Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Monday, 5 May 2025

Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak dengan Metode Atomic Habits

Banyak orang tua ingin anaknya rajin membaca, tapi sering bingung harus mulai dari mana. Nah, saya ingin berbagi pendekatan yang saya pakai, terinspirasi dari buku Atomic Habits karya James Clear. Buku ini membahas bagaimana kebiasaan kecil bisa membawa perubahan besar. Menariknya, prinsip yang diajarkan juga bisa diterapkan untuk menumbuhkan minat baca anak, dan saya sudah buktikan dengan anak-anak saya sendiri 😊 

Tips Menumbuhkan Minat Baca Anak


Berikut empat langkah sederhana yang bisa kita praktikkan untuk menumbuhkan minat baca anak:

1. Make It Obvious – Buat Terlihat

Kalau mau anak suka membaca, pastikan dulu bukunya kelihatan! Kadang tanpa sadar kita menyimpan buku di rak tinggi, tertutup rak kaca, atau di tempat yang malah nggak pernah disentuh anak. Akhirnya buku cuma jadi pajangan. Padahal, anak-anak butuh isyarat visual untuk memulai kebiasaan.

Solusinya? Letakkan buku-buku anak di tempat yang sering mereka lewati atau kunjungi. Bisa di rak rendah, di samping tempat tidur, di meja belajar, atau bahkan di dekat mainan mereka. Semakin mudah buku dijangkau, semakin besar peluang anak akan mengambil dan membacanya, atau minimal membuka dan tertarik melihat-lihat. Ini kurang lebih situasi di rumah saya, setiap pojok ada aja buku tergeletak 😆: 

@thessalivia Weekend gabut, kita coba itung aja di rumah ada berapa buku (selain buku pelajaran sekolah dan buku tulis) 😆 Minta rekomendasi buku bagus biar koleksi di rumah sampai 1K donk 😁 #buku #fyp #booktok #bookshelf #potterhead #apt ♬ APT. - 88NoBeat

Lakukan kebiasaan ini sejak anak kecil. Mulai dari buku bantal dan boardbook, kalau tidak mau buku cepet rusak ditarik-tarik anak 😆. Dengan kebiasaan itu, dari kecil mereka sudah terbiasa hidup dengan buku.

2. Make It Attractive – Buat Menarik

Kita tidak mungkin menampik kenyataan bawah buku seringkali kalah menarik dibanding gadget 😆. Tapi bukan berarti kita nggak bisa membuat membaca jadi kegiatan yang menyenangkan. Salah satu cara favorit saya adalah membuat program liburan membaca selama libur sekolah. Programnya simple sebenernya, kalau mereka bisa menyelesaikan buku-buku tertentu selama liburan, mereka akan mendapatkan reward. 

Program ini awalnya terinspirasi dari kebiasaan di luar negri, yang biasanya ada tugas membaca dari sekolah untuk anak muridnya dan nanti mereka diwajibkan untuk memberikan ringkasannya. Saya sempat mikir, keren juga ya di luar negri, sekolah juga sangat mendukung anak-anak untuk membaca. Bahkan ternyata, novel-novel klasik yang saya baru baca pas dewasa, di luar negri sana udah dibaca di tugas membaca anak SD 😆. Segitu jauh gap literasi kita sama negara maju yaa.. 

Akhirnya sudah beberapa tahun ini saya mempraktekkan program liburan membaca. Dan hasilnya? Wah, luar biasa. Selama sebulan libur, masing-masing anak saya bisa menamatkan 50–60 buku! 😍 Karena libur sekolah ada dua kali dalam setahun, dalam 12 bulan artinya mereka bisa membaca hampir 150 buku. 

Kuncinya bukan hanya pada hadiahnya, tapi pada antusiasme yang terbangun dari atmosfer membaca yang seru dan menantang. Apalagi kalau reward-nya disesuaikan dengan apa yang mereka suka 😁. Saking semangatnya, biasanya kalau udah mau liburan, anak-anak saya udah heboh nanyain, "Mah, ada program liburan membaca lagi kan?" 😊 Wah, saya happy banget kalau mereka udah antusias sama buku kaya gini. 

3. Make It Easy – Buat Mudah

Jangan langsung kasih buku tebal dan serius ke anak, lalu berharap mereka langsung jatuh cinta. Itu seperti nyuruh anak yang baru belajar renang untuk langsung loncat ke kolam dalam. Mulailah dari yang ringan dan menyenangkan. Bisa juga dengan mengajak anak ikut memilih sendiri buku yang mereka mau di toko buku. 

Pilih buku yang sesuai usia dan minat mereka. Buku bergambar, cerita lucu, atau bahkan komik edukatif juga bisa jadi awal yang baik. Jangan terlalu memaksakan waktu atau jumlah halaman, kadang membaca 5–10 menit sehari pun sudah cukup untuk membentuk kebiasaan. Yang penting: mudah dimulai dan nggak bikin anak merasa tertekan. 

Begini tahapan saya memperkenalkan buku ke anak-anak yang mungkin bisa teman-teman pakai juga: 

  • TK dan sebelumnya: Buku boardbook, atau buku cerita yang hanya berisi 1-2 baris tulisan per halaman, pop up book, buku stiker, buku ativitas (menulis, mewarnai, dll). Awalnya lebih banyak peran kita sebagai orang tua untuk membacakan
  • Kelas 1 SD: Mulai latih mereka untuk membaca sendiri. Berikan buku dengan cerita maks 5 baris tulisan per halaman, atau komik-komik pendek (contohnya Komik Next G, Keluarga Super Irit, dll). Tetap berikan buku aktivitas kalau anak suka, dan tetap biasakan membacakan cerita (mulai dengan membacakan novel-novel panjang dengan bersambung beberapa hari)
  • Kelas 2 SD: Tambah dengan mulai perkenalkan buku bahasa Inggris. Berikan buku Bahasa Inggris dengan cerita maks 5 baris tulisan per halaman. 
  • Kelas 3 SD: Mulai memperkenalkan buku yang bukan berbentuk 'komik'. Bisa novel pendek, atau kumpulan cerpen. Rekomendasi saya adalah KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), karena biasanya novelnya singkat dan tulisannya besar-besar. Ceritanya juga biasanya tidak kompleks dan cocok untuk seumur ini.
  • Kelas 4 SD: Tambahkan variasi buku, dengan memberikan novel yang 'agak' tebal misal buku Roald Dahl, Eva Ibbotson, Goosebumps, dll
  • Kelas 5 SD: Mulai kasih mereka novel bahasa Inggris. Salah satu kesukaan anak saya adalah Wimpy Kid, bahasa Inggrisnya gampang, ceritanya lucu dan ada gambar-gambarnya. Saking sukanya, anak saya udah reread sampe hampir lima kali masing-masing bukunya. Hahaha 😂. Selain Wimpy Kid, ada juga Goosebumps English Version, Spiderwick, Daren Shan, dll
  • Kelas 6 SD: Ini kebetulan usia anak sulung saya sekarang. Dan dia udah mulai request baca novel-novel saya, kalau ke Gramedia juga udah ga di Kids Section tapi milih-milih novel remaja sendiri😆.  Beberapa novel saya yang dia suka itu ada yang Funiculi Funicula series, Please Look After Mom, Buku-bukunya JS Khairen, dll. Wuaa, ga berasa anak saya udah gedeee... Hehehe 😊😁

4. Make It Satisfying – Buat Memuaskan

Setiap kebiasaan yang bikin puas di akhir, akan lebih mudah diulang. Jadi, setelah membaca, berikan apresiasi. Nggak harus hadiah fisik. Bisa dengan pujian, stiker lucu di “peta membaca”, atau sekadar waktu ngobrol bareng untuk membahas cerita yang mereka baca.

Saya juga suka mengajak anak berdiskusi, “Tokohnya paling seru bagian mana?” atau “Kalau kamu jadi dia, kamu bakal ngapain?” atau "Kamu nangis ga bacanya? Mama soalnya berkaca-kaca pas baca buku ini." 😥 Hal kecil seperti ini membuat mereka merasa dihargai dan bangga atas pencapaiannya. Termasuk salah satunya saya upload di Tiktok pencapaian bacanya dan mereka happy banget banyak yang like. Hehehe.. 

@thessalivia Tonton sampe habis yaa, karena ada bonus part di akhir 🤣. . Btw, ternyata bacaan T1 dan T2 selama 20 hari melebihi bacaan Mama selama setahun 😆🤣 Oiya, sebenernya T3 belum bisa, dan itu adalah buku2 yg dibacain kakak2nya, karena mereka pengen T3 ikut holiday reading challenge juga 😆 Kalau kamu udah baca berapa buku tahun 2024 lalu? #buku #booktok #authorsoftiktok ♬ Mori no chiisana restaurant - Aoi Teshima

Begitu beberapa tips yang bisa kalian gunakan untuk menumbuhkan minat baca anak. Menumbuhkan minat baca anak memang nggak bisa instan, tapi bisa banget dibangun dengan kebiasaan kecil yang konsisten. Dengan prinsip dari Atomic Habitsbuat terlihat, buat menarik, buat mudah, dan buat memuaskan — kita bisa menciptakan lingkungan yang mendorong anak mencintai buku secara alami.

Yuk, mulai dari satu buku, satu rak rendah, dan satu pujian tulus, kita bersama-sama menumbuhkan literasi di Indonesia. Kebiasaan baik itu tumbuh dari hal-hal sederhana 😊

Monday, 24 March 2025

My Magic Numbers as Thessalivia

Selamat malam semuanyaaa...

Pernah ga ngerasa kalau waktu itu berlalu begitu cepat guys? Ini aja tahu2 udah ganti tahun, dan 2024 udah berakhir...

Aku juga sering merasa kayak gitu. Misal kaya baru kemaren gendong anak pertama aku waktu abis lahiran, tahu2 tahun ini dia akan masuk SMP aja. Rasanya baru kemaren 'jadian' sama si pacar, tahu2 bulan lalu kita udah rayain anniversary jadian yang ke 18 tahun😍.  Rasanya baru kemaren aku ditugasi ke divisi yang baru dibentuk di perusahaan, tahu2 kalau dihitung, itu udah lebih dari 7 tahun yang lalu aja. Wuaaa!! Dulu liat orang yang umur 30an itu kayak udah tua dan dewasa banget, dan ternyata sekarang aku malah udah di late 30 😆.

Setelah menyadari bahwa aku semakin tua dewasa, aku mulai look back ke dunia perbukuan yang dari dulu udah aku sukai banget ini. Ini akan jadi postingan yang panjang, jadi be brave and prepare your self... Hehehe. Semoga ga bosen yaa..

16 Tahun Menjadi Blogger Buku

Sebelumnya perkenalkan (lagi) dulu ya, aku Thessalivia 😊. Kalau di profile aku nulisnya sejak beberapa tahun lalu itu kayak gini:

"Hi! I'm Thessa. I'm a wife, a mother, a banker and a book hoarder."

Sampai sekarang pun perkenalan ini masih relevan yaa 😊 Blog ini aku mulai sejak belum nikah, nikah, dan punya anak. Dari awalnya adalah mahasiswa S1 di Bandung, lanjut kerja di Jakarta sampai kuliah lagi buat dapetin gelar MBA. Blog ini nge-capture beberapa perjalan hidup itu, mulai dari buku-buku fantasi dan romance, buku persiapan pernikahan, buku parenting, sampai buku-buku tentang kuliah MBA. Sejak aku mulai bikin blog ini April 2009, artinya blog ini udah 16 tahun sampe sekarang 😍.

Thessalivia

Thessalivia

10 Year Reading Challenge

Waktu aku liat histori, ternyata aku udah pake Goodreads lebih dari sepuluh tahun yang lalu, sejak Juli 2012. Dari situ aku bisa track buku-buku yang aku baca bahkan sampai 10 tahun yang lalu. 

Thessalivia
Untuk tahun 2024 lalu, aku berhasil menamatkan 41 buku. Kurang lebih sama kayak tahun sebelumnya. 

Thessalivia

Dari naik turun buku yang aku baca, aku tetap senang karena buat aku, buku adalah tempat yang nyaman untuk mencari insight tanpa dihakimi dan mencari hiburan tanpa dikomentari 💖. Banyak atau tidak, yang penting membaca buat aku bukan tentang target angka. Karena aku akan membaca hanya karena aku ingin. Tidak untuk mencapai angka tertentu, target tertentu atau bahkan untuk berlomba dan menang-menangan dengan orang lain. 

5 Cerita Tamat

Seperti membaca, aku menemukan ketenangan dari menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan. Total seumur karir menulis (ciee karir 😂), aku telah menulis 5 novel sampai tamat. Bukan angka yang fantastis, tapi aku bangga dengan pencapaian itu. Karena bahkan untuk satu buku, aku harus membaca puluhan buku dan mengikuti berbagai training, brainstorming dengan banyak orang, untuk bisa menhasilkan sebuah cerita. Jadi buat aku pribadi, 5 adalah angka yang luar bisa. 

Thessalivia

Dari 5 cerita itu, ada 2 cerita yang masih bisa kamu nikmati sampai tamat di web gwp.id. Novel Young Adult berjudul Adamina dan Akamu, serta novel genre metropop dengan sentuhan sedikit scifi yang berjudul Hello, Miskha!

3 Novel Terbit

Dari 5 novel yang berhasil aku tulis sampai tamat, 3 diantaranya telah diterbitkan dan bisa kamu temukan di berbagai sumber. Bisa beli buku fisiknya di Gramedia seluruh Indonesia atau marketplace. Bisa juga baca ebook legalnya di Gramedia Digital dan Google Playbook. Kamu juga bisa baca gratis ebook legalnya di aplikasi Ipusnas.

If I Met You First: Cerita romance dengan sentuhan fantasi. Perjuangan Riana yang jatuh cinta dengan sahabatnya yang telah bertunangan, dan ia beruntung menemukan mesing dingdong ajaib yang dapat mengabulkan keinginan

Semangat, Tante Sasa!: Keseruan Tante Sasa saat harus menjaga keponakan kecilnya seorang diri, yang ternyata malah menguak masa lalu yang ingin ia kubur dalam-dalam

Nikah Muda: Ketika sang ayah dalam kondisi kritis, Kirana tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohan yang diatur ayahnya. Walau artinya Kirana harus berpisah dengan pria yang dicintainya. 

Doakan semoga tahun ini dan tahun-tahun berikutnya ada lagi buku aku yang bisa terbit 😄. 

1 Proofreading Buku

Tahun lalu, ada salah satunya hal yang ga aku duga-duga, yaitu kecemplung sebentar di komunitas luar biasa bernama BUMN Muda, sebuah wadah untuk talenta muda di lingkungan BUMN untuk mengembangkan potensi, kompetensi dan berinovasi. Yang tidak aku duga lagi, bahkan berujung bisa berkontribusi di buku karya BUMN Muda yaitu Memimpin Masa Depan.  Buku ini berisi tulisan para Chief dan pengurus BUMN Muda dan aku berkontribusi menjadi proofreader (dan editor tipis-tipis). 

Pengalaman ini buat aku sangat berharga, karena kapan lagi bisa nge-'koreksi' tulisan para direktur muda BUMN, Chief dan seluruh staf utama BUMN Muda yang luar biasa ini kan 😆.  Berada di satu buku dengan nama-nama besar ini adalah hal yang ga akan aku kira bisa menjadi salah satu pencapaian manis di ujung 2024 lalu. Sebut saja nama-nama di besar seperti Mentri BUMN - Pak ET, Chief Sholeh Ayubi (Wadirut Biofarma), Arga M Nugraha (Mantan Direktur BRI), M Fajrin Rasyid (Direktur Telkom), Yossianis M (Wadirut ASDP) dan banyak nama-nama besar lainnya. Beberapa juga ada tulisan sahabat-sahabat di BUMN Muda seperti Bunga Herlina, Ghazy dan tulisan menarik lainnya. Di postingan lain aku akan cerita tentang isi buku ini dan kenapa ini menarik buat kalian baca, terutama yang berkarir di lingkungan BUMN 😊 


Demikian postingan random kali ini. Tadinya mau bikin wrap up bacaan tahunan kayak biasa, eh ujung-ujungnya malah panjang. Hehehe.. Gpp lah ya, itung-itung memperkenalkan diri buat yang baru mampir ke blog ini. 

Salam hangat semuanya. Semoga betah membaca blog ini 😊

NB: Setelah sekian lama, menu ABOUT di blog ini hanya berisi tulisan INI, aku akhirnya berhasil mengumpulkan energi untuk update dan cerita tentang profile aku guuuyss 😁

Wednesday, 19 March 2025

Cara Menulis Sinopsis Novel yang Menarik Editor: Tips & Contoh

Halo semuanyaaa! 😊

Kembali lagi ke tips menulis. Kali ini saya akan membahas tips menulis sinopsis novel untuk nanti dikirim ke editor dan dipilih untuk diterbitkan 😎. Udah tau kan ya, kalau kamu mengirim naskah novel ke editor, wajib hukumnya menyertakan sinopsis yang menceritakan dari awal sampai akhir cerita. Ingat, sinopsisnya harus ada ending-nya, jangan cuma singkat kayak blurb di belakang buku. 

Cerita tentang sinopsis ini pernah juga saya tulis di sini: Tips Menulis Sinopsis Novel untuk Penerbit

The Pixar Story Spine

Walaupun dulu sudah pernah nulis tentang ini, sekarang saya akan lebih detail menjelaskan menulis sinopsis menggunakan salah satu metode yang banyak digunakan oleh penulis-penulis, baik penulis novel, screen play, film, drama dan lain-lain. Metodenya bernama Pixar Story Spine.

The Pixar Story Spine is a storytelling structure or template, often used in screenwriting, that helps distill a story into its core elements and ensures a logical progression of events, using a series of sentence starters

tips sinopsis novel



7 Struktur Pada Pixar Story Spine

Agar lebih memudahkan, Pixar Story Spine memiliki tujuh langkah:

1. Once upon a time (Suatu ketika)

Setiap cerita selalu dimulai dengan memperkenalkan dunia dan karakter utama. Siapa dia? Apa yang membuatnya unik? Apakah dia seorang siswa yang naksir sama bad boy di sekolahnya, atau wanita muda yang hidup seorang diri? 😁 Di sini, kita membangun fondasi cerita dengan mengenalkan siapa karakter ini sebelum hidupnya berubah. Gunakan sudut pandang orang ketiga dalam sinopsis, walaupun  naskah novel kammu menggunakan sudut pandang orang pertama. Ini akan membuat sinopsis terasa lebih objektif dan profesional.

2. Every day (Setiap hari)

Bagian ini adalah cuplikan singkat dari kehidupan sehari-hari karakter utama sebelum sesuatu mengubah segalanya 😊. Kalau kamu mengikuti struktur Save the Cat, ini adalah bagian pembuka yang memperlihatkan rutinitas karakter. Apakah dia menghabiskan harinya di perpustakaan, bekerja di kantor yang membosankan, atau berkelana tanpa tujuan? Jangan lupa untuk tidak hanya fokus pada apa yang dia lakukan, tapi juga tentang apa yang dia rasakan—apakah dia nyaman, bosan, atau diam-diam merindukan sesuatu yang lebih besar? Bagian ini penting karena membantu pembaca memahami titik awal sebelum cerita mulai bergulir.

3. But one day (Tetapi suatu hari)

Nah, inilah saat di mana semuanya berubah! Ini adalah titik katalis—momen yang membuat karakter tidak bisa kembali ke kehidupannya yang lama. Mungkin dia menemukan surat yang mengatakan dia adalah penyihir, menemukan dingdong ajaib yang dapat mengabulkan keinginan 😁, kehilangan seseorang yang berharga, atau tiba-tiba dikhianati oleh sahabatnya. Apapun itu, katalis ini harus cukup kuat untuk mendorong karakter yang kamu tulis untuk keluar dari zona nyaman. 

Bagian ini biasanya menjadi hook utama yang membuat pembaca (atau editor!) ingin tahu lebih banyak tentang cerita yang kamu tulis 😁. Kalau bagian ini tidak menarik, mereka mungkin tidak akan lanjut membaca.

4. Because of that (Karena itu)

Sekarang, kita masuk ke akibat pertama dari perubahan yang terjadi. Bagaimana reaksi karakter terhadap katalis tadi? Apakah dia langsung menerima perubahan itu atau justru menolaknya? Mungkin dia mencoba menghindari konflik, tapi malah semakin terjerat. Ini adalah awal dari petualangan (atau penderitaan) yang akan dialaminya. Bagian ini penting untuk menunjukkan bagaimana karakter mulai menghadapi dunia baru yang terbuka di hadapannya.

5. Because of that (Karena itu)

Jungkir balik kehidupan karakter setelah katalis jadi mulai kerasa di bagian ini 😆. Karakter mulai menyadari bahwa masalahnya tidak sesederhana yang ia kira. Bisa jadi ada tantangan baru yang muncul, musuh yang tak terduga, atau kesalahan besar yang justru memperburuk situasi. Di sinilah cerita mulai terasa "bergerak," dengan ketegangan yang semakin meningkat. Jangan biarkan semuanya berjalan terlalu mulus karena karakter perlu diuji hingga dia hampir menyerah. Ibaratnya nih, jangan selamatkan dia sampai dia bener-bener di tepi jurang banget. Hehehe 😁

6. Until finally (Hingga akhirnya)

Akhirnyaaaa, ini adalah momen klimaks di mana semua yang sudah dibangun sejak awal akhirnya mencapai titik baliknya 😎. Bisa berupa pertempuran besar, konfrontasi emosional, atau keputusan sulit yang harus diambil karakter. Apa pun bentuknya, ini harus menjadi momen yang berkesan dan memuaskan. 

7. And ever since then (Dan sejak saat itu)

Setiap perjalanan harus punya akhir, dan bagian ini adalah kesimpulan dari semuanya. Bagaimana dunia karakter telah berubah sejak awal cerita? Apakah dia akhirnya menemukan kedamaian, memahami makna hidupnya, atau justru menerima bahwa dunia tidak selalu seperti yang ia harapkan? Yang penting, ada perubahan nyata yang terjadi, baik pada karakter maupun dunianya. Ini bisa berupa akhir yang bahagia, menyedihkan, atau bahkan menggantung, asalkan terasa memuaskan bagi pembaca.

Contoh Sinopsis Novel untuk Editor

Gimana? Penjelasan di atas udah mulai bikin kebayang untuk membuat sinopsis atau belum? Agar kamu lebih kebayang, ini contoh beberapa sinopsis (hanya sepertiga awal agar menghindari spoiler) yang pernah saya tulis untuk editor, siapa tau bisa jadi referensi kamu 😉.

Pada malam hari yang cerah di kota Paris, Riana mendapat pesan putus dari sang pacar. Riana patah hati, padahal ini bukan pertama kalinya Riana diputuskan. Tahun 2019 baru berjalan lima bulan dan Riana sudah putus tiga kali, dengan orang yang berbeda.

Riana beruntung work trip-nya ke Paris kali ini bersama Ardi, sahabatnya yang juga teman kantornya sebagai marketing di perusahaan farmasi besar di Jakarta. Saat Ardi mencoba menghibur Riana, wanita itu mulai merasakan getaran cinta yang belum pernah dirasakannya sebelumnya. Namun Riana tahu ia tidak boleh memupuk rasa itu, karena Ardi telah bertunangan dengan Vanka dan akan segera menikah.

Saat kembali ke Jakarta, sebuah pernyataan dari sahabatnya Clarisa membuat Riana menumbuhkan harapan palsu. “Gue selalu ngerasa lo sama Ardi itu cocok banget loh. Kadang gue mikir, kalau di dunia paralel yang berbeda dan lo kenal duluan sama Ardi dibanding Vanka, gue yakin lo berdua bakal jodoh.”

Di tengah patah hati dan krisis percaya diri karena tidak pernah menemukan orang yang tepat, Dewi Fortuna memutuskan berpihak pada Riana. Saat perjalanan bisnisnya ke Hong Kong, Riana menemukan mesin dingdong ajaib yang dapat mengabulkan keinginan.

Ini adalah contoh bagian awal sinopsis yang saya kirim ke editor untuk novel saya: If I Met You First. Dimulai dengan menceritakan siapa karakter dan kesehariannya, sehingga kamu bisa tahu bahwa Riana adalah orang yang sering putus sama cowok, kerjaannya menharuskannya sering keluar negeri dan ia memiliki teman dekat Ardi dan Clarisa. Kemudian sinopsis dilanjutkan dengan katalis, yaitu menemukan mesin dingdong ajaib. Gimana? Kira-kira dari bagian awal sinopsis sudah bikin kamu tertarik buat baca ga? 😁

Ini contoh lain sinopsis yang pernah saya tulis. Cerita ini masuk dalam 40 besar lomba novel yang diadakan oleh Gramedia Writing Project x Penerbit BIP pada tahun 2024 lalu:

Rafaya mengira hidupnya telah sempurna. Pekerjaannya sebagai brand manager di Nusantara Food berjalan dengan baik, dan ia yakin akan segera dipromosi menjadi Vice President di Divisi Marketing. Apalagi Rafaya sudah mengorbankan begitu banyak waktu dan tenaga di pekerjaannya itu. Namun, ternyata perusahaan malah memilih mempekerjakan orang dari luar Nusantara Food untuk posisi itu. Orang itu adalah Ardhan, pria gila kerja yang akhirnya menjadi bos baru Rafaya. 

Ketika kecewa dengan kegagalan promosinya, Rafaya malah menerima kabar bahwa kakaknya sebentar lagi akan menikah. Yang lebih parah, Rafaya ternyata baru tahu bahwa ternyata tidak ada yang menyukainya di kantor. Semua orang bersikap baik di depannya, tapi sibuk menjelek-jelekkannya di belakang. Rafaya mengeluhkan hidupnya, karena di saat orang lain memperoleh keberuntungan, ia merasa hanya dirinya yang terus bernasib sial.

Ketika dalam kondisi terbawah, Rafaya secara tidak sengaja menemukan iklan sebuah aplikasi Tomodachi yang menyediakan teman dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) melalui aplikasi berbasis chat online. Rafaya yang tidak pernah memiliki teman untuk bercerita, akhirnya mencoba aplikasi itu.

Dari awal sinopsis itu, saya menggambaran kepada pembaca bagaimana kehidupan Rafaya sebagai seorang workaholic dan berujung dengan katalis saat dia menemukan teman dengan kecerdasan buatan. Cerita ini masih lengkap di gwp.id dan bisa kamu baca di SINI 😁

***

Demikian tips menulis kali ini. Semoga bermanfaat yaaa 😁 Buar latihan, kamu juga bisa coba-coba bikin sinopsis dari buku-buku yang kamu baca, itung2 latihan kaann..

Sampai ketemu di tips menulis lainnya yaaaa 😊

Wednesday, 5 March 2025

Menyelami Karakter Arc dalam Menulis Novel

 Lagi bulan puasa bagusnya berbagi hal-hal bermanfaat nih 😊. Sekarang saya akan berbagi tips menulis novel tentang Karakter Arc. Pastinya kamu tahu dong kalau karakter adalah faktor utama yang menentukan cerita kamu akan seperti apa. Jadi, alur cerita yang luar biasa tidak akan lengkap dengan karakter yang kuat. Karakter yang kuat ini lah yang bisa membuat cerita lebih hidup, realistis dan memikat pembaca. 

Karakter Arc adalah perjalanan perubahan atau perkembangan yang dialami karakter sepanjang cerita. Arc ini bisa berupa perubahan emosional, psikologis, atau ideologis yang membuat karakter berkembang dari titik awal ke titik akhir yang berbeda. 
Tips Karakter Arc Novel

Ada beberapa macam Karakter Arc yang bisa gunakan, tergantung dari jenis cerita dan genre yang kamu tulis, yaitu: 

Positive Arc (Perubahan Positif)

Dalam arc ini, karakter mengalami perkembangan yang membuatnya menjadi pribadi yang lebih baik. Biasanya, karakter memulai dengan kekurangan atau keyakinan yang salah, lalu melalui berbagai tantangan, ia belajar dan berkembang.

Arc ini paling umum dan banyak digunakan di novel-novel populer. Bahkan di metropop yang saya tulis dan sering saya baca bukunya, juga hampir semuanya menggunakan Positive Arc ini. Jadi, tipe ini biasanya digunakan dalam cerita coming-of-age, fantasi heroik, atau kisah perjuangan yang membangun semangat pembaca. 

@thessalivia Replying to @tinyinfinity_ Terima kasih banyak yaa, Kak 🥲😍 Terharu banget saat tau kisah Ve dan Tante Sasa memberikan tempat spesial di hati Kak Tinyinfinity 💖. Anak2 ini adalah sumber inspirasi dalam menulis kisah2 keluarga seperti Semangat, Tante Sasa! #gramedia #penulisnovel #penulis #fyp ♬ original sound - JomTravel

Sebut saja buku Laskar Pelangi (Andrea Hirata), Agensi Rumah Tangga (Almira Bastari), novel saya yang If I Met You First dan Semangat, Tante Sasa! juga menggunakan positif arc. Buku-buku fantasi dan distopia favorit saya juga hampir semuanya menggunakan positif arc juga, seperti Hunger Games, Maze Runner, Harry Potter, Darren Shan dan banyak lagi contoh lainnya. 

Tips: Gunakan katalis yang membuat karakter kamu berubah menjadi lebih baik. Ingat, kunci katalis adalah tidak ada jalan balik untuk karakter selain menjalaninya dan berubah.


Negative Arc (Perubahan Negatif)

Kebalikan dari positive arc, karakter dalam arc ini mengalami perubahan ke arah yang lebih buruk. Bisa karena trauma, kekalahan, atau obsesi yang membuatnya kehilangan kemanusiaan. Biasanya digunakan dalam novel yang lebih gelap, psikologis, atau kritik sosial.

Tidak banyak buku yang saya baca menggunakan ini. Salah satu yang saya inget itu adalah karakter Kaleshi di film Game of Thrones, adaptasi dari buku George RR Martin. Daenerys Targaryen, alias Khaleesi, dalam Game of Thrones mengalami negative arc yang sangat kuat dan tragis. Awalnya, dia adalah seorang pemimpin muda yang bermimpi membawa keadilan dan membebaskan orang-orang dari perbudakan. Namun, seiring berjalannya cerita, ambisi dan rasa percaya dirinya yang berlebihan mengubahnya menjadi seorang tiran yang kejam.

Tips Karakter Arc Novel
Awalnya savior, akhirnya malah jadi tirani 😆

Selain itu, dari beberapa sumber yang saya temukan, novel terkenal yang menggunakan negative arc ini antara lain: The Picture of Dorian Gray (Oscar Wilde), 1984 (George Orwell). Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari), dan Cantik Itu Luka (Eka Kurniawan).

Tips: Gunakan negatif arc kalau kamu ingin cerita yang lebih tragis dan gelap. 


Flat Arc (Tidak Ada Perubahan, tetapi Mengubah Dunia Sekitarnya)

Dalam arc ini, karakter tetap pada prinsipnya sejak awal hingga akhir, tetapi justru dunia di sekitarnya yang berubah karena pengaruhnya. Biasanya terjadi pada tokoh yang sudah memiliki keyakinan kuat sejak awal dan membantu orang lain melihat kebenaran. Sering digunakan dalam cerita pahlawan yang tidak butuh perubahan internal tetapi memengaruhi orang lain.

Flat Arc banyak digunakan di buku-buku atau komik series dimana karakter sudah memiliki keyakinan atau prinsip yang kuat sejak awal dan tidak perlu berkembang secara drastis. Jadi Ceritanya lebih berfokus pada bagaimana karakter mempertahankan keyakinan itu dan mengubah dunia di sekitarnya. Selain itu juga plot lebih episodik, dengan karakter menghadapi berbagai kasus atau tantangan yang berbeda, tetapi tetap konsisten dalam kepribadian dan moralitasnya.

Contoh-contohnya antara lain Detektif Conan, Detektif Kindaici, Doraemon, Kungfu Komang dan lain-lain. Walaupun karakternya tidak banyak perubahan, ceritanya tetap menarik diikuti dari awal karena masing-masing karekter sudah memiliki keunikan dari awal. 

Tips Karakter Arc Novel
Saking uniknya setiap karakter di film Doraemon,
 kita sampai hapal semua keunikannya 😁

Tips: Kalau kamu menggunakan flat arc, jangan lupa beri masing-masing karakter keunikan dan khas tersendiri sejak awal.  

Demikian tips menulis kali ini. Selamat ngabuburit dan menunggu adzan magrib ya guys 😊

Sunday, 2 March 2025

Dari Blogger ke BookTok: Evolusi Konten Kreator Perbukuan di Indonesia

Halo semuanya!

Selamat tahun baru (walau telat 😁) dan akhirnya saya berhasil menulis postingan pertama tahun 2025 ini. Hehehe.. Postingan pertama kali ini tentang rubrik reportase asik dunia kepenulisan.

Sebelumnya saya mau cerita sedikit dulu guys. Akhir-akhir ini saya mulai aktif di Tiktok. Karena memang dasarnya saya suka banget edit-edit video. Bahkan dulu sebelum zaman capcut dan aplikasi edit, saya sudah pernah menang lomba video di kantor. Hehehe.. Belum pernah ikut lomba-lomba lain sih, tapi tetep aja seneng otak atik video. Oiya, Tiktok saya mostly membahas tentang tips menulis, karya saya dan review-review buku. Diselipin juga beberapa postingan random tentang #auhtorslife

Dengan aktif di Tiktok, ternyata saya mulai memperhatikan ada shifting nih dari content creator perbukuan. Saya jadi tertarik menyoroti beberapa era konten kreator perbukuan di Indonesia.

Era Blogger (2010-2018an)

Pada periode ini, banyak blogger yang fokus menulis tentang buku, baik dalam bentuk resensi, diskusi literatur, maupun pengalaman pribadi terkait membaca. Dulu blogger ini diwadahi oleh komunitas bernama Komunitas Blogger Buku Indonesia (BBI) resmi dibentuk pada 13 April 2011, dan kemudian pada 21 April 2011 dibentuk grup Facebook Blogger Buku Indonesia. Tujuan utama BBI adalah menularkan virus membaca sekaligus menulis, dengan kegiatan seperti posting resensi buku secara serentak setiap akhir bulan.


Saya sendiri dulu jadi anggota BBI baru sejak 2014. Dan dulu, penerbit saat akan menerbitkan buku, banyak yang menghubungi pengurus atau anggota BBI untuk diadakan review, blog tour dan giveaway. Masa-masa ini Blogger lagi rame-ramenya, dan kalau ada postingan terkait buku apalagi giveaway, pasti rame. Oiya, mostly juga blogger buku ini tidak mengenakan tarif untuk jasa review mereka. Karena memang komunitas ini berisi orang-orang yang suka membaca dan pasti happy banget dapet buku gratis. Hehehehe.. Saya juga waktu itu berkali-kali waktu itu dapat buku gratis😍.

Saya jadi ingat dulu novel pertama saya, Nikah Muda, sekitar tahun 2018, saat terbit masih bisa merasakan benefit para blogger buku ini. Walaupun waktu itu sudah mulai sepi, jadi saya kombinasikan dengan promo di Instagram juga.

Sekarang beberapa blogger masih aktif menulis di blog sebenarnya. Tapi sudah hampir tidak pernah lagi ada acara-acara seperti giveaway, blog tour, dan lain-lain. Beberapa masih menulis dan update blog, menurut saya karena mereka secinta itu dengan menulis, membaca dan berbagi, terlepas ada atau tidaknya gimmick dari penerbit atau penulis. Seperti saya yang masih suka nulis di sini sejak 2009 (walau angin-anginan juga updatenya😂)  

Era Instagram (sekitar 2015 – 2023)

Lama kelamaan blogger buku ini udah mulai sepi. Dan ternyata banyak yang mulai berpindah ke Instagram. Dengan meningkatnya popularitas Instagram, komunitas pecinta buku mulai memanfaatkan platform ini untuk berbagi ulasan dan rekomendasi buku melalui foto-foto estetis yang dikenal dengan istilah "Bookstagram". Tagar #bookstagramindonesia sampai dipakai di ratusan ribu postingan, menunjukkan antusiasme yang tinggi pecinta buku dalam berbagi dan mendiskusikan buku. Saya pun akhirnya membuat satu akun bookstagram @mybooklyfe waktu itu 😁: 

Kalau dulu sebagai blogger, kita harus belajar bagaimana menulis SEO (Search Engine Optimization) friendly, gimana postingan bisa jadi urutan teratas pencarian di mesin pencari (i.e. Google), Bookstragram beda lagi. Bookstagram yang bisa mendapatkan banyak follower biasanya adalah yang posting konten dengan foto estetik, review menarik dan tentu saja rutin update. Hehehe.. Bahkan bookstragram dengan follower ribuan juga bisa mengenakan rate card untuk review dan upload buku loh. 

Dengan adanya instagram, penulis dan penerbit diberikan kemudahan untuk reach out langsung ke bookstagram yang diinginkan untuk review buku. Bahkan waktu saya menerbitkan buku Semangat, Tante Sasa! dan If I Met YouFirst, penerbit saya sudah memberikan list akun bookstagram yang bisa saya pilih untuk mempromosikan buku.


Setahun belakangan ini, entah mengapa saya merasa dunia bookstagram menjadi agak lebih sepi dari sebelumnya. Bisa jadi karena bookstragram yang saya follow mulai move on dan memiliki kesibukan masing-masing, atau bisa jadi sayanya yang tidak terlalu aktif lagi. Jadi kurang update deh…

Baca juga: 

Istilah Pada Dunia Buku dan Bookstagram yang Wajib Kamu Tahu

Era TikTok (sekitar 2020 – sekarang)

Setelah era foto estetik di Instagram, sekarang content creator mulai beralih ke video. TikTok membawa inovasi baru dalam promosi buku melalui tren yang dikenal sebagai "BookTok". Pengguna TikTok saling berbagi informasi dan rekomendasi buku melalui video singkat yang kreatif dan biasanya lebih ekspresif. Jadi ulasan buku pada BookTok cenderung emosional dan menarik. Tren ini tidak hanya menghidupkan kembali ketertarikan pengguna untuk membaca buku, tetapi juga membantu penerbit dan penulis mempromosikan buku terbitannya kepada publik.

@thessalivia Replying to @butircollection Makasii banyak yaaa Kak 😍😍 Karena aku pengen pembaca juga ikut merasakan yang rasakan saat mengunjungi tempat2 baru 🥰💖 #novel #BookTok #europe #hongkong ♬ I'm Falling In Love - Wildflowers

Salah satu fitur Tiktok yang banyak digunakan Booktok adalah keranjang kuning dengan menjadi Tiktok Affiliate. Jadi content creator itu bisa menyisipkan link atas buku yang mereka promosikan, dan nantinya akan mendapatkan fee atas setiap buku yang terjual. Jika dulu buku gratis bisa didapatkan content creator dengan menunggu di-reach out penulis dan penerbit, sekarang mereka bisa lebih aktif dengan request sendiri ke penerbit atau penjual buku dengan “request sample” sebagai Titktok Affiliate.

Dengan adanya keranjang kuning, juga banyak penulis yang langsung mengiklankan bukunya sendiri. Bahkan banyak buku indie yang bisa mendapatkan banyak pembeli dan pembaca dengan keranjang kuning ini.

Perubahan merupakan hal yang tidak tehindarkan

Perubahan era di atas menunjukkan adaptasi komunitas literasi Indonesia terhadap perkembangan teknologi dan platform digital, dengan tujuan utama tentu saja untuk terus berbagai tentang buku dan mudah-mudahan bisa meningkatkan minat baca dan literasi di masyarakat. Pentingnya kita juga untuk beradaptasi karena dunia ternyata berubah dengan cepat, dan kebiasaan orang juga begitu.

Pada setiap era konten kreator perbukuan di Indonesia memiliki tantangan dan strategi berbeda dalam menarik audiens. Pada era Blogger, penulis harus memahami cara menulis artikel yang SEO-friendly agar tulisannya muncul di peringkat atas mesin pencari seperti Google, termasuk penggunaan kata kunci yang tepat dan struktur tulisan yang baik. Berbeda dengan itu, era Instagram atau Bookstagram lebih mengandalkan visual yang estetis, ulasan yang menarik, dan konsistensi dalam mengunggah konten agar bisa mendapatkan banyak pengikut. Sementara di era TikTok atau BookTok, tantangannya terletak pada kemampuan mengedit video yang engaging dan memahami pentingnya hook dalam 2 detik pertama agar penonton tertarik melanjutkan video hingga selesai. Adaptasi terhadap setiap platform ini menunjukkan bagaimana cara berbagi ulasan buku terus berkembang sesuai dengan perubahan tren digital.

Selain platform di atas sebenarnya juga ada platform lain seperti Youtube. Banyak youtuber luar yang aktif me-review buku sebenernya, tapi sayangnya Youtuber Indonesia belum terlalu banyak. Mungkin kapan-kapan saya akan bahas di reportase selanjutnya😁.

Demikian cerita kita pagi ini. Kira-kira dari semua era di atas, kamu paling nyaman saat berada di era mana aja? Share di komen yaaa.. 😉