Showing posts with label Classic. Show all posts
Showing posts with label Classic. Show all posts

Saturday, 3 October 2020

5 Rekomendasi Buku Klasik Anak Gratis

 
Tau kah kamu Indonesia termasuk salah satu dunia yang berada di urutan terbawah untuk literasi? 
Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Riset yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked, dilakukan oleh Central Connecticut State University, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. 

Salah satu alasannya, mungkin karena anak-anak di Indonesia tidak pernah dipaksa 'membaca'. Dari beberapa film dan buku luar yang saya baca, saya memperoleh informasi ternyata anak-anak di luar negri sering diberi 'tugas membaca' di sekolah. Misalnya mereka harus menamatkan buku tertentu pada liburan musim panas dan memulis ringkasannya. Buku-buku yang direkomendasikan untuk tugas membaca mereka biasanya adalah buku-buku klasik seperti To Kill a Mockingbird, Oliver Twist, Little Women dan buku-buku klasik lainnya. 

Andai kebiasaan itu diterapkan juga di sini yaa.. Walaupun saya rasa akan banyak halangannya terutama untuk askes mendapatkan buku. Karena setau saya, banyak perpustakaan sekolah yang koleksinya tidak terlalu lengkap sampai menyediakan buku-buku klasik. Bahkan beberapa sekolah di pelosok mungkin malah tidak punya perpustakaan sama sekali 😢
 
Berbeda dengan anak-anak di luar negri sana, saya justru baru kenalan dengan  buku-buku klasik terutama buku klasik anak setelah dewasa. Ya, walaupun sudah sudah seumur ini, saya masih suka baca buku anak, apalagi buku klasik. Kalau kata Mba Nita di komen salah satu postingan saya, cerita anak itu sederhana dan hangat, tapi polos. Selain itu, selalu saja ada hikmah positif yang bisa diambil dari buku-buku anak ini. Itulah yang membuat saya sampai sekarang masih suka membaca cerita anak. Ada yg sama juga?

Jadi pada postingan kali ini, saya akan rekomendasikan buku-buku klasik anak yang bisa kamu nikmati. Klasik yang saya maksudkan di sini adalah buku-buku yang sudah berumur sampai lebih dari 100 tahun, tapi masih mendapat tempat spesial di hati. Old but gold. Wah, kalau klasik susah donk carinya? Tencuu tidak, kamu bisa baca gratis di Ipusnas kok. Tidak hanya versi english classic, tapi juga versi terjemahannya. Semua buku di bawah udah saya baca, dan menurut saya cukup aman untuk semua umur. Jadi tidak hanya kamu yang bisa baca, anak-anak pun kalau ikut intip punya orang tuanya juga boleh 💖💖

buku klasik anak gratis

1. Oliver Twist by Charles Dickens (1838)

Blurb 
Cerita bermula dari sebuah kota kecil di Inggris, di sebuah penampungan anak-anak yatim piatu. Oliver Twist memulai kehidupannya dengan diusir keluar dari rumah penampungan hanya karena dia berusaha meminta jatah sop yang lebih banyak. Kemudian, ia dipekerjakan di sebuah rumah tukang kayu pembuat peti mati, namun karena dia selalu disiksa, akhirnya ia melarikan diri dengan berjalan kaki ke London selama 7 hari. Ketika ia merasa hampir mati karena lelah dan lapar, seorang anak sebayanya menolongnya dan membawanya kepada seseorang di pinggir kota London, yang ternyata adalah gembong pencuri.

buku klasik anak gratis

Buku pertama yang saya bahas adalah buku yang paling menyayat hati di antara semua daftar yang saya rekomendasikan. Oliver yang malang dari kecil tidak pernah merasakan kebahagiaan. Ia sudah menjadi yatim piatu sejak lahir. Ia kurus kering tinggal di panti asuhan, karena pemilik panti yang picik yang suka mengambil uang jatah anak panti untuk kepentingan pribadi. Saat Oliver memberanikan diri meminta tambah makanan, ia dihukum dan diberikan kepada siapa pun yang mau membelinya untuk dijadikan pekerja. Bayangkan anak umur 9 tahun yang kurus dan kesepian, sudah harus bekerja. Huhu.. Ketika Oliver memutuskan kabur ke London pun hidupunya juga tidak lebih baik, karena di sana ia bertemu dengan kelompok pencuri yang memaksanya ikut menjadi pencuri. Oliver yang baik hatinya, sempat sampai menangis mengatakan ia tidak mau mencuri karena menurutnya itu tidaklah baik..
Tapi tenang, dengan semua penderitaan yang dialami Oliver, buku ini happy ending kok 💖

Buku ini ditulis oleh  Charles Dickens pada tahun 1838 sebagai bentuk ungkapan hatinya akan kondisi Inggris pada masa itu dimana kesenjangan ekonomi banyak terjadi. Termasuk bagaimana anak-anak berusia belia banyak yang terpaksa bekerja kasar untuk kepentingan ekonomi. 

Kalau kamu mau baca buku ini secara gratis, buku versi English Classics terbitan Gramedia tersedia di Ipusnas. Sayangnya versi lengkap yang bahasa Indonesia tidak tersedia, hanya versi yang telah disederhanakan dan lebih singkat terbitan Pustaka Jaya. Buku terbitan Pustaka Jaya ini sudah terbit sejak tahun 1979, jadi mungkin kamu akan menemukan beberapa gaya bahasa (jadul) yang tampak tidak familiar, seperti banyaknya  penggunaan 'dalam pada itu' di awal paragraf.
   Dalam pada itu si kecil Oliver memandang ke arah Gamfield ...
   Dalam pada itu Tuan Pengurus merasa terganggu ...
   Dalam pada itu kedua anak itu terus mengikuti ...
Tapi overall, Oliver Twist terbitan Pustaka Jaya layak dibaca kalau kamu ingin membaca cerita Oliver Twist versi lebih singkat (160 halaman). Kalau ingin baca terjemahan yang lengkap sesuai aslinya, ada terbitan Bentang (tidak ada di Ipusnas) setebal 578 halaman.

Pesan Moral
Pelajaran yang bisa diambil dari hidup Oliver Twist adalah tentang kesabaran. Ingatlah betapa pun sulitnya hidup yang kamu alami, jangan pernah patah semangat dan menyerah. 

2. Heidi by Johanna Spyri (1881)

Blurb 
Si kecil Heidi dititipkan Bibi Dete kepada kakeknya yang tinggal di Pegunungan Alm. Mulanya para tetangga mengira Heidi tidak akan kerasan tinggal bersama Kakek yang pemarah, tapi ternyata mereka bisa hidup rukun. Heidi berteman dengan Peter, si gembala kambing, dan setiap hari ikut menggembala di padang rumput. Suatu hari, Bibi Dete datang lagi hendak mengambil Heidi untuk dibawa ke kota, bekerja di rumah majikannya, untuk menemani Clara yang cacat. Heidi merasa iba dan ingin menolong Clara. Lambat laun Clara mulai membaik. Setelah beberapa waktu tinggal di kota, Heidi merindukan kampung halamannya, juga Kakek, Peter, nenek Peter, dan kambing-kambing Peter. Dia ingin pulang, tetapi keinginannya ditolak Bibi Dete. Heidi yang ceria mulai menjadi pemurung. Sementara itu, di rumah keluarga Clara ada kehebohan, sebab ada hantu yang konon suka bergentayangan pada malam hari.

buku klasik anak gratis

Buku kedua yang saya rekomedasikan adalah kisah Heidi, anak yatim piatu berumur 7 tahun yang tinggal bersama kakeknya di puncak Alm Swiss. Heidi awalnya tinggal bersama bibinya, namun bibinya kemudian menyerahkan Heidi untuk dirawat kakeknya yang terkenal pemarah. Awalnya saya kira hidup Heidi akan menderita, tapi ternyata Heidi menemukan banyak kebahagiaan. Mulai dari menikmati puncak Alm yang sangat indah, kakeknya yang ternyata baik, serta temen baru seperti Peter (dan keluarganya), Clara, Pak Dokter dan banyak orang lainnya. 

Baca buku ini benar-benar menghangatkan hati, apalagi gambaran puncak Alm di pegunungan Swiss sangat-sangat indah. Puncak bersalju dengan padang rumput dan bunga-bunga yang indah. Meminum susu kambing segar dan memakan keju kambing yang dibuat sendiri oleh Kakek dan roti hangat yang dioles mentega meleleh. Karakter Heidi juga digambarkan sangat memukau, tidak salah kalau kakeknya yang awalnya pemarah dan pemurung bisa berubah setelah bersama Heidi. 

Heidi versi terjemahan oleh Gramedia bisa kamu baca gratis di Ipusnas.
Buat yang penasaran secantik apa Swiss di buku Heidi, baca juga : Heidi dan Pengunungan Swiss yang Indah
Pesan Moral
Banyak hal positif yang bisa kita ambil dari buku ini, terutama tentang bagaimana kebaikan kepada orang lain bisa sangat berdampak terhadap hidup mereka. Jadi jangan pernah lelah berbuat baik yaa 💖💖💖

3. The Railways Children by E. Nesbit (1906)

Blurb
Roberta, Peter, dan Phyllis hidup bahagia di Vila Edgecombe, tapi mereka tidak menyadari betapa bahagianya mereka sampai sesuatu terjadi… sesuatu yang memaksa mereka menjalani kehidupan yang sama sekali berbeda.
Ketika Ayah terpaksa pergi beberapa lama, ketiga anak itu bersama Ibu meninggalkan rumah mereka di London dan pindah ke pondok kecil di pedesaan. Anak-anak itu mencari hiburan di stasiun kereta api dekat pondok mereka dan berkawan dengan Pak Perks, portir stasiun, dan bahkan juga dengan Kepala Stasiun. Tapi satu hal tetap merupakan misteri: ke manakah Ayah dan akankah Ayah kembali

buku klasik anak gratis

Railway Children adalah buku pertama yang mengenalkan saya dengan buku klasik anak selain tema fantasi beberapa tahun yang lalu. Sebelumnya, buku menarik bagi saya adalah buku yang penuh fantasi dan hal magical. Saat membaca ini, saya heran sendiri kok bisa buku tanpa ada hal ajaib terjadi tapi ceritanya bisa menarik begini..

Buku ini mengisahkan 3 bersaudara yang harus pindah dari kota besar London ke daerah pedesaan. Menurut mereka  hidup di desa berbeda sekali dengan selama ini yang mereka rasakan, apalagi dibandingkan dengan gemerlap kota London jalani sebelumnya. Di London mereka tinggal di rumah yang besar dengan banyak pembantu. Sedangkan di desa ini, Ibu bahkan harus bekerja karena tidak ada lagi ada Ayah yang mencari nafkah. Mereka kemudian mencoba mencari kesenangan dengan bermain-main di stasiun kereta api. Pada suatu saat mereka bahkan berhasil membantu menyelamatkan kereta api agar tidak terjadi kecelakaan.. 

Kemana kah sebenarnya ayah mereka pergi? Apakah ayah bisa kembali dan hidup mereka bisa balik seperti semula? Silahkan baca bukunya sendiri yaa. Hehehe.. Ada kok bukunya di Ipusnas versi terjemahannya terbitan Gramedia dengan judul Anak-anak Kereta Api

Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak harus hidup bergelimpangan harta untuk dapat bahagia. Seperti Roberta, Peter, dan Phyllis yang menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana di tempat mereka yang baru.

4. Secret Garden by  Frances Hodgson Burnett (1911)

Blurb
Setelah kematian orangtuanya, Mary Lennox si gadis manja dan pemarah datang dari India untuk tinggal di rumah pamannya, Mr. Archibald Craven. Dia merasa kesepian di rumah besar dan sunyi itu. Namun suatu hari dia menemukan jalan menuju taman rahasia yang sudah bertahun-tahun dikunci. Dengan bantuan Dickon, anak lelaki yang bisa “berbicara” dengan binatang, dia menghidupkan kembali taman itu dan membuatnya indah. Kegiatan mengurus taman perlahan-lahan membuat sifat Mary berubah, dan pada akhirnya bukan hanya Mary yang menjadi bahagia karena taman rahasia itu…

buku klasik anak gratis

Masih mengangkat tema anak yatim piatu seperti Heidi dan Oliver Twist, tapi buku ini menawarkan sesuatu yang berbeda karena tokohnya bukanlah anak baik dan cantik. Mary Lennox adalah anak 10 tahun yang menyebalkan, egois, dan sok kuasa. Bukan salah dia juga kalau dia tumbuh menjadi anak yang seperti itu. Sebagai keluarga kaya raya Inggris yang tinggal di India, ia dibesarkan oleh orang tua yang sama sekali tidak mempedulikannya. Ia dirawat oleh banyak pembantu dan pengasuh yang pasti selalu menuruti kemauannya. Semua berubah ketika wabah kolera melanda India. Mirip dengan wabah Covid sekarang, karena wabah kolera banyak memakan korban jiwa, termasuk orang tua Marry.
Karena di India sudah tidak ada yang merawatnya, Marry harus kembali ke Inggris. Ia kemudian tinggal dengan satu-satunya keluarga yang ia punya, paman Archibald Craven, yang tinggal di rumah besar dengan ratusan pintu dan taman-taman yang luas. 

Pada buku ini kita bisa melihat transformasi Marry, dari anak yang bahkan tidak bisa memakai bajunya sendiri, menjadi anak yang semakin mandiri. Dari anak yang suka memerintah, mulai menjadi anak yang lebih baik. Bahkan dengan keramahan yang berlahan muncul di wajahnya, ia ternyata juga tampak menjadi lebih cantik. 
Selain transformasi Marry untuk menjadi lebih baik, yang menjadi menarik tentu saja adalah taman rahasia yang ditemukan Marry tersembunyi di tanah luas milih pamannya. Taman memukau dipenuhi bunga-bunga mawar dan tanaman indah lainnya. Taman yang sudah bertahun-tahun dikunci karena menyimpan suatu rahasia..

Membaca ini tentu saja juga menghangatkan hati. Karakter Marry yang awalnya menyebalkan, perlahan membuat kita jatuh cinta akan transformasinya.. Kalau kamu pencinta kisah klasik, terutama kisah klasik anak, wajib banget baca buku ini. Versi terjemahannya terbitan Gramedia bisa kamu baca di Ipusnas.

Pesan Moral
Tidak ada anak yang benar-benar terlahir berkarakter buruk. Mereka menjadi seperti itu karena pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan. Seperti Marry yang ternyata bisa menjadi anak yang baik dan menyenangkan. 

5. Pollyanna by Elanor H Porter (1913)

Blurb
The orphan girl Pollyanna moves in with her strict aunt in New England. Despite a difficult start, Pollyanna's exuberance and positivity affect everyone who meets her, and she spreads joy and love wherever she goes. But when tragedy strikes, Pollyanna finds her optimistic attitude tested, and she must learn to find happiness again.

buku klasik anak gratis


Buku terakhir yang saya rekomendasikan masih bertema tentang yatim piatu, yaitu Pollyanna. Pollyanna adalah anak berumur 11 tahun yang tinggal bersama ayahnya seorang pastor miskin sejak ibunya meninggal. Ketika ayahnya meninggal, Pollyanna kemudian dikirim untuk tinggal bersama Bibi Polly, adik ibunya yang kaya raya. Bibi Polly terkenal sebagai orang yang pemarah dan jarang sekali tersenyum. Sedangkan Pollyanna, ia adalah anak yang sangat ceria, bersemangat dan selalu berpikiran positif. 

Pada buku ini diceritakan sebuah permainan menarik, yang membuat Pollyanna tumbuh menjadi anak yang selalu berpikiran positif. Waktu tinggal bersama Ayah, hidup Pollyanna sangat miskin. Sampai untuk mendapatkan baju dan mainan pun hanya mengharapkan sumbangan dari jemaat gereja. Permainan yang diajarkan ayahnya tercetus saat dulu ia hanya punya sebuah tongkat alih-alih mainan atau barang-barang bagus. Aturan permainannya adalah : Pollyanna dan ayahnya harus menemukan hal menyenangkan apa yang bisa dilakukan dengan hanya sebuah tongkat. Dari situ, Pollyanna terbiasa selalu melihat hal positif dari kondisi apapun. Saat ia ditempatkan di kamar pengap di loteng oleh Bibi Polly (Padahal rumahnya punya banyak kamar lain yang lebih bagus, tapi bibi Polly tidak mau Pollyanna merusak barang-barangnya), Pollyanna bahagia karena dari kamar itu ia bisa melihat pemandangan bagus di jendela. Ia juga senang di kamar itu tidak ada apa-apa, termasuk meja rias dan cermin, jadi dia tidak perlu melihat pantulan bintik-bintik di wajahnya yang dia tidak sukai..

Kalau kamu ingin membaca buku ini, ada versi terjemahannya terbitan Noura (imprint Mizan) di Ipusnas.

Pesan Moral
Buku ini banyak sekali mengajari kita tentang bersyukur, bagaimana dalam kondisi sesulit apapun, pasti masih ada sesuatu yang bisa kita syukuri. 

Baca juga review buku fantasi klasik: 

Dari semua buku klasik anak yang saya rekomendasikan di atas, apakah kamu sudah baca semua? Kalau belum, buku mana yang kamu tertarik untuk segera dibaca?

Sunday, 19 April 2020

Heidi dan Pegunungan Swiss yang Indah

Tempo hari saya berhasil menyelesaikan buku klasik berjudul Heidi. Buku yang telah terbit lebih dari 100 tahun yang lalu, dan mendapat tempat istimewa di hati orang-orang di dunia.

Cerita Heidi
Buku ini mengisahkan kehidupan anak yatim piatu bernama Heidi sejak ia berumur 5 tahun sampai kurang lebih berumur 8 tahun. Sejak ditinggalkan kedua orang tuanya meninggal saat Heidi bayi, ia dirawat oleh tantenya sampai berumur 5 tahun di Maienfeld, Swiss. Tetapi saat Heidi berumur 5 tahun, tantenya memperoleh tawaran pekerjaan di Jerman. Tante Dete kemudian mengantarkan Heidi untuk tinggal dengan kakeknya di sebuah pondok sederhana di Pegunungan Alm, di sebuah desa bernama Dorfli.
Sampai sini saja saya sudah agak baper, maklum saya kan punya anak kecil 3 orang. Dan ngebayangin dia harus dioper sana sini aja rasanya kok sedih. Huhuhu. Apalagi di awal ini diceritakan kalau kakek Heidi (yang dipanggil oleh orang-orang di Dorfli dengan sebutan paman Alm) dikenal oleh penduduk desa sebagai orang yang tidak ramah. Hanya tinggal sendirian di pondoknya dan tidak pernah turun untuk bersosialisasi dengan penduduk. Ia hanya turun saat membeli kebutuhan atau menjual keju kambing buatannya. Saya jadi tidak bisa membayangkan bagaimana nasib anak umur 5 tahun bisa bertahan dengan kakek tua seperti itu.
Saat ditinggalkan begitu saja oleh Tante Dete di rumah Paman Alm, Heidi akhirnya memulai petualangannya di Puncak Alm. Di luar dugaan, Heidi sangat suka tinggal di sana. Kakek Alm juga sangat baik kepada Heidi. Walaupun ia harus tinggal di pondok yang sederhana, dan tidur di kamar dengan tempat tidur yang terbuat dari jerami, Heidi sangat bahagia tinggal di sana. Kakek merawatnya dengan sangat baik, dan Hedi selalu kenyang dengan susu segar dari kambing-kambing kakek, keju kambing buatan kakek dan roti.
Selain itu Heidi juga bertemu dengan orang-orang baik seperti temannya Peter yang mengajak Heidi menggembala kambing. Heidi membawa keceriaan dan kehangatan kepada kakek dan orang-orang di Dorfli.
Setelah 2 tahun lebih Heidi tinggal bahagia bersama kakek, Tante Dete kembali datang dan membawa Heidi ke Jerman. Di sana Heidi tinggal bersama Clara dan keluarganya. Heidi diajak tinggal di sana untuk menemani Clara yang cacat. Di sana Heidi tinggal di rumah yang bagus, diberi makanan yang enak-enak, tempat tidur besar, dan Clara serta keluarganya beriskap sangat baik kepada Heidi. Tetapi Heidi tidak bahagia karena ia sangat merindukan kakek dan puncak Alm.

Buku Heidi
Buku Heidi yang saya baca adalah versi terjemahan terbitan Gramedia


Blurb 
Si kecil Heidi dititipkan Bibi Dete kepada kakeknya yang tinggal di Pegunungan Alm. Mulanya para tetangga mengira Heidi tidak akan kerasan tinggal bersama Kakek yang pemarah, tapi ternyata mereka bisa hidup rukun. Heidi berteman dengan Peter, si gembala kambing, dan setiap hari ikut menggembala di padang rumput. Suatu hari, Bibi Dete datang lagi hendak mengambil Heidi untuk dibawa ke kota, bekerja di rumah majikannya, untuk menemani Clara yang cacat. Heidi merasa iba dan ingin menolong Clara. Lambat laun Clara mulai membaik. Setelah beberapa waktu tinggal di kota, Heidi merindukan kampung halamannya, juga Kakek, Peter, nenek Peter, dan kambing-kambing Peter. Dia ingin pulang, tetapi keinginannya ditolak Bibi Dete. Heidi yang ceria mulai menjadi pemurung. Sementara itu, di rumah keluarga Clara ada kehebohan, sebab ada hantu yang konon suka bergentayangan pada malam hari


Menurut saya buku ini :

Membaca buku ini sangat menhangatkan hati. Bagaimana sikap polos dan positif Haidi akhirnya membawa banyak perubahan positif bagi orang-orang di sekelilingnya. Banyak kebahagiaan bahkan keajaiban terjadi karena Heidi. Baik itu kepada Kakek, Peter, Clara, Neneknya Peter, dan banyak lainnya. Selain itu juga banyak pesan-pesan baik tersurat pada buku ini yang membuat kita berpikir, "Hmm, iya juga yaa"

Salah satu bagian yang saya suka adalah pada suatu saat ketika Heidi tinggal di rumah Clara. Ia sebenarnya sedih ingin pulang ke Puncak Alm, tetapi ia tidak mau memperlihatkan itu karena ia tidak mau dianggap tidak tahu terima kasih. Sudah disediakan dan dilayani sedemikian rupa tetapi malah bersedih. Akhirnya anak kecil 7 tahun itu hanya bisa mengadu kepada Tuhan dengan berdoa setiap hari. Huhuhu. Pengen meluk Heidi rasanya pas baca itu. Waktu Heidi sedih, Oma (neneknya Clara) menghibur Heidi dengan berkata : 


Karena Dia (Tuhan) tahu apa yang terbaik untukmu, maka Dia berkata "Ya Heidi akan mendapatkan apa saja yang diinginkannya tetapi pada saat yang tepat nanti" Hal - 144

Bukankah kita begitu sering tergesa-gesa untuk dikabulkan doa kita, tanpa tahu apakah benar itu akan menjadi yang terbaik kepada kita atau tidak. Jadi percayalah, semua akan dikabulkan pada saat yang tepat. 

Yang suka membca buku ini tidak hanya saya. Titha, anak sulung saya yang berumur 7 tahun juga ikut membca buku ini. Terus terang sayang cukup terkejut saat tau anak kelas 1 SD kaya Titha meminta membca buku novel dengan tebal lebih dari 300 halaman ini. Biasanya bacaan dia masih seputar novel paling banyak 100an halaman soalnya, itupun novel anak yang spasinya lebar-lebar.

Jadi, tentu saja 4 bintang untuk buku Heidi



Buku dan Film Heidi 
Buku Heidi adalah buku klasik karya Johanna Spyri yang pertama kali terbit pada tahun 1881. Buku Heidi ini telah diterbitkan lebih dari 100 tahun yang lalu, dan sudah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Buku ini juga banyak menjadi literatur di sekolah-sekolah di luar negeri sana. Bahkan banyak buku anak yang juga terbit dengan gambar menceritakan kisah Heidi.
Buku ini juga telah beberapa kali diangkat menjadi film. Mulai dari layar lebar, serial, sampai film kartun. Beberapa kali cerita Heidi diangkat ke film layar lebar, dari tahun 1920an, dan terakhir pada tahun 2015. Selain movie, ada juga film anime Jepang yang menceritakan Heidi. Sebegitu besarnya pengaruh karakter Heidi ini di penikmat buku dan film ya.

Film dari Buku Heidi
Film Heidi (2015)

Film dari Buku Heidi
Heidi, Girl of The Alps


Heidi dan Swiss
Buku ini merupakan karya penulis yang berasal dari Swiss. Pada buku ini digambarkan Swiss sangaat indah. Puncak Alm yang tetap tertutup salju saat musim semi, kemudian bunga-bunga bewarna warni dan padang rumput yang hijau. Jadi wajar kalau Heidi sangat merindukannya saat ia berada di Jerman. Saat musim dingin, semua di puncak Alm tertutup salju. Heidi dan kakeknya sampai bisa naik kereta luncur untuk turun ke Dorfli.

Saking terkenalnya Heidi di Swiss dan dunia, sampai ada tempat wisatanya loh. Di kota Maienfeld itu ada tempat wisata Heidi namanya Heidi's Village (Heididorf). Jadi di sana ada replika pondok Kakek Heidi, dan banyak hal menarik lainnya.


Tempat Buku Heidi
Sumber Fb : Qanita H Syfutra

Tempat Buku Heidi

Tempat Buku Heidi

Film dari Buku Heidi
Gambar Heididorf dari Tripadvisor

Buat ke Heididorf kamu tinggal naik kereta ke stasiun Maienfeld (kurang lebih 2 jam dari Zurich Airport). Tiket masuk ke museumnya 25 CHF per orang.

Membaca Heidi membuat saya auto teringat saat ke Swiss tahun lalu. Dari beberapa negara Eropa yang saya kunjungi, Swiss adalah yang paling bagus. Waktu itu pas lagi saya ke sana di bulan Mei, di musim semi. Sama seperti musim saat Heidi pertama kali pindah ke Puncak Alm. Walaupun sudah musim semi, puncak pegunungan Alpen masih tertutup salju.







Bulan Mei di Swiss

Gunung yang puncaknya tertutup salju kayak iklan permen Alpenliebe, padang rumput tempat domba-domba, danau yang bersih berwarna hijau. Wuaa cantik pake banget. Kalau aja Swiss bukan termasuk negara termahal di dunia, saya bakal betah lama-lama di sana. Hahahha. Jiwa misqueenku memberontak kelamaan di sana, beli minum aja bisa ratusan ribu.

Buat kamu yang berencana jalan-jalan ke Eropa setelah pandemi Corona ini berlalu, Swiss adalah salah satu negara yang wajib dikunjungi. Transportasinya mudah, bersih, relatif lebih aman dibanding negara Eropa lainnya dan tentu saja, alamnya super super cantik. Penasaran Swiss itu sebagus apa, ini ada beberapa foto di Swiss yang aku suka banget : 


Sumber Fb : Qanita H Syfutra

Sumber dari sini 


Sumber ig @christofs70

Sumber ig @mblockk

Sumber di sini


Demikian postingan kali ini ya. Postingan kali ini aku banyak masukin foto karena rasanya adem aja liat foto pemandangan yang bagus gitu, seadem baca betapa so sweet nya Heidi 

With love
Thessa




Friday, 13 March 2020

4 Fakta tentang film Little Women


Tempo hari, saya diajak nonton Little Women oleh teman. Pas banget karena suami belum tentu suka jenis film itu, dan anak-anak belum ada yang 13 tahun karena ini filmnya 13+

Saya sudah lama penasaran dengan film ini karena katanya berdasarkan buku populer dan juga berhasil menyabet piala Oscar. Belum lagi film ini diperankan oleh Emma Watson yang pasti sangat akrab di mata pencinta Harry Potter. Review tentang film ini sudah banyak berseliweran karena memang di luar film ini sudah tayang sejak tahun lalu. Jadi saya mau menuliskan beberapa fakta aja tentang film Little Women yang menarik menurut saya sbb:



1. Bukunya telah terbit lebih dari 150 tahun yang lalu
Film Little Women diadaptasi dari novel klasik bertema feminisme karya Louisa May Alcott. S yang terbit pada tahun 1868. Ini adalah buku klasik yang mendapatkan tempat spesial di hati orang Amerika, dan akhirnya dunia. Sampai saat ini buku Little Women telah diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa, dengan rating goodread saat ini 4.07. Novel ini kabarnya terinpirasi dari kehidupan penulis sendiri, dimana Alcott merupakan Jo March.

2. 4 karakter berbeda
Little Women berkisah tentang kakak beradik perempuan dari Keluarga March, yaitu Meg (Emma Watson), Jo (Saoirse Ronan), Amy (Florence Pugh), dan Beth (Eliza Scanien). Film Little women beralur maju mundur sejak jaman 4 bersaudara itu remaja, sampai dewasa. Berfokus pada mimpi-mimpi mereka, hobi mereka, dan perbedaan mereka. Cerita bergulir dari semangat masa kecil, sampai akhirnya saat dewasa dan mereka belajar berdamai dengan impian masa kecil mereka.


Saya belum membaca bukunya, jadi saya tidak tau pasti perbedaan buku dan filmnya. Yang pasti di film ini diceritakan 4 bersaudara ini memiliki kepribadian yang kontras. Meg si cantik yang memiliki bakat bagus di panggung sandiwara. Jo si tomboi yang suka menulis. Amy yang bercita-cita menjadi pelukis terhebat. Beth, the sweetest one, si bungsu yang berbakat bermain piano. Seluruh perbedaan, membuat mereka kadang tidak akur, but still, the love each others so much. 
Hal lain yang menarik pada film ini adalah bagaimana sutradaranya memperhatikan hal terkecil termasuk gaun pemerannya. Meg lebih sering mengenakan warna hijau, sementara Jo hitam-ungu gelap, Amy dengan biru, dan Beth pink. Warna ini seperti disesuaikan dengan karakter tiap tokoh. Jadi tidak salah kalau film Little Women ini memperoleh Oscar untuk Best Achievement in Costume Design pada tahun 2020.

3. Mengangkat isu feminisme yang kental


Film Little Women mengambil latar awal abad ke 19 di mana posisi wanita saat itu berbeda dengan saat ini. Di bawah himpitan ekonomi, 4 bersaudara ini harus berdamai bahwa memang wanita seyogyanya tidak bisa mandiri dan mementukan pilihannya sendiri. Karakter Jo yang paling tegas menunjukkan ketidaksetujuannya dengan tradisi, dimana digambarkan ia tidak mau menukar kebebasannya dengan menikah.



4. Telah 12 kali difilmkan
Ternyata sebelum Greta Gerwig memfilmkan Little Women, setidaknya sudah ada 11 film sebelumnya yang diadaptasi dari buku Alcott ini.
Tahun 1918, sebuah film bisa mengangkat kisah ini. Kemudian ada film 1933 yang diperankan oleh Katharine Hepburn, tahun 1949, 1994 dan beberapa film lainnya. Saya baru menonton versi Greta Gerwig, jadi tidak bisa membandingkan dengan film yang lain. Tetapi para reviewer film mengatakan film terbaru ini membawa nuansa yang lebih segar. Metascore IMDB Little Women 2019 bahkan mencapai 91 loh 😍 Kalau menurut saya pribadi, memang film ini menyenangkan buat ditonton, banyak pesan-pesan moral yang bisa didapatkan baik itu tentang percintaan, maupun hubungan keluarga. Recommended untuk ditonton bersama keluarga dan anak-ank yang sudah remaja. Walau awal-awal film saya sempat bosan dan agak kebingungan karena banyaknya karakter pada film ini, tetapi semu terbayarkan saat konflik mulai dimunculkan.
3.5 bintang untuk film ini






Wednesday, 27 November 2019

Kumpulan Cerita Pendek, Janda Muda by NH Dini

Hampir setahun sejak penikmat sastra Indonesia kehilangan NH Dini pada kecelakaan maut yang menimpanya di Semarang. Sekarang saya akhirnya berkesempatan untuk kembali membaca salah satu karya beliau. Buku kumpulan cerpen yang berjudul Janda Muda.

Baca juga : Selamat Jalan NH Dini



Buku yang saya baca adalah ebook di Ipusnas terbitan Pustaka Jaya. Pustaka Jaya sebelumnya menerbitkan dalam bentuk buku pada tahun 1983, dan kemudian menerbitkan dalam edisi ebook pada tahun 2018. 

Buku ini terdiri dari 12 cerpen dengan pembuka adalah cerpen berjudul Janda Muda. Cerita Janda Muda menganggkat stigma bahwa betapa berbedanya perlakuan orang-orang terhadap janda karena bercerai, bukan karena ditinggal mati, pada jaman dulu (tidak berapa lama setelah Indonesia merdeka). Walaupun orang-orang tau betapa berprestasinya wanita itu, dan tidak tau sebenernya penyebab utama perceraian.

Cerita pendek lain sebagian besar diceritakan dari sudut pandang pertama, ada pria tapi umumnya wanita. Banyak isu-isu sosial yang diangkat pada kisah yang diceritakan. Mulai tentang perlakuan orang terhadap wanita jaman dulu, kondisi ekonomi, konflik keluarga dan lain-lain. Yang saya suka dari cerita-ceritanya adalah, latar yang diambil. Kondisi jaman dulu, mungkin sekitar tahun 50 sampai 70an. Jadi di antara gempuran bacaan young adult yang sangat maskin (masa kini), membaca buku ini terasa sekali keseruannya. Seperti sekolah SD nya yang masih disebut Sekolah Rakyat, kondisi buruh pelabuhan yang jarang sekali bisa berkesempatan bisa makan nasi (paling makan singkong), sisa-sisa kondisi setelah perang, dan lain-lain.
Latar juga tidak hanya mengambil tempat di Indonesia, tetapi juga ada yang di luar negeri seperti di Thailand bahkan Prancis. Beberapa cerita mengambil tokoh sebagai pramugari, dan ternyata terinspirasi dari kisah dulu NH Dini juga pernah menjadi pramugari di Garuda pada tahun 1950an.

Seperti disampaikan NH Dini pada kata pengantar buku ini,
Di dalam kumpulan ini, saya tidak meninggalkan kebiasaan dalam mengarang, yaitu memasukkan unsur kehidupan nyata yang saya baca di surat kabar atau kebetulan saya lihat/dengar di lingkungan. Tidak jarang kejadian di suatu tempat saya gabungkan dengan bacaan dari koran-koran itu.
Dari 12 cerita pada buku ini, susah sepertinya saya memilih mana cerita favorit. Semuanya punya daya tarik masing-masing. Tapi kalau harus memilih, mungkin saya memilih cerita dengan judul Hujan. Menceritakan seorang suami dan ayah yang berusaha bahkan menjalani beberapa pekerjaan sekaligus demi menghidupi istri dan anak-anaknya. Tetapi kemudian Hujan membuat dia nyaris kehilangan hal yang sangat berharga.

4 bintang untuk buku Kumpulan Cerpen ini :


Demikian review singkat kali ini. Definitely gonna read NH Dini's others book.
Oiya, sekedar mengingatkan, seperti buku NH Dini yang lain, buku ini genrenya Dewasa ya, jadi tidak disarankan untuk dibaca anak di bawah umur.

Judul : Janda Muda
Pengarang : NH Dini
Penerbit : PT Dunia Pustaka Jaya
ISBN 978-623-221-298-5
Cetakan pertama, 1983 dengan judul Segi dan Garis. Edisi Elektronik, 2018
146 halaman

Blurb
Dalam kumpulan cerita pendek ini, NH Dini lebih dalam memasuki dunia batin perempuan. Di dalam kehidupan mereka ada cinta, kepasrahan, pemberontakan, pengkhianatan, pertarungan dan persaingan yang getir. Selain itu ada kisah tentang orang-orang yang hidup dalam kesempitan rezeki. Satu keluarga yang bergantung pada usaha pertunjukan topeng monyet keliling. Ada juga keluarga kecil petani tambak yang menaruh harapan pada panen ikan yang sebentar lagi, namun sekonyong-konyong harus rela menyaksikan impian mereka yang sederhana hancur lebur oleh hujan badai satu malam.


Wednesday, 30 October 2019

Novel Terusir, wanita yang menjadi "Jahat" karena tersakiti


Apa yang akan kamu lakukan kalau kamu difitnah oleh keluarga suami, sampai suamimu sendiri tega mengusirmu dari rumah? Itulah yang terjadi dengan Mariah, bahkan dia harus meninggalkan anaknya yang masih kecil tanpa diberi kesempatan mengucapkan perpisahan, pergi diusir tanpa uang sepeserpun, dan tanpa keluarga sanak saudara yang dituju. Ya, baru awal cerita kita sudah dikejutkan dengan penderitaan pada kehidupan Mariah. Hidupnya yang awalnya bahagia dengan suaminya, dibuat nestapa karena keluarga suami Mariah tidak pernah menyukainya.


Aku ingat kembali malam itu, hujan rintik-rintik yang turun di atas rumah, di bawah udara bulan November yang amat sejuk, aku berjalan sendiri tidak tentu arah. Di hadapan rumahmu aku terdengar tangisan anakku memanggil-manggil ibunya. Aku pada mulanya hendak kembali sekurang-kurangnya untuk menciumnya dalam tidur, tetapi kau usir aku sekali lagi, engkau maki aku dengan perkataan-perkataam yang berat-berat. Hal -5 

Mariah, wanita baik hati lemah lembut, kemudian terjepit dengan kehidupan. Dia mencoba mencari kerja sebagai orang gajian (semacam art kalau jaman sekarang), tetapi kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Bukan karena kurang baik atau kurang rajin, tapi karena terlalu cantik. Mereka yang akan memperkerjakan khawatir orang cantik hanya bisanya bersolek dan tidak telaten bekerja, belum lagi kemungkinan suami-suami mereka bisa tergoda. Sekian lama tidak tentu arah, akhirnya pilihan hidup Mariah dipersempit menjadi menjual diri atau bunuh diri. Kalian bisa menebak mana yang dipilih Mariah? Bahkan Mariah juga 'terpaksa' mencabut nyawa orang lain.

Saya tidak akan menceritakan detail kehidupan Mariah, termasuk akhir cerita pada buku ini untuk mencegah spoiler. Tetapi buku ini membuat saya sedikit merenung tentang meme yang belakangan sering beredar dengan boomingnya film Joker. Orang Jahat Adalah Orang Baik yang Tersakiti, dan saya berpikir itu benar adanya.


Mariah berkali-kali tersakiti, awalnya oleh suaminya, orang yang sangat dia percayakan untuk menggantungkan hidupnya. Saat ia sudah kembali bisa menata hidup, laki-laki lain kembali menyakitinya. Selain itu, lingkungan sekitar Mariah tidak ada yang mendukung ia menjadi lebih baik atau keluar dari keterpurukan. Bukan berarti saya membenarkan perbuatan jahat karena telah tersakiti, tapi membaca novel Buya Hamka ini membuat kita sadar, hal itu mungkin saja terjadi. Walau ini hanya novel, tapi bukannya tidak mungkin hal ini terjadi di dunia nyata. Berapa banyak orang yang kita temui terpaksa menjual diri karena faktor ekonomi? Betapa banyak orang yang mabuk-mabukan karena dia sudah tidak tau lagi harus melampiaskan kegundahannya kemana. Dan banyak contoh-contoh "jahat" yang kita tau pernah terjadi di sekeliling kita.

Selain renungan tentang orang baik yang menjadi jahat, saya juga berpikir betapa pentingnya bagi wanita untuk mempunyai keahlian dan bisa mandiri. Seandainya saja Mariah punya keahlian selain mencari pekerjaan sebagai art, tentulah kejadian setelah-setelahnya tidak akan semenyedihkan itu. Tetapi mungkin karena novel ini mengambil latar jaman dahulu saat Indonesia masih dalam penjajahan Belanda, memang kesempatan wanita untuk berpendidikan sangat terbatas.

Buku ini tidak terlalu tebal, hanya 132 halaman. Tetapi cerita yang ditawarkan cukup komplek. Seperti buku Hamka yang lain, saat kita merasa sudah mencapai klimaks cerita ternyata kita dikejutkan lagi dengan kejadian-kejadian lain. Membuat susah sekali berhenti sampai selesai membaca bukunya. Selain betapa nyatanya kisah yang diberikan, kita juga dimanjakan dengan latar Indonesia jaman dahulu saat masa penjajahan Belanda dan beberapa istilah frasa melayu jaman dulu. Jadi tentu saja, buku Buya Hamka ini sangat layak direkomendasikan. 3.5 bintang untuk buku Terusir.


Judul : Terusir
Pengarang: Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA)
Penerbit: Gema Insani
Tahun Terbit: 2016
Tebal Buku :132
Isbn 978-602-250-292-0


Friday, 8 April 2016

The Little Prince by Antoine de Saint-Exupéry



The Little Prince adalah buku anak klasik sejak tahun 1943. Buku ini adalah karya penulis Prancis Antoine de Saint-Exupéry dengan judul asli La Petit Prince. Buku ini mulai booming kembali di Indonesia setelah rilisnya film dari buku ini tahun lalu, kemudian terbitnya kembali terjemahannya dengan judul Pangeran Kecil oleh penerbit Gramedia. Sedangkan buku yang saya baca adalah versi ebook kindle yang saya beli di Amazon Store. Berikut cover buku dalam bahasa aslinya yang saya dapat di situs Amazon.



Buku ini menceritakan tentang seseorang yang bertemu dengan makluk asing yang menyebut dirinya 'Little Prince' saat pesawatnya jatuh di gurun Sahara. Little Prince berbentuk anak kecil dan berasal dari planet lain. Sambil memperbaiki pesawatnya, laki-laki ini dibawa bercerita tentang planet asal Little Prince dan planet-planet lain yang pernah ditemuinya. Walaupun buku ini adalah buku anak-anak, tetapi kisah yang disampaikan begitu sarat nilai. Terutama saat kita dibawa berpetualang di planet-planet yang dikunjungi Little Prince sebelum ia sampai ke bumi, seolah penulis ingin menyampaikan sentillan-sentilan terhadap kehidupan lewat ceritanya. Oiya, planet mereka sangat kecil dan hanya ditinggali oleh satu orang, bisa jadi itu sebenarnya hanya sebuah asteroid. Setiap planet itu berisi seorang dewasa yang aneh dan sibuk dengan kebodohannya. Salah satunya dihuni oleh lamplighter, yang sibuk mematikan dan menyalakan lampu setiap menit. Di sini kita disentil bagaimana kadang kita hanya melakukan apa yang disuruh dilakukan tanpa mengetahui alasan di balik itu. Hal ini membuat apa yang dilakukan hanya sebatas menghabiskan waktu tanpa memberikan manfaat sama sekali. Pada akhir cerita, kita dibuat kaget saat Little Prince memutuskan akan kembali ke planetnya, tetapi dengan cara yang tidak diduga oleh sang pilot. Akhir ini cukup membuat sedih untuk ukuran buku anak-anak. 
Berikut quote yang cukup terkenal dari buku ini : 



Film atas buku ini telah dirilis tahun lalu dengan judul yang sama. Cerita pada film  dibuat agak berbeda dari bukunya. Menceritakan tentang persahabatan anak perempuan dengan lelaki tua tetangganya yang kebetulan adalah pilot yang pernah bertemu dengan Little Prince, jadi semacam ada cerita baru yang di dalamnya ada kisah sang pilot bertemu dengan Little Prince di Sahara. Termasuk nanti petualangan anak kecil ini memcari Little Prince yang ternyata telah dewasa. 

Baik buku maupun film ini sangat menghibur dan memberikan nilai-nilai yang mendalam. Jadi saya akan beri buku ini 3,5 bintang. ^^





Monday, 19 October 2015

Si Buaya Raksasa by Roald Dahl

Alkisah ada seekor buaya besaaar yang hidup di sungai terbesar dan coklat di Afrika. Buaya raksasa behati jahat dan ingin memakan anak-anak untuk makan siangnya. Untunglah para penghuni hutan bahu membahu menggagalkan misi buaya untuk memakan anak manusia. 



Buku Si Buaya Raksasa adalah terjemahan dari judul asli The Enormous Crocodile, buku Roald Dahl tahun 1978. Sedangkan yang saya punya adalah edisi terjemahan terbitan GPU tahun 2010. 

Udah lama punya bukunya, tapi kemaren si cantik bongkar-bongkar lemari buku n langsung seneng bgd pas nemu ini. Ga bosen-bosen minta dibacain lagi lagi. Wuaa senangnya akhirnya koleksi turun ke si kecil.. >.< 

Buku ini sangat menarik buat anak kecil karena halamannya full color. Ceritanya juga simple, seru, dan tidak terlalu panjang (64 hal). Ga salah deh dulu beli book set nya, Roald Dahl emank ga ada matinya.. ^^

Buat yang mau mendengarkan audio booknya, saya pernah merekam saat membacakan ini dan memenangkan lomba membaca buku fantasi yang diadakan oleh PNFI (Pencinta Novel Fantasi Indonesia). Selamat mendengarkan... 


Friday, 1 May 2015

The Railway Children (Anak-anak Kereta Api) by Edith Nesbit

Buku The Railway Children ini adalah novel anak2 klasik. Berdasarkan informasi dari Goodreads, buku ini Orig Pub : 1906 dan Pub : 2000. Jadi mungkin maksudnya buku ini sudah ada sejak tahun 1906. Sedangkan buku yang saya baca adalah versi terjemahan terbitan GPU tahun 2010.

Setting yang di ambil di buku ini adalah masa2 perang dunia pertama di Inggris. Cerita ini menceritakan kehidupan 3 orang bersaudara yaitu Roberta, Peter dan Phyllis. Ketiga anak2 itu awalnya hidup bahagia. Mereka anak2 beruntung itu selalu memperoleh apa yang mereka inginkan : 
baju2 bagus, perapian yang hangat, kamar bermain yang penuh mainan, dan dinding kamar berlapis kertas dinding bergambar dongeng. Ibu yang selalu siap bermain dengan mereka, membacakan mereka cerita, membuatkan puisi. Dan tentu saja ayah yang sempurna, seorang Inggris sejati kalau kata mereka. 
Tapi pada ulang tahun Peter ke 10, ada beberapa orang yang menjemput Ayah mereka, dan sejak itu sang Ayah tidak pernah pulang. Mereka pun terpaksa memberhentikan semua pembantu, pindah bersama ibu mereka ke rumah yang lebih kecil dipedesaan, di sebelah stasiun dan rel kereta api, dan hidup dengan kondisi yang lebih sederhana. Sejak itulah petualangan mereka dimulai. 


Cerita di ceritakan dengan sudut pandang orang ke-3, yang sangat detail menggambarkan perasaan dan karakter mereka ber-3, dengan tetap mempertahankan keluguan khas anak2. Seperti bagaimana digambarkan mereka tidak pernah diberitahu kemana ayah mereka, dan mereka tidak dpt menebaknya. Padahal kalau kita orang dewasa pasti sudah bs menebak karena pada suatu kesempatan pembantu mereka pernah memarahi mereka dengan berkata "Kalian akan jadi anak2 jahat. Kalian anak2 tolol! Kalau tidak bisa memperbaiki kelakuan, kalian harus pergi ke tempat Ayah kalian berada sekarang. Nah, tahu rasa, kalian!" (Hal 21)

Pada awal membaca buku ini, saya tidak terlalu berharap banyak dengan ceritanya. Bagi saya yang pencinta fantasi, sempat berfikir, apa yang menarik membaca tentang kehidupan 'sehari-hari' anak2 kecil bermain. Tidak ada surat dari Hogwards, tidak ada pintu menuju Narnia, tidak ada tentangga hantu, bahkan tidak ada petualangan ala2 detektif atau 5 sekawan, dll, pokoknya murni sehari2. Apalagi buku ini cukup tebal untuk novel anak2 (307 halaman versi terjemahan). Tapi ternyata saya sangat menikmati menikmati membaca buku ini. Saya seperti ikut menemani petualangan mereka saat mereka melambaikan tangan ke setiap kereta api yang lewat, main di danau untuk memancing ikan, berjalan melewati terowongan kereta api untuk menyelamatkan orang, melambaikan2 bendera ke kereta api yang melaju untuk menyelamatkan kereta api dr kecelakaan, dan banyaaak petualangan lainnya. Dan tentu saja, upaya mereka untuk mengetahui keberadaan Ayah mereka.. Jadi tidak salah buku ini masih bertahan sebagai bahan bacaan sejak tahun 1906. 

Sunday, 22 March 2015

Interview with the vampire by Anne Rice

The Vampire Chronicles
Interview with Vampire karya Anne Rice adalah buku jadul klasik yang pertama kali terbit tahun 1976. Buku ini adalah buku pertama dari buku seri Vampire Chronicles Anne Rice yang terdiri dari buku2 sbb: 

Interview with the Vampire (1976)
The Vampire Lestat (1985)
The Queen of the Damnes (1988)
The Tale of the Body Thief (1992)
Memnoch the Devil (1995)
The Vampire Armand (1998)
Merrick (2000)
Blood and Gold (2001)
Bloockwood Farm (2002)
Blood Canticle (2003)
Prince Lestat (2014)

Buku pertama yang saya baca pada seri ini justru buku ke-3 The Queen of The Damned pada saat saya SMP tahun 2000an. Sudah lama penasaran dgn seri ini dan akhirnya menemukan salah satu shop online yang menjual buku pertamanya, Interview with The Vampire. 
Buku yang saya baca adalah used book yang terbit 20 tahun yang lalu (cetakan ke-2 April 1995) versi terjemahan dengan judul Wawancara dengan Vampir diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. 

The Summary and Review
Buku ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Daniel yang mewawancarai seorang vampir yang telah berumur 200an tahun. Wawancara cuma berlangsung 1 malam, tapi cukup untuk sang vampir menceritakan hampir seluruh perjalanan hidupnya. Vampir yang diwawancarai bernama Louis de Pointe du Lac. Dia dulunya bisa dikatakan bangsawan yang hidup pada tahun 1800an di salah satu kota di perancis yaitu New Orlens. Tapi kehidupannya berubah kita adik laki2 kesayangannya meninggal dunia. Louis seperti dihantui perasaan bersalah dan mimpi buruk. Sampai pada suatu hari, seorang vampir menghisap darahnya dan mebiarkannya dalam keadaan sekarat. Louis yang terpesona dengan kesempurnaan sang vampir dan sudah tidak sanggup menjalani kehidupannya yang biasa akhirnya membuat kesepakatan. Loius akan menyediakan tempat berlindung untuk mereka asal sang vampir mau menjadikannya vampir juga. Vampir yang kemudian diketahui namanya adalah Lestat de Lioncourt akhirnya berbagi keabadiannya dengan Louise dengan cara menghisap semua darah Louise dan kemudian menggantinya dengan membiarkan Louis meminum darah vampirnya. 
Disitulah bermula kehidupan Louis dan Lestat yang penuh intrik. 
Sebenarnya inti dari ceritanya cukup sederhana. Louis diubah menjadi vampir oleh Lestat - Lestat melakukan segala cara agar Louis tetap di sisinya - Louis akan meninggalkan Lestat - Lestat merubah anak berumur 5 tahun menjadi vampir agar Louis 'terpaksa' merawat anak vampir mereka sehingga mencegahnya untuk pergi - daan seterusnyaa..
Walau ceritanya tidak komplek, tetapi ceritanya sangat kaya akan pendalaman karakter. Deskripsi karakter dan lingkungan dijelaskan dengan sangat detail dan deskriptif. Bagi yang tidak suka  penjabaran yang detail mungkin akan merasa beberapa bagian membosankan.
Digambarkan bagaimana karakter Lestat yang egois, tidak memiliki kepedulian dengan manusia yang menjadi korban2nya, sok kuasa, senang menghambur2kan harta Louis tetapi dilain pihak juga seperti memiliki misteri. Lestat sepertinya juga memiliki sisi manusiawi karena dia menjaga bapaknya yang buta sampai akhir hayatnya. Padahal diceritakan bapaknya pernah membuat Lestat sangat kecewa dan sakit hati. 
Sedangkan Louis digambarkan sebagai seorang pemuda yang sangat tampan, terpelajar, memiliki rasa manusiawi yang tinggi sehingga di dalam hatinya selalu ada pergolakan batin bahwa dia adalah makuk terkutuk karena harus hidup dengan membunuh setiap harinya. 
Hubungan Louis dan Lestat pun digambarkan sangat kompleks, karena penuh dengan pergelokan perasaan. Beberapa kali Louis berniat meninggalkan Lestat karena sikapnya yang semena2, tetapi Lestat selalu mengatakan bahwa banyak hal tentang vampir yang Louis tidak tahu dan dia tidak akan bisa bertahan tanpa Lestat bersamananya. Sedangkan Lestat tentu saja membutuhkan Louis untuk hidup dalam penyamarannya sebagai 'manusia biasa'. Seperti kata Claudia, anak vampir cantik mereka, dengan Lestat bersama mereka, mereka merasa Lengkap.
Ini dia penampakan bukunya, not bad lah kondisinya buat buku yang umurnya udah 20 tahun..




The Movie
Buku ini telah difilimkan pada tahun 1994 dengan judul yang sama. Film ini bisa dikatakan bertabur bintang karena dibintangi oleh Brad Pitt (Louis), Tom Cruise (Lestat), Antonio Banderas (Armand - tetua vampir yang pernah ditemui Louis dan Claudia -), dan Kirsten Dunst (Clauida). Alur cerita pada buku diceritakan dg sangat baik pada filmnya, tetapi pergolakan batin dan perasaan2 para tokoh yang dirasakan sangat mendalam pada bukunya sayangnya tidak cukup tergambarkan di filmnya. Beberapa plot juga ada yang berbeda, seperti Louis yang digambarkan kehilangan anak dan istrinya (di buku kehilangan adiknya), Claudia yang berumur 12 tahun (di buku 5 tahun, mungkin susah nyari pemeran untuk mengeluarkan karakternya kalau 5 tahun. Hehehe). 


Wednesday, 31 December 2014

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck by Hamka

Sudah lamaaa sekali saya ingin membaca buku2 karya Buya Hamka, dan akhirnya kesampaian jugaaa.. Yeyyy!! Hehehhe.. Nyari bukunya udah kemana2, mulai dr toko buku, pameran sampai online, tp malah nemunya di abang2 yang jual buku kaki lima di jembatan busway.. :D
Ini penampakan bukunya : 

Agar tidak mengurangi keseruan baca bukunya, saya sama sekali tidak mau membaca sinopsis atau review tentang buku ini dari dulu. Bahkan waktu film dengan judul sama dg buku ini di release tahun lalu saya sama sekali ga mau nonton, even only the thriler. Jadi saya mulai membaca buku tanpa mempunyai klu ini ceritanya tentang apa, and I love it!!

The Story
Cerita dimulai dengan seorang pemuda bernama Zainuddin di Mengkasar. Zainuddin adalah anak Pandekar Sutan, orang terbuang dari Batipuh, Sumatera Barat. Pandekar Sutan dulu di usir dari Batipuh karena demi membela diri jadi membunuh mamaknya (sebutan bahasa minang untuk saudara laki2 ibu). Tapi Pandekar Sutan sebenarnya adalah orang baik, mamaknya yang membuatnya di posisi sulit sehingga terjadilah pembunuhan tak disengaja itu. Pandekar Sutan yang baik budinya akhirnya menarik hati oleh seorang pemuka agama di Mengkasar yang kemudian menjodohkannya dengan anaknya. Pandekar Sutan menikah dan memiliki anak Zainuddin, tapi istrinya meninggal karena sakit sejak Zainuddin 9 bulan.

Ayahnya selalu menceritakan tentang keindahan tanah minangkabau dan adat istiadat masyarakatnya kpoada Zainuddin, apalagi dulu juga katanya Islam sampai ke Mengkasar juga berasal dari sana. Ketika ayahnya meninggal dunia dan Zainuddin hanya tinggal dengan ibu angkatnya (Mak Base), keinginan Zainuddin untuk kembali ke Batipuh semakin besar..

Zainuddin akhirnya berangkat ke Batipuh. Dengan semua bayangan indah2 tentang minangkabau seperti yang diceritakan ayahnya. Ketika sampai di Batipuh, memang benar keindahan minangkabau menarik hatinya, tetapi sayangnya ketika dia datang kesana, dia anggap orang lain, bukan saudara sekandung. Karena adat minang yang matrilineal berdasarkan garis keturunan ibu, yg tidak dilahirkan dari ibu orang minang, dianggap bukan orang minang dan tidak bersuku.. Walaupun ayahnya adalah Pandekar Sutan, Zainuddin tetap tidak dianggap saudara seutuhnya. Jadi dia tinggal di saudaranya yang sebenarnya mau menerimanya hanya karena dia memberikan uang untuk tambahan biaya hidup yang berasal dari kiriman Mak Base nya di Mengkasar.

Konflik mulai muncul saat Zainuddin jatuh cinta pada bunga Batipuh, kaya kembang desanya Batipuh gitu, Hayati. Padahal pacarannya cuma surat2an, bukan kecan jalan ber2 kaya orang jaman sekarang, apalagi melakukan yang aneh2.. Tapi sekampung kaya heboh gitu karena Hayati dan Zainuddin cinta2an dan surat2an, bukan karena Zainuddin bukan orang baik, tapi karena menurut ninik mamak Zainuddin bukan orang minang, tidak bersuku.. 
Di minang, yang paling memegang putusan paling tinggi adalah ninik mamak, keputusan ninik mamak bahkan di atas keputusan orang tua sendiri. Apalagi kondisinya di sini Hayati juga yatim piatu, makin aja ga ada yang belain kaaan.. Ini kata2 mamak Hayati yang ngena bgd waktu nasehatin hayati setelah dia mengusir Zainuddin secara halus dari Batipuh 
"Hai upik, baru kemaren kau memakan garam dunia, kau belum tahu belit-belitnya. Bukanlah kau sembarang orang, bukan tampan Zainuddin itu jodohmu. Orang yang begitu tak dapat untuk menggantungkan hidupmu, pemenung, pehiba hati, dan kadang-kadang panjang angan2. Di zaman sekarang haruslah suami penumpangkan hidup itu seorang yang tentu pencaharian, tentu asal usul. Jika perkawinan dengan orang yang demikian langsung, dan engkau beroleh anak, kemanakah anak itu akan berbako? Tidakkah kau tahu bahwa gunung merapi masih tegak dengan teguhnya? Adat masih berdiri dengan kuat, tak boleh lapuk oleh hujan, tak boleh lekang oleh panas?"

Catt = Babako maksudnya adalah kalau punya suami bukan orang minang, anak jd tidak memiliki keluarga bako (kluarga dari ayah) yang bisa dikunjungi  atau hal2 lain menurut adat

Waktu tau cinta mereka tidak direstui, saya kira mereka bakal kawin lari (kaya romeo n juliet) dengan kapal van der wijck yang kemudian tenggelam dan mereka mati berdua kaya film titanic. Ternyata ceritanya tidak sesimpel itu. Ceritanya jaaauuhhh lebih bagus dari romeo juliet n titanic digabung. (Agak lebay tapi bener kok ^^). Karena konfliknya jauh lebih panjang, banyak dan menarik.
Hayati disini digambarkan sebagai wanita minang walaupun sedang jatuh cinta, masih mencoba untuk rasional, tidak mungkin dia mengacuhkan begitu saja kata ninik mamaknya dan mencoreng nama nagari. Jadi waktu Zainuddin di usir dari Batipuh, Hayati tetap mencoba untuk move on walaupun berat. Sedangkan Zainuddin, tetap melanjutkan tujuannya untuk belajar Islam di Padang Panjang, mencoba tetap beratahan hidup dengan penyemangatnya adalah janji Hayati untuk setia seumur hidupnya kepada Zainuddin.. 
Akankah mereka akhirnya bersatu? Bisakah Hayati menentang ninik mamaknya? You better read by yourself, karena ceritanya terlalu baguuus buat saya ceritain... Hehehhe.. 

My opinion
Ini buku terakhir yang saya baca di tahun 2014, dan ini adalah buku TERBAIK yang saya baca di tahun ini. Ceritanya selalu keep suprising hampir di tiap babnya. Mungkin karena ini dulunya adalah cerbung di koran, jd tiap bagian selalu ada jalan crita yang klimak dan menarik. Caritanya kereeen, endingnya juga keren, dan berhasil membuat saya nangis bombay terakhirnya. Perasaan cinta dan pergolakan batinnya juga ngena banged, kalau mereka ga inget agama, udah berkali2 kayanya mereka mau bunuh diri.. Huhuhu..  
Gaya bahasa ringan ya menurut saya, ga tau kalau yang bukan orang minang menggangap sama atau ga.. Bagi saya yang orang minang (pure blood, bukan anak pisang kaya Zainuddin. Hehehe..) membaca ini benar2 membuat saya rindu kampung halaman, dan yang diceritakan ini memang dulu sering terjadi, sekarang kayanya udah mulai jarang ya.. Belum lagi penjelasan tentang adat minang, pantun2 dan bahasa2 minang yang banyak digunakan di buku ini, really feel like home!!


The movie
Buku ini sudah diadaptasi jadi film tahun lalu dan sepertinya cukup sukses n banyak peminatnya. Saya sendiri jujur baru nonton sebagian awalnya dan dari awal aja kayanya udah ga sreg karena agak beda dengan bukunya. Jadi aja malas melanjutkan menonton. Hehehe.. Apalgi dulu juga pernah kecewa salah satu buku Buya Hamka yang difilmkan "Di Bawah Lindungan Kabah" yang menurut saya agak lebay.. (Tapi belum baca bukunya jadi ga bisa ngebandingin)

Waktu itu juga yang sempat heboh (apalagi di kalangan orang minang) karena cover movienya yang menggambarkan Hayati memakai baju tak berlengan kaya ini : 


Memang kalau orang minang, terutama pada masa itu, wanita lebih banyak pake baju kurung. Saat Hayati ke Padang Panjang, memang dibukunya dia tidak memakai baju kurung dan selendang seperti biasa, tetapi kebaya pendek (beda lah kebaya pendek sama dress tdk berlengan kaya di filmnya). Karena adat di minang ya yg terkenal dengan "adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" (adat berdasarkan Islam dan kitab Allah), bahkan sampai sekarang pun, jarang sekali saya lihat orang lalu lalang di Padang Banjang pake baju tak berlengan, kalaupun ada biasanya cuma anak2 atau orang2 dari kuar kota. Jadi wajar kalau sempat diprotes gitu.. Harusnya kalau mau bikin film bikin reasearch dulu lah setidaknya yaa..


Oke, tulisan ini ditutup dengan kata2 Hayati saat akan melepas Zainuddin yang diusir dari Batipuh : 
"Dan selalu saya berkata, biar Tuhan mendengarkan, bahwa engkaulah yang akan jadi suamiku kelak, jika tidak sampai di dunia, biarlah di akhirat"

Jakarta,
Penghujung tahun 2014