Halo semuanya! Apa kabar? 😊
Ketemu lagi di postingan berlabel Resik, Reportase Asik Dunia Literasi. Yang akan membawa cerita seru tentang dunia literasi. Kali ini ada yang berbeda, karena kontributor Resik kali ini jauh-jauh dari United Kingdom 😍 Perkenalkan, Citra, teman saya yang luar biasa baik sampai mau direpotkan untuk berbagi cerita pada Resik kali ini. #pelukjauh
Baca juga:
1. Reportase Asik Dunia Literasi Mei 2021
2. Reportase Asik Dunia Literasi Juni 2021
3. Reportase Asik Dunia Literasi Juli 2021
Sudah hampir setahun ini Citra tinggal di Edinburgh bersama keluarganya. Awalnya dalam rangka menemani sang suami yang menempuh studi di sana. Tak mau ketinggalan, sekarang pun Citra ikut kuliah S2 di Edinburgh 😍. Ternyata banyak cerita menarik selama meraka di UK, seperti tempat-tempat yang dikunjungi lengkap dengan sejarahnya, sampai pada kebiasaan orang-orang yang mereka temui.
Kali ini Citra akan mengajak kita jalan-jalan ke toko buku menarik yang pernah dikunjunginya di Edinburgh dan London 😍. Yuk, kita simak...
Menjejak Literasi di Toko Buku London dan Edinburgh
Apakah benar masyarakat
di negara maju suka membaca dan punya literasi tinggi?
Ada beberapa cara
untuk mengetahuinya. Saya pribadi suka mengukurnya dengan cara mengamati perpustakaan
umum dan toko buku yang ada di suatu daerah.
Kali ini, saya
akan membahas mengenai toko-toko buku yang ada di UK (khususnya London dan
Edinburgh).
Jumlah toko di UK
yang didaftarkan secara resmi sebagai toko buku (tidak termasuk toko yang menjual
buku hanya sebagai salah satu bagian/section) adalah 967 (lebih dari tiga kali
lipat Indonesia). Tinggi sekali, ya?
Angka ini sebenarnya
agak turun dibandingkan tahun 1995 yang menyentuh 1.894 buah toko. Mungkin
karena beberapa tahun belakangan lebih banyak orang yang berbelanja secara
daring (online).
Selama tinggal di
UK, saya sering keluar masuk toko buku. Namun ada beberapa toko buku yang
sangat berkesan sehingga saya abadikan di gawai. Berikut catatan saya:
1. Armchair
Books, Edinburgh
Toko buku pertama adalah yang bertempat di West Port, Edinburgh. Armchair Books adalah surga bagi mereka yang cinta buku namun tidak ingin menghabiskan uang
banyak untuk membeli buku baru. Dari luar, ia tampak kecil. Namun ternyata menyimpan
banyak koleksi, mulai dari buku modern sampai buku yang umurnya sudah lebih dari
usia negara Indonesia.
Dengan koleksi buku klasik sebanyak ini,
kira-kira kamu akan menghabiskan waktu berapa lama di sini? 😍
Bau khas buku tua langsung
semerbak ketika kita membuka pintu toko. Saya teringat pada koleksi buku milik almarhum
kakek yang sudah ada di surga.
Mata saya tertarik
pada satu buku yang pernah (bahkan masih sampai saat ini) dilarang beredar di
Indonesia: The Satanic Verses karya
Salman Rushdie. Tapi koleksi toko ini tidak melulu klasik dan serius. Saya juga
melihat edisi lengkap komik favourit masa kecil: Asterix.
2. Till’s
Bookshop, Edinburgh
Toko buku second hand lain yang berkesan adalah
Till’s Bookshop. Salah satu toko buku bekas tertua, yang bertempat di Newington, Edinburgh. Bangunannya
cukup modern dan menarik dengan lay out
yang sangat eye-catching. Para
pecinta buku dijamin akan menghabiskan waktu lebih lama dari rencana. Bonusnya
adalah penjaga buku disini sangat ganteng seperti Michael Buble!
Reading nook yang sangat nyaman
Seperti kebanyakan
toko buku di UK, section utama adalah
literature yang dipajang secara
mencolok di bagian depan. Namun jangan terkecoh karena ada ruangan di belakang
yang tak kalah menakjubkan. Di sini, kita dapat menemukan koleksi history, science dan psychology. Suasanya sangat homy, bahkan terdapat perapian lengkap
dengan sofa dan bantal. Benar-benar membuat kita tidak ingin pulang.
3. Waterstone, Edinburgh
Kalau yang ini
toko buku baru, Waterstone. Letaknya sangat strategis di pusat kota Edinburgh (Princess
Street) dan berhadapan langsung dengan Edinburgh Castle. Jadi berkunjung ke
toko ini memuaskan hasrat membaca sekaligus wisata!
Waterstone adalah jaringan toko buku besar yang tidak hanya ada di Edinburgh tetapi juga ada di berbagai kota lain di UK. Buku-buku disini
tertata rapi sesuai dengan kategori. Ada empat lantai penuh buku yang siap
memanjakan book lovers. Oya, di
lantai teratas, ada cafe yang
memiliki daya tarik tersendiri. Tips dari saya, beli secangkir kopi lalu duduk
di kursi dekat jendela. Anda akan terpesona dengan pemandangan indah dari
seberang.
Pilih buku atau cemilan?
Atau dua-duanya? 😁
Waterstone
memiliki loyalty progam untuk menarik
pelanggan. Setiap pembelian akan diberi cap dan setelah mencapai kriteria tertentu
Anda akan mendapatkan buku secara gratis. Wow, cara jualan yang wajib ditiru!
Baca juga tulisan tentang negara lain di:
1. Dari Rekomendasi Cerita Wattpad Sampai Cerita Tentang Jerman
2. 5 Buku Berlatar Paris yang Wajib Kamu Baca
3. Heidi dan Pegunungan Swiss Yang Indah
4. Menelusuri Kejayaan Islam di Spanyol Melalui Buku Menjejak Andalusia
5. Novel Nikah Muda dan Paris, Mimpi yang Menjadi Kenyataan
4. Hatchards, London
Jika berkunjung ke
London, book lovers tidak boleh lupa
untuk mengunjungi toko buku kebanggaan orang Inggris ini, Hatchards. Dengan usia 224 tahun
(toko buku tertua di seluruh UK), tak heran jika banyak turis yang menyempatkan
mampir ke toko ini. Bayangkan, toko buku namun terkenal sebagai tujuan wisata!
Mewah dan elegan
adalah kesan pertama ketika mengunjungi Hatchards. Mungkin ini yang menjadi
alasan mengapa royal family (halo
Kate dan Meghan) menjadi pelanggan utama.
Toko buku langganannya royal family
Setiap kategori
buku dikelilingi tulisan menarik.
Biasanya kutipan dari tokoh terkenal yang
terkait dengan topik di buku
Tak hanya
kata-kata yang membuat melek mata, namun juga interior yang sangat indah.
Tangga kayu yang kokoh nan rupawan menjadi pilihan saya untuk naik-turun toko
(meskipun tersedia lift).
Oya, bagian buku anak-anak
adalah favorit saya. Mengingatkan pada kamar tidur impian saya sewaktu masih
sekolah SD.
5. Blackwells
Selain Waterstone,
Blackwells juga merupakan toko buku yang lumayan terkenal dan gampang ditemukan
di beberapa kota di UK. Yang berbeda dari toko buku ini adalah event rutin
berupa book club dan bedah buku (dihadiri pengarang langsung). Sayangnya,
selama lockdown kegiatan seperti ini dihentikan sementara karena
mengundang kerumunan.
Namun belum lama
ini saya melihat book club telah kembali hadir di toko buku Blackwells.
Salah satu event book club di Blackwells
📖📖📖
Saya amati bahwa
hampir setiap rumah di UK memiliki mini
library. Biasanya koleksi buku ini terlihat dari jendela ketika kita lewat
di samping atau depan rumah mereka. Pemandangan seperti ini sangat mengesankan
bagi saya orang Indonesia yang menganggap buku sebagai barang sekunder atau
bahkan tersier.
Oya, satu lagi indikator
kegemaran membaca warga Inggris. Mereka tak segan membagikan buku (secara
gratis) ke siapa pun yang ingin membaca. Caranya adalah dengan mendirikan tiny library. Di sini, siapa pun boleh
menaruh maupun mengambil buku tanpa dibatasi jumlah. Tentu saya tidak
melewatkan kesempatan ini!
Dari semua
pengamatan tersebut, saya akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa memang benar
literasi di negara maju lebih tinggi. Hal ini kemudian berdampak pada pola
pikir, tindakan dan pandangan masyarakat. Kebijakan pmerintah, misalnya, diambil
berdasar pertimbangan logis dan ilmiah. Penduduk juga lebih taat peraturan
karena paham maksud dan manfaat di balik aturan tersebut.
Semoga suatu saat
nanti Indonesia juga bisa! 🇮🇩
📖📖📖
Bagaimana menurut kamu toko buku yang diceritakan Citra di atas? Seru sekali yaa 😍😍 Di antara semua daftar di atas, yang paling membuat saya penasaran adalah Hatchards, yang menjadi langganan keluarga kerajaan, dan koleksi buku klasik di Armchair Books.
Buat kamu yang penasaran cerita menarik Citra lain selama di UK, bisa kepoin Youtube Channelnya di sini atau instagramnya di @citra_dinie.
Kalau saya sih pengen ngomporin Citra buat bikin blog untuk menceritakan pengalamannya 😁. Hehhehe.. Apalagi baca tulisannya yang asik banget di atas. Yay or Nay?
Sumber foto : koleksi pribadi Citra