Thursday, 13 August 2020

Mengintip 3 Buku Perpustakaan Hogwarts


Adakah pembaca blog ini yang masih menantikan Hogwarts' Letters nya sampai sekarang? Surat undangan untuk mulai bersekolah di sekolah sihir terbaik di dunia, Hogwarts, yang tidak kunjung datang πŸ˜… Saya sepertinya mau pasrah aja, mungkin saya hanya muggle (sebutan penyihir bagi orang yang tidak bisa sihir sama sekali). Dan tidak akan berangkat buat sekolah ke Hogwarts πŸ˜‚
Tapi untuk mengobati kekecewaan kita sebagai muggle, kepala sekolah Hogwarts terdahulu, Profesor Albus Dumbledore sempat mengijinkan 3 buku perpustakaan Hogwarts untuk diterbitkan di kalangan muggle. 1 set buku ini dikenal dengan Hogwarts Library Book Set. Jadi walaupun para muggle tidak bisa sekolah ke Hogwarts, setidaknya mereka bisa sedikit mengintip pelajaran sihir.

Mesti diakui, saya harus dengan susah payah meyakinkan Madam Pince (pustakawan Hogwarts) agar merelakan salah satu bukunya hingga diperbanyak untuk dikonsumsi yang lebih luas. Tentu saja, ketika saya mengatakan buku ini nantinya bisa dinikmati oleh muggle, dia tak sanggup berkata-kata dan sama sekali tidak bergerak atau berkedip selama beberapa menit... - Kata pengantar Albus Dumbledore di Hogwarts School Book

Berikut 3 buku perpustakaan Hogwarts yang bisa kamu beli di toko buku muggle :

1. Quidditch dari Masa ke Masa (Quidditch Throught The Ages) oleh Kennilyworth Whisp


Hogwarts Library Book
Buku Quiddicth dari Masa ke Masa koleksi saya

Quiddicth adalah salah satu olah raga sihir yang terdiri dari 7 pemain yang terbang menggunakan sapu terbang dengan 3 macam bola.  Bola pada permainan quidditch terdiri 2 buah Bludger (bola berwarna hitam  dari metal yang sudah disihir untuk menjatuhkan para pemain dari sapunya), 1 buah Golden Snitch (bola emas bersayap yang dapat terbang dengan kecepatan super tinggi) dan 1 buah Quaffle (bola biasa berwarna merah yang digu akan untuk mencetak angka).
Pemain Quidditch terdiri dari 1 Keeper (yang menjaga menjaga 3 gawang yang berbentuk lingkaran di ujung tiang), 2 beater (yang menjaga para pemain dalam tim masing-masing dari bludger dengan memukulnya), 3 chaser (yang bertugas mencetak gol bagi tim masing-masing) dan 1 orang Seeker (yang bertugas mencari Golden Snitch)
Aturan mainnya sebenarnya gampang, setiap gol oleh chaser diberi skor 10. Dan Bila salah satu seeker berhasil menangkap snitch, maka tim dari seeker yang berhasil mendapatkan snitch itu akan mendapatkan 150 poin. Dan saat itu juga permainan dianggap selesai. Permainan tidak akan selesai hingga salah seorang seeker mendapatkan atau berhasil menangkap snitch. Pada buku Harry Potter pertama, kaptem tim quiddict, Oliver Wood, mengatakan kepada Harry bahkan pernah pertandingan quiddtich berlangsung sampai 3 bulan karena snicth tidak kunjung ditemukan. Quidditch memang mulai dikenalkan sejak buku pertama saat Harry Potter menjadi seeker untuk tim quidditch Gryfindor. Ini menjadikan Harry adalah seeker termuda dalam sejarah. 

Harry mencoba menangkap snicth, tetapi digagalkan oleh bludger

Pada buku ini dijelaskan mulai dari sejarah awal Quiddicth, sampai peraturan mainnya yang mulai ada sejak abad ke 14. Ada juga cerita perkembangan quiddicth ke seluruh dunia sampai ada piala dunianya.


Cheaser melemparkan quaffle untuk mencetak gol dan digagalkan oleh keeper 

Minjem buku dari Madam Pince

2. Fantastic Beast & Where to Find Them (Hewan-Hewan Fantastis dan Dimana Mereka Bisa Ditemukan) oleh Newt Scamander


Hogwarts Library Book
Acromantula, salah satu satwa pada Buku Fantastic Beast & Where to Find Them 

Mungkin beberapa teman muggle udah familiar dengan film Fantastic Beast yang diperankan oleh Eddie Redmayne. Film itu menceritakan petualangan magizoologist (penyihir yang ahli tentang satwa gaib) bernama Newt Scamander. 

Newt dengan satwa gaib, browtucke

Newt Sacmander sangat terkenal di kalangan murid Hogwarts karena mereka menggunakan bukunya sebagai textbook pelajaran satwa gaib. Buku ini lah yang saya punya, (bukan buku cerita petualangan Newt seperti di filmnya). Buku ini lebih seperti kamus kalau menurut saya, atau gloasari. Karena isinya penjelasan beberapa binatang gaib secara singkat saja. Oiya, karena ini buku perpustakaan, jadi banyak coret-coretan peminjamnya. 

3. The Tales of Beedle Bard (Kisah-Kisah Beddle Si Juru Cerita)

Ini adalah buku favorit saya diantara ketiga Hogwarts Library Book. The Tales of Beedle Bard menceritakan dongeng yang menemani masa anak-anak penyihir. Ibaratnya kalau kita para muggle punya cerita Cinderella atau Putri Salju, penyihir sana punya cerita tentang kuali melompat atau air mancur melimpah. 

Hogwarts Library Book
Buku saya ini versi cover lama. Hard cover dan ilustarinya bagus. Love it.


Terdapat 5 cerita pada buku ini, yaitu :
  • Sang Penyihir dan Kuali Melompat
  • Air Mancur Mujur Melimpah
  • Penyihir berhati berbulu
  • Babbity Rabbity dan Tunggul Terbahak
  • Kisah Tiga Saudara
Cerita-cerita di atas umumnya mengajarkan hal yang bisa diteladani. Seperti pada cerita Air Mancur Mujur Melimpah. Pada kisah ini diceritakan perjalanan beberapa penyihir saat mencari air mancur ajaib. Ternyata perjalanan mereka yang berat memaksa mereka mengeluarkan kekuatan yang selama ini mereka kira mereka tidak mampu. Jadi bahkan mereka menjadi lebih baik sebelum menyicipi air mancur itu. Kadang kita memang tidak menyadari kekuatan yang dimiliki sampai sesuatu mendorong kita untuk push to the limit..
Favorit saya di antara semua kisah di atas tentu saja adalah Kisah Tiga Saudara yang juga diceritakan pada buku Harry Potter and Deathly Hallows.



Sifat tamak tidak akan membuat kita beruntung

Hogwarts Library Book yang saya punya di atas adalah versi terjemahan terbitan GPU. Semuanya seri lama, kecuali yang Quiddicth Dari Masa ke Masa. Buat yang mau koleksi, sekarang ada satu set seperti ini dengan hard cover dan ilustrasi seragam seperti ini: 

Hogwarts Library Book

Gambar satu set dari Bloomsbury. 
Cakep satu setnya, ya? Walau saya lebih suka cover versi lama sebenarnya.

Demikian cerita saya yang masih saja jadi bucin Harry Potter setelah belasan tahun. Ada yang potterhead juga kah di sini?


Catatan : sebenarnya buku-buku di atas ditulis oleh JK Rowling, penulis Harry Potter. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya..


Sumber gambar gif : giphy.com
Gambar buku koleksi pribadi

20 comments:

  1. Hiii lucu banget konsep bukunya πŸ˜† awalnya aku kira ini beneran buku dari perpustakaan, tapi makin ke bawah kok makin aneh, aku sampai ngira itu coretan tangan beneran lho πŸ˜‚
    Astaga, lucu banget deh konsepnya. Unik! 😍
    Btw, aku bukan potterhead kak, tapi aku akui cover buku dan konsepnya sungguh ciamik! 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe iya lucu banget ya Lia.. Jd nuansa baca bukunya jadi kebawa, seolah memang itu buku sekolah murid2 sihir di Hogwarts.
      Covernya oke, coretan tangannya bikin feel so real yaa 😁

      Delete
  2. Hallo Thessa, salam kenal ya. Saya juga penggemar Harry Potter, cuma beberapa buku yang disebutin di atas kaya buku Quidditch, sama the tales itu belum pernah baca. Tulisannya Ron itu ada di buku yang mana kah? Di Jerman, buku the Fantastic Beast itu versi naskah, apa sama di Indo juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal juga Mba renov, terima kasih sudah mampir 😊 Senangnya bisa ketemu sesama pencinta Harry Potter 😍😍

      Tulisan Ron itu dibuku Fantastic Beast mba 😁

      Fantastic Beast memang ada 2 buku mba. Versi School Library ini, isinya kaya kamus makuluk gaib gitu. Terbit pertama tahun 2001. Kalau versi naskah, itu baru terbit 2016, isinya kurang lebih seperti filmnya Mba.

      Wah Mba Renov tinggal di Jerman di kota apa Mba? Aku baru pernahnya ke Koblenz, Frankfurt, Montabaur, dan Oelde. Hehehe..

      Delete
    2. Saya tinggal di kota Wuppertal.

      Wah penasaran baca yang school library version nya. Itu yang ada tulisan si Ron ya.

      Btw pas dirimu kesini, belanja accessories HP juga ngga di toko buku? buanyak banget kan.

      Delete
    3. Wah keren Mba Renov, saya malah baru denger Wutterpal. Agak buta tempat nih memang πŸ˜…
      Belanja di Primark doank, itu juga udah macem2 pernak pernik HP. Aku ga mampir ke toko buku lagi selama di Jerman. Sekarang nyesel, kenapa waktu itu ga ke toko buku, apalagi sekarang aku mulai ngumpulin buku HP 1 yang berbagai bahasa padahal.. 😁

      School library sekarang banyak dijual 1 set dg cover baru Mba kalau di sini. Mungkin di Jerman juga ada 😁 Gemes soalnya liat coret2an itu berasa beneran baca buku perpus. Hehehe..

      Delete
    4. Wuppertal say hihihi, bukan Wutterpal. Satu satunya kota di Jerman yang punya alat transportasi kereta gantung, di sepanjang sungai. Wajar gak hafal, kota nya juga disini banyak banget.

      Mau nitip HP kalau saya pulang ke Indo? tapi masih ngga tau kapan karena corona ini.

      Delete
    5. Eh salah kebalik ya nulisnya. Maap mba.. πŸ˜… wah kereta gantung di pinggir sungai Seine ya 😍😍

      Wuaa mau mbaa πŸ’–πŸ’– Makasii banyak yaa. Semoga covid ini cepat berlalu yaaa..

      Delete
  3. Saya nggak pernah menonton Harry Potter mba jadi nggak bisa mengikuti keseruan yang mba bahas sebab saya nggak paham πŸ˜† tapi saya suka design bukunya. Sebetulnya meski saya nggak pernah menonton filmnya, saya pernah baca salah satu bukunya. Cuma satu doang dari sekian banyak judul. Kalau nggak salah judulnya ada Azkaban-Azkabannya *maaf saya nggak ingat* dan itu baru selesai saya baca setelah berbulan-bulan hasil pinjam ke teman saya yang Potterhead πŸ˜‚

    Dari kapan hari saya ada rencana mau menonton filmnya, lebih ke penasaran especially semenjak SPAO Korea mengeluarkan koleksi baju Harpot hahahaha. Kok ya cakep kelihatannya, tapi sampai sekarang belum kesampaian juga mau menonton. Semoga soon bisa 😍

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku dulu pertama baca HP itu umur 13 tahun mba, sampai akhirnya buku terakhir terbit saat aku kuliah. Jd HP buatku ga hanya bagus di ceritanya, tetapi jd nostalgia bagaimana bacaan ini menemani selama belasan tahun. Mungkin kalau aku baru baca sekarang, feel nya ga akan seperti ini bgd. Termasuk Mba eno jg kalau baca srkng. Hehehe..

      Wah sempat baca juga ya Mba.. mungkin krna ga dr buku pertama ya, soalnya Prisoner of Azkaban itu buku ke 3.

      Filmnya lumayan menghibur kok Mba, walau tetep menurut aku banyak banget hal di bukunya yg ga masuk ke film. Aku nonton lbh buat visualisasi bacaan aja, plot nya aku tetep lbh suka yg buku. Soon semoga bs menikmati filmnya ya Mba 😊

      Delete
  4. Duh.. Mbak thessa😍
    Saya ini dulu waktu smp penggemarnya harry lho. Udah kelar baca bukunya kelar juga nonton filmnya. Tapi ada beberapa bagian film yang saya lupa he..he..
    Saya dulu sampai bikin buku khusus untuk tahu pemain harry potter dan excited banget kalau denger soal harry potter sama kayak narutoπŸ˜‚
    Lihat 3 buku di atas jiwa harry potterku kembali bangkit. Tapi apa daya mungkin saya juga muggleπŸ˜‚
    Tos dulu mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah Mba Astria penggemar Harpot jugaa yaa 😍😍 Jadi belum dpt surat buat masuk ke Hogwarts Mbaa? Hehehehe.. yaudah kita terima nasib aja sebagai muggle 🀣🀣

      Kalau mba astria bikin buku tentng para tokohnya, aku dulu bikin buku nulis ringkasan cerita HP4 di buku tulis. Aku bacanya minjem punya temen. Karena nabung buat beli dulu duitnya blm cukup, mana bukunya tebel dan termasuk mahal bgd dulu buat kantong aku anak SMP 😁

      Wah penggemar Naruto ya Mba? Aku dulu baca Naruto cma pas kuliah, sejak Naruto nikah dg Hinata aku udah ga ngikutin lg..

      Delete
  5. ke-3 buku yang melengkapi pengetahuan aka perintilan dari cerita utamanya harpot kah ini mba?
    tapi paling menarik perhatianku sih yang nomor 2, yang sampulnya ijoooo...kalau yang games quiddicth pas nonton filmnya aja aku skip skip, hahhaha...tapi kalau ama kisah sihir dan keajaiban lain misal mahluk mahluk aneh serta binatang buasnya justru aku suka...apalagi malah buku ke -2 ini kalau diamat-amati lagi ada benang merah antara film fantastic beast yang pemeran utamanya juga merupakan murid yang cukup terkenal di sekolah sihir hogwart....betewe kenapa bisik bisikkah kalau ternyata kesemuanya yang menulis adalah jk rowling hihihi πŸ˜€πŸ˜ƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Nita, ini kaya edisi pelengkap aja. Ga ada ceritanya, lbh kaya pe jelasaan rekaan tentang dunia sihir. Hehehe..

      Kalau buku Fantastic Beast itu memang cikal bakal yg difilmin itu Mba. Tentng makluk gaib di dunia sihir. Dan seru2 sih karena ternyata ada banyak macemnya 😁

      Bisik2 soalnya mungkin ada yg berharap ini beneran buku nyata dr perpustakaan Hogwarts, senyata dunia sihir bagi kami yg potterhead 🀣

      Delete
  6. Saya suka Harry Potter, tapi filmnya sih hahahaha.
    Berbeda dengan beberapa hal, saya lebih suka baca, kalau yang fantasy gini lebih suka nonton saya, biar kepala nggak panas memahami dunia fantasynya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga filmya suka Mba Rey 😁 kalau fantasi aku tergantng sih, kalau ceritanya berat juga aku prefer nonton aja dr pada baca. Kayak Game of Thrones, sampai sekrng aku ga beres2 baca bukunya, tapi udah nonton berkali2 filmnya 😁.

      Delete
  7. Kalo Harpot saya cuman sempet nonton semua filmnya aja Mba, dulu pengen baca bukunya juga tapi gak mampu beli, bukunya kan tebel-tebel banget. Jadi yah nunggu tayang aja. Eh lucunya setelah filmnya tayang, temen-temen pembaca novel Harpot akhirnya menghibahkan beberapa buku mereka ke saya (kenalan-kenalan baru) tapi karena udah nonton filmya, semangat untuk baca novelnya ini malah ilang. Dan akhirnya buku2nya ini teronggok aja gak dibaca, sampe ada yang kena banjir, dan lain-lain sayang banget padahal πŸ˜ͺπŸ˜…

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang tebel2 bgd ya Mba. Aku dulu pas pertama liat pas SMP, mikir ini buku tebel bgd gimana beresinnya. Eh tau2 HP 4 aku beresin 4 hari doank πŸ˜…

      Aku juga kalau nonton duluan, blm tentu berminat baca. Kaya Lord of the ring, suami berkali2 bilang itu novelnya bagus bgd. Tp krna udah nonton jd ga berminat buat baca.

      Sayang ya Mba sampe kebanjiran. Huhu.. kalau aku kena rayap bbrapa koleksi buku, termasuk bbrapa buku HP. Pdhal dulu nabung belinya lamaaa.. Skrng udah lengkap lg krna gabungan sama koleksi suami 😁

      Delete
  8. Aku cuma punya The Tales of Beedle the Bard.sbnrnya aku bingung apa aku ini bener2 penyuka cerita Harry Potter ato ga. Karena jujur aja, serial Harry Potter aku suka bnagetttt dan lengkap pastinya.

    Tapi cerita2 pendampingnya, kayak 3 buku di atas, aku ga terlalu tertarik untuk baca :D. Yang The tales of beedle aja , aku ga terlalu enjoy bacanya mba. Bukunya tipis, tapi butuh bbrp hari aku baca . Padahal Harry potter yg jauh lebih tebel, aku lahap abis cuma sebentar :D. Sepertinya aku bukan fans sejati , hihihi...

    Aah, tapi aku kangen pengen baca buku yg semenarik Harpot lagi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kangeeen ya Mbaa menemukan buku semenarik Harpot. Sampai skrng pun aku kadang2 masih suka reread loh Mba 😁 Tooos Mbaa sesama pencinta Harpot..

      Aku punya buku 3 ini juga lbh ke buat koleksi aja sih Mba. Kalau buat isi bacaannya sih memang ga semenarik series Harpotnya.

      Beedle Bard ga terlalu suka ya Mba? Aku malah sukaa, soalnya aku dr dulu memang suka dongeng2 fantasi gt, ringan lg soalnya dongengnya pendek2 doank kan 😁

      Delete