Sunday, 30 November 2014

Spora by Alkadri

(Spoiler alert)

"Spora, sebuah novel horor. Alkadri" begitu tulisan pada sampul bukunya. Covernya pun cukup menarik buat sebuat novel horor. Jujur saat mulai membacanya, saya berusaha menebak2 kira2 ini tentang "horor" yang seperti apa.  Apakah horor hantu, thriller pembunuhan, atau zombie, dll. Setelah setengah membaca akhirnya ketauan ternyata ini ceritanya tentang horor orang yang menjadi semacam zombie karena ada spora yang masuk ke tubuhnya dan menyebabkan kematian.. Maapkan jd agak2 spoiler karena sulit menceritakan cerita di bukunya tanpa agak2 nyerempet nyeritain ceritanya. Hehehhe..

Cerita awalnya dibuka tentang beberapa anak SMA anggota KIR yang baru pulang dari sebuah acara di Brazil. Begitu sampai di sekolah, beberapa orang menginap di sekretariat KIR di sekolah. Salah seorang dari mereka menemukan tas berisi botol dg cairan aneh...

Bab berikutnya menceritakan tentang pemeran utamanya, Alif, seorang siswa di SMA yang sama yang menemukan sebuah mayat pagi2 di sekolahnya, mayat dengan kepala yang hancur lebur.. Dan ditemukannya mayat dengan kepala yang hancur disekolahnya tidak terjadi sekali... Akhirnya Alif berusaha mencari tau apa yang sebenarnya terjadi, apa yang menyebabkan kematian yang menyeramkan itu.. 

Jadi, mari kita mulai menceritakan pandapat saya tentang buku ini yaaa, dimulai dengan hal positifnya (awalilah semuanya dengan kebaikan ceritanya. Hehehe :) Buku ini mengangkat ide yang kreatif menurut saya cukup berani untuk seorang penulis baru Indonesia. Semantara banyak pengarang Indonesia lain baru biasanya mengambil gendre romantis atau komedi (gendre yang menurut saya almost never fail, sebiasa apapun bukunya tetap aja banyak peminatnya), buku ini mengambil gendre horor zombie.. Ceritanya pun bisa membuat saya tanpa kesulitan bertahan sampai menyelesaikan bukunya.. 

(Nulis review tp baru inget blm ngefoto bukunya, scroll2 foto di hp nemunya foto si cantik lg (pura2) baca.. Hehehe..) 

Next, hal2 yang menurut saya perlu diperbaiki dr buku ini : 
1. Hal yang paling greget pas baca nya itu adalah "kenapaaa siiih editornya banyak bgd ngelewatin hal2 yang perlu di edit.." Mulai dari tdk menjelaskan kepanjangan dari sebuah akronim yang banyak digunakan (ga semua orang tau KIR itu apa loh, kaya saya masa harus googling dulu pas bacaa >.<), masa Alif kadang manggil nya ibunya dengan panggilan ibu kadang malah mama, kelas sekolahnya kadang disebut 10,11,12 kadang malah disebut kelas 1,2,3 Sma, dan masi ada beberapa lagi yang lainnya.. So please, lain kali pake editor yang lebih oke donk Alkadri.. Sayang kan ceritanya oke tapi banyak yang kelewat.. 
2. Ceritanya menurut saya terlalu simple buat sebuat thriller dewasa, tapi terlalu sadis dan vulgar buat jadi bacaan anak2.. Padahal klo dengan tipe ceritanya Alakadri dibuat jadi novel gendre anak2 SD remaja kayanya lebih oke, karena bahasanya yang ringan dan ceritanya yang tidak terlalu kompleks. Klo ini kaya agak nanggung n maksa buat level yang lebih dewasa.
3. Terdapat beberapa bagian cerita yang kalau diceritakan lebih detail n menyentuh akan bisa menjadi nilai tambah loh.. Terutama buat bagian endingnya yang menurut saya udah bagus, tapi karena narasinya ga terlalu menyentuh malah jadi antiklimaks..

Okee, sekian dulu pendapat saya tentang  buku ini yaa.. Sukses terus Alkadri.. 
Reaksi:

6 comments:

  1. Iya ini buku thriller yang menurut saya ngga biasa diangkat. Dan memang sangat disayangkan dengan beberapa kesalahan penulisan dan beberapa cerita yang terasa nanggung :(
    Mungkinkah akan ada sekuelnya? hehe

    ReplyDelete
  2. Iyaaa, sayang yaaa serba nanggung.. Hehehhe.. Mari kita tunggu konfirmasi dr pernulisnya, bakal ada sequel atw ga nya.. ^^

    ReplyDelete
  3. Pokoknya yang berbau horor, aku angkat tangan. Dari dulu udah ga suka, takut, juga ditambah pengalaman pribadi beberapa kali yang kurang mengenakan bersinggungan dengan hantu. So, buku ini ga akan aku baca. Lebih baik nonton atau baca cerita pembunuhan yang keji dan berdarah-darah daripada horor.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi ini horor nya ga terlalu serem kook.. Hehehe

      Delete