Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Saturday, 20 March 2021

Giveaway Novel Atas Singgasana karya Abidah El Khalieqy

Selamat malam semuanyaa 😄,

Selamat datang kembali di postingan racun buku di blog ini. Hehehe.. Semoga ga pada bosen setiap kesini selalu diracuni berbagai bacaan, ya 😆.

Kali ini, saya akan membahas buku lama tapi baru diterbitkan kembali oleh penerbit berbeda, berjudul Atas Singgasana karya Abidah El Khalieqy. Ada yang familiar dengan penulis ini? Ia adalah penulis buku Wanita Berkalung Sorban yang sudah difilmkan oleh Hanung Bramantyo lebih dari satu dekade lalu. 

Atas Singgasana karya Abidah El Khalieqy

Blurb

Masalahnya, Pembaca, aku lahir oleh udara dengan jutaan kekuatan yang mengejekku selalu untuk meruntuhkan langit. Di manakah bumi tak berdebu. Adakah langit biru selalu? Kuhitung siang dan malam dengan irama jantungku. Aku maju menatap langkahmu. Darahku bergolak. Ingin kuraup seluruh kerak bumi dan menimpukkannya di kuasa langitmu.

Semua. Seluruhnya!
Sampai hitam cakrawalamu! Hingga pekat jagatmu!

Barangkali di sana tak akan lagi kudengar gonggongan para algojo mengajari perempuan arti kehidupan. Tak ada auman harimau yang menunjuk-nunjuk muka ibuku sambil berteriak memaki: "Dasar otak kerbau!" Tak ada seorang kekasih yang mengganti wajahnya, bagai dokter ahli bedah hendak mengoperasi pasien sekaratnya, membidikkan kata maut dengan tekanan suara sedalam gua minotaur: "Sekarang, apa maumu?!"

Jujur saja, saya agak bingung mengulas buku ini. Karena konflik yang diambil, dan sikap yang diambil oleh tokoh utamanya membuat kepala saya berdenyut-denyut. Bawaannya kesel 😅 Eh, apa itu artinya penulisnya berhasil meramu konfliknya sampai membuat saya sebagai pembaca ikut baper, ya? 

Pada dasarnya semua laki-laki itu sama. Keinginan dan cita-cita mereka adalah merampok dan memerkosa, lalu membinasa. Mereka merampok uang dan perhiasan, kehidupan perempuan dan anak-anak, merampok negara dan pengetahuan. Agama pun dikuasainya. -Hal 64

Salah satu quote di atas sepertinya paling menggambarkan isi buku ini. Kisah kehidupan seorang wanita bernama Kamila yang selalu bertaut dengan lelaki brengsek

Masa Kecil Kamila

Masa kecil Kamila di Balikpapan sama sekali tidak menyenangkan. Bapaknya tukang judi, main perempuan, suka KDRT, dan tidak punya pekerjaan. Sehingga ibunya harus banting tulang menghidupi mereka sekeluarga. Di usia yang belum genap 10 tahun, Kamila jadi taruhan judi bapaknya, membuatnya nyaris saja dibawa paksa laki-laki hidung belang saat sang bapak kalah taruhan. Bikin kesel, kan? Arrgg...

Beruntungnya, ibu Kamila langsung gercep dan berhasil menemukan keluarga yang mau mengadopsi Kamila. Hidup Kamila menjadi lebih baik, walau orang tua angkatnya juga bukan prang kaya raya. Setidaknya mampu mencukupi kebutuhan Kamila sampai membiayai kuliah Kamila di Jogjakarta.

Kamila dan laki-laki

Hidup Kamila tidak lantas jadi bahagia selamanya. Saat mulai kuliah, ia didekati beberapa laki-laki, salah satunya teman sekampungnya Haidar. Walaupun Haidar pernah hampir melecehkan Kamila, mereka berakhir menjadi sepasang kekasih. Ini sepotong percakapan Kamila dan Haidar : 

"Berapa jam sehari merinduiku, Haidar?"
"Jam terlalu pendek untuk mengukur kerinduanku, Mila."
"Dua? Tiga?"
"Bilangan hanyalah angka. Tetapi, kerinduanku meliputi seluruhnya, waktu, bilangan, galaksi, bintang-bintang, mawar, melati, semuanya indah. Semuanya!"
"Sekarang kamu mirip Plato."
"Untuk pertanyaan Hypatia of Alexandria, hanya Plato yang tepat menjawabnya."
-Hal 97

Salh satu yang bikin kepala saya nyut-nyutan baca Atas Singgasana itu adalah bagaimana Kamila seperti menjadi magnet laki-laki nyebelin, ga bener dan suka melecehkan wanita. Mulai dari kecengannya, bosnya saat Kamila mulai kerja paruh waktu untuk membiayai kuliahnya, tamu-tamu hotel saat Kamila jadi MC di acara hotel itu, dan banyaaak lagi yang lainnya. 

Isu yang diangkat

Saya tidak mengerti isu apa sebenarnya yang mau diangkat oleh sang penulis sampai sebegitunya ia menggambarkan lelaki. Apakah ini salah satu bentuk feminisme? Saya juga tidak paham sebenarnya... Bagi saya, karena beruntung dikelilingi oleh para pria yang baik hati, dengan lantang saya akan mengatakan banyak lelaki baik di dunia ini. 

Namun, buku ini adalah pengingat yang baik bahwa tidak semua wanita seberuntung kita. Banyak yang harus hidup dengan pelecehan dan tidak memiliki keberanian untuk berbicara, atau banyak yang dipaksa menikah dengan bukan dengan lelaki pilihannya bahkan di usia muda. Jadi membaca ini, tentu saja membuat kita makin banyak bersykur dengan hidup.

Isu dan konflik yang diangkat di buku ini cukup menarik. Namun, saya sebenarnya agak kesusahan saat awal membaca buku ini karena penulis banyak menggunakan metafora dalam ceritanya. Cara berceritanya tidak lugas dan tidak to the point. Mungkin buat pencinta sastra akan menyukai cara bercerita seperti ini. Sedangkan buat saya yang sukanya baca cerita anak dan young adult, butuh energi lebih buat memahami maksud ceritanya 😅.  Belum lagi gaya percakapannya yang terasa kaku, dan di beberapa bagian tidak konsisten. Misal di satu kalimat yang sama kata gantinya bisa kadang 'aku' dan kadang berubah jadi 'saya'.  Atau di Balikpapan tapi malah pake logat Jawa 😆.

Overall, buku ini saya rekomendasikan untuk kamu yang ingin mencari variasi bacaan terutama yang mengangkat isu hak-hak perempuan. 3.5 bintang untuk buku Atas Singgasana karya Abidah El Khalieqy.

Judul : Atas Singgasana
Penulis : Abidah El Khalieqy
Penerbit : Buku Bijak
ISBN : 978-623-94476-6-3
Tahun terbit : 2021
204 Hlm

Giveaway Buku Gratis

Bagaimana dengan penjabaran di atas? Cukup bikin penasaran kan dengan nasib Kamila? Apakah ia akhirnya bisa bahagia dan menemukan lelaki yang baik hati?

Nah, buat kamu yang ingin baca buku ini, kebetulan saya bekerjasama dengan penerbit Buku Bijak (imprint Penerbit ArruzzMedia) mau ngasi buku ini gratis buat satu orang yang beruntung. Caranya gampang, langsung klik saja postingan instagram saya di bawah ini, ya 😊.



Sampai jumpa semuanya... 

Buat kamu yang ikut giveaway, semoga beruntung 😉

Monday, 20 January 2020

Menelusuri Kejayaan Islam di Spanyol melalui buku Menjejak Andalusia

Akhirnya postingan pertama di tahun 2020 ini 😁 Sebagai postingan pembuka di awal tahun, saya bakal cerita tentang salah satu buku terbaik yang saya baca di tahun lalu, buku Menjejak Andalusia karya Riana Garniati Rahayu dan Ibrahim Kholilul Rohman.

Andalusia, ada yang ga tau ini makhluk sejenis apa? 😁 Andalusia adalah salah satu wilayah otonom di negara Spanyol. Tempatnya di Semenanjung Iberia, dan namanya sendiri berasal dari nama bahasa Arab "Al Andalus", yang merujuk kepada bagian dari jazirah Iberia yang dahulu berada di bawah pemerintahan Muslim.

Buku Menjejak Andalusia

Apa yang membuat Andalusia berbeda dibandingkan daerah lain di Eropa?
Bumi Andalusia merupakan saksi dari 7 abad lamanya Islam bercahaya di benua Eropa. Pada tahun 711 Panglima Tariq bin Ziyad menapakkan kaki di Giblatar. Dari situ mulailah masuk Islam ke Spanyol dan terus berjaya sampai tahun 1491 ketika akhirnya jatuh ke Ratu Isabella dan Raja Ferdinand. 7 abad bukan waktu yang singkat, jadi pastinya banyak jejak sejarah Islam yang tertinggal di Andalusia dalam bentuk bangunan-bangunan yang penuh cerita. Jejak sejarah ini lah yang dikunjungi oleh penulis, kemudian diceritakan pada buku ini. Tempat-tempat dideskripsikan detail, lengkap dengan foto-fotonya, dan juga diselipkan cerita dengan sejarah latar belakang tempat tersebut. Tempat yang diceritakan tidak hanya segitiga emas Sevilla, Cordoba, dan Granada. Tapi juga dari utara Toledo, kota kecil Jaen dan Ronda, hingga selatan Gibraltar.
Jujur tempat-tempat yang diceritakan membuat saya terpana, sebagus itu sampai saya merasa, yaampun kemana aja selama ini kok baru tau ada tempat seoke itu 🤣 (Tapi saya dari dulu memang buta sejarah sih 😅). Sayang foto di bukunya hitam putih, coba kalau fotonya berwarna pasti makin bikin mupeng lagi.
Ini salah satu tempat yang diceritakan di buku ini :


Buku yang cerita tempat wisata pasti udah banyak, tentang Andalusia juga udah ada, jadi apa yang membuat buku ini berbeda? Buku ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis yang tinggal selama 3 tahun di Andalusia, jadi bukan traveller sebentar saja. Selama mereka di sana, mereka diberikan kesempatan untuk berinteraksi dengan muslim Spanyol. Muslim Spanyol yang dimaksud di sini bukan orang-orang yang berasal dari negara Islam (seperti Indonesia, Arab, dll), tapi adalah penduduk pribumi asli Spanyol.

Bayangkan, setelah 7 abad Islam berjaya di Spanyol, setelah itu Islam benar-benar menghilang di tanah Andalusia sejak pemerintahan Raja Phillip III sampai dengan masa masa Diktator Franco, karena agama selain Katolik dilarang di Spanyol. Kebebasan beragama baru ada saat saat pemerintahan Franco tumbang sekitar tahun 1975. Artinya Islam mulai muncul lagi setelah sekitar 300 tahun menghilang dari Spanyol.  Jadi rata-rata muslim Spanyol ini adalah generasi pertama atau generasi kedua yang menganut Islam di keluarganya.

Kehidupan muslim di Spanyol sangat menarik buat diikuti. Jujur saat menulis ini saya masih merasakan tingling di hati ini, betapa diri ini merasa tidak ada apa-apanya dibandingkan mereka. Mereka yang serba keterbatasan tapi tetap semangat menjalankan ibadah. Salah satu contohnya, karena di sana jumlah mesjid sangat-sangat terbatas, jadi ada yang bela-belain pulang pergi 80 KM untuk ke mesjid agar bisa ikut sholat tarawih berjamaah. Ada juga cerita tentang pemuda-pemuda di sana sudah biasa cuti sekolah untuk fokus menghapal Al Quran. Cuti setahun, setelah itu lanjut sekolah lagi. Tapi jangan kira sekolahnya asal-asalan ya, sekolah mereka bahkan ada yang kedokteran. Jadi habluminallah dan habluminannas seiimbang. (Langsung saya otomatis merasa remah rengginang pas baca bagian ini 😢) Favorit saya tentu saja cerita tentang Amir, pemuda yang mengabdikan dirinya menjadi pengurus mesjid. Diceritain ini pemuda super ganteng ya, dan ternyata masa lalunya dia adalah model terkenal di Eropa (ga hanya Spanyol!), yang honor modellingnya luar biasa. Sehari honornya bisa dipake buat hidup berbulan-bulan, bahkan setahun. Tapi dia rela melepaskan itu semua demi bisa fokus mengabdikan diri untuk umat.
Selain itu banyak lagi cerita lain yang menggetarkan hati, pengen saya ceritain rasanya semuanya. Tapi mending kalian baca sendiri deh bukunya, saya ga mau spoiler banyak-banyak ntar malah mengurangi keseruan kalian saat baca 😁





Alhamdulilaah... Setelah The Guide, bukunya sampai pula ke The Amir.. 😭🙏 . . Mas Amir inilah, yang kerapkali mencuri waktu saya dengan suami.. . . Membuat suami saya pulang terlambat ke rumah karena terlalu asyik berdiskusi selepas jamaah Isya.. . . Hingga menyerobot waktu lunch yang seharusnya menjadi jadwal lunch bareng saya dan suami.. 😆 . . Bahkan suatu hari, ketika Alma putri ketiga saya baru saja keluar dari rahim, baru saja diazankan, baru saja selesai diberitakan kelahirannya pada keluarga di Indonesia (dan masih di dalam ruangan bersalin!), mas Amir inilah orang pertama yang mendistraksi suami saya dengan telepon dan whatsapp bertubi-tubi. Tentu setelah doa dan ucapan selamat. . . Apa pasal, rupanya mereka berdua sedang berkoordinasi karena saat itu beliau sedang berkunjung dalam beberapa acara di Indonesia, sementara suami saya harus menunggui saya bersalin di Sevilla, Spanyol. . . Mengenal beliau, seperti mengenal manusia yang sungguh too good to be true. . . Mengetahui perjalanannya dalam mengabdi pada masjid, yang mengharuskannya menukar dunia gemerlap dengan sahaja (ada yang masih punya kardus nokia N93? silakan lihat ada gambar siapa 🙂), berjuang mendirikan rumah Allah yang selama 7 abad sempat lenyap dari bumi Andalusia. . . Tak habis rasanya inspirasi dan hikmah yang selalu didapat darinya. . . Ingin berkenalan lebih jauh? Silakan baca kisahnya yang menggetarkan jiwa dalam buku Menjejak Andalusia 😊 . . Dear #MenjejakAndalusia, welcome to another owner of you. The real owner.. . . --- . . Bisa didapatkan di Gramedia, gramedia.com, atau toko buku lainnya, juga melalui saya di DM/ whatsapp: 081282424245🙏 . . @menjejak.andalusia . . #bukuislami #bukuislam #bukumotivasiislam #motivasiislami #sejarahislam #muslimtraveller #andalusia
Sebuah kiriman dibagikan oleh Buku Menjejak Andalusia (@menjejak.andalusia) pada


Selain isi, saya cerita sedikit tentang penulisnya ya. Penulis buku ini, Riana Garniati Rahayu dan Ibrahim Kholilul Rohman adalah suami istri yang sempat tinggal di Sevilla, ibukota Andalusia, sejak Oktober 2013 sampai tiga tahun setelahnya. Mereka pindah ke Sevilla setelah sebelumnya menetap di Swedia karena sang suami mendapatkan pekerjaan di sana. Riana adalah teman satu almamater dengan saya. Pas tau dia menerbitkan buku, apalagi tentang Andalusia, saya langsung penasaran pengen baca. Jujur saya tidak berekpektasi tinggi degan buku ini. 'Jejak Islam di Andalusia' yang menjadi tema pada buku ini saya kira hanya sebatas cerita tempat-tempat peninggalan masa Islam, khas buku traveller lainnya. Jadi saat membaca buku ini, saya cukup suprised dengan isinya, beyond my expectation. Cerita muslim di sana sungguh menyentuh dan menggetarkan hati, auto membuat saya ngerasa ga ada apa-apanya padahal kita tinggal di negara yang paling banyak muslimnya. Kalau banyak travel blogger atau buku-buku lain berfokus bagaimana Islam 'pernah' jaya di Spanyol pada masa dulu, sedangkan buku Menjejak Andalusia adalah paket komplit. Tidak hanya cerita sejarah masa silam, tetapi bagaimana Islam masih berjaya saat ini di sana dengan caranya yang unik, dengan setiap minggu selalu ada saja yang datang ke mesjid untuk membaca dua kalimah syahadat.

Buku Menjejak Andalusia

Bab-bab di buku dipisah antara yang ditulis oleh Riana dan suaminya. Tulisan Riana lebih banyak menceritakan tempat-tempat bersejarah yang pernah mereka kunjungi. Cerita Riana ditulis dengan sangat deskriptif tentang kondisi tempat yang dikunjungi, ditambah dengan selipan sejarahnya. Selain itu, khas tulisan wanita, tidak lupa diselipkan bagaimana perasaan Riana saat berada di tempat itu. Otomatis membuat saya ikut membayangkan seolah-olah ikut berada di sana. Beberapa tulisan tersebut juga pernah di terbitkan di surat kabar. Berbeda dengan tulisan istrinya, tulisan Pak Ibra lebih banyak tentang hubungannya dengan orang-orang. Teman kantor dan tanggapan mereka tentang Islam, orang-orang Muslim yang mereka temui di mesjid, seorang tour guide muslim yang sangat inspiratif, dan banyak orang lainnya.

Jadi 4,5 bintang untuk buku Menjejak Andalusia




Review Buku Menjejak Andalusia

Blurb
From North to the South…. Goresan takdir membawa biduk kayuh kami untuk berlabuh di bumi-Nya yang lain kala itu. Masih di Eropa, tapi bergeser ke selatan. Ke daratan Andalusia. Tentu saja, nama Andalusia sendiri bukanlah nama yang asing bagi kami. Sebagai muslim, hampir pasti kita sering mendengar nama ini disebut-sebut sebagai bagian dari era kejayaan Islam di masa lalu. Di ibu kota Andalusia, Sevilla-lah, kemudian kami tinggal sejak Oktober 2013 hingga 36 bulan sesudahnya. Rasanya wajar, jika perasaan skeptis sempat menjalar di benak kami kala itu. Bagaimanapun, sejarah Islam di Andalusia hanyalah masa lalu. Kondisi saat ini tentu saja tak sama seperti apa yang ada dalam buku-buku sejarah. Sevilla dan seluruh daerah otonomi Andalusia kini hanya menyisakan sisa peradaban Islam yang dikagumi oleh jutaan wisatawan dari seluruh dunia. Tapi kami salah, kepindahan kami ke Sevilla hanyalah awal dari pengalaman hidup yang mengayakan. Di Andalusia, di tempat yang Islam pernah lama bercahaya, kami temukan kembali seberkas sinarnya.
Menjejak Andalusia
Penulis : Riana Garniati Rahayu dan Ibrahim Kholilul Rohman
Penerbit : PT Elex Media Komputindo - Quanta
Tahun Terbit : 2019
ISBN : 978-623-00-0691-3 dan 978-623-00-0692-0 (digital)

Monday, 1 June 2015

"Orangtua atau Bos di Rumah?"


Ayah-Bunda, dalam diri anak-anak Anda bisa jadi ada darah Anda
Hanya saja, tidak semua orangtua menjadi orangtua sebenarnya untuk anak-ananknya, tapi hanya menjadi bos anak, yakni menjadi bos di rumah untuk anak-anaknya.

Bos anak membuat takut dalam diri anak-anaknya.
Oranguta membangun kepercayaan anak-anaknya.

Bos anak sering mengatakan " Pokoknya, Mama-papa tidak mau..."
Orangtua sering mengatakan "Mama-papa sangat senang jika kamu..."

Bos anak sangat tahu bagaimana mengatur anak
Orangtua sangat tahu bagaimana membina anak

Bos anak selalu mengendalikan anak
Orangtua membantu anak mengendalikan dirinya sendiri

Bos anak berfokus pada keburukan anak
Orangtua berfokus pada kebaikan anak

Bos anak lebih banyak bicara pada saat anak berantem
Orangtua lebih banyak bicara pada saat anak rukun

Bos anak menguasai anak
Orangua bekerjasama dengan anak

Bos anak menyelesaikan hampir semua masalah anak
Orangtua melatih anak menyelesaikan masalahnya sendiri

Bos anak sangat lihai menyalahkan saat anak bermasalah, mundur kebelakang
Orangtua rendah hati menemukan solusi bersama saat anak bermasalah, maju ke depan

Bos anak mengatakan "Lain kali jangan kayak gitu!" saat anak minta maaf
Orangtua mengatakan "Subahanallah alhamdulillah anak Mama-papa berlapang dada meminta maaf"

Bos anak itu otoritas kepada anak
Orangtua itu otoritatif kepada anak

Bos anak nonton TV pada saat anak belajar
Orangtua mematikan TV pada saat anak belajar

Bos anak selalu menanyakan "Bagaimana pelajaran kamu hari ini? Bagaimana nilaimu?"
Orangtua menanyakan "Apa yang membuatmu tertawa hai ini di sekolah, Nak?"

Bos anak menceramahi anak "Mama-Papa bilang apa, kamu sih, banyak main, nilaimu jadi jelek begini, prestasimu turun!"
Orangtua bicara dengan anak, "Mama-Papa yakin kamu kecewa dan sedih dengan nilai belajarmu. Adakah yang bisa Mama-Papa bantu agar nilaimu jadi lebih baik?"

Bos anak mengusir anak saat pulang kerja, "Sana, jangan dekat-dekat, kamu tahu Mama-papa kan capek!"
Orangtua merengkuh anak saat pulang kerja, "Sini, Anak-anakku. Siapa dulu yang mau bercerita?"

Kutipan pada Buku Yuk, Jadi Orangtua Shalih! Sebelum meminta anak shalih... (hal -189-191)
by ihsan baihaqi Ibnu Bukhari



Tuesday, 10 March 2015

Komik 100 Kebiasaan Nabi

Sesuai dengan judulnya, buku ini berisi 100 kebiasaan nabi. Buku ini adalah karya komikus Wawan Kungkang dengan naskah dari Straightedge Dw. Buku yang saya baca ini adalah cetakan ketiga September 2014 setelah cetakan pertama terbit pada April 2014. (Baru sempet baca setelah beli berbulan2 lalu T.T). Masuk cetakan ke-3 dalam bulan ke-5 berarti buku ini memang banyak peminatnya.

Ide cerita yang diangkat adalah kebiasaan sehari-hari Nabi Muhamad yang kadang kita lupa untuk terapkan pada keseharian. Lewat cerita komik buku ini kembali mengingatkan dan menyentil kebiasaan kita.
Sisi halaman kanan buku berisi hadist kebiasaan nabi dengan sumber riwayat hadisnya dan bagian kiri buku berisi 1 halaman komik terkait hadisnya. Seperti kebiasaan mengucapkan Bismillah sebelum memulai aktivitas, memakai sendal kanan terlebih dahulu, tidak membicarakan aib orang lain dll. Komik yang diangkat pun sarat humor. Walaupun bukan tipe humor yang membuat kita tertawa terpingkal-pingkal, tetapi tipe komedi segar yg membuat kita  tersenyum sambil berpikir "iya juga yaa".
Jadi jadi, buku ini sangat recommended, untuk semua usia. Bisa jadi bahan bacaan anak SD sampai orang dewasa. Dengan bahasan yang ringan juga bisa memotivasi orang untuk membaca n belajar Islam dari kebiasaan sehari2. 
Ini penampakan bukunya :

Ini salah satu halaman favorit saya : 



Saturday, 4 February 2012

Panduan Lengkap Pernikahan by D.A. Pakih Sati, Lc

Menyambung postingan sebelumnya tentang kehausan atas informasi pernikahan yang belum terpuaskan dengan buku sebelumnya, akhirnya hunting buku pun dilanjutkan. Diantara kesibukan rutinitas pekerjaan, hunting undangan, souvenir, sampai wedding rings dan banyak hal lainnya, saya rasa penambahan pengetahuan juga hal yang tidak boleh ditinggalkan.
Tempat hunting jatuh ke Gramedia di Grand Indonesia, salah satu Gramedia yang cukup lengkap dan besar di Jakarta. Dianatara beberapa rak buku-buku Islam, satu rak berisi berbagai buku tentang pernikahan. Dan pilihan saya jatuh kepada Panduan Lengkap Pernikahan yang ditulis oleh urang awak juo (panggilan untuk orang minang) bernama D.A. Pakih Sati, Lc.
Sesuai dengan judulnya, buku ini memang lengkap membahas pernihakan. Pembahasan dimulai dari seluk-beluk pernikahan, Khitbah (melamar), perempuan-perempuan yang tidak boleh dinikahi, pernikahan, hubungan suami istri, talak, Iddah, Mut’ah dan Ihdad, Khulu dan Zhihar. Pembahasan pun dilihat dari berbagai sisi, dikupas tuntas dari firman Allah di al Quran dan hadis-hadis nabi. Dilengkapi dengan pendapat-pendapat dari berbagai perspektif para ulama bagi hal-hal yang tidak dijelaskan secara detail di Al Quran dan hadis. Beberapa pendapat ulama yang dibahas antara lain dari Imam Abu Hanifah, Imam Syafi’I, Imam Malik dan lain-lain. Tidak jarang juga pendapat para ulama ini berbeda dalam menyingkapi hal-hal mengenai pernikahan ini.
Kalimat paling banyak yang saya temui di buku ini adalah “para ulama berbeda pendapat mengenai…..” . hehehe.. ^^ Bagaimana jika terdapat beda pendapat begitu? Bagi saya pribadi, ikutilah yang paling kamu yakini. Jika ada yang ragu-ragu, lebih baik dihindari.
Setelah membaca buku ini, saya merasa Islam sungguh luar biasa Islam dalam mengatur pernikahan. Setiap orang memang dianugrahi rasa suka terhadap lawan jenis (ghaharizah jinsyiah). Dimulai dari lamaran. Melihat fenomena akhir-akhir ini tentang banyaknya orang yang memutuskan lamaran dan membatalkan rencana pernikahan, ternyata sebenarnya dalam Islam hal itu sah-sah saja. Hal ini  mengingat lamaran masih berupa janji menuju pernikahan, belum akad. Tetapi apabila pembatalan bukan terkait masalah syariat atau malah mengada-ada, maka Islam sangat mencelanya. Karena hal tersebut termasuk sifat orang yang munafik (apabila berjanji dia ingar).

*Ya Allah, semoga rencana hamba tahun ini lancar agar hamba tidak tergolong orang-orang yang munafik*

Beberapa hal yang dibahas dibuku ini antara lain: Pernikahan adalah hal yang serius, seperti sabda rasulullah ”Tiga perkara, yang seriusnya adalah serius, dan candanya adalah serius, yaitu nikah, talak dan rujuk” (HR. Arba’ah, selain Nasa’i). Jadi apabila wali dari perempuan dan laki-laki coba-coba baca akad nikah, maka itu adalah sah dianggap sebagai pernikahan. Selain itu jangan khawatir dengan pernikahan akan menghambat dan mengurangi rezeki, karena Allah berfirman “dan kawinilah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah maha luas (pemberian-Nya) lagi maha mengetahui (QS. An-Nur [24]:32).

Pada buku ini juga dibahas mengenai zhihar. Imam Malik mengatakan bahwa jika suami menyamakan salah satu anggota badan istrinya dengan sang ibu, atau dengan salah seorang mahramnyam maka hukumnya adalah zhihar. Apabila suami mexhihar istrinya, maka sankinya adalah tidak boleh berhubngan badan dengan istri dan membayar khafarat. Adapun jenis khafaratnya adalah memerdekakan budak, berpuasa selama 2 bulan berturut-turut atau member makan 60 orang miskin. Jadi bagi yang cowo, jangan main-main dengan zhihar dan juga talak.
Doa bagi kedua penganten:
“Semoga Allah SWT memberkashimudalam kebaikan, memberkahimu dalam keburukan, serta mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan”

Sakinah Bersamamu by Asma Nadia

Mengingat rencana pernikahan yang tinggal sebentar lagi, saya merasa perlu menambah bacaan tentang pernikahan dari sudut pandang Islam. Apalagi mengingat orang tua untuk sharing berada nun jauh di sana dan teman-teman yang sudah menikah masih terbatas. Memulai mencari buku di Toko Gunung Agung Senayan City dan akhirnya menjatuhkan pilihan untuk membeli salah satu buku Asma nadia yang berjudul Sakinah Bersamamu, tergoda membeli karena ada tulisan National Best Seller di sampulnya. Selain itu juga karena buku tentang pernihakan amat sedikit pilihannya di TGA. So, Not recommended klo mau nyari buku panduan pernikahan di TGA, ga banyak pilihan.
Salah satu yang membuat saya membli buku Sakinah Bersamamu selain ada stempel Best Seller nya adalah di luar ada tulisan 17 cerita + 17 pembahasan seputar ujian dalam rumah tangga. Otomatis saya merasa ini adalah buku yang cocok karena membahasa banyak hal tentang pernihakan. Dengan bodohnya saya sama sekali tidak menyangka bahwa yang dimaksud 17 cerita itu adalah cerpen. Dengan bodohnya saya juga tidak membaca penjelasan dibelakang buku yang mengungkapkan  ‘Bersama Sakina Bersamamu, ada 16 cerita pendek lainnya seputar rumah tangga’
Pada buku ini, setiap satu cerpen, terdapat  pembahasan Asma nadia tentang penrikahan. Pembahasannya tidak terlalu dalam, malah beberapa pembahasan cenderung lebih seperti pendapat pribadi. Cerpen-cerpen yang dimuat dibuku ini memang membahas beberapa hal yang  berbeda (17 cerita berbeda), tetapi entah mengapa semua terasa hampir sama. Karakter wanita sebagian besar adalah ibu rumah tangga yang tidak bekerja, muslimah dengan karakter yang baik. Sedangkan sosok laki-laki sebagian besar adalah laki-laki yang bekerja keras untuk keluarganya, penyabar dan memberikan nasehat-nasehat baik saat diperlukan istrinya. Jadi overall menurut saya buku ini entah kenapa terasa agak sedikit datar jika kita mengharapkan suatu bacaan fiksi dan tidak begitu informatif jika kitamengharapkan sebuah non fiski.
Hunting buku pernikahan harus dilanjutkan....