Showing posts with label RL Stine. Show all posts
Showing posts with label RL Stine. Show all posts

Friday, 29 January 2021

Nostalgia Novel Generasi 90an

Beberapa waktu yang lalu, saya ditawari kolab sama Mas Rahul. Ini juga merupakan kolab pertama saya selama jadi blogger. Serunya lagi, awalnya saya kira Mas Rahul cuma butuh masukan terkait pertanyaaan tentang buku. Abis itu ternyata saya disuruh jawab pertanyaan itu sendiri. Hehehe... Seru deh pokoknya! Terima kasih untuk tawaran kolabnya, Mas Rahul 😁. Jangan lupa mampir juga ke postingan kolabnya di sini:

Bacaan Dewasa dan Buku Rusak yang Masih Disimpan (BersamaThessalivia)

Salah satu pertanyaan saya saat kolab adalah, buku yang pertama kali dibeli pake uang sendiri? Nah, pembahasan ini membawa nostalgia sebenarnya dengan buku-buku masa kecil saya. Dan hey, bagaimana kalau sekalian saja kita nostalgia bareng di sini 😍😍 Saya yakin pembaca blog ini banyak yang sebaya saya, kan? Yang menghabiskan masa kecilnya di era tahun 90an. 

Yuk, kita nostalgia novel generasi 90an...


novel generasi 90an

1. HARRY POTTER

Mudah-mudahan di sini ga bosen saya bahas Harry Potter terus ya😆. Harry Potter adalah novel berseri yang terdiri dari 7 buku yaitu : 

  1. Philosopher's Stone (1997)
  2. Chamber of Secrets (1998)
  3. Prisoner of Azkaban (1999)
  4. Goblet of Fire (2000)
  5. Order of the Phoenix (2003)
  6. Half-Blood Prince (2005)
  7. Deathly Hallows (2007)

novel generasi 90an

Buku ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Harry Potter yang memperoleh surat untuk masuk ke sekolah sihir Hogwarts. Buku pertama menceritakan pengalaman Harry di tahun pertama bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Buku kedua di tahun kedua begitu terus sampai buku ke tujuh. Selama itu Harry juga harus melawan penyihir jahat bernama Voldemort. 

Pengalaman Nostalgia

Buku pertama Harry Potter itu terbit tahun 1997, sedangkan saya baca pertama kali tahun 2000. Ini juga buku pertama yang saya beli pake uang sendiri waktu itu. Buku Harry Potter yang pertama harganya ga nyampe Rp 50ribuan waktu itu, tapi itu cukup mahal buat kantong saya yang masih SMP. Hehehe.. Jadi waktu dapet salam tempel pas lebaran, uangnya saya sengaja tabung buat beli buku Harry Potter. 

Tapi masalahnya beli dimana? Karena saya tinggal di kota kecil, yang tidak ada Gramedia. Toko buku sebatas yang jual buku sekolah atau buku-buku agama. Akhirnya waktu itu saya inisiatif sendiri nitip ke tetangga yang mau pulang dari Jakarta 😁. Padahal ternyata di kota Padang juga ada, saya aja yang ga ngeh waktu itu 😅.

Baca juga: 

Waktu pertama baca buku ini pas SMP, saya langsung jatuh cinta dan menobatkan ini adalah buku terbaik yang pernah saya baca. Harry Potter menemani saya dari pertama kali saya baca bukunya tahun 2000, sampai akhirnya buku terakhir terbit 2007 dan filmnya terkahir rilis 2011. Jadi hampir sebelas tahun saya nungguin Harry Potter sampai tamat. Jadi wajar sekarang sepuluh tahun kemudian cerita ini masih ngebekas di hati. Sebucin itu memang saya dengan cerita Harry Potter 😍😍.

2. GOOSEBUMPS


novel generasi 90an

Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebums (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku juga. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land).

Baca juga: 

Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya.  Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerita yang kita putuskan sendiri. 

Yang saya suka, di Goosebumps itu tidak pernah ada tokoh yang benar-benar mati menyedihkan gitu, ga ada adegan ciuman dan romantismenya juga. Jadi aman buat anak-anak 😁.

Pengalaman Nostalgia

Buku ini mendapat tempat spesial di hati saya, karena bisa dibilang ini novel tanpa gambar pertama yang saya baca. Ini juga termasuk buku tebal buat saya pas pertama baca saat masih SD. Goosebumps pertama saja adalah tentang cermin ajaib (yang ada di gambar atas) terbitan 1997. Saya baca sampai berkali-kali waktu itu. 

Memori yang paling saya ingat tentang buku ini adalah memori saat belinya. Jadi kan di kota saya tinggal ga ada Gramedia. Gramedia baru ada di kota Padang yang kurang lebih 2 jam dari rumah. Setiap bulan, biasanya orang tua saya ke kota Padang buat beli berbagai macam kebutuhan. Nah, selama mereka belanja (3-4 jam), saya akan di-drop di Gramedia bersama Kakak. Kita anak SD berdua doang, dibebasin berlama-lama di toko buku, itu rasanya bahagiaaaa bangeet. Hehehhe...

Nanti begitu orang tua udah beres belanja, mereka akan jemput saya dan Kakak. Kita berdua boleh milih satu buku buat dibeli. Dan biasanya kita milih masing-masing satu buku. Begitu malemnya udah nyampe rumah lagi, kita akan langsung baca bukunya berdua di kamar. Begitu beres, kita tukeran baca. Walau biasanya Kakak udah beres baca duluan dan jadi ga sabar nungguin saya beres baca 😄. Wuaa, jadi kangen Kakak, Mama dan Papa, udah setahun lebih kita ga ketemu gara-gara pandemi 😭😭.

3. Trio Detektif

novel generasi 90an


Trio Detektif menceritakan pengalaman tiga orang sahabat, Jupe si cerdas, Pete si jagoan dan Bob si kutu buku. Buku ini terbit antara tahun 1964-1987 dengan total sampai dengan 43 judul. Sedanngkan terjemahannya sampai sekarang juga masih terbit, bahkan dengan cover baru seperti yang di pegang Tasymira di atas. Mereka bertiga bahu membahu memecahkan misteri. Bahkan mereka punya kartu nama trio detektif dengan tiga tanda tanya sebagai simbolnya. 

Fun Fact, tahu kah kamu kalau penulis Trio Detektif bukanlah Alfred Hitchock? Walaupun nama sutradara itu tertera di buku, sebenarnya bukan ia lah yang menulis. Ada beberapa penulis berbeda untuk semua seri Tri Detektif, dan Alfred Hitchock hanya dipinjam namanya untuk tujuan publikasi. 

Pengalaman Nostalgia

Buku Trio Detektif adalah buku cerita tentang detektif pertama yang saya baca, jauh sebelum saya mengenal cerita detektif sungguhan seperti Conan dan Agatha Christie. Buku pertama yang saya baca waktu saya SD, tentang pengalaman mereka memecahkan misteri keanehan seorang wanita yang tinggal dekat gunung mosnter. Itu buku Trio Detektif pertama saya, dan saya sampai baca berkali-kali saking sukanya. Hehehe.. Setelah itu, selain Goosebumps, saya suka request dibeliin Trio Detektif  sama orang tua. 😀  


4. ANIMORPHS


novel generasi 90an

Animorphs adalah buku  fantasi yang menceritakan petualangan sekelompok anak melawan alien yang ingin mengambil alih bumi. Terdapat lima orang anak yang berjuang yaitu Jake, Rachel, Cassie, Marco, dan Tobias. Cerita diambil dari sudut pandang pertama dari salah satu tokoh itu. (Bergantian masing-masing buku). Yang unik itu cara mereka melawan alien adalah dengan berubah menjadi binatang. Kemampuan itu mereka peroleh dari salah satu alien baik. 

Buku pertama Animorphs terbit tahun 1996. Total sampai ada 54 buku di seri ini. Namun, belum semua sudah di terjemahkan. Walaupun ada benang merah, masing-masing buku bisa dibaca terpisah karena setiap buku biasanya membereskan masalah tertentu. 

Pengalaman Nostalgia

Berbeda dengan buku di atas, saya sama sekali tidak punya buku Animoprhs. (Jadi khusus yang Animorphs saya pinjem fotonya dari salah satu toko buku bekas di Facebook). Saya tau buku ini dari seorang teman di sekolah yang dulu memiliki banyak banget koleksi Animoprhs, sekitar tahun 2000an awal. Cover-nya menarik, menggambarkan anak yang berubah jadi binatang tertentu. Ukuran dan ketebalan bukunya kurang lebih seperti Goosebumps. 

Jadi memori saya dengan Animorphs itu adalah saat berebut meminjam dengan teman sekelas, saat teman saya membawa bukunya ke sekolah. Teman saya ini memang punya banyaaaak banget koleksi buku dulunya 😁. Jadi sering kita jadikan sumber pinjaman buku di kelas, ga hanya Animorphs tapi dulu ada Darren Shan, Harry Potter, dll. Bahkan dia orang pertama yang saya tau dulu udah membaca novel berbahasa inggris di saat kami masih bacanya novel lokal 😂.

Back to Animorphs, cukup banyak seri ini yang sudah saya baca (walau belum semua). Serunya itu, saat berubah jadi binatang akan ada penjelasan tentang binatangnya juga baik dari segi insting, kebiasaan, dll. Jadi lumayan berasa dapet ilmu sambil baca novel. Yang paling saya inget itu waktu itu mereka berubah jadi lalat. Saya baru tau ternyata mata lalat itu terdiri dari banyak banget lensa dan dengan ukuran mata hampir sebesar kepalanya, ia nyaris bisa melihat kesemua arah


5. LIMA SEKAWAN dan SAPTA SIAGA


novel generasi 90an

Selanjutnya buku karya Enid Blyton, Lima Sekawan dan Sapta Siaga. Lima sekawan menceritakan petualangan 4 anak dan seekor anjing. Ada Julian anak cowok paling tua, sama adik laki-lakinya (Dick), adik perempuan (Anne), dan sepupu mereka George. Jadi keseharian mereka sebenarnya sama dengan anak pada umumnya yang main outdoor, berenang, kemping, dll. Nah serunya membaca buku ini, ada aja jalan-jalan rahasia, terowongan misterius atau misteri yang mereka temukan dengan tidak sengaja. Jadi mereka harus berpetualang memutar otak menyelesaikan itu. 

Kalau Lima Sekawan tentang sekelompok anak dengan keseharian dan petualangannya, Sapta Siapa lebih ke kelompok detektif cilik. Terdiri dari 7 anak dan seekor anjing. 

Baca juga: 

Waktu baca ini pas kecil, saya sering berharap misalnya pas lagi mengunjungi sodara di luar kota, atau saat menginap di rumah nenek di kampung, tiba-tiba akan menemukan jalan-jalan rahasia atau misteri seperti di buku ini. Jadi bisa merasakan berpetualang seperti Lima Sekawan 😆Walau kenyataannya saya tidak menemukan misteri apapun buat dipecahkan waktu itu. Hahaha...   Ada yang sama seperti saya? 

Buku ini terbit sejak tahun 1942. Sampai sekarang masih banyak peminatnya dan terjemahannya masih terbit ulang dengan cover baru. Pada beberapa waktu lalu, Talitha bahkan dapat kiriman buku ini dari Mba Eno karena sudah berpartisipasi lomba gambar di blog Creameno. Dia tentu saja seneng banget dapet buku ini.

"Mama waktu kecil juga suka baca buku ini loh," kata saya waktu itu. 

Dan buku Lima Sekawan bukan satu-satunya isi paketnya. Isinya ada duit Rp. 150ribu (yang langsung dipake Titha buat beli robuck di game Roblox 😂), dompet cantik, krayon (yang diakuisisi Tasymira), baju bergambar Hello Kitty (yang cuci kering pake cuci kering pake saking Talitha suka banget bajunya), dan kukis coklat kesukaan semua orang di rumah. Semuanya bener-bener suka, karena di rumah sweet tooths semua 😆 Suami, saya, anak-anak, dan para Mba di rumah. Sampai suami saya nanya, "Temen kamu ga mau buka PO? Aku pengen lagi soalnya..." Lah udah dikasi malah ngelunjak dia 😂😂 


Terima kasih Tante Eno buat bingkisan cantiknya
-Talitha-


Sebelum dapet bingkisan cantik buat Talitha ini, pas banget waktu itu juga hadiah vacuum cleaner dari Mba Eno udah nyampe. Vakumnya sangat-sangat bergunaa, bikin orang-orang di rumah sekarang jadi  makin suka bersih-bersih, bahkan anak-anak. Ada remahan dikit, langsung vakuumm. Sepraktis itu memang karena vakumnya tipe wireless gitu. Makasiii banget bangeeet ya Mba Eno buat semua kejutannya 💖💖😍😍 

🐶🐶🐶


Selain novel-novel di atas, banyak lagi sebenarnya buku yang membangkitkan memori masa kecil seperti komik-komik. Ada komik Sailor Moon, Topeng Kaca, Salad Days, Candy-candy, dll. Atau kalau yang cowok mungkin lebih akrab dengan Kung Fu Boy, Dragon Ball, Kotaro dan banyaaak lagiii..

Kalau kamu generasi 90an, sama kah buku-buku nostalgia kita di atas? 
Share juga dong di kolom komen tentang buku-buku yang mebawa memori masa kecil kamu, baik bagi generasi 90an atau bukan 😊




Wednesday, 31 October 2018

Goosebumps Movie : Boneka Hidup Beraksi Kembali (Bonus wawancara dengan RL Stine)

Selamat datang di thessaliviareza.blogspot.com

Siapa yang hari ini merayakan Halloween? Seru2an pake kostum pasti asik yaa 😁 Saya pribadi sebenarnya tidak merayakan Halloween karena keyakinan yang saya anut. Tapii, mumpung lagi Halloween saya jadi teringat kalau duluu banget waktu masih SD, saya baru tau tentang Halloween ini pertama kali dari buku Goosebumps.

Baca juga postingan nostalgia Goosebumps saya sebelumnya di sini

Siapa di sini yang masa kecilnya dihiasi dengan merinding disko saat baca Goosebumps? 😁
Rasanya dulu itu seram sekali kalau udah mau Hallowen gitu kan, kostum2 seram yang ujung2nya jadi hidup, boneka hidup, tetangga hantu dan banyak hal lainnya. Pas banget juga bulan Oktober 2018 ini rilis film Goosebumps ke 2, Haunted Halloween. Film ini menceritakan karakter legendaris yang sudah muncul di beberapa buku Goosebums sebelumnya, Slappy si Boneka Hidup.

Karru Marri Odonna Loma Molonu Karrano

Jangan berani membacakan mantra itu kalau tidak mau boneka kalian hidup dan menghantui hari-hari kalian.

Boneka Slappy Goosebums

Living Dummy atau dalam buku terjemahannya disebut sebagai Boneka Hidup, pertama muncul di buku Goosebumps ke 7 dengan judul Si Boneka Hidup Beraksi. Lindy bersama saudara kembarnya Kris menemukan sebuah boneka ventriloquis di tempat sampah sebuah rumah yang baru direnovasi dekat rumah mereka. Slappy, nama yang diberikan Lindy kepada boneka itu. Awalnya semua berjalan cukup menyenangkan, Lindy mendapat banyak orderan untuk tampil bersama bonekanya di berbagai acara di sekitar rumahnya, orang2 sangat suka dengan Lindy dan Slappy. Tidak berapa lama setelahnya, Kris juga mendapatkan boneka yang mirip dengan Slappy, Mr Wood. Mr Wood dibelikan ayahnya di toko barang antik dekat rumah mereka karena Kris juga ingin memiliki boneka seperti milik Lindy.  Anehnya, banyak hal-hal menyeramkan terjadi sejak mereka membawa Slappy dan Mr Wood pulang ke rumah mereka. Terutama setelah Kris membaca secarik kertas yang berasal dari kantong Mr Wood, kertas yang ternyata berisi mantra untuk menhidupkan yang tidak terduga.

Boneka Slappy Goosebums


Berdasarkan epilog pada buku Boneka Hidup Beraksi, asal usul boneka ini adalah pada tahun 1800-an seorang penyihir kuno membuat dua boneka dari kayu peti mati curian. Kayu itu relah dikutuk, sangat dikutuk! Dan 2 boneka itu adalah Mr Wood dan Slappy. Dan kata-kata mantra di atas akan menghidupkan mereka.

Boneka Slappy Goosebums

Tampilan cover Si Boneka Hidup Beraksi yang dipinjam di iPusnas

Selain pada buku Boneka Hidup beraksi, Slappy juga telah beberapa kali muncul dalam buku Goosebumps yang lain seperti Si Boneka Hidup Beraksi II dan III, Pengantin si Boneka Hidup, dan Mimpi Buruk Slappy.

Selain di buku, tentu saja yang terbaru, Slappy muncul di film Goosebums. Udah pada nonton?

Boneka Slappy Goosebums


Di kota kecil Wardenclyffe pada suatu hari, dua anak laki-laki bernama Sonny (Jeremy Ray Taylor) dan Sam (Caleel Harris) menemukan sebuah naskah di sebuah rumah kosong yang sebelumnya dimiliki oleh R. L. Stine (Jack Black) berjudul “Haunted Halloween.” Salahnya mereka malah membaca mantra yang menghidupkan Slappy. Tanpa mengetahui kalau Slappy sebenarnya boneka hidup, Sam dan Sonny membawanya pulang ke rumah. Dan mulailah hal-hal aneh terjadi.

Film Goosebumps Haunted Halloween ini sebenarnya tidak menjanjikan cerita yang luar biasa. Tapi bagi pencinta Goosebumps seperti saya, menyenangkan sebenarnya melihat karakter2 pada film Goosebums hidup dan menjadi nyata. Slappy memang tidak semenyeramkan Chucky, tapi tetap saja cukup membuat bergidik. Jalan cerita filmnya cukup ringan untuk bisa ditonton semua umur. Recommeded kok buat ditonton di saat mengisi waktu bersama keluarga 😁

Tapi ada sedikit yang agak mengganjal di hati saya sebenarnya di film ini. Entah mengapa Jack Black yang memerankan RL Stine sama sekali tidak sesuai dengan  bayangan saya dengan RL Stine. Dalam bayangan saya pengarang ini lebih menyeramkan, tirus, mungkin semacam mirip Snape di Harry Potter. Heheh. Dan Jack Black buat saya jauh dari kesan itu, lebih terasa cute and funny malah 😅

Oiya, sebagai bonus, ini ada wawancara dengan RL Stine yang saya dapatkan di buku Si Boneka Hidup Beraksi. Bagi yang belum tau RL Stine itu siapa, klik di sini ya..


Apa yang menginspirasi Anda untuk menulis Si boneka Hidup beraksi?

Sejak dulu saya menganggap boneka-boneka itu menakutkan. Ada kesan tertentu tentang mata mereka yang terbuat dari kayu dan menatap kosng, memandangimu, lalu tahu-tahu menjadi hidup. Seram sekali?

Apakah anda mempunyai boneka ventrilokuis seperti itu? Kalau ya, apakah boneka itu pernah mengatai , mengejar-ngejar atau menyerang Anda?
Saya memang mempunyai satu boneka ventrilokuis. Bentuknya persis seperti saya. Sejauh ini, boneka itu belum pernah mengejar-ngejar atau menyerang saya. Sejauh ini, boneka itu belum pernah mengejar-ngejar atau menyerang saya. Tapi Anda tahu kan, orang-orang sering mengatakan pada saya bahwa anjing selalu bisa merasakan kehadiran hantu-hantu dan makhluk-makhluk jahat sebelum manusia menyadarinya. Nah, anjing saya, Minnie, biasanya sangat tenang dan tidak banyak ribut, tapi dia takut setengah mati pada boneka itu. Dia suka menggonggonginya dan gemetar ketakutan kalau melihat bonek itu! Jadi, sekarang saya suka penasaran, apakah dia tahu sesuatu yang tidak saya ketahui tentang boneka itu..

Slappy adalah makhluk jahat yang ditakuti sekaligus disukai para penggemar. Apa yang membuat dia begitu populer?

Terus terang saja, kita semua suka kepingin bersikap agak jahat dan agak kasar sesekali. Slappy jahat dan kasar SEPANJANG WAKTU. Saya rasa, itu sebabnya para penggemar sangat menyukainya.

Demikian nostalgia Goosebumps kali ini. 

Sampai jumpa lagi 😊

Thursday, 24 July 2014

Goosebumps by RL Stine

Postingan kali ini adalah postingan dalan rangka mudik ke kampung halaman pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.. :) Mudik ke kampung halaman berarti waktunya nostalgia, termasuk bernostalgia buku, buku yang dulu sempat menjadi favorit saya, GOOSEBUMPS!

Here are some of my dusty Goosebumps collections I found (sisanya ga tau ada dimana.. T.T) : 
Goosebumps RL Stine

Review Goosebumps

Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebumps (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku jg. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. 

Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land). 

Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya. ^^ Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerota yang kita putuskan sendiri. Jadi setiap halaman ada catatan kaki, misalnya saat kita sedang dikejar srigala, buka halaman 5 untuk lari ke jembatan atau buka halaman 11 untuk lari ke gunung. Jadi kita sendiri yang akan menentukan nasib kita sendiri.. Hehehe.. 

Semua buku2 Goosebumps menceritakan dengan sudut pandang orang pertama, bahasanya ringan, tanpa gampar kecuali pada covernya, dengan halaman 100an lebih dikit dan tulisan yang cukup besar. Cerita-cerita Goosebumps walaupun cerita horor, tidak pernah menampilkan kekerasan & kesadisan, percintaan, dan walau kadang permasalahaan cukup pelik (buat anak2), tidak pernah ada benar2 mati. Tokoh2 buku juga sebagian besar adalah berumur 8-12 tahun.

Menurut saya (saya sekarang n saya yang masi kecil dulu) cerita horornya adalah tipe horor yang bagus tapi tidak terlalu seram. Entah karena sebagian hantunya adalah hantu luar negri seperti manusia serigala, mumi, drakula, monters dll. Walau tetap ada beberapa cerita Goosebumps yang menyeramkan n cukup membuat saya takut ke kamar mandi waktu dulu.
Jadi buku ini sangat cocok untuk anak-anak, apalagi anak2 yang sedang tahap move on dari buku cerita bergambar ke novel. (Inget dulu bangga sekali waktu SD bisa menamatkan Goosebumps, berasa udah dewasa. Heheheh). Namun demikian buku ini juga cocok untuk orang dewasa yang ingin bacaan ringan dan horornya lain dari pada yang lain. Atau orang2 dewasa yang ingin bernostalgia seperti saya. :)


Goosebumps & My Life 

Buku Goosebumps pertama kali saya baca saat saya kelas 3 SD dengan judul Topeng Hantu. Buku ini menceritakan tentang seorang anak yang ingin menjadi paling menakutkan saat Hallowen, sehingga dia membeli topeng yang sangat seram. Awalnya sangat menyenangkan karena banyak anak-anak lain ketakutan dengan topengnya, tapi masalah mulai muncul saat ketika topengnya tidak bisa dilepas dan merubahkan menjadi Monster.. 

Sejak saat itu, saya dan kakak saya yang juga hobi membaca mulai mengoleksi Goosebums. Setiap berkesempatan ke kota Padang, kami akan mampir ke Gramedia untuk membeli Goosebums. Kalau kami membeli lebih dari 1 buku, maka begitu sampai rumah akan segera membaca secara bergantian. Kalau kebetulan cuma membeli satu buku, maka kami akan membaca berdua. Bukannya mau sok kompak, tapi ga ada yang mau ngalah buat baca belakangan. Hehehe..

Beli n baca buku Goosebumps berlanjut sampai saya SMP dan berhenti saat saya  SMA. Saat SMA buku sejenis yang masih saya baca adalah Animorph dan Fear Street. (Maybe later I'll review this book). 
Saat saya kuliah, pada tahun ke3 saya kerja praktek (KP) ke salah satu perusahaan minyak terbesar di Riau. Saya dan teman KP di sana tinggal di komplek perusahaan yg lengkap sekali fasilitasnya, salah satunya adalah library. Dalam rangka mengisi waktu luang, saat teman2 lain memilih nge gym, saya memilih ke perpustakaan dan saya menemukan kebahagiaan di sana (lebay mode on ^^). Karena di sana penuh dengan buku2 masa kecil saya, mulai dari Goosebumps, Road Dahl, komik2 Kotaro, dll. Novel2 di sana hampir semuanya adalah berbahasa inggris terbitan luar. Termasuk saya menemukan buku2 cerita sepanjang jaman seperti Alice in the Wonderland yang sampulnya sampul kulit! Pas liat tahun terbitnya itu tahunnya bahkan sebelum Indonesia merdeka. Rasanya seperti menemukan harta karun! Andai saya bisa membawa perpustakaan itu pulaaang.. >.<

Okay, back to Goosebumps. Di sana akhirnya saya membaca lagi banyaak sekali buku Goosebumps dari versi aslinya yang berbahasa Inggris. Karena saya bukan penghuni tetap di sana, saya hanya diperbolehkan membaca di tempat. Sehingga hampir sebagian waktu pulang KP saya habiskan di sana. 

Total sampai sekarang saya sudah membaca cukup banyak Goosebumps, belum semua tapi sepertinya sudah 50an lebih.. Goosebumps yang menjadi favorit saya adalah Helloween Tanpa Kepala. Cukup menyeramkan untuk sebuah Goosebumps, dan twisted ending nya menurut saya sangat membuat merinding.. 

Where to find

Bagi teman2 yang penasaran dengan Goosebumps, atau bagi yang ingin bernostalgia, sekarang bisa baca gratis di aplikasi perpustakaan digital. Kalau ingin membeli bukunya, karena sudah tidak dijual di Gramedia, bisa di beli di beberapa shop online atau di bursa buku murah di Plaza Semanggi lantai atas dan di Blok M. Walaupun sebagian besar yang dijual dalam bentuk buku bekas.. 

Update: Sekarang Goosebumps udah terbit lagi dengan cover baru. Jadi kamu bisa cari di toko-toko buku terdekat.

Sekian nostalgia malam ini. 
Selamat Idul Fitri :)

Malam Takbiran 2014
From Solok with Love

(Behind the scene: ada anak cantik yang pengen ikutan eksis. Ekspresi bingung liat mamahnya foto2in buku. Hehehe.. ^^)