Thursday, 14 January 2021

Backstory: Tips Menulis Novel dengan Karakter yang Kuat

Pernah kah kalian perhatikan, buku-buku bagus biasanya punya karakter yang sangat memorable? Karakter mereka punya sifat kunci yang membuat karakter itu berbeda dari yang lain. Atau karakternya punya tampilan unik yang berbeda.

Contohnya saja : Harry Potter dengan scar sambaran petir di dahi, Sherlock Holmes dengan topi dan pipe-nya, Pollyana dengan sifat positif dan ceria, banyaak lagi karakter memorable lainnya 😍


menulis backstory novel

Apa itu Backstory?

Jadi bagaimana cara membuat karakter kita juga bisa se-memorable itu? Salah satu tipsnya adalah, membuat backstory karakter sebelum memulai menulis novel.

Apa itu backstory? Berdasarkan situs kepenulisan masterclass, disebutkan pengertiannya sbb:

A backstory is a comprehensive overview of a character’s history that extends beyond the story in which the character appears.

Dengan menulis backstory, penulis jadi punya contekan tentang detail kondisi karakter yang akan muncul di novel. Ini sangat membantu saat kita mulai menulis cerita nantinya. Backstory ini juga berfungsi agar setiap karakter yang kita tulis memiliki suara yang berbeda.

Salah satu kekurangan penulis pemula, (bisa coba baca beberapa cerita penulis2 baru di wattpad buat contoh), adalah semua karakter terasa sama. Tidak ada pembeda yang signifikan. Kita ga mau dong hal seperti ini kejadian di cerita kita, kan? Makanya, bikin backstory dulu sebelum mulai nulis..

Oiya, sebelum mulai mau disclaimer lagi dulu ya. Saya menulis ini berdasarkan hasil beberapa training, jadi bukan sepenuhnya pengalaman pribadi. Karena jujur saya juga masih belajar untuk mengaplikasinyannya. Hahhaa.. πŸ˜†

Apa saja yang harus ada di dalam Backstory?

Terdapat beberapa hal kunci yang harus ada dalam backstory. Kamu bisa buat sedetail mungkin, bisa juga gambaran umum saja. Senyamannya aja. Tidak semua backstory harus muncul di cerita nantinya, tapi itu bisa jadi alasan sikap-sikap tertentu yang dilakukan oleh karakter.

Ini dia daftarnya :

1. Penampilan

Penampilan itu adalah bagaimana karekter kita terlihat bagi orang lain, misalnya :

  • Wajahnya dan bentuk tubuhnya
  • Gaya berjalan (percaya diri, tidak bersemangat, dll)
  • Gaya berbicara (dialek daerah tertentu, kaku, sok tahu, terlihat pintar, dll)
  • Dan hal-hal lain yang terlihat dari karakter kita. Cara gampangnya, bayangkan kalau kamu bertatap muka dengan karakter ini, bagaimana gambarannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Bikin pembeda masing2 karakter, agar ga keliatan sama semua kayak gini πŸ˜‚

2. Setting

Karakter kita tinggal dimana, sama siapa, lingkungan pertemanannya seperti apa, pekerjaannya, dll. Mengapa ini penting? Karena perbedaan tempat tinggal pasti mempengaruhi gaya hidupnya. Misal orang yang tinggal di perumahan mewah Pondok Indah pasti berbeda dengan yang tinggal di pedalaman Papua. Ini juga akan mempengaruhi gaya berbicara karakter nantinya. 


Rumahnya dimana dan keadaan di dalamnya.

3. Sifat

Sifat ini juga sangat penting. Jangan sampai di awal cerita kita menggambarkan tokoh yang pemberani, ternyata pada saat cerita berjalan dia ga mau mengambil risiko. Ini namanya ga konsisten. Hehehe.. Beberapa tips untuk detail sifat yang dapat kamu pake antara lain: 

a. Menggunakan karater MBTI (Myers Birggs Type Indicator) seperti contohnya : 

  • Introvert (I) vs. Esktrovert (E) – Sifat dasar seseorang untuk memusatkan perhatiannya.
  • Sensing (S) vs. Intuition (N) – Sifat dasar seseorang untuk memahami sebuah informasi.
  • Thinking (T) vs. Feeling (F) – Sifat dasar seseorang untuk menarik kesimpulan dan mengambil keputusan.
  • Judging (J) vs. Perceiving (P) – Sifat dasar tentang pola hidup seseorang

b. Menggunakan zodiak. Nah ini percaya ga pecaya ya, katanya karakter setiap zodiak itu unik. Jadi ini bisa digunakan untuk memudahkan kamu menggambarkan karakternya. Misalnya si aries yang egois, atau aquarius yang mandiri, dll

c. Menggunakan golongan darah. Misal kalau karakter kita bergolongan darah O, dia tipe yang easy going


Salah satu contoh sifat karakter : Panda emosian πŸ˜†

Apa lagi yang harus ada di dalam Back Story?

Selain tiga hal utama di atas, kamu juga bisa menambahkan beberapa hal lain yang membuat karakter di novel kamu semakin kuat. Ini sifatnya opstional, tapi sangat menarik untuk dimasukkan. Apa saja? 

1. Keunikan Karakter

Selain tips memilih karakter di atas, kamu juga bisa menambahkan hal unik yang membedakan karakter satu dengan yang lain. Misal ada si rajin, si lucu, dll. Jadi pembaca jadi lebih gampang untuk mengingat karakternya.

Si ngegemesin 😍

Kamu juga bisa memasukkan detail-detail kecil misalnya ada karakter yang tidak suka pedas, suka makan indomie, atau selalu menyisihkan bawang goreng di makanan, dll. Atau kamu juga bisa membedakan dari gaya berbicaranya, ada yang ngomongnya kaku dan baku (misalnya karakter orang tua), pasti berbeda dengan gaya santai ngobrol anak muda. Atau ada yang keturunan bule, mungkin kalau berbicara ia banyak menggunakan campuran berbahasa asing.

2. Goals

Apa sebenarnya yang diinginkan karakter? Misal ia ingin membahagiakan anaknya, atau ingin mengalahkan penyihir jahat? Atau sebatas ia ingin santai-santai tapi keadaan mencemplungkannya ke dalam siatuasi yang sulit? Tujuan masing-masing ini akan mempengaruhi bagaimana ia bersikap saat dicemplungkan ke suatu keadaan.

3. Flaws

Tidak ada karater yang sempurna, begitu juga karakter novel kita. Ketidak sempurnaan itu lah yang membuat ia terasa hidup. Misal, karakternya easy going, tetapi ternyata dia sangat ga sabaran kalau harus menunggu. Easy going bukan berarti kita harus buat dia ceria selalu, tetapi juga ada saat dia down karena hal-hal tertentu. 

4. Trauma

Pernahkah kalian membaca karakter yang takut berkomitmen karena saat kecil ia mengalami perceraian orang tuanya? Kurang lebih seperti itu trauma yang saya maksud di sini. Tidak semua cerita harus ada traumanya, tapi itu akan jadi tambahan cerita menarik di balik sifat si karakter. Misal seorang cowok yang terkenal dingin, ternyata deep down insde dia sangat hangat (karakter yang sering banget dipake di teenlit 😁), nah mungkin kalau ada tambahan cerita mengapa dia bisa dingin itu pasti akan jadi lebih seru. 

5. Changes

Ini sebenarnya nyambung lagi dengan plot yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya. Cerita yang bagus itu bukan lah saat si penjahat terbunuh, atau saat pasangan jadian, tapi saat si karakter utama berkembang dari awal cerita ke akhir novel

Misal: Dengan membunuh penjahat, karakter yang sebelumnya penakut menjadi orang yang lebih berani. Dengan jadian, karakter yang awalnya takut dengan komitmen akhirnya bisa percaya dengan orang lain lagi. 

Jangan lupa baca postingan tentang membuat plot sebuah novel menggunakan cara Save The Cats di sini

Karakter mana saja yang harus dibuatkan Backstory-nya?

Kamu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membuat backstory seluruh karekter yang muncul di novel. Cukup karkater-karakter yang mempunyai peran penting untuk perubahan plot. Kalau karekter lain, cukup dibuat gambaran kasarnya saja. 

🐼🐼🐼

Menurut kamu, penting kah kita membuat backstory seperti ini? Menurut saya itu tergantung preferensi masing-masing, ya. Mungkin ada tipe orang cukup dengan membayangkan saja, dia bs menggambarkan dengan jelas dan detail karakter yang dibuat. Tapi juga ada orang yang perlu menuliskan dengan detail terlebih dahulu sebelum menulis.

Terlepas perlu atau tidaknya membuat backstory, yang pasti karakter yang kuat itu mengambil peranan penting dalam sebuah cerita. Saya punya salah satu naskah novel, yang tidak menang lomba dan ditolak beberapa penerbit. Padahal ide ceritanya menurut saya oke (namanya juga yang punya cerita, pasti menganggap karyanya bagus πŸ˜‚πŸ˜‚). Saat saya minta pendapat kepada beberapa editor yang membaca, secara garis besar masukannya sama "karakternya kurang kuat, karakternya kurang di eksplor, karekternya kurang berkembang" Semua terkait karakter πŸ˜†πŸ˜† But it's okay, artinya saya harus lebih banyak belajar lagi. Hehehe.. Semangat!

Baca juga tips menulis sinopsis novel untuk penerbit di sini

Kurang lebih itu sharing saya terkait backstory karakter. Bagaimana dengan kamu, sudah kah kamu mempraktekkan hal ini sebelumnya? 

Sunday, 10 January 2021

Review Novel Tanya Tania, Kisah Cinta di Tengah Kasus Pembunuhan

Adakah di sini pembaca Wattpad? Atau malah mungkin kamu rutin menulis di Wattpad? 
Baca buku dari Wattpad itu sebenarnya tantangan tersendiri buat saya. Karena banyak buku-buku Wattpad diterbtikan dengan iming-iming 'sudah dibaca jutaan kali' tapi ternyata plot hole dimana-mana. Tapi ga jarang juga, buku jebolan Wattpad memang ada juga yang keren-keren. 

Baca juga review buku jebolan Wattpad lain di: 


Review Tanya Tania Kinanti WP

Tanya Tania, adalah salah satu novel jebolan Wattpad yang diterbtikan oleh Penerbit Katadepan. Penulis buku ini adalah Kinanti WP yang sudah aktif di Wattpad dengan belasan ribu follower. Sebelum Tanya Tania, ia juga sudah menerbitkan beberapa buku lainnya.  

Blurb
Harta, Tahta, Tania!
Ya... Tania punya segalanya. Bisnis keluarga yang diwariskan ke tangannya,
karier bagus di perusahaan bergengsi ibu kota, dan sahabat baik seorang DJ paling
tampan sejagad raya. Nyaris sempurna!
Tania pikir semua akan berjalan baik-baik saja, hingga sebuah kejadian
menghantamnya tanpa ampun. Tania dipaksa untuk menjadi pagar pelindung atas
kekacauan yang mengancam hidupnya. Pilihannya hanya dua; bertahan atau jatuh
bersama perusahaan tempat dia bekerja dan orang-orang terdekatnya.
Jadi... benarkah Tania punya segalanya? Bagaimana dengan cinta, luka, dan air
mata?

The Story

Cerita bermula saat Tania terbangun di aparemen Will, temannya. Ia dan Will sudah bersahabat sejak lama, namun malam itu mereka melangkahi batas sepasang sahabat. Bahasanya Kinanti, mereka bobo-bobo persahabatan. Tania yang masih belum bisa memutuskan akan dikemanakan hubungannya dengan Will, akhirnya memutuskan menghindar sampai lebih dari enam bulan. 

Tania bekerja di sebagai PR sebuah klub terkenal di Jakarta bernama Exhale. Di sini diceritain Tania tipe perempuan independen, penuh percaya diri, bagus banget dengan kerjaannya, sampai orang-orang kalau ada apa-apa, pasti nanyanya sama Tania, Tanya Tania.  Pada suatu malam di Exhale, Tania kembali bertemu Will setelah enam bulan menghindar. Tapi sialnya, malam itu terjadi pembunuhan di Exhale. 

"Sayangnya kami belum bisa menemukan bukti kapan mayat Joseph Laksmono diletakkan di dalam mobil Nona Haidy..." hal 64

Nah, saat-saat genting ini benar-benar menguji kemampuan Tania sebagai PR perusahaan. Tania juga tidak mengira, ternyata pembunuhan ini juga membawa-bawa masalah pribadinya. Di saat ini juga lah Will selalu hadir nemeni Tania.


Tania-nya kece 😍

My Opinion

Jujur, buat saya ceritanya menarik dan sangat page turner. Apalagi awalnya saya kira ini sebatas kisah cinta friend-zone aja, tapi ternyata ada konflik lain dengan pembunuhan dan teror yang diterima Tania. Saya dibuat penasaran dengan sebenarnya apa yang terjadi dan jadi pengen buru-buru beresin baca bukunya. Saya malah lebih suka konflik ini dari pada konflik hubungan Tania dan Will, dan sedikit berharap thriller pembunuhannya dibuat lebih detail dan panjang. Hehehe..

Saya juga suka latar kerjaanya para tokohnya dibuat cukup detail, jadi ga kerasa cuma tempelan doang. Kerjaan Riana sebagai PR dan mengurus semua publikasi yang keluar dari Exhale. Will sebagai seorang DJ, dan urusan perusahaan-perusahaan di keluarga mereka.

Buat karakter, menurut saya karakternya khas stereotip Wattpad banget dengan segala kesempurnaannya. Will itu udah mana ganteng (ada campuran darah Austria-nya gitu loh), badannya bagus (the book keep saying about his marvelous biceps), DJ profesional yang ngisi sampai klub di Thailand, dan selain nge DJ ternayata dia juga pengusaha kaya raya yang perusahaannya ada di berbagai belahan dunia. Dan sikapnya ke Tania, bucin dan perhatian bangeet. Hehehe.. Tania juga, kayak udah di sebutin di blurb, dia punya segalanya. Ini masalah selera sih, tapi bagi saya pribadi malah jadi kurang kerasa gregetnya kalau karakternya sangat sempurna gini. 

"Lo harus berjuang seumur hidup kalau miliki gue" - hal 238.

My Rating

Jadi, overall buku ini saya rekomendasikan buat kamu yang pengen baca kisah cinta ringan dengan sedikit sentuhan thriller. 3,5 bintang buat Tanya Tania




Oiya, ini bukunya bukan buat yang dibawah umur yaa. Soalnya pergaulan Tania dengan kelab malamnya, dan kebiasaan mereka buat bobo-bobo persahabatan, bukan buat adek-adek gemes di bawah umur, yaaa... 
  
Kalau kamu, ada rekomendasi cerita Wattpad yang asik buat dibaca ga?

TANYA TANIA
Penulis : Kinanti WP
Penerbit : KATADEPAN
340 halaman
Cetakan Pertama, Desember 2020
ISBN: 978-623-7567-29-5

Friday, 8 January 2021

Tantangan : Bagi-Bagi Buku

Postingan pertama di tahun ini, mau posting senang-senang dulu aja yaa.. hehehe.. 😁


Pertama, pengumuman Giveaway. Makasii yaa buat yang udah ikutan Novel Nikah Muda 😍 Ga ngira pesertanya bakal banyaak. Asiikk. Nah, karena peserta lebih dari 15 orang, jadi akan ada 2 Novel Nikah Muda yang akan saya bagikan.
Baca alasan-alasan teman-teman yang ingin membaca novel Nikah Muda jujur banyak yang bikin terharu. Bikin senyum-senyum sendiri bacanya 😍. Jadi sulit sekali milih dari list itu. Jadi akhirnya saya minta bantuan aplikasi random aja buat milihin dua orang, dan namanya yang keluar adalah :


1. Dodo Nugraha


2. Tika Insani


Silahkan buat Mba Tika dan Mas Dodo, email alamat pengiriman ke : mywonderfulbooklife@gmail.com
Selamat udah dapet Novel Nikah Muda bertandatangan saya.. #berasaArtis πŸ˜†

Buat yang belum beruntung, maaf yaa. Dengan berat hati, kali ini saya baru bisa bagiin dua novel ini dulu. Semoga ga kapok buat ikut seru2an di sini... πŸ˜†

Nah, karena ini posting senang-senang, kebetulan juga tema grup yang saya ikuti (1minggu1cerita) minggu ini adalah tantangan, saya mau bagi-bagi buku gratis lagi dengan tantangan yang super gampang.
Jadi kemaren pas beberes rak buku, saya nemu banyak buku yang masih berplastik segel dan belum dibaca. Huhu.. Kasian kan dia mejeng di rak ga kebaca, jadi lebih baik diberikan ke yang lebih niat buat baca. Ini buku-bukunya :

Hujan (Tere Liye)


Cinderella dan Empat Kesatria (Baek Myo)


Setelah Pemakaman (Agatha Christie)

Ada yang minat buat adopsi?
Kalau berminat, tantangannya gampang kok. Cukup komen di bawah buku mana yang kamu pengen. Siapa cepat dia dapat! Satu orang cuma boleh milih satu buku ya, dan harus janji bukunya bakal dibaca. Kasian bukunya kalau pindah rak doang tapi tetep ga dibaca. πŸ˜… Oiya, Mas dodo dan Mba Tika juga boleh kok ikutan lagi 😁

Begitu kamu ngeliat kamu termasuk yang pertama komen, bisa langsung email saya buat alamat pengiriman yaaa..

Ditunggu, ya! 😊

Eh, sebelum di tutup, aku mau kasi salah satu kutipan di Novel Nikah Muda πŸ’–πŸ’–
"Cinta hanya ingin melihat orang yang dicintainya bahagia, bersama atau tanpanya." (hlm. 217)
Yang mau order Novel Nikah Muda, bisa juga langsung pesan dengan klik di sini
Atau bisa juga baca gratis di aplikasi Perpustakaan Digital Banyuasin dan Candil (perpustakaan digital Jawa Barat).

Thursday, 31 December 2020

2020 Wrap Up

 Halo semuanya!

Akhirnya kita sampai di akhir tahun 2020, ya.. Semoga teman-teman semua diberikan kesehatan, dan bisa menutup tahun ini dengan manis dan menyambut tahun 2021 dengan lebih bersemangat πŸ’–πŸ’–πŸ’–

Di hari terakhir tahun 2020 ini, saya mau posting beberapa hal yang berkesan buat saya di dunia buku dan kepenulisan. Sebagai suatu saat kenangan betapa tahun pandemi ini telah membuat beberapa perubahan dalam hidup saya. Tulisan ini akan panjang, jadi silahkan ngambil nyemilan dulu sebelum baca yaa πŸ˜πŸ˜†

1. Book I Read in 2020

Pertama, tentu saja mau wrap up buku yang saya baca di tahun ini. Rekor, menurut Reading Challenge Goodreads saya berhasil menamatkan 56 buku. Senangnyaaa 😍😍😍 Hehehe.. Ini adalah jumlah buku terbanyak yang bisa saya bereskan dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu aja cuma berhasil beresin 40 buku. 

Baca juga postingan buku yang saya bereskan tahun lalu : My 2019 with Book



Mba Ira di postingan tahun lalu itu sebenarnya menyarankan saya masang target 50 buku, tapi saya ga berani. Awalnya sebenarnya saya menarget buku di Goodreads itu 30 buku tahun ini. Tapi karena saya memasukkan beberapa buku anak yang tipis-tipis juga di Goodreads, akhirnya target saya ganti jadi 40. Eh ternyata realisasinya alhamdulillah melewati 😁. Buku apa saja yang saya baca: 


Sebagian besar masih di dominasi oleh fiksi, terutama fantasy, romance metropop, dan cerita anak. Kalau non fiksi masih seputar gaya hidup dan pengembangan diri. 

Apa saja buku terbaik menurut saya? 

Buku Fiksi terbaik tahun ini yang saya baca itu Stardust, karya Neil Gaiman. Buku yang sangat magical tentang seorang pria yang mencoba mengejar bintang jatuh. 

Buku Non Fiksi terbaik tahun ini paling saya suka adalah Goodbye, Things : Hidup Minimalis Ala Orang Jepang. Walaupun saya buku penganut gaya hidup minimalis, saya merasa pesan buku ini bermanfaat sekali. Tentang bagaimana kita seharusnya menyingkirkan hal-hal yang tidak bermakna dalam hidup.

Baca Juga Review Buku :


2. Blog Posts

Pada tahun 2020, rekor karena saya berhasil publish tulisan sampai 47 post. Yeey!! 😁 Itu rekor terbanyak sejak blog ini pertama saya buat di tahun 2009. Hehehe..  Walau dibandingkan teman-teman blogger lain jumlah ini ga seberapa, tapi bagi saya pribadi jumlah ini termasuk prestasi 😁.

Dari seluruh postingan blog yang tidak seberapa ini, lima postingan yang paling banyak view-nya tahun 2020 ini adalah : 

Buku Lara Jean series (Jenny Han), Lockwodd & Co (Jonathan Stroud), Wimpy Kid Series (Jeff Kinney) dan Game of Thrones itu memang buku-buku favorit yang paling banyak dicari orang di mesin pencari. Bahkan postingan buku Game of Thrones saya itu selalu paling banyak pembacanya dari sejak pertama diposting tahun 2014. 

Baca Juga Review Buku :

Namun, yang saya heran, kenapa buku Kumpulan Cerita Pendek Janda Muda (NH Dini) itu juga ikut masuk ke popular post. Padahal itu bukan buku yang popular dan banyak dicari orang. Ketika saya liat di Google Search Console, ternyata key word orang-orang yang masuk adalah seputar "cerita janda muda ...." Titik-titiknya silahkan di isi sendiri, klu-nya terkait cerita enaena. Hahahha.. Kasian deh, berharap dapat cerita 17+, malah nyasarnya ke review buku πŸ˜‚πŸ˜‚.

Jadi, sebenarnya apa yang membuat saya termotivasi menulis sebanyak itu? Iya, bener kerena pandemi saya jadi lebih punya waktu buat nulis. Tahun ini saya juga ikut komunitas 1Minggu1Cerita, yang membuat saya semangat buat nulis blog. Tapi selain itu, alasan utama saya semangat nulis tahun ini adalah karena point berikut ini : 

3. Blogger Friends

Tahun ini blogging menurut saya terasa menyenangkan karena saya dipertemukan (secara maya) dengan teman-teman blogger yang sangat menyenangkan dan supportif. Bagi saya, blog sekarang terasa seperti media sosial tempat saling bertukar kabar dan bertukar pikiran. Bedanya sama media sosial lainnya, interasksi di blog terasa lebih positif. Support yang diberikan pun luar biasa. Padahal tahun lalu saya buat instagram khusus buku karena takut ga sempet nge-blog, eh ternyata malah lebih aktif di blog dibanding di instagram. Hehehe..

Jadi melalui post ini, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk teman-teman yang sudah meluangkan membaca blog ini (termasuk para silent reader yang tidak muncul di komentar tapi suka ngeemail buat diskusi buku), teman-teman yang meluangkan waktu untuk mengomentari isi blog dan bertukar kabar di kolom komentar, yang sampe nanyain kalau saya udah lama ga posting. 😭😭 Wuaa terharuuuu.. Tidak ada yang lebih saya tunggu-tunggu selain membaca update postingan teman-teman di blog masing-masing, dan saling bertukar kabar di kolom komentar. 

Seperti itu belum cukup, saya ternyata masih dikejutkan lagi dengan berbagai paket yang datang dari teman-teman blogger. 

Notes cantik dari Mba Eno, bahkan ada nama saya di bagian bawahnya. 
Makasii banyaak Mba Enoo 



Yang dikirimin Mba Fanny ini ga ada yang ga enak, bener deh.. 
Sampai di rumah langsung jadi rebutan.. Makasii banyak yaa Mbaa..


Semoga kebaikan Mba Eno, Mba Fanny dan teman-teman semua dibalas dengan kebaikan yang lebih berlipat ganda oleh Allah. Oiya, list teman-teman blogger sudah saya masukkan di bar bloglist di samping (di bawah kalau versi mobile). Kalau ada yang belum masuk, komen aja di bawah yaa..

4. Learn How To Write Novels

Selama pandemi ini, saya merasa ada waktu yang saya bisa maksimalkan buat diisi dengan hal-hal yang bermanfaat dengan di rumah aja. Saya tidak mau saat pandemi berakhir, saya menatap ke belakang dengan penyesalan betapa saya udah menyia-nyiakan kelonggaran waktu yang diberikan dengan tidak belajar apa-apa selama pandemi. Saya bahkan sampai bilang ke suami, apa saya kuliah MBA Online saja ya. Karena banyak universitas-universitas bagus di luar negri yang memberikan kuliah MBA full online, dengan ijazah yang sama persis saat kita kuliah MBA di sana. Sebut aja Kings, Harvard, Manchester, dan banyaaak lagi. Saat ijin suami sudah dikantongi, tapi saya malah kemudian yang ciut duluan sambil kembali bertanya-tanya, sanggup ga nanti menjalaninya πŸ˜† #emakLabil. Kan itu akan jadi komitmen hanya selama pandemi, paling ga sampai 2 tahun kan.. 

Maaf jadi out of topic.. Hehehe.. Akhirnya saya punya ide yang lebih realistis untuk sesuatu yang bisa dihasilkan selama pandemi ini, saya mau menargetkan untuk menyelesaikan naskah novel! Tapi sesungguhnya, Mama Ica ini semangatnya di awal doang, harus ada motivasi lain yang membuat membereskan cerita. Hahaha.. Dan salah satu caranya adalah dengan ikut lomba menulis. Beruntungnya lagi, selama pandemi ini banyaaak banget lomba-lomba nulis yang diadakan penerbit besar. 
Akhirnya pada bulan Juli 2020, saya berhasil menyelesaikan satu naskah novel untuk diikutkan lomba menulis Gramedia Writing Project 2020. Novel saya yang berjudul 40 Hari Menjadi Ibu ini bisa dibaca di web GWP pada link INI (ini masih versi awal, sekarang ceritanya udah sempet saya ubah sesuai dengan saran di kelas pelatihan, namun belum di update di web GWP)

Tidak Menang Lomba dan Kelas Menulis
Sayangnya novel saya itu tidak berhasil sebagai pemenang. Namun itu jadi jalan bagi saya untuk belajar lagi tentang kepenulisan. Ini membuat saya sadar, ilmu saya dalam menulis sangat-sangat minim. Beruntungnya, selama pandemi ini banyak kelas yang diadakan online. Dulu keterbatasan saya untuk ikut pelatihan-pelatihan adalah tidak tega meninggalkan 3T. Tapi saat pandemi, berbagai training bisa saya ikuti dengan hanya duduk manis online di rumah. Kelas kepenulisan yang saya ikuti antara lain : 
1. Kelas menulis cerpen dari Jia Effendi (editor Storial)
2. Expert Class Project, Mencari Inspirasi Ide Menulis Novel dari Nara Lahmusi (penulis)
3. Expert Class Project, Menyusun Plot Novel dengan Metode Rebahan dari Vie Asano (penulis)
4. Write a Bestselling Novel in 15 Steps (Save the Cat!) by Jesica Brody (international best seller writer)
5. GWP Creative Writing Bootcamp oleh Didiet Prihasturi (editor Gramedia Pustaka Utama)

Training terkahir ini adalah training favorit saya, karena GWP Creative Writing Bootcamp ini bentuknya training intesif dengan peserta terbatas selama sebulan. Termasuk langsung dipandu menyelesaikan draft novel, sampai beres! Berkat training ini juga saya berhasil menyelesaikan sebuah draft novel lagi berjudul If I Met You First. 

Naskah ini bercerita tentang wanita karyawan perusahaan farmasi yang suka dengan teman kantornya yang telah bertunangan. Ketika ia menemukan mesin dingdong ajaib pengabul keinginan di Hong Kong, ia mengajukan keinginan : seandainya bisa bertemu duluan sebelum sang gebetan bertunangan, I wish to met him first. Mau tau apa yang terjadi kemudian? πŸ˜† Ini cerita romance dengan sedikit sentuhan fantasi, sebuah gabungan ganre yang saya suka. Jadi saya sangaat menikmati menulis naskah ini. 
Naskah ini udah sempat dipinang oleh salah satu editor penerbit mayor. Semoga saja memang berjodoh dan bisa terbit. Doakan yaa..

Oiya, hasil-hasil training akan saya posting di blog dengan label yang baru ada tahun ini yaitu Tips Menulis

5. Publish Books

Pada awal tahun 2020, saya dengan beberapa orang penulis menerbitkan buku antalogi cerpen tentang bulan yang berjudul The Moon on The Darkest Night. Terdapat beberapa cerita pendek pada buku ini, semua ada keterkaitannya dengan bulan. Genrenya beragam, ada yang romance, fantasy bahkan dark horror. Cerita saya sendiri bergenre horor, tentang seorang dokter yang membantu pasiennya melahirkan di sebuah daerah pelosok Riau. Namun, sang ibu justru mengalami pendarahan dan meninggal saat bulan purnama. Kelanjutannya? Mungkin kapan-kapan saya akan post di sini ceritanya. Hehehe...

Jujur, saya tidak terlalu puas dengan buku ini, baik dari isi maupun final editing. Itu jugalah yang membuat saya tidak pernah mempromosikan buku ini, takut yang baca merasa kecewa dengan isinya. Huhu.. Tapi, saya sadar, ini hanya salah satu fase dalam sebuah proses belajar. Jadi tentu saja saya tidak akan pernah menyesal dengan ini. 

Sebuah kejutan lain, saya mengikuti lomba menulis oleh Mba Eno. Walaupun tidak menang, saya berhasil jadi 5 besar cerita yang dipilih Mba Eno. Ternyata Mba Eno membukukan tulisan-tulisan yang dikirimkan teman-teman yang berpartisipasi. Terbitlah kemudian buku kedua saya tahun 2020,  THOUGHT, yang dispronsori oleh blogger kesayangan kita semua, the one and only Creameno.

Buku dengan tulisan saya, yang terbit di 2020 ini


Berikutnya, dalam rangka 100tahun ITB, dan 10 tahun ITBMotherhood, saya dengan beberapa alumni ITB lain juga membuat antalogi yang berjudul Jejak Kenangan dimana penjualannya nanti akan dialokasikan untuk amal. Tidak mau kejadian seperti buku sebelumnya terulang kembali, saya menawarkan diri langsung turun jadi tim editor dalam penyusunan buku ini. Terharunya, yang menawarkan jadi editor pada tim kami juga adalah alumni ITB yang sudah menerbitkan beberapa buku, mereka bahkan menolak saat diberikan fee editing. 😭😭 Terharu. How proud I am to be part of this community, ITBMotherhood.  

Ini sneak peek cover-nya. 
Water color gerbang ITB yang dilukis dengan cantik oleh salah satu alumni ITB juga πŸ’–πŸ’–

Awalnya buku ini akan terbit di Hari Ibu 2020, tapi ternyata ga kekejar. Jadi tunggu ini terbit tahun 2021 ya, karena akan banyak cerita inspiratif bagaimana perjuangan para wanita di ITB, kisah lucu bahkan kisah cinta, semua ada di sini.

Tadinya saya juga mau ikut satu lagi proyek antalogi, non fiski tentang parenting di komunitas 1Minggu1Cerita. Namun saya dengan berat hati akhirnya mengundurkan diri karena ternyata saya tidak bisa meluangkan waktu untuk menulis. Padahal tadinya mau menulis tentang meningkatkan minat baca pada anak. Semoga kapan-kapan bisa ikut lagi di kesempatan lain.

Tidak hanya saya, Titha pun juga berhasil menebitkan buku pertamnya di masa pandemi ini. Ia bersama teman-teman sekolahnya menulis pengalaman selama pandemi, dan Titha menulis tentang hari terkahir dia di kelas 1 SD saat masa pandemi. Oh, I am a proud Mom!  

6. Book Haul

Ngerasa ga selama pandemi ini diskon toko buku banyak banget? Mulai dari Gramedia, Periplus, Mizan, dan banyaaak lagii.. Bahkan Big Bad Wolf juga ada online di Tokopedia. Saya ga ngitung berapa book haul saya selama tahun ini, tapi waktu diskonan itu saya lebih banyak beli buku buat anak-anak sebenarnya. Saya membeli buku buat sendiri lebih banyak itu series fantasy yang memang sudah lama diincar paling. Selain itu, akhir-akhir ini saya lebih banyak baca di Ipusnas dan Gramendia Digital. Yang menyenangkan, tahun ini saya dapat sampai 12 buku gratis. Ada yang dari temen yang mengurangi koleksinya, kiriman dari penulis langsung untuk direveiw, hadiah dari toko buku online karena sudah mereview di web mereka, hadiah penerbit saat ikut lomba menulis, buku THOUGHTS dari Mba Eno, dan ada juga yang saya beli dari hadiah yang dapat dari Giveaway di blog Hicha. Terima kasih Penerbit Katadepan, Grobmart, Gerobak Buku, @rama.snugraha, @dhirviepages, Mba Eno dan Hicha.


⭐⭐⭐

Begitu banyak hal bisa saya syukuri pada tahun ini, namun yang paling menyenangkan tentu saja dengan banyak beraktivitas di rumah, saya jadi bisa memiliki banyak waktu bersama 3T dan papanya. Hal yang pasti akan sangat saya rindukan kalau kondisi sudah kembali seperti semula.

Bagaimana dengan teman-teman? Apakah yang disyukuri dari tahun ini?   


Monday, 28 December 2020

Tips Menulis Sinopsis Novel untuk Penerbit

Penulis yang tidak bisa merangkum ceritanya dalam sebuah sinopsis singkat, bukanlah pencerita yang baik - GWP Writing Bootcamp 2020

Tahu kah kamu, saat editor penerbit menerima naskah novel tanpa sinopsis maka otomatis naskah itu akan langsung ditolak? Ya, memang sebegitu pentingnya sebuah sinopsis bagi penerbit. Jadi, pada postingan kali ini saya akan membahas sedikit tentang bagaimana tips menulis sinopsis novel untuk penerbit.

sinopsis novel untuk penerbit

Sebelum menjelaskan lebih jauh, saya mau disclaimer dulu πŸ˜†. Saya nulis ini bukan karena saya sudah hebat atau sangat berpengalaman dalam menulis novel dan sinopsis ya. Hehehe.. Tapi ini adalah sharing hasil belajar saya dari berbagai sumber, salah satunya dari Mbak Didiet, editor Gramedia saat saya mengikuti GWP Writing Bootcamp 2020. 

Sepenting Apakah Sinopsis?

Menerbitkan buku di penerbit mayor pasti merupakan cita-cita hampir semua penulis. Melihat bukunya berhasil mejeng di rak buku seluruh penjuru Indonesia merupakan sebuah dream comes true banget. 

Pasti seneng banget kalau naskah kita diterima editor, ya 😍

Namun, saingan untuk bisa dilirik penerbit itu sangat-sangat berat. Apalagi kalau kamu belum mempunyai fans base pembaca yang kuat. Misal kamu bukan wattpad writer dengan pembaca jutaan, bukan selebgram dengan follower beratus-ratus ribu, atau juga bukan artis. 

Jadi satu-satunya cara membuat editor melirik kamu adalah dari kualitas tulisan yang kamu kirimkan. 

Masalahnya, editor itu tidak punya cukup waktu untuk baca semua cerita yang masuk ke mereka. Contohnya penerbit sekelas Gramedia saja bisa menerima ratusan naskah setiap bulannya, sedangkan yang akhirnya diterima untuk diterbitkan tidak akan sampai 10%. Jadi, dari pada membaca naskah kamu sampai selesai, editor akan langsung mencari sinopsis dari novel kamu. Kalau tidak ada, siap-siap saja menerima surat penolakan.

Ketika sinopsis novelnya dianggap cukup menarik, barulah mereka mulai membaca draft cerita kamu. Dari beberapa bab awal, mereka akan memutuskan apakah gaya bercerita kamu cukup pantas untuk diterbitkan atau tidak. Jadi, jangan bayangkan mereka akan sampai ke klimak cerita atau bahkan plot twist di akhir cerita kalau dari awal kamu sama sekali tidak menyertakan sinopsis, ya..

Sinopsis atau Blurb?

Sinopsis yang saya maksud di sini adalah rangkuman novel kamu dari awal sampai akhir, ingat ya, dari awal sampai akhir. Jadi bukan sebatas blurb yang biasa dibaca di belakang buku yang isinya hanya beberapa paragraf dan tidak menceritakan ending dari buku. Kalau kamu menulis sinopsis dengan sok membuat penasaran editor, misal diakhiri dengan, apakah akhirnya Kirana memilih Aji atau Keno? πŸ˜† Editor pasti udah tidak akan mau nerusin baca naskah novel kamu. Jadi ingat ya, harus ada endingnya!


Ekspresi editor saat baca sinopsis yang ga ada endingnya πŸ˜†πŸ˜‚

Bagaimana Cara Menulis Sinopsis?

Sekarang kita masuk ke bagian, bagaimana cara menulis sinopsis? Salah satu ilmu yang saya dapat dari GWP Writing Bootcamp 2020 adalah menggunakan metode pixar story line yang terdiri dari : 

Pada suatu hari, ada seorang... Setiap hari, dia...  (menceritakan kondisi awal tokoh)
Hingga suatu hari, terjadi...  (katalis yang merubah hidup tokoh)
Oleh karena itu...
Oleh karena itu...
Oleh karena itu... (kondisi up side down world tokoh setelah terjadi katalis)
Hingga akhirnya... Dan sejak itu... (akhir cerita)

Oiya, agar kamu lebih lelusa menceritakan kisah di sinopsis, ada baiknya menggunakan POV tiga serba tahu. Walaupun mungkin di cerita novel kamu menggunakan POV satu, di sinopsis gunakan POV tiga aja.

Jangan lupa baca postingan tentang membuat plot sebuah novel menggunakan cara Save The Cats di sini

Sinopsis Berapa Halaman?

Namanya juga sinopsis, itu artinya ringkasan cerita. Jadi jangan panjang-panjang. Cukup 2-3 halaman saja. Mungkin kalau cerita fantasi dengan alur cukup rumit, mungkin bisa sampai 5 halaman. Kalau kamu menulis sinopsis sampai sepuluh halaman lebih, editor akan males duluan bacanya. Sebagus apapun cerita novel yang kamu tulis. Makanya di atas saya quote kata-kata di training waktu itu, penulis yang tidak bisa merangkum ceritanya bukanlah seorang pencerita yang baik πŸ˜†

Inget, sinopsisnya jangan kepanjangan, apalagi sampe setebel ini πŸ˜‚

Yang tidak boleh ada di sinopsis?

Jadi kita sudah membahas apa yang harus ada di sinopsis seperti cerita novel sampai akhir, sekarang apa saja yang tidak boleh ada atau tidak perlu ada di sinopsis? Ini dia list nya: 

1. Kata-kata editorial. Kata-kata yang mengarahkan orang dengan ceritanya misalnya : 

"Novel ini diceritakan dengan lucu..." Kalau memang cerita kamu lucu, ya tunjukkan di sinopsis. Ga perlu ngasi tahu editor sampai kayak gitu. Hehehe..

2. Menulis blurb, seperti yang tadi saya cerita di atas

3. Memasukkan banyak cerita atau tokoh-tokoh yang tidak berperan penting dengan plot. Ingat, ini sinopsis. Buat seringkas mungkin.

⭐⭐⭐

Bagaimana? Apakah postingan ini cukup memberikan gambaran untuk kamu menuliskan sinopsis dari cerita kamu? 😊

Begitu kurang lebih postingan saya tentang sinopsis. Berikutnya akan ada juga sharing-sharing terkait dunia kepenulisan di lainnya di label Tips Menulis. 

Semoga bermanfaat, ya. Jangan kapok mampir ke sini ya.. 😁



Oiya, terima kasih banyak ya buat yang udah ikutan Giveaway Novel Nikah Muda saya ya 😍 Seneng banget banyak yang berpartisipasi. Buat yang belum ikutan, masih dibuka sampai tanggal 30 Desember 2020, ya 😊

Sumber gambar Inside Out Pixar : giphy.com



Tuesday, 15 December 2020

Giveaway dan Review Novel Nikah Muda

Sebelum tahun ini berakhir, ijinkan saya nyimpen lagi di blog tentang review novel karya saya ya, Nikah Muda. Mudah2an ga pada bosen. Hehehe.. πŸ˜†


Jadi di awal tahun ini, pernah seseorang yang saya ga kenal tiba-tiba mengirimkan pesan di Facebook. Ternyata ia lagi meneliti Novel Nikah Muda dalam nyusun skripsi, saking ia suka banget sama ceritanya. Terharuuu 😭😭

Saya bener-bener ga ngira, sampai ada yang mengangkat buku saya di skripsinya kaya gini 😭😭


Selain itu, beberapa bulan yang lalu seseorang juga komen di instagram saya. Dia baru beres baca Nikah Muda di aplikasi Candil (e pustaka milik pemerintah Jawa Barat).



Abaikan foto narsis saya πŸ˜† Fokus ke komen di bawahnya aja.. Hehehe..

Berbagai komen yang masuk, memang tidak semuanya sesuai hrapan. Tapi saya menemukan bahkan seseorang memberikan saya full bintang di Goodreads seperti ini.  

Mba Diah, terima kasih yaaa 😍😍😍

Komen yang datang dari orang-orang yang bahkan saya tidak kenal tentu saja menyenangkan hati. Tapi komen yang masuk dari kenalan dan teman-teman sendiri juga tidak kalah menyenangkan, membawa kehangatan tersendiri di hati saya. πŸ’–πŸ’–

Seperti foto cantik dari Mba Eno pemilik blog cremeno.com ini

Terima kasih Mba Eno, blogger kesayangan kita semuaa 😘😘

Dan postingan instgram dari Mba Fanny pemilik blog dcatqueen.com. Seneng banget Mba Fanny menikmati membaca ini. Terima kasih yaa Mbaa...


Alur novel ini simple, tapi penulis mampu meramunya menjadi bacaan ringan yang mengaduk perasaan. Pembaca bisa merasakan galau dari Kirana saat harus memilih antara ayah yang sangat dia sayangi, atau pacar yang dia cintai. Haruskah patuh dengan orangtua tapi mengorbankan kebahagiannya sendiri? - Fanny

Review dari Lia ini juga membuat saya berbunga-bunga saat membacanya. 


Terima kasih sudah purchase buku Nikah Muda di Playbook ya Lia 😍😍 dan empat bintaaang? Oh I don't know if I deserve it.. Thank you πŸ’–πŸ’–


Selain itu juga ada postingan Mba Jane yang merekomendasikan buku saya. Terima kasih ya Mba Jane, terharu banget baca ulasan Mba Jane yg #timKeno πŸ˜πŸ˜†


Jujur, waktu aku baca novel ini ngerasa betapa beratnya menjadi seorang Kirana. Bayangkan aja, usianya masih 16 tahun, masih punya daftar mimpi panjang termasuk hobi baletnya, punya sahabat baik rasa pacar sendiri, tapi harus memilih antara mengorbankan kebahagiaannya sendiri atau menuruti permintaan Ayah tersayang. Kedewasaan Kiran sungguh diuji di titik ini. Kalau aku jadi Kiran, aku udah nggak tahu deh musti gimana huhuhu. - Jane


Terima kasih yaa semuanya πŸ’–πŸ’–πŸ’–
Your supports really mean a lot for me. Doakan saya tetap bisa berkarya yaa.. Saya sedang berjuang menyelesaikan sebuah naskah, dan sangat berharap naskah ini akan menemukan rumahnya di penerbit. Doakan yaa..

Sebagai penutup yang manis di postingan ini. Saya mau bagi-bagi satu Novel Nikah Muda gratis 😊 Cukup komen aja, alasan kamu ingin membaca buku ini.
Oiya, kalau yang ikut lebih dari 15 orang, saya akan tambahkan satu pemenang lagi. Saya udah lama ga ngadain Giveaway, jadi mudah2an banyak yang ikut yaa 😁😁 
Ditunggu sampe tanggal 30 Desember 2020 guys..



Monday, 14 December 2020

Cluadia's Story, Graphic Novel of Interview With The Vampire

Adakah yang pernah menonton film Interview With The Vampire jaman dulu? Film yang mengisahkan tentang petualangan vampir bernama Louis (Tom Cruise), Lestat (Brad Pitt) dan vampir kecil mereka bernama Claudia (Kristen Dunst).

Film itu diangkat dari buku berjudul sama karya Anne Rice, dan merupakan buku pertama dari Vampires series-nya. Saya sudah pernah membaca buku ini, edisi terjemahan Gramedia yang sudah terbit 25 tahun yang lalu. Beberapa waktu yang lalu, saya menemukan buku edisi lainnya di BBW berupa Graphic Novel berjudul Interview With The Vampire, Claudia's Story karya illustrator Ashley Marie Witter.

Baca juga rewiew saya Interview With The Vampire by Anne Rice



The Story 

Pada buku edisi non graphic, kisahnya dimulai saat seorang pemuda bernama Daniel yang mewawancarai seorang vampir yang telah berumur 200an tahun. Wawancara cuma berlangsung 1 malam, tapi cukup untuk sang vampir menceritakan hampir seluruh perjalanan hidupnya. Vampir yang diwawancarai bernama Louis de Pointe du Lac. Dia dulunya bisa dikatakan bangsawan yang hidup pada tahun 1800an di salah satu kota di perancis yaitu New Orlens. 

Namun, kehidupannya berubah kita adik laki-laki kesayangannya meninggal dunia. Louis seperti dihantui perasaan bersalah dan mimpi buruk. Sampai pada suatu hari, seorang vampir menghisap darahnya dan mebiarkannya dalam keadaan sekarat. Louis yang terpesona dengan kesempurnaan sang vampir dan sudah tidak sanggup menjalani kehidupannya yang biasa akhirnya membuat kesepakatan. Loius akan menyediakan tempat berlindung untuk mereka asal sang vampir mau menjadikannya vampir juga. Vampir yang kemudian diketahui namanya adalah Lestat de Lioncourt akhirnya berbagi keabadiannya dengan Louise dengan cara menghisap semua darah Louise dan kemudian menggantinya dengan membiarkan Louis meminum darah vampirnya. 

Disitulah bermula kehidupan Louis dan Lestat yang penuh intrik. 
Sebenarnya inti dari ceritanya cukup sederhana. Louis diubah menjadi vampir oleh Lestat - Lestat melakukan segala cara agar Louis tetap di sisinya - Louis akan meninggalkan Lestat - Lestat merubah anak berumur 5 tahun menjadi vampir agar Louis 'terpaksa' merawat anak vampir mereka sehingga mencegahnya untuk pergi - daan seterusnyaa..

Lestat dan Claudia di versi movie

Sedangkan pada edisi graphic ini, karena sudut pandang yang diambil adalah dari Claudia, maka cerita dimulai saat Claudia berubah menjadi vampir. Termasuk pertanyaan dan pergolakan batin Claudia tentang bagaimana ia bisa terjebak sebagai vampir lebih tergambarkan di buku ini.

Sebenarnya ada peraturan tidak tertulis bahwa tidak boleh merubah anak-anak menjadi vampir. Karena menjadi vampir, artinya hampir berhidup abadi. Pertumbuhan pun berjalan sangat sangat lambat. Sehingga bertahun-tahun saat jiwa Claudia tumbuh menjadi dewasa, secara fisik ia terperangkap sebagai anak lima tahun. Dan itu membuat ia sangat marah, terutama kepada Lestat. Karena Lestat lah yang menjadikannya vampir, hanya agar Loius tidak pergi meninggalkan Lestat sendirian, egois!

Untung ada Louis yang selalu sayang sama Claudia


The Review

Buku ini sangat cantik, apalagi bentuknya hard cover. Kalau sampul luarnya dilepas, dalemnya adalah sampul kulit warna merah yang keliatan mewah banget. Kulitas kertas di dalamnya juga bagus, bukan kertas biasa kaya komik, tapi kertas tebal mengkilap. Worthed banget dibeli dengan harga Rp 84.000 di BBW. 



Cover kulit merah saat sampulnya dilepas

Gambar di dalemnya, saya sukaa banget! Claudia digambarkan cantik, imut sekaligus sadis. Rambut keritingnya detail, termasuk dress-nya yang manis. Bercak darahnya saat para vampir memangsa manusia, atau saat berantem kerasa real banget. Warna merahnya bikin merinding..

Saat Claudia marah dengan Lestat

Itu review dari segi kualitas buku ya. Sekarang dari sisi cerita. 
Kalau kamu belum pernah baca buku versi Anne Rice, saya rasa di awal kamu akan agak kebingungan dengan ceritanya. Karena awal buku langsung dihadapkan dengan Claudia, Louis dan Lestat tanpa dijelaskan mereka itu siapa. Namun, kalau untuk menggambarkan perasaan, buku ini dapet banget ngejelasin kondisi Claudia. Karekternya juga dapet banget. Claudia yang dingin, karena sejak kecil sudah diajarkan membunuh oleh Lestat. Lestat yang egois dan menyebalkan, tetapi susah sekali dibenci. Louis yang lembut dan penyayang. Selain itu, love-hate story mereka bertiga itu kegambar banget, gabungan antara manis dan tragis. Huhu..

As much as I hated Lestat, with him we were complete - Claudia.
 
Jadi tentu saja 4 bintang untuk buku ini. 



Spoiler Alert
Karena buku ini dari sudut pandang Claudia, buku ditutup saat Claudia mati. Hidupnya berakhir karena segerombolan vampir jahat memasukan Claudia ke dalam sumur untuk dijemur dan terbakar matahari di siang hari. (Vampir di buku ini tidak bisa keluar di siang hari dan berbahaya kalau sampai terkena sinar mata hari langsung). Tadinya saat membaca buku ini, saya setengah berharap kalau Claudia itu berhasil selamat. Hahahha.. (Karena di buku Interview With Vampire diambil dari sudut pandang Louis, dan ia tidak menyaksikan langsung kematian Claudia). 
Tetapi ternyata sama aja, malah adegan Claudia menjadi abu saat kena matahari lebih detail. Sediiiihhhh...
Di buku ini juga tidak ada adegan saat Louis membalaskan dendam Claudia. Karena kembali lagi, buku ini habis begitu Claudia mati. Yang ada malah kata-kata terkahir Claudia saat matahari mulai berlahan muncul:
I would suffer no longer. My last thougt was of my precious, frail Louis... and how he might carry his own suffering on into eternity - Claudia
Sediiiihhh 😭😭😭

Demikian review buku kali ini, dan saya sebenarnya penasaran dengan buku lain di series ini tapi susaaah banget dapetinnya karena memang tidak diterjemahkan. Buku impornya juga susah ditemukan karena sudah jadul banget. 
Kalau ada yang tahu dimana tempat yang jual, boleh share di komen yaa.. Jangan lupa share juga pendapat kamu tentang buku ini, atau mungkin filmnya kalau kamu udah pernah nonton..


Salam sayang dari Claudia



Wednesday, 9 December 2020

Rama Nugraha, Inspirasi Penulis Fantasi Lokal

 

Halo semuanya!

Pada postingan sebelumnya, saya sudah mereview salah satu fantasi lokal recommended berjudul Si Pencuri (series Tiga Dunia) karya Rama Nugraha. Sekarang saatnya kita ngobrol santai dengan Kak Rama tentang bagaimana proses untuk menelurkan karya ini. Beberapa juga sudah ada yang menitipkan pertanyaan, dan kita akan kupas di postingan di bawah. Terima kasih sudah berpartisipasi yaa.. Semoga postingan ini dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman di sini dan pembaca blog ini.

Baca juga : Si Pencuri, Fantasi Lokal Rasa Terjemahan



Jadi, siapa kah Rama Nugraha?

Rama Nugraha lahir di Jakarta, pada tahun 1987. Putra dari seorang wiraswasta dan guru SMA. Rama lulusan teknik informatika dari INTI College Indonesia. Terakhir bekerja di sebuah perusahaan media online (2012), sebelum memutuskan berhenti untuk menulis karya novel pertamanya, Si Pencuri - Tiga Dunia.

Pemikir, Spiritualis, Penyintas, Pemimpi, Pejuang.

Menurut Kak Rama, lima kata di atas adalah yang paling menggambarkan dirinya. Bagaimana bisa? Perjalan kita sambil ngobrol santai akan menjawabnya..

⭐⭐⭐

Sebelumnya saya mau mengucapkan betapa kagumnya saya karena Kak Rama sangat berkomitmen menyelesaikan buku ini, sampai memutuskan resign dari pekerjaan sebelumnya, apakah itu keputusan yang berat?

Terima kasih untuk Kak Thessa yang sudah menawarkan sesi wawancara ini. 😊

Pada awalnya pasti terasa berat. Karena di tahun 2012 itu aku tidak tahu banyak tentang dunia kepenulisan dan tidak tahu menahu tentang kehidupan penulis. Tapi seiring berjalannya waktu, aku mulai belajar tentang profesi menulis. Keputusan menjadi penulis itu merupakan keputusan terberat yang pernah kujalani. Karena aku mengalami bangkrut dan kehilangan banyak hal, yang tak pernah aku bayangkan akan terjadi. Padahal sebelum itu aku sudah hidup nyaman banget. Gaji besar, kerja di perusahaan terkemuka, dan punya banyak teman.

Tapi di sisi lain, menjadi penulis adalah keputusan terbaik yang pernah aku ambil dalam hidupku. 

Aku tidak pernah menyesal, dan sungguh bersyukur. Bukan sebatas karena pada akhirnya, lima tahun kemudian, Tiga Dunia berhasil terbit. Nikmat tak terhingga yang paling nyata dan memuaskan akibat keputusan besar tersebut adalah karena aku berhasil mempelajari Al-Qur’an, yang menjadi kitab suci dari agama Islam. Seandainya aku tidak terjun menjadi penulis, sudah bisa dipastikan aku tidak akan pernah tahu isi dari Al-Qur’an.

Komitmen itu penting untuk meraih cita-cita, dan aku merasa tidak punya pilihan lain selain berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam pengerjaan Tiga Dunia. Sebab kalau tidak begitu, hasilnya pasti tidak sebaik yang kuharapkan. Meski setelah terbit sekali pun, masih saja ada kekurangan yang harusnya bisa diperbaiki.


Wah salut dengan perjuangannya kak!

 ⭐⭐⭐

Apakah dari dulu Kak Rama sudah bercita-cita menjadi penulis?

Tidak juga. Tapi sejak kuliah memang aku sudah senang menulis. Imajinasi dan ide itu selalu berkeliaran di benakku. Untuk Tiga Dunia, itu selalu muncul dan rasanya menghantui sekali kalau tidak dituliskan.

⭐⭐⭐

Namun sebelum mulai lebih jauh, ada yang hal ingin yang membuat saya penasaran, termasuk juga oleh Mba Gina. Apa inspirasi terkuat Mas Rama dalam menulis perjalanan kisah Datan di buku Si Pencuri ini?

Sebelumnya, izin sedikit berbicara tentang Datan untuk yang belum kenal, yah:

Datan menganut ideologi “Hidup Hanya Sekali”. Dia seorang atheis yang tidak percaya Tuhan atau dewa-dewa. Dia justru mencela mereka. Pola pikir seperti itu membuatnya selalu mementingkan kepuasan pribadi di atas orang lain. Dia takut mati, dan tak pernah ingin berjuang untuk orang lain kecuali dirinya sendiri. Datan hidup dengan mencontoh perilaku masyarakat di sekitarnya.

Bahwa sebenarnya, orang sering kali hanya mementingkan diri sendiri dari pada rela berkorban dan berjuang untuk menyelamatkan orang lain. Datan seorang self-sentris yang berusaha jujur terhadap dirinya sendiri. Jadi ucapan orang itu tidak selalu dia pedulikan. Dia juga tidak memahami empati, karena dia tidak pernah mengalami kesulitan dalam hidup. Hidupnya aman dan nyaman serta dipuji banyak orang sejak kecil. Tamparan besar dalam hidupnya terjadi ketika si **** tewas di hadapannya. Di situlah akal pikirannya mulai terbuka.

Karakter Datan aku bangun saat berkaca pada diriku dahulu, dan kebanyakan orang yang tampaknya lalai untuk mencari tahu, “Siapa itu Tuhan?” Ini ada hubungannya dengan proses pencarian Iman kepada Tuhan. Ternyata mengenal Tuhan berbeda dengan belajar Agama. Bahwa Iman kepada Tuhan itu tidak bisa diwariskan atau didoktrinkan. Iman kepada Tuhan adalah perjalanan sakral yang hanya bisa dilakukan sendiri atau berdua. Rencana ke depannya, Datan akan melalui perjalanan itu.

Nah, pengalaman dan pembelajaranku itulah yang menjadi inspirasi untuk karakter Datan.

 ⭐⭐⭐

Lanjut ke pertanyaan dari Mba Tika yang juga seorang book blogger, adakah buku atau penulis yang menjadi inspirasi buat menulis buku ini?

Kehidupan masyarakat Indonesia, atau pun orang-orang di sekitar selalu menjadi inspirasi yang layak bagiku. Al-Qur’an turut memberi dampak sih dalam penulisan Tiga Dunia, terutama untuk ideologi monoteisme dan El Essa. Sisanya, seperti teknis kepenulisan, masih berkiblat ke Barat sih, seperti ke J.R.R Tolkien dan J.K Rowling.


Ternyata buku favorit saya, Harry Potter, juga menjadi salah satu inspirasi Kak Rama

⭐⭐⭐

Setelah mendapatkan inspirasi, pasti butuh waktu untuk Mas rama menyelesaikan buku sedetail ini. Nah ini ada pertanyaan dari peri imut Lia, berapa lama sebenarnya waktu yang Mas Rama butuhkan sejak mulai dari Bab 1, sampai akhirnya menyelesaikan sampai terakhir?

Selesai draftnya sih cepat, 6 bulan selesai. Tapi editing dan penulisan ulang itu yang memakan waktu. Selesai ditulis, aku baca lagi, dan masih jauh dibandingkan kualitas buku fantasi terjemahan yang ada di tanganku ketika itu, maka aku putuskan tulis ulang. Sekitar di tahun ke 3 penulisan, judulnya aku ubah menjadi Tiga Dunia. Sebelum itu, judulnya nggak banget.

Setiap kali mendapatkan penolakan dari penerbit, juga hampir dipastikan aku melakukan penulisan ulang. Kadang penulisan ulang minor, tak jarang pula merombak hampir keseluruhan cerita. Proses belajar menulis banyak aku dapatkan ketika aku menulis ulang ini. 

Total waktu yang dibutuhkan (untuk menyelesaikan Si Pencuri) adalah 4-5 tahun. 

Yang tak kalah rumit dan makan waktu itu adalah membuat outline untuk dunianya. Rasanya aku bisa bikin buku sendiri untuk outlinenya.

⭐⭐⭐

Malah kabarnya sempat ada dua versi buku ini ya Mas? Yang sampul hitam itu versi yang mana ya?

Hahaha.. iya, itu versi yang belum resmi. Uncut edition deh istilahnya, ya. Itu cetak sendiri pula, waktu masih menulis di Storial.co. Yang resmi terbit mayor hanya yang diterbitkan oleh Histeria.

 ⭐⭐⭐

Setelah menyelesaikan naskah cerita ini, bagaimana lika liku Kak Rama dalam mencari penerbit? Karena setahu saya, penerbit lokal sangat-sangat selektif dalam menerbitkan karya fantasi lokal. Mereka lebih banyak memilih karya-karya romance atau pengembangan diri.

Pencarian penerbit tidak terlalu sulit, karena aku bisa mencari melalui Google atau pun lihat belakang cover buku di toko buku. Yang menantang adalah menemukan penerbit yang bersedia menerbitkan Tiga Dunia. Ada 2 kendala yang aku hadapi. Pertama, Tiga Dunia adalah karya fantasi. Kedua, Tiga Dunia adalah fantasi berseri.

Sudah bisa ditebak, kan. Aku berhasil mengoleksi email penolakan. Hahaha…

Penerbit di Jakarta hampir semua yang kira-kira menerima naskah fantasi, menolak. Penolakan ini berkelanjutan selama beberapa tahun. Sampai akhirnya aku berangkat ke Yogyakarta karena mendapatkan firasat untuk pindah ke sana. Aku melamar pekerjaan sebagai penulis novel lepas di Yogyakarta, dan bab awal Tiga Dunia-lah yang kukirimkan sebagai contoh tulisanku.

Lalu, tanpa disangka mereka bersedia menerbitkan Tiga Dunia.


Pasti rasanya senang sekali saat ada penerbit mayor yang menerima ya, Kak Rama πŸ˜†

Betul sekali. Aku pikir penerbit bukan hanya selektif, tapi memang dihantui kekhawatiran. Penerbit sering terkesan membanggakan fantasi luar, dari pada fantasi dalam negeri. Kalau bicara objektif, ini fenomena pahit yang wajar sebenarnya. Karena pembaca kita pun sudah kecanduan karya fantasi luar, dan kerap skeptis terhadap karya fantasi lokal. Kita kan bukan tipe masyarakat yang Cinta Produksi Dalam Negeri. Tidak hanya itu, Penerbit kan harus memikirkan untung rugi dalam proses penerbitan suatu karya tulis. Lumrah kalau pun mereka memikirkan peluang profit yang dihasilkan ketika ingin menerbitkan buku fantasi lokal.

Wah! Perjuangan yang tidak mudah ya, Kak. Aku sekarang mengerti mengapa Kak Rama menganggap diri Kak Rama sebagai pejuang. Tidak sedikit orang yang akan berhenti jika memperoleh berbagai penolakan, namun Kak Rama tidak pernah berhenti memperjuangkan cita-citanya.

⭐⭐⭐

Saat membaca buku ini, saya dikasi tahu Mas Rama ternyata juga ada versi terjemahan buku ini yang bisa dinikmati di Amazon dengan judul The Thief. Luar biasa! Setau saya tidak banyak penulis-penulis lokal bisa sampai bukunya diterjemahkan. Pertanyaan dari Mas Dodo, bagaimana prosesnya sampai buku ini diterjemahkan Mas? Termasuk bagaimana proses terjemahannya sampai bisa diterjemahkan?

Oh ya, terkait Amazon. Amazon sebenarnya sama seperti Nulis Buku kalau di Indonesia. Mereka platform self-publish. Jadi, siapa pun yang memiliki karya tulis berbahasa Inggris, bisa menerbitkannya langsung di Amazon. Mudah kok. Kayak daftar Wattpad aja.

Nah, untuk Tiga Dunia, sebenarnya sejak awal menulis sudah diniatkan untuk dilempar ke market US & Eropa. Ini salah satu sebab kenapa pembentukan dunia dalam Tiga Dunia bisa ditulis sedemikian detail. Waktu itu setahun setelah terbit, dan tampaknya belum ada peluang untuk Tiga Dunia di market Indonesia. Ketika itulah aku justru memutuskan memakai jasa translator untuk menerjemahkan Tiga Dunia. Dengan biaya sendiri.

Proses terjemahnya memakan waktu 3 bulan. Aku yang jadi proofreader-nya. Translator-ku, Nur Amalina, benar-benar membantu dan bisa mengerjakan dengan baik banget, setidaknya dari kacamataku. Karena hasil terjemahannya justru terasa lebih bagus dibanding versi Bahasa-nya. Baru selesai diterjemahkan, aku coba self-publish di Amazon. Terbit di Amazon itu bukan sesuatu yang luar biasa sebenarnya. Mendapatkan agen literasi, baru menarik. Sampai sekarang aku masih coba mencari agen untuk di US & UK. Dan, sejujurnya masih ada berbagai serangkaian proses bagiku untuk bisa berhasil mewujudkan impian yang tidak masuk akal ini. 

Aku yakin, insyaAllah, Tiga Dunia mampu terbit di market Internasional dan bersaing dengan karya fantasi luar negeri. Hanya saja aku perlu lebih bersabar dan tetap istiqomah.

Terima kasih atas informasinya, Kak Rama. Ini adalah informasi baru bagi saya, dan saya yakin juga bagi banyak pembaca blog ini. Amazon ternyata dapat menjadi salah satu jalan agar karya kita dapat dinikmati oleh orang lain dari berbagai belahan dunia, ya.

⭐⭐⭐

Ngobrol santai ini makin menarik saja. Selanjutnya,  pertanyaan dari Mba Ghina. Apa pengalaman tersusah dalam proses menyelesaikan cerita ini? Sama saya penasaran, apakah Kak Rama saat menulis sempat mengalami writer's block?

Membangun originalitas adalah bagian tersulit, kemudian ideologi dan identitas para tokoh, yang berlanjut ke pembentukan karakter. Ketika itu, aku sempat kebingungan dalam menentukan budaya dan ideologi. Karena aku merasa ada yang hilang dan tidak sesuai, seandainya aku ambil dari budaya Indonesia. Gambaran karakter orang Indonesia seperti kurang cocok untuk menjadi pahlawan, hihihi…Makanya aku ambil sesuatu yang bersifat universal dan ada pada diri manusia.

Terdapat 4 ras yang aku bangun dalam Tiga Dunia. Ringkasnya seperti ini mereka:

  1. Marra: Mereka yang menjunjung ilmu pengetahuan dan menggenggam dunia.
  2. Urgut: Mereka yang pandai berdagang, gila harta dan perempuan.
  3. Haedin: Kaum yang menyembah Tuhan, berbakat sihir. Tapi selalu tertindas dan tidak punya daya juang.
  4. Ingra: Keturunan langka. Pemberontak yang tidak bergantung pada materi, yang selalu mencari arti dan tujuan hidup.

Writer’s block pasti ada. Kadang aku jalan kaki sendirian untuk mengatasi ini. Baca buku, atau ya kerjain sesuatu di luar menulis. Power nap juga bisa membantu loh.

⭐⭐⭐

Wah jadi tidak sabar membaca karya Kak Rama berikutnya. Jadi kita-kira kapan kita bisa menikmati buku baru dari Kak Rama nih?

Tiga Dunia ke - II sudah selesai ditulis. Selain itu, ada juga buku non-fiksi yang kutulis: Ajaran Islam Yang Terlupakan. insyaAllah kedua buku ini bisa terbit tahun depan, ya. :)


So excited for your next book!

⭐⭐⭐

Terima kasih atas sharingnya ya Mas. Sukses untuk buku keduanya. Memang menerbitkan karya bukanlah sesuatu yang mudah dan penuh perjuangan. Adakah pesan yang ingin Kak Rama sampaikan kepada para pembaca blog ini? Karena setahu saya, banyak dari mereka memang sangat menikmati membaca buku, bahkan diantaranya bahkan berproses untuk menghasilkan karya tulisan juga..

Kalau kamu blogger dan pembaca, saranku, perbanyaklah angkat karya penulis dalam negeri. 

Karena kami membutuhkanmu. Ketika kita terlalu memuja produk asing, hingga lalai membangun produk sendiri untuk mampu bersaing dengan produk asing. Tinggal masalah waktu saja kita ketergantungan sama asing, dan kembali ditindas sama asing.

Kalau kamu penulis, tulislah sesuatu yang autentik, yang hanya kamu seorang yang bisa menuliskannya. 

Menulis adalah berproses, terkadang, bukan karya yang berhasil terbit yang paling penting bagi kita kelak. Melainkan diri kita yang akhirnya tercipta setelah melalui proses panjang dalam membuat karya tersebut. 

Coba juga menulis dengan cinta dan kesungguhan, serta kejujuran dalam diri. Karena aku banyak bertemu penulis muda yang bahkan tidak menghargai karya tulisnya sendiri. Indonesia kekurangan karya yang otentik dan menggebrak saat ini. Di dunia internasional, citra penulis Indonesia masih tenggelam, karena sedikitnya penulis Indonesia yang merambah dunia luar. Padahal, sedikit banyak, citra intelektual suatu bangsa, bisa terlihat dari kualitas buku atau pun penulis-penulis yang dihasilkannya.

 ⭐⭐⭐

Demikian ngobrol singkat kali ini. Semoga banyak teman yang bisa mendapat inspirasi dengan pengalaman Kak Rama dalam berkarya. Saya sendiri sangat terinspirasi tentang perjuangan Kak Rama, dan tentang pengingat dari Kak Rama bagaimana kita juga ikut andil besar dalam mensukseskan karya-karya lokal. Karena kalau bukan kita, siapa lagi?


Kemudian saya menatap rak buku yang banyaknya isi buku terjemahan πŸ˜†πŸ˜† 
Harus makin memperbanyak baca buku karya penulis dalam negri nih..

Oiya, salam terima kasih dari Kak Rama atas antusias dan pertanyaan teman-teman di postingan sebelumnya. Kalau ada yang ingin ditanyakan, penulis dapat di colek di instagrammnya di @rama.snugraha atau email di rama.snugraha@gmail.com

Sampai jumpa di postingan berlabel author berikutnya. Akan ada wawancara seru lainnya dari penulis-penulis lokal. Siapa tau penulis favorit kamu akan muncul di sini