Showing posts with label toko buku. Show all posts
Showing posts with label toko buku. Show all posts

Saturday, 6 April 2024

Berburu Buku Harry Potter di Athens, Yunani

 Sebagai book nerd dan Potterhead  selama lebih dari 20 tahun, ada hal wajib yang saya lakukan setiap berkunjung ke suatu kota di negara lain. Hunting Harry Potter book in local bookstore!


Bulan Maret 2024 lalu, saya bersama suami berkesempatan menghabiskan waktu berdua di Yunani. Sebuah kota memikat yang penuh dengan peninggalan budaya dan sejarah. 



Kota Athens yang memikat 

Athens adalah kota yang memikat dengan jejak sejarah di setiap sudutnya. Di sini, kamu bisa menemukan peninggalan-peninggalan kuno seperti Akropolis dengan Parthenon yang ikonis, menjulang di atas bukit dan mengawasi kota. Reruntuhan kuil, teater, dan agora tersebar di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, bikin suasana terasa unik. Meski penuh sejarah, Athens tetap hidup dengan kafe-kafe yang ramai, pasar tradisional yang seru, dan seni jalanan yang memberi sentuhan segar di tengah kota tua ini. Rasanya, seperti berjalan di antara masa lalu dan masa kini.

Di salah satu bagian Athens, terdapat Syntagma Square yang menjadi pusat kehidupan kota. Alun-alun ini dikelilingi oleh gedung-gedung penting, seperti Gedung Parlemen Yunani yang megah, dan sering menjadi tempat berlangsungnya acara-acara publik, demonstrasi, serta perayaan. Di sini, kamu juga bisa melihat pergantian penjaga yang terkenal di depan Makam Prajurit Tak Dikenal, sebuah ritual yang menarik perhatian banyak wisatawan. Di sekeliling Syntagma Square, terdapat kafe-kafe, restoran, dan toko-toko yang menjadikannya tempat sempurna untuk duduk bersantai sambil menikmati suasana sibuk namun bersejarah dari jantung Athens. Di Syntagma Square ini lah saya menemukan toko buku, Ianos Bookstore 

Ianos Bookstore dan rak yang penuh sesak

Wangi buku yang familiar langsung menguar saat saya memasuki Ianos. Rak-rak penuh sesak dengan buku-buku aksara Yunani yang tidak saya mengerti. Menarik! Suasana yang tidak telalu ramai, membuat saya bebas mengekplorasi mencari buku incaran, apalagi kalau bukan Harry Potter dengan bahasa Yunani




Masih ada beberapa pengalaman menarik di Yunani sebenarnya, saya akan cerita di lain kesempatan (muda2an. hehehe). Termasuk saat saya secara tidak sengaja menemukan Harry Potter merch yang sedang sale di Santorini 😄

Saturday, 28 August 2021

Reportase Asik: Menjejak Literasi di Toko Buku London dan Edinburgh

Halo semuanya! Apa kabar? 😊

Ketemu lagi di postingan berlabel Resik, Reportase Asik Dunia Literasi. Yang akan membawa cerita seru tentang dunia literasi. Kali ini ada yang berbeda, karena kontributor Resik kali ini jauh-jauh dari United Kingdom 😍 Perkenalkan, Citra, teman saya yang luar biasa baik sampai mau direpotkan untuk berbagi cerita pada Resik kali ini. #pelukjauh

Baca juga: 
1. Reportase Asik Dunia Literasi Mei 2021
2. Reportase Asik Dunia Literasi Juni 2021
3. Reportase Asik Dunia Literasi Juli 2021

Sudah hampir setahun ini Citra tinggal di Edinburgh bersama keluarganya. Awalnya dalam rangka menemani sang suami yang menempuh studi di sana. Tak mau ketinggalan, sekarang pun Citra ikut kuliah S2 di Edinburgh 😍. Ternyata banyak cerita menarik selama meraka di UK, seperti tempat-tempat yang dikunjungi lengkap dengan sejarahnya, sampai pada kebiasaan orang-orang yang mereka temui. 

Kali ini Citra akan mengajak kita jalan-jalan ke toko buku menarik yang pernah dikunjunginya di Edinburgh dan London 😍. Yuk, kita simak...

Menjejak Literasi di Toko Buku London dan Edinburgh

Apakah benar masyarakat di negara maju suka membaca dan punya literasi tinggi?

Ada beberapa cara untuk mengetahuinya. Saya pribadi suka mengukurnya dengan cara mengamati perpustakaan umum dan toko buku yang ada di suatu daerah.

Kali ini, saya akan membahas mengenai toko-toko buku yang ada di UK (khususnya London dan Edinburgh).

Jumlah toko di UK yang didaftarkan secara resmi sebagai toko buku (tidak termasuk toko yang menjual buku hanya sebagai salah satu bagian/section) adalah 967 (lebih dari tiga kali lipat Indonesia). Tinggi sekali, ya?

Angka ini sebenarnya agak turun dibandingkan tahun 1995 yang menyentuh 1.894 buah toko. Mungkin karena beberapa tahun belakangan lebih banyak orang yang berbelanja secara daring (online).

Selama tinggal di UK, saya sering keluar masuk toko buku. Namun ada beberapa toko buku yang sangat berkesan sehingga saya abadikan di gawai. Berikut catatan saya:

1. Armchair Books, Edinburgh

Toko buku pertama adalah yang bertempat di West Port, Edinburgh.  Armchair Books adalah surga bagi mereka yang cinta buku namun tidak ingin menghabiskan uang banyak untuk membeli buku baru. Dari luar, ia tampak kecil. Namun ternyata menyimpan banyak koleksi, mulai dari buku modern sampai buku yang umurnya sudah lebih dari usia negara Indonesia.


Dengan koleksi buku klasik sebanyak ini, 
kira-kira kamu akan menghabiskan waktu berapa lama di sini? 😍

Bau khas buku tua langsung semerbak ketika kita membuka pintu toko. Saya teringat pada koleksi buku milik almarhum kakek yang sudah ada di surga.

Mata saya tertarik pada satu buku yang pernah (bahkan masih sampai saat ini) dilarang beredar di Indonesia: The Satanic Verses karya Salman Rushdie. Tapi koleksi toko ini tidak melulu klasik dan serius. Saya juga melihat edisi lengkap komik favourit masa kecil: Asterix.

2. Till’s Bookshop, Edinburgh

Toko buku second hand lain yang berkesan adalah Till’s Bookshop. Salah satu toko buku bekas tertua, yang bertempat di Newington, Edinburgh. Bangunannya cukup modern dan menarik dengan lay out yang sangat eye-catching. Para pecinta buku dijamin akan menghabiskan waktu lebih lama dari rencana. Bonusnya adalah penjaga buku disini sangat ganteng seperti Michael Buble!


Reading nook yang sangat nyaman

Seperti kebanyakan toko buku di UK, section utama adalah literature yang dipajang secara mencolok di bagian depan. Namun jangan terkecoh karena ada ruangan di belakang yang tak kalah menakjubkan. Di sini, kita dapat menemukan koleksi history, science dan psychology. Suasanya sangat homy, bahkan terdapat perapian lengkap dengan sofa dan bantal. Benar-benar membuat kita tidak ingin pulang.

3. Waterstone, Edinburgh

Kalau yang ini toko buku baru, Waterstone. Letaknya sangat strategis di pusat kota Edinburgh (Princess Street) dan berhadapan langsung dengan Edinburgh Castle. Jadi berkunjung ke toko ini memuaskan hasrat membaca sekaligus wisata!

Waterstone adalah jaringan toko buku besar yang tidak hanya ada di Edinburgh tetapi juga ada di berbagai kota lain di UK. Buku-buku disini tertata rapi sesuai dengan kategori. Ada empat lantai penuh buku yang siap memanjakan book lovers. Oya, di lantai teratas, ada cafe yang memiliki daya tarik tersendiri. Tips dari saya, beli secangkir kopi lalu duduk di kursi dekat jendela. Anda akan terpesona dengan pemandangan indah dari seberang.


Pilih buku atau cemilan? 
Atau dua-duanya? 😁

Waterstone memiliki loyalty progam untuk menarik pelanggan. Setiap pembelian akan diberi cap dan setelah mencapai kriteria tertentu Anda akan mendapatkan buku secara gratis. Wow, cara jualan yang wajib ditiru!

Baca juga tulisan tentang negara lain di:
1. Dari Rekomendasi Cerita Wattpad Sampai Cerita Tentang Jerman
2. 5 Buku Berlatar Paris yang Wajib Kamu Baca
3. Heidi dan Pegunungan Swiss Yang Indah
4. Menelusuri Kejayaan Islam di Spanyol Melalui Buku Menjejak Andalusia
5. Novel Nikah Muda dan Paris, Mimpi yang Menjadi Kenyataan

4. Hatchards, London

Jika berkunjung ke London, book lovers tidak boleh lupa untuk mengunjungi toko buku kebanggaan orang Inggris ini, Hatchards. Dengan usia 224 tahun (toko buku tertua di seluruh UK), tak heran jika banyak turis yang menyempatkan mampir ke toko ini. Bayangkan, toko buku namun terkenal sebagai tujuan wisata!

Mewah dan elegan adalah kesan pertama ketika mengunjungi Hatchards. Mungkin ini yang menjadi alasan mengapa royal family (halo Kate dan Meghan) menjadi pelanggan utama.

Toko buku langganannya royal family

Setiap kategori buku dikelilingi tulisan menarik. 
Biasanya kutipan dari tokoh terkenal yang terkait dengan topik di buku

Tak hanya kata-kata yang membuat melek mata, namun juga interior yang sangat indah. Tangga kayu yang kokoh nan rupawan menjadi pilihan saya untuk naik-turun toko (meskipun tersedia lift).

Oya, bagian buku anak-anak adalah favorit saya. Mengingatkan pada kamar tidur impian saya sewaktu masih sekolah SD.

5. Blackwells

Selain Waterstone, Blackwells juga merupakan toko buku yang lumayan terkenal dan gampang ditemukan di beberapa kota di UK. Yang berbeda dari toko buku ini adalah event rutin berupa book club dan bedah buku (dihadiri pengarang langsung). Sayangnya, selama lockdown kegiatan seperti ini dihentikan sementara karena mengundang kerumunan.

Namun belum lama ini saya melihat book club telah kembali hadir di toko buku Blackwells.

Salah satu event book club di Blackwells

📖📖📖

Saya amati bahwa hampir setiap rumah di UK memiliki mini library. Biasanya koleksi buku ini terlihat dari jendela ketika kita lewat di samping atau depan rumah mereka. Pemandangan seperti ini sangat mengesankan bagi saya orang Indonesia yang menganggap buku sebagai barang sekunder atau bahkan tersier.

Oya, satu lagi indikator kegemaran membaca warga Inggris. Mereka tak segan membagikan buku (secara gratis) ke siapa pun yang ingin membaca. Caranya adalah dengan mendirikan tiny library. Di sini, siapa pun boleh menaruh maupun mengambil buku tanpa dibatasi jumlah. Tentu saya tidak melewatkan kesempatan ini!

Dari semua pengamatan tersebut, saya akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa memang benar literasi di negara maju lebih tinggi. Hal ini kemudian berdampak pada pola pikir, tindakan dan pandangan masyarakat. Kebijakan pmerintah, misalnya, diambil berdasar pertimbangan logis dan ilmiah. Penduduk juga lebih taat peraturan karena paham maksud dan manfaat di balik aturan tersebut.

Semoga suatu saat nanti Indonesia juga bisa! 🇮🇩

📖📖📖

Bagaimana menurut kamu toko buku yang diceritakan Citra di atas? Seru sekali yaa 😍😍 Di antara semua daftar di atas, yang paling membuat saya penasaran adalah Hatchards, yang menjadi langganan keluarga kerajaan, dan koleksi buku klasik di Armchair Books.

Buat kamu yang penasaran cerita menarik Citra lain selama di UK, bisa kepoin Youtube Channelnya di sini atau instagramnya di @citra_dinie.

Kalau saya sih pengen ngomporin Citra buat bikin blog untuk menceritakan pengalamannya 😁. Hehhehe.. Apalagi baca tulisannya yang asik banget di atas. Yay or Nay? 

Sumber foto : koleksi pribadi Citra

Saturday, 23 May 2020

Tips Seru Belanja Buku di Pusat Buku Murah Blok M

Ada yang suka belanja buku di Blok M ga?
Saya termasuk yang masih suka secara periodik ke Blok M untuk belanja buku. Pusat Buku Murah Blok M itu berada di lantai basement Blok M Square. Total ada puluhan toko buku dengan koleksi sampai ribuan buku. Buku yang dijual sebagian besar adalah buku-buku lama, tetapi juga ada beberapa buku terbitan baru dan masih segel kok. Kenapa belanja di Blok M? sesuai dengan namanya, buku-buku di sini memang dibandrol lebih murah dibandingkan dengan buku di toko buku besar seperti Gramedia atau Gunung Agung.
Selain harganya, yang membuat saya masih setia ke Blok M adalah banyak buku-buku lama dan sudah tidak ada di pasaran yang saya temukan di sini. Belum lagi buku anaknya murah-murah banget padahal masih segel. Dengan membelanjakan uang seratus ribu, bisa dipastikan saya bisa membawa pulang lebih dari 5 buku.

Pusat Buku Murah Blok M


Ini beberapa tips seru belanja buku di Pusat Buku Murah Blok M menurut saya : 

1. Jangan Malu Bertanya
Pusat Buku Murah blok M itu terdiri dari banyaaak banget toko. Dan biasanya bukunya numpuk ga dipisah per genre seperti kita belanja di toko buku besar. Jadi kalau kamu memang sudah punya buku inceran, lebih baik nanya aja ke pedangangnya langsung "Mas jualan buku KKPK ga?" "Mas punya buku Harry Potter satu set ga?" Kalau dibantu dengan contoh covernya lebih bagus lagi, jadi lebih memudahkan mereka mencari.
Hebatnya lagi, walau buku mereka numpuk kaya ga karuan, tapi mereka bisa inget loh nyimpennya dimana buku yang kamu cari kalau mereka memang punya. hehehe.
Kalau mereka ga punya bukunya, kamu bisa cari di toko lain atau kadang mereka juga suka menawarkan untuk dicarikan ke toko lain. Kalau mereka cariin, itu bisa menghemat waktu kamu saat mencari buku. 

Pusat Buku Murah Blok M
Buku sebanyak ini pasti bikin bingung nyari. Jadi mending langsung nanya aja.

2. Cek kondisi buku
Pusat Buku Murah Blok M itu menjual buku bekas dan baru. Peminat buku bekas ini cukup banyak, terutama untuk buku-buku klasik. Atau series komik-komik lama yang sudah dibundle satu seri. Kalau kamu memang membeli buku bekas, jangan lupa pastikan kondisi buku memang masih layak baca dan tidak ada halaman yang hilang. 

Pusat Buku Murah Blok M
Contoh koleksi buku nonfiksi, kamus Oxford lengkap berjilid-jilid.


3. Jangan lupa untuk menawar dengan wajar
Penjual buku di Blok M ada yang sudah membandrol harga pas untuk bukunya, tetapi juga ada yang harganya baru muncul pas ditanya dan kadang harganya agak suka-suka penjual 😅. Jadi pas penjual bilang harga, jangan lupa sambil browsing harga wajar buku itu sebenarnya berapa. Kalau menurut kamu harganya tidak wajar atau ketinggian, tawar aja. Ingat, tawar dengan wajar yaa... Hitung-hitung kamu membantu pedagang di sana juga. Selain itu, kamu juga bisa minta bonus kalau membeli cukup banyak. Kalau saya sering dikasi bonus buku anak yang kecil-kecil atau buku mewarnai. Lumayan banget kan..

Pusat Buku Murah Blok M
Beberapa buku sudah dibandrol fix price seperti ini

4. Jangan beli buku bajakan
Belanja bukan di toko buku besar memang tidak menjamin buku yang kita dapat itu asli atau tidak. 
Sebenarnya kalau memperhatikan dengan cermat, kita dapat membedakan buku asli dan bajakan dari kuliatas cover, jilid dan kertas. Warna cover cenderung pudar dan tidak mulus licin, jilid ga rapi dan yang paling keliatan adalah kertas seperti kertas buram dengan tulisan seperti foto kopi. 


Pokoknya kalau harga buku (terutama buku baru dan segel, bukan buku bekas) yang ditawarkan jauuuh banget lebih murah dari harga di pasaran, kamu perlu curigai itu buku repro atau buku bajakan. Dan jujur saya beberapa kali menemukan buku bajakan di Blok M. Itulah makanya saya jarang membeli novel baru yang segel di Blok M. Saya lebih senang berburu buku lama yang sudah tidak ada dipasaran. Atau buku anak, termasuk buku aktivitas anak. Karena buku anak full color gitu nyaris ga ada bajakannya kan...

Pusat Buku Murah Blok M termasuk salah satu surga buku anak diskonan

5. Bawa uang cash yang cukup
Sebagian besar pedagang di sini hanya menerima uang cash ya. Jadi jarang yang bisa gesek gesek kartu. Kalau kamu mau belanja dengan tenang tanpa harus bolak balik ke ATM, sebelum belanja sediakan uang cash yang cukup dulu ya. ATM di Blok M Square ada banyak dan mudah diakses kok. 

6. Jangan tergesa-gesa membeli
Kalau kamu udah biasa belanja di pasar, pasti tau donk tips ini. Tanya harga dulu, cek ricek kondisi buku, kalau belum sreg, ga usah langsung beli. Cek dulu toko sebelahnya, dan sebelahnya lagi. Siapa tau kamu bisa mendapatkan best deal lain. Kalau tidak ada, kamu tinggal kembali ke toko awal deh. 

7. Minta kontak penjual apabila diperlukan
Kalau kamu punya buku yang ingin dicarikan, jangan lupa minta kontak penjualnya. Jadi begitu buku yang kamu pengen udah ready, kamu bisa minta dikabarin.. 

Sekian beberapa tips belanja asik di Pusat Buku Murah Blok M versi saya. Jadi gimana, setelah pandemi ini berlalu kamu berminat main ke Blok M ga? 

Pusat Buku Murah Blok M Square



Sunday, 19 April 2020

Tertipu Belanja Buku Di Tokopedia


Tokopedia, pasti semuanya tau dengan marketplace yang satu ini. Saya sebenarnya sudah beberapa tahun ini menjadi pengguna setia Tokopedia. Mulai dari beli makanan, sampai elektronik seperti kulkas dan dispenser pernah saya lakoni di Tokopedia. Mulai dari transaksi belasan ribu sampai transaksi jutaan. Selama menggunakan Tokopedia, jujur saya cukup puas dengan layanannya. Jadi, Tokopedia adalah top of mind saya dalam mencari barang-barang secara online. Selain karena memang Tokopedia nyaris punya semua jenis barang, saya pun merasa cukup aman belanja di sini dengan sistem Rekening Bersama dari Tokopedia.

Jadi wajar saat Titha request kado ulang tahun ke 7 nya Komik Next G (buku yang selama ini dia sering baca di perpustakaan sekolah), saya langsung mencari di Tokopedia. Tetapi sialnya, saya dapat penjual yang sama sekali tidak komunikatif. Beberapa kali dichat sama sekali tidak pernah dibalas, padahal remark nya terlihat sedang online. Saat saya minta uang dikembalikan karena pesanan yang dikirim tidak sesuai pun, tidak digubris oleh penjualnya.

Tertipu di Tokopedia

Kronologis  Kasus 1:

Februari 2020

5/2 : Saya mulai mencari-cari penjual yang menjual komik Next G. Akhirnya saya menemukan penjual diomond dengan follower sudah 10ribu lebih.

6/2 : Saya check out membeli 5 buku Next G. Sekaligus setelah itu saya konfirmasi ketersediaan buku melalui chat. Tapi penjual walau statusnya online sama sekali tidak membalas.

7/2 : Saya tanyakan lagi tapi tetap tidak dibalas. Mulai feeling ga enak dengan penjualnya.
Saya sudah agak merelakan kalau transaksi ternyata tidak dikirim oleh penjual.

12/2 : Paket datang, dan ternyata dari penjual komik Next G.

14/2 : Saya langsung konfirmasi menerima barang tanpa membuka dulu isi paket. Di sini lah kesalahan saya. Seharusnya jangan pernah mengkonfirmasi pesanan sebelum kita membuka paket dan memeriksa kelengkapannya. Karena saya sebelumnya tidak tau Komik Next G setebal apa, jadi saya tidak bisa mengira-ngira juga sebenarnya dari paket yang datang itu isinya berapa komik.
Karena saya sudah melakukan konfirmasi, dana telah diteruskan ke penjual pada tanggal yang sama.

16/2 : Saya membuka paket dan ternyata hanya ada 2 dari 5 buku yang dipesan dengan catatan dari penjual
 "Ada buku yang kosong, silahkan komplain ke pusat resolusi minta uang dikembalikan seharga buku yang kosong. Terima kasih"
Tertipu di Tokopedia

Akhirnya saya langsung komplain ke pusat resolusi dengan menjelaskan kronologis yang terjadi. Jawaban dari CS Tokopedia lumayan cepat, langsung saya terima di hari yang sama. Sayang jawabannya kurang memuaskan sbb :
"Jika barang yang Anda terima tidak sesuai, Toped sarankan Ibu/Bapak untuk menghubungi Penjual melalui fitur Tanya Penjual di menu Pembelian"
Karena saya sudah mengkonfirmasi penerimaan pesanan, dan uang sudah diteruskan ke penjual. Jadi simpelnya, kata Tokped kalau ingin uang dikembalikan, minta aja langsung sama penjual 


16/2 : Saya chat lagi penjual dengan ngasi screenshot pesan dr CS Tokped. Seperti sudah diduga, di read doank tapi ga dibales.


Tertipu di Tokopedia

17/2 : Saya chat lagi dan masih belum dibalas. Akhirnya saya putuskan komplain lagi ke Tokped, dengan menyampaikan screenshot chat yang tidak pernah di balas oleh penjual. Boro2 minta uang kembali, chat aja ga dibales-bales.

Tertipu di Tokopedia

Tokped bales dan minta bukti2 berupa foto barang yang diterima, saya langsung reply.

18/2 : Tokped akhirnya membalas, dana akan dikembalikan sejumlah buku yang tidak terkirim. Yey.. Proses akan dilakukan dalam 14 hari. 

Akhirnya kasus selesai dengan happy ending. Namun saya sangat kecewa dengan sikap penjual. Kalau dari awal dia komunikatif membalas chat, saya lebih memilih bukunya diganti dengan judul Komik Next G yang lain yang ready stock. Atau saya bisa buru2 cari lagi di tempat lain, ga keburu mepet sama tanggal ulang tahun. Apalagi saya sudah janji memberikan Titha hadiah ulang tahun 5 komik, akhirnya Titha cuma dapet 2 komik pas ulang tahun. 

Btw, karena waktu itu janji saya belum lunas ke Titha, akhirnya saya pesan lagi buku dari seller lain. Walau baru dikasih setelah ulang tahun, setidaknya dia tetap dapat sesuai yang saya janjikan. Browsing2 penjual di Tokped, saya akhirnya nemu penjual dengan 13ribu follower, dan rating cukup bagus. 

Kronologis Kasus 2

Maret 2020

15/3 : Order 5 buku. Konfirmasi ke Penjual apakah buku yang dipesan ready semua. Penjual bilang akan mengabari nanti untuk stok buku yang ready

17/3 : Penjual belum mengabari tentang ketersediaan buku di chat, tapi paket sudah datang. 
Berkaca dari pengalaman sebelumnya, paket saya buka dulu sebelum dikonfirmasi di aplikasi Tokped. Kaget donk saya ternyata buku yang datang juga tidak lengkap, hanya 3 dari 5 buku yang dipesan. Lengkap dengan catatan yang persis sama dengan catatan pada Penjual pertama. 

Tertipu di Tokopedia

Ini nama tokonya doank yang beda, orangnya jangan-jangan sama. Hahaha. Atau mungkin salah satu dropshipper dari toko satunya, entahlah saya tidak tau pasti. 


Saya langsung komplain di pusat resolusi, barang datang tidak lengkap. 

18/3 : Dana diteruskan ke penjual sebesar buku yang dikirim. Dana buku yang tidak dikirim dikembalikan ke saya.

Dengan pengalaman tidak mengenakkan di atas, saya sangat mengapresiasi tanggapan CS Tokopedia yang cepat. Apakah itu membuat saya kapok belanja di Tokped? Tentu tyidaque 😁 Karena jujur, pengelaman menyenangkan belanja di Tokped jauh lebih banyak dari pada kejadian seperti ini. Tapi yang pasti saya sudah black list kedua penjual di atas. 
Agar belanja di Tokped senantiasa aman, ini beberapa tips dari saya 

Tips belanja aman di Tokopedia : 
1. Selalu konfirmasi ketersediaan barang sebelum melakukan transaksi. Selain untuk memastikan barang memang ready, juga untuk mengecek apakah penjual komunikatif saat ditanya-tanya
2. Jangan pencet konfirmasi kedatangan barang di aplikasi Tokped sampai kamu membuka paket dan mengecek satu persatu apakah barang yang diterima telah sesuai
3. Selalu cek rating dan review yang diperoleh Penjual. Kalau saya selalu memilih Penjual dengan bintang 4 ke atas. Jangan tergoda karena harga lebih murah, pas dibaca review dari pembeli bintangnya di bawah bintang 4 semua. Dari pada kecewa, lebih baik cari Penjual lain.
4. Jangan pernah mau apabila ditawarkan transaksi di luar aplikasi, misal bayar via transfer atau via pulsa. Hampir dipastikan kalau kejadian seperti itu, itu adalah penipu. Saya kebetulan belum pernah, tapi art saya di rumah pernah mengalami. Bayar via pulsa, barang akhirnya tidak dikirim. Komplain via aplikasi juga tidak akan bisa kalau kejadiannya begini.
5. Jangan memberikan kode OTP apapun ke siapa pun.

Tips di atas harusnya juga bisa untuk belanja di market place lain. Tapi karena saya belum pernah nyoba, jadi saya tidak akan berkomentar banyak.
Sekian postingan kali ini. Semoga bermanfaat dan pengalaman saya bisa jadi pelajaran buat kamu yang suka belanja online ya.



Sumber gambar gif Ryan Gosling : tenor.com


Sunday, 10 November 2019

Berburu Buku Anak Impor seharga 10K di Mall Jakarta


Kalau ditanya dimana sih nyari buku impor anak yang ramah di kantong? Saya yakin sebagian besar orang akan menjawab di Big Bad Wolf, salah satu pameran buku yang memang terkenal dengan buku-buku impor diskonnya. Selain itu biasanya beberapa toko buku impor seperti Periplus atau Books & Beyond, kalau lagi beruntung kita bisa dapatkan harga diskon yang lumayan, walau ga sering ya.

Selain tempat tersebut di atas, saya secara tidak sengaja juga sempat menemukan toko yang menjual buku impor dengan harga super miring. Saya jarang mereview toko buku di blog ini, tapi info ini menurut saya sebagai emak-emak modis (modal diskon) layak sekali untuk dibagikan 😁 

Jadi waktu itu saya sedang jalan ke Mall FX Sudirman di Jakarta, di lantai 5 kebetulan ada playground anak gratisan yang terbuka buat umum. Lumayan abis capek-capek muterin mall, mamanya bisa duduk lesehan santai di playground sementara anaknya main. Waktu mau jalan ke playground, saya melewati yang jual buku seperti ini:


Langsung donk abis dari playground saya mampir, niatnya cuma melihat-lihat. Saya cukup terkejut ternyata buku-bukunya lumayan juga. Pas bagian buku diskon saya lebih kaget lagi liat harganya. Cuma 5ribu dan 10ribu rupiah saja 😱 Mana buku ceritanya anaknya lumayan, banyak buku dengan gambar bagus-bagus dengan tulisan satu atau dua baris saja per halaman, sesuai dengan kriteria buku yang saya cari untuk dedek Tara yang masih berumur 2 tahun.


Saya akhirnya membeli beberapa buku di sini dan anak-anak sukaaa sekali dengan bukunya. Pulang dari sana langsung sehari minimal satu buku bisa minta dibacakan sampai 3 kali 😅 Sekarang sudah beberapa bulan sejak membeli bukunya, bukunya masih menjadi favorit anak-anak saya. Ini beberapa buku yang saya beli dengan harga 10K saja per buku :

1. Miss Mouse's Winter Present

Buku hard cover tentang hadiah musim dingin dari Miss Mouse berupa sweater rajut yang besaar. Pada akhir buku ada games kecil dimana kita disuruh menemukan benda-benda di sekeliling Miss Mouse. Entah udah berapa puluh kali buku ini dibacain, dan dedek Tara masih aja antusias tiap disuruh nyari benda-benda di sekeliling Miss Mouse.

2. When Mum Turned Into A Monster

Kalau ini ga hanya favorit dedek Tara, tapi juga favorit kakak Titha. Tentang Mum yang berlahan berubah menjadi monster saat anak-anaknya nakal. Lengkapnya sudah pernah saya review di blog ini pada link di sini.

3. Princess Poppy The Birthday



Buku tentang ulang tahun Poppy. Awalnya keluarga dan teman Poppy seperti tidak peduli dan lupa dengan hari ulang tahunnya, tetapi ternyata itu karena mereka sudah menyiapkan kejutan untuk Poppy.
Gambarnya bagus, dedek Tara juga suka. Kebetulan dia lagi suka yang tema-tema ulang tahun gini, jadi cocok.

4. Frog and the Birdsong



Buku hard cover, tentang kodok yang menemukan burung tidak bergerak sama sekali. Awalnya dia dan teman-temannya mengira burung itu tidur, sampai si kelinci lewat dan memberi tahu kalau burung itu bukan tidur tapi sudah mati. Dan menjelaskan kalau seluruh yang hidup di dunia ini suatu saat akan mati. Akhirnya mereka beramai-ramai menggali lobang untung menguburkan si burung.
Dari ceritanya bisa ditebak kalau ini bukan jenis cerita favorit anak-anak kan? 😅 Berbulan-bulan buku ini ga kesentuh karena pertama dibacain dedek Tara kaya bingung sama ceritanya. Sampai minggu lalu kita liat anak kucing yang biasa nongkrong di teras kondisinya udah kaku dan mati. Anak kucing akhirnya kita kuburin, dan saya jadi inget lagi tentang buku ini. Bener aja, dedek Tara semangat pas dibacain sambil bilang "kaya anak kucing, cian anak kucingnya udah mati.." 

5. Spot Bakes a Cake



Ini dia buku favorit dedek Tara. Tentang Spot yang ngebantu mamanya bikin kue untuk ulang tahun papanya. Bukunya hard cover dan pop up, jadi seru. 


Dedek Tara yang selalu semangat tiap dibacain buku Spot ini😁


Kok bisa ya bukunya semurah itu? Padahal banyak yang hard cover, ada yang pop up lagi. Jadi sebenarnya ini buku bekas, tapi masih dalam kondisi bagus kok. Selain buku bekas juga ada kok buku-buku baru. Dan harganya menurut saya juga miring. Kalau buku anak full color impor di Gramedia bisa dibandrol sampai dengan di atas 100ribu, di toko ini rata-rata di harga 50ribuan saja. 
Selain buku anak juga ada buku arsitektur, resep, novel dan beberapa genre lain. Tapi waktu itu saya tidak melihat detail koleksi yang lain karena ditungguin bocah-bocah. 😅


Setelah pulang saya kepo dengan tokonya dan mencari info lebih banyak di internet. Akhirnya saya menemukan ternyata mereka juga punya website dan bisa dibeli online..

Rekomendasi toko buku murah : 

ByBooks & Friends 

Bybooks FX Sudirman
fX Lifestyle Centre lt.5
Jl. Jend. Sudirman No.25, Kota Jakarta Pusat

Bazaar Ratu Plaza Sudirman JKT
Lobby Barat Lantai G
Jl. Jend. Sudirman, Kota Jakarta Pusat