Saturday, 4 February 2012

Sakinah Bersamamu by Asma Nadia

Mengingat rencana pernikahan yang tinggal sebentar lagi, saya merasa perlu menambah bacaan tentang pernikahan dari sudut pandang Islam. Apalagi mengingat orang tua untuk sharing berada nun jauh di sana dan teman-teman yang sudah menikah masih terbatas. Memulai mencari buku di Toko Gunung Agung Senayan City dan akhirnya menjatuhkan pilihan untuk membeli salah satu buku Asma nadia yang berjudul Sakinah Bersamamu, tergoda membeli karena ada tulisan National Best Seller di sampulnya. Selain itu juga karena buku tentang pernihakan amat sedikit pilihannya di TGA. So, Not recommended klo mau nyari buku panduan pernikahan di TGA, ga banyak pilihan.
Salah satu yang membuat saya membli buku Sakinah Bersamamu selain ada stempel Best Seller nya adalah di luar ada tulisan 17 cerita + 17 pembahasan seputar ujian dalam rumah tangga. Otomatis saya merasa ini adalah buku yang cocok karena membahasa banyak hal tentang pernihakan. Dengan bodohnya saya sama sekali tidak menyangka bahwa yang dimaksud 17 cerita itu adalah cerpen. Dengan bodohnya saya juga tidak membaca penjelasan dibelakang buku yang mengungkapkan  ‘Bersama Sakina Bersamamu, ada 16 cerita pendek lainnya seputar rumah tangga’
Pada buku ini, setiap satu cerpen, terdapat  pembahasan Asma nadia tentang penrikahan. Pembahasannya tidak terlalu dalam, malah beberapa pembahasan cenderung lebih seperti pendapat pribadi. Cerpen-cerpen yang dimuat dibuku ini memang membahas beberapa hal yang  berbeda (17 cerita berbeda), tetapi entah mengapa semua terasa hampir sama. Karakter wanita sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja, muslimah dengan karakter yang baik. Sedangkan sosok laki-laki sebagian besar adalah laki-laki yang bekerja keras untuk keluarganya, penyabar dan memberikan nasehat-nasehat baik saat diperlukan istrinya. Jadi overall menurut saya buku ini entah kenapa terasa agak sedikit datar jika kita mengharapkan suatu bacaan fiksi dan tidak begitu informatif jika kitamengharapkan sebuah non fiski.
Hunting buku pernikahan harus dilanjutkan....
Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment