Showing posts with label J K Rowling. Show all posts
Showing posts with label J K Rowling. Show all posts

Saturday, 6 April 2024

Berburu Buku Harry Potter di Athens, Yunani

 Sebagai book nerd dan Potterhead  selama lebih dari 20 tahun, ada hal wajib yang saya lakukan setiap berkunjung ke suatu kota di negara lain. Hunting Harry Potter book in local bookstore!


Bulan Maret 2024 lalu, saya bersama suami berkesempatan menghabiskan waktu berdua di Yunani. Sebuah kota memikat yang penuh dengan peninggalan budaya dan sejarah. 



Kota Athens yang memikat 

Athens adalah kota yang memikat dengan jejak sejarah di setiap sudutnya. Di sini, kamu bisa menemukan peninggalan-peninggalan kuno seperti Akropolis dengan Parthenon yang ikonis, menjulang di atas bukit dan mengawasi kota. Reruntuhan kuil, teater, dan agora tersebar di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, bikin suasana terasa unik. Meski penuh sejarah, Athens tetap hidup dengan kafe-kafe yang ramai, pasar tradisional yang seru, dan seni jalanan yang memberi sentuhan segar di tengah kota tua ini. Rasanya, seperti berjalan di antara masa lalu dan masa kini.

Di salah satu bagian Athens, terdapat Syntagma Square yang menjadi pusat kehidupan kota. Alun-alun ini dikelilingi oleh gedung-gedung penting, seperti Gedung Parlemen Yunani yang megah, dan sering menjadi tempat berlangsungnya acara-acara publik, demonstrasi, serta perayaan. Di sini, kamu juga bisa melihat pergantian penjaga yang terkenal di depan Makam Prajurit Tak Dikenal, sebuah ritual yang menarik perhatian banyak wisatawan. Di sekeliling Syntagma Square, terdapat kafe-kafe, restoran, dan toko-toko yang menjadikannya tempat sempurna untuk duduk bersantai sambil menikmati suasana sibuk namun bersejarah dari jantung Athens. Di Syntagma Square ini lah saya menemukan toko buku, Ianos Bookstore 

Ianos Bookstore dan rak yang penuh sesak

Wangi buku yang familiar langsung menguar saat saya memasuki Ianos. Rak-rak penuh sesak dengan buku-buku aksara Yunani yang tidak saya mengerti. Menarik! Suasana yang tidak telalu ramai, membuat saya bebas mengekplorasi mencari buku incaran, apalagi kalau bukan Harry Potter dengan bahasa Yunani




Masih ada beberapa pengalaman menarik di Yunani sebenarnya, saya akan cerita di lain kesempatan (muda2an. hehehe). Termasuk saat saya secara tidak sengaja menemukan Harry Potter merch yang sedang sale di Santorini 😄

Sunday, 27 February 2022

Harry Potter Illustrated, Jim Kay vs Minalima

Kembali ke postingan kebucinan seputar Potterhead 😁. Kali ini kita akan membahas edisi buku Harry Potter yang menurut saya sangat worthed buat dikoleksi Potterhead, yaitu Harry Potter Illustrated edisi Jim Kay dan Minalima.

Harry Potter Illustrated Jim Kay vs Minalima

Kok ada dua? Apa saja bedanya? Mana yang lebih bagus? Kita akan bahas langsung di bawah ini, Harry Potter Illustrated Jim Kay vs Minalima. 

Harry Potter Illustrated edisi Jim Kay

Jim Kay adalah ilustrator berbakat asal Inggris. Sebelumnya ia pernah memenangkan Kate Greenaway medal tahun 2021 karena ilustrasinya di buku A Monsters Call. Buku Harry Potter edisi Jim Kay ini pertama kali terbit tahun 2015, dan sekarang sudah terbit sampai dengan buku ke empat. Menariknya buku Jim Kay ini, ukurannya cukup besar, full color dan illustrasinya cakep-cakep pake banget!

Harry Potter Illustrated edisi Minalima 

Di balik studio Minalima, ada dua talented artist yaitu Miraphora dan Eduardo. Mereka mulai bekerja sama tahun 2001 untuk menciptakan graphic universe di film Harry Potter yang dirilis Warner Bros. Termasuk berbagai merchandisenya. Harry Potter edisi Minilima pertama kali terbit tahun 2020 dan sampai sekarang baru terbit sampai buku kedua. Buku Harry Potter Illustrasi edisi Minalima berbeda dari Jim Kay dengan covernya yang lebih elegan dan lebih banyak pop up.

Baca juga: 

Lebih Bagus Mana?

Wuaa, susah deh kalau disuruh milih. Tapi, yang pasti kalau dari segi cover, saya vote Minalima. Karena covernya sampul kulit warna merah dengan aksen gold yang cantik banget. Soal isi, saya agak bingung nih milihnya. Ilustrasi Minalima itu lebih colorful, sedangkan versi Jim Kay terlihat lebih real.

Harry Potter Illustrated Jim Kay vs Minalima
Sama-sama Diagon Allay, versi Minalima (atas) lebih colorful, 
dibanding Jim Kay (bawah) terlihat lebih real


Kalau dari segi isi, Minalima menang buat isi yang ada pop up nyaa.. Jadi beberapa halaman ada pop up dan bisa dimainin gitu. Gemas 😆

Harry Potter Illustrated Jim Kay vs Minalima
Beberapa pop up seperti wizard chess, jam Dumbledore, dan surat dari Hogwarts 


Harry Potter versi Jim Kay itu menang buat gambar karakternya. Menurut saya, gambar-gambar karakter buatan Jim Kay itu lebih jelas, hidup dan cakep-cakep. Liat aja nih: 

Harry Potter Illustrated Jim Kay vs Minalima
Jim Kay (kiri) dan Minalima (kanan)

Harry Potter Illustrated Jim Kay vs Minalima
Draco Malfo kesayangan saya di Jim Kay (kiri) dan Minalima (kanan)


Mahalan mana? 

Buku Harry Potter Illustrated itu kurangnya cuma satu, harganya bikin kantong menjerit 😭. Saya aja belinya pake mikir panjang lebar. Awalnya buku Jim Kay saya niatnya cuma beli buku pertama, tapi saking bagusnya, akhirnya saya tetep beli sampe yang ke-4. Buku pertama juga udah diterjemahin, jadi bisa dapet lebih murah. Kayak saya yang waktu itu beli masih harga diskon, jadi 150ribu saja 😁. 

Kalau buku Harry Potter yang Minalima, belum ada versi terjemahannya. Adanya versi impor dan harganya masih di 400an ribu. Saya mau beli, mikirnya luar biasa lama 😂. Sampai buku ke2 keluar, belum kebeli juga. Eh, untung aja waktu itu temen saya bawain dong oleh-oleh dia pulang dari NYC 😍. Senaang, kalau rejeki emang ga kemana yaaa...

Jadi, dua buku Harry Potter Illustrated ini, baik karya Jim Kay atau Minalima, sama-sama baguusss 😍😍. Kalau kamu Potterhead, dan memang ada budget, menurut saya worthed banget loh ini buat dikoleksi...

Oiya, postingan ini diikutkan ke JanexLia Reading Challenge #janexliarc berhubung udah ditodong Lia buat ikutan. Hahaha, ga deng 😁 Karena mupeng banget mau ikut, pas banget abis reread buku Harry Potter yang covernya Merah. 

Kalau kamu, sempat baca buku bercover merah bulan ini?


Sunday, 7 February 2021

JK Rowling's Wizarding World Movie Magic : Buku Murah Pelengkap Koleksi Potterhead

Ada kah di sini yang suka hunting buku murah? Saya termasuk jarang banget beli buku dengan harga asli. Hanya beberapa, dan itu biasanya  yang saya lagi pengen baca bukunya pas baru keluar. Tetapi itu tidak banyak. 
Most of the time, saya tidak masalah baca buku terbitan lama, karena menurut saya sebuah cerita yang bagus kan tidak akan pernah kadaluarsa. Salah satu keuntungan lain membeli dan membaca buku terbitan lama itu adalah harganya. 😁 Biasanya buku lama itu banyak ditawarkan dengan diskon-diskon menarik. Maklum lah kan Mama Ica ini modis (modal diskon) banget.. Selain itu, saya juga sering hunting buku bekas, terutama buku terbitan lama yang sudah tidak cetak ulang. Mungkin lebih dari seperempat koleksi saya di rak buku itu adalah buku-buku bekas. Intipin apa saja isi rak buku saya di sini

Sekarang saya mau cerita tentang buku yang saya dapatkan dengan harga sangat-sangat bagus, dengan kualitas dan isi bukunya yang bagus banget. Bisa dibilang ini luar biasa best deal.  Dan ini buku pelengkap buat pencinta Harry Potter yaitu JK Rowling's Wizarding World Movie Magic. Gimana saya ga girang luar biasa pas beli buku ini. 😁 
Apa saja bukunya? Ini dia : 

buku Wizarding World Movie Magic
JK Rowling's Wizarding World Movie Magic Volume 1 dan Volume 2

JK Rowling's Wizarding World Movie Magic Volume 1 : Extraordinary People and Fascinating Places

Buku pertama adalah JK Rowling's Wizarding World Movie Magic Volume 1 : Extraordinary People and Fascinating Places, karya Jody Revenson. Buku ini terbitan tahun 2016 dan saya sudah sempat naksir berat pas liat bukunya di Periplus.  Ukuran bukunya besar, 101 halaman full color dengan kertas glossy, dan hard cover. Tapi tiap mau beli selalu mundur teratur liat harganya yang di atas 300ribu. Huhu..


buku Wizarding World Movie Magic
Ini penampakan bukunya 😍

Tahun kemaren, saya beruntung menemukan seorang bookstagram menjual buku ini dengan harga super duper miring. Bukan bekas lagi, masih segel. Pas bukunya dateng, yaampunn saya sukaaaaa pake banget sama isinya. Buku pertama ini membahas tempat-tempat yang menjadi latar pembuatan film Fantastic Beasts and Where To Find Them dan Harry Potter, dan karakter-karakternya. Serunya lagi, ada fun fact juga dibalik  cerita tokohnya. Misalnya tentang ini: 

Homework
Before filming began on Harry Potter and the Prisones of Azkaban, Director Alfonso Cuarton asked Daniel Radcliffe, Emma Watson, and Rupert Grint to write essays about their characters. True to the roles they played, Daniel handed in a page, Emma handed in ten pages, and Rupert didn't hand in anything. When Alfonso asked him why, Rupert Said, "Ron wouldn't do it". And the director agreed, saying that Rupert really knew his character. 

Selain fun fact dan gambar-gambar bagusnya, yang saya suka itu banyak kejutan di dalamnya seperti postcard, stiker, surat, majalah, dll. Ini hanya sebagian yang saya fotoin, buat memberikan gambaran isi bukunya seperti apa : 

Part 1 tentang Fantastic Beast, Part 2 tentang Harry Potter

Salah satu stikernya. Selain ini masih ada lagi set stiker yang lain


Postcard bergambar latar tempat film Fantastic Beast


Potongan koran

Potongan majalah Quibbler


Surat ibunya Harry ke Sirius Black


Salah satu pop up tersembunyi


Poster gede karakter di Harry Potter

Bagus banget kan? Pantes qja aslinya buku ini sampe ratusan ribu. Itu hanya sebagian kecil yang saya foto. Masih banyak isi lainnya yang bagus-bagus. Dan tahu kah kamu saya beli ini berapa? 40.000 Rupiah sajaaa. 😂😂😂 Ya ampun saya sampe heran buku sebagus ini bisa didapetin dengan harga segitu. Hahaha...  Padahal buku novel Harry Potter yang paling tipis yang pertama aja juga udah ga dapet harga segini sekarang.

Gimana para potterhead? Jadi pengen juga ga jadinya? 🤣 Maaf ya jadi manas-manasin.


JK Rowling's Wizarding World Movie Magic Volume 2 : Curious Creature

Karena saya sesuka itu dengan buku Movie Magic volume 1 itu, saya akhirnya mulai hunting juga untuk buku keduanya. Harga aslinya juga segitu, di angka 300ribu ke atas. Ada sih di marketplace yang diskon, tapi masih ratusan ribu. 

Sampai pas Big Bad Wolf tahun kemaren yang lewat Tokopedia saya menemukan buku keduanya, harganya juga ga nyampe 100ribu, tapi belinya harus sepaket. 

Ini buku ke duanya : 


Dan ini bonusnya :


Satu set Winter at Hogwarts yang isinya buku mewarnai dan beberapa aksesoris

Saya mendapatkan keduanya hanya dengan Rp 79.000 sajaaa 😍😍 Tapi sayang pas BBW terakhir awal Februari 2021 lalu saya lihat udah ga ada lagi paket diskon ini. Adanya beli satuan bukunya dan itu Rp 150.000 kalau ga salah. Saya beruntung banget rasanya bisa beli harga murah waktu itu.

Berbeda dengan buku pertama, buku JK Rowling's Wizarding World Movie Magic Volume 2 : Curious Creature ditulis oleh Ramin Zahed dan terbit tahun 2017. Buku ini mirip sama buku Fantastic Beast sebenarnya, karena membahas magical creature yang ada di film-film Fantastic Beasts and Where To Find Them dan Harry Potter. Juga banyak kejutan-kejutan seperti stiker, poster, halaman pop up, dll.  

Ini beberapa halamannya : 

Masih banyak bonus stikernya

Ada yang inget pixie ini pas kelas Lockhart?


Potongan koran sihir


Ini satu halaman isinya gambar koper ajaib Newt, pas dibuka ada pop up begini


Hedwig, snow owl peliharaan Harry

Selain kedua buku itu, Movie Magic Volume 3 juga udah ada. Tapi saya belum nemu diskonnya yang oke. Jadi belum beli 😅 Mudah-mudahan nanti nemu lagi yang diskon. Atau kalau kamu nemu yang harganya oke jangan lupa colek saya yaa.. 😁

💥💥💥

Walaupun saya ngakunya Potterhead, sebenarnya saya tidak fanatik sampai mengumpulkan berbagai benda Harry Potter. Saya hanya mengkoleksi bukunya 1-7. Itu pun yang dikoleksi adalah versi terjemahan sampul lama. Banyak juga edisi lainnya sekarang yang bagus-bagus sampulnya. Tapi saya berasa sayang buat beli lagi, jadi suka ikut memandangi koleksi orang-orang aja 😁. 
Buat merchandise saya tidak koleksi banyak. Hanya beberapa yang memang memiliki efek kenangan seperti yang pernah saya tulis di My Harry Potter Collections. Bahkan buku Hogwarts Library yang saya punya itu satunya dapet gratis, dua lagi beli diskon murah banget 🤣. Itungan banget deh saya kalau udah mau keluar duit tuh 😅😆.

Buku edisi lain yang saya koleksi paling seri illustrated, karena ilustrasi Jim Kay itu bagusnya pake banget 😍😍 Sekarang baru terbit sampai buku ke-4 dan saya sedang menunggu buku ke-5 untuk melengkapi koleksi dan dibeli dengan harga diskon. 😂


Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu hobi mengkoleksi merchandise atau barang-barang tertentu juga?













Friday, 29 January 2021

Nostalgia Novel Generasi 90an

Beberapa waktu yang lalu, saya ditawari kolab sama Mas Rahul. Ini juga merupakan kolab pertama saya selama jadi blogger. Serunya lagi, awalnya saya kira Mas Rahul cuma butuh masukan terkait pertanyaaan tentang buku. Abis itu ternyata saya disuruh jawab pertanyaan itu sendiri. Hehehe... Seru deh pokoknya! Terima kasih untuk tawaran kolabnya, Mas Rahul 😁. Jangan lupa mampir juga ke postingan kolabnya di sini:

Bacaan Dewasa dan Buku Rusak yang Masih Disimpan (BersamaThessalivia)

Salah satu pertanyaan saya saat kolab adalah, buku yang pertama kali dibeli pake uang sendiri? Nah, pembahasan ini membawa nostalgia sebenarnya dengan buku-buku masa kecil saya. Dan hey, bagaimana kalau sekalian saja kita nostalgia bareng di sini 😍😍 Saya yakin pembaca blog ini banyak yang sebaya saya, kan? Yang menghabiskan masa kecilnya di era tahun 90an. 

Yuk, kita nostalgia novel generasi 90an...


novel generasi 90an

1. HARRY POTTER

Mudah-mudahan di sini ga bosen saya bahas Harry Potter terus ya😆. Harry Potter adalah novel berseri yang terdiri dari 7 buku yaitu : 

  1. Philosopher's Stone (1997)
  2. Chamber of Secrets (1998)
  3. Prisoner of Azkaban (1999)
  4. Goblet of Fire (2000)
  5. Order of the Phoenix (2003)
  6. Half-Blood Prince (2005)
  7. Deathly Hallows (2007)

novel generasi 90an

Buku ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Harry Potter yang memperoleh surat untuk masuk ke sekolah sihir Hogwarts. Buku pertama menceritakan pengalaman Harry di tahun pertama bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Buku kedua di tahun kedua begitu terus sampai buku ke tujuh. Selama itu Harry juga harus melawan penyihir jahat bernama Voldemort. 

Pengalaman Nostalgia

Buku pertama Harry Potter itu terbit tahun 1997, sedangkan saya baca pertama kali tahun 2000. Ini juga buku pertama yang saya beli pake uang sendiri waktu itu. Buku Harry Potter yang pertama harganya ga nyampe Rp 50ribuan waktu itu, tapi itu cukup mahal buat kantong saya yang masih SMP. Hehehe.. Jadi waktu dapet salam tempel pas lebaran, uangnya saya sengaja tabung buat beli buku Harry Potter. 

Tapi masalahnya beli dimana? Karena saya tinggal di kota kecil, yang tidak ada Gramedia. Toko buku sebatas yang jual buku sekolah atau buku-buku agama. Akhirnya waktu itu saya inisiatif sendiri nitip ke tetangga yang mau pulang dari Jakarta 😁. Padahal ternyata di kota Padang juga ada, saya aja yang ga ngeh waktu itu 😅.

Baca juga: 

Waktu pertama baca buku ini pas SMP, saya langsung jatuh cinta dan menobatkan ini adalah buku terbaik yang pernah saya baca. Harry Potter menemani saya dari pertama kali saya baca bukunya tahun 2000, sampai akhirnya buku terakhir terbit 2007 dan filmnya terkahir rilis 2011. Jadi hampir sebelas tahun saya nungguin Harry Potter sampai tamat. Jadi wajar sekarang sepuluh tahun kemudian cerita ini masih ngebekas di hati. Sebucin itu memang saya dengan cerita Harry Potter 😍😍.

2. GOOSEBUMPS


novel generasi 90an

Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebums (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku juga. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land).

Baca juga: 

Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya.  Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerita yang kita putuskan sendiri. 

Yang saya suka, di Goosebumps itu tidak pernah ada tokoh yang benar-benar mati menyedihkan gitu, ga ada adegan ciuman dan romantismenya juga. Jadi aman buat anak-anak 😁.

Pengalaman Nostalgia

Buku ini mendapat tempat spesial di hati saya, karena bisa dibilang ini novel tanpa gambar pertama yang saya baca. Ini juga termasuk buku tebal buat saya pas pertama baca saat masih SD. Goosebumps pertama saja adalah tentang cermin ajaib (yang ada di gambar atas) terbitan 1997. Saya baca sampai berkali-kali waktu itu. 

Memori yang paling saya ingat tentang buku ini adalah memori saat belinya. Jadi kan di kota saya tinggal ga ada Gramedia. Gramedia baru ada di kota Padang yang kurang lebih 2 jam dari rumah. Setiap bulan, biasanya orang tua saya ke kota Padang buat beli berbagai macam kebutuhan. Nah, selama mereka belanja (3-4 jam), saya akan di-drop di Gramedia bersama Kakak. Kita anak SD berdua doang, dibebasin berlama-lama di toko buku, itu rasanya bahagiaaaa bangeet. Hehehhe...

Nanti begitu orang tua udah beres belanja, mereka akan jemput saya dan Kakak. Kita berdua boleh milih satu buku buat dibeli. Dan biasanya kita milih masing-masing satu buku. Begitu malemnya udah nyampe rumah lagi, kita akan langsung baca bukunya berdua di kamar. Begitu beres, kita tukeran baca. Walau biasanya Kakak udah beres baca duluan dan jadi ga sabar nungguin saya beres baca 😄. Wuaa, jadi kangen Kakak, Mama dan Papa, udah setahun lebih kita ga ketemu gara-gara pandemi 😭😭.

3. Trio Detektif

novel generasi 90an


Trio Detektif menceritakan pengalaman tiga orang sahabat, Jupe si cerdas, Pete si jagoan dan Bob si kutu buku. Buku ini terbit antara tahun 1964-1987 dengan total sampai dengan 43 judul. Sedanngkan terjemahannya sampai sekarang juga masih terbit, bahkan dengan cover baru seperti yang di pegang Tasymira di atas. Mereka bertiga bahu membahu memecahkan misteri. Bahkan mereka punya kartu nama trio detektif dengan tiga tanda tanya sebagai simbolnya. 

Fun Fact, tahu kah kamu kalau penulis Trio Detektif bukanlah Alfred Hitchock? Walaupun nama sutradara itu tertera di buku, sebenarnya bukan ia lah yang menulis. Ada beberapa penulis berbeda untuk semua seri Tri Detektif, dan Alfred Hitchock hanya dipinjam namanya untuk tujuan publikasi. 

Pengalaman Nostalgia

Buku Trio Detektif adalah buku cerita tentang detektif pertama yang saya baca, jauh sebelum saya mengenal cerita detektif sungguhan seperti Conan dan Agatha Christie. Buku pertama yang saya baca waktu saya SD, tentang pengalaman mereka memecahkan misteri keanehan seorang wanita yang tinggal dekat gunung mosnter. Itu buku Trio Detektif pertama saya, dan saya sampai baca berkali-kali saking sukanya. Hehehe.. Setelah itu, selain Goosebumps, saya suka request dibeliin Trio Detektif  sama orang tua. 😀  


4. ANIMORPHS


novel generasi 90an

Animorphs adalah buku  fantasi yang menceritakan petualangan sekelompok anak melawan alien yang ingin mengambil alih bumi. Terdapat lima orang anak yang berjuang yaitu Jake, Rachel, Cassie, Marco, dan Tobias. Cerita diambil dari sudut pandang pertama dari salah satu tokoh itu. (Bergantian masing-masing buku). Yang unik itu cara mereka melawan alien adalah dengan berubah menjadi binatang. Kemampuan itu mereka peroleh dari salah satu alien baik. 

Buku pertama Animorphs terbit tahun 1996. Total sampai ada 54 buku di seri ini. Namun, belum semua sudah di terjemahkan. Walaupun ada benang merah, masing-masing buku bisa dibaca terpisah karena setiap buku biasanya membereskan masalah tertentu. 

Pengalaman Nostalgia

Berbeda dengan buku di atas, saya sama sekali tidak punya buku Animoprhs. (Jadi khusus yang Animorphs saya pinjem fotonya dari salah satu toko buku bekas di Facebook). Saya tau buku ini dari seorang teman di sekolah yang dulu memiliki banyak banget koleksi Animoprhs, sekitar tahun 2000an awal. Cover-nya menarik, menggambarkan anak yang berubah jadi binatang tertentu. Ukuran dan ketebalan bukunya kurang lebih seperti Goosebumps. 

Jadi memori saya dengan Animorphs itu adalah saat berebut meminjam dengan teman sekelas, saat teman saya membawa bukunya ke sekolah. Teman saya ini memang punya banyaaaak banget koleksi buku dulunya 😁. Jadi sering kita jadikan sumber pinjaman buku di kelas, ga hanya Animorphs tapi dulu ada Darren Shan, Harry Potter, dll. Bahkan dia orang pertama yang saya tau dulu udah membaca novel berbahasa inggris di saat kami masih bacanya novel lokal 😂.

Back to Animorphs, cukup banyak seri ini yang sudah saya baca (walau belum semua). Serunya itu, saat berubah jadi binatang akan ada penjelasan tentang binatangnya juga baik dari segi insting, kebiasaan, dll. Jadi lumayan berasa dapet ilmu sambil baca novel. Yang paling saya inget itu waktu itu mereka berubah jadi lalat. Saya baru tau ternyata mata lalat itu terdiri dari banyak banget lensa dan dengan ukuran mata hampir sebesar kepalanya, ia nyaris bisa melihat kesemua arah


5. LIMA SEKAWAN dan SAPTA SIAGA


novel generasi 90an

Selanjutnya buku karya Enid Blyton, Lima Sekawan dan Sapta Siaga. Lima sekawan menceritakan petualangan 4 anak dan seekor anjing. Ada Julian anak cowok paling tua, sama adik laki-lakinya (Dick), adik perempuan (Anne), dan sepupu mereka George. Jadi keseharian mereka sebenarnya sama dengan anak pada umumnya yang main outdoor, berenang, kemping, dll. Nah serunya membaca buku ini, ada aja jalan-jalan rahasia, terowongan misterius atau misteri yang mereka temukan dengan tidak sengaja. Jadi mereka harus berpetualang memutar otak menyelesaikan itu. 

Kalau Lima Sekawan tentang sekelompok anak dengan keseharian dan petualangannya, Sapta Siapa lebih ke kelompok detektif cilik. Terdiri dari 7 anak dan seekor anjing. 

Baca juga: 

Waktu baca ini pas kecil, saya sering berharap misalnya pas lagi mengunjungi sodara di luar kota, atau saat menginap di rumah nenek di kampung, tiba-tiba akan menemukan jalan-jalan rahasia atau misteri seperti di buku ini. Jadi bisa merasakan berpetualang seperti Lima Sekawan 😆Walau kenyataannya saya tidak menemukan misteri apapun buat dipecahkan waktu itu. Hahaha...   Ada yang sama seperti saya? 

Buku ini terbit sejak tahun 1942. Sampai sekarang masih banyak peminatnya dan terjemahannya masih terbit ulang dengan cover baru. Pada beberapa waktu lalu, Talitha bahkan dapat kiriman buku ini dari Mba Eno karena sudah berpartisipasi lomba gambar di blog Creameno. Dia tentu saja seneng banget dapet buku ini.

"Mama waktu kecil juga suka baca buku ini loh," kata saya waktu itu. 

Dan buku Lima Sekawan bukan satu-satunya isi paketnya. Isinya ada duit Rp. 150ribu (yang langsung dipake Titha buat beli robuck di game Roblox 😂), dompet cantik, krayon (yang diakuisisi Tasymira), baju bergambar Hello Kitty (yang cuci kering pake cuci kering pake saking Talitha suka banget bajunya), dan kukis coklat kesukaan semua orang di rumah. Semuanya bener-bener suka, karena di rumah sweet tooths semua 😆 Suami, saya, anak-anak, dan para Mba di rumah. Sampai suami saya nanya, "Temen kamu ga mau buka PO? Aku pengen lagi soalnya..." Lah udah dikasi malah ngelunjak dia 😂😂 


Terima kasih Tante Eno buat bingkisan cantiknya
-Talitha-


Sebelum dapet bingkisan cantik buat Talitha ini, pas banget waktu itu juga hadiah vacuum cleaner dari Mba Eno udah nyampe. Vakumnya sangat-sangat bergunaa, bikin orang-orang di rumah sekarang jadi  makin suka bersih-bersih, bahkan anak-anak. Ada remahan dikit, langsung vakuumm. Sepraktis itu memang karena vakumnya tipe wireless gitu. Makasiii banget bangeeet ya Mba Eno buat semua kejutannya 💖💖😍😍 

🐶🐶🐶


Selain novel-novel di atas, banyak lagi sebenarnya buku yang membangkitkan memori masa kecil seperti komik-komik. Ada komik Sailor Moon, Topeng Kaca, Salad Days, Candy-candy, dll. Atau kalau yang cowok mungkin lebih akrab dengan Kung Fu Boy, Dragon Ball, Kotaro dan banyaaak lagiii..

Kalau kamu generasi 90an, sama kah buku-buku nostalgia kita di atas? 
Share juga dong di kolom komen tentang buku-buku yang mebawa memori masa kecil kamu, baik bagi generasi 90an atau bukan 😊




Thursday, 13 August 2020

Mengintip 3 Buku Perpustakaan Hogwarts


Adakah pembaca blog ini yang masih menantikan Hogwarts' Letters nya sampai sekarang? Surat undangan untuk mulai bersekolah di sekolah sihir terbaik di dunia, Hogwarts, yang tidak kunjung datang 😅 Saya sepertinya mau pasrah aja, mungkin saya hanya muggle (sebutan penyihir bagi orang yang tidak bisa sihir sama sekali). Dan tidak akan berangkat buat sekolah ke Hogwarts 😂
Tapi untuk mengobati kekecewaan kita sebagai muggle, kepala sekolah Hogwarts terdahulu, Profesor Albus Dumbledore sempat mengijinkan 3 buku perpustakaan Hogwarts untuk diterbitkan di kalangan muggle. 1 set buku ini dikenal dengan Hogwarts Library Book Set. Jadi walaupun para muggle tidak bisa sekolah ke Hogwarts, setidaknya mereka bisa sedikit mengintip pelajaran sihir.

Mesti diakui, saya harus dengan susah payah meyakinkan Madam Pince (pustakawan Hogwarts) agar merelakan salah satu bukunya hingga diperbanyak untuk dikonsumsi yang lebih luas. Tentu saja, ketika saya mengatakan buku ini nantinya bisa dinikmati oleh muggle, dia tak sanggup berkata-kata dan sama sekali tidak bergerak atau berkedip selama beberapa menit... - Kata pengantar Albus Dumbledore di Hogwarts School Book

Berikut 3 buku perpustakaan Hogwarts yang bisa kamu beli di toko buku muggle :

1. Quidditch dari Masa ke Masa (Quidditch Throught The Ages) oleh Kennilyworth Whisp


Hogwarts Library Book
Buku Quiddicth dari Masa ke Masa koleksi saya

Quiddicth adalah salah satu olah raga sihir yang terdiri dari 7 pemain yang terbang menggunakan sapu terbang dengan 3 macam bola.  Bola pada permainan quidditch terdiri 2 buah Bludger (bola berwarna hitam  dari metal yang sudah disihir untuk menjatuhkan para pemain dari sapunya), 1 buah Golden Snitch (bola emas bersayap yang dapat terbang dengan kecepatan super tinggi) dan 1 buah Quaffle (bola biasa berwarna merah yang digu akan untuk mencetak angka).
Pemain Quidditch terdiri dari 1 Keeper (yang menjaga menjaga 3 gawang yang berbentuk lingkaran di ujung tiang), 2 beater (yang menjaga para pemain dalam tim masing-masing dari bludger dengan memukulnya), 3 chaser (yang bertugas mencetak gol bagi tim masing-masing) dan 1 orang Seeker (yang bertugas mencari Golden Snitch)
Aturan mainnya sebenarnya gampang, setiap gol oleh chaser diberi skor 10. Dan Bila salah satu seeker berhasil menangkap snitch, maka tim dari seeker yang berhasil mendapatkan snitch itu akan mendapatkan 150 poin. Dan saat itu juga permainan dianggap selesai. Permainan tidak akan selesai hingga salah seorang seeker mendapatkan atau berhasil menangkap snitch. Pada buku Harry Potter pertama, kaptem tim quiddict, Oliver Wood, mengatakan kepada Harry bahkan pernah pertandingan quiddtich berlangsung sampai 3 bulan karena snicth tidak kunjung ditemukan. Quidditch memang mulai dikenalkan sejak buku pertama saat Harry Potter menjadi seeker untuk tim quidditch Gryfindor. Ini menjadikan Harry adalah seeker termuda dalam sejarah. 

Harry mencoba menangkap snicth, tetapi digagalkan oleh bludger

Pada buku ini dijelaskan mulai dari sejarah awal Quiddicth, sampai peraturan mainnya yang mulai ada sejak abad ke 14. Ada juga cerita perkembangan quiddicth ke seluruh dunia sampai ada piala dunianya.


Cheaser melemparkan quaffle untuk mencetak gol dan digagalkan oleh keeper 

Minjem buku dari Madam Pince

2. Fantastic Beast & Where to Find Them (Hewan-Hewan Fantastis dan Dimana Mereka Bisa Ditemukan) oleh Newt Scamander


Hogwarts Library Book
Acromantula, salah satu satwa pada Buku Fantastic Beast & Where to Find Them 

Mungkin beberapa teman muggle udah familiar dengan film Fantastic Beast yang diperankan oleh Eddie Redmayne. Film itu menceritakan petualangan magizoologist (penyihir yang ahli tentang satwa gaib) bernama Newt Scamander. 

Newt dengan satwa gaib, browtucke

Newt Sacmander sangat terkenal di kalangan murid Hogwarts karena mereka menggunakan bukunya sebagai textbook pelajaran satwa gaib. Buku ini lah yang saya punya, (bukan buku cerita petualangan Newt seperti di filmnya). Buku ini lebih seperti kamus kalau menurut saya, atau gloasari. Karena isinya penjelasan beberapa binatang gaib secara singkat saja. Oiya, karena ini buku perpustakaan, jadi banyak coret-coretan peminjamnya. 

3. The Tales of Beedle Bard (Kisah-Kisah Beddle Si Juru Cerita)

Ini adalah buku favorit saya diantara ketiga Hogwarts Library Book. The Tales of Beedle Bard menceritakan dongeng yang menemani masa anak-anak penyihir. Ibaratnya kalau kita para muggle punya cerita Cinderella atau Putri Salju, penyihir sana punya cerita tentang kuali melompat atau air mancur melimpah. 

Hogwarts Library Book
Buku saya ini versi cover lama. Hard cover dan ilustarinya bagus. Love it.


Terdapat 5 cerita pada buku ini, yaitu :
  • Sang Penyihir dan Kuali Melompat
  • Air Mancur Mujur Melimpah
  • Penyihir berhati berbulu
  • Babbity Rabbity dan Tunggul Terbahak
  • Kisah Tiga Saudara
Cerita-cerita di atas umumnya mengajarkan hal yang bisa diteladani. Seperti pada cerita Air Mancur Mujur Melimpah. Pada kisah ini diceritakan perjalanan beberapa penyihir saat mencari air mancur ajaib. Ternyata perjalanan mereka yang berat memaksa mereka mengeluarkan kekuatan yang selama ini mereka kira mereka tidak mampu. Jadi bahkan mereka menjadi lebih baik sebelum menyicipi air mancur itu. Kadang kita memang tidak menyadari kekuatan yang dimiliki sampai sesuatu mendorong kita untuk push to the limit..
Favorit saya di antara semua kisah di atas tentu saja adalah Kisah Tiga Saudara yang juga diceritakan pada buku Harry Potter and Deathly Hallows.



Sifat tamak tidak akan membuat kita beruntung

Hogwarts Library Book yang saya punya di atas adalah versi terjemahan terbitan GPU. Semuanya seri lama, kecuali yang Quiddicth Dari Masa ke Masa. Buat yang mau koleksi, sekarang ada satu set seperti ini dengan hard cover dan ilustrasi seragam seperti ini: 

Hogwarts Library Book

Gambar satu set dari Bloomsbury. 
Cakep satu setnya, ya? Walau saya lebih suka cover versi lama sebenarnya.

Demikian cerita saya yang masih saja jadi bucin Harry Potter setelah belasan tahun. Ada yang potterhead juga kah di sini?


Catatan : sebenarnya buku-buku di atas ditulis oleh JK Rowling, penulis Harry Potter. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya..


Sumber gambar gif : giphy.com
Gambar buku koleksi pribadi

Thursday, 11 June 2020

Dibacakan Buku Harry Potter Saat #dirumahAja

Tidak terasa sudah 3 bulan sejak pengumuman pertama kasus positif Covid-19 di Indonesia. Sejak saat itu juga kita dihimbau untuk tetap #dirumahAja untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Selama di rumah, tidak dipungkiri kadang bosan melanda ya, apalagi di mana-mana pembahasan Covid-19 bertebaran yang membuat hati tidak tenang. Nah dari pada kamu bingung untuk mengisi wsktu saat di rumah, ini aku rekomendasiin kegiataan seru untuk mengisi waktu, yaitu : dibacain buku Harry Potter gratis oleh orang terkenal. 

baca buku Harry Potter gratis
My Harry Potter collections

Bagi yang sempat ngikutin blog ini dari dulu pasti tau kalau saya adalah Potterhead, pencinta berat buku Harry Potter. Semua bukunya sudah saya baca dan telah reread berkali-kali. Filmnya juga semuanya sudah saya tonton. Akhir-akhir ini saya sebenarnya pengen reread Harry Potter, tapi belum ketemu waktunya. Pengen reread Harry Potter yang English karena kangen sama gaya bahasanya Tante JK Rowling. 
Beberapa waktu yang lalu saya memperoleh informasi ternyata fanpage Harry Potter yang didalangi oleh Warner Bros mengadakan Harry Potter at Home. Pada Harry Potter at Home ini, akan ada beberapa orang terkenal yang membacakan buku Harry Potter yang pertama, Harry Potter and the Philosopher’s/Sorcerer’s Stone. Setiap minggu akan tayang 1 chapter, yang dimulai oleh Daniel Radcliffe, pemeran Harry Potter pada filmnya. Sampai saat ini sudah tayang 11 chapter yang bisa kamu nikmati di website Harry Potter at Home atau bisa juga didengar di Spotify. Semua itu bisa kamu nikmati secara gratis..

baca buku Harry Potter gratis
Harry Potter at Home

Buat saya emak anak 3 dengan WFH dan WFO, agak susah sebenarnya curi-curi waktu untuk baca buku. Jadi seneng banget pas ada yang mau bacain  buku, Harry Potter lagi kan. Jadi bisa dengerin sambil mandi, sambil pumping, sambil ngerjain kerjaan rumah, bahkan bisa sambil main sama anak. Ini juga bisa jadi alternatif kegiatan asik bersama anak untuk belajar listening bahasa Inggris selama #dirumahAja loh. Kamu tinggal buka bukunya bersama anak, sambil dengerin dibacain. 

Harry Potter at Home saat ini 

Chapter 1 
"The Boy Who Lived (Anak Laki-laki yang Bertahan Hidup)" dibacakan oleh Daniel Radcliffe (pemeran Harry Potter) dapat kamu tonton di SINI
Tidak terasa sudah 19 tahun sejak kita kenalan dengan Daniel Radcliffe saat film Harry Potter pertama muncul.  Sejak saat itu, kalau baca Harry Potter, pasti saya otomatis menvisualisasaikannya seperti Daniel Radcliffe.
  
Daniel Radcliffe masih imut banget di film Harry Potter yang pertama

Chapter 2
"The Vanishing Glass (Kaca yang Lenyap)" dibacakan oleh Noma Dumezweni (pemeran Hermione di Harry Potter versi broadway) dapat kamu tonton di SINI
Jadi Harry Potter selain difilmkan oleh Warner Bros, juga ada versi broadway Harry Potter and the Cursed Chilld. Nah Noma Dumenzi ini yang meranin Hermione, bukan Emma Watson. Dia juga pernah baca Audio book untuk The Tales of Beedle The Bard. Salah satu buku pelengkap pada buku seri Harry Potter.

Chapter 3 
"The Letters From No One (Surat dari Entah Siapa)" dibacakan oleh Eddie Redmayne dapat kamu tonton di SINI. Eddie Redmayne adalah pemeran Newt Scamander pada film Fantastic Beasts series (kejadian di dunia sihir jauh sebelum Harry Potter lahir). Eddie Redmayne juga pernah membacakan full buku Fantastic Beast, intonasinya asik dan enak banget didengerin.  
 
Newt Scamander beraksi

Chapter 4 
"The Keeper of The Keys (Si Pemegang Kunci)" dibacakan oleh Stephen Fry dapat kamu tonton di SINI. Hasil kepo sana sini, ternyata dia adalah aktor dan komedian Inggris. Ia juga menerbitkan beberapa buku dan ternyata Stephen Fry sebelumnya juga pernah bacain audio book Harry Potter versi UK. Makanya pas dengerin tuh nadanya enak banget, pelafalannya juga jelas. So far, Stephen Fry paling favorit saya dari semua yang bacain Harry Potter at Home. 

Hagrid, the keeper of theys

Chapter 5 
"Diagon Alley" dibacakan oleh oleh 3 orang saking panjangnya chapter ini. Kamu bisa tonton Simon Callow, Bonnie Wright, dan Evanna Lynch bacain chapther 5 di SINI
Simon Callow adalah sutradara dari banyak film pendek. Sedangkan  Bonnie Wright adalah pemeran Ginny Weasley, si bungsu dari keluarga Weasley. Evanna Lynch adalah pemeran Luna Lovegood, karakter unik salah satu teman Harry Potter di Hogwarts. 

Ginny Weasley dulu masih bocah 😁

Luna Lovegood dengan kaca mata legendarisnya

Chapter 6 
"The Journey from Platform Nine and Three-Quarters (Perjalanan dari Peron Sembilan Tiga Perempat)" dibacakan rame-rame oleh Jamie Parker dan cast Harry Potter and the Cursed Child New York tonton di SINI. Saya suka banget dengerin Jamie Parker saat bacain Chapter 6 ini, selain nadanya jelas dan tidak terburu-buru, dia selalu liat kamera kaya ga baca buku. Penasaran jangan-jangan memang dia udah ngapalin seluruh bab ini 😍 Selain itu, untuk percapakapan setiap tokoh pada chapter ini dibacain oleh orang yang berbeda (semuanya cast  Harry Potter and the Cursed Child). Jadi dengerin chapter ini berasa lagi denger drama. Seruu..

Chapter 7 
"The Sorting Hat (Topi Seleksi)" dibacakan oleh Olivia Colman, Jonathan Van Ness dan Kate McKinnon dapat kamu tonton di SINI. Ketiga orang tersebut adalah artis yang telah memperoleh berbagai macam penghargaan.


Chapter 8 
"The Potions Master (Ahli Ramuan)" dibacakan oleh Alia Bhatt dan Alec Baldwin dapat kamu tonton di SINI
Alia Bhatt adalah artis terkenal India sedangkan Alec Baldwin  telah membintangi berbagai film dan serial TV. Oiya, anaknya Alec juga ikut di chapter ini loh. 

Snape, the potions master

Chapter 9 
"Midnight Duel (Duel Tengah Malam)" dibacakan oleh Alison Sudol dan Dan Fogler dan dapat kamu tonton di SINI.  Oiya, Alison Sudol dan Dan Fogler adalah artis pada film Fantastic Beast. 

Chapter 10 
"Hallowe'en" dibacakan oleh Whoopi Goldberg dapat kamu tonton di SINI Whoopi Goldberg adalah artis senior yang memenangkan banyak penghargaan seperti Grammy, the Academy Award, the Golden Globe, the Emmy dan Tony.

Chapter 11 
"Quidditch" dibacakan oleh David Tennant dan David Beckham dapat kamu tonton di SINI.  Seru banget dibacain Harry main Quiddicth oleh pemain bola legendaris David Beckham.



Harapan Saya Harry Potter at Home akan : 
 
Sampai sekarang di Harry Potter at Home baru tayang sampai Chapter 11. Sedangkan Harry Potter and the Philosopher’s/Sorcerer’s Stone itu ada 17 chapter. Jadi masih akan ada 6 chapter lagi yang akan dibacakan oleh artis terkenal. Ada beberapa orang yang saya harapkan banget bakal ikut bacain buku Harry Potter ini, yaitu : 

1. Emma Watson
Pemeran Hermione ini kan nada bicaranya di Harry Potter khas banget tuh, campuran nada meyakinkan dan agak sok tahu. Hehehe. Jadi pasti seru banget kalau Emma Watson ikut meramaikan juga.



2. Tom Felton
Sejak film Harry Potter pertama tayang 19 tahun lalu, Tom Felton yang memerankan Malfoy adalah salah satu favorit saya. Si ganteng yang parlente, dengan rambut sisir licin ke belakang, gaya ngomongnya yang selalu merendahkan orang. Hahaha.. But I think I just miss his smile 😏


3. JK Rowling
Kayaknya ga lengkap dibacain Harry Potter  kalau yang nulis bukunya ga ikut baca yaaa...

Thank you Tante JK Rowling yang udah ciptakan dunia semagical Harry Potter

Baca juga postingan saya tentang Harry Potter di sini

Kalau kamu berharap siapa yang akan membacakan chapter berikutnya di acara Harry Potter at Home?