian di masa remaja. Bagi seorang Kirana, salah satu impiannya adalah untuk bisa bersanding dengan sang kekasih masa kecilnya hingga tua kelak. Sejak SD, Kirana memang telah mengagumi sosok Keanu (atau Keno). Ditambah lagi, keduanya sudah akrab sejak kecil. Benih-benih cinta telah mulai bersemi bahkan sebelum masanya virus merah jambu itu berkembang. Kirana yakin benar bahwa Keno adalah jodohnya dan karena itu dia terus berharap bahwa Keno yang urakan itu juga beranggapan kalau dirinya lebih dari sekadar sahabat. Gayung bersambut, Keno ternyata juga menaruh hati kepada seorang Kirana. Dari yang semula teman kecil, lalu berlanjut pada “kakak-adik-an”, dan kemudian diresmikan menjadi TETAP (teman tapi pacaran). Bagi Kirana, hidupnya sudah sempurna.

"You know what, tiap orang menyikapi masalah dengan cara yang berbeda-beda, entah itu menjadi lemah atau malah menjadi semakin kuat." (hlm. 99)

Sayangnya, tidak semua yang diinginkan serta diimpikan setiap manusia akan selalu indah sempurna. Sering sekali, badai permasalahan menerjang tanpa diduga. Di usianya yang masih 16 tahun, kehidupan memperlakukan remaja putri itu dengan cukup keras. Setelah kehilangan ibunda tercinta di usia kecil, gadis itu kini terancam kehilangan satu-satunya keluarga yang dia miliki, sang Ayah. Sejak menjadi piatu, sosok ayahnya adalah sekaligus ibu bagi Kirana. Beliau menjadi satu-satunya keluarga tempat Kirana bersandar, menjadi panutan sekaligus tempat curhatan, juga sosok penopang kehidupan dan juga pelarian saat masalah mendera. Kini, sosok yang selalu sibuk dan semangat bekerja itu tiba-tiba terbaring lemah di rumah sakit, terserang kanker ganas. Peluang sembuhnya amatlah tipis, tetapi dia masih memiliki hal lain yang lebih dicemaskannya ketimbang penyakitnya: putri satu-satunya.

"Selalu ada yang bisa diusahakan selain mengeluh karena hidup tak pernah berhenti berjalan." (hlm. 35)


Sebagai keluarga satu-satunya, wajar jika ayahnya khawatir dengan Kirana. Gadis muda itu akan sendirian dalam menjalani kehidupan Jakarta yang keras. Ia khawatir, Kirana akan terjerumus dalam masa depan yang tidak jelas tanpa adanya anggota keluarga yang bersedia mendampinginya. Insting seorang ayah menuntunnya untuk mengambil sebuah keputusan yang berat tetapi memang harus dilakukan: menikahkah Kirana sebelum dia meninggal. Memang, salah satu momen yang paling membahagiakan bagi seorang ayah selain melihat anaknya diwisuda adalah menjadi wali di pernikahan anaknya. Dalam budaya Jawa, orang tua bahkan baru merasa “tugasnya selesai” ketika anak gadisnya resmi dipinang orang. Lewat pernikahan, si anak gadis akan berpindah dari naungan orang tua ke sarang cinta barunya bersama suami tersayang.

"Orang malas banyak alasan, orang pintar banyak cara." (hlm. 97)

Melewati perenungan mendalam, sang ayah rupanya telah memiliki calon jodoh yang cocok untuk Kirana. Dia memiliki seorang bawahan yang menurutnya sangat tekun, tepercaya, dan dia yakini mampu menjaga Kirana, namanya Aji Laksono. Pria itu berusia 26 tahun, berselisih sepuluh tahun dengan Kirana. Walaupun hukum di Indonesia sudah melegalkan perempuan berusia 16 tahun untuk menikah, perjodohan di zaman now tidak semudah itu dilakukan. Orang tua kini tidak bisa memaksakan anak gadisnya untuk menikah dengan pria pilihan mereka—sebaik apa pun petimbangannya. Dan masalah juga semakin pelik karena Kirana sendiri telah memiliki Keno yang sudah sempurna di matanya, yang juga mencintai Kirana dengan sepenuh hati. Keputusan terakhir ada di tangan Kirana. Antara mempertahankan Keno yang dicintainya sejak belia, ataukah menikah dengan Aji untuk memenuhi keinginan terakhir sang ayahanda.

Tema perjodohan sempat menjadi tabu dalam budaya modern. Para penulis angkatan lama bahkan mengkritik konsep ini dalam sejumlah karya sastra seperti Siti Nurbaya dan Karmila. Tetapi, sejatinya tidak ada yang keliru dengan perjodohan. Jika dilakukan dengan pertimbangan matang dan bukan karena emosi atau rasa tak enak semata, perjodohan bisa menjadi jalan jodoh yang oke-oke saja. Ketika cinta bertemu dengan realita,  seperti Kirana, pembaca juga bisa ikut merasakan betapa beratnya pilihan yang harus diambil gadis itu. Dua-duanya sama-sama tulus mencintai dan unggul dengan kelebihan masing-masing. Walau ending-nya mungkin sudah bisa diraba-raba, pergulatan batin Kirana dalam memutuskan siapa sang pemilik hati benar-benar membuat penasaran.

"Cinta hanya ingin melihat orang yang dicintainya bahagia, bersama atau tanpanya." (hlm. 217)

Saya tidak menyangka bisa membaca novel tipe romansa semacam Nikah Muda ini dengan cepat. Biasanya, saya suka macet di tengah ketika adegan love-lovenya sudah terlampau berlebihan. Tetapi, novel ini ditulis dengan sedemikian mengalir, dan tema yang diangkat pun realistis banget. Ada rasa nyaman saat membaca baris-barisnya, bukti bahwa si penulis menulis naskah ini dengan sepenuh hati dan bukan untuk memaksakan apa yang dia kehendaki. Tidak heran jika novel ini menjadi finalis Gramedia Writing Projetc 3 tahun 2017. Satu kekurangan menurut saya adalah deskripsi fisik tokoh-tokohnya yang minim banget. Saya hanya bisa menangkap sosok Kirana yang mungil dan berambut pendek, Aji keriting awut-awutan, dan Aji pria lajang berjambang. Padahal, deskripsi fisik lumayan menjadi poin utama dalam karya romansa untuk membantu pembaca membayangkan cerita. Tapi, selain itu novel ini enak banget dibacanya. Selamat kepada Mbak Thessa atas karya perdananya.


Judul: Nikah Muda
Pengarang: Thessalivia
Editor: Dimas Abi dan Anastasha Eka
Sampul: Rizky Dewi dan Tim Stilleto Indie Book
Cetakan: 1, Juni 2018
Tebal: 255 hlm
Penerbit: Stiletto Indie Books
Blurb: Nikah Muda
Pembelian: Pemesanan buku bisa langsung ke IG @stilleto_book di nomor WA 0881 2731 411

Tuesday, 23 October 2018

Review Marriage Deal by Marisa Umami


Hari ke-2 Blog Tour novel Kak Marisa Umami kali ini kita akan kupas tuntas tentang novel Marriage Deal..

Dimulai dari kesan pertama dulu, pas liat cover bukunya, saya sempat menduga ini genrenya dewasa yang mirip-mirip novel-novel  harlequin gitu, jadi saya tidak mengharapkan cerita yang manis sebenarnya. Waktu mulai baca, baru ngeh ternyata  saya salah dugaan, buku ini sebenarnya bisa dibilang sejenis Metropop dibandingkan harlequin. hahaha..

 
Lian, seorang dokter umum -yang karena sesuatu dengan masa lalunya- sangat ingin menjadi Dokter Spesialis Bedah Jantung. Dua kali gagal pada tes untuk mendapatkan beasiswa,  Lian akhirnya mencari cara untuk dapat membiayai sekolahnya, yaitu mengajukan untuk dibiayai Papanya. Papa Lian menyetujui membiayai sekolah Lian, dengan satu syarat "Lian harus menikah dengan pria pilihan papanya".
Nasib akhirnya mempertemukan Lian dengan Agam, pria ganteng mirip Chris Evans pilihan orang tuanya. Agam yang tidak tahu menahu tentang rencana Lian, setuju dijodohkan dengan Lian untuk memenuhi permintaan dan membahagiakan orang tuanya. Sedari awal, sejak pertemuan pertama mereka, Lian sudah mengatakan kepada Agam kalau dia ingin mengajukan cerai tidak lama setelah menikah, sebuah marriage deal sebelum mereka menikah. Tapi kalau ketemu Agam yang kaya gini emank yakin bakal minta cerai?

Agam, laki-laki ganteng tapi tidak pandai apabila berurusan dengan wanita. Jadi jangan salahkan kalau dia tidak punya pacar. Awal-awal pernikahannya, Agam paling keras menolak setiap Lian mengajukan cerai, sikapnya kepedean minta ampun, selalu memberikan jawaban eksplisit seolah-olah dia mencaintai Lian. Kok bisa udah suka aja? Padahal kan mereka baru ketemu beberapa kali sebelum menikah. Penasaran kan..


Petualangan hari-hari awal pernikahan mereka sebenarnya kalau saya boleh menggambarkan, lebih mirip orang yang baru nge kos bareng, satu kamar atas satu kamar bawah, sibuk dengan kegiatan masing-masing, Lian dengan praktek dokternya dan persiapan tes sekolah spesialis, Agam dengan pekerjaannya sebagai kontraktor. Tapi pelan-pelan hidup mereka yang bersinggungan membuat mereka lebih mengenal satu sama lain.

"Coba berpikir sederhana saja. Aku mau kamu. Kalau bisa selamanya. Titik" kata Agam
"Kami bisa bilang kalau kamu mau aku sekarang. Tapi belum tentu besok dan hari-hari sesudahnya"
"Apa bedanya dengan cinta? Cinta sekarang belum tentu besok masih cinta. Lagi pula, kalau mengikuti definisi cinta yang kamu sebut tadi, bagaimana kita bisa tahu kalau kita tidak punya keinginan untuk memulai?
Itu sekelumit percakapan Agam dan Lian. Saya suka walaupun sebenarnya mereka baru kenal, mereka sangat terbuka membahas apa yang di hati mereka, gamblang dan terang-terangan, tidak pake kode-kode an.

Novel ini diceritakan dengan sudut pandang Lian sebagai orang pertama. Perlahan kita dibawa menyelami perasaan Lian sebenarnya. Pernahkah kalian memiliki cita-cita dari kecil yang sangat ingin kalian wujudkan? Begitulah keingin Lian untuk menjadi dokter spesialis jantung, sampai dia rela melakukan apapun untuk mewujudkannya.
"Yah, kurasa aku harus bangga karena pernikahanku menyenangkan banyak orang, kan?" kecuali aku.
Karena sudut pandang orang pertama, saya hanya mengenal Agam dari pandangan Lian, padahal yaa, I'm craving mooooreeee about Agam. hahaha..  Konflik pada cerita juga tidak banyak, jadi nyaris tidak ada klimaks yang tidak terduga, membuat tengah-tengah cerita sempat berasa agak datar.


Tapi karena penulis bercerita dengan mengalir dan rapi, saya tetap menikmati bukunya sampai selesai. So, what I think about the book? I like it in my heart, from the aorta to the apex 😁 (udah kaya dokter bedah jantung belum ngomongnya? Hahaha)

Sebagai penutup, saya mau setor photo challage yang diadakan Twigora.. Tadaaa, ini dia foto saya, judulnya "Pusyiingg palaa Barbie karena harus belajar buat ujian tapi suami ganteng bikin cobaan terus" 🤣🤣



BLURB
ADA YANG JAUH LEBIH BURUK DARI PERNIKAHAN TANPA CINTA...
PERNIKAHAN DENGAN CINTA, TAPI BERTEPUK SEBELAH TANGAN.
Lian merencanakan segalanya sedari awal: sepakat untuk menikah, lamaran, menikah, lalu... bercerai.
Beruntung sekali dia dipertemukan dengan Agam, yang tak keberatan diikutkan dalam rencana absurd itu.
Menjadi istri Agam berarti dia harus menjalahi kehidupan pernikahan mereka untuk beberapa waktu lamanya. Laki-laki itu menghayati perannya sebagai seorang suami, juga sahabat baru bagi Lian. Kebersamaan mereka lama-lama membangkitkan sesuatu yang tak pernah dia rencanakan: jatuh cinta pada arsitek tampan itu.
Meskipun berat, Lian sulit menyangkal perasaan barunya. Tapi ketika dia bermaksud mengusulkan untuk memperpanjang umur pernikahan mereka, Agam malah memintanya bercerai. Harusnya Lian tak keberatan, ini memang rencana mereka semula. Lalu kenapa air matanya tak berhenti keluar? Bagaimana mungkin Lian merasa kehilangan seseorang yang tak pernah benar-benar jadi miliknya? 

Judul : Marriage Deal
Penulis : Marisa Umami
Editor : Yuliono
Penerbit : Roro Raya Sejahtra (Imprint Twigora)
276 halaman
ISBN : 978-602-5903-00-7


Monday, 22 October 2018

QnA with Marisa Umami, author of Marriage Deal

Haloo, gimana weekend kemaren? Awal minggu ini saya bersama Penerbit Twigora akan bagi2 buku gratis lagi. Yyeeeyy.. Ada yang udah ikutan PO buku terbaru terbitan Twigora? Novel Marriage Deal by Marisa Umami. Blurb dan sneak peek Bab 1 Novel Marriage Deal bisa baca di sini.


Sebelum Giveaway hari Rabu depan, kita kenalan dulu yuk sama pengarangnya..

Marisa Umami anak sulung dari dua bersaudara. Ambisinya adalah menjadi penulis novel dystopian. Namun nasib membawanya untuk menulis cerita romantis. Dia penggemar cerita detektif, drama Korea, bulu tangkis, Moto GP, karaoke dan kopi hitam.
Saat ini dia bekerja di salah satu puskesmas di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Di sela-sela kesibukan bekerja, Marisa meluangkan waktu untuk menulis ide-ide cerita, belajar memasak dan membuat kue. Sapa dia via Instagram di @casaemyu.
Berikut eksklusif QnA sama Kak Marisa :

Ide awal novel ini muncul saat kapan dan kondisi apa?
Ide novel ini muncul sekitar dua tahun lalu saat mempersiapkan naskah untuk lomba Sweet&Spicy Romance Twigora 2016.

Wah udah lama juga ya, pasti senang sekali 2 thn kemudian bukunya bisa terbit


Pernikahan ideal menurut Kak Marisa itu pernikahan yang gimana sih?

Hmm, pernikahan ideal menurut saya itu yang jelas harus ada sexual dan romantic attraction, memiliki pandangan hidup yang sama, toleran dan suportif satu sama lain, ada komitmen untuk menjalani pernikahan sampai maut memisahkan dan harus bisa jadi teman ngobrol yang nyambung. Banyak maunya, ya 
Hahaha, namanya juga ideal, pasti emank harus banyak kriterianya ya.. Setuju banget kak, tolerant is a must in a marriage.

Kalau divisualisasikan dengan artis, karakter Liam dan Agam kira2 paling mirip sama artis siapa? Biar kita yang baca bisa banyanginnya nih Kak.
Kalau karakter Lian, yang saya bayangkan bukan artis melainkan Sabina Altynbekova, pemain bola voli dari Kazakhstan. Teman-teman cowok saya banyak yang suka dia soalnya 
Walaupun Lian nggak setinggi Sabina, sih. Tapi yang saya bayangkan, wajah dan rambutnya kurang lebih seperti dia.
Hasil googling foto Sabina ketemu gini, cantikk 😍😍

Kalau untuk karakter Agam, yang terpikirkan itu Chris Evans versi tengil seperti di film What's Your Number.
Emank ini sih Agam banget gayanya ya, mqu donk pesen satu.. hahaha 😁


Sekarang ngomongin cover, ini selalu yang bikin aku penasaran tiap liat cover buku kece kaya Novel Marriage Deal, covernya real orang bukan gambar, naahh itu foto siapa sih kaak? Hehehe. Bikin penasaran.. 

Wah, kalau desain cover itu langsung dari Penerbit Twigora, sih. Jadi, pihak penerbit menawarkan beberapa pilihan desain cover dan diadakan polling melalui media sosial. Sempat dua kali diadakan polling cover juga karena hasil polling pertama dianggap kurang cocok untuk segmen pembaca dewasa. 
Wah padahal aku suka penasaran loh sama model2 di cover buku, penasaran apa emank ada yang berprofesi sebagai model cover gitu. Hehhe..

Sekarang pertanyaan terakhir, sebutin satu favorit quote dr novel Marriage Deal yang paling kak Marisa suka donk
Quote favorit saya : "Bahkan keputusan gila sekalipun, akan dimintai pertanggungjawaban."

Sekian QnA hari ini.. Jangan lupa besok ada review lengkap novel Marriage Deal dan Rabu ada giveaway satu buku Marriage Deal bagi yang beruntung 😊

Kalau kalian ada pertanyaan buat kak Marisa Umami juga ga? 


Sunday, 21 October 2018

Antologi 5 Kisah Pada Buku Me Time


Blurb
Anak yang menangis dan bertengkar satu sama lain. Suami yang cuek. Cucian baju dan piring yang menumpuk. Lantai rumah yang lengket karena belum dipel. Belum lagi pekerjaan demi sesuap berlian yang juga meminta perhatian.
Dilanda berbagai beban itu, apa lagi yang paling dibutuhkan para mama muda selain me time? Sejenak rehat dari hiruk pikuk rumah tangga dan kehidupan.
Namun, apakah me time dapat diperoleh dengan mudah? Bagaimana kalau me time malah menggiring para mama muda kepada kepanikan baru, eksplorasi jati diri, kenangan masa lalu, jodoh kedua, atau malah melontarkannya ke masa depan?
Nikmati kisah-kisah me time yang dirangkai lima pengarang yang juga mama muda dalam antologi ini.

 Waktu pertama baca judul dan blurb buku ini, terus terang saya membayangkan isinya adalah tipikal cerita curhatan emak2 yang susah sekali mendapatkan me time. Emak2 dengan segala kesibukannya mengurus anak dengan pekerjaan dan urusan rumah, plus jangan lupa komentar2 yang tidak mengenakkan dari orang sekelilingnya. Ternyata cerita yang disajikan melebihi ekspektasi saya, total ada 5 cerita pendek pada buku ini, ada cerita yang dibalut dengan genre scifi, ada juga yg ada nuansa horornya.

Save The Last Dance by Lea Agustina Citra
Pada cerita pertama ini saya sudah dibuat jatuh cinta dengan penokohannya, Maya dan Reno. Saya amaze dengan cerita yang pendek, pengarangnya mampu membuat pendalaman karakter dan background tempat yang terasa nyata. Apalagi bukunya menyinggung2 Topeng Kaca favorit Maya, yang juga pernah menjadi favorit saya dulu 😁
Maya dan Reno bertemu di Eropa, jatuh cinta dan tidak lama bertemu mereka menikah. Konflik yang disajikan adalah bagaimana Maya mencoba bertahan dengan anaknya di usia muda, sementara Reno sangat sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter. Saya sama sekali tidak menyangka ternyata ada kejutan sentuhan fantasi di cerita ini. Sukaa pokoknya sama cerita pertama buku ini. 


Setelah Fio Hadir by Ken Terate

Membaca cerita kedua buku ini seperti membaca status sosmed mama muda yang galau antara pekerjaan dan waktunya dengan anak. Ternyata dugaan saya tidak sepenuh salah tentang buku ini. Gaya cerita yang sangat naratif dan minimnya percakapan benar2 membuat saya seperti membaca diari curhatan orang lain. Cerita pun tidak memberikan kejutan2 atau klimaks yang tidak terduga. Hehhe.. Bukan bermaksud apa2, mungkin memang circle saya membuat saya sangat akrab dengan ceritanya, sehingga saya tidak merasakan sesuatu yang spesial dari cerita ini. 


The Singing Coffin by Ruwi Meita
Naah ini cerita favorit saya di buku ini. Singing coffin, menceritakan tentang wanita yang bisa mendengarkan suara senandung dari peti mati apabila akan ada yang meninggal. Horor kan? Hehehe. Sebenernya cerita mengalir tanpa terlalu menyeramkan, tapi tetap membuat penasaran. 


Pangeran untuk Nina by Mia Arsjad
Cerita yang ini tentang Nana, single mom yang juga bekerja, kebayang kan susahnya kalau mau me time. Tapi ceritanya dipermanis dengan pacar yang super baik, ganteng dan royal pula. Sampe bayarin liburan ke Bali coba biar bisa Me Time coba.. hehe.. ceritanya fun, ga meledak2 tapi ga bosenin. 


Tiket by Donna Widjajanto
Cerita terakhir ini lebih ke pencarian jati diri. Setelah tidak sengaja lupa membeli tiket buat diri sendiri untuk liburan keluarga, Iliana mendadak jadi punya me time beberapa hari sementara suami dan anak2nya terpaksa pergi berlibur tanpanya. Sepanjang me time nya Iliana kembali merenung, sebenarnya apa yang dia cari, apa artinya seorang Illiana..

 Saya selalu suka membaca kumcer, apalagi kalau ceritanya ditulis oleh pengarang yang berbeda. Karena saya sangat menikmati buku ini saat membacanya, 3,5 bintang untuk buku ini. 


Judul buku: Me Time (Cerita Mamah Muda #2)
Penulis: Lea Agustina Citra, Ken Terate, Ruwi Meita, Mia Arsjad, Donna Widjajanto
Penyunting: Donna Widjajanto
Perancang sampul: Orkha Creative
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9786020387413
Cetakan pertama, 27 Agustus 2018
272 halaman

Oiya, sebagai mahmud anak 2, waktu kerja dr pagi ketemu gelap baru nyampe rumah, gatel rasanya kalau ga nulis tentang Me Time versi saya juga. Hehehe. Memang kadang kesibukan dan rutinitas membuat kita lupa sebenarnya apa yang kita suka dan apa yang ingin kita capai, (seperti Illiana di cerita terakhir). Semakin lama seperti itu, akan membuat kita merasakan hidup menjadi semakin monoton dan kehilangan semangat.
Pesan saya cuma : carilah hobi yang menyenangkan dan selalu jaga mulut setiap mau menghakimi perempuan lainnya. Pertama untuk hobi, tidak ada salahnya sedikit meluangkan waktu misalnya untuk berolah raga, atau ke salon, atau dalam hal saya, membaca buku yang menyenangkan. Sesungguhnya hati istri yang bahagia sangat mempengaruhi juga kebahagiaan anak2 dan suaminya. Menyempatkan diri 1 jam per hari untuk diri sendiri sama sekali tidak membuat kita menjadi ibu yang buruk kok, apalagi kalau cuma sekali seminggu, atau malah sebulan sekali. Hehehe.
Yang kedua untuk selalu berpikir masak2 setiap mengeluarkan kata2 yang menghakimi mama muda lainnya. Ini penting karena kita tidak tau apa yang mereka rasakan, pertimbangan apa yang mereka punya, jadi jangan menghakimi apa yang mereka lakukan hanya karena mereka mengambil pilihan yang berbeda dari kita. Hati2 lah memberikan masukan ini itu tanpa diminta. Saya pernah loh dijudge tidak sayang anak hanya karena saya menghabiskan waktu 1jam sepulang kantor untuk berolah raga sebelum pulang ke rumah, padahal itu adalah olah raga pertama bagi saya setelah sekian bulan tidak pernah bergerak. Saya juga pernah dijudge sangat sempatnya berleha2 di rumah dan tidak bermain bersama anak karena masih bisa membaca novel dengan rutin, padahal mereka tidak pernah tau kalau saya hanya membaca saat perjalanan pergi dan pulang kantor, di rumah pun membaca hanya saat anak2 tidur. Jadi, marilah kita selalu menjadi wanita yang positif dan suportif. Tidak ada salahnya kan ikut berbahagia dan memberikan tanggapan yang positif untuk orang2 disekitar kita.. 😊

“Setiap orang butuh sendiri. Kupikir itu tidak egois. Bukankah kita harus tetap menjaga kewarasan kita?” (Hal 142).






Monday, 1 October 2018

Review Novel Nikah Muda

Review Novel Nikah Muda di Blog Nathalia Diana Pitaloka di http://nathaliabookshelf.blogspot.com/2018/09/review-nikah-muda.html?m=1

Detail Buku
Judul: Nikah Muda
Penulis: Thessalivia
Editor: Dimas Abi dan Anastasha Eka
Penerbit: Stiletto Indie Book
Cetakan: 1, Juni 2018
Tebal: 255 halaman
ISBN: 978-602-336-711-5

Blurb
Ketika Kirana dihadapkan pada pilihan antara kekasih yang dicintainya atau membahagiakan Ayah di saat-saat terakhirnya.
Kirana, 16 tahun. Ia kira hidupnya berjalan cukup baik untuk seorang anak yang telah kehilangan ibu. Kirana memiliki Ayah yang sangat menyayanginya, pacar yang keren, sekolah yang berjalan cukup baik, dan tentu saja hobi baletnya. Tetapi hidup Kirana tiba-tiba jungkir balik saat Ayah didiagnosis kanker usus, ditambah dengan rencana Ayah untuk menjodohkannya dengan orang yang sama sekali tidak dikenalinya.
Keno, 16 tahun. Seorang anak urakan yang tanpa perlu belajar, selalu bisa memperoleh nilai tinggi di kelas. Dia akan melakukan apa pun untuk dapat menyenangkan hati cinta pertamanya, Kirana.
Aji, 26 tahun. Sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya sebagai analis bank. Sampai suatu hari dia diberi tanggung jawab untuk menjaga seorang anak atasannya, yang ternyata malah membuat Aji jatuh cinta pada pandangan pertama.
Review
Novel ini dibuka dengan adegan di kelas Kiran, saat Keno memintanya keluar dan membantu menyelesaikan PR Fisika yang lupa dia kerjakan. Meskipun sempat mengomel, tentu saja Kiran mengerjakannya dengan senang hati. Kiran pun menemukan surat dari Keno yang diselipkan di bukunya, berisi ucapan terima kasih dan 3 buah voucher spesial yang bisa Kiran klaim kapan saja. Ya ampun, manis banget.... 

Kiran sebenarnya sudah menyukai Keno sejak hari pertama mereka di SMP. Selama 3 tahun tersebut, Kiran selalu duduk di belakang Keno. Kiran sangat menikmati lelucon dan perhatian yang selalu diberikan Keno. Kiran juga senang dengan sebutan Kitty, panggilan kesayangan dari Keno. Namun Kiran sudah puas menjalani kebersamaan tersebut hanya dengan label sahabat.

Hingga akhirnya perasaan Kiran tanpa sengaja terungkap ketika mereka sudah duduk di bangku SMA. Rupanya Keno juga memiliki perasaan yang sama, cie cie.... Akhirnya mereka pun resmi berpacaran.
Kiran tahu bahwa ada seseorang yang sangat mencintainya, yang akan selalu menghiasi harinya dengan keceriaan. Meyakinkan hati Kiran bahwa setiap hari sangat berarti untuk diperjuangkan walaupun tanpa Ibu di sisinya dan Ayah yang saat ini sedang berjuang dengan kesehatannya. (Halaman 5)
Yup, ibu Kiran sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Setelah ibu Kiran meninggal, dia jadi lebih dekat dengan ayahnya. Tetapi kini, ayahnya pun divonis mengidap kanker usus stadium 2B, sehingga harus bolak-balik ke rumah sakit. Saking sayangnya Keno pada Kiran, maka dia rela tinggal sendiri di Jakarta, enggak ikut orangtuanya ke Sidney demi menemani Kiran yang sedang dilanda kesedihan. 

Namun, setelah operasinya yang pertama, ayah Kiran menyampaikan sesuatu yang membuat Kiran sangat kaget.
"Kiran, sebenarnya Ayah tidak takut mati. Yang paling Ayah takutkan adalah meninggalkan kamu seorang diri. Di kantor Ayah punya bawahan, namanya Aji." (Halaman 47)
Kiran ingin menentang rencana perjodohan tersebut, namun melihat kondisi ayahnya, tentu Kiran enggak tega. Akhirnya dia berusaha mengubah keputusan itu dengan cara lebih sering mengajak Keno untuk bertemu dengan ayahnya. 
"Bukannya Ayah tidak memercayai kamu atau Keno, tapi Ayah hanya khawatir. Dua anak muda kasmaran tanpa pengawasan. Sedangkan jika dinikahkan sekarang, Ayah rasa itu tidak adil untuk Keno." (Halaman 55)
Memang masuk di akal banget ya pertimbangan ayah Kiran. Dan sesuai dengan judulnya, Nikah Muda, saat kondisi ayahnya semakin kritis dan enggak sadarkan diri, Kiran pun akhirnya memilih untuk menyetujui rencana ayahnya, menikah dengan Aji.

Berbeda dengan Kiran yang sangat membenci Aji, Aji justru jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Aji begitu menyayangi Kiran seolah mereka sudah lama saling mengenal. 
Kiran tidak peduli lagi dengan kebahagiaannya sendiri. Yang ia mau hanya melihat Ayah bahagia. (Halaman 69)
Ternyata firasat ayahnya memang benar. Beliau meninggal setelah Kiran dan Aji resmi menikah. Lalu bagaimana ya kelanjutannya? Apa Kiran bisa melupakan Keno dan mencintai Aji? Atau malah memutuskan hubungan pernikahan dengan Aji dan kabur bersama Keno, karena toh ayahnya sudah enggak ada lagi?

~~~

Duh, belum apa-apa saya sudah jatuh cinta sama karya perdana penulis ini karena berhasil menghibur saya dengan indahnya kisah pacaran saat sekolah. Tapi setelah itu langsung dibawa sedih karena tiba-tiba kebahagiaan Kiran bersama Keno harus berakhir saat Kiran memilih untuk membahagiakan ayahnya dan menikah dengan Aji. 

Kalau dari segi tema sih, perjodohan dan nikah muda bukanlah hal yang baru ya. Namun saya sendiri sudah lama banget enggak membaca novel dengan tema seperti ini. Makanya bagi saya tema ini menjadi menarik sekali.

Menyesuaikan dengan tokoh utamanya yang masih SMA, novel ini menggunakan gaya bahasa yang ringan dan santai. Alur cerita dan cara penuturannya yang rapi banget membuat novel ini sangat nyaman dibaca. Saya juga suka bagaimana penulis meramu plot dan konfliknya. Dengan kualitas seperti ini pantas saja bila Nikah Muda menjadi finalis Gramedia Writing Project 3 tahun 2017. 

Cerita dalam novel yang terbagi ke dalam 16 bab ini dituturkan melalui sudut pandang orang ketiga. Walaupun begitu, penulis begitu lihai menunjukkan emosi setiap tokohnya sehingga saya tetap bisa dengan mudah ikut merasakan pergolakan batin yang dialami oleh Kiran, Keno, dan Aji. 

Oiya, membahas soal tokoh, entah kenapa saya begitu menyukai semua tokohnya. Mungkin karena mereka semua memiliki peran protagonis dan keadaan lah yang menjadi peran antagonisnya. Saya jadi sayang sama semuanya. Mulai dari Kiran yang polos dan lugu, Keno yang humoris dan romantis, ayah Kiran yang penyayang dan bertanggung jawab, juga Aji yang dewasa dan perhatian.

Iya, awalnya saya memang agak sebal sama Aji si Mr. You Know What yang garing ini. Namun seiring bergulirnya cerita, saya semakin suka dengan karakternya. Terutama saat melihat bagaimana dia menghalau gosip tentang Kiran dengan cara yang elegan. 

Latar waktu yang digunakan pada novel ini tampaknya masa kini. Dapat dilihat dari cara Kiran dan Keno yang berkomunikasi melalui Whatsapp. Adapun latar tempatnya sebagian besar berada di rumah, sekolah, dan rumah sakit. Tapi ada juga latar tempat di beberapa objek wisata di sekitar Jakarta yang membuat novel ini semakin berwarna.

Rating
Empat dari lima bintang. Very recomended. Bukan hanya ringan dan menghibur, tetapi juga menunjukkan esensi cinta yang sebenarnya.

Teman-teman tertarik membaca novel ini? Bisa langsung pesan ke Instagram @thessalivia atau @stiletto_book di no whatsapp 08812731411 ya ;)

Wednesday, 26 September 2018

(Coming Soon) Marriage Deal by Marisa Utami


Ada yg baru nih dari Penerbit Roro Raya Sejahtera... 


Liam menceranakan segalanya sedari awal: Sepakat untuk menikah, lamaran, menikah, lalu... bercerai.

Jadi nikah abis itu cerai aja? Tapi kalau jadi sayang beneran gimana donk? Kan dari awal udah sepakat kalaaauu........
Penasaran? Sama! 😆😆
Tunggu terbit bukunya dan blog tournya bulan depan yaaa..

 Yuk intipin dulu blurb nya

ADA YANG JAUH LEBIH BURUK DARI PERNIKAHAN TANPA CINTA...
PERNIKAHAN DENGAN CINTA, TAPI BERTEPUK SEBELAH TANGAN.

Lian merencanakan segalanya sedari awal: sepakat untuk menikah, lamaran, menikah, lalu... bercerai.

Beruntung sekali dia dipertemukan dengan Agam, yang tak keberatan diikutkan dalam rencana absurd itu.

Menjadi istri Agam berarti dia harus menjalahi kehidupan pernikahan mereka untuk beberapa waktu lamanya. Laki-laki itu menghayati perannya sebagai seorang suami, juga sahabat baru bagi Lian. Kebersamaan mereka lama-lama membangkitkan sesuatu yang tak pernah dia rencanakan: jatuh cinta pada arsitek tampan itu.

Meskipun berat, Lian sulit menyangkal perasaan barunya. Tapi ketika dia bermaksud mengusulkan untuk memperpanjang umur pernikahan mereka, Agam malah memintanya bercerai. Harusnya Lian tak keberatan, ini memang rencana mereka semula. Lalu kenapa air matanya tak berhenti keluar? Bagaimana mungkin Lian merasa kehilangan seseorang yang tak pernah benar-benar jadi miliknya? 



Gimana? Kurang banyak? Niihh aku tambahin eksklusif Chapter 1 nya. Tinggal klik di sini yaaa.. 

Jadi tunggu apa lagi, buruan ikut Pre Order sekarang juga..



Sunday, 23 September 2018

Mengajak Anak ke Perpustakaan Proklamator Bu Hatta Bukittinggi


Beberapa hari yang lalu saya ada kondangan di Gedung Bung Hatta Bukittinggi. Kebetulan lokasi kondangannya persis di atas perpustakaan Bu Hatta Bukittinggi. Walaupun saya lahir di Bukittinggi dan sempat tinggal dulu 2 tahun di sana waktu SMA, saya sama sekali belum pernah menginjakkan kaki di Perpustakaan ini. Kemaren karena mumpung di sana, jadi sekalian mampir walaupun cma sempat ke 1 lantai saja. Tempat yang dikunjungi juga cuma bagian Perpustakaan Anak.

Ini penampakan pintu masuknya :


Begitu masuk kita disuguhi rak-rak buku, banyaknya non fiksi seperti ilmu terapan, agama, dll. Jangan bayangkan rak-rak bukunya sampai langit2 ya, tapi koleksinya lumayan banyak kok. Hasil googling katanya sekarang ada sampai seratus ribu lebih buku. Perpustakaan ini bukan di bawah pemerintah daerah, tapi langsung di bawah Perpusnas. Kondisinya bersih, terawat, petugasnya juga ramah2. Dan yang sangat saya apresiasi, perpustakaan ini buka Sabtu Minggu (kecuali libur Nasional).


Ini penampakannya kalau dari jauh

 (Foto nyomot dari google)


Bagian kanan setelah pintu masuk ada ruangan khusus baca anak2. Koleksinya bagus2, terutama yang non fiksi. Saya bahkan menemukan salah satu buku Tony Wolf seperti ini :


Titha seneng banget liat2 buku di sini, selain itu juga ada mainan tempel2 dan mainan balok. (Tapi mainan baloknya ga tau pajangan atau gimana karena semua masiy berplastik. Hehhe) Sayang waktu itu cuma sempat sebentar di sini, padahal Titha masih betah belum mau udahan katanya. Jadi tempat ini oke banget pasti untuk pilihan bermain sambil belajar anak. Kebayang kalau ada tempat kaya gini deket rumah, pasti seru dan sering dikunjungi. Dedek bisa bebas merangkak kian kemari sambil nemenin kakak baca2 buku.

Ini beberapa penampakan ruang baca anaknya.

Jam Buka
Senin - Kamis : 08.00 - 16.00 / istirahat pukul 12.00 - 13.00
Jumat : 08.00 - 16.30 / istirahat pukul 12.00 - 13.30
Sabtu - Minggu : 08.00 - 15.00 / istirahat pukul 12.00 - 13.00

Alamat : Jl. Kusuma Bhakti, Gulai Bancah, Bukittinggi - Sumatera Barat 

Saturday, 22 September 2018

Giveaway Buku Neil Gaiman

Siapa yang suka baca buku Neil Gaiman? Saya pertama baca buku Neil Gaiman dulu adalah Coraline. Ceritanya ringan, tapi auranya suram dan dark. Begitu juga dengan buku Sang Putri dan Sang Pemintal yang akan saya bagikan gratis kali ini. Buku ini menceritakan tentang sang putri yang berusaha mencari apa yang menyebabkan semua makluk bernyawa baik manusia binatang tiba2 jatuh tertidur.. Dari segi cerita sebenarnya menurut saya tidak terlalu spesial ya, tapi gambar2nya yang diilustrasikan  Chris Riddell kece parah. Jujur, kalau ga ada gambarnya kayaknya bakal agak nyesel juga beli bukunya.. hehehe..


GIVEAWAY TIME!!!

Berhubung saya punya 2 buku ini, satunya malah masih segel, jadi saya akan bagikan satu bukunya selama masih di wilayah kirim Indonesia. Caranya gimana? Giveaway kali ini saya adakan di instagram @thessalivia yaa.. kuy buruan meluncur kesana sebelum 5 Oktober 2018 yaa.. 

Tuesday, 18 September 2018