Friday, 29 January 2021

Nostalgia Novel Generasi 90an

Beberapa waktu yang lalu, saya ditawari kolab sama Mas Rahul. Ini juga merupakan kolab pertama saya selama jadi blogger. Serunya lagi, awalnya saya kira Mas Rahul cuma butuh masukan terkait pertanyaaan tentang buku. Abis itu ternyata saya disuruh jawab pertanyaan itu sendiri. Hehehe... Seru deh pokoknya! Terima kasih untuk tawaran kolabnya, Mas Rahul 😁. Jangan lupa mampir juga ke postingan kolabnya di sini:

Bacaan Dewasa dan Buku Rusak yang Masih Disimpan (BersamaThessalivia)

Salah satu pertanyaan saya saat kolab adalah, buku yang pertama kali dibeli pake uang sendiri? Nah, pembahasan ini membawa nostalgia sebenarnya dengan buku-buku masa kecil saya. Dan hey, bagaimana kalau sekalian saja kita nostalgia bareng di sini 😍😍 Saya yakin pembaca blog ini banyak yang sebaya saya, kan? Yang menghabiskan masa kecilnya di era tahun 90an. 

Yuk, kita nostalgia novel generasi 90an...


novel generasi 90an

1. HARRY POTTER

Mudah-mudahan di sini ga bosen saya bahas Harry Potter terus yaπŸ˜†. Harry Potter adalah novel berseri yang terdiri dari 7 buku yaitu : 

  1. Philosopher's Stone (1997)
  2. Chamber of Secrets (1998)
  3. Prisoner of Azkaban (1999)
  4. Goblet of Fire (2000)
  5. Order of the Phoenix (2003)
  6. Half-Blood Prince (2005)
  7. Deathly Hallows (2007)

novel generasi 90an

Buku ini menceritakan tentang seorang anak laki-laki yatim piatu bernama Harry Potter yang memperoleh surat untuk masuk ke sekolah sihir Hogwarts. Buku pertama menceritakan pengalaman Harry di tahun pertama bersekolah di sekolah sihir Hogwarts. Buku kedua di tahun kedua begitu terus sampai buku ke tujuh. Selama itu Harry juga harus melawan penyihir jahat bernama Voldemort. 

Pengalaman Nostalgia

Buku pertama Harry Potter itu terbit tahun 1997, sedangkan saya baca pertama kali tahun 2000. Ini juga buku pertama yang saya beli pake uang sendiri waktu itu. Buku Harry Potter yang pertama harganya ga nyampe Rp 50ribuan waktu itu, tapi itu cukup mahal buat kantong saya yang masih SMP. Hehehe.. Jadi waktu dapet salam tempel pas lebaran, uangnya saya sengaja tabung buat beli buku Harry Potter. 

Tapi masalahnya beli dimana? Karena saya tinggal di kota kecil, yang tidak ada Gramedia. Toko buku sebatas yang jual buku sekolah atau buku-buku agama. Akhirnya waktu itu saya inisiatif sendiri nitip ke tetangga yang mau pulang dari Jakarta 😁. Padahal ternyata di kota Padang juga ada, saya aja yang ga ngeh waktu itu πŸ˜….

Baca juga: 

Waktu pertama baca buku ini pas SMP, saya langsung jatuh cinta dan menobatkan ini adalah buku terbaik yang pernah saya baca. Harry Potter menemani saya dari pertama kali saya baca bukunya tahun 2000, sampai akhirnya buku terakhir terbit 2007 dan filmnya terkahir rilis 2011. Jadi hampir sebelas tahun saya nungguin Harry Potter sampai tamat. Jadi wajar sekarang sepuluh tahun kemudian cerita ini masih ngebekas di hati. Sebucin itu memang saya dengan cerita Harry Potter 😍😍.

2. GOOSEBUMPS


novel generasi 90an

Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebums (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku juga. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land).

Baca juga: 

Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya.  Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerita yang kita putuskan sendiri. 

Yang saya suka, di Goosebumps itu tidak pernah ada tokoh yang benar-benar mati menyedihkan gitu, ga ada adegan ciuman dan romantismenya juga. Jadi aman buat anak-anak 😁.

Pengalaman Nostalgia

Buku ini mendapat tempat spesial di hati saya, karena bisa dibilang ini novel tanpa gambar pertama yang saya baca. Ini juga termasuk buku tebal buat saya pas pertama baca saat masih SD. Goosebumps pertama saja adalah tentang cermin ajaib (yang ada di gambar atas) terbitan 1997. Saya baca sampai berkali-kali waktu itu. 

Memori yang paling saya ingat tentang buku ini adalah memori saat belinya. Jadi kan di kota saya tinggal ga ada Gramedia. Gramedia baru ada di kota Padang yang kurang lebih 2 jam dari rumah. Setiap bulan, biasanya orang tua saya ke kota Padang buat beli berbagai macam kebutuhan. Nah, selama mereka belanja (3-4 jam), saya akan di-drop di Gramedia bersama Kakak. Kita anak SD berdua doang, dibebasin berlama-lama di toko buku, itu rasanya bahagiaaaa bangeet. Hehehhe...

Nanti begitu orang tua udah beres belanja, mereka akan jemput saya dan Kakak. Kita berdua boleh milih satu buku buat dibeli. Dan biasanya kita milih masing-masing satu buku. Begitu malemnya udah nyampe rumah lagi, kita akan langsung baca bukunya berdua di kamar. Begitu beres, kita tukeran baca. Walau biasanya Kakak udah beres baca duluan dan jadi ga sabar nungguin saya beres baca πŸ˜„. Wuaa, jadi kangen Kakak, Mama dan Papa, udah setahun lebih kita ga ketemu gara-gara pandemi 😭😭.

3. Trio Detektif

novel generasi 90an


Trio Detektif menceritakan pengalaman tiga orang sahabat, Jupe si cerdas, Pete si jagoan dan Bob si kutu buku. Buku ini terbit antara tahun 1964-1987 dengan total sampai dengan 43 judul. Sedanngkan terjemahannya sampai sekarang juga masih terbit, bahkan dengan cover baru seperti yang di pegang Tasymira di atas. Mereka bertiga bahu membahu memecahkan misteri. Bahkan mereka punya kartu nama trio detektif dengan tiga tanda tanya sebagai simbolnya. 

Fun Fact, tahu kah kamu kalau penulis Trio Detektif bukanlah Alfred Hitchock? Walaupun nama sutradara itu tertera di buku, sebenarnya bukan ia lah yang menulis. Ada beberapa penulis berbeda untuk semua seri Tri Detektif, dan Alfred Hitchock hanya dipinjam namanya untuk tujuan publikasi. 

Pengalaman Nostalgia

Buku Trio Detektif adalah buku cerita tentang detektif pertama yang saya baca, jauh sebelum saya mengenal cerita detektif sungguhan seperti Conan dan Agatha Christie. Buku pertama yang saya baca waktu saya SD, tentang pengalaman mereka memecahkan misteri keanehan seorang wanita yang tinggal dekat gunung mosnter. Itu buku Trio Detektif pertama saya, dan saya sampai baca berkali-kali saking sukanya. Hehehe.. Setelah itu, selain Goosebumps, saya suka request dibeliin Trio Detektif  sama orang tua. πŸ˜€  


4. ANIMORPHS


novel generasi 90an

Animorphs adalah buku  fantasi yang menceritakan petualangan sekelompok anak melawan alien yang ingin mengambil alih bumi. Terdapat lima orang anak yang berjuang yaitu Jake, Rachel, Cassie, Marco, dan Tobias. Cerita diambil dari sudut pandang pertama dari salah satu tokoh itu. (Bergantian masing-masing buku). Yang unik itu cara mereka melawan alien adalah dengan berubah menjadi binatang. Kemampuan itu mereka peroleh dari salah satu alien baik. 

Buku pertama Animorphs terbit tahun 1996. Total sampai ada 54 buku di seri ini. Namun, belum semua sudah di terjemahkan. Walaupun ada benang merah, masing-masing buku bisa dibaca terpisah karena setiap buku biasanya membereskan masalah tertentu. 

Pengalaman Nostalgia

Berbeda dengan buku di atas, saya sama sekali tidak punya buku Animoprhs. (Jadi khusus yang Animorphs saya pinjem fotonya dari salah satu toko buku bekas di Facebook). Saya tau buku ini dari seorang teman di sekolah yang dulu memiliki banyak banget koleksi Animoprhs, sekitar tahun 2000an awal. Cover-nya menarik, menggambarkan anak yang berubah jadi binatang tertentu. Ukuran dan ketebalan bukunya kurang lebih seperti Goosebumps. 

Jadi memori saya dengan Animorphs itu adalah saat berebut meminjam dengan teman sekelas, saat teman saya membawa bukunya ke sekolah. Teman saya ini memang punya banyaaaak banget koleksi buku dulunya 😁. Jadi sering kita jadikan sumber pinjaman buku di kelas, ga hanya Animorphs tapi dulu ada Darren Shan, Harry Potter, dll. Bahkan dia orang pertama yang saya tau dulu udah membaca novel berbahasa inggris di saat kami masih bacanya novel lokal πŸ˜‚.

Back to Animorphs, cukup banyak seri ini yang sudah saya baca (walau belum semua). Serunya itu, saat berubah jadi binatang akan ada penjelasan tentang binatangnya juga baik dari segi insting, kebiasaan, dll. Jadi lumayan berasa dapet ilmu sambil baca novel. Yang paling saya inget itu waktu itu mereka berubah jadi lalat. Saya baru tau ternyata mata lalat itu terdiri dari banyak banget lensa dan dengan ukuran mata hampir sebesar kepalanya, ia nyaris bisa melihat kesemua arah


5. LIMA SEKAWAN dan SAPTA SIAGA


novel generasi 90an

Selanjutnya buku karya Enid Blyton, Lima Sekawan dan Sapta Siaga. Lima sekawan menceritakan petualangan 4 anak dan seekor anjing. Ada Julian anak cowok paling tua, sama adik laki-lakinya (Dick), adik perempuan (Anne), dan sepupu mereka George. Jadi keseharian mereka sebenarnya sama dengan anak pada umumnya yang main outdoor, berenang, kemping, dll. Nah serunya membaca buku ini, ada aja jalan-jalan rahasia, terowongan misterius atau misteri yang mereka temukan dengan tidak sengaja. Jadi mereka harus berpetualang memutar otak menyelesaikan itu. 

Kalau Lima Sekawan tentang sekelompok anak dengan keseharian dan petualangannya, Sapta Siapa lebih ke kelompok detektif cilik. Terdiri dari 7 anak dan seekor anjing. 

Baca juga: 

Waktu baca ini pas kecil, saya sering berharap misalnya pas lagi mengunjungi sodara di luar kota, atau saat menginap di rumah nenek di kampung, tiba-tiba akan menemukan jalan-jalan rahasia atau misteri seperti di buku ini. Jadi bisa merasakan berpetualang seperti Lima Sekawan πŸ˜†Walau kenyataannya saya tidak menemukan misteri apapun buat dipecahkan waktu itu. Hahaha...   Ada yang sama seperti saya? 

Buku ini terbit sejak tahun 1942. Sampai sekarang masih banyak peminatnya dan terjemahannya masih terbit ulang dengan cover baru. Pada beberapa waktu lalu, Talitha bahkan dapat kiriman buku ini dari Mba Eno karena sudah berpartisipasi lomba gambar di blog Creameno. Dia tentu saja seneng banget dapet buku ini.

"Mama waktu kecil juga suka baca buku ini loh," kata saya waktu itu. 

Dan buku Lima Sekawan bukan satu-satunya isi paketnya. Isinya ada duit Rp. 150ribu (yang langsung dipake Titha buat beli robuck di game Roblox πŸ˜‚), dompet cantik, krayon (yang diakuisisi Tasymira), baju bergambar Hello Kitty (yang cuci kering pake cuci kering pake saking Talitha suka banget bajunya), dan kukis coklat kesukaan semua orang di rumah. Semuanya bener-bener suka, karena di rumah sweet tooths semua πŸ˜† Suami, saya, anak-anak, dan para Mba di rumah. Sampai suami saya nanya, "Temen kamu ga mau buka PO? Aku pengen lagi soalnya..." Lah udah dikasi malah ngelunjak dia πŸ˜‚πŸ˜‚ 


Terima kasih Tante Eno buat bingkisan cantiknya
-Talitha-


Sebelum dapet bingkisan cantik buat Talitha ini, pas banget waktu itu juga hadiah vacuum cleaner dari Mba Eno udah nyampe. Vakumnya sangat-sangat bergunaa, bikin orang-orang di rumah sekarang jadi  makin suka bersih-bersih, bahkan anak-anak. Ada remahan dikit, langsung vakuumm. Sepraktis itu memang karena vakumnya tipe wireless gitu. Makasiii banget bangeeet ya Mba Eno buat semua kejutannya πŸ’–πŸ’–πŸ˜πŸ˜ 

🐢🐢🐢


Selain novel-novel di atas, banyak lagi sebenarnya buku yang membangkitkan memori masa kecil seperti komik-komik. Ada komik Sailor Moon, Topeng Kaca, Salad Days, Candy-candy, dll. Atau kalau yang cowok mungkin lebih akrab dengan Kung Fu Boy, Dragon Ball, Kotaro dan banyaaak lagiii..

Kalau kamu generasi 90an, sama kah buku-buku nostalgia kita di atas? 
Share juga dong di kolom komen tentang buku-buku yang mebawa memori masa kecil kamu, baik bagi generasi 90an atau bukan 😊




51 comments:

  1. Walaupun bukan termasuk besar di era 90'an, tapi pengalamanku dengan mbak Thessa cukup mirip dengan Harry Potter. *Yeayy! Sama-sama PotterheadπŸ˜†πŸ˜³ Bedanya, aku pertama kali jatuh cinta itu lewat filmnya, karena nggak tau kalau ternyata based on novel. Aku inget banget saat itu kelas 3 SD, pertama kali nonton Harry Potter, imajinasi aku akan dunia sihir berasa disokong dan wahhh langsung terpana, mungkin kalau aku nontonnya saat udah gede bahasanya semacam ini, "gilaakk, keren banget nih film! out of the box dan niat abis!" wkwkwkwπŸ˜† Jadilah aku ngikutin terus ceritanya sampe yang Prisoner Azkaban itu kelas 5 kalau nggak salahπŸ€” Baru tau bahwa ternyata awalnya dari buku itu pas aku SMP kelas 2, karena waktu itu nggak sengaja nemu di perpustakaan. Mulai dari situ akhirnya ngikutin keduanya, film dan juga buku. Walaupun filmnya keren, tapi ternyata aku lebih suka dengan versi buku (of courseπŸ˜‚), karena lebih banyak lagi hal yang dijabarkan disana, ehehe.

    Selain Harry Potter, buku yang menemani masa-masa itu ada komik Doraemon, Detektif Conan, sama Shinchan. Mainstream banget ya komiknya🀣 Tapi dulu aku memang penggemar komik banget, soalnya kalau baca beberapa buku kadang suka zonk karena isinya terlalu dewasa buat seumuranku waktu itu, hihi.

    Thank you mbak Thessaaa sudah sharing ini, aku jadi beneran ikut bernostalgiaπŸ˜† walaupun buku-buku selain Harry Potter di atas aku nggak baca, tapi cukup familiar juga dengan judul-judulnya😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mba Awl, terima kasih udah ikut sharing jg pengalaman nostalgianyaa 😁

      Aku ikut merasakan keseruan Mba Awl dg Harry Potter. Wuaaa, salam potterhead πŸ˜†πŸ˜† Aku waktu SMP dulu pertama baca bukunya. Pas keluar filmnya, aku jg fans banget sampai seluruh kamar isinya poster Harry Potter semua waktu itu. Alat tulis pas ke sekolah jg semuanya Harr Potter. Hahaha.. Mba Awl malah udah dr SD yaaa. Seruuu!!

      Filmnya bagus memang, tapi bukunya jaaauuuhh lbh bagus ya Mba. Setiap bukunya aku rerad berkali2, ga ada yg cuma sekali baca. Hehehe..

      Doraemon itu aku nonton filmnya, setiap jam 8 dulu hari minggu pagi udah stand by di depan TV. Tp ternyata suami waktu kecil punya banyak koleksi komik Doraemon dan skrng udah diwariskan ke anak2ku yg jg suka bgd bacanya. Conan dan Shincan itu malah aku baru baca pas kuliah. Hehehe.. karena dulu beli buku ga bs banyak2, aku pasti pilih novel yg lbh lama beres bacanya dibanding komik. Sampe skrng pun komik aku bacanya minjem punya temen, atau punya suami 😁

      Delete
  2. Aku juga suka banget Harry Potter dan sama kayak Awl aku pertama kali tau filmnya dan belum ngeh dengan novelnya karena tebel banget dan waktu itu aku masih SD belum sanggup baca buku setebel itu (padahal buku 1 nya termasuk tipis πŸ™ˆ) baru baca itu SMP dan modal pinjem2 ke perpustakaan hahaha belum sanggup beli sendiri karena harganya udah lumayan mahal banget dan buku pertama yang aku baca malah buku ke-5 yang tebelnya luar biasa! Tapi, emang pas baca buku beda banget feelnya dibandingkan nonton filmnya.

    Aku juga ngikutin banget Lima Sekawan Enid Blyton, itu bacaannya seru banget apalagi bukunya ukuran kecil jadi enak dibawa kemana-mana. Ceritanya seru2 banget dan selalu bikin penasaran. Btw, setelah aku pikir-pikir belom pernah baca serial Goosebumps! Kayaknya karena aku gak berani deh makanya aku gamau baca tapi ternyata malah plot twist gitu, mirip schooby doo gak sih Mba jatuhnya?

    Satu lagi serial yang aku suka baca waktu kecil itu KKPK alias Kecil-Kecil Punya Karya. Ini buku yang bikin aku pengen jadi penulis karena rata-rata penulisnya waktu itu seumuran atau bahkan lebih muda dari aku πŸ˜†

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaa asiik Mba Tika penggemar Harry Potter jugaa 😁😁

      Bener Mbaa, buat anak SMP itu lumayan banget. jangakan buku yg tebel2nya, buku pertamanya juga waktu itu berasa mahal bgd aku pas beli. Hehehe.. Baca bukunya lebih detail yaa Mba. Wajar sih filmnya ga bs sedetail bukunya, kalau ia bakal sepanjang apa kaan.. hehehe..

      Lima Sekawan bukunya pas buat anak2, bener mba, kecil juga dan lebih ringkes aja buat dibawa2 yaa. Nah klo Goosebumps dibaca skrng ga serem kok Mba. Aku waktu kecil iya sih negrasa agak serem. Klo sekarang pas reread ga terlalu juga ternyata 😁😁😁. Klo Scooby doo kan twistednya ternyata yg dikira hantu bukan hantu ya, hanya manusia yg menyamar. Klo di Goosebumps, bener ada hantu atau monsternya Mba. Walau ga seperti yang kita kira awal.

      KKPK itu favorit anakku Talitha. Dia sampai udah punya belasan klo ga salah. Itu juga yg memotivasi dia buat nulis waktu itu, sampai dibukukan sekolahnya. Memang buat anak2 cocok banget ya Mbaa. Aku pernah tulis juga tentang KKPK dan Komik Next G di blog waktu itu..

      Delete
  3. Sepertinya saya hanya beberapa tahun diatas Mba Thessa ya πŸ˜…. Mungkin yang belum pernah saya baca dari banyak list novel di postingan ini hanya Animorphs. Tapi sayangnya, saking kebanyakan yang dibaca semua ceritanya udah samar-samar kecuali personilnya Trio Detektive yang namanya paling saya inget yah si Jupe, pete dan Bob, tapi saya lupa yang mana yang gendut. Saya paling ngefans sama si Jupe tapi lupa alasannya apa saking lamanya πŸ˜‚ Dan semua buku itu termasuk 2 novel Harpot terakhir (sisanya belum baca) semuanya minjem dari temen, ada yang dikasih dan paling banyak dapet dari perpus πŸ˜‚.

    Tapi kalo untuk Novel pertama kali yang saya baca, saya dulu suka dengan novel-novel sastra Indonesia yang ceritanya masih pake ejaan lama, semacam novel St. Takdir Alisjahbana, salah asuhan, robohnya surau kami, siti nurbaya, di bawah lindungan ka'bah, lancang kuning, cerita di jaman penjajahan dan sejenisnya. Yang paling berkesan waktu saya masih anak-anak itu adalah cerita Si Dul Anak Betawi, Oshin, Wiro Sableng, anak-anak tapi seleranya tua yah hahaha...

    Kalo komik-komik, jangan ditanya. Dulu kan rumah deket tempat penyewaan komik, mungkin sebagian besar udah dilahap semua tapi ceritanya satupun gak ada yang melekat sampe sekarang πŸ˜‚

    Mungkin kalo mo dijabarkan semua, kayaknya gak cukup di koment ini, bisa-bisa lebih banyak dari tulisan di postingan ini yah hahaha.. tapi lumayanlah sebagai sarana kita bernostalgia ya Mba πŸ˜‚πŸ˜

    Oh ya, Cookies dari Mba Eno juara banget ya Mba, beruntunglah kita yang bisa ikutan nyicip yak. Sampe sekarang masih terngiang-ngiang aroma dan rasanya. Setiap ngeliat bungkusnya (saya simpen buat kenang-kenangan) pasti langsung ngarep kapan yah bisa nyicip lagi hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya deh kayaknya Mba Rini.. Kita jangan2 ga jauh beda yaa generasinyaa 😁😁😁
      Yg gendut yg kutu buku kan Mba? itu Bob. hehehe.. Nah kalau aku yg masih cukup inget itu cerita2 Goosebumps. Kalau yg lain aku ga terlalu inget juga. Cuma inget pernah baca aja, dan beberapa kejadian yang berkesan, tp ga terlalu inget judulnya..

      Salah asuhan, robohnya surau kami, siti nurbaya, di bawah lindungan ka'bah itu aku waktu kecil sempet liat buku2nya di rumah. Tapi belum berminat buat baca. Aku baru pengen baca skrng2, eh malah susah nyari bukunya jd blm kesampaian semua buat di baca. Yg di rumah pun jg entah udah kemana bukunya. So far bbrpa karya Hamka dan AA Navis yg udah aku baca itu aku sukaaa banget juga mba sama ceritanya.

      Wuaa, cerita nostalgia membang membuka kenanganan tersendiri dan ga akan habis2 klo diceritain yaa. Makasii udah mau berbagi nostalginya di sini Mba Rini 😊😊

      Iyaa, how lucky we are. Bisa nyobain cookies seenak ituuu yaa. Makanya suami aku jg sampe minta dipesenin lagi klo temen kamu memutuskan buat jualan katanya. hahaha.. πŸ˜‚πŸ˜‚


      Delete
  4. penggemar berat Harry Potter yahh..

    ternyata philosopher stone ini dari Harry Potter toh, pernah sebuah game mengadopsi namanya. keren keren

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mas Intan, penggemar berat Harry Potter nih. Hehehe..

      Bener, Philosopher Stone itu buku Harry Potter yang pertama, walau beberapa negara juga ada yang judulnya disebut Sorcerer Stone 😁

      Delete
    2. wah berarti mbak Tessa antusias dong sama lure nya yah.. apalagi udah ada spin off nya seperti movie fantastic beast

      Delete
  5. Baca judul postingannya udah bikin aku seneng dan gak sabar buat baca isinya, kayaknya kak Thessa fans beratnya Harpot ya, gak cuman di postingan ini tapi yang lain juga seringkali aku liat kak Thessa banyak ngomongin tentang Harpot. Kalo gitu kak Thessa suka koleksi merchandisenya HP gak kak?

    Anyway sesama generasi 90an aku pengikutnya Lima sekawan dan detektif conan sih, judul lain yang kak thessa sebutin belom pernah aku baca tapi sering denger aja 😁, jadi ingin cerita. Dulu baca det.conan itu gara-gara nonton serialnya di tv nasional, tpi satu episode durasinya pendek bangetttt makanya darisitu lanjut baca komiknya, jadi rindu masa kanak-kanak kakk πŸ˜†

    Apalagi ya kak kalo komik sih kayaknya lebih banyak tapi yang paling aku inget itu conan, chibi maruko chan, card captor sakura, kobo chan, eh kungfu komang itu juga komik paling konyol yg pernah aku baca pada masanya kakπŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bangeet Mba Rekaa, fans HP banget aku. Pas SMP itu aku lg heboh2nya ngumpulin perintilan HP. Sampe kamar penuh sama poster2 HP semua πŸ˜† Kalau sekarang aku paling ngumpulin buku HP 1 berbagai bahasa aja dr negara2 yg pernh aku kunjungin.

      Waah ngikutin 5 sekawan juga ya Mbaa 😍😍 Klo Conan aku masa baru baca pas kuliah, karena temen2 banyak yg baca. Dan yup, aku jg sukaaa.. Nah klo filmnya cuma nonton selewat pas tayang di TV aja

      Conan, chibi maruko chan, sakura, kobo chan, kung fu komang aku baca jugaaaa. Yaamopun nostalgia bgd klo inget ituu 😍😍 Sakura aku paling inget baju2nya yg cantik2 bgd. Kungfu komang aku masi suka reread sampe skrng dr koleksi suami waktu kecil dan baca berkali2 ttp aja ngakaaak 🀣🀣🀣 (trus saat zong jd inget ada burung muntah, di dalem muntahannya ada ulet ikutan muntah juga 🀣)

      Delete
  6. Dari semua buku yang Kakak sebutkan, belum pernah ada yang aku baca nih #plakk 🀣 tapi aku tahu buku Harry Potter dan Lima Sekawan. Kayaknya waktu aku kecil, waktu mulai suka baca, kebanyakan baca cinta-cintaan deh 🀣 seperti teenlit atau yang bukunya mini mini gitu ukurannya, Kak dan gambar covernya ala-ala manga gitu. Aku lupa sih penulisnya itu orang Jepang atau Indonesia, kalau isi ceritanya sendiri sih udah dalam bahasa Indonesia. Aku baca ini karena lengseran dari saudara sepupuku πŸ˜‚ selain itu bacanya komik Doraemon atau Donal Bebek 🀣. Kalau Lima Sekawan, aku baru tahunya pas udah lebih besar lagi, tapi itu juga sekedar tahu πŸ˜‚. Haduuu, Lia bacaannya kurang luas nih, cinta-cintaan mulu, pantes kebanyakan ngayal yang romantis romantis 🀣

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wajar Lia, kan Lia kayaknya generasinya lbh muda dari aku. Hehehe.. Jadi pasti buku nostalgianya bedaa 😁
      Teenlit jg aku bacaa, jaman2 Agnes Jessica, Meg Cabot, dll 😁 Doraemon tentu juga, apalagi filmnya yg tiap jam 8 tayang setiap minggu. Klo Donal Bebek, aku bacanya yg komik Paman Gober. walau di dalemnya ga hanya cerita paman gober aja.
      Makasi udah ikut nostalgia di sini Liaa πŸ˜†πŸ˜

      Delete
  7. Beda, Mba Ica. Aku dari kecil belinya komik hahaha. Aku dan 2 kakakku koleksi komik sampai sekarang (yha meski udah mulai lama gak beli karena sudah punya urusan dengan keluarga masing-masing. Tapi semua komik kami dari kecil masih tersimpan rapih di perpustakaan rumah, bahkan masih lengkap dengan sampul plastiknya. Di rumah ada sih tuh Goosebumps, Scooby Doo, Bobo, serial Kapten Kolor, tapi 80% buku masa kecil ku adalah komik xixixi. Hidup komik!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaa jd pengen main ke home library Justin. Pasti seru n banyak koleksi komik bagus2.. 😍😍

      Kapten Kolor itu yg Captain Underpant bukan yaa? Ca malah taunya dr Titha dong itu, karena dia suka film kartunya. Hehehe..
      Ca waktu kecil jarang baca komik, karena sayang dulu mikirnya bentar udah beres dibaca. Sedangkan mau beli buku lg masih lama. Hahaha.. πŸ˜† Jadi baru banyak baca komik pas kuliah, itupun minjeem.πŸ˜‚πŸ˜

      Delete
  8. Novel pertama hicha dulu tu dapat pinjaman dari perpus sekolah ibu. Berhubung perpus, jadi yg tersedia cuma novel2 sastra. Jadi kebanyakan ga selesai, paling cuma si Doel Anak Jakarta yang kelar karena ceritanya tentang anak-anak dan nggak terlalu tebal.

    Baru empat tahun, kaka... ya kali betah baca Salah Asuhan-nya Abdul Muis yang tebal itu... wkwkwk.

    Sekitar kelas 4-5, baru mulai kenal Malory Towers dan St.Claire. Kali ini pinjem di perpustakaan daerah.

    Harry Potter sendiri baru baca pas SMA. Tentu saja dapet minjem, mahal yah kalau mau beli sendiri... ^^"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Perpus sekolah dulu banyaknya emang karya2 sastra jadul yaa. Ca dulu baca NH Dini jg dr perpustakaan sekolah πŸ˜†
      Hahahha, ya kali baca salah asuhan yaa πŸ˜‚ Ca skrng blm kesampaian loh baca Salah Asuhan. Baru baca cerita2 Hamka n AA Navis klo yg jadul2 nih.

      Ca Harry Potter dulu pas SMA patungan sama kakak, beli berdua soalnya ga kuat beli sendiri. Yg tebel2 baru beli pas kuliah hasil nabung uang jajan lamaaaa bgd πŸ˜‚πŸ˜…

      Eh, ca jg suka minjem di perpustkaan Pemda loh dulu 😍 Tp kayanya ga sempet baca Malory Towers dan St Claire. Isinya kebanyakan buku cerita rakyat dr seluruh Indonesia.. hehehe..

      Delete
  9. Novel era 90 an, versi Tari adalah ; itu novel yang dipegang Titha itu lho mbak favorit Tari banget ceritanya lucu kalau Herry Potter ceritanya terlalu misteri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lima Sekawan ya Mba Tari? 😍😍 saya dulu juga suka baca itu..
      Kapan2 mungkin bs baca Harry Potter juga Mba Tari, misterinya seru kok πŸ˜‰

      Delete
  10. Haloo mbak. Dari semua yang dijelaskan di atas, hanya Harry Potter yang aku tahu, sebab filmnya memang sangat terkenal yaak. aku sempat baca novelnya tahun 2016 rasanya, ada di perpustakaan kampus. Namun baru bacahanya sedikit. Puluhan halaman aja hehee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda generasi kayaknya ya Dodo? Hehehhe.. Harry Potter emang melegenda banget, sampe filmnya juga 😁 Wah seru banget perpustakaan kampus nya ada HP mas, perpus kampus aku banyaknya malah text book aja πŸ˜…

      Delete
  11. Wah ..., artikel ini menggambarkan
    bahwa penulisnya tidak hanya pantas dilabeli kutu buku tetapi dia adalah manusia luar biasa. Selamat sore, Mbak. salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal Bu Nur, terima kasih sudah mampir ke sini 😊
      Aku hanya punya kecintaan terhadap buku, bu. Hehehe.. Tidak luar biasa kok, hanya sharing keseharian tntnh buku aja 😁

      Delete
  12. Mba Thessa salam kenaal~ aku udah mampir-mampir ke sini sejak baca kolaborasi Mba Thessa sama Rahul tapi baru ninggalin komen sekarang πŸ™ˆ

    Kayaknya angkatan kita ga jauh-jauh yaa? Soalnya buku-buku masa kecil Mba Thessa pun hampir semuanya sama, kecuali Trio Detektif aku belum pernah baca, bacanya Detektif Conan dan Detektif Kindaichi 😁

    Terus aku happyy karena Mba Thessa suka banget Harry Potter!! Akupun juga sangat sukaaa Harry Potter ⚡ cuma aku sendiri mulai baca Harry Potter sekitar 2006-2007an siih waktu kecil cuma nikmatin filmnya aja. Tapi Harry Potter ini salah satu pembuka genre ke novel-novel fantasi kalau buatku 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Eya, terima kasih udah mampir ke sini dan baca postinganku 😍😍

      Iyaa, kayaknya kita ga jauh beda nih angkatannya Mba Eya. Hehehe.. Klo Conan n Kindaichi aku jg bacaa, tp bukan pas kecil tp waktu kuliah.. 😁 Aku jg suka cerita2 detektif gt.

      Wuaa, Mba Eya penggemar Harry Potter jugaaa 😍😍 salam potterhead πŸ’–πŸ’– Sama mba, HP salah satunya yg bikin aku sukaaa bgd sama genrr fantasy. Hehehe..

      Delete
  13. Hallo mbak thessa.. Aku catetin nih buku2nya. Masa kecilku minim kenangan ttg buku, yg ada memang buku2 mapel sekolah dan buku agama. Ikut seneng baca nostalgia ceritanyaa. Moga aku bisa bikin anakku memiliki nostalgia bagus ttg buku nih.


    Eh iya, tp pas kecil aku bacanya komik dragon Ball, one Piece gitu ternyata. Karna aku punya kakak cowok dan dia akses bnyk dr temen2nyaa. Sementara aku anak rumahan, jadi deh aku penunggu setia koleksi kakakku.. Seru jg ya mengingat nostalgia buku ini.

    Selamat jg untuk hadiah dr mba eno nih. Puas banget itu hadiahnya kepake buat semua anggota, hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaa semoga ya mba, aku yakin mba ghina n anak2 nantinya akan punya kenangan menarik. Ga hanya tntng buku, tp jg banyak hal menyenangkan lainnya 😊

      Kalau cwok2 banyaknya memang bacaany komik2 itu ya mba. Rak buku suami aku jg isinya komik2 iru, salah satunya Dragon Ball 😁

      Makasi Mba ghina.. Iya nih, kepake banget buat semuanyaa 😍

      Delete
  14. Baca semuaaaa tapi ga koleksi soalnya Animorphs itu dulu nebeng mantan pacar zaman SMA dia punya lengkap kisahnya xixixi.. salam generasi 90an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asiik udah baca semuaaa.. toooss 😁
      Eh mba, tau ga, temen yg aku bilang pas Animorph itu jg sebenernya mantan pacar πŸ˜†πŸ€£πŸ€£ kok bisa sama gt yaa kita. Hahahah..
      Salam generasi 90an mbaaπŸ˜†πŸ˜Š

      Delete
  15. review yang ditulis dengan menarik....
    thank you for sharing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga sudah mampir dan menyempatkan baca postingan ini 😊

      Delete
  16. saya tahu beberapa buku di atas. yang paling familiar sih harry potter dan goosebumps. goosebumps itu dulu tiap ke gramed pasti menjumpai buku itu. tapi saya nggak pernah baca satu pun dari buku-buku itu, haha.. saya suka baca sih tapi lebih ke hal-hal berbau sains gituu, jadi kalau novel atau sejenisnya lebih suka kalau sudah dituangkan ke dalam media audio visual. kalau harry potter, filmnya udah ditonton semua hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, Mas Bara lbh suka baca buku2 sains yaa. Kereen! Iya mas, pasti waktu dulu buku Goosebumps berjejer2 di toko buku. Sampe aku bingunh sendiri dulu milihnya karena cuma boleg beli satu πŸ˜†πŸ˜
      Klo film Harry Potter udah nonton semua ya. Samaa dong kita Mas bara. Hehehe..

      Delete
  17. Kereeenn banget, bacaannya bergizi banget nih, pas banget buat anak kecil.

    Dan saya baru ingat, kalau saya ga punya buku koleksi dong waktu kecil, semua pinjaman πŸ˜‚

    Dan bacaannya pun, kebanyakan novel untuk orang gede, hadeehh.

    Tapi, mungkin karena udah nonton filmnya, atau memang belom pernah baca langsung, saya jadi kurang ngeh Ama buku-buku sebagus ini.

    Selain yang 5 sekawan, sepertinya saya pernah baca deh.
    Tapi memang udah samar-samar saking pikunnya πŸ˜‚

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaa makasii mbaa reey. Sebenernya dibilang bergizi ga juga sih, tp lumayan lah buat nostalgia masa lalu. Hehehe..
      Aku ngakak, dr dulu pun mba rey udah bacaan yg serius dg novel anak gede yaaa πŸ˜‚πŸ˜‚
      Emang banyak yg udah diangkat ke film sih itu buku2nya. Aku juga sengaja posting biar sebagai pengingat ke diri sendiri juga krna berlahan ingatan makin samar2 juga nih. Maklum umur. Hehehe.. πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
  18. Pembukanya halus sekali πŸ˜† Seharusnya saya yang terimakasih kak Thessa sudah mau diajak collab. Saya mah apa atuh 😬

    Dari lima poin diatas, semuanya punya satu kesamaan: cerita berseri. Say ngga ngikutin kelima seri itu, teapi tiga daftar pertama ingin saya ikutin. Paling tertarik dengan Harpot karena alasan saya ngga ngikutun filmnya karena mau baca bukunya dulu. Padahal, teman saya sudah ngehasut untuk nonton saja filmnya πŸ˜„

    Saya sebenarnya sudah tau fun fact tentang Hitchcock itu meski belum baca bukunya. Kalo untuk Goosebumps, saya taunya dari film.

    Cerita nostalgia memang sangat asik untuk diceritakan kembali. Apalagi ada rasa sentimentil yang kuat. Saya ingat waktu SMP saya pertama kali ke Gramedia naik angkot ditemani teman. Mulai dari situ, setelahnya saya berani jalan sendiri. Kadang saking excited sama bukunya, plastik bukunya dirobek saat masih didalam angkot πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halus seperti kulit bayi ya mas rahul? hehehe.. Ditunggu postingan perpektif majemuk berikutnya ya mas rahul πŸ˜„πŸ˜„ Seru2 soalnyaa..

      Eh, iya juga yaa. Semua buku seri, ga ada yg stand alone. Ternyata kesukaan aku dg buku berseri udah dr kecil ya. Kok baru ngeh sih aku πŸ˜†πŸ˜† Setujuu, HP mending baca bukunya dulu. Hhehehe.. Bukunya jauh lbh bagus dr filmnya.
      Aku malah blm lama tahu nya loh, ternyta Hitchcock itu ga nulis bukunya πŸ˜… Goosebumps serinya ada banyak, klo filmnya setau aku baru dua kan ya? yg tentang slappy si boneka hidup.

      Beneeer, bring back memories banget klo cerita nostalgia gini. Tooos Mas Rahul, abis keluar dari kasir malah aku jg langsung buka plastiknya saking ga sabar πŸ˜‚πŸ˜‚ Kebayang pasti krna udah bs sendiri jd sering ke Gramedia walaupun ga ditemenin temen ya Mas Rahul πŸ˜„

      Delete
  19. Pertama2 mau say thank u dulu untuk riviewnya yg menarik😍

    Waaahh, aku suka banget baca buku Harry poter dan juga nonton filmnya...
    Sampai sekarang buku2nya masih tersusun rapi di lemari.

    Selain itu juga, punya buku Lima Sekawan, Trio Detektif..

    Daaan, sekarang si kakak gantian baca..😍

    Ada beberapa buku yg mba Thessa sebut di atas yg blm punya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mba Ikee, makasii jugaa yaa udah meluangkan waktu membaca ini 😍😍

      Toos Mba Ikee, sesama penggemar Harry Potter dan udah baca semua bukunya dan nonton semua filmnyaa.. Hehehe.. Salam potterhead..

      Keren si kakak udah mulai baca. 😍😍 Anak2ku juga udah mulai ikut baca nih. Walau dia lbh tertarik sama buku fantasi2 kaya Roald Dahl dr pada petualangan gini.

      Delete
  20. Waktu kecil aku juga suka banget main ke Gramedia dan baca buku lama-lama di sana. Yang paling menyenangkan kalo boleh bawa pulang buku ke rumah alias beli buku.
    Pas remaja, kalo uang tabungan belum cukup, tetep nongkrong di Gramed trus baca buku di sana sampe pegel. Wkwkwkwk.

    Aku baca Harpot juga pas jaman sekolah. Trus jaman dulu masih ada persewaan buku. Lumayan ini menghemat banget, tapi tetep bisa baca buku.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toos sama mbaaa. Ga hanya pas kecil, sampe skrng pun aku betah berlama2 di Gramed. Mondar mandir baca blurb belakang buku, atau intipin isinya yg kebetukan ga disegel plastik πŸ˜†
      Seruu yaaa.. udah lama bgd aku ga ke tokbuk, sejak pandemi inii..

      Nah klo persewaan buku baru ada pas aku kuliah, krna pas sekolah aku tinggalnya jauh dr kota besar. Jd ga ada. Hehehe.. Sekarang persewaan buku udah jarang keliatan, udah pelan2 digantikan dg perpustkaan digital yaa..

      Delete
  21. Salam Potterhead mba πŸ˜‚ 'Perriculum' duarr πŸ₯³ mantra kembang api.. hehe

    Ahhh saya baca ini malah jadi nostalgia film2 harpot... ya ampun ternyata scene yg 'Piertotum Locomotor' masih bikin merinding euy... πŸ˜„
    Harry potter emnk bagus sih.. haha.. Fantastic Beast juga bagus menurutku walaupun ditengah tuaian kritik.. hihi.

    Ini goosebumps yg film itu kan yah?? Yg huntu2 dan monster keluar dri buku? Aku malah baru nggeh kalai film ini berasal dri novel.. Ya Ampun bay πŸ€”

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mas bayu suka Harry Potter juga yaaa. Asiiik. Salam potterhead Mba bayu. πŸ˜„
      Perriculum paling keinget itu pas triwizard turnamen gaa sihh.. hehehe.. Nah, kalau Piertotum Locomontor itu epic banget sih memang pas film terakhir. Paling jago memang prof mcgonagall sebagai guru transfigurasi yaa 😍.

      Film goosebumps itu memang terinspirasi dr salah satu karakter legendari buku ini mas bayu, slappy the living dummy. Parahnya dia bikin karakter di semua buku2 Goosebumps lain ikut keluar. Buat aku yg baca bukunya, liat berbagai makluk dibuku RL Stine jd hidup cukup bikin nostalgic sih. Hehehe. Walaupun overall filmnya mnrt aku biasa aja ya. πŸ˜„

      Delete
  22. Paling berkesan itu Harry Potter ya. Ssmpai ikut grup HarryPotterforGrownUps di Yahoo Group waktu itu. Bahas semua teori tentang misteri disana dengan pecinta Harpot berbahasa Inggris. Seru banget. Sayang sudah tamat. Tapi masih suka prekuelnya Fantastic Beast.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Mba Phebie sampe ikut grup nya yaa 😍 Aku palng hanya sebatas ngobrol sama temen yg baca ceritanya juga. Dan follow akun2 fans HP di instagram. Hehehe..
      Sama potterhead Mba Phebie πŸ˜†

      Delete
  23. Wah Harry Potter itu memang nggak terkalahkan ya. Bener-bener buku favorit semua orang. Tapi kaget juga Mbak Thessa juga baca Lima Sekawan. Itu kan angkatan Hardy Boys dan Nancy Drew. Saya juga baca buku-bukunya, tapi kan emang saya angkatan yang lebih tua lagi. Hahaha! Dulu saya juga baca buku-bukunya Agatha Christie. Soalnya saya emang paling suka novel misteri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener Mba Dyah, Harry Potter memang selegendari itu yaa πŸ˜†
      Lima sekawan aku bacaaa. Jd ketauan umurnya yaa. Hahahaha.. Nah klo Hardy Boys dan Nancy drew dulu waktu kecil aku malah ga tau. Baru tau pas udah gede malah. Kayany boomingnya ga nyampe ke kota ku πŸ˜†πŸ˜… Maklum jauh dr ibukota.
      Agatha Christie memang ratunya novel misteri ya Mba..hehehe..

      Delete
  24. Kita samaaaaa baca harpot mulai dr 2000 :D. Tapiiii kalo kamu msh SMP pas baca, aku baru masuk kuliah wkwkwkwkwkkw . Agak telat juga aku baca buku ini. Krn dulu di Aceh ga terlalu lengkap toko buku. Kalo mau belanja buku bagus, aku hrs ke Medan. Krn di sana ada Gramedia.

    Duuuh kalo bicara buku, apalagi buku zaman dulu, aku bisa exceed nulisnya :p. Buku novel pertama yg aku baca itu pas kls 1 SD, hadiah ultah dr temen, lima sekawan tp yg versi penulis Prancis, harta Karun Rockwell. Msh ada tuh bukunya di perpustakaan rumah papa di Medan . Itu novel pertama, Krn sblmnya aku cm baca majalah dan komik.

    Baru kemudian jd nyandu, mulai deh cari lima sekawan enid blyton. Skr aku komplit kalo itu. Mudian mulai suka Ama Sapta siaga, pasukan mau tahu, empat sekawan, STOP. Kebanyakan memang enid blyton.

    Aku baca trip detektif, baru tau loh mba kalo pengarangnya ga Alfred Hitchcock sbnrnya. Krn jujur aku memang ga perhatiin nama2 pengarang buku kalo sdg baca.

    Tapi yaaa, aku ngerasa kalo cara penulisan trio detektif itu beda. Buku2nya yg seri awal itu seru, dan sesuai judul. Tapi buku2 yg bernomor tinggi, ceritanya LBH complicated dan kadang ga sesuai judul. Terlalu heboh judulnya. Dan aku ga terlalu suka trio detektif yg seri2 lanjut. Makanya ga terlalu favoritin ini.

    Menjelang SMU, baru deh aku tergila2 Ama buku detektif S Mara GD. Yg duo Kosasih dan Gozali. Aku juga komplit buku itu di perpustakaan ku. LBH suka alurnya s mara gd drpd Agatha Christie malah :p. Agatha Christie aku cuma suka kalo detektifnya poirot. Kalo bukan, aku ga ngerti alurnya wkwkwkwkwk .

    Zaman kuliah baru deh Sandra brown, Sidney Sheldon, Daniele steels yg jd fav :D. Kalo skr, aku LBH random. Krn buku2 terkenal kebanyakan udh dibaca, jd skr aku suka beli buku2 yg pengarangnya aku baru tahu , tapi genre buku ttp LBH suka thriller suspense. Walopun romance aku msh baca kok :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbaaa Faaannn, asiik bgd baca diskusinyaa. Memang klo cerita buku nostalgia itu seruu yaa 😍 😍

      Yaampun samaa tooos tahun 2000. Itu pas buku ke 4 baru keluar tahun segitu. Nah klo Lima Sekawan yng Harta Karun Rockwell aku belum baca dan penasaran td searching. ternyata penulisnya bukan Enid Blyton yaa?
      pasukan mau tahu, empat sekawan, STOP itu waktu kecil aku ga pernah bacaa. Ga banyak yg jual di tempat aku dulu. Huhu.. Agatha Christie aku suka tp pas udah gede. Daan aku fakta Alfred Hitchock itu juga aku belum lama ini taaunya. Makanya isinya kerasa bedanya karena penulisnya beda2 ternyata ya Mba. Hehehhe..

      Sandra brown, Sidney Sheldon, Daniele steels aku juga sukaaaa. Walau bacanya pas udah gedee. Dan aku suka hunting buku2 bekasnya yg sampul lama. Sama dulu itu ada Mary Higgins Clark juga ada yg mirip2 gitu.
      Thanks for sharing yaa Mba Faan, brings back memories bangeet 😍😍

      Delete
  25. Ternyata sebagian besar bukunya sama kayak bacaan saya juga jaman dul, kecuali Harry Potter karena terlalu tebal.

    Saking kepengennya nostalgia sama buku-buku di atas saya niat banget berburu semua serinya. Alhamdulillah sekarang udah lengkap yang Goosebumps, Goosebumps 2000, Seri Petualangan Maut, 10 kisah horror. Sampai novelnya R.L Stine yang Fear Street juga. Trio Detektif sama Lima Sekawan juga udah punya lengkap, soalnya jaman masih sekolah dulu nggak bisa beli buku semacam ini. Selain karena uang saku yang seadanya, juga karena di kota saya dulu nggak ada toko buku :D

    Akhirnya setelah kuliah baru bisa balas dendam berburu buku-buku masa lalu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama ya Mas ternyata buku-buku nostalgianya kita 😁
      Wah keren banget sampai sedih koleksi semua seri, mulai dari Goosebumps, Lima Sekawan dan Trio Detektif 😍 aku paling banyak cuma Goosebumps, tp ga trrlalu banyak jg. Pengen jg suatu suatu saat klo ada rejeki buat ngelengkapi koleksi kaya Mas Edo 😁

      Delete