Beberapa waktu yang lalu, saya ditawari kolab sama Mas Rahul. Ini juga merupakan kolab pertama saya selama jadi blogger. Serunya lagi, awalnya saya kira Mas Rahul cuma butuh masukan terkait pertanyaaan tentang buku. Abis itu ternyata saya disuruh jawab pertanyaan itu sendiri. Hehehe... Seru deh pokoknya! Terima kasih untuk tawaran kolabnya, Mas Rahul 😁. Jangan lupa mampir juga ke postingan kolabnya di sini:
Bacaan Dewasa dan Buku Rusak yang Masih Disimpan (BersamaThessalivia)
Salah satu pertanyaan saya saat kolab adalah, buku yang pertama kali dibeli pake uang sendiri? Nah, pembahasan ini membawa nostalgia sebenarnya dengan buku-buku masa kecil saya. Dan hey, bagaimana kalau sekalian saja kita nostalgia bareng di sini 😍😍 Saya yakin pembaca blog ini banyak yang sebaya saya, kan? Yang menghabiskan masa kecilnya di era tahun 90an.
Yuk, kita nostalgia novel generasi 90an...
Mudah-mudahan di sini ga bosen saya bahas Harry Potter terus ya😆. Harry Potter adalah novel berseri yang terdiri dari 7 buku yaitu :
- Philosopher's Stone (1997)
- Chamber of Secrets (1998)
- Prisoner of Azkaban (1999)
- Goblet of Fire (2000)
- Order of the Phoenix (2003)
- Half-Blood Prince (2005)
- Deathly Hallows (2007)
Buku ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Harry Potter yang memperoleh surat untuk masuk ke sekolah sihir Hogwarts. Buku pertama menceritakan pengalaman Harry di tahun pertama bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Buku kedua di tahun kedua begitu terus sampai buku ke tujuh. Selama itu Harry juga harus melawan penyihir jahat bernama Voldemort.
Pengalaman Nostalgia
Buku pertama Harry Potter itu terbit tahun 1997, sedangkan saya baca pertama kali tahun 2000. Ini juga buku pertama yang saya beli pake uang sendiri waktu itu. Buku Harry Potter yang pertama harganya ga nyampe Rp 50ribuan waktu itu, tapi itu cukup mahal buat kantong saya yang masih SMP. Hehehe.. Jadi waktu dapet salam tempel pas lebaran, uangnya saya sengaja tabung buat beli buku Harry Potter.
Tapi masalahnya beli dimana? Karena saya tinggal di kota kecil, yang tidak ada Gramedia. Toko buku sebatas yang jual buku sekolah atau buku-buku agama. Akhirnya waktu itu saya inisiatif sendiri nitip ke tetangga yang mau pulang dari Jakarta 😁. Padahal ternyata di kota Padang juga ada, saya aja yang ga ngeh waktu itu 😅.
Baca juga:
Waktu pertama baca buku ini pas SMP, saya langsung jatuh cinta dan menobatkan ini adalah buku terbaik yang pernah saya baca. Harry Potter menemani saya dari pertama kali saya baca bukunya tahun 2000, sampai akhirnya buku terakhir terbit 2007 dan filmnya terkahir rilis 2011. Jadi hampir sebelas tahun saya nungguin Harry Potter sampai tamat. Jadi wajar sekarang sepuluh tahun kemudian cerita ini masih ngebekas di hati. Sebucin itu memang saya dengan cerita Harry Potter 😍😍.
2. GOOSEBUMPS
Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebums (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku juga. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land).
Baca juga:
- Goosebumps Movie : Boneka Hidup Beraksi Kembali (Bonuswawancara dengan RL Stine)
- Goosebums by RL Stine
Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya. Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerita yang kita putuskan sendiri.
Yang saya suka, di Goosebumps itu tidak pernah ada tokoh yang benar-benar mati menyedihkan gitu, ga ada adegan ciuman dan romantismenya juga. Jadi aman buat anak-anak 😁.
Pengalaman Nostalgia
Buku ini mendapat tempat spesial di hati saya, karena bisa dibilang ini novel tanpa gambar pertama yang saya baca. Ini juga termasuk buku tebal buat saya pas pertama baca saat masih SD. Goosebumps pertama saja adalah tentang cermin ajaib (yang ada di gambar atas) terbitan 1997. Saya baca sampai berkali-kali waktu itu.
Memori yang paling saya ingat tentang buku ini adalah memori saat belinya. Jadi kan di kota saya tinggal ga ada Gramedia. Gramedia baru ada di kota Padang yang kurang lebih 2 jam dari rumah. Setiap bulan, biasanya orang tua saya ke kota Padang buat beli berbagai macam kebutuhan. Nah, selama mereka belanja (3-4 jam), saya akan di-drop di Gramedia bersama Kakak. Kita anak SD berdua doang, dibebasin berlama-lama di toko buku, itu rasanya bahagiaaaa bangeet. Hehehhe...
Nanti begitu orang tua udah beres belanja, mereka akan jemput saya dan Kakak. Kita berdua boleh milih satu buku buat dibeli. Dan biasanya kita milih masing-masing satu buku. Begitu malemnya udah nyampe rumah lagi, kita akan langsung baca bukunya berdua di kamar. Begitu beres, kita tukeran baca. Walau biasanya Kakak udah beres baca duluan dan jadi ga sabar nungguin saya beres baca 😄. Wuaa, jadi kangen Kakak, Mama dan Papa, udah setahun lebih kita ga ketemu gara-gara pandemi 😭😭.
3. Trio Detektif
Trio Detektif menceritakan pengalaman tiga orang sahabat, Jupe si cerdas, Pete si jagoan dan Bob si kutu buku. Buku ini terbit antara tahun 1964-1987 dengan total sampai dengan 43 judul. Sedanngkan terjemahannya sampai sekarang juga masih terbit, bahkan dengan cover baru seperti yang di pegang Tasymira di atas. Mereka bertiga bahu membahu memecahkan misteri. Bahkan mereka punya kartu nama trio detektif dengan tiga tanda tanya sebagai simbolnya.
Fun Fact, tahu kah kamu kalau penulis Trio Detektif bukanlah Alfred Hitchock? Walaupun nama sutradara itu tertera di buku, sebenarnya bukan ia lah yang menulis. Ada beberapa penulis berbeda untuk semua seri Tri Detektif, dan Alfred Hitchock hanya dipinjam namanya untuk tujuan publikasi.
Pengalaman Nostalgia
Buku Trio Detektif adalah buku cerita tentang detektif pertama yang saya baca, jauh sebelum saya mengenal cerita detektif sungguhan seperti Conan dan Agatha Christie. Buku pertama yang saya baca waktu saya SD, tentang pengalaman mereka memecahkan misteri keanehan seorang wanita yang tinggal dekat gunung mosnter. Itu buku Trio Detektif pertama saya, dan saya sampai baca berkali-kali saking sukanya. Hehehe.. Setelah itu, selain Goosebumps, saya suka request dibeliin Trio Detektif sama orang tua. 😀
4. ANIMORPHS
Animorphs adalah buku fantasi yang menceritakan petualangan sekelompok anak melawan alien yang ingin mengambil alih bumi. Terdapat lima orang anak yang berjuang yaitu Jake, Rachel, Cassie, Marco, dan Tobias. Cerita diambil dari sudut pandang pertama dari salah satu tokoh itu. (Bergantian masing-masing buku). Yang unik itu cara mereka melawan alien adalah dengan berubah menjadi binatang. Kemampuan itu mereka peroleh dari salah satu alien baik.
Buku pertama Animorphs terbit tahun 1996. Total sampai ada 54 buku di seri ini. Namun, belum semua sudah di terjemahkan. Walaupun ada benang merah, masing-masing buku bisa dibaca terpisah karena setiap buku biasanya membereskan masalah tertentu.
Pengalaman Nostalgia
Berbeda dengan buku di atas, saya sama sekali tidak punya buku Animoprhs. (Jadi khusus yang Animorphs saya pinjem fotonya dari salah satu toko buku bekas di Facebook). Saya tau buku ini dari seorang teman di sekolah yang dulu memiliki banyak banget koleksi Animoprhs, sekitar tahun 2000an awal. Cover-nya menarik, menggambarkan anak yang berubah jadi binatang tertentu. Ukuran dan ketebalan bukunya kurang lebih seperti Goosebumps.
Jadi memori saya dengan Animorphs itu adalah saat berebut meminjam dengan teman sekelas, saat teman saya membawa bukunya ke sekolah. Teman saya ini memang punya banyaaaak banget koleksi buku dulunya 😁. Jadi sering kita jadikan sumber pinjaman buku di kelas, ga hanya Animorphs tapi dulu ada Darren Shan, Harry Potter, dll. Bahkan dia orang pertama yang saya tau dulu udah membaca novel berbahasa inggris di saat kami masih bacanya novel lokal 😂.
Back to Animorphs, cukup banyak seri ini yang sudah saya baca (walau belum semua). Serunya itu, saat berubah jadi binatang akan ada penjelasan tentang binatangnya juga baik dari segi insting, kebiasaan, dll. Jadi lumayan berasa dapet ilmu sambil baca novel. Yang paling saya inget itu waktu itu mereka berubah jadi lalat. Saya baru tau ternyata mata lalat itu terdiri dari banyak banget lensa dan dengan ukuran mata hampir sebesar kepalanya, ia nyaris bisa melihat kesemua arah
5. LIMA SEKAWAN dan SAPTA SIAGA
Selanjutnya buku karya Enid Blyton, Lima Sekawan dan Sapta Siaga. Lima sekawan menceritakan petualangan 4 anak dan seekor anjing. Ada Julian anak cowok paling tua, sama adik laki-lakinya (Dick), adik perempuan (Anne), dan sepupu mereka George. Jadi keseharian mereka sebenarnya sama dengan anak pada umumnya yang main outdoor, berenang, kemping, dll. Nah serunya membaca buku ini, ada aja jalan-jalan rahasia, terowongan misterius atau misteri yang mereka temukan dengan tidak sengaja. Jadi mereka harus berpetualang memutar otak menyelesaikan itu.
Kalau Lima Sekawan tentang sekelompok anak dengan keseharian dan petualangannya, Sapta Siapa lebih ke kelompok detektif cilik. Terdiri dari 7 anak dan seekor anjing.
Baca juga:
Waktu baca ini pas kecil, saya sering berharap misalnya pas lagi mengunjungi sodara di luar kota, atau saat menginap di rumah nenek di kampung, tiba-tiba akan menemukan jalan-jalan rahasia atau misteri seperti di buku ini. Jadi bisa merasakan berpetualang seperti Lima Sekawan 😆Walau kenyataannya saya tidak menemukan misteri apapun buat dipecahkan waktu itu. Hahaha... Ada yang sama seperti saya?
Buku ini terbit sejak tahun 1942. Sampai sekarang masih banyak peminatnya dan terjemahannya masih terbit ulang dengan cover baru. Pada beberapa waktu lalu, Talitha bahkan dapat kiriman buku ini dari Mba Eno karena sudah berpartisipasi lomba gambar di blog Creameno. Dia tentu saja seneng banget dapet buku ini.
"Mama waktu kecil juga suka baca buku ini loh," kata saya waktu itu.
Dan buku Lima Sekawan bukan satu-satunya isi paketnya. Isinya ada duit Rp. 150ribu (yang langsung dipake Titha buat beli robuck di game Roblox 😂), dompet cantik, krayon (yang diakuisisi Tasymira), baju bergambar Hello Kitty (yang cuci kering pake cuci kering pake saking Talitha suka banget bajunya), dan kukis coklat kesukaan semua orang di rumah. Semuanya bener-bener suka, karena di rumah sweet tooths semua 😆 Suami, saya, anak-anak, dan para Mba di rumah. Sampai suami saya nanya, "Temen kamu ga mau buka PO? Aku pengen lagi soalnya..." Lah udah dikasi malah ngelunjak dia 😂😂
Sebelum dapet bingkisan cantik buat Talitha ini, pas banget waktu itu juga hadiah vacuum cleaner dari Mba Eno udah nyampe. Vakumnya sangat-sangat bergunaa, bikin orang-orang di rumah sekarang jadi makin suka bersih-bersih, bahkan anak-anak. Ada remahan dikit, langsung vakuumm. Sepraktis itu memang karena vakumnya tipe wireless gitu. Makasiii banget bangeeet ya Mba Eno buat semua kejutannya 💖💖😍😍
🐶🐶🐶
Selain novel-novel di atas, banyak lagi sebenarnya buku yang membangkitkan memori masa kecil seperti komik-komik. Ada komik Sailor Moon, Topeng Kaca, Salad Days, Candy-candy, dll. Atau kalau yang cowok mungkin lebih akrab dengan Kung Fu Boy, Dragon Ball, Kotaro dan banyaaak lagiii..
Kalau kamu generasi 90an, sama kah buku-buku nostalgia kita di atas?
Share juga dong di kolom komen tentang buku-buku yang mebawa memori masa kecil kamu, baik bagi generasi 90an atau bukan 😊