Tuesday, 7 August 2018

Tuesday, 31 July 2018

Best Husband by Sa_mazidd

Best Husband, kenapa saya memutuskan membeli buku ini? Jadi saya sebenarnya sudah agak lama penasaran dengan buku-buku jebolan wattpad. Ini sebenarnya diluar zona nyaman bacaan saya, tapi namanya juga penasaran. 😁 Perdana dulu pernah saya membaca novel Putih karya Itsfiyawan. Genrenya thriller, menurut saya lumayan lah, not bad buat thriller lokal. Sekarang saya beralih ke genre romance, dengan harapan akan dapat cerita yang oke. Secara kan penulis Indonesia memang jago2 di genre ini. Dengan berbekal tulisan pada covernya "Telah dibaca lebih dari 1,6 juta kali di Wattpad", saya beli buku ini di akhir tahun lalu.

Setelah berususah payah menyelesaikan ceritanya, saya sekarang akan buka-bukaan terhadap isi buku ini. Jadi kalau yang tidak berminat dengan spoiler, lebih baik sudahi membaca sampai di sini saja.

 
Poin yang sangat mengganggu saya dari novel ini adalah betapa tidak masuk akalnya beberapa hal dalam cerita ini.

Yaa kurang lebih ga masuk akalnya gini 


Kan ini fiksi, wajar donk ga masuk akal?
Ya tetap aja menurut saya semuanya harus bisa dijelaskan dengan akal sehat.

Apa saja yang tidak masuk akal? Mulai dari alasan Reyhan dan Sesil menikah. Kalau alasan Reyhan saya ga masalah, I do believe in cliche thing like fall in love in the first sight. Tapi alasan Sesil yang mengganjal di hati saya. Sesil tidak kenal Reyhan (baru ketemu 2 kali dan itupun diisi dg berantem) tapi mau saja diajak menikah dengan alasan karena kakek Reyhan yang sekarat mau cucunya menikahi Koki. Sesil padahal bukan pada kondisi "ngebet kawin" loh karena dia punya pacar yang hubungannya baik2 saja. Yaaa kalau mau dibuat nikah, mungkin bisa lah sebelumnya Sesil dibuat kecewa dengan hubungannya yang sebelumnya jadi membuat dia 'buta' dengan cinta orang baru. Atau alasan apalah gitu alasan yg agak kuat. Atau nikahnya bisa dibuat pura2 dengan imbalan apalah. Pokoknya yang masuk ke nalar lah.
Abis nikah Sesil langsung mau lagi diajak tinggal bareng dengan orang asing itu. Ada ya orang kayak gitu? Hehehe.. Kalau mau nikah kontrak boongan, ngapain tinggal bareng. Apalagi kan kakeknya Reyhan juga udah meninggal. (Yang mana tdk diceritakan sedih2nya Reyhan, pemakamannya dll, cerita langsung loncat ke kehidupan rumah tangga Reyhan dan Sesil. Ayoloh, katanya sayang kakek, kok ga berasa sayangnya diceritanya? 😁).
Sesil yang diceritakan adalah seorang koki dan memasak adalah passionnya, tapi abis itu ia mau disuruh berenti ngurusin restorannya dan jadi sekretaris Reyhan aja. Kok berasa jadi ga berkepribadian yaa? 😆 Pake mesra2an di rapat lagi, ada ya CEO kaya gitu? Ada kali ya, saya aja yg ga pernah ketemu yaa.. hahha.. Padahal di kerjaan saya selama ini saya berhubungan baik dengan banyak CEO perusahaan, dari yang muda sampe yang tua, berkali2 saya bayangkan tetap aja tidak masuk akal flirting2 lagi meeting gitu. Setau saya, semakin tinggi posisi seseorang, semakin mereka mencoba keep personal thing personal. Tapi mungkin ceritanya Reyhan emank gitu ga masalah sih sebenarnya, saya aja yang ga bisa bayanginnya.

Saya jarang sebenarnya mengomentari buku seperti ini. Tapi saya selama ini membaca buku2 dengan karakter yang kuat dan jelas, jadi membaca ini membuat saya greget kalau tidak menyampaikan, siapa tau bisa menjadi masukan untuk penulisnya. Seluruh karakternya seperti setipe, walau sudah paruh baya tapi mereka semua bertingkah seperti abg seumuran SMA. Labil dan tidak rasional. Apa2 dikit2 nangis. Sedih nangis (yaiyalah 😅), diancam orang kalau suaminya akan dibunuh malah nangis aja n ga bilang apa2. Lapor polisi kek, suruh suaminya berjaga2 kek sewa body guard atau apalah kan katanya miliader. Trus ada juga temen Sesil yang ketauan dibohongi oleh mantam Sesil, abis itu nangis juga. Marah kek, pengen nonjok kek. Huaa saya yang greget jadinya. Hahha.. Padahal pasti akan lebih kaya kalau penulis mengisi karakter dengan berbagai emosi, mungkin seperti "marah atau tidak bisa berkata-kata karena saking emosinya atau ketakutan sampai tidak bisa tidur atau banyak perasaan lainnya" Bukan hanya kalau meminjam istilah penulis "cairan bening menetes dari matanya" yang diulang2 terlalu sering pada karakter wanita baik pria.

Sekian tulisan kali ini. Tulisan ini dibuat tanpa bermaksud menjatuhkan pihak manapun. Hanya pandangan jujur tentang cerita yang saya baca. So, keep writing Sa_mazidd. I am not here to judge, I know finish and publish a book is a big thing, and you nailed it. Congratulation! I hope your next book will much better..

Judul: Best Husband
Penulis: Sa_mazidd
Tebal: 368 halaman
ISBN : 978-602-5713-02-6
Penerbit Nauli Media

Wednesday, 25 July 2018

Friday, 20 July 2018

(Blogtour dan Giveaway) Follow Me Back oleh Penerbit Spring


Blurb

 Dunia Tessa Hart terasa sangat sempit. Dia terkurung di dalam kamar karena agorafobia yang diidapnya. Satu-satunya pelariannya adalah dengan memasuki dunia fandom online penyanyi pop yang sedang naik daun, Eric Thorn. Ketika Eric menyapa para fansnya lewat Twitter, rasanya seperti cowok itu berbicara langsung kepadanya.

Eric Thorn takut pada penggemarnya yang obsesif. Mereka memujanya dengan cara berlebihan. Belum lagi tim publisisnya yang tidak berhenti menulis tweet dengan akunnya untuk menyemangati khayalan mereka. Benar-benar tidak membantu. 

Ketika temannya yang sesama penyanyi pop dibunuh seorang penggemar, Eric tahu dia harus melakukan sesuatu untuk menghancurkan citra dirinya di online. Contohnya, menjatuhkan salah satu pengikut besarnya di Twitter. Sayangnya rencana Eric untuk mengganggu @TessaHeartsEric berubah menjadi hubungan online yang lebih dalam daripada yang pernah dia bayangkan. Dan ketika hubungan mereka semakin dekat, sesuatu yang tidak disangka-sangka mengejutkan mereka semua!


Tessa Hart seharusnya mulai kuliah tahun ini. Akan tetapi sesuatu yang buruk terjadi padanya saat mengikuti sekolah musim panas, meninggalkan trauma mendalam di kehidupan Tessa. Sejak saat itu berbulan-bulan lamanya Tessa sama sekali tidak berani keluar rumah, bahkan untuk kamarnya sendiri dia ketakutan. Tessa terkukung dalam agarofobia yang dideritanya, ketakutan untuk berada di tempat keramaian. Interaksi nyata yang dilakukan Tessa sejak kejadian itu hanya dengan ibunya, terapis dan pacarnya Scott. Selain itu, interaksi yang dilakukan Tessa adalah melalui dunia maya. Melalui twitter dia menjadi @tessaheartseric, seseorang yang sangat mengagumi pop star muda yang sedang naik daun, Erict Thorn. Melalui cerita fandomnya dengan tagar #terobsesiEricThorn, postingan Tessa menjadi viral dan followernya bertambah dengan cepat.

Eric Thorn, seorang pop star yang masih berumur 18 tahun. Memulai karirnya sebagai youtuber selama 2 tahun sebelum akhirnya berhasil terkenal dan rekaman. Namun ternyata gemerlap dunia artis bukanlah seindah harapan Eric. Ia terjebak oleh rutinitas ketat yang diatur oleh label rekamannya. Semua diperparah saat mencuat berita, seorang artis bernama Dorian dibunuh oleh penggemarnya. Mau tak mau Eric menjadi mempunyai ketakutan berlebih terhadap penggemarrnya, apalagi meliat #terobsesiericthorn selalu menjadi trending topic di twitter. Akhirnya Eric mulai memikirkan cara untuk mengancurkan citranya di mata penggemar karena dia tidak mau berakhir tidak bernyata seperti Dorian.

Kehidupan Tessa bersinggungan dengan Eric saat Eric mulai membuat akun twitter palsu. Awalnya akun palsu tersebut akan digunakan Eric untuk menjatuhkan pamornya di twitter, sekaligus untuk melawan fans2nya. Tapi emank dasarnya Eric anak baik sih ya, jadi walau awal2nya Taylor (nama pada akun palsunya) ini melontarkan kata-kata kejam, ujung2ny Taylor malah minta maaf ke Tessa. Ternyata yang dibutuhkan Eric sebenarnya cuma teman bicara dari hati ke hati.

Setiap orang yang kau temui memiliki pertarungan yang tidak kau ketahui di dalam diri mereka. Bersikaplah baik. Selalu. Hal-81

Penasaran, itulah yang paling berkesan bagi saya saat membaca buku ini. Cerita bergulir tentang pergumulan Tessa dengan psikisnya, tanpa diberikan klu penyebabnya. Awalnya alur cerita terasa agak lambat. Tetapi alur juga dibuat maju mundur antara cerita Tessa, Eric dan transkip intograsi polisi saat mewawancara Tessa dan Eric secara bergantian. Membuat kita bertanya-tanya, kejadian apa yang membuat mereka harus berurusan dengan polisi. Semakin akhir banyak pertanyaan mulai terjawab, dan saya suka dengan penjelasan yang diberikan. Namun bab terakhir meninggalkan kembali tanda tanya besar, bener-bener twisted dan question ending yang tidak terduga. Baru ngeh ternyata ini buku pertama dari 2 buku pas beres baca. Hahaha.. Sukses akhirnya membuat saya menyalakan kembali kindle setelah berbulan-bulan terlupakan, saking penasarannya dengan kelanjutan ceritanya. Akhirnya saya langsung purchase buku ke 2 Tell Me No Lies di kindle ebook amazon. (Next akan saya review disini kalau udah beres baca).

Ngomong2 tentang karakternya, saya kasiaaann banget sebenarnya dengan kondisi mereka, jadi bawaannya baper pas baca. Huhu.. Tessa mengalami trauma, tetapi tidak memiliki orang yang benar2 perhatian dengannya. Saya greget kok ga ada temen yang perhatian sama dia, ibunya juga malah menganggap dia sebagai beban (penjelasan kenapanya ternyata baru ada di buku ke2). Greget sama pengarangnya juga, kok ga ada temen sekali buat Tessa saat ia struggle dengan kondisinya. Eric juga, tidak memiliki privasi dan apapun yang dia lakukan harus sesuai dengan keinginan label rekaman, membuatnya tidak bisa menjadi diri sendiri. Wajar kalau akhirnya mereka melarikan diri di dunia maya. Sebenarnya mungkin ini bisa menjadi isu di era sosmed saat ini. Banyak yang memiliki follower jutaan di dunia maya tapi sebenarnya merasa kesepian di dunia nyata.. jadi jangan lupa bahagia ya guys, mau lewat online atau offline yang penting happy..
Mau makin happy? Nah Penerbit Spring mau bagi-bagi buku ini gratis.. Caranya gampang, tinggal ikutin cara di bawah ini yaa :

1. Like fanpage Penerbit Spring, Follow akun Twitter @PenerbitSpring 
2. Follow akun Instagram @PenerbitSpring dan akun Instagram @thessalivia
3. Share postingan ini melalui sosial media kamu. Jngan lupa mention @PenerbitSpring dan @thessalivia (jika via Twitter dan Instagram), atau tagPenerbit Spring (jika via Facebook)
4. Jawab pertanyaan ini :
Fobia apa yang dialami Tessa setelah mengikuti sekolah musim panas?
5. Simpan jawaban dari pertanyaan setiap host (untuk tautan blog dapat dilihat di banner)
6. Di akhir blogtour, akan diadakangiveaway di fanpage Penerbit Springpada tanggal 22 Juli 2018 dan jawaban atas pertanyaan yang sudah dikumpulkan dari semua host blogtour akan menjadi kunci penentu untuk mendapatkan novel ‘Follow Me Back’.
7. Pengumuman pemenang akan dilakukan segera setelah giveaway berakhir di fanpage Penerbit Spring.


Oiya lupa ngasih bintang, karena ceritanya bikin penasaran ga bisa berenti baca, covernya juga keren banget, jadi 4 bintang buat buku Follow Me Back.



Judul               : FOLLOW ME BACK 
Penulis             : A.V Geiger
Penerjemah      : Lisa Mahardika
Halaman          : 340 halaman, 20 cm
Tahun Terbit    : Mei 2018 
ISBN               : 978-602-6682-20-8 
Penerbit           : Spring 

Sunday, 15 July 2018

The Storied Life of A.J. Fikry by Gabrielle Zevin


Blurb
Hidup A.J. Fikry jauh dari yang diharapkannya. Istrinya meninggal, penjualan di toko bukunya merosot tajam, dan hartanya yang paling berharga, koleksi puisi Poe yang langka, baru saja hilang dicuri. Pelan tapi pasti, A.J. menjauhkan diri dari semua orang di Pulau Alice. Bahkan ia tak lagi menemukan kegembiraan dari buku-buku di tokonya. Ia malah menganggap buku-buku itu sekadar penanda bahwa dunia telah berubah begitu cepat. Tetapi kemudian sebuah paket misterius muncul di tokonya. Paket itu kecil, meski bobotnya lumayan. Kemunculannya memberi A.J. kesempatan untuk membuat hidupnya lebih baik dan melihat semua hal dengan perspektif berbeda. Tak butuh waktu lama bagi orang-orang di sekitar A.J. untuk menyadari perubahan dalam dirinya. Ia tak lagi pahit, buku kembali menjadi dunianya, dan semua hal berubah menjadi sesuatu yang tak ia duga akan terjadi dalam hidupnya.

 A.J. Fikry seperti yang diceritakan pada Blurb, mengalami masa2 sulit dalam hidupnya. Istrinya meninggal dunia, bisnis toko bukunya menjadi lebih seperti rutinitas yang membosankan dan tidak lagi sesuatu yang menyenangkan seperti yang dia rasakan saat bersama istrinya dulu. A.J jadi sering mabuk2an ketika malam setelah menutup tokonya, sampai suatu saat di malam A.J pengar, seseorang masuk ke rumahnya dan mengambil buku A.J yang paling mahal, buku Edgar Allan Poe yang pertama. Buku itu harusnya menjadi investasi A.J., menjadi jalan keluarnya saat ingin pensiun karena harga buku itu jaauuhh melebihi dari harga seluruh buku di toko buku A.J apabila ditotal. Saat A.J. semakin putus asa, ia menerima sebuah paket, yang tidak dijelaskan di blurb.

Berhubung buku ini sudah lama sekali masuk dalam buku yang akan segera saya baca, jadi saya menghindari membaca review2 karena spoiler. Jadi saya cukup kaget saat tau ternyata paket itu adalah Bayi, iya seorang Bayi perempuan yang lucu bernama Maya.

Pelan tapi pasti hidup A.J berubah setelah Maya masuk ke kehidupannya. A.J yang dikenal sebagai seorang pemilik toko buku penggerutu, menjadi lebih hangat ke orang2. A.J pun membuka diri untuk memulai pertemanan salah satunya dengan polisi yang membantunya menangani kasus pencuriannya, dan kasus Maya yang ditinggalkan orang tuanya. A.J juga mulai membuka diri dengan seorang wanita dari penerbit buku yang menawarkan buku2 untuk dijual di toko A.J.

Kisah diceritakan manis tanpa konflik yang meledak2. Ini hanya cerita seorang laki2 yang berubah menjadi lebih baik. Laki2 yang dihari pertamanya menemukan bayi harus mencari apa makanan bayi di google, kemudian menjadi seorang ayah yang sayang disayangi anak angkatnya dan orang2 di sekitarnya. Cerita juga dipermanis dengan latar tempat toko buku di sebuah pulau bernama Alice, dimana penduduknya saling mengenal satu sama lain karena populasinya tidak terlalu banyak. Saking terpencilnya, tempat ini hanya bisa dicapai dengan kapal yang tidak ada setiap saat. Toko buku A.J yang didirikannya bersama mendiang istrinya adalah satu2nya toko buku yang berada di Pulau Alice. Cerita mengalir dari sejak Maya lahir sampai A.J tua, dan ditutup dengan akhir yang sangat memuaskan saya sebagai pembaca. 

Sebuah tempat kurang sempurna tanpa toko buku. (hlm. 212)

Bagi pembaca yang suka cerita drama, buku ini sangat pantas menjadi bahan bacaan. Saya pribadi memberi buku ini 4 bintang karena saya suka sekali dengan perkembangan karakter A.J yang dibangun di buku ini, saya juga sangat suka begitu banyaknya hal yang berubah pada orang2 di sekitar A.J dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Semua diceritakan mengalir dan tidak terburu2. Memberikan harapan kepada kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk jatuh cinta dan bahagia.

Kita membaca untuk mengetahui kita tidak sendirian. Kita membaca karena kita sendirian. Kita membaca dan kita tidak sendirian. Kita tidak sendirian. (hlm. 263)

 Judul : The Storied Life of A.J. Fikry --- Kisah Hidup A.J. Fikry
Penulis : Gabrielle Zevin 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 280 Halaman
ISBN : 9786020375916



Sunday, 1 July 2018

Novel Nikah Muda

Nikah Muda, apa yang mucul di pikiran teman-teman kalau mendengar kata-kata ini? Kirana sama sekali tidak menduga kalau Ayah menyarankan menyuruh ia untuk menikah di usianya yang baru 16 tahun. Kira-kira apakah Kirana akan menuruti kemauan Ayah? Bukankah selama ini Kirana selalu menjadi anak penurut, mungkinkah kali ini saja ia ingin melakukan apa yang ia inginkan?


Blurb 


Ketika Kirana dihadapkan pada pilihan antara kekasih yang dicintainya atau membahagiakan Ayah di saat-saat terakhirnya.
Kirana, 16 tahun. Ia kira hidupnya berjalan cukup baik untuk seorang anak yang telah kehilangan Ibu. Kirana memiliki Ayah yang sangat menyayanginya, pacar yang keren, sekolah yang berjalan cukup baik, dan tentu saja hobi baletnya. Tetapi hidup Kirana tiba-tiba jungkir balik saat Ayah didiagnosis kanker usus, ditambah dengan rencana Ayah untuk menjodohkannya dengan orang yang sama sekali tidak dikenalinya.
Keno, 16 tahun. Seorang anak urakan yang tanpa perlu belajar, selalu bisa memperoleh nilai tinggi di kelas. Dia akan melakukan apa pun untuk dapat menyenangkan hati cinta pertamanya, Kirana.
Aji, 26 tahun. Sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya sebagai analis bank. Sampai suatu hari dia diberi tanggung jawab untuk menjaga seorang anak atasannya, yang ternyata malah membuat Aji jatuh cinta pada pandangan pertama.





Saturday, 26 May 2018

Cast of To The Boys I've Loved Before

Abis beres baca buku terakhir dari seri ini, iseng browsing2 ternyata buku ini sedang dibikin movie dan akan tanyang Agustus 2018. 

Penasaran sama yang meraninnya? Yuk kita intip beberapa orang pemerannya..

1. Lana Condor as Lara Jean Song Covey
Asian, tapi 100% Vietnam. Ga ada half Korea, half Amerikanya. Okay for me, tapi kayaknya banyak orang-orang Asia lain agak setuju. Ga secantik bayangan saya tentang Lara Jean (karena di buku digambarkan Lara Jean adalah yang paling cantik n manis di keluarganya), but again, I'm okay with her. Yang penasaran pernah liat dimana, dia sebelumnya di film X-men

2. Noah Centenio as Peter Kavinsky
Cakep, ganteng, sesuai dengan gambaran buku tentang anak ganteng populer..

3. Israel Broussard as Josh Sanderson
Pacarnya Margot yang nerima surat cinta Lara Jean trus kemudian jadi galau. Cakep juga, tapi kok berasa lebih keliatan muda dari Peter ya?

4. Jannel Parish as Margot Covey
Bukan keturunan Korea juga. Ketuaan buat anak yang baru lulus SMA n masuk kuliah. Tapi okay lah.. 

So, what do you think about the cast? 



Baca juga 




Thursday, 24 May 2018

Saturday, 12 May 2018

Always and Forever, Lara Jean by Jenny Han


Bagi yang mengikuti buku "To All the boys I've loved before" dan "P.S. i Still Loved You" pasti sudah akrab sekali dengan karakter Lara Jean. Dan setelah setahun buku ke 3 nya terbit, "Always and Forever, Lara Jean" saya berkesempatan juga untuk membacanya. 

Bagi yang belum mengikuti dari buku pertama, saya akan menceritakan sedikit tentang Lara Jean. Lara Jean awalnya adalah anak SMA yang 'biasa saja'. Dia bukan anak populer dengan teman yang banyak, tapi bukan nerd juga. Lara Jean merupakan anak ke-2 dari keluarga Song Covey dan ibunya yang keturunan Korea telah lama meninggal. Lara Jean hidup bersama ayahnya yang dokter, kakak yang baru masuk kuliah Margot dan adik bungsunya Kitty yang masih SD. So, Lara Jean just a simple family girl who loves to cook in her spare time, and definetly not a party girl. 


Pada buku pertama, Hidup SMA Lara Jean yang datar-datar saja tiba-tiba jungkir karena surat-surat yang pernah ditulis Lara Jean kepada beberapa cowok yang pernah disukainya tidak sengaja terkirim. Surat kepada pacar kakaknya, cowok paling populer di sekolah dan teman masa kecil Lara Jean. Padahal surat-surat itu sudah ditulis Lara Jean sudah lama dan ia sudah hampir tidak lagi memiliki rasa kepada mereka seperti dulu. 

Pada buku kedua, menceritakan kisah cinta Lara Jean dengan Peter. Peter, salah satu yang menerima surat Lara Jean di buku pertama, cowok populer di sekolahnya, punya banyak teman dan atlet lacrosse. Peter dan Lara Jean sepakat pura-pura berpacaran. Kebayang kan, anak biasa saja tiba-tiba pacaran dengan anak populer di sekolah. Di tambah lagi dengan karakter Peter yang sweet dan perhatian. Akhirnya bisa ditebak, pacaran yang awalnya settingan akhirnya malah jadi serius..


Pada buku terakhir pada seri ini, menceritakan perjalanan akhir tahun Lara Jean. Bagaimana Lara Jean memanfaatkan sisa waktunya di rumah sebelum pindah ke universitas, termasuk memaksimalkan waktu bersama Peter sebagai anak SMA. Cerita dibumbui juga dengan hubungan romansa Ayah Lara Jean dengan tetangga mereka. Dibandingkan dengan buku ke 1 dan ke 2, buku terkahir ini terasa agak datar buat saya. Beberapa kali saya tidak sabar agar disuguhkan konflik yang agak klimaks, tapi relatif tidak ada hal yang tidak terduga yang terjadi. Konflik utama berpusat pada Lara Jean dalam mencari dan berusaha masuk ke universitas yang diinginkannya. Hubungannya dengan Peter juga diuji saat Lara Jean selalu teringat dengan pesan ibunya dulu "Jangan jadi gadis yang pergi kuliah meninggalkan pacar"

What I like about this book? Buku ini menyajikan kasih sayang yang terasa nyata. Bukan hanya kasih sayang antara sepasang kekasih, tetapi juga kasih sayang di keluarga. Bagaimana keluarga Lara Jean selalu mendukungnya walau Lara Jean tidak diterima di universitas yang sangat dia inginkan, dan kasih sayang Peter yang tidak menyerah dengan keadaan untuk bersama Lara Jean. Semua diceritakan dengan seimbang membuat kita merasa "how lucky you are Lara Jean"


Karena saya lebih menyukai buku-buku sebelumnya dari series ini, 3,5 untuk buku ini. Tambah 0,5 lagi buat covernya yang super chic, me love it.. jadi 4 bintang untuk tahun terakhir Lara Jean yang ditutup dengan manis..



Penulis : Jenny Han

Penerbit : Spring l

ISBN : 978-602-6682-06-2

Terbit : September 2017

Ketebalan : 356 halaman



Baca juga : 

3 things I love about "To All The Boys I've Loved Before 1 & 2"

Topi Hamdan by Auni Fa

Topi Hamdan, saya awalnya tidak berharap banyak saat membaca buku ini, karena biasanya novel lokal yang cocok dengan selera saya masih seputaran romance dan cinta-cintaan. Sedangkan Topi Hamdan menyajikan cerita yang sangat berbeda dari buku yang biasa saya baca. Saat menyelusuri lembar demi lembar, saya teringat Hassan dari novel Kite Runner. Dari kecil sampai usia senja sudah menderita, difitnah dan tidak dicintai.. 



Hamdan telah kehilangan ayahnya saat kecil, sang Ibu kemudian menikah lagi dan menjadikan Hamdan harus hidup bersama Ayah dan saudari tiri yang jahat. Hidup dalam kemiskinan, Hamdan dipaksa kerja ini itu sampai putus sekolah saat SMP. Ibunya juga meninggal saat dia masih SMP. Sejak itu Hamdan terus hidup bersama Ayah dan saudara tirinya. Pada puncaknya, di umur 41 tahun Hamdan difitnah membunuh ayah tiri nya dan harus mendekam 30 tahun dipenjara. Buku ini terus bercerita tentang Hamdan yang tetap berusaha di hari senja, 71 years old and still going.


Apa yang membuat Hamdan tetap mampu bertahan? Karena pesan dan dongeng-dongeng ibunya. Semasa hidupnya, ibu Hamdan selalu menceritakan kisah-kisah penyemangat tentang binatang, pohon, kurcaci dll


"Tapi sabar itu ada batasnya!" Hamdan membela. Ia tak mau terus ditindas seperti ini. Inginnya melawan. Memberi pelajaran ayah tiri Hamdan agar tidak semena-mena. 
"Kau tahu dari mana sabar ada batasnya?" tanya ibu pelan. Hamdan tak menjawab. Memang tak tahu. 
"Kalau kita bisa mengukur batas kesabaran kita. Kau benar, sabar berarti ada batasnya. Tapi nyatanya apa kita bisa?"


Pada buku ini, tidak ada karakter yang bisa membuat saya jatuh cinta. Hamdan, terlalu sabar, dia bahkan tidak melancarkan protes apa-apa saat difitnah dan dijebloskan ke penjara. Sikapnya pun tidak mencerminkan usianya, mungkin karena menjalani 30 tahun di penjara yaa. Jadi saat ceritanya bergulir di umur Hamdan yang 71 tahun, saya sulit sekali membayangkannya di usia itu, entah dari cara bicaranya, sikapnya dan entahlah saya juga tidak tau pasti. Melisa, malaikat penyelamat di hidup Hamdan, juga tidak berhasil menarik hati saya. Melisa terasa seperti orang lewat, tidak terasa ikatannya.  Padahal kemunculan pertama Melisa adalah di sepertiga awal buku, tapi tetap saja saya merasa asing dengan karakternya. Begitu juga karakter-karakter lain, tidak ada yang digali terlalu kuat (kecuali Hamdan) sampai kita tidak diberikan kesempatan untuk mengagumi karakternya. Atau bisa juga karena setiap karakter tidak mempunyai sifat menonjol yang membuatnya 'unik' dan gampang diingat. 


Saya tidak terlalu menyukai karakternya, tapi cerita Topi Hamdan membuat saya penasaran saat membacanya, tidak sabar mengetahui apa yang akan terjadi pada Hamdan. Saat berhasil menyelesaikan cerita, I feel satisfied, it is a good book and I like it. 3,5 bintang untuk buku Topi Hamdan. 


Oiya, kenapa judulnya Topi Hamdan, itu karena Hamdan sangat suka menjahit, terutama menjahit Topi Pelukis seperti di covernya. 


Penulis : Auni Fa

Editor: Iswan Heriadjie

Ilustrator: Prabowo

ISBN: 9786029251401

Halaman: 346

Cetakan: Pertama-November 2017

Penerbit : Metamind