Wednesday, 10 January 2018

Book Hangover with Darren Shan

Welcome to My Wonderful Book Life Blog!

Yang punya hobi membaca, pasti pernah donk mengalami yang  namanya Book Hangover. Apa itu? Biasanya Book Hangover terjadi ketika kita baru selesai membaca buku yang baguuus sekali dan sangat berkesan. Beberapa waktu setelah membaca, ceritanya akan terus berputar-putar di kepala kita serta karkaternya seperti tetap hidup di sekeliling kita. 

Jujur saja, tidak banyak sebenarnya buku yang pernah membuat saya hangover. Salah satunya adalah The Saga of Darren Shan. Buku ini sukses membuat saya seperti hidup di dunia vampir, sampai saya setengah yakin kalau karakter Darren Shan di buku itu benar2 nyata (lebay sih tp namanya juga lagi hangover 😂), dan tidak rela saat menutup lembaran halaman terakhir karena saya masih mau berada di ceritanya. 

The Saga of Darren Shan menceritakan tentang manusia setengah vampir bernama Darren Shan. Buku pertama yang berjudul A Living Nighmare, langsung membuat saya jatuh cinta dan tidak sabar ingin menamatkan seluruh serinya. Karakter Darren Shan yang masih anak-anak digambarkan sangat polos tetapi juga heroic, really easy to loved. Diceritakan bagaimana dia rela melepaskan kehidupannya sebagai manusia untuk menjadi asisten seorang vampir. Padahal dia punya kehidupan manusia yang bahagia loh. Demi apa coba? Demi menyelamatkan teman dekatnya, yang kemudian ternyata mengkhianatinya! Oh, Kan bikin kezel! 😡 12 bukunya membawa kita terombang ambing hidup dalam kehidupan Darren Shan. Mulai dia harus tinggal bersama kelompok sirkus orang-orang aneh (Cirque du Freak), pergi ke gunung vampir, menelusuri lorong-lorong  di bawah kota, danau tempat berkumpulnya orang mati, dan tempat lainnya. Berlahan kita dibawa hidup bersama Darren yang tumbuh pelan menjadi dewasa, karena manusia setengah vampir menua lebih lama dibanding manusia dewasa. Dengen pengalamannya yang beragam, dia seperti tetap terperangkap di tubuh anak-anak. Kasih sayang dan kehilangan, kesetiaan dan pengkhianatan. Ceritanya cukup komplek tetapi tetap bisa dinikmati semua umur. 

"Then I started thinking that what the world really needed was a book that was as fun and easy to read as Goosebumps, but which had some of the darkness and depth of Stephen King"  - Darren Shan

Yang unik lagi, buku ini ditulis dengan sudut pandang orang pertama oleh penulis yang bernama pena Darren Shan. Jadi (berasa seoalah) cerita ini nyata pengalaman penulis sendiri. Cara bertuturnya ringan seperti Goosebums (karena penulis memang memperoleh inspirasinya dari Goosebums), tebalnya pun kurang lebih sama. Tetapi ceritanya memang lebih kelam dan kadang cukup menyayat hati. Sesuai target marketnya, buku ini memang paling cocok untuk pembaca anak-anak dan remaja. Bagi pembaca dewasa yang lebih suka cerita menantang mungkin buku ini kurang menggigit. Sedangkan buat saya yang suka buku ringan2, ini pas sekali dosisnya. 



Jujur saya tidak rela saat menutup lembar terakhir buku ke-12. Rasanya seperti ditinggalkan Darren setelah berbulan-bulan bersama. Huhuhu.. Sampai sekarang tiap liat yang berhubungan dengan sirkus ingetnya Darren 😄

Saya pertama kali baca seri ini sudah cukup lama, waktu itu pinjaman dari teman saat masih SMA. Saya bacanya hanya buku yang awal-awal seri dan tidak terlalu ingat dengan ceritanya (tetapi saya masi ingat kesan yang ditinggalkannya). Ketika akhirnya berhasil melengkapi ke12 buku dari seri ini, saya baru berani membaca ulang karena saya tidak mau terpotong-potong saat membaca. Dan endingnya itu loh, saya sukaaa banget. Setelah semua yang dilalui Darren, of course he deserves a happy ending. 

Seri ini terdiri dari 12 buku sbb: 
Buku 1: Cirque du Freak-Mimpi Buruk jadi Kenyataan (2000)
Buku 2: The Vampire’s Assistant-Asisten Vampir  (2000)
Buku 3: Tunnels of Blood-Terowongan Darah  (2000)
Buku 4: Vampire Mountain-Gunung Vampir  (2001)
Buku 5: Trials of Death-Ujian Maut (2001)
Buku 6: The Vampire Prince-Pangeran Vampir (2002)
Buku 7: Hunters of the Dusk-Pemburu Petang (2002)
Buku 8: Allies of the Night-Sekutu Malam (2002)
Buku 9: Killers of the Dawn-Pembunuh Fajar (2003)
Buku 10: The Lake of Souls-Danau Jiwa (2003)
Buku 11: Lord of Shadows-Penguasa Kegelapan (2004) 
Buku 12: Sons of Destiny-Anak-anak Takdir (2004)

Warning : Don't you ever judge this book by the Movie!!
Buku ini udah sempat difilmkan tahun 2009. Beberapa buku dijadikan 1 film dengan judul The Vampire Assistant : Cirque du Freak. Tapi waktu nonton filmnya menurut saya kualitasnya jaauuh sekali dari bukunya. Berasa nonton film buget minim dengan efek yang ga banget. Lebih baik ga usah nonton kalau ga imajinasi tentang Darren dan dunianya yang udah dibangun di buku rusak karena liat filmnya 😂


Oiya, selain The Saga of Darren Shan, buku seri fantasi yang sempat membuat saya Hangover juga ada The Maze Runner dan tentu saja buku favorit sepanjang masa, Harry Potter. 
Baca juga postingan tentang Maze Runner dan Harry Potter ya..




Related Posts:

0 komentar:

Post a Comment