Showing posts with label khaled hosseini. Show all posts
Showing posts with label khaled hosseini. Show all posts

Friday, 14 November 2014

Dan Gunung-Gunung Pun Bergema by Khaled Hosseini

Khaled Hosseini, salah satu pengarang favorit saya.. Khaled Hosseini menurut saya adalah pengarang yang luar biasa, walaupun buku yang saya baca kali ini bukanlah karya Hosseini yang terbaik, tetap saja ini adalah buku yang sangat bagus..

Dan Gunung-Gunung Pun Bergema, novel terjemahan dari judul asli and The Mountain Echoed sebenarnya sudah terbit sejak tahun 2013, tapi saya baru punya kesempatan untuk baca sekarang. Ini adalah novel ke-3 Khaled Hosseini dan bukunya yang ke-3 juga yang saya baca. Buku pertamanya (dan terbaik menurut saya) adalah The Kite Runner pernah saya review di sini dan buku ke 2 adalah Thousand Splendid Sun.. 

Seperti novel2 Hosseini sebelumnya, buku ini juga kental dengan latar Afganistan dan sangat memainkan perasaan (sedih -red). 
Cerita dibuka tentang sesuatu yang diistilahkan dalam buku ini sebagai "untuk menyelamatkan sebuah tangan, sebuah jari harus dipotong". Dimulai dengan cerita pengantar tidur tentang seorang ayah yang harus merelakan salah satu anaknya dibawa raksasa agar raksasa tidak membawa seluruh anaknya yang lain. Dilanjutkan dengan cerita tentang seorang bapak yang rela menjual salah seorang anak perempuannya (Pari) kepada pasangan yang kayaraya agar mereka sekeluarga tetap berkecukupan saat musim dingin tiba, sang ayah bukannya melakukannya dengan rela hati, dia sangat tertekan dengan keputusan itu. Tetapi keputusan harus dibuat, karena dia juga pernah kehilangan seorang anak karena meninggal kedinginan pada musim dingin dan dia tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi kembali.. Kemudia juga ada cerita tentang seorang adik yang akhirnya harus merelakan meninggalkan kakaknya yang cacat meregang nyawa seorang diri di hutan, karena jika dia tetap bersama kakaknya dia tidak akan bisa melanjutkan hidup karena akan menghabiskan sisa hidupnya merawat kakaknya, dan kisah2 lainnya.

Awalnya cerita tampak fokus kepada Abdullah, seorang anak berumur 10 tahun yang hidup dengan ayah, adik (Pari), adik tiri (Iqbal), dan ibu tirinya (Pawarna). Sedangkan ibu kandung Abdullah meninggal saat melahirkan Pari. Abdullah amat sangat menyayangi Pari. Ketika Pari, yang waktu itu masih berumur 4 tahun, akhirnya diberikan kepada orang lain, hidup Abdullah benar2 terpuruk, dia seperti kehilangan intisari kehidupannya.. Tapi yang membahagiakan buat saya, untung keluarga angkat Pari baik (Suami istri Wahdati). Awalnya waktu baca sinopsis di belakang buku, baca kata 'dijual' udah sedih ngebayangin Pari dijual untuk dijadikan budak atau semacamnya, untungnya bukaaan.. Hehehe.. 

Cerita terus berlanjut, dengan alur yang maju mundur, kadang menceritakan masa sekarang, kadang flashback ke masa lalu dst.. Masing2 tokoh diceritakan dengan sangat detail, masing2 bab didedikasikan untuk tokoh yang berbeda.. Mulai dari Abdullah, Pawarna, Nabi (kakak Pawarna, yang juga adalah pembantu dan sopir dari Wahdatu, keluarga angkat Pari), Markos (orang Yunani yang tinggal di rumah Wahdati bertahun2 setelah kluarga Wahdati meninggalkannya), Pari, dan banyaaaak tokoh lainnya.. Semua diceritakan dari sudut pandang yang berbeda2. 
Awalnya saya agak kecewa kenapa beberapa tokoh diceritakan sangat detail padahal benang merah tokoh dengan Abdullah dan Pari sangatlah sedikit. Akhirnya saya bersusah hati untuk menahan diri agar tidak melompati halaman karena penasaran tentang akhirnya Abdullah dan Pari. 

Tetapi setelah selesai membaca buku, saya kembali berpikir, mungkin tujuan Hosseini memang bukan (hanya) tentang Pari dan Abdullah, tetapi tentang beragamnya cerita yang  bisa diceritakan dari masa tenang di Afganistan, masa ketika perang saudara bergejolak, masa ketika Taliban berkuasa, masa ketika masa pemulihan di Afganistan dan banyaknya bantuan asing yang datang, masa kehidupan anak muda di Prancis, atau kehidupan keluarga di Yunani, dll. 
Buku ini pun lebih memunculkan harapan dan tidak terlalu mengaharu biru seperti buku Hosseini sebelumnya.. 
Jadi kesimpulannya, buku ini sangat baguus dan Hosseini masih menduduki list my fav author.. ^^

Sunday, 17 August 2014

The Kite Runner by Khaled Hosseini

Beberapa hari yang lalu di HBO baru menanyangkan kembali film The Kite Runner. Menonton film ini mambawa memori saya ke salah satu buku terbaik yang pernah saya baca lebih dari 7 tahun yang lalu.

Pernahkan teman2 membaca suatu buku, bahkan sudah lama sekali, tapi masih merasakan kesan yang ditinggalkan bukunya? Menurut saya buku2 yang bagus itu bukan berarti membuat kita tidak pernah lupa dengan ceritanya, tapi kita tidak lupa dengan kesan yang ditinggalkan. Itulah yang saya rasakan ketika melihat judul The Kite Runner di tv. Meskipun sudah cukup lama membacanya dan tidak begitu ingat dengan detail ceritanya, tetapi saya masih merasakan kesan yang ditinggalkan buku ini, yaitu sedih dan memilukan. Seolah dada saya kembali sesak mengingat bagaimana sedihnya hidup Hassan, dari kecil sampai akhir hayatnya. Hati saya berkecamuk mengingat teganya Amir menghianati Hassan, sahabat yang sangat mencintainya dan rela melakukan apapun untuknya.. 

Buku ini menceritakan tentang tokoh utamanya Amir, seorang anak Afganistan yang menjalani masa kecilnya di masa damai di Afganistan. Amir memiliki pembantu dan anaknya yang sebaya denggan Amir yang bernama Hassan. Hassan dan bapaknya berasal dari golongan yang disana di anggap sebagai golongan bawah. Anggapan masyarakat di sana, 'tidak level' untuk bermain bahkan berteman dengan golongan yang 'beda kasta' seperti Hassan. 

Cerita dimulai dengan cerita masa kecil Amir. Amir yang berusaha untuk menjadi kebanggan ayahnya, berusaha tampil terbaik dalam suatu permainan layang2. Dimana di sana diceritakan bahwa perlombaan layang2 adalah hal yang ditunggu2 dan menjadi kebanggan apabila berhasil memenangkannya. Sedangkan Hassan, pada perlombaan ini berperan sebagai pengejar layang2 putus, sesuai judul buku ini, The Kite Runner. Amir yang malu mengakui bahwa dia berteman dengan Hassan membiarkan hal yang 'sangat buruk' dilakukan teman2nya ke Hassan saat Hassan mengejar layang2 untuknya. Hal yang kemudian dia sesali seumur hidupnya. Berikut cover buku yang saya baca, yang menggambarkan Amir hanya bersembunyi layaknya pengecut saat teman2nya menganiaya Hassan : 



Hari2 setelahnya menghantui Amir dengan perasaan bersalah, diperparah dengan sikap Hassan yang tidak menunjukkan kemarahan atau dendam kepada Amir. Karena tidak dapat menanggung rasa bersalah, Amir membuat skenario untuk menuduh Hassan mencuri agar Hassan di usir. Cerita terus berlanjut sampai mereka dewasa. Berlanjut dari saat kondisi Afganistan aman sampai berubah ke pendudukan Taliban. 

Seperti saya sampaikan di atas, ini adalah salah satu buku terbaik yang pernah saya baca. Kita ditawarkan klimaks2 tanpa henti. Saat kita merasa cerita sudah mencapai puncak, kita disuguhkan kembali kejutan2 lainnya. Dan ceritanya sangat mengharu biru. Saya rasa ini adalah satu2nya buku yang membuat saya berkaca2 hampir disetiap ceritanya. Sediiiih, sambil mikir "kok tega banged siiihh" T.T 

Sedangkan filmnya, seperti kebanyakan film yang berasal dari buku, alur cerita tidak semuanya persis sama. Sedapat mungkin flim ini berusaha tetap seperti buku, tetapi entah kenapa saat menontonnya saya tidak merasakan emosi yang saya rasakan saat membaca bukunya. Dan itu lumayan membuat saya kecewa, buku seindah The Kite Runner seharusnya bisa lebih baik jika difilmkan. Berikut salah satu scene pada filmnya : 

Saat Amir merasa bersalah, dia melemparkan buah pome bekali2 kepada Hassan, berharap Hassan akan marah kepadanya, karena membiarkannya, karena melemparinya dan karena hal2 lain yang menghantui Amir dengan rasa bersalah. Tetapi bukannya membalas Amir, Hassan malah mengambil buah pome dan memukulkannya ke kepalanya sendiri. (Mewek.. T.T) 



Jadi jadi, buku ini sangat recommended bagi teman2 yang sedang mencari bahan bacaan. Believe me, this book is really really good! Sampai sekarang pun, karena termasuk buku best seller, The Kite Runner masih dijual di toko2 buku seperti Gramedia, Gunung Agung, dll. Tetapi sekarang diterbitkan dengan cover seperti ini :