Tau kah kamu Indonesia termasuk salah satu dunia yang berada di urutan terbawah untuk literasi?
Menurut data UNESCO, minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001. Artinya, dari 1,000 orang Indonesia, cuma 1 orang yang rajin membaca. Riset yang bertajuk World’s Most Literate Nations Ranked, dilakukan oleh Central Connecticut State University, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca.
Salah satu alasannya, mungkin karena anak-anak di Indonesia tidak pernah dipaksa 'membaca'. Dari beberapa film dan buku luar yang saya baca, saya memperoleh informasi ternyata anak-anak di luar negri sering diberi 'tugas membaca' di sekolah. Misalnya mereka harus menamatkan buku tertentu pada liburan musim panas dan memulis ringkasannya. Buku-buku yang direkomendasikan untuk tugas membaca mereka biasanya adalah buku-buku klasik seperti To Kill a Mockingbird, Oliver Twist, Little Women dan buku-buku klasik lainnya.
Buku terakhir yang saya rekomendasikan masih bertema tentang yatim piatu, yaitu Pollyanna. Pollyanna adalah anak berumur 11 tahun yang tinggal bersama ayahnya seorang pastor miskin sejak ibunya meninggal. Ketika ayahnya meninggal, Pollyanna kemudian dikirim untuk tinggal bersama Bibi Polly, adik ibunya yang kaya raya. Bibi Polly terkenal sebagai orang yang pemarah dan jarang sekali tersenyum. Sedangkan Pollyanna, ia adalah anak yang sangat ceria, bersemangat dan selalu berpikiran positif.
Andai kebiasaan itu diterapkan juga di sini yaa.. Walaupun saya rasa akan banyak halangannya terutama untuk askes mendapatkan buku. Karena setau saya, banyak perpustakaan sekolah yang koleksinya tidak terlalu lengkap sampai menyediakan buku-buku klasik. Bahkan beberapa sekolah di pelosok mungkin malah tidak punya perpustakaan sama sekali 😢
Berbeda dengan anak-anak di luar negri sana, saya justru baru kenalan dengan buku-buku klasik terutama buku klasik anak setelah dewasa. Ya, walaupun sudah sudah seumur ini, saya masih suka baca buku anak, apalagi buku klasik. Kalau kata Mba Nita di komen salah satu postingan saya, cerita anak itu sederhana dan hangat, tapi polos. Selain itu, selalu saja ada hikmah positif yang bisa diambil dari buku-buku anak ini. Itulah yang membuat saya sampai sekarang masih suka membaca cerita anak. Ada yg sama juga?
Jadi pada postingan kali ini, saya akan rekomendasikan buku-buku klasik anak yang bisa kamu nikmati. Klasik yang saya maksudkan di sini adalah buku-buku yang sudah berumur sampai lebih dari 100 tahun, tapi masih mendapat tempat spesial di hati. Old but gold. Wah, kalau klasik susah donk carinya? Tencuu tidak, kamu bisa baca gratis di Ipusnas kok. Tidak hanya versi english classic, tapi juga versi terjemahannya. Semua buku di bawah udah saya baca, dan menurut saya cukup aman untuk semua umur. Jadi tidak hanya kamu yang bisa baca, anak-anak pun kalau ikut intip punya orang tuanya juga boleh 💖💖
1. Oliver Twist by Charles Dickens (1838)
BlurbCerita bermula dari sebuah kota kecil di Inggris, di sebuah penampungan anak-anak yatim piatu. Oliver Twist memulai kehidupannya dengan diusir keluar dari rumah penampungan hanya karena dia berusaha meminta jatah sop yang lebih banyak. Kemudian, ia dipekerjakan di sebuah rumah tukang kayu pembuat peti mati, namun karena dia selalu disiksa, akhirnya ia melarikan diri dengan berjalan kaki ke London selama 7 hari. Ketika ia merasa hampir mati karena lelah dan lapar, seorang anak sebayanya menolongnya dan membawanya kepada seseorang di pinggir kota London, yang ternyata adalah gembong pencuri.
Buku pertama yang saya bahas adalah buku yang paling menyayat hati di antara semua daftar yang saya rekomendasikan. Oliver yang malang dari kecil tidak pernah merasakan kebahagiaan. Ia sudah menjadi yatim piatu sejak lahir. Ia kurus kering tinggal di panti asuhan, karena pemilik panti yang picik yang suka mengambil uang jatah anak panti untuk kepentingan pribadi. Saat Oliver memberanikan diri meminta tambah makanan, ia dihukum dan diberikan kepada siapa pun yang mau membelinya untuk dijadikan pekerja. Bayangkan anak umur 9 tahun yang kurus dan kesepian, sudah harus bekerja. Huhu.. Ketika Oliver memutuskan kabur ke London pun hidupunya juga tidak lebih baik, karena di sana ia bertemu dengan kelompok pencuri yang memaksanya ikut menjadi pencuri. Oliver yang baik hatinya, sempat sampai menangis mengatakan ia tidak mau mencuri karena menurutnya itu tidaklah baik..
Tapi tenang, dengan semua penderitaan yang dialami Oliver, buku ini happy ending kok 💖
Buku ini ditulis oleh Charles Dickens pada tahun 1838 sebagai bentuk ungkapan hatinya akan kondisi Inggris pada masa itu dimana kesenjangan ekonomi banyak terjadi. Termasuk bagaimana anak-anak berusia belia banyak yang terpaksa bekerja kasar untuk kepentingan ekonomi.
Kalau kamu mau baca buku ini secara gratis, buku versi English Classics terbitan Gramedia tersedia di Ipusnas. Sayangnya versi lengkap yang bahasa Indonesia tidak tersedia, hanya versi yang telah disederhanakan dan lebih singkat terbitan Pustaka Jaya. Buku terbitan Pustaka Jaya ini sudah terbit sejak tahun 1979, jadi mungkin kamu akan menemukan beberapa gaya bahasa (jadul) yang tampak tidak familiar, seperti banyaknya penggunaan 'dalam pada itu' di awal paragraf.
Dalam pada itu si kecil Oliver memandang ke arah Gamfield ...
Dalam pada itu Tuan Pengurus merasa terganggu ...
Dalam pada itu kedua anak itu terus mengikuti ...
Tapi overall, Oliver Twist terbitan Pustaka Jaya layak dibaca kalau kamu ingin membaca cerita Oliver Twist versi lebih singkat (160 halaman). Kalau ingin baca terjemahan yang lengkap sesuai aslinya, ada terbitan Bentang (tidak ada di Ipusnas) setebal 578 halaman.
Pesan Moral
Pelajaran yang bisa diambil dari hidup Oliver Twist adalah tentang kesabaran. Ingatlah betapa pun sulitnya hidup yang kamu alami, jangan pernah patah semangat dan menyerah.
2. Heidi by Johanna Spyri (1881)
Blurb
Si kecil Heidi dititipkan Bibi Dete kepada kakeknya yang tinggal di Pegunungan Alm. Mulanya para tetangga mengira Heidi tidak akan kerasan tinggal bersama Kakek yang pemarah, tapi ternyata mereka bisa hidup rukun. Heidi berteman dengan Peter, si gembala kambing, dan setiap hari ikut menggembala di padang rumput. Suatu hari, Bibi Dete datang lagi hendak mengambil Heidi untuk dibawa ke kota, bekerja di rumah majikannya, untuk menemani Clara yang cacat. Heidi merasa iba dan ingin menolong Clara. Lambat laun Clara mulai membaik. Setelah beberapa waktu tinggal di kota, Heidi merindukan kampung halamannya, juga Kakek, Peter, nenek Peter, dan kambing-kambing Peter. Dia ingin pulang, tetapi keinginannya ditolak Bibi Dete. Heidi yang ceria mulai menjadi pemurung. Sementara itu, di rumah keluarga Clara ada kehebohan, sebab ada hantu yang konon suka bergentayangan pada malam hari.
Buku kedua yang saya rekomedasikan adalah kisah Heidi, anak yatim piatu berumur 7 tahun yang tinggal bersama kakeknya di puncak Alm Swiss. Heidi awalnya tinggal bersama bibinya, namun bibinya kemudian menyerahkan Heidi untuk dirawat kakeknya yang terkenal pemarah. Awalnya saya kira hidup Heidi akan menderita, tapi ternyata Heidi menemukan banyak kebahagiaan. Mulai dari menikmati puncak Alm yang sangat indah, kakeknya yang ternyata baik, serta temen baru seperti Peter (dan keluarganya), Clara, Pak Dokter dan banyak orang lainnya.
Baca buku ini benar-benar menghangatkan hati, apalagi gambaran puncak Alm di pegunungan Swiss sangat-sangat indah. Puncak bersalju dengan padang rumput dan bunga-bunga yang indah. Meminum susu kambing segar dan memakan keju kambing yang dibuat sendiri oleh Kakek dan roti hangat yang dioles mentega meleleh. Karakter Heidi juga digambarkan sangat memukau, tidak salah kalau kakeknya yang awalnya pemarah dan pemurung bisa berubah setelah bersama Heidi.
Heidi versi terjemahan oleh Gramedia bisa kamu baca gratis di Ipusnas.
Buat yang penasaran secantik apa Swiss di buku Heidi, baca juga : Heidi dan Pengunungan Swiss yang Indah
Pesan Moral
Banyak hal positif yang bisa kita ambil dari buku ini, terutama tentang bagaimana kebaikan kepada orang lain bisa sangat berdampak terhadap hidup mereka. Jadi jangan pernah lelah berbuat baik yaa 💖💖💖
3. The Railways Children by E. Nesbit (1906)
BlurbRoberta, Peter, dan Phyllis hidup bahagia di Vila Edgecombe, tapi mereka tidak menyadari betapa bahagianya mereka sampai sesuatu terjadi… sesuatu yang memaksa mereka menjalani kehidupan yang sama sekali berbeda.
Ketika Ayah terpaksa pergi beberapa lama, ketiga anak itu bersama Ibu meninggalkan rumah mereka di London dan pindah ke pondok kecil di pedesaan. Anak-anak itu mencari hiburan di stasiun kereta api dekat pondok mereka dan berkawan dengan Pak Perks, portir stasiun, dan bahkan juga dengan Kepala Stasiun. Tapi satu hal tetap merupakan misteri: ke manakah Ayah dan akankah Ayah kembali
Railway Children adalah buku pertama yang mengenalkan saya dengan buku klasik anak selain tema fantasi beberapa tahun yang lalu. Sebelumnya, buku menarik bagi saya adalah buku yang penuh fantasi dan hal magical. Saat membaca ini, saya heran sendiri kok bisa buku tanpa ada hal ajaib terjadi tapi ceritanya bisa menarik begini..
Buku ini mengisahkan 3 bersaudara yang harus pindah dari kota besar London ke daerah pedesaan. Menurut mereka hidup di desa berbeda sekali dengan selama ini yang mereka rasakan, apalagi dibandingkan dengan gemerlap kota London jalani sebelumnya. Di London mereka tinggal di rumah yang besar dengan banyak pembantu. Sedangkan di desa ini, Ibu bahkan harus bekerja karena tidak ada lagi ada Ayah yang mencari nafkah. Mereka kemudian mencoba mencari kesenangan dengan bermain-main di stasiun kereta api. Pada suatu saat mereka bahkan berhasil membantu menyelamatkan kereta api agar tidak terjadi kecelakaan..
Kemana kah sebenarnya ayah mereka pergi? Apakah ayah bisa kembali dan hidup mereka bisa balik seperti semula? Silahkan baca bukunya sendiri yaa. Hehehe.. Ada kok bukunya di Ipusnas versi terjemahannya terbitan Gramedia dengan judul Anak-anak Kereta Api
Baca juga review lengkap : The Railway Children (Anak-anak Kereta Api) by Edith NesbitPesan Moral
Buku ini mengajarkan kepada kita bahwa tidak harus hidup bergelimpangan harta untuk dapat bahagia. Seperti Roberta, Peter, dan Phyllis yang menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana di tempat mereka yang baru.
4. Secret Garden by Frances Hodgson Burnett (1911)
BlurbMasih mengangkat tema anak yatim piatu seperti Heidi dan Oliver Twist, tapi buku ini menawarkan sesuatu yang berbeda karena tokohnya bukanlah anak baik dan cantik. Mary Lennox adalah anak 10 tahun yang menyebalkan, egois, dan sok kuasa. Bukan salah dia juga kalau dia tumbuh menjadi anak yang seperti itu. Sebagai keluarga kaya raya Inggris yang tinggal di India, ia dibesarkan oleh orang tua yang sama sekali tidak mempedulikannya. Ia dirawat oleh banyak pembantu dan pengasuh yang pasti selalu menuruti kemauannya. Semua berubah ketika wabah kolera melanda India. Mirip dengan wabah Covid sekarang, karena wabah kolera banyak memakan korban jiwa, termasuk orang tua Marry.
Setelah kematian orangtuanya, Mary Lennox si gadis manja dan pemarah datang dari India untuk tinggal di rumah pamannya, Mr. Archibald Craven. Dia merasa kesepian di rumah besar dan sunyi itu. Namun suatu hari dia menemukan jalan menuju taman rahasia yang sudah bertahun-tahun dikunci. Dengan bantuan Dickon, anak lelaki yang bisa “berbicara” dengan binatang, dia menghidupkan kembali taman itu dan membuatnya indah. Kegiatan mengurus taman perlahan-lahan membuat sifat Mary berubah, dan pada akhirnya bukan hanya Mary yang menjadi bahagia karena taman rahasia itu…
Karena di India sudah tidak ada yang merawatnya, Marry harus kembali ke Inggris. Ia kemudian tinggal dengan satu-satunya keluarga yang ia punya, paman Archibald Craven, yang tinggal di rumah besar dengan ratusan pintu dan taman-taman yang luas.
Pada buku ini kita bisa melihat transformasi Marry, dari anak yang bahkan tidak bisa memakai bajunya sendiri, menjadi anak yang semakin mandiri. Dari anak yang suka memerintah, mulai menjadi anak yang lebih baik. Bahkan dengan keramahan yang berlahan muncul di wajahnya, ia ternyata juga tampak menjadi lebih cantik.
Selain transformasi Marry untuk menjadi lebih baik, yang menjadi menarik tentu saja adalah taman rahasia yang ditemukan Marry tersembunyi di tanah luas milih pamannya. Taman memukau dipenuhi bunga-bunga mawar dan tanaman indah lainnya. Taman yang sudah bertahun-tahun dikunci karena menyimpan suatu rahasia..
Membaca ini tentu saja juga menghangatkan hati. Karakter Marry yang awalnya menyebalkan, perlahan membuat kita jatuh cinta akan transformasinya.. Kalau kamu pencinta kisah klasik, terutama kisah klasik anak, wajib banget baca buku ini. Versi terjemahannya terbitan Gramedia bisa kamu baca di Ipusnas.
Pesan Moral
Tidak ada anak yang benar-benar terlahir berkarakter buruk. Mereka menjadi seperti itu karena pengaruh lingkungan dan pola pengasuhan. Seperti Marry yang ternyata bisa menjadi anak yang baik dan menyenangkan.
5. Pollyanna by Elanor H Porter (1913)
Blurb
The orphan girl Pollyanna moves in with her strict aunt in New England. Despite a difficult start, Pollyanna's exuberance and positivity affect everyone who meets her, and she spreads joy and love wherever she goes. But when tragedy strikes, Pollyanna finds her optimistic attitude tested, and she must learn to find happiness again.
Buku terakhir yang saya rekomendasikan masih bertema tentang yatim piatu, yaitu Pollyanna. Pollyanna adalah anak berumur 11 tahun yang tinggal bersama ayahnya seorang pastor miskin sejak ibunya meninggal. Ketika ayahnya meninggal, Pollyanna kemudian dikirim untuk tinggal bersama Bibi Polly, adik ibunya yang kaya raya. Bibi Polly terkenal sebagai orang yang pemarah dan jarang sekali tersenyum. Sedangkan Pollyanna, ia adalah anak yang sangat ceria, bersemangat dan selalu berpikiran positif.
Pada buku ini diceritakan sebuah permainan menarik, yang membuat Pollyanna tumbuh menjadi anak yang selalu berpikiran positif. Waktu tinggal bersama Ayah, hidup Pollyanna sangat miskin. Sampai untuk mendapatkan baju dan mainan pun hanya mengharapkan sumbangan dari jemaat gereja. Permainan yang diajarkan ayahnya tercetus saat dulu ia hanya punya sebuah tongkat alih-alih mainan atau barang-barang bagus. Aturan permainannya adalah : Pollyanna dan ayahnya harus menemukan hal menyenangkan apa yang bisa dilakukan dengan hanya sebuah tongkat. Dari situ, Pollyanna terbiasa selalu melihat hal positif dari kondisi apapun. Saat ia ditempatkan di kamar pengap di loteng oleh Bibi Polly (Padahal rumahnya punya banyak kamar lain yang lebih bagus, tapi bibi Polly tidak mau Pollyanna merusak barang-barangnya), Pollyanna bahagia karena dari kamar itu ia bisa melihat pemandangan bagus di jendela. Ia juga senang di kamar itu tidak ada apa-apa, termasuk meja rias dan cermin, jadi dia tidak perlu melihat pantulan bintik-bintik di wajahnya yang dia tidak sukai..
Kalau kamu ingin membaca buku ini, ada versi terjemahannya terbitan Noura (imprint Mizan) di Ipusnas.
Pesan Moral
Buku ini banyak sekali mengajari kita tentang bersyukur, bagaimana dalam kondisi sesulit apapun, pasti masih ada sesuatu yang bisa kita syukuri.
Pesan Moral
Buku ini banyak sekali mengajari kita tentang bersyukur, bagaimana dalam kondisi sesulit apapun, pasti masih ada sesuatu yang bisa kita syukuri.
Baca juga review buku fantasi klasik:
Dari semua buku klasik anak yang saya rekomendasikan di atas, apakah kamu sudah baca semua? Kalau belum, buku mana yang kamu tertarik untuk segera dibaca?











































