1. A Walk to Remember by Nicholas Sparks
Blurb
Sewaktu berusia tujuh belas tahun, hidup Landon Carter berubah selamanya. Dan semua karena Jamie Sullivan…
Jika cinta bisa memilih, Landon tentu tidak akan memilih untuk jatuh cinta pada Jamie. Gadis yang selalu membawa Alkitab ke sekolah, menyelamatkan binatang yang terluka, menjadi relawan di panti asuhan... gadis yang suci dan memiliki hati bak malaikat. Tak ada yang pernah mengajak Jamie kencan, dan Landon pun tidak pernah bermimpi untuk berkencan dengannya.
Sampai takdir menentukan lain... dan mengubah hidup Landon selama-lamanya.
Buku pertama ini adalah buku favorit saya. Sebuah buku lawas yang pertama terbit tahun 1999. Ceritanya manis banget, tentang seorang cowok keren bernama Landon, ketua organisasi siswa, tajir, keluarganya orang penting berpengaruh. Ia jatuh cinta dengan seorang wanita relijius bernama Jamie, anak pendeta sederhana yang biasanya suka jadi cemoohan anak-anak di sekolah.
Premisnya kedengarannya klise ya? Tapi eksekusinya manis banget... Saat Landon ragu-ragu sebenarnya cintanya berbalas atau tidak, -karena Jamie kadang terlihat menyukainya juga, tapi kadang malah tampak menghindar-, ternyata ia mendapat kabar Jamie menderita Leukimia. Jadi setengah akhir bukunya mulai sediiih. Bisakah cinta Landon bertahan dengan kondisi Jamie yang seperti itu?
Yang saya suka di sini tidak hanya bagaimana perkembangan hubungan Landon dan Jamie, tetapi juga bagaimana hubungan keluarga yang terasa hangat dan kental di sini. Landon dengan orang tuanya, dan Jamie dengan ayahnya.
Baca juga review buku Nicholas Sparks lainnya di:
Buku ini juga sudah difilmkan pada tahun 2002. Diperankan oleh Mandy More (Jamie) dan Sandy West (Landon). Walaupun jalan ceritanya tidak persis sama, saya tetap suka dengan feel yang didapat dari kisahnya. Belum lagi sountrack filmnya yang berjudul Only Hope itu enak banget didengar #auto nyanyi sambil nulis 😁.
2. Rooftop Buddy by Honey Dee
Blurb
Buat Rie, mengidap kanker itu kutukan. Daripada berjuang menahan sakitnya proses pengobatan, dia mempertimbangkan pilihan lain. Karena toh kalau akhirnya akan mati, kenapa harus menunggu lama?
Saat memutuskan untuk melompat dari atap gedung apartemen, tiba-tiba ada cowok ganteng berseru dan menghentikan langkah Rie di tepian. Rie mengira cowok itu, Bree, ingin berlagak pahlawan dengan menghalangi niatnya, tapi ternyata dia punya niat yang sama dengan Rie di atap itu.
Mereka pun sepakat untuk melakukannya bersama-sama. Jika masuk ke dunia kematian berdua, mungkin semua jadi terasa lebih baik. Tetapi, sebelum itu, mereka setuju membantu menyelesaikan “utang” satu sama lain, melihat kegelapan hidup masing-masing… Namun, saat Rie mulai mempertanyakan keinginannya untuk mati, Bree malah kehilangan satu-satunya harapan hidup.
Dari buku terjemahan, kita beralih ke karya penulis lokal. Ini adalah buku jebolan GWP yang terbit tahun 2018. Mengisahkan seorang remaja benama Rie yang berencana untuk bunuh diri karena ia sudah tidak tahan lagi dengan kanker yang dideritanya. Saat akan bunuh diri di atap gedung, ia bertemu seorang laki-laki bernama Bree.
Singkat cerita mereka akhirnya berjuang bersama dan sayangnya juga berjanji untuk mati bersama. Huhuhu.. Jujur, bagi saya ceritanya sebenarnya tidak terlalu dalam mengusik emosi. Walaupun ceritanya ga yang bikin sampe mewek pas bacanya, tapi eksekusinya menceritakan tentang orang yang struggle dengan penyakitnya itu dapet banget.
3. The Fault In Our Stars by John Green
Blurb
Mengidap kanker pada umur 16 tahun pastilah terasa sebagai nasib sial, seolah bintang-bintang serta takdirlah yang patut disalahkan. Itulah yang dialami oleh Hazel Grace. Sudah begitu, ibunya terus memaksanya bergabung dengan kelompok penyemangat penderita kanker. Padahal, Hazel malas sekali.
Tapi, kelompok itu toh tak buruk-buruk amat. Di sana ada pasien bernama Augustus Waters. Cowok cakep, pintar, yang naksir Hazel dan menawarinya pergi ke Amsterdam untuk bertemu penulis pujaannya. Bersama Augustus, Hazel mendapatkan pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan.
Tetap saja, rasa nyeri selalu menuntut untuk dirasakan, seperti halnya kepedihan. Bisakah Augustus dan Hazel tetap optimistis menghadapi penyakit mereka, meskipun waktu yang mereka miliki semakin sedikit setiap harinya?
Masih mengusung tema kanker, kali ini bukan salah satu aja yang struggle dengan penyakit mematikan, tetapi keduanya. Apalagi tokohnya juga masih muda-muda banget, 16 dan 17 tahun. Saat Hazel yang sudah patah semangat dengan kondisinya yang menderita kanker, ia bertemu Augustus di sebuah kelompok penderita kanker. Yang bikin seru dengan cerita ini itu, bagaimana Gus -panggilan August- yang tetap bersemangat walau dengan kondisi kesehatannya seperti itu. Ia bahkan membawa Hazel untuk bertemu dengan penulis favoritnya (walaupun tidak berakhir sesuai dengan yag diharapkan).
Tetapi tetap aja so sweet 😍 Yang saya ga suka itu endingnya, huhu... Bikin mewek 😢😢
Ada yang udah nonton filmnya juga? Filmnya sempat booming waktu baru keluar tahun 2014. Saya udah beberapa kali nontonnya, dan tetep aja mewek setiap nonton #mama ica cengeng.
4. Me Before You by Jojo Moyes
BlurbLou Clark tahu banyak hal. Dia tahu berapa langkah jarak antara halte bus dan rumahnya. Dia tahu dia suka sekali bekerja di kedai kopi The Buttered Bun, dan dia tahu mungkin dia tidak begitu mencintai pacarnya, Patrick.Tetapi Lou tidak tahu bahwa dia akan kehilangan pekerjaannya, dan peristiwa apa saja yang akan menyusul kemudian.Setelah mengalami kecelakaan, Will Traynor tahu dia sudah tidak berminat lagi untuk melanjutkan hidupnya. Dunianya kini menyusut dan tak ada lagi suka cita. Dan dia tahu betul, bagaimana mesti menghentikannya.Namun Will tidak tahu bahwa sebentar lagi Lou akan masuk ke dunianya dengan membawa warna-warni ceria. Mereka berdua sama-sama tidak menyadari, betapa mereka akan membawa perubahan besar ke dalam kehidupan satu sama lain.
Satu lagi cerita sicklit yang saya suka.. Kalau buku-buku di atas Young Adult, buku kali ini mengambil karakter yang lebih dewasa. Lou Clark adalah gambaran wanita paruh baya yang sebenarnya agak menyedihkan, walaupun ia adalah wanita yang cerita.
Ia kehilangan pekerjaan, dan bahkan tidak tahu apa yang diinginkannya dalam hidup. Namun, semua berubah saat ia menjadi perawat seorang laki-laki bernama Will Traynor. Will itu jutek dan awalnya tampak menyebalkan. Wajar sih, siapa yang tidak sebal kalau divonis akan lumpuh seumur hidup. Apalagi bagi Will yang sebelumnya adalah pria yang sangat aktif dengan berbagai kegiatan.
Kisah berikutnya dapat di duga, Will dan Lou akhirnya saling jatuh cinta. Masalahnya Lou sudah punya pacar bahkan jauh sebelum bertemu Will.
Buku ini juga udah diangkat ke film tahun 2016. Yang ga terlalu suka baca mungkin bisa nonton filmnya. Bagi pencinta romance, film ini bagus banget menurut saya. Apalagi akting Emilie Clark di film ini menyenangkan sekali buat dinikmati.
5. Sunsine Become You by Ilana Tan
Blurb
“Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kaupercayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku.”
Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York…
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan…
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan…
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.
Awalnya Alex Hirano lebih memilih jauh-jauh dari gadis itu—malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian Mia Clark tertawa dan Alex bertanya-tanya bagaimana ia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.
Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex bisa mendengarnya.
Kembali ke novel lokal, berikutnya adalah karya penulis romance lokal favorit saya, Ilana Tan. Walaupun ini bukan buku Ilana Tan terbaik yang pernah saya baca, tetapi kisahnya cukup menarik untuk diikuti. Mengisahkan tentang seorang penari bernama Mia yang tidak sengaja membuat tangan Alex cacat sementara. Parahnya Alex adalah seorang pianis yang bekerja dengan tangannya. Mia menebus kesalahannya dengan bekerja kepada Alex, membantu sampai tangan pria itu sembuh. Ceritanya menarik, tapi beberapa bagian agak terasa membosankan. Apalagi konflik Mia yang ternyata sakit jantung itu baru keluar baru di tengah buku 😅
Baca juga review buku Ilana Tan lainnya di:
Baca juga














