Wednesday, 19 March 2014

Harry Potter, favorite book all time..

Harry Potter, siapa yang tidak mengenal tokoh ini, seorang tokoh penyihir muda berkaca mata dengan bekas luka berupa sambaran petir di dahinya. Pada postingan ini saya tidak akan menceritakan tentang summary cerita Harry Potter di buku nya, (karena saya mengasumsikan semua orang sudah tahu ceritanya. Hehe..) Saya akan menceritakan tentang bagaimana Harry Potter dan pengaruhnya dalam hidup saya.. 

Jadi alkisah waktu saya masih muda dan lugu, di akhir tahun 2000 waktu itu saya masih sekolah di Smp negri di Solok. Berbeda dengan orang-orang di kota besar yg sudah mengenal bahasa inggris sejak di sekolah dasar, saya baru diperkenalkan bahasa jnggris di Smp. Karena saya (dan mama) percaya bahwa practice make perfect, maka mama pun suka membelikan majalah yang berbahasa inggris untuk jd bahan bacaan saya. Saya tidak ingat nama majalahnya, tp yg saya ingat bahwa majalah itu membahas tentang JK Rowling. Tentang bagaimana JK Rowling mendapatkan ide untuk menulis novel tentang penyihir saat dia berada di depan  Stasiun kereta dan membayangkan bagaimana apabila di balik itu terdapat dunia lain, dunia sihir, the magic world..

Kesan yang saya baca setelah membaca liputan itu adalah, buku JK Rowling itu seperti nya sangat bagus dan fenomenal. Dan kembali karena saya tinggal di suburban, fenomena tentang buku JK Rowling sama sekali tidak terasa, entah karena di kota kami pada tahun itu (sampai sekarang juga belum ada. Hehehe) memang tidak ada Gramedia (adanya hanya toko buku yang menjual buku-buku sekolah, buku-buku non fiksi lain, komik pun adanya sebatas komik petruk). Begitu lah saya awalnya mengenal Harry Potter, mengingat cerita nya tanpa mengingat judul bukunya.

Beberapa waktu berlalu.. waktu itu disekolah saya melihat seorang teman membawa buku yang sangat tebal (waktu itu, buku itu adalah buku tertebal yang pernah saya lihat). Saya yang sangat menyukai buku, merasa penasaran dan meminjam untuk sekedar melihat itu buku apa. Ketika melihat tulisan judul nya, Harry Potter dan Piala Api, cover dan cerita d belakang buku, saya berasumsi ini adalah buku yang pernah saya baca review pengarang nya beberapa waktu yang lalu. Saya pun meminjam buku ini beberapa hari karena penasaran ingin membaca nya. Saya pinjam agak lama karena melihat ketebalan bukunya, saya tidak yakin bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat.

Saya bawa pulang buku itu dengan hati riang dan tidak sabar. dan kemudian saya ketahui ternyata itu adalah buku ke-4 sekaligus buku terakhir HP yang telah terbit dari total nantinya akan ada 7 buku, Harry Potter dan Piala Api. Saya mulai membaca buku itu dan wuaaaaaaaa, SAYA JATUH CINTA DENGAN HARRY POTTER!! Begitu mulai  membaca saya tidak bisa berhenti, membaca sampai larut malam (melanjutkan membaca dengan senter ketika mama maksa mematikan lampu kamar agar berheti membaca), membaca pas jam istirahat, membaca d kelas saat guru mengajar (pura2 nunduk padahal d paha ada buku HP) membaca dan membaca dan akhirnya saya berhasil menyelesaikan HP 4 dalam waktu 4 hari. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan prediksi awal saya.. 

Sejak saat itu, saya resmi menjadi fans berat Harry Potter. Saya suka melamun membayangkan dan memutar ulang cerita Harry Potter. Karena saya takut melupakan detail cerita yang saya baca, sedangkan saya tidak punya buku nya, saya mulai menuliskan kembali cerita Hp4, yes i write it all over again by my words.. Hahaha.. Tapi cuma bertahan sampai bab10an (kalau ga salah).. 
Karena sangat ingin memiliki buku ya, saya pun nitip ke tatangga yang akan pulang dari Jakarta untuk membawakan HP pertama dari Jakarta. Sejak menjadi penggar setia HP saya mulai mengumpulkan pernah pernik yang berhubungan dengan Hp. Ditambahkan dengan tidak berapa lama setelah itu film pertama HP rilis dan gegap gempita HP baru terasa di kota saya, which is artinya pernak pernik HP lebih gampang di cari. Saya beli setiap majalah yang riview HP n memberikan bonus apapun tentang HP (poster, dll). Kamar saya penuh dengan poster Hp, saya punya tempat pensil, bulpen, pensil, penghapus, bros, gantungan kuncl, dll. Jadi kalau ababil (abg labil siy katanya) sekarang hobi nya one direction n justin bieber, masa saya jadi ababil (abg briliant) hobinya adalah all about Harry Potter. 

Ini beberapa benda Harry Potter yang dulu saya koleksi, notes dan album foto : 


Hobi membaca n menonton Harry Potter masih berlanjut sampai saya Sma, kuliah, dan sampai sekarang.  Walau hobi koleksi benda-bendanya berakhir saat saya masuk Sma (baca : sudah bukan ababil lagi). Buku terakhir rilis di tahun ke-2 kuliah saya, saking tidak sabarnya membaca buku terakhir, saya pun membaca buku impornya yang masih berbahasa inggris.. Bisa hidup ga tenang penasaran kalau harus nunggu terjemahannya yang bisa sampai setangah tahun lebih. Sedangkan film terakhir waktu itu rilis saat saya sudah lulus kuliah dan bekerja.. Dari sejak awal saya mengenal HP sampai dengan film terakhirnya rilis, that's almost half of my life!! Wuaa.. 

Sampai saat ini saya masi suka di waktu senggang read all over and over again all HP book, every book I read it more than once. So do the movie, I watch it more than once.. Hehehe.. 
Walaupun hobi mengumpulkan benda2 HP berakhir sejak saya masuk Sma. Sekarang saya hanya sekedar follow beberapa account instagram yang membahas Harry Potter.. Berikut salah satu postingan di instagram yang saya follow: 



Jadiiiii, yang membuat saya teringat membahas HP adalah, jadi di instagram di atas ada yang memposting (kurang lebih 5 bulan lalu) bahwa US Post Service menerbitkan perangko harry potter, yup PERANGKO HARRY POTTER!! (Menjerit histeria)

 Jadi jadii, saya yang ceritanya juga adalah filateli (walau tidak fanatik, cuma seadanya) dan penggemar berat HP, I really want that stamp, so much, very very much.. Jadi saya mulai posting ke berbagai media sosial yang saya punya, path, instagram, grup2 fb, mesej teman2 yang kebetulan ada di US dan walaaaaaa, i finally got my post card with HP STAMP in it. (Menjerit lebih histeris) Finallly got one, and there will be more from my otners friends.. Kalau ada yang lain yang mau kirim postcard boleh looh.. Hehehe.. 
Ini dia post card dari Teh Chica, makasiii banyaak ya teeh.. 


Really wish I were in The Wizarding World of Harry Potter with you Teh CHica.. Sungguh seru sekali sepertinyaaa.. Hohoho.. I already told my husband to bring me there someday. Our plan is when Titha turn to 11years old, we will give her Hogwards Letter which actually is ticket to Wizarding World of Harry Potter. (Already excited by just imagine it) Tapi kata suami tercintah, Titha belum tentu nanti kenal Harry Potter.. Dan dengan yakin nya saya menjawab, dia akan kenal karena saya akan membacakan cerita Harry Potter pada nya, because the magic will end when you trully forget it and I will never forget the magic of my life, the harry Potter.. Thanks to JK Rowling, to cheer up and accompany my life since 13years ago..

Sumber jk pic; http://annasheadintheclouds.blogspot.com/2011/06/world-of-magic-world-of-wonder.html?m=1


Reaksi:

4 comments:

  1. Aaaaaaaaa Harry Potter, HARRY POTTER! I LOVE THEM ALL <3

    Numpang cerita juga ya Tante Thessa (sama-sama Potterfreak, eh?)
    Pertama kali baca HP pas kelas 3 SD. Waktu itu lagi hobi-hobinya ngungsi ke tempat saudara (nginep_read). Sepupu saya waktu itu udah kuliah. Di depan cermin di dalam kamar sepupu saya itu (saya tidur di kamar dia) ada buanyaaaaaakk banget buku yang tebel-tebel. Secara, buat anak SD, itu awesome banget >_< (heran orang bisa baca buku segede itu). Akhirnya saya ambil satu yang menurut saya isinya cerita (dulu saya ngga ngerti apa itu novel, cerpen, dll, taunya yang penting baca) yang lumayan gede, murni intuisi sih. Dan, dug! Di halaman pertama di bab pertama itu pertama kalinya saya ngerasa punya dunia sendiri. Dan karena ceritanya ngundang kita buat teruuuuuuusss baca, saya selesain bukunya dalam dua malem. Karena ngga puas, saya baca ulang lagi di hari berikutnya >_< Uwoooo, pokoknya excited banget. Rasanya tuh, pengen masuk sekolah sihir Hogwarts juga T.T

    Sampe sekarang masih coba ngumpulin bukunya satu-satu, karena harganya cukup waaah buat anak sekolahan. Filmnya sih, udah tamat berkali-kali XD

    Oh iya, buku yang saya baca itu judulnya Harry Potter and The Prisoner's of Azkaban :D

    Salam kenal dari sesama Potterfreak, tante >_< ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenaal ^^

      Hebat banget dulu kelas 3 udah bisa namatin HP. Buat aku yg Smp aja dulu itu udah tebel banget. Hehhe.. Tapi emank itu cerita nya membius banget yaa.. Kangen pengen baca buku sebagus itu lagiii..

      Delete
  2. "Begitu mulai membaca saya tidak bisa berhenti, membaca sampai larut malam (melanjutkan membaca dengan senter ketika mama maksa mematikan lampu kamar agar berheti membaca), membaca pas jam istirahat, membaca d kelas saat guru mengajar (pura2 nunduk padahal d paha ada buku HP) membaca dan membaca dan akhirnya saya berhasil menyelesaikan HP 4 dalam waktu 4 hari. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan prediksi awal saya." >> Dan Saya menyangka bahwa hanya saya satu-satunya yang melakukan hal ini, dan ternyata kita punya persamaan lagi wkwkwk. Persamaan yang aneh, tapi ada satu yang kurang. Selain suka naruh buku di paha, saya juga dulu ngelapisin buku harpot dengan buku pelajaran dan saya bedirikan tegak (karena duduk di belakang, jadi aman) haha

    Rasanya indah banget ya bisa mengenal HP pas usia masih begitu belia. Saya juga kenal HP pas masih SMP dan saya sabar menanti kelanjutannya sambil uang celengan sya cukup buat beli novel tebal dan super mahal itu. Taulah zaman dulu, 50ribu mahal banget. Apalagi novel HP haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuu, indah indah indaaaah bangeet.. HP sangat membahagiakan hidup kita yaaa.. Hehehe.. Aku jugaa, sampe nabung lama ketika akhirnya berhasil beli, bahkan buku pertama aja yg paling tipis itu hasil nyisihin tabungan berhari-hari.. ^^

      Delete