Wednesday, 9 June 2021

A Sky Full of Stars karya Nara Lahmusi

Sesuai janji pada postingan sebelumnya, saya akan review salah satu buku kak Nara Lahmusi.
Sebelumnya, jangan lupa baca tulisan ngobrol bareng saya dengan Kak Nara di : 
Beberapa teman menebak saya akan mereview Inisial K, buku Kak Nara yang nangkring di rak best sellernya Gramedia Digital. Selain Inisal K, saya juga sudah membaca buku Kak Nara satu lagi, A Sky Full of Stars. Buku A Sky Full of Stars ini genrenya lebih ke Teenlit, jadi saya lebih menikmati membacanya dibanidngkan Inisial K yang lebih ke metropop. Jadi kali ini saya mau bahas yang ASFOS aja yaa πŸ˜‰. Eh, bukan berarti Inisial K ga oke ya, kayanya saya memang lagi suka romance yang manis-manis aja. Hehehe.. 




Premis yang Klise

Seorang remaja pintar yang sederhana, jatuh cinta pada bad boy kaya raya. Terasa klise? Kalau kamu bilang iya, saya sependapat. Hehehe.. Tapi jangan salah, walaupun premisnya klise, eksekusi ceritanya ternyata keren loh. 

Blurb
Meski hanya anak seorang cleaning service, Raya Angkasa punya cita-cita setinggi langit: kuliah di Kedokteran UI. Untuk itu, ia harus lihai membagi waktu sebagai guru privat bagi murid-murid tajir di sekolahnya demi menambah uang tabungan. Sejauh ini sih nggak ada masalah.
Namun, masa remaja Raya mendadak rumit ketika harus mengajar kakak-beradik dari keluarga Mahashakti. Dirga Romano Mahashakti, si biang kerok yang menyebalkan dan Dika Romino Mahashakti yang sakit-sakitan membuatnya kelimpungan. Bukan hanya kontrak mengajar yang ketat, ia juga terpaksa terlibat dalam masalah keluarga kedua cowok itu.
Seolah urusan pelajaran sekolah belum cukup membebani, pertaruhan, perasaan, dan cinta terpendam membelit ketiganya dengan benang kusut yang sulit diurai. Sanggupkah Dirga terus mengalah demi adiknya? Tegakah Raya menolak Dika saat harapan dan masa depan cowok itu disandarkan di bahunya?
“Cause you’re a sky, cause you’re a sky full of stars…”

Persaingan Dua Bersaudara

Dari blurb di atas udah kebayang ya ceritanya? Hidup Raya mendadak berubah drastis saat harus mengajar privat seorang anak tajir bernama Dika Romino. Dika ini tipe karakter yang banyak kelebihannya dengan sikapnya yang baik, ngomongnya lembut, disayang orang tua, dan lumayan pintar. Kekurangannya, ia sakit-sakitan sehingga tidak boleh terlalu capek.
Ternyata selain harus mengajar Dika, Raya juga harus membantu kakaknya Dika yang bernama Dirga untuk lulus SMA dengan nilai bagus. Masalahnya Dirga itu biang masalah, sering bolos sekolah, ngerokok, ga mau belajar... Sampai orang-orang di sekolah ga mau ada yang deket dia karena takut kebawa-bawa jelek namanya. 
Raya dan Dika itu sama-sama suka baca buku. Sedangkan dengan Dirga, dia dan Raya sama-sama suka dengerin lagu Coldplay, salah satunya yang judulnya A Sky Full of Stars. Gara-gara baca judulnya yang sama kayak judul lagu Coldplay, saya sempat mikir awalnya kalau ini buku tentang musisi, atau tokohnya yang anak band gt. Ternyata bukan... πŸ˜…
Jadi, kepada siapakan akhirnya hati Raya berlabuh?

Kisah keluarga yang menghangatkan hati

Selain cinta segitiga Raya-Dika-Dirga, yang menarik diikuti adalah kondisi keluarga Raya. Ia punya adik yang bikin saya teringat dengan Kitty, adiknya Lara Jean di bukunya Jenny Han. Karakter adiknya terasa ikut menceriakan vibe bukunya. Selain itu ada juga ibunya Raya yang berprofesi sebagai cleaning service. Di kesederhanaan hidup mereka, mereka tetap menemukan kebahagiaan dan saling menyayangi. Beda dengan keluarga Dirga dan Dika, yang Bapaknya terlalu keras dan menyebabkan anak-anaknya tidak sepenuhnya bahagia. 
Usaha Raya untuk bisa memperbaiki kehidupan keluarganya dengan menembus UI juga patut diacungi jempol. Memberikan gambaran, bahwa hidup remaja tidak melulu tentang cinta monyet loh. Ada cita-cita yang perlu diperjuangkan. 

Rating

Walaupun premis awal cerita ini cukup klise, saya menikmati perjalanan kisah Raya-Dika-Dirga ini. Termasuk bagaimana usaha mereka untuk menjadi lebih baik, baik Raya, Dika dan bahkan Dirga. Gaya bahasa Kak Nara juga enak banget untuk diikuti. Obrolan-obrolan para tokoh, termasuk becandaannya, terasa hidup saat dibaca. Jadi, tentu saja saya rekomendasikan cerita ini buat kamu yang suka kisah-kisah teenlit ringan.  4 bintang untuk buku A Sky Full of Stars karya Nara Lahmusi.



Judul : A Sky Full of Stars
Penulis : Nara Lahmusi
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama 
Terbit : 9 September 2019
Tebal : 240 hlm
ISBN 6020632105
(baca di Ipusnas)

Sumber gambar : Canva edited by me

Sunday, 30 May 2021

Perawan Tak Boleh Pulang, rekomendasi kisah misteri dengan kearifan lokal

Pernahkah kamu membaca buku misteri lokal? Saya baru saja menemukan buku misteri lokal yang menarik. Saking menariknya, baca ini rasanya seperti membaca buku misteri dan fantasi luar, tapi dengan kearifan lokal. Buku yang saya maksud adalah novel berjudul Perawan Tak Boleh Pulang karya I. Majid.



I. Majib sebelumnya saya kenal sebagai penulis wattpad dari Sumatera Utara. Genre yang diangkat cerita-ceritanya biasanya seputar misteri, pembunuhan, dan thriller. Salah satu cerita wattpadnya yang memenangkan The Wattys 2020 pernah saya tulis di sini. (PΓΆlzl, Pemenang The Wattys Genre Thriller)

Waktu ia menerbitkan buku, saya sudah tertarik untuk membaca. Dari judulnya saja sudah mematik rasa penasaran, Perawan Tak Boleh Pulang. Maksudnya apa perawan ga boleh pulang?


Blurb
Marhara mendadak gila pada suatu sore, membuat gempar warga kota, kemudian hilang dibawa pergi laki-laki. Sang ayah kemudian meminta tolong kepada tiga sahabat Marhara untuk membantu mencarinya, yaitu : Yunika, gadis yang tak punya pekerjaan dan keahlian lain kecuali melarikan diri dari rentenir dan mengajak kawin kekasihnya. Alea, si mucikari yang kerap berurusan dengan pria-pria kaya hidung belang. Lalu Dinda, si gadis virilis yang masa remajanya banyak dihabiskan dengan urusan orang mati.
Ketiga gadis itu kemudian melakukan ekspedisi pencarian ke sebuah pulau bernama Habubuhan bersama Boy, teman mereka yang bisa diandalkan. Begitu banyak hal ganjil yang mereka temui di pulau itu. Dimulai dari banyaknya perempuan gila berkeliaran, laki-laki yang menyantroni mereka, larangan keluar malam hari, hingga ritual sesat yang tak punya ujung pangkal.
Hingga mereka dihadapkan pada dua pilihan: mati, atau beranak-pinak di Habubuhan.

Awalnya...

Novel ini langsung dibuka dengan cerita yang membuat pembaca bertanya-tanya. Mengambil tempat di Sumatera Utara pada tahun 1995. Sebuah kerumuman orang berkumpul di sekitar gedung penangkaran burung walet berlantai 4. Mereka semua heboh karena melihat seorang wanita sedang duduk di atas lantai 4 itu tanpa baju sehelai pun. Wanita itu adalah Marhara, seorang gadis baik-baik, cantik, dan kesayangan banyak orang. 

Sungguh mencengangkan ia bertingkah seperti orang gila seperti itu. Segala bujukan keluarganya dan orang-orang untuk turun dan memakai baju, tidak diindahkannya. Ia baru mau menurut saat Togi datang, pria yang baru saja dikenalnya di tempat kerjanya di sebuh hotel.

Sayangnya setelah dibujuk Togi itu, Marhara menghilang dan tidak pernah pulang ke rumah.
Ketika sudah dua minggu berlalu, dan tidak kunjung diketahui juga keberadaan Marhara, keluarganya meminta bantuan kepada teman-temannya untuk mencari.

Tim Pencari

Akhirnya 4 orang teman Marhara pergi mencari temannya yang menghilang itu. Mereka terdiri dari 3 wanita dan seorang pria. Yunika, gadis yang tampak tidak punya masa depan karena kerjanya hanya berhutang sana sini. Namun, ternyata memiliki seorang kekasih yang sangat mencintainya walaupun mereka terhalang restu keluarga. Alea, wanita cantik yang bekerja sebagai caddy girl di sebuah lapangan golf, walaupun sebenarnya ia juga mennjadi mucikari yang kerap berurusan dengan pria-pria kaya hidung belang. Alea juga mempunyai indra keenam dan bisa berkomunikasi dengan makluk halus. Dinda, gadis tomboy yang berakhir menjadi seorang mudin, pengurus mayat di kampungnya. Sedangkan Boy adalah teman mereka yang telah lama menyimpan rasa suka kepada Alea.

Yang saya suka adalah setiap karakter terasa hidup, apalagi dengan latar belakang kisah mereka yang unik. Membuat kita tidak kesulitan menikmati ceritanya walaupun banyak karakter yang disajikan pada novel ini. Setelah selama ini bacaan saya seputar masyarakat perkotaan, membaca karakter dengan latar Sumatera Utara ini terasa fresh. Belum lagi percakapan, kebiasaan, pekerjaan dan keseharian mereka, sangat menggambarkan kearifan lokal.

Pulau Habubuhan yang membuat penasaran

Dari info yang diperoleh, Marhara dibawa oleh Togi ke Habubuhan. Sebuah pulau yang harus ditempuh menggunakan kapal ferry dari Riau. Setibanya di Pulau Habubuhan, banyak keanehan yang mereka lihat. Mulai dari betapa terbelakangnya kemajuan teknologi dibandingkan tempat mereka, banyaknya wanita gila yang berkeliaran di pulau itu, kepala adat yang mencurigakan dan orang-orang pulau yang sepertinya menyimpan rahasia.

Dari awal saat tahu Marhara hanya mau menurut kepada Togi, saya sudah mengira kalau Togi pasti menjampi-jampi Marhara. Saya kira alasannya hanya sebatas cinta tidak terbalas. Tapi ternyata, banyak hal misteri di pulau Habubuhan yang melatarbelakangi perbuatan Togi. Termasuk latar belakang kenapa banyak sekali wanita gila di pulau itu. Sayangnya saat empat sekawan itu menyadarinya, semua sudah terlambat. Pilihannya hanyalah, menjadi gila di Habubuhan atau berusaha kabur dengan taruhan nyawa.

Tempo cerita dibuat dengan banyak kejutan, membuat kita selalu penasaran dengan kelanjutannya. Sampai-sampai 217 halaman buku ini terasa cepat sekali diselesaikan. Ketegangan demi ketegangan, selain membuat penasaran, juga membuat greget, sedih, lega, jijik, mual semua campur aduk menjadi satu.

Salah satu yang membuat saya mual adalah saat salah satu dari mereka diperkosa oleh beruk di tengah hutan 😭😭. Takut buat lanjut, tapi saya penasaran... Belum lagi adegan berdarah bacok sana sini. Untung saja yang hubungan intim ga dibuat terlalu gamblang oleh penulisnya.

Saya kagum sekali dengan penulis yang bisa meramu cerita sekeren ini. Kak Jid, you rock!

Apakah akhirnya mereka berhasil keluar dari pulau terkutuk itu? Silahkan baca sendiri yaa.. Saya tidak mau ngasi spoiler. Hehehe.. Tapi yang pasti saya suka dengan ending yang disajikan karena semua masalah terselesaikan dan tidak bersifat open ending

Terinspirasi dari kisah nyata

Pulau Habubuhan itu memang hanya tempat fiktif. Nanum, ternyata kisah buku ini terisnpirasi dari kisah nyata. Walaupun juga banyak ditambahkan dengan bumbu fiksi. Kisah 4 sekawan yang pernah mengalami hal tidak mengenakkan. Sang penulis, Kak Jid, bahkan memberikan kepada saya foto empat sekawan Dinda, Marhara, Alea dan Yunika  (bukan nama sebenarnya). Otomatis membuat saya merinding disko membayangkannya. Huhu...



The Rating

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati mebaca buku Perawan Tak Boleh Pulang ini. Bahkan dibandingkan dengan cerita-cerita I Majid lain yang pernah saya baca. Jujur saja, buku ini melebihi ekspektasi awal saya. Ketegangannya, hal-hal magisnya, persahabatan mereka, semua menyatu membentuk cerita yang luar biasa. 

Kekurangan buku ini paling menurut saya, saya agak sulit membayangkan para wanita memutuskan pergi ke suatu tempat yang mereka tidak tahu kondisinya. Entah kenapa, saya merasa alasan mereka untuk berangkat, termasuk keluarga mereka mengijinkan pergi, agak kurang kuat. Kecuali Yunika, yang memang dalam kondisi sangat membutuhkan uang dan dijanjikan akan memperoleh bayaran yang setimpal. Namun, dengan kekurangan itu, saya akan tetap memberikan 4 bintang untuk Perawan Tak Boleh Pulang karya I Majid ini. Ini adalah novel lokal terbaik yang saya baca tahun ini.  


Perawan Tak Boleh Pulang
Penulis : I. Majid
Penerbit : CV Sinar Pena Amala
Cetakan Pertama, Maret 2021
ISBN: 978-623-6190-25-8


Saturday, 29 May 2021

Reportase Asik Dunia Literasi Mei 2021


Senang sekali akhirnya saya bisa meluangkan waktu kembali untuk update di sini 😍. Setelah semua ke-hectic-an saat asisten pada mudik, saya juga ada jadwal sertifikasi di kantor yang mengharuskan membaca banyak modul agar bisa lulus πŸ˜†. Bikin saya jadi ga bisa mengumpulkan mood buat nulis dan membaca seperti biasanya. Saya bahkan belum sempat buat ngirim hadiah giveaway tempo hari. Huhu.. Maafkan, bukan bermaksud php kok. Insya Allah minggu depan saya mulai kirim-kirim yaa.. 😊

Nah, menjelang akhir Mei 2021 ini, alhamdulillah semua sudah kembali back on track. Akhirnya saya pelan-pelan bisa melakukan waktu untuk hal yang disenangi, apalagi kalau bukan tenggelam dengan bahan bacaan, dan menulis di sini. Hehehe..

Oiya, mumpung masih bulan syawal, saya mengucapkan mohon maaf lahir batin yaa. Saya minta maaf apabila selama berinteraksi di sini atau di tempat lain ada kata-kata saya, komen, atau tulisan saya yang tidak pada tempatnya dan menyinggung hati. Saya harap dapat dibukakan pintu maaf yang seluas-luasnya.. πŸ™‚

Sesuai judul pada postingan ini, mulai bulan Mei 2021 ini, saya berencana membuat label baru yaitu Reportase. Berisi Reportase Asik Dunia Literasi, tulisan tentang peristiwa terkini di dunia buku, kepenulisan, penerbitan dan berbagai hal terkait dunia literasi. Isinya ga selalu berita besar, bisa jadi aja juga hanya hal-hal receh. Suka-suka mood yang nulis lah pokoknya, lagi tertariknya dengan pembahasan apa 🀣.
 

Nah, untuk Reportase perdana kali ini, ada 3 Reportase Asik, atau kedepannya saya akan sebut Resik 😁.  Ini dia:

1. The Writers' Show GWP 2021

Akhinya lomba menulis novel dari grup Gramedia kembali dibuka. Setelah tahun kemaren pesertanya membludak sampai ribuan, ajang The Writers' Show (TWS) ini menjadi lomba menulis novel yang banyak peminatnya dan paling ditunggu-tunggu. Hadiahnya tentu saja naskah nanti akan diterbitkan oleh salah satu penerbit di grup Gramedia.

Berikut beberapa info yang kamu perlu tahu tentang TWS 2021:
  • Registrasi dibuka sampai dengan 30 Juni 2021 melalui link http://tiny.cc/tws2021
  • Naskah diupload pada platform gwp.id
  • Tema yang diangkat adalah realistic fiction dengan tokoh remaja (rentang umur 15-21 tahun)
  • Panjang naskah 30-40 ribu kata
  • Naskah harus sudah tamat pada 31 Juli 2021


Berminat ikut? Saya sih berminat 😁. Tapi masalahnya, saya belum punya simpenan maskah sama sekali. Jadi ga tau bakal keburu beresin dalam dua bulan sesuai deadline-nya atau ga 🀣🀣. Tapi kalau daftar sih daftar dulu aja. Hahaha.. Masalah ceritanya bakal kelar atau ga, kita liat nanti πŸ˜….
Untuk info lengkap dan update TWS terbaru, rajin-rajin aja liat sosmednya di instagram @gwp_id

2. Penulis lengendaris buku anak, Eric Carle, tutup usia


Penulis dan ilustrator buku anak, Eric Carle, meninggal dunia di usia 91 tahun pada tanggal 23 Mei 2021 lalu. Ia menulis dan menggambar lebih dari 75 buku anak. Salah satunya buku ilustrasi Carle yang paling terkenal adalah 'The Very Hungry Caterpillar' yang diterbitkan tahun 1969.

 
The Very Hungry Caterpillar telah terjual lebih dari 55 juta eksemplar di seluruh dunia sejak pertama kali diterbitkan pada tahun 1969, isinya hanya terdiri dari 224 kata yang diterjemahkan ke lebih dari 70 bahasa. Mengangkat tema tentang perkembangan pertumbuhan ulat yang kemudian berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.

Walaupuan Carle telah tiada, ia akan selalu hidup melalui karya-karya yang mendapat tempat d hati orang-orang di berbagai belahan dunia.

3. Twitter viral tentang Tere Liye


Pada tanggal 24 Mei 2021 kemarin, dunia perliterasian sempat heboh karena tweet Kak Haris menanggapi unggahan Tere Liye.
Seperti yang kita tau, kasus pembajakan buku di Indonesia memang cukup parah. Banyak buku-buku karya penulis terkenal dibajak, dicetak ulang dan dijual murah. Hal ini cukup menbuat geram para penulis, dan Tere Liye memang terkenal cukup vokal tentang masalah ini.

Menanggapi unggahan Tere Liye tersebut, Kak Haris mencuit di twitter seperti ini:


Mas Haris ini bukan penikmat buku kemarin sore. Dari dulu ia aktif di berbagai acara literasi. Rajin membahas tentang buku juga di instagramnya @kanvaskata.books dan youtube channelnya Kanvaskata.

Pembahasan ini memunculkan dua kubu, ada kubu yang sependapat dengan Kak Haris yang merasa Tere Liye terlalu berlebihan. Karena kesannya jadi ngebego-begoin penggemaranya sendiri dan malah bikin illfeel. Sedangkan kubu satu lagi adalah yang merasa memang sikap Tere Liye sudah tepat dan memang seharusnya seperti itu.

Saya sendiri tentu saja sangat-sangat menolak keras yang namanya plagiarism, apapun bentuknya. Tapi kondisi sekarang membuat kita punya peer besar untuk mengedukasi orang-orang tentang itu. Membuka kepedulian orang yang selama ini 'cuek' atau bahkan 'tidak peduli' dengan hak cipta. Tapi apakah mengedukasi harus sampai mencap orang dengan label 'dungu dan goblok'? Itu saya kembalikan ke pribadi masing-masing.

🌏🌏🌏

Demikian postingan Resik kali ini. Mudah-mudahan bulan depan ada peristiwa menarik lagi buat ditulis jadi Resik bisa dirutinkan 😁.

Kalau kamu, ada berita asik apa akhir-akhir ini? Share juga di komen yaa.. Kita saling berbagi cerita biar seru πŸ˜‰.


Bonus foto duo kakak yang sangat banyak membantu Mama Ica di tengah ke-hectic-an bulan ini 😁

Tuesday, 11 May 2021

Randomness Inside My Head: The book about tales of loss and of hope

Akhirnya saya berkesempatan membaca karya Rijo Tobing yang lainnya 😍😍. Setelah sebelumnya saya sempat mengulas tentang buku kumpulan cerpen berjudul The Cringe Stories karya Rijo Tobing, kali ini saya membaca bukunya yang berjudul Randomness Inside My Head.

Randomness Inside My Head
Buku yang menemani perjalanan ke kantor saya beberapa hari belakangan
 
Blurb
At first
It was a soft bursh against my knucles. I held my sight to ground, wasn't sure of what to do. I kept walking and so did you. Your hand cought my wrist and slowly reached my palm. Our hands were entwined and my heart skipped a beat.
It was already dusk and blackness was around us. But I culd see clearly your figure as I was walking backwards down the hills. There was a spring in my steps and confentment in my gait. I waved at you once before I turned around and walked away. I believed I didn't leave that day to forget you.
I embraced myself as I watched the rain fall to the gound, giving life to everything below. The dream was only an interlude among the falling rain. A reminder of a fine memory of you and my life before.

The tales of loss and of hope

Berbeda dengan buku sebelumnya, kumpulan cerita disini dituangkan dalam bahasa Inggris. Total ada 12 cerita pendek. Sesuai dengan judulnya buku ini bercerita mengenai beberapa hal beragam (dan random). Random di sini maksudnya tema yang diangkat masing-masing cerpen benar-benar berbeda. Kalau kata Kak Rijo di akhir buku, ini adalah the tales of loss and of hope.

Hebat ya Kak Rijo, hal random di kepalanya bisa jadi buku 😍😍. Sedangkan hal random di kepala saya masih seputar, ntar pesen tajil apa ya? Atau ga, kalau saya tiduran lagi sebentar, anak-anak makannya jadi terlalu kesiangam ga ya? Dan hal-hal random ga jelas lainnya. Hahahha.. πŸ˜†
Baca juga  5 Tips Menulis Cerpen dari Rijo Tobing

12 Stories

12 cerita pendek pada buku ini yaitu:
  1. Bid You Farwell
  2. Ali, the Beggar
  3. Listened To My Mother
  4. Better Be Single
  5. The Fire Exit
  6. (One of too) Many Girl Friends
  7. Reunion
  8. Take a Peek
  9. A Short Break
  10. Interlude
  11. Missed You, Oppung
  12. Prince Charming
Cerpen pertama berjudul Bid You Farewell, menurut saya sangat menggambarkan judul buku ini. Karena kisah dituturkan dari POV orang pertama, dan membuat kita ikut menyelami isi pikiran sang tokoh (randomness in her head). Cerpen pertama ini hanya 4 halaman, tapi menurut saya ceritanya nendang banget. Apalagi akhirnya farewell, saat ia menerima berita kehilangan melalui telpon 😒.
What was left of my broken heart was shattered to pieces. I gave you a piece of it to take to eternity -  page 4, Bid You Farewell 
Walaupun ditulis dalam bahasa inggris, membaca buku ini terasa sangat mengalir. Bahkan kalau boleh jujur, saya lebih menikmati cara penuturan Kak Rijo Tobing di buku ini dibanding buku sebelumnya. Paling ada beberapa detail yang menurut saya agak kurang, mulai dari beberapa latar tempat yang memang tidak dijelaskan dimana atau detail para tokoh. Misal di cerita Take A Peek. Menceritakan seorang pemuda miskin bernama Wanto yang penasaran ingin melihat bagian dalam mobil mewah Vellfire. Akhirnya ia mencoba mengendap-endap untuk masuk ke mobil itu. Ternyata di dalamnya ada anaknya yang punya mobil, young girl and young boy. Nah, karena ga dijelasin rentang umurnya, awalnya saya kira mereka kaya balita gitu πŸ˜…. Tapi makin ke akhir-akhir, dari cara ngomongnya kaya udah teenager. Hehehe.. Bukan hal krusial sebenarnya, tapi ini karena saya kalau baca cerita suka ngebayangin visualisasinya di kepala.

Selain cerita yang beragam, tokohnya pun juga tidak monoton karena berasal dari berbagai latar. Misalnya pada cerita Ali, The Beggar, menceritakan Ali anak yatim piatu yang hidup di jalanan. Oiya, ini salah satu cerita favorit saya walaupun akhirnya tragis 😒. 
He said, that's life. Many things were not in order like they should have been - page 7, Ali, The Beggar
Ada cerita tentang pemuda pengangguran yang bahkan SMA aja tidak tamat, di Take A Peek. Ada cerita tentang seorang pria kaya raya yang penghasilan per bulannya sampai ratusan juta di cerpen Prince Charming. Ada juga cerita cinta monyet sepasang pelajar, yang ketemu kembali di acara renuian sekolahnya pada cerpen Reunion. Ada juga yang mengambil tempat di sebuah perkantoran, yang menceritakan sebuah tempat di tangga darurat berjudul The Fire Exit. Ada juga cerita tentang anak 10 tahun yang harus terbang sendirian dari Singapore ke Chicago untuk merayakan natal bersama ayahnya pada cerita A Short Break dan cerita-cerita lainnya.
Baca juga tulisan tentang buku kumpulan cerita lainnya di: 

The Rating

Berbeda dengan buku The Cringe Stories sebelumnya, yang cerita-ceritanya nyaris ga ada yang happy ending dan membuat cringe banget di endingnya, buku Randomness In My Head ini menyajikan paket komplit. Dari yang berakhir tragis, sampai yang manis juga ada. Saya sangat menikmati membaca kisah pada buku ini. Jadi, tentu saja saya merekomendasikan buku ini buat kamu. Apalagi buat yang ingin mencoba membaca buku Bahasa Inggris yang ringan dan mudah dimengerti, sekaligus menyajikan cerita yang menarik. 3.5 bintang untuk buku Randomness In My Head ini.
Randomness Inside My Head
Penulis : Rijo Tobing
Cetakan ke 2 September 2016
ISBN 978-602-6300-12-6
124 halaman

Kalau kamu, hal random apa yang ada di pikiran kamu saat ini?


Friday, 7 May 2021

Hindari 5 Hal Ini di 3 Bab Awal Novelmu!


Ga kerasa lebaran tinggal dikit lagi ya guys. Dan kusediiih ga bisa mudik 😭😭. Padahal para asisten sudah pada mudik. Jadi sekarang di rumah lagi hectic banget sama anak-anak, kerjaan rumah, sampai kerjaan karena saya dan suami belum mulai cuti. Sampai Papa Tommy bilang, kayaknya abis lebaran kita bakal kurusan 🀣🀣.

Jadi dari pada pusying, mending nulis aja lah yaa πŸ˜†. Apalagi nulisnya sekarang bareng Abi lagi. Berbagi sedikit Tips Menulis yang mungkin udah banyak yang tau, tapi bisa jadi juga masih ada yang belum tau kaan..

Baca juga tulisan tips menulis kolaborasi saya dengan Dimas Abi 

Seperti yang pernah saya cerita di postingan Tips Menulis Sinopsis untuk Editor, jadi biasanya editor tidak akan membaca semua dari awal sampai akhir setiap ada naskah yang masuk. Untuk memutuskan sebuah naskah diterima atau ditolak, editor hanya akan membaca sinopsis dan 3 bab pertama. Itu artinya, 3 bab pertama novel kamu benar-benar berperan penting untuk menentukan nasib draft novel kamu berikutnya πŸ˜†.


Baca juga Tips Menulis Sinopsis Novel untuk Penerbit
Jadi, pada postingan kali ini, saya dan Abi akan membahas tips agar 3 bab awal novel bisa memikat editor. Kita mulai dari, 5 hal yang tidak boleh ada di 3 bab awal novel, yaitu:

1. Jangan Awali Novel dengan Hal Klise

Apa itu hal klise? Dari wikipedia, saya mendapatkan arti sebagai berikut: 
KlisΓ© atau klise adalah ekspresi, ide, atau elemen karya seni yang terlalu sering digunakan sehingga makna atau efek aslinya memudar, bahkkan sampai terdengar menyebalkan, apalagi ketika elemen tersebut awalnya dianggap bermakna atau baru.
Kalau saya tidak salah menyimpulkan hal klise di sini, kalimat pembuka atau kalimat pertama di draft novel diusahakan menyajikan sesuatu yang berbeda, bukan hal itu-itu saja. Saat mengikuti Bootcamp Gramedia Writing Project, Mba Didiet (editor GPU)  memberikan contoh-contoh kalimat pembuka yang klise seperti : menggambarkan cuaca (angin berhembus, burung berkicau, ...) dan suasana bangun pagi yang diawali dengan weker berbunyi. 

Kabarnya, kalau editor membaca draft novel dimulai dengan kata-kata ini, mereka jadi agak ogah-ogahan untuk melanjutkan membaca πŸ˜†.
Buat contoh-contoh lain sebenarnya saya juga belum terlalu kebayang πŸ˜†πŸ˜…. Kalau kamu punya contoh kalimat klise lain, share di komen yaa..

2. Jangan bikin bingung pembaca karena terlalu banyak detail

Sebagai penulis, kadang kita sudah punya banyak adegan menari-nari di kepala, lengkap dengan detail tempat, adegan dan orang-orang yang berperan pada cerita kita. Tapi itu bukan berarti kita harus langsung menjelaskan semuanya pada awal cerita.
Susun plot serapi mungkin, agar 3 bab pertama tidak terlihat loncat-loncat karena semua pengen diceritain tapi ujung-ujungnya malah membuat pembaca bingung ceritanya akan dibawa kemana πŸ˜†.

Ceritakan secukupnya dan seperlunya, tidak perlu semuanya dijelaskan di awal cerita.
Contohnya, kamu tidak perlu menghabiskan sampai  sehalaman penuh untuk menceritakan detail lokasi latar dari novel itu.

Salah satu quote menarik dari training yang saya ikuti dari Rosi Simamora (editor dan penulis) adalah: 
Jangan terlalu banyak pindah setting. Pembacamu perlu dibuat “betah” dan penasaran dalam 3 bab pertama naskahmu dan bukannya dibuat bingung dan mengalami disorientasi karena tidak tahu harus fokus ke karakter atau peristiwa yang mana.

3. Menceritakan aktivitas yang tidak bermakna

Walaupun novel adalah sebuah cerita fiksi, tetapi setiap adegan yang muncul pada novel kita adalah sesuatu yang bermakna. Setiap kejadian harus ada tujuannya dan menggerakkan cerita kedepannya. Oleh karena itu, hindari adegan yang tidak ada maknanya apalagi di 3 bab awal novel. 
 
Apa saja contoh aktivitas yang tidak bermakna?
Misalnya obrolan basa-basi para tokoh bertukar kabar yang bisa mengambil tempat setengah halaman sendiri πŸ˜† Mungkin bisa disingkat menjadi "Setelah saling menyapa, Ardi pun bertanya ..."(langsung masuk ke tujuan kenapa para tokoh ketemu).

4. Belum ada konflik yang muncul

Buat teman-teman yang sudah pernah membaca postingan saya tentang membuat plot novel menggunakan Save The Cat, Jessica Brody  menyebutkan kita harus memunculkan katalis maksimal pada 20% awal novel. Jadi lebih baik, pada bab 3 itu sudah muncul katalis dari cerita ditulis.
Apa itu katalis? Katalis adalah sesuatu yang merubah hidup si tokoh utama, katalis juga menjadi alasan orang memilih membaca novel kita. 
Katalis bisa macem-macem, kalau di romance bisa seperti kemunculan anak baru di sekolah, atau diputuskan setelah sekian tahun pacaran. Kalau di genre fantasi mungkin dapat berupa masuk ke tempat ajaib. Kalau genre misteri mungkin bisa berupa pembunuhan di tempat tertutup.
Baca juga pembahasan tentang katalis novel pada Save The Cat! Cara Jitu Menulis Novel   

5. Hanya berisi perkenalan tokoh

Pada sebuah cerita, biasanya ada tokoh utama (protagonis), antagonis (yang menghalangi protagonis mencapai tujuannya), dan beberapa pendamping lainnya. Nah, pada 3 bab awal, lebih baik kamu fokus ke karakter-karakter penting dulu aja dan apa yang terjadi pada hidupnya.

Tidak perlu sampai segala orang di rumahnya, atau teman sekolahnya diceritain semua. Ini kesalahan umum biasanya dari penulis pemula, bab awal hanya diisi dengan pengenalan banyak tokoh.
Dari pada begitu, lebih baik fokus pada karakter kunci saja dan kejadian-kejadian yang menimpa dia. Tokoh lain bisa pelan-pelan diceritakan seperlunya setelah itu.

Contohnya dari pada sibuk memperkenalkan nama, tempat tinggal, sifat, dan pekerjaan protagonis, sampai siapa teman kantor dan bosnya, lebih baik bab awal novel langsung diisi dengan protagonis sedang marah-marah di kantornya. Ini akan menjelaskan secara tidak langsung sifat dan pekerjaan sang protagonis.
😊😊😊  

Demikian 5 hal yang harus kamu hindari dalam menulis 3 bab pertama novel. Setelah membahas apa yang harus dihindari, adakah yang penasaran apa saja yang justru harus ada di 3 bab pertama novel? Semua akan dikupas tuntas oleh Abi pada postingan :

TIGA BAB YANG MENENTUKAN


Sampai ketemu di tips menulis berikutnya yaaa.. Adakah yang punya ide, tips menulis apa enaknya yang saya dan Abi bahas di postingan berikutnya? Share di komen yaaa 😊

Saturday, 1 May 2021

Jadi jawabannya adalah...

Halo selamat siang semuanyaa..

Tidak kerasa udah masuk bulan Mei aja yaa.. Gimana puasanya buat teman-teman yang puasa? Semoga lancar yaa.. Buat teman-teman yang ga puasa, jangan lupa makan siang. Hehehee.. 😁

Sesuai janji pada postingan sebelumnya, pada hari ini aku akan jawab beberapa pertanyaan temen-temen. Ternyata yang ikut Giveaway di postingan Helo April nya lumayan banyak jugaa. Senangnyaa.. 😍😍 Makasii yaaa teman-teman semua, buat partisipasinya. Baca komen temen-temen terhadap blog ini sungguh menghangatkan hati. Bahkan kalau lagi ga semangat ngeblog, aku suka reread komen temen-temen lagi, rasanya jadi dapat semangat baru buat posting-posting di sini.

Sekali-kali yang punya blog ikut nampang gpp yaa.. 
Mudah2an ga mengganggu pemandangan πŸ˜†πŸ˜†


The Answers

Sabar ya, sebelum ngumumin pemenang, aku mulai dengan menjawab pertanyaan dulu yaaa.. Ini akan panjaaangg, karena aku sangat sangat mengapresiasi pertanyaan yang masuk 😍 dan mencoba jawab sebaik mungkin. 

Lia : Sejauh ini di tahun 2021, adakah genre buku baru yang Kakak explore? So far apakah udah ketemu buku baru yang menjadi favorit Kakak di awal tahun ini? 

Tahun ini sepertinya aku mulai membuka diri untuk baca buku-buku jebolan wattpad. Walaupun bukan genre baru banget, tapi itu sebenarnya di luar zona nyaman aku selama ini. Oiya, nanti aku juga bakal review sebuah buku jebolahn wattpad dengan tema yang tidak biasa, gabungan misteri, horor dan local legend 😊.

Wait Lia, aku liat contekan di goodreads dulu buku apa aja yang udah dibaca tahun ini. Hehehe.. 

Aku sekarang lagi baca sebuah series petualangan anak berjudul A Series of Unfortunate Event karya Lemony Snicket. Cerita tentang 3 anak yatim piatu yang dikejar-kejar pamannya yang jahat untuk dapat menguasai harta peninggalan orang tua mereka. Bukunya ringan dan baguuuss.. 

😻😻😻

Mba Ike Mba Thessa, apakah ada buku yang author nya orang Jerman? Wenn da etwas ist, review donk..Vielen dank...

Kayaknya aku jarang banget baca buku yang author Jerman. Salah satu buku yang authornya orang Jerman yang pernah aku tulis di sini itu Parfume, karya Patrick Suskind. Tapi walau ditulis orang jerman, bukunya mengambil latar di Paris.
Bitte schΓΆn Mba Ike..

😻😻😻

Bayu Prinsip yng mba pegang dalam menjalani kehidupan apa mba? Saya tuh orangnya suka dilemaan. Prinsipnya nggk pasti. Sering berubah2 dan gampang rubuh. Jadi, saya perlu mendengatmr prinsip orang2 hebat seperti Mba Thessa.. πŸ˜…πŸ˜…

Wuaa, jadi malu dibilang orang hebat πŸ™ˆ. Padahal aku mah remah rangginang doang kok, Mas Bay..

Prinsip utama aku adalah "Positive Thinking". Beberapa kali temen aku bilang, kalau Ica orangnya selalu ceria dan positif. Mungkin keliatannya di luar memang begitu, tapi itu juga melalui afirmasi terus-terusan. Fake it till you make it. 

Aku beberapa kali mewujudkan hal-hal yang aku bayangkan karena aku selalu berpikiran positif itu suatu saat akan terwujud. Ditugaskan di divisi impian di kantor, melihat menara eifel, bahkan hari kelahiran anak-anakku sesuai dengan hari yang aku rencanakan dan afirmasikan (padahal normal, bukan cesar), dan mudah-mudahan sebentar lagi mimpi buat menerbitkan buku di penerbit mayor bisa terwujud. Doakan ya, Mas Bayu.. 

Jangan pernah berhenti bermimpi, dan percayalah suatu saat mimpi itu akan terwujud..

😻😻😻

Mba Reka : ada kepikiran atau rencana untuk menerbitkan buku? tapi dengan genre lain yang gak pernah terbesit sama sekali oleh kak Thessa. Misalnya genre misteri atau fantasy? :D

Kalau untuk misteri sepertinya belum ya, Mba Reka. Karena genre misteri itu risetnya ga main-main biar bagus, dan aku kayaknya belum sanggup. Hehehe.. Buku full fantasy juga harus kuat world building-nya. Walaupun pecinta fantasi, sepertinya aku belum sanggup untuk menciptakan imajinasi sebesar itu.

Tapiii, kalau buku romance dengan sedikit sentuhan fantasi, itu yang sedang aku kerjakan. 

Sedikit sneak peek dari Penerbit Katadepan

Aku sudah tandatangan kontrak dengan Katadepan, tapi buku masih dalam proses review oleh editornya. Mengingat antrian yang cukup panjang di meja editor, sepertinya belum tentu bisa dalam waktu dekat. Doakan yaa, Mba Reka dan teman-teman semuaa πŸ˜†πŸ˜†.

😻😻😻

Mba Tari : Apa rencana tante thessa livia, setelah ini ? akankah menerbitkan novel kembali, atau break sejenak untuk liburan setelah corona surut. terima kasih.

Pengennya memang menerbitkan novel, Mba Tari. Jadi selain naskah If I Met You First, aku juga punya naskah lain yang udah dipinang Gramedia Pustaka Utama.

Naskah 40 Hari Menjadi Ibu yang pernah aku ikutin waktu lomba GWP 2020

Nah kalau naskah yang ini, genrenya lebih ke drama keluarga. Banyak sedihnya juga. Beberapa beta reader yang baca, bilang mereka berkaca-kaca banget, bahkan ada yang sampai nangis. Ini belum sign kontrak dengan GPU. Tapi editor udah review naskah aku dan sekarang lagi tektokan buat bolak balik review. Doakan semoga bisa terbit juga di tahun ini yaa 😊.

Setelah corona usai, yang pasti aku pengen mudik ke kampung aku di ranah Minang. Sudah hampir 2 tahun aku ga mudik, sebelumnya karena hamil dan ga boleh naik pesawat, abis lahiran tau-tau covid sampai sekarang. Huhu.. Semoga pandemi ini segera beralu yaa..

😻😻😻

Mba Sella : Pertanyaan, siapa yang menggambar banner dulu dan sekarang untuk blog ini?

Banner yang dulu dan sekarang itu illustratornya sama. Aku bikin oret-oretan desainnya, Kak Agia yang mewujudkannya dalam bentuk ilustrasi. Dia alumni Seni Rupa ITB, dan aktif juga mendesain buku-buku anak. Coba aja kepoin di instagramnya di : @jiankin.illustrate

Oiya, kalau ada yang nyari ilustrasi, kamu bisa cari juga di grup facebook "Commission Corner Indonesa". Di situ kamu bisa open commiss misal buat ilustrasi apa, ntar akan banyak yang drop sampel karya dan price list. Ntar kamu tinggal pilih-pilih mana yang cocok..

😻😻😻

Mba Ghina : Aku kadang pengen ngereview novel jg, tp blm pede karena bingung memulai. Ada tips utk membuat riview nggak di tulisan mba ica? 

Kalau menurut aku, review novel di blog itu ga ada pakem bakunya. Aku pun review juga masih suka-suka dan ga jago juga πŸ˜†. Kalau boleh sedikit saran, mulailah dari hal apa yang paling berkesan bagi kita dari buku itu (bisa kesan baik atau tidak). Karena, bagaimana bisa membuat orang ikut tertarik membaca tulisan kita kalau kita sendiri aja tidak menemukan hal yang berkesan. Hehehe.. Kita pun nulisnya pasti semangat kalau udah ngena di hati kayak gitu. Banyak buku yang aku baca tapi ga aku tulis review di sini karena pas baca rasanya biasa aja, tidak ada yang berkesan banget. 

Setelah itu, baru lengkapi dengan sedikit sinopsis buku dan info-info lain tentang bukunya. 

😻😻😻

Mba Eya : Ini niih aku penasaran wkwkwk, Mba Thessa kan suka baca buku fantasi yaa? Pernah enggak Mba Thessa kepikiran buat nulis cerita fantasi? Atau pernah bayangin gitu cerita dengan latar dunia fantasi? 
Oiya, pertanyaan ini juga sama dengan pertanyaan dari Mas Herman  : Pertanyaan saya apa mbak ada keinginan menerbitkan buku bergenre fantasi?

Wuaa, jawaban atas pertanyaan Mba Reka di atas sepertinya cukup menjawab yaa.. Ini aku lagi garap novel If I Met You First, Mba Eya dan Mas Herman. Doakan yaa bisa terbit tahun ini di Katadepan 😍.

😻😻😻

Mba Endah: Ketiga, pertanyaan untuk mba Thessa adalah kalau misal mau menerbitkan buku lagi setelah Nikah Muda, rencananya genrenya apa? Kepo anaknya🀣

If I Met You First itu genrenya romance dengan sedikit sentuhan fantasi.

40 Hari Menjadi Ibu itu genrenya drama keluarga. Ada romance-nya juga, tapi itu lebih kental dengan drama keluaga yang mudah-mudahan dapat membuat pembaca mengambil nilai-nilai positif tentang parenting.

😻😻😻

Mas Dodo : Di bulan ini katanya Mbak Thessa ulang tahun. Yang ke berapa nih? πŸ˜€πŸ˜€πŸ™

Hahahha.. Aku udah berhenti ngitung umur sejak ulang tahun ke 20 (13 tahun yang lalu) nih, Mas Dodo. Jadi anggap aja aku masih 20 tahun yaaa 🀣.

😻😻😻

Mba Fanny : Pertanyaanku pribadi nih, mba, serius, itu beli rak bukunya custom ato beli jadi? hahahahaha. Aku sukaaaaaaa πŸ˜‚❤️❤️❤️. Rak-rak bukuku masih yg model plastik, dan kadang lemari biasa. Akutuh pengen custom, tapi ternyata muaahaaal ya bok. Masa cuma bikin lemari dr kayu di bawah tangga, ngabisin 10 juta wkwkwkwkwkwk. Aku mau cari referensi lain dulu nih. Jangan2 harga rak buku memang udh semahal itu :p. Kalo rak nya custom, bisikin pesen dari mana, kalo bisa budgetnya Juga πŸ˜….

Mba Faan, ini maksudnya rak aku yg putih di postingan Helo April, kan? Itu aku beli online Informa dari ruparupa.com. Beli pas diskon Halbonas cuma kena 1juta klo ga salah. Tapi peer banget itu karena beli online, jadi harus pasang dan rakit sendiri. Hahahha.. πŸ˜…

Kalau ga mau custom, coba aja kepoin aja ruparupa.com, Mba Fan. Atau ada juga rak buku Billy dari Ikea itu juga bagus menurutku.

😻😻😻

Mas Agus : 3. Bagaimana kalo mbak Thessa nulis buku misteri, sepertinya seru nih. Kalo tidak buku ya cerpen biar aku bisa dapat inspirasi juga. Entah kenapa aku suka genre misteri

Sama kayak jawaban aku ke Mba Reka, Mas Agus. Genre misteri itu risetnya ga main-main biar bagus, dan aku kayaknya ga sanggup. Hehehe. Tapi kalau cerpen boleh juga nih kayanya, pankapan aku posting di sini 😁. 

Justru selama ini Mas Agus yang udah ngasi banyak inspirasi buat aku nulis msiteri, loh πŸ˜†.

😻😻😻

Hicha : Mungkin udah banyak yang nanya, gimana cara Ica bagi waktu antara bekerja, mengurus keluarga, baca, dan nulis novel? dan apa rencana Ica ke depannya terkait dunia kepenulisan?

Hichaaa, ku juga ga taau itu gimana ngatur waktunyaa. Hahhaa.. karena ku juga masih juggling dengan semuanya. Tapi yang pasti, salah satu tips dari aku, kerjakan sesuatu sesuai porsinya. Saat di kantor, fokus sama kerjaan biar bisa cepet beres dan maskimal. Saat di rumah, fokus sama keluarga dan anak, ga usah bawa kerjaan pulang kalau ga terpaksa banget. Saat WFH pun begitu, aku pagi bangun, beresin semua kerjaan yang perlu diberesin, baru lanjut sama anak.

Kalau baca dan nulis, karena itu sifatnya hobi dan merupakan salah satu cara aku escape dari semua rutinitas, biasanya aku coba seling-selingin di antara jadwal sama keluarga dan kerjaan. When you love doing something, you somehow will always find time to do it πŸ˜†. Baca buku, mostly itu di perjalanan berangkat dan pulang kantor. Atau kadang malem pas anak-anak udah pada tidur. Makanya aku kalau namatin buku bisa lamaaaa. Satu buku bisa sebulanan. Kalau nulis, itu biasanya juga banyaknya pas di perjalanan, pagi weekend saat anak-anak belum bangun (karena kalau weekend mereka bangunya siang) dan kadang-kadang malem pas mereka udah pada tidur. 

Buat pekerjaan domestik, jujur aku dibantu asisten di rumah. Walaupun secara finansial aku ga berlebih, tapi aku tetap pake asisten. Karena aku ga mau udah sibuk sama kerjaan kantor, di rumah masih harus disibukkan sama kerjaan rumah. Aku lebih milih waktu di rumah buat dihabiskan sama suami dan anak-anak.

😻😻😻

Kak Zakia : Aku suka liat headernya kak, itu gambaran keluarga Kak Thessa ya? Berniat nambah anak lagi nggak kak? :D

Iya Kak, itu aku dan keluarga. Kenalin Kak, T5 family 😁. Harapannya sama kaya gambar di header, dengan rumah dikelilingin dengan buku-buku, semua yang di rumah memiliki kecintaan dengan buku kaya Mamanya. Hehehhe..

Bukannya ga mau kak, tapi aku takut ga bisa kasi waktu dan perhatian yang cukup kalau nanti nambah anak lagi. Sekarang aja 24 jam sehari rasanya kurang terus, Kak.. πŸ˜‚

😻😻😻

Mas Edot : Kalo pertanyaan, ada beberapa nih...moga nggak nyusahin ya haha
- Lebih suka beli buku baru apa bekas?
- Pendapat Mbak Thessa sama buku yang kondisinya bekas eks. rental (ada stempel, staples), masih tetap layak koleksi atau ada standar tertentu dari Mbak Thessa untuk buku-buku yang layak koleksi?
- Sering nggak beli buku akhirnya nggak dibaca? Terus gimana nasib buku-bukunya?
Sama sekali ga nyusahin kok, Mas Edot 😁. Kalau ditanya lebih suka buku baru atau bekas, aku akan jawab, lebih seneng buku murah πŸ˜‚πŸ˜‚. Kalau ternyata yang bekas lebih murah, aku bakal beli yang bekas. Ada minor defect juga masalah, asal ga ada halaman yang hilang, robek dan bergelombang. 
Kalau buku baru yang lebih murah, pasti lah aku lebih milih buku baru. 
Karena ga selamanya buku bekas itu lebih murah dari buku baru loh. Kaya baru aja beberapa hari yang lalu aku belanja di diskonan gramedia.com 90%. Masa ada beberapa buku yang aku incar harganya cuma 7ribu perak. Murah banget kan? 😍 Itu bukan komik, kalau komik kayak Conan dan Doraemon gitu aja yang 4ribuan.

Hahahha, pertanyaan terakhir ini ngena banget, Mas Edot πŸ˜‚. Bukannya ga dibaca sih, tapi nanti akan dibaca. Tapi belum tau kapan, beli aja dulu. Apalagi klo ada yang unhaul harga murah atau lagi diskon. Gini nih, aku lemah banget memang kalau masalah diskon πŸ˜…. Nasibnya? Masih tersusun rapi di rak memanggil-manggil untuk dibaca πŸ˜‚πŸ˜‚

😻😻😻

Mba Rini : Lalu pertanyaan yang dari dulu pengen saya tanyain tapi blom sempet-sempet ditanya, Bagaimana memenej waktu dari proses membaca buku sampe mereview di blog, termasuk gimana membagi waktu disambi kerja dan mengurus keluarga biar semuanya jalan. Saya rasa manajemen waktu Mba Thessa mungkin bisa saya dan temen-temen jadikan panduan karena saya gak pernah sukses membaca buku lalu mereviewnya di blog apalagi buku yang udah Mba Thessa review udah banyak banget (butuh waktu yang lamaaa banget buat saya untuk ngereview karena harus baca lagi bukunya berulang-ulang meskipun ujung-ujungnya gak pernah jadi karena jadi bosen sendiri)πŸ˜‚ udah nyerah duluan πŸ˜‚πŸ˜…

Di atas aku udah sempet jelasin saat jawab Hicha. Sebagai tambahan lagi, aku kasi tips untuk memanfaatkan teknologi. Aku banyak menulis di perjalanan (bisa satu jam lebih sehari untuk berangkat dan pulang kantor aku habiskan di jalan) biar waktu ga sayang dan terbuang percuma.
Tapi kadang ngetik di hp bisa bikin pegel jari juga kalau kebanyakan, jadi aku suka pake fitur voice to text di notes hp. Kita ngomong dan otomatis jadi tulisan 😍. Ntar pas lagi longgar di rumah, tinggal dirapiin aja. Biasaya aku langsung simpen di notes hp apa yang menarik dari sebuah buku setelah baca, Mba Rini. Biar ga terlalu lama waktu yang dibutuhkan buat beresin tulisan untuk tayang reviewnya. 

Sama kalau buat ikut training-training online di rumah, aku suka pake earbud bluetooth dan itu bisa sampai jarak 100m. Jadi tetap bisa dengerin training sambil ngejar-ngejar anak-anak. Ga perlu stand by depan laptop πŸ˜†.

Ayo semangat nulis reviewnya, Mba Rini 😊. Aku bahkan dulu postingan review buku cuma dua paragraf, jadi ga perlu terlalu detail dan membaca bukunya sampe berulang-ulang. Hehehe...

😻😻😻
Kak Mel : Bingung mau nanya apa Kak. Paling, aku mau minta tips gimana caranya supaya konsisten nulis di blog? Lalu, apa ada rencana nerbitin buku lagi?

Kak Mel, aku pun masih belajar buat konsisten nulis di blog. Jadi aku juga bingung sebenarnya buat dimintain tips-nya. Hehehhe.. Tapi berada di circle yang positif itu sangat-sangat membantu aku buat terus update blog. Berada di antara teman-teman blogger semua di sini yang selalu memotivasi untuk menulis. Jadi tipsnya, kalau  motivasi dari diri sendiri sudah mulai berkurang, cobalah cari motivasi dari circle yang positif. 

Rencana ada kak, udah aku kasi sneakpeek nya di atas. Tapi manusia hanya tempatnya berencana, dan Allah yang memutuskan. Semoga rencana ini bisa terwujud yaa 😊.

😻😻😻

The Winner

Sekarang masuk ke bagian tulisan yang ditunggu-tunggu. Hehehhe.. Ini dia pememangnya : 

Pemenang Pertama yang mendapatkan Speaker Bluetooth JBL: Peri Kecil Lia

Karena Lia yang pertama berhasil nebak penulis favorit aku. Yup, Neil Gaiman is one of my fav author 😍. Termasuk poin 2 dan 3 juga lengkap dijabarkan Lia yang bacanya sangat bikin hati berbunga-bunga. 

Pemenang Kedua yang mendapatkan saldo ewallet 100K :  
Rini Uzegan 

Karena Mba Rini juga nyebutin nama-nama penulis favorit aku yaitu Neil Gaiman dan Jonathan Stroud. Sedangkan Sandra brown, Sidney Sheldon, Agatha Christie, dan Daniele steels itu seperti safe author buat aku. Buku-buku mereka yang akan aku pilih kalau bingung mau baca apa, karena baca tulisan penulis-penulis ini ga pernah failed buat aku. 
Dan tentu saja juga karena komen Mba Rini di poin 2 dan 3 yang sangat mengahangatkan hati..

Buat pemenang lainnya, jujur aku bingung milihnya. Jawabannya sangat menyenangkan hati semuanya. Makasii banyaak yaaa πŸ’—πŸ’— Jadi untuk 3 pemenang lainnya aku pilih pake aplikasi random aja yaa.. 
Pemenangnya adalah : 


Kak Mel selamat udah mendapatkan buku Jejak Kenangan


Mas Bayu selamat udah mendapatkan Novel Nikah Muda


Mba Fanny selamat udah mendapatkan paket buku : Jalan-Jalan dan Cinta Terkalang karya penulis favorit aku Buya Hamka

Oiya, buat jawaban favorit author, sebenarnya aku punya banyak list favorit author. Beberapa udah sebutkan Lia dan Mba Rini. Untuk genre romance lokal, ada Ilana TanRomance internesyenel ada Nicholas Sparks dan Jenny Han. Ada juga Khaled Hosseini yang aku nobatkan sebagai penulis favorit kedua setelah JK Rowling. Saking suka banget sama buku-bukunya 😍.

Buat fantasi, ada Neil GaimanDarren ShanJames Dashner, dan Jonathan Stroud.

Bingo Winner

Ini seru banget sih waktu aku baca komen temen-temen. Apalagi yang greget kurang satu jadi ga bisa dapat bingo. Hehehe.. 🀣 

Paling banyak itu pada dapet 4 bingo. Ada beberapa yang bingo 4 dan aku kocok di aplikasi random. Dan pemenangnya adalah: 

Selamat yaa. Mba Eya berhak mendapatkan buku Love Me Again karya Indah Hanaco

Untuk semua pemenang, silahkan email alamat dan no hp untuk pengiriman hadiah ke : mywonderfulbooklife@gmail.com

Oiya, buat Mba Eya dan Mba Fanny, kalau buku yang didapatkan ternyata udah punya atau udah pernah baca, kabarin yaa. Biar aku ganti sama buku lain.

Update : Hadiah untuk pemenang aku baru bisa kirim abis lebaran ya.. (Kecuali yang ewallet Mba Rini yang sudah dikirim via gopay) 

😻😻😻

Ga kerasa udah panjaang juga yaaa.. Bikinnya udah nyicil dari kemaren, baru beres malam ini πŸ˜… Mana di awal postingan nyapanya selamat siang. Hahahaha..

Maaf ya buat teman-teman yang belum berhasil menang. Semoga ga kapok ikut seru-seruan di sini. Mudah-mudahan kapan-kapan aku bisa bagi-bagi hadiah lagi. 
Insya Allah pas buku baru aku terbit, aku janji bakal bagi beberapa buku itu gratis buat teman-teman di sini. 😊

Sampai jumpa lagi semuanyaaaπŸ’—πŸ’—

Friday, 23 April 2021

Selamat Hari Buku Sedunia 2021

Adakah yang tahu kalau hari ini tanggal 23 April ditetapkan sebagai hari buku sedunia atau World Book Day oleh UNESCO? Kabarnya tanggal ini dipilih UNESCO karena bertepatan dengan tanggal meninggalnya sejumlah tokoh sastra terkemuka, termasuk Miguel de Cervantes, William Shakespare, Inca Garcilaso de la Vega, William Wordsworth, dan David Halberstam.

Jadi, selamat hari buku sedunia buat kamu pencinta buku dimana pun berada πŸ’–πŸ’–

Kali ini saya cuma mau update singkat aja. Mau ngajakin teman-teman main bingo dengan tema buku. Ini format bingo yang udah saya buat:


Bingo didapat kalau kamu memenuhi semua poin di baris atau kolom yang sama. Misal untuk bisa dapet bingo no.1, kamu harus pernah baca buku klasik, baca buku populer tapi ga suka, buku yang dibeli karena covernya yang unyu, baca buku pinjeman, dan baca buku kumpulan cerpen. 
Kalau teman-teman ada yang dapat bingo, sebutkan di kolom komen nomernya yaa. Berlaku untuk buku yang dibaca selama setahun terakhir ya. Berarti sejak April 2020 sampai sekarang. Contohnya kaya gini:

Saya dapet 4 bingo πŸŽ‰πŸŽ‰
no 2, 4, 5, dan 7

Nanti, siapa yang dapat bingo terbanyak akan mendapatkan bingkisan buku dari saya 😁. Kalau ada beberapa yang dapat bingo yang sama, pemenang akan saya pilih acak pake aplikasi random.

Yuk yuk ikutan.. Kita ramaikan Hari Buku Sedunia 2021 ini πŸ˜‰. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Mei 2021 barengan Giveaway April yaaa..

Ditunggu komen-komennya 😁

Tuesday, 20 April 2021

Nara Lahmusi: Penulis yang berpikir akan mati besok, tapi tetap terus berkarya

Halo pembaca blog yang saya cintai 😍😍. Senang sekali akhirnya saya bisa nayangin lagi postingan berlabel Author. Kali ini, kita akan ngobrol bareng dengan seorang penulis yang sangat menginspirasi. Karena dengan keterbatasan keadaanya, ia masih mampu banyak berkarya. Yuk, kita ngobrol bareng dengan Nara Lahmusi.

🎊🎊🎊

Halo Kak Nara!
Terima kasih sebelumnya sudah meluangkan waktu untuk ngobrol bareng di blog ini. Sebelumnya, saya mau ngucapin selamat dulu karena karena Kak Nara berhasil menjadi pemenang pada lomba menulis yang diadakan oleh penerbit Katadepan. Yeeey!! πŸŽ‰πŸŽ‰


Buat yang belum kenal dengan penulis satu ini, sebelum mulai ngobrol bareng saya akan cerita sedikit tentang Kak Nara.
Nara Lahmusi adalah seorang engineer, lulusan dari teknik kimia yang sangat menyukai dunia literasi. Sampai sekarang, Kak Nara sudah menerbitkan 3 buku dari penerbit Gramedia. Mungkin buat teman-teman yang suka membaca melalui Gramedia Digital, pernah melihat karya Kak Nara terbaru yang berada pada rak best seller yaitu novel berjudul Inisial K. Selain sudah menerbitkan buku, Kak Nara juga berprestasi pada lomba-lomba menulis. Yang terbaru, Kak Nara berhasil menjadi juara 1 lomba menulis novel Katadepan Author Rising 2020 dan menyisihkan seribu lebih peserta lainnya. Sekarang juga naskah Factory Reset karya Kak Nara sudah lolos menjadi 5 naskah terbaik di lomba Belia Writing Marathon 4.0 yang diadakan oleh penerbit Bentang Belia.
Oiya, fun fact, Nara Lahmusi itu nama pena loh. Nama asli Kak Nara itu adalah Saiful Anwar. Dan sebelum menggunakan nama pena Nara Lahmusi, Kak Nara sudah banyak juga menerbitkan buku dengan nama pena Sayfullan.
"Di dalam otaknya yang kusut, terkadang dia berpikir akan mati besok." Ini adalah kata-kata yang tertera pada biografi penulis di buku-buku Kak Nara.
Kenapa Kak Nara sampai berpikiran seperti itu? Nanti hasil ngobrol bareng kita akan menjawab semuanya..

🎊🎊🎊

Ngobrol bareng ini kita awalin dengan ngebahas karya-karya Kak Nara dulu. Sampai sekarang sudah ada 3 karya karena apa yang sudah dibukukan yaitu:
  1. Things About Him (teen lit penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2018)
  2. A Sky Full of Stars (teen lit penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2019)
  3. Inisial K (metropop penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2020)
Selain 3 Karya di atas, sekarang Kak Nara lagi sibuk mengerjakan karya apa aja?

Alhamdulillah sekarang masih diberi amanah buat marathon nulis Factory Reset di Wattpad BWM4. Sesuai jadwal, tanggal 8 Mei harus sudah selesai. Doain lancar dan rezekinya Factory Reset untuk diterbitkan ya :).

Semangat untuk membereskan cerita Factory Reset-nya, Kak! Ini saya kasi sneak peek ceritanya buat kamu yang penasaran dengan cerita yang berhasil menyisihkan ratusan peserta lain 😁:

Wuaa, blurb-nya menarik 😍 Apalagi ada bumbu fantasinya juga..
Cerita Factory Reset dapat kamu baca di sini

Dari beberapa cerita yang pernah ditulis, naskah Kak Nara mana yang paling susah dalam pengerjaannya? Kenapa?

Factory Reset adalah naskah pertama saya yang on going. Sebelumnya, saya ordo penulis yang nulis-endapin-self edit-kirim editor. Jadi, lumayan kaget saat awal-awal marathon. Karena hasil tulisan hari itu,langsung diposting juga hari itu dan bisa dinikmati pembaca. Tentu ada rasa insekyur. Bagaimana nanti kalau naskahnya kurang maksimal, ada typo, struktur kalimat yang berantakan? Namun, berjalannya waktu saya mulai bisa beradaptasi dengan ritme ini. Alhamdulillah.

Wah, keren! Belia Writing Marathon (BWM) ini konsepnya memang beda dengan lomba menulis novel lainnya. Jika lomba menulis biasanya mengharuskan kita menyelesaikan naskah, di BWM kita justru harus marathon menyelesaikan dan mempublish setiap bab sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Konsisten dan menjaga semangat dalam menyelesaikan naskah adalah kunci dalam marathon ini. And you nailed it, Kak Nara πŸŽ‰ Semangat!

Pertanyaan berikutnya, apa sih menurut Kak Nara harus ada dalam sebuah naskah yang baik itu? Terutama gar bisa dilirik editor, atau menang lomba.

Selain teknik menulis yang baik yang bisa kita pelajari, menurut saya pribadi naskah itu juga harus punya value.Ada pesan yang ingin disampaikan oleh pembaca tanpa harus menggurui.

🎊🎊🎊

Setelah ngomongin karya, sekarang kita ngobrol tentang Kak Nara sendiri, yuk!

Lima kata ini adalah yang menurut Kak Nara paling menggambarkan dirinya

Saya selalu penasaran bagaimana para penulis mengembangkan dari sebuah hobi menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang. Kak Nara udah hobi menulis sejak kapan, sih?

Awalnya saya hanya hobi membaca. Hobi itu hadir saat saya yang masih SD menemukan dua novel Kakak di kamarnya. Lalu saya membacanya diam-diam setiap hari sampai tamat. Eh, mau nyari novel ketiga, udah ketahuan dan dilarang karena belum cukup umur. Hahaha. Setelah itu saya kayak kecanduan baca novel atau cerpen. Baru setelah tahun 2010, saya terpaksa menulis karena divonis gagal ginjal terminal.


Gagal ginjal? 😒 Pantas saja waktu itu sebenarnya saya pernah mendengar Kak Nara menyampaikan, kalau tidak sakit saya tidak akan kecemplung ke dunia kepenulisan. Ditambah dengan kata-kata Kak Nara di biografi yang bilang suka merasa akan mati besok. Sebenarnya apa yang terjadi, dan apa hubungannya dengan dunia menulis? Apakah ini ada hubungannya dengan yang menginspirasi Kak Nara dalam menulis?

Ya, saya harus menulis, kalau tidak mau pikiran-pikiran negatif mengendap di kepala. Karena di tahun itu (2010) saya benar-benar merasa di titik terendah; hidup bergantung mesin cuci darah, dikeluarkan sebagai engineer, dan ditinggalkan selamanya oleh Ibu saya. Tak ada yang bisa saya katakan waktu itu. Tak ada yang bisa saya keluhkan meskipun banyak sekali hal yang ingin saya utaran. Ajaibnya, lewat tulisan semua kekecewaan dan kesedihan itu bisa dikeluarkan.

Berawal dari curhatan yang saya bagikan di note FB, muncul komentar-komentar dukungan agar saya menjadi penulis. Titik itulah semangat saya bangkit. Saya mulai membeli banyak buku fiksi, membacanya, belajar, masuk kelas kepenulisan, ikut lomba, dan yang luar biasa, di dunia ini saya menemukan kebahagiaan dan kelegaan. Alhamdulillah dari tahun itu (2010) sampai 2017 dengan nama pena Sayfullan, sudah ada tujuh novel yang terbit. Lima novel terbit di Divapress, satu novel lahir di Penerbit Andi, dan satu diterbitkan oleh clover M&C. Baru di tahun 2018 Things about Him lahir dengan nama pena baru sampai sekarang.

Jadi, kalau ditanya inspirasi, saya menulis dari dorongan dan kegelisahan diri sendiri. Sesuatu atau hal terdekat.


Saya terharu baca cerita Kak Nara 😒. Ikut senang mendengar Kak Nara bisa menemukan kebahagiaan dengan menulis. 

Siapa orang yang paling berpengaruh buat Kak Nara dalam berkarya?

Orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan menulis saya adalah CEO Divapress, Pak Edi. Beliau yang pertama kali membuka gerbang dunia literasi buat saya. Melalui Lelang Nulis Novel dan Kampus Fiksi, saya yang seorang engineer belajar menulis fiksi dari nol. Dari tidak tahu peletakan tanda kutip, tidak paham dengan kalimat langsung, dan hal-hal teknis lain yang alhamdulillah saya dapatkan selama belajar di Kampus Fiksi. Dari Kampus Fiksi juga, saya berani membuka diri ke dunia luar setelah vonis sakit.

Wah, mendengar pengalaman Kak  Nara, saya jadi semangat juga nih buat lebih rajin belajar menulis dengan lebih baik. Terima kasih untuk inspirasinya, Kak. Walaupun kita tidak punya latar belakang pendidikan kepenulisan, asal ada kemauan untuk belajar Insya Allah jadi bisa lebih baik yaaa 😍😍.

Pertanyaan terakhir nih, apakah Kak Nara punya pesan-pesan untuk pembaca blog ini? Baik yang sedang berjuang menyelesaikan naskah, atau pun para pelahap buku.
Pesan saya,apa pun yang kalian perjuangkan saat ini,tetaplah bersabar dalam proses.

🎊🎊🎊

Bagaimana ngobrol bareng kali ini? πŸ˜† Mudah-mudahan dapat menginspirasi teman-teman di sini yaa. Semoga Kak Nara juga bisa terus menginpirasi dan sukses selalu dengan karya-karyanya. Di tengah jadwal cuci darah yang tetap berlangsung sampai sekarang, Kak Nara selalu menyempatkan diri untuk berkarya πŸ’–πŸ’–.
Buat kamu yang masih penasaran pengen tahu lebih jauh, Kak Nara bisa dikepoin di akun instagramnya @naralahmusi. Kalau kamu ingin membaca karya Kak Nara, kamu bisa dapatkan bukunya gratis loh..


Yuk, buruan ikutan giveaway-nya pada instagram di link ini
 πŸ˜πŸ˜

Oiya, Giveaway April berhadiah ewallet dan buku-buku masih berlangsung ya. Buruan ikut sebelum tanggal 25 April 2021 di sini

Ngobrol bareng Kak Nara sepertinya ga lengkap kalau kita tidak membahas ulasan bukunya di sini πŸ˜‰. Jadi pada postingan berikutnya, saya akan menampilkan ulasan dari buku Kak Nara. Ada yang bisa menebak, dari 3 buku di atas yang akan saya ulas yang mana? Share di komen ya tebakan kamu yaa...