Tuesday, 17 May 2022

Giveaway Langsung 3 Buku!

Selamat kembali beraktivitas setelah long weekend semuanyaaa 😊

Untuk menyemangati aktivitas kamu, aku dan Mba Eno mau bagi buku nih. Iya, bener, kalian ga salah denger, Mba Eno yang aku maksud di sini adalah blogger kesayangan kita semua pemilik creameno.com. Hehehe.. Ternyata, walaupun blognya ga aktif lagi, Mba Eno mulai aktif di instagram. Jadi, buat kamu yang kangen baca cerita dan tulisan Mba Eno, cus buruan follow @menocrea


Giveawaynya dibuka sampe tanggal 19 Mei 2022 di instagram aku @mybooklyfe. Buruan ikut yaaaa πŸ’–πŸ’–


Sunday, 15 May 2022

Gambaran Menyeramkannya Sosial Media pada Asinlit Novel 'Happiness Battle' karya Joo Youngha

Halo semuanya!
Apa nih buku gratis pertama yang kamu terima tahun ini? Waktu awal tahun, saya sempat menerima buku dari Gramedia untuk direview. Sebenernya novel Asianlit ini bukan tipe buku yang akan saya beli sendiri. Mungkin pembaca blog ini tau, safe read saya biasanya tidak jauh-jauh dari romance atau fantasy πŸ˜†. Namun, saya tidak pernah membatasi diri untuk membaca genre lain, apalagi kalau ketebalan bukunya masih acceptable. Hehehe.. Maklum, waktu membaca saya agak2 susah, jadi saya tidak mau terlalu ambisius membaca buku yang lumayan tebal 🀣.

buku Happiness Battle Joo Youngha


Jadi, buku Happiness Battle karya Joo Youngha ini tentang apa sih?

Blurb
Sepasang suami istri ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Apartemen High Prestige supermewah di Gangnam. Sang suami, Kang Do-joon, ditikam di punggung, sementara istrinya, Oh Yoo-jin, ditemukan tewas dalam posisi bergelantungan di pagar balkon. Ketika Jang Mi-ho mendengar tentang kematian Oh Yoo-jin, sahabat baiknya semasa SMA, ia pun terdorong untuk menyelidiki sendiri kasus aneh itu.
Mi-ho berhasil mengetahui bahwa Yoo-jin dan beberapa ibu TK terlibat “perang kebahagiaan” di media sosial, di mana mereka berlomba-lomba memposting foto untuk memamerkan diri bahwa mereka adalah orang yang paling bahagia, karena memiliki suami paling penyayang, barang paling mewah, dan anak paling pintar. Polisi secara resmi menyatakan bahwa Oh Yoo-jin bunuh diri setelah menikam suaminya, tetapi Mi-ho curiga bahwa alasan kematian Yoo-jin berhubungan dengan “perang kebahagiaan” ini. Juga berhubungan dengan USB misterius yang sepertinya diburu semua orang.
Namun, apakah kasus ini juga berhubungan dengan trauma dari masa SMA tujuh belas tahun yang lalu?

Sosial Media yang Menyeramkan

Kamu ngerasa ga sih, sosial media itu sekarang seperti tempat perang kebahagiaan? Semua orang berlomba-lomba terlihat paling sempurna di sosial media. Semua pun ingin nge-branding diri sendiri dengan label tertentu. 
Pada buku ini, korban dan teman-temannya terlibat perang kebahagiaan tersebut di sosial media. Ada yang memperlihatkan 'istri sempurna', 'ibu yang paling penyayang', atau 'istri yang paling dimanjakan suami' dan berbagai label lainnya. Mereka berlomba-lomba terlihat paling luar biasa. 
Namun, bagaimana jika perang kebahagiaan itu berujung maut? 

buku Happiness Battle karya Joo Youngha

Review

Yang pasti, setelah membaca buku ini, saya terbengong-bengong πŸ˜† Twistednya itu loh, saya ga ngira. Apalagi twistednya semata-mata bukan tentang pelaku kejahatannya saja. 

Awalnya ya, saya kira ini cuma tentang motif dibalik penyebab ditemukannya sepasang suami istri ditusuk dan tewas di apartemen mewah. Tapi ternyataaaaa..... wuaaa..... jauh lebih komplek dari itu. πŸ˜†πŸ˜† 

buku Happiness Battle karya Joo Youngha

Twisted berlapis, masa lalu yang akan mempengaruhi hidup bahkan belasan tahun kemudian, bagaimana sosmed begitu memporakporandakan hidup dengan perang kebahagiaan yang diperlihatkan, daan banyak lagiii πŸ”₯πŸ”₯

Rating

Kalau kamu suka membaca buku thriller yang tidak terlalu berat, cocok banget loh sama buku ini. 
Saya juga super super merekomendasikan buku ini buat kamu yang lagi belajar nulis novel dengan karakter yang kuat. Ini persis banget sama yang pernah diajarin editor saya, ada alasan setiap sikap orang mengapa seperti itu. Terutama tentang masa lalu dan trauma. Dan dibuku ini bener2 membuat kita bisa ikut merasakan betapa hidupnya karakter tokohnya karena trauma dan masa lalu mereka.. 
Untung bintang, saya berikan untuk Happiness Battle karya Joo Youngha ini 4.5 bintang 😍😍

buku Happiness Battle karya Joo Youngha


Oiya, selain buku ini, saya juga punya dua asianlit lagi nih yang belum dibaca. Ada buku Keigo Higashino yang Salvation of A Saint, bingkisan dari gwp.id saat saya menang lomba sambung cerita di instagramnya 😁. Sama satu lagi buku Haruki Murakami yang Dengarlah Nyanyian Angin, dari Peri Kecil Lia πŸ’–πŸ’–. Menurut teman-teman, saya baca yang mana duluan yaaa?

Sumber gambar gif : tapsnapblog & giphy.com


.

Monday, 9 May 2022

Tips Riset dalam Menulis Novel : Seberapa Penting Kah Riset dalam Menulis Novel?

Halo Semuanya! 

Mumpung lagi liburan dan sempat menulis, saya mau posting tentang Tips Menulis Novel, nih. Ga kerasa, udah cukup lama ternyata saya tidak update lagi di label ini. Kali ini saya akan membahas tentang riset dalam menulis novel, memang perlu?

Oiya, postingan kali ini tidak akan banyak cerita tentang teori ya. Hanya sekedar berbagi pengalaman saya sebagai penulis amatiran dalam menyelesaikan novel 😁. 

Let's get started... (dibaca dengan nada youtuber favorit anak2 saya πŸ˜…)

Beberapa waktu lalu, saat saya drafting naskah novel Adamina dan Akamu, salah satu teman sesama penulis Kak Nara Lahmusi mengirimkan WA ke saya, "Thes, itu film Ikatan Cinta kan baru ada selama masa pandemi. Sedangkan setting novel kamu kayaknya bukan ngambil kondisi pandemi." 

Saya waktu itu memang sempat mention novel Ikatan Cinta, hanya karena sebatas it ryhmes with the sentence πŸ˜…. Saat menerima komen ini, saya langsung searching keseuaiannya. Dan ternyata bener dong, jadi ga inline.. Hahaha.. Mana saya kan ga pernah nonton sinetorn, cuma tahu dari orang-orang yang ngomong doang. Saya langsng mengganti wording di draft itu. Moral of the story : jangan menulis apa yang kamu tidak paham 😁. 

Contoh lainnya, waktu editor saya mengedit naskah saya yang banyak mengambil setting beberapa tempat di luar negri, ia memberikan komen : "Deskripsi semua tempat di cerita ini, mungkin dari pengalaman Mbak Thessa sendiri sudah pernah berkunjung ke tempat-tempat itu, atau bukan? Editor kan tidak tahu. Jadi tidak ada salahnya dipastikan keakuratannya."

Ada lagi contoh pada buku terbaru saya, Semangat, Tante Sasa! atas masukan dari editor, waktu itu saya harus memastikan kesamaan waktu antara jadwal keberangkatan haji, jadwal akademik sekolah SD, dan hal simpel seperti kapan premier Lion King di bioskop.

Jadi, kebayang kan riset itu sepenting apa? 

Kurang riset juga bisa bikin pembaca greget loh. Saya pernah membaca salah satu naskah di wattpad yang mengambil setting negara 4 musim. Tapi setahun berlalu, cuaca yang digambarkan selalu auntumn πŸ˜†. Otomatis saya yang baca jadi mengernyitkan dahi, ini kok musim gugur sepanjang tahun yaa.. Hehehe.. 


Kalau tidak mau pembaca kamu mengernyitkan dahi membaca cerita kamu, riset itu sangat-sangat penting. Apalagi kalau kamu ingin cerita yang masuk ke hati pembaca saking riil-nya. 

Beberapa tips yang kamu bisa pake saat riset novel adalah: 

1. Jangan sungkan untuk ngobrol langsung dengan narasumber

Tahu kah kamu, dalam membuat novel Heartbreak Motel, Ika Natassa langsung ngobrol dengan artis kenamaan untuk menghidupkan karakter Ava. Salah satunya dengan Reza Rahardian loh. Pada naskah novel saya yang berjudul If I Met You First, dengan karakter seorang marketing pegawai perusahaan farmasi, saya juga ngobrol langsung dengan teman yang berprofesi sama. 

Jangan sungkan ngobrol dengan narasumber, ya..

Ngobrol langsung ini tidak hanya untuk riset karakter, tetapi juga bisa untuk riset tempat dan hal lainnya. Ngobrol langsung dengan orang yang pernah mengunjungi Gunung Himalaya buat kamu yang ingin menggunakan latar itu ke cerita misalnya 😁. Atau ngobrol dengan anak SMA jaman sekarang, saat kamu ingin mengangkat cerita teenlit sedangkan kamu mungkin udah angkatan kolonial. hehehe.. πŸ˜…

2. Kunjungi berbagai tempat

Mengunjungi berbagai tempat itu bagus banget loh buat refresh otak. Mengunjungi berbagai tempat baru juga memberikan tambahan ide-ide baru yang bisa kamu ambil untuk naskah yang kamu tulis. Sebagai contoh, saat akan membuat novelisasi Bung di Banda, Sergius Sutanto sampai tinggal sementara di Banda Naira untuk merasakan dan melihat langsung tempat Bung Hatta dan Bung Syahrir saat diasingkan Belanda. 

Oiya, kamu ga perlu khawatir, tempat untuk riset tidak harus jauh dan mahal kok. Contohnya aja, di Heartbreak Motel bahkan Ika Natassa memasukkan salah satu warung uduk di Kebon Kacang untuk bukunya. 

Kamu juga bisa mengambil tempat2 wisata yang unik, kota tua atau wisata budaya. Kalau kamu suatu saat berkesempatan keluar negri, ambil foto tempat sebanyak mungkin, rasakan ambiencenya, dan kapan-kapan jadikan latar di cerita kamu. 

Liburan dulu sambil healing guys 😁

Bagaimana kalau kamu tidak punya waktu atau budget untuk mengunjungi berbagai tempat? Tidak masalah, manfaatkan saja teknologi 😁. Kamu bisa browsing tentang pengalaman orang saat mengunjungi tempat itu. Kamu bisa nonton video youtube tentang orang yang jalan2 di sana. Suprisingly, di youtube ada banyak video hanya sekedar jalan -bahkan ada yang 3D- mengelilingi tempat2 wisata loh, di berbagai tempat di dunia. Setelah itu jangan lupa searching juga suhu di daerah itu. Banyangin deh kamu jalan2 di sana dengan suhu sedingin, atau sepanas itu 😁.  

3. Perhatikan kembali generation gap

Ada yang familiar dengan kata bokis, atau cembokur? Fiks kalau kamu tau, kita seangkatan πŸ˜‚ Jadi beberapa kata ini adalah bahasa gaul anak tahun 90an. Dan biasanya setiap angkatan punya bahasa gaulnya sendiri. Misalnya kamu pake istilah 'healing' di cerita latar 90an pasti ga akan cocok. Termasuk pake kata bokis dengan latar anak sekolahan jaman sekarang. 

Ups, salah bahasa nih kayaknya πŸ˜†

Tips berikutnya adalah, perhatikan kembali generation gap di cerita kamu. Riset mendalam mulai dari bahasa, kebiasaan, sampai ke tempat. Misalnya, jaman dulu kalau udah ke Taman Ria Senayan, udah asik banget. Kalau sekarang mungkin akan beda.. Taman Ria nya aja juga udah ga ada sekarang kan 🀣. 

4. Banyak baca buku

Membaca buku dengan genre sejenis, atau latar sejenis dengan naskah yang kita, bisa sangat-sangat membantu riset kamu loh. Kamu bisa juga baca buku non fiksi untuk riset novel kamu, misalnya buku sejarah untuk novel yang mengambil setting tempo dulu, atau buku psikologi populer untuk pendalaman karakter yang kamu bikin.


Opa Stephen King bahkan bilang 'If you want to be a writer, you must do two things above all others: read a lot and write a lot.' Berdasarkan pengalaman saya, membaca tidak hanya dibutuhkan untuk riset, tapi juga bisa untuk mengatasi kebuntuan ide.  

5. Manfaatkan teknologi informasi

Kita beruntung berada di era teknologi informasi seperti sekarang. Kalau ada yang ingin kita cari, kita tinggal mengetikkan di google. Tidak akan ada nge-judge, se-silly apapun pertanyaan kamu. Hehehe.. Tapi sayangnya nih, masih banyak aja yang katanya pengen jadi penulis, tapi males banget buat riset. Kamu jangan gitu ya, guys 😁 


Demikian postingan tentang tips riset dalam menulis kali ini. Intinya, riset bisa dari mana saja. Asal ga males aja. hehehe.. Tetap semangat yaa buat kamu yang lagi mencoba membereskan naskah 😊


Sumber gambar baby gemes : giphy.com


Tuesday, 3 May 2022

The Book You Wish Your Parents Had Read

Apa buku parenting menarik yang kamu baca akhir-akhir ini? Saya menemukan buku parenting menarik berjudul Book You Wish Your Parents Had Read by Philippa Perry. Saya awalnya suka dengan judulnya. Sampe bela2in nyari bukunya di Periplus, tapi seperti buku impor lainnya, harganya bikin saya mikir lama mau beli πŸ˜†

Buku The Book You Wish Your Parents Had Read

Lucky me, ternyata bukunya sedang diskon di google play book. Yeey! 😍 Saya memutuskan beli dan menemukan banyak hal menarik di buku ini.

1. Mengenal Diri Sendiri

Kenapa menarik, karena awalnya buku ini menjelaskan tentang sisi orang tuanya dulu. Percuma kita belajar parenting sampe jungkir balik kalau kita belum belajar untuk mengenali diri sendiri. Karena ternyata bisa jadi aja parenting yang tidak sesuai kita praktekkan itu, karena ada luka masa lalu yang pernah kita bawa.

Buku The Book You Wish Your Parents Had Read

Salah satu contoh menarik adalah, banyak orang tua sering mengatakan 'jaman Mama dulu, hidup ga segampang sekarang. Kamu tuh harusnya bla bla...'. Hanya karena dulu orang tuanya tidak merasakan hal menyenangkan kaya sekarang, bukan berarti anaknya tidak pantas bahagia, kan? Apa salahnya sih menapresiasi kebahagiaan anak, dan menerima sekarang mereka memang hidup di jaman yang berbeda..

2. Tempatkan kita di posisi anak

Pernah ga sih saat anak2 cranky, atau lagi sebel, kita mikir 'yah elah, gini doang kok diribetin sih. Gini doang kok dipikirin sih. Gini doang kok lama amat sih..' dan berbagai gini doang lainnya. 

Buku The Book You Wish Your Parents Had Read
Salah satu yang saya harus belajar lebih baik lagi nih πŸ˜… Ngeburu2 anak setiap pagi, padahal mungkin hal yang menurut kita bisa cepat buat mereka belum tentu segampang itu.
Jadi, dari pada memaksa mereka mengikuti ritme kita, kenapa kita tidak bangun lebih pagi dan memberikan mereka waktu lebih banyak 😍 

Masalahnya, hal yang 'sepele' menurut kita, belum tentu menurut mereka sesepele itu. Jadi jangan sampe deh anak jadi tertutup ke orang tuanya karena sering merasa tidak didengarkan..


Jangan sampai ada hal-hal mengerikan terjadi dalam hidupnya, anak merasa tidak cukup nyaman bercerita kepada orangtuanya

3. Pola asuh akan mempengaruhi karakter anak sampai dewasa

Pada buku ini, saya menemukan fakta menarik tentang pengasuhan atau parenting. Ternyata, perlakukan yang kita dapatkan saat kecil itu mempengaruhi perkembangan orang ke depannya, dan bagaimana mereka menatap hidup kedepannya. Scary isn't it? 😭 Saya jadi merasa harus belajar banyak lagi setelah baca ini tuh.. Takut salah2 jalan πŸ˜†πŸ˜…

Pada buku ini dijelaskan terdapat 4 tipe attacment saat pengasuhan yang mempengaruhi karakter orang, yaitu: 

a. Secure attachment style

Pernah ga kamu ngerasa moment saat anak-anak lagi ga bisa banget lepas dari orang tuanya? Bahkan sampai ke toilet pun ditangisin, dan ditungguin di depan toilet. Hahahaha.. Siapa yang mengalami ini? 😁

Nah, kalau di buku ini, itu digambarkan sebagai sesuatu yang wajar. Dan orang tua harus memenuhi kebutuhan perhatian anak-anak tersebut. Dengan merasa diperhatikan, akan pelan-pelan akan tumbuh jadi lebih percaya diri dan mandiri kedepannya. 
This is what we like to aim for. Sometimes parents worry because, when babies reach several months old, they can suddenly become clingy. It’s very common for them to want only you and not willingly go to other people. It’s because they are securely attached – a good thing – but have not yet developed what psychotherapists call ‘object permanence’. This is the ability to feel someone or something exists when they cannot see them or it. If you keep meeting your baby’s needs regularly, they will develop object permanence sooner or later and this phase will pass.

b. Insecure/ambivalent attachment style

Bagaimana kalau anak-anak itu dicuekin, padahal mereka udah nangis2 minta perhatian? Mungkin beberapa orang akan bilang, biar aja agar anaknya ga manja 😌. Wuaa, tapi kalau di buku ini, jangan sampe deh memperlakukan anak seperti itu. Huhu.. Nanti anak akan tumbuh dengan krisis kepercayaan diri. Karena ia selama ini sadar banyak orang di sekelilingnya, tapi tidak ada yang cukup peduli untuk memahami perasaannya. Mereka akan merasa tidak cukup baik nanti di lingkungan sekelilingnya. Huhuhu.. Sedih ughaa yaaa.. 
If, as an infant, your needs were only inconsistently met, if you often had to scream long and hard to get attention and sometimes even then didn’t get it, it’s likely the belief you have of the world is that you will be ignored, overlooked and will have to make a lot of noise to be noticed. You will not be able to take companionship for granted. You might not think of yourself as generally an okay person, nor will you assume that most other people are good and trustworthy. It is as though you had to jump up and down a lot in the desert to get those people to pay attention and they often left you and didn’t take you with them. Although your first experiences tend to give you your blueprint, it’s possible to develop a secure attachment style if a more consistently positive experience happens often enough to supplant the earlier patterns of relating.

c. Avoidant attachment style

Kalau ini biasanya orang yang kita kenal cenderung dingin. Mereka menolak untuk memperlihatkan isi hatinya.. Nah, ternyata itu bisa jadi aja karena di masa kecilnya mereka sering dicuekin. Sampai akhirnya mereka makin besar menjadi semakin apatis. Tumbuh dengan pikiran, 'orang lain ga perlau tahu isi hati gue, karena tidak akan ada yang cukup peduli.'

Setelah saya pikir-pikir, ini bener juga sepertinya. Biasanya orang yang dalam pergaulan itu hangat, ramah dan welcome, itu karen mereka tumbuh dilingkungan yang menerima mereka apa adanya. Beda halnya dengan orang yang bawaannya dingin dan apatis..

If you were often left to cry it out and a lot of the time no one answered your cries, you tend to give up. Your internal belief system and mantra would become ‘I won’t get their attention so what’s the point of trying?’ You wouldn’t believe you have influence over other people, you wouldn’t expect to be understood by them and you’d grow up seeing yourself as a loner. When the people pass you in the desert, eventually you stop waving to get their attention because you don’t see the point – and they probably think that, as you’re not waving and crying, you don’t need them. The disadvantage of this style is that, in later life, you can’t allow other people to get close to you. As with the insecure attachment style, it is possible to work to change an attachment style, with a lot of practice and work.

d. Dismissive attachment style

Yang paling terakhir ini yang menurut saya paling ga banget. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan rasa aman dan kasih sayang, tetapi ternyata malah berada di lingkungan yang toxic dan abuse. Semoga kita dan anak-anak kita dihindarkan dari hal-hal seperti ini yaa.. 

Imagine if you were in that desert and the people often did notstop and then, if they did, instead of seeing to your needs, they expected you to meet theirs, or they abused you, didn’t give you sustenance, even caused you physical harm. Imagine the effect that would have on your belief system and how you’d learn to relate to other people. You would probably see others as a source of harm and you would develop little or no empathy and a shaky moral conscience.

Demikian postingan kali ini. 

Sebenarnya masih banyak lagi hal-hal menarik pada buku ini. Mungkin kapan-kapan saya akan post lagi quote-quote menarik dari buku Book You Wish Your Parents Had Read by Philippa Perry ini. 


Buku The Book You Wish Your Parents Had Read

Semoga kita dan anak-anak kita senantiasa berbahagia dan terhindar dari hal-hal negatif dalam pengasuhan yaa. Baik yang disengaja, maupun tidak.. Walaupun tidak sempurna, setidaknya kita selalu berusaha menjadi lebih baik untuk anak-anak kita πŸ’–πŸ’–


Nggak ada yang namanya orangtua sempurna, Sa. - Semangat, Tante Sasa! (hal 141) 



Sunday, 1 May 2022

Heartbreak Motel, Buku Terbaru Ika Natassa yang Tidak Seperti Saya Kira


Beberapa waktu yang lalu, Ika Natassa akhirnya menerbitkan buku baru. Buku yang ditulisnya sejak tahun 2018 ini menjadi comeback Ika Natassa setelah 4 tahun tidak menerbitkan buku baru. Buku ini pun langsung laku ribuan copy saat masa PO. Bahkan sekarang udah mau masuk ke cetakan ulang ke-3. Luar biasa!

“This book was my mount Everest that I climbed word by word for three years. Three crazy, unparalleled, sometimes painful, but nevertheless beautiful years. For the birth of this book, I would like to convey my utmost gratitude to the followings who made those three years possible” - Ika Natassa

Heartbreak Motel Ika Natassa

What I Thought This Book About

Apa sih yang ada di pikiran kamu kalau mendengar judul Heartbreak Motel? Kalau saya mikirnya, ada sebuah hotel yang unik gitu, tempat tokoh utamanya bisa menyendiri setelah patah hati. Saya ngebayangin ceritanya juga akan fokus tentang keunikan hotelnya dan apa yang terjadi pada tokoh di hotel tersebut.

Heartbreak Motel Ika Natassa
Mungkin sebuah hotel unik yang bisa jadi tempat menyendiri
Heartbreak Motel Ika Natassa
atau hotel dengan pemandangan menyenangkan

What This Book Really About

Blurb
Dalam hidup yang tidak pernah berhenti menyimpan misteri dan menyembunyikan arti, tidak selalu memberikan jawaban atas setiap pertanyaan, dan waktu bergulir—satu jam, satu momen, satu hari, satu minggu, satu bulan—pertanyaan dan permasalahan baru terus lahir sebelum yang lama sempat terurai, Ava menemukan panggilan hati sebagai aktris sejak usianya enam belas tahun. Berpindah dari satu peran ke peran lain—ada yang dia pilih, ada yang memilihnya—Ava berupaya membuat semua yang tidak dipahaminya tentang takdir menjadi terasa masuk akal. Dia tidak peduli bahwa setiap selesai memikul peran, dia harus menyepi, jungkir balik memulihkan diri di ssatu tempat yang disebutnya Heartbreak Motel.
Di ulang tahunnya yang ketiga puluh, dimulai dari tempat itu, pertanyaan-pertanyaan baru menyergapnya tumpang-tindih, dihadirkan oleh tiga lelaki yang mengisyaratkan sekaligus mengecoh masa lalu, masa kini, dan masa depannya.

Ternyataaaa, pada baca bukunya, hotelnya itu semacam tempat singgah karakternya yang bernama Ava. Ava adalah artis ternama, dan setiap selesai syuting film, ia perlu tempat menyendiri. Karena ia perlu kembali menjadi dirinya sendiri, setelah sekian bulan memerankan orang lain. Ava biasanya menyendiri semingguan di Hotel Keraton. Not quite kind of hotel I think before. (yes, the hotel is not imaginary like I think, it's a real fancy hotel in the center of Jakarta), Cerita di hotel pun juga ternyata hanya seperti salah satu tempat singgah Ava, bukan menjadi sesuatu yang dieksekusi dengan mendalam di buku ini. 

Saat sedang menyendiri di Keraton Ava ketemu dengan cowok bernama Raga yang sama sekali tidak tahu kalau dia artis. Bersama Raga, Ava merasa bisa menjadi dirinya sendiri, tanpa embel-embel artis. Yang menyenangkan itu, Raga itu tipe cowok yang so sweet banget 😍.

Selain konflik kucing2an masalah kerjaan Ava dengan Raga, ada juga konflik mantan terindah Ava, ada juga tentang masa lalu keluarganya. Hotelnya? As I said before, cuma jadi tempat singgah aja. Ga ngaruh banyak ke perkembangan karakter.

What I Like About This Book

Kamu pernah baca novel Indonesia dengan tokoh sebagai artis? Saya pribadi sih belum pernah. Makanya saya super excited baca kisah Ava ini. Ika Natassa pun ga main-main menghidupkan tokoh Ava se-riil mungkin karena dia riset sampai ke banyak artis terkenal Indonesia, seperti Reza Rahardian. 

Selain latar pekerjaannya, saya juga suka pertemanan Ava dan Lara. Jadi Ava itu tipe yang suka abuse ke diri sendiri, not physically, but mentally. Lara itu sahabat yang luar biasa, sampai rela -mau tengah malem kek- bakal dateng kalau Ava membutuhkan. Logat Medan Lara pun juga menghibur 😁.

Why I Start to Tired Finishing This Book

Ava itu tipikal tokoh di buku-buku Ika Natassa. Cantik, tajir, cowok yang ngedeketin pun sekelas itu juga. Ganteng, kaya, level kerjaannya pun top management. Saya tidak masalah untuk latar tokoh seperti ini. Ika pun waktu itu pernah bilang di sosmednya, bahkan orang yang 'terlihat' hidupnya sempurna pun memiliki masalah dalam hidupnya. So, I'm okay with that. What I tired about is how Ava think πŸ˜†


Ika Natassa bukan tanpa alasan mengambil karakter seperti ini. Dan jujur saja, nge-halu sejenak dengan karakter super perfect itu menyenangkan kok 😁 That's why we read novel sometimes, to break a while from real life.. 

Jadi buku ini disajikan dengan POV pertama Ava. Kita tuh kaya dibawa menelusuri pikiran Ava, yang mana kayak pikiran manusia suka loncat ke sana ke mari 🀣. Kadang lagi mikir A, pindah ke B, tau2 kepikiran Z, trus balik lagi ke A.

Bahkan latar pekerjaan Ava yang awalnya terasa menarik, lama2 melelahkan buat dibaca. Karena begitu banyak hal-hal 'teknis' yang dijelasin tentang itu dan bisa ngambil tempat lebih dari sehalaman sendiri. Kadang bikin mikir, 'Eh, ini tadi dia lagi ngapain sih, kok jadi panjang jelasin teori2 akting dll'. Belum lagi timeframe yang loncat-loncat bikin buku ini terasa melelahkan.


Messy, ada salah satu review di Goodreads yang bilang kayak gini. Kalau saya sih bilangnya, 'berasa semua teori mau dimasukin πŸ˜†πŸ˜‚'. Padahal ga semua perlu dimasukin juga. Dan bukunya itu tebel ya gara-gara yang kaya gini. Ada kali sepertiga buku isinya teori2, quote2, dll yang ga perlu-perlu amat πŸ˜…. Dan pas udah setengah buku, saya mulai tidak tahan dan mulai skimming aja kalau Ava udah mulai mumbling kepanjangan. 


Mungkin itu cara Ika Natassa buat makin menghidupkan vibe dunia akting Ava. Entahlah, saya juga tidak terlalu paham. Namun, saya pernah membaca novel yang tokohnya juga artis terkenal, Family Album karya Daniele Steel. Itu saya tetep bisa merasakan masuk ke dunia artisnya tanpa dijejelin semua fakta-fakta teknikal. Cukup dengan kejadian-kejadian yang dialami tokohnya. 


The Rating

Saya bukan penikmat baru cerita-cerita Ika Natassa. Saya bahkan membaca karya Ika saat debut pertamanya di penerbit mayor, review A Very Yuppy Wedding bisa kamu baca di sini. Saya pun juga suka sekali buku Critical Eleven


Namun, membaca buku Heartbreak Motel ini, menggambarkan tidak semua karya satu penulis bisa kita favoritkan. For a Mount Everest, this book is not that fantastic. So, I'll give it 3.5 stars. Dan saya tetap akan menantikan karya-karya Ika Natassa lainnya 😊. Saya juga merekomendasikan kamu untuk membaca buku ini, apalagi buat kamu yang penasaran tentang dunia artis, atau buat kamu yang suka penjelasan yang deskriptif πŸ˜‰.



Demikian review novel terbaru Ika Natassa, Heartbreak Motel. 

Kalau kamu, apa buku Kak Ika yang jadi favorit kamu? 


with love,
Thessa







Tuesday, 5 April 2022

If I Met You First

Akhirnya draft naskah saya yang terkubur sudah hampir setahun ini, saya putuskan buat upload di GWP, guys.. 😁 Sebuah kisah romance dengan sedikit balutan fantasi. Tentang Riana, karyawan farmasi yang jatuh cinta sama sahabatnya yang sudah bertunangan. Dewi Fortuna akhirnya berpihak kepadanya, saat Riana menemukan mesin dingdong pengabul keinginan di Hong Kong. 


Silahkan baca ceritanya di : IF I MET YOU FIRST

I wish to meet Ardi first, before Vanka


Apa jadinya kalau Riana mengetikkan keinginan untuk dapat mengenal Ardi sebelum pria itu bertunangan dengan Vanka? Bukan berarti Riana percaya mesin dingdong itu bisa mengabulkan keinginan. Namun, berada di Nathan Road, Hong Kong sendirian seperti sekarang, membuat Riana meyakini dirinya pantas mendapatkan sedikit keajaiban.

Masalahnya, apakah mesin dingdong itu mampu membuat Ardi jatuh cinta pada Riana saat tidak ada lagi Vanka di antara mereka? Mampukah mesin itu membuat Riana bahagia?

Sekarang saya baru update beberapa bab awal dari ceritanya di gwp.id. Doakan bisa lanjut upload terus sampe tamat yaaa 😁

Btw, kalau kamu jadi Riana yang menemukan mesin dingdong pengabul keinginan, kamu kira-kira akan mengetikkan permohonan apa nih? Share di komen yaa πŸ’“

 

Sunday, 13 March 2022

Deretan Penulis Wanita Indonesia Best Seller

Minggu ini, kebetulan tema postingan blog di grup 1minggu1cerita adalah Wanita. Dalam rangka hari wanita dunia juga kan. Nah, kebetulan banget, saya lagi pengen nulis juga tentang penulis-penulis wanita lokal yang menginspirasi. Bukan sembarang penulis, tapi penulis wanita yang buku-bukunya best seller. Saking best seller-nya, bukunya bahkan laku ribuan copy hanya dalam hitungan menit. 

Mungkin teman-teman udah familiar kalau mendengar bahwa literasi Indonesia itu cenderung di bawah negara-negara lain. Buat jualan buku di Indonesia, biasanya sekali cetak itu penerbit mayor cetak minimal seribu eksemplar. Dan biasanya kalau udah lebih dari setengah terjual dan peminatnya masih bagus, mereka akan mulai produksi untuk cetakan ke-2 dan seterusnya. Namun, banyak juga penulis yang tidak survive untuk bisa sampai cetak kedua, bahkan ngabisin buku cetak pertama saja bisa bertahun-tahun, itu pun sampe masuk obralan juga. 

Beda banget dengan di luar negri. Misal di USA, buku cetak pertama dan laku 20K itu dianggap 'okay' doang loh πŸ˜…. Padahal kalau di Indonesia, nilai segitu udah bagus pake banget. Kalau mau excellent di USA sana, paling ga laku 40K buku, atau kalau mau wow banget ya di atas 75K esksemplar (sumber dari careeruhtors.com).

Di lain sisi, khusus penulis-penulis yang udah punya based pembaca, biasanya penerbit Indonesia akan mencetak awal lebih dari 1K. Menariknya lagi, buku-buku cetakan mereka bisa habis hanya dalam hitungan menit saat PO. Keren, ya? 😍 Jadi, tidak selamanya dunia literasi Indonesia suram kok. Minat baca yang saya liat makin ke sini makin bagus.. 

Jadi siapa aja penulis itu? Ini dia deretan penulis wanita Indonesia best seller yang bukunya langsung sold out dalam waktu singkat. 

1. Almira Bastari

Almira Bastari adalah penulis metropop yang dikenal dengan sebutan Ratu Cungpret. Sebelum menerbitkan buku, dia udah aktif di wattpad dengan follower ribuan dan tulisan-tulisannya bahkan sudah dibaca jutaan kali di wattpad. 

Buku-buku Almira Bastari biasanya mengambil tema-tema percintaan perkotaan, karakter dengan kehidupan nyaris semupurna (cantik, success career, tajir) dan yang paling saya suka adalah balutan komedi di ceritanya. Jadi membaca cerita-cerita Almira Bastari selalu terasa menghibur 😁.

Sampai sekarang, sudah ada 4 buku Almira Bastari yang diterbitkan. Yaitu Melbourne Wedding Marathon, Resign, Ganjil Genap dan Home Sweet Loan. Saya sudah membaca semua buku Almira Bastari kecuali buku terbaru yang Home Sweet Loan. Buku ini baru terbit beberapa bulan yang lalu, dan langsung terjual ludes 1500 eksemplar di masa PO yang hanya beberapa hari 😍.


2. Ika Natassa

Saya pembaca buku Ika Natassa sejak buku pertama. Waktu itu buku pertama Ika Natassa berjudul Very Yuppy Wedding menarik minat saya karena menceritakan karakter bankers, RM corporate banking, yang sedang menyiapkan pernikahan. Dan itu persis sama profesi saya di kantor, dan saya sedang nyiapin nikahan juga waktu itu 😍. Dan tahun ini, saya udah  melewati 10 tahun anniversary. Artinya sudah lebih dari 10 tahun saya kenalan sama karya-karya Ika Natassa.

Buku Ika Natassa adalah metropop pertama yang saya baca yang menggambarkan glamoritas perkotaan. Mungkin saya familiar dengan sederetan kesibukan para tokohnya, tapi semua barang bermerk yang disebutkan di buku ini adalah hal yang asing bagi saya dulu-dulu itu πŸ˜†. 

Makin ke sini, menurut saya cerita di buku Ika Natassa makin dapet feel-nya. Kalau awalnya lebih dominan fun nya, makin ke sini, makin beragam dan nano nano rasanya. Tidak salah makanya banyak buku Ika Natassa yang sudah diangkat ke layar lebar. Dari semua karya Ika Natassa, favorit saya masih di Critical Eleven 😍. Ada yang udah baca? 

Setelah bertahun-tahun sempat vakum, akhirnya tahun ini Ika Natassa kembali menerbitkan buku. Masih mengusung tema metropop, berjudul Heartbreak Motel. Para penggemar Ika Natassa yang haus dengan karya baru penulis ini, langsung berlomba memesan buku ini. 2K buku ini langsung ludes kurang dari 1 jam, dan 3K habis dalam 3 hari saja. Luar biasa! 

3. Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie 

Kalau dua penulis sebelumnya adalah penulis genre metropop, penulis berikutnya adalah penulis pemenang acara lomba novel bergengsi oleh Dewan Kesenian Jakarta. Padah tahun 2015, bukunya Di Tanah Lada memperoleh juara dua. Tahun berikutnya di 2016, bukunya berjudul Semua Ikan Di Langit memenangkan juara pertama. 

Di umurnya yang relatif muda, Ziggy Z adalah penulis yang produktif. Total sudah ada puluhan buku yang ditulisnya. Kalau diintipin di Goodreads, hampir semua buku Ziggy Z itu scorenya di atas 4 loh 😍. Mengukuhkan betapa berbakatnya penulis yang satu ini. 

Akhir tahun kemarin, Ziggy Z menerbitkan buku terbaru berjudul Kita Pergi Hari Ini. Buku ini di masa PO juga langsung ludes 1500 eksemplar 😍. Keren! 

πŸ’–πŸ’–πŸ’–

Tiga penulis wanita di atas menurut saya sangat menginspirasi. Mereka mematahkan stigma kalau minat baca Indonesia masih rendah. Buktinya, hanya dalam beberapa menit, karya mereka bisa langsung ludes seketika 😍. Wuaaa, doakan suatu saat karya saya juga memiliki peminat sebanyak itu yaa guys πŸ˜†πŸ”₯ Amiin! 

Selain 3 orang di atas, siapa lagi ya penulis wanita Indonesia yang karyanya jadi best seller, ya? Share di komen ya guys.. πŸ˜‰