Melihat cuplikan film ini membawa memori saya ke beberapa tahun silam saat pertama nonton film The Witches di TV waktu saya masih SD. Dulu rasanya merinding sekali melihat wanita-wanita yang ternyata penyihir merubah seorang anak menjadi tikus. Beberapa tahun setelah menonton filmnya, saya menemukan buku dengan judul yang sama, The Witches karya Roald
Who is Roald Dahl?
Roald Dahl adalah penulis berkebangsaan Inggris. Ia lahir pada tahun 1916 dan meninggal di usianya yang ke 74 tahun. Salah satu yang saya kagumi darinya adalah karena ia tidak saja berprofesi sebagai penulis, tapi dia juga adalah pilot pesawat tempur saat perang dunia. Ia juga sempat bekerja pada perusahaan minyak Shell di berbagai belahan dunia. Dan ia juga seorang atase. Wow! Jadi siapa bilang orang yang berprofesi lain tidak bisa menjadi penulis kan?
Buat kamu yang tidak terlalu suka membaca, tenang saja. Kamu masih bisa kenalan dengan karya-karya Roald Dahl yang sudah banyak diangkat menjadi film. Yang terbaru tentu saja The Witches yang saya sebut di awal postingan ini.
Apa saja karya Roald Dahl yang sudah difimkan? Ini dia daftarnya :
1. The Witches
Buku ini mengisahkan tentang Charlie yang tidak sengaja mengetahui ada konferensi penyihir di hotel tempat ia dan neneknya menginap. Kebetulan nenek Charlie adalah orang Norwegia, dan orang Norwegia sangat tau tentang penyihir. Kata neneknya, salah satu hal menakutkan tentang penyihir adalah mereka sangat membenci anak-anak. Sehingga mereka sering menculik anak-anak untuk dilenyapkan atau diubah menjadi binatang. Jadi agar anak-anak tidak diincar oleh penyihir, lebih bagus untuk tidak mandi agar penyihir tidak bisa mencium bau anak-anakmu 😆
Pada konferensi penyihir di hotel itu, Charlie ketahuan dan kemudian diubah menjadi tikus, dan dimulai lah petualangan Charlie sebagai tikus untuk melawan para penyihir jahat.
Film pertama tayang tahun 1990 dan sangat berkesan bagi saya karena penyihirnya digambarkan sangat tidak enak untuk dilihat. Seperti ciri-ciri pada bukunya, penyihir (yang pasti perempuan) mempunyai kepala yang botak, kaki yang kotak dan kuku kuku yang panjang. Waktu dulu menonton film ini waktu kecil, saya sempat takut dengan wanita berkepaka botak karena takut ia adalah seorang penyihir 😅
2. Matilda
Kisah ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang sangat pintar bernama Mathilda. Ia sangat senang membaca, namun dianggap aneh oleh keluarganya yang lebih suka menonton televisi. Walaupun anak kandung, dia selalu diperlakukan seperti anak angkat oleh orang tua bahkan juga oleh kakak laki-laki. Orang tuanya bahkan lupa untuk menyekolahkan dia saat umurnya sudah 7 tahun. Parah memang orang tuanya 😂
Baca juga :
- Review dan audio book saat saya membacakan buku Roald Dahl di : Si Buaya Raksasa by Roald Dahl
- Review buku anak lainnya di : Benerkah JK Rowling plagiatdari Rahasia Peron 13?
- Penulis buku anak lain di : Mari Kenalan dengan Penulis Buku Anak "Eva Ibbotson"
Selain pintar dan suka membaca, ternyata Matilda mempunyai kekuatan ajaib seperti telekinesis. Awalnya di sekolah dia tidak diperlakukan dengan adil, sampai suatu saat dia bertemu dengan seorang guru yang baik hati bernama Miss Honey.
Secara umum kisahnya seru, menggambarkan bahkan keluarga kandung juga bisa menjadi toxic loh.
Film Matilda pertama kali tayang tahun 1996, dan bahkan sampai sekarang saya tidak pernah bosan menonton film ini.
3. Charlie and the Chocolate Factory
Charlie and the Chocolate Factory bisa dikatakan adalah salah satu karya Roald Dahl yang paling populer. Bahkan sampai saat ini, film dari buku ini telah tayang dalam berbagai versi. Buku ini mengisahkan tentang petualangan Charlie, seorang anak yang miskin namun beruntung mendapatkan Golden Ticket dari coklat yang dibelinya. Ia dan 4 anak yang juga mendapatkan Golden Ticket kemudian diundang untuk factory tour di pabrik coklat milik Willy Wonka. Disinilah petualangan dimulai karena pabrik coklat Willy Wonka bukanlah seperti pabrik coklat pada umumnya. Coklat-coklat tumbuh dari pohon bahkan sungai yang penuh dengan coklat, rumput-rumputnya pun juga bisa dimakan 😍 Para pekerjanya pun bukan orang biasa tetapi kurcaci yang disebut dengan umpa lumpa. Membaca buku ini (dan menonton filmnya), membuat saya membayangkan andai ada pabrik coklat seperti milik Willy Wonka benar-benar ada, pasti seru sekali berpetualang di sana 😍😍
Film terakhir Charlie and the Chocolate Factory diproduseri oleh produser animasi terkenal Tim Burton dan dibintangi oleh Johnny Depp sebagai Willy Wonka
Kelanjutan petualangan Charlie di pabrik coklat sebenernya dilanjutkan pada buku Charlie and The Great Glass Elevator, tapi sampai sekarang buku ini belum diangkat menjadi film.
4. James and the Giant Peach
James and the Giant Peach adalah buku Roald Dahl paling favorit saya. Buku ini mengisahkan tentang anak yatim piatu dan harus tinggal dengan kedua bibinya yang sangat kejam dan menyebalkan. Pada suatu hari, seseorang memberikan James sebuah magic bean yang kemudian tumbuh menjadi pohon peach raksasa. Pada buah peach raksasa terdapat beberapa serangga yang tinggal di dalamnya. James kemudian berpetualang mengarungi lautan menggunakan buah peach bersama teman-teman serangganya sampai mencapai kota New York.
Buku ini telah diangkat menjadi film dalam bentuk stop motion musical pada tahun 1996.
5. The BFG
BFG merupakan singkatan dari Big Friendly Giant. Buku ini mengisahkan tentang raksasa yang bisa menangkap mimpi anak-anak. Tidak seperti raksasa-raksasa lainnya, BFG ini sangat baik dan tidak suka memakan manusia. Raksasa itu berteman dengan seorang anak kecil yatim piatu bernama Sophie yang diambilnya dari sebuah panti asuhan.
Baca juga film yang diangkat dari buku lainnya di postingan :
The BFG telah diangkat menjadi film yang diproduseri oleh produser terkenal Stephen Spileberg pada tahun 2016. Filmnya sendiri menurut saya sebenarnya bagus tapi entah mengapa terasa terlalu suram dan gelap, berbeda dengan film-film Roald Dahl yang lainnya yang terasa lebih ceria.
6. Fantastic Mr. Fox
Mr Fox adalah seekor rubah yang tinggal di bawah tanah bersama istri dan anak-anaknya. Petani yang sudah tidak sabar karena hewan ternaknya sering dicuri oleh sang rubah mulai merencanakan perangkap untuk menangkap sang rubah dan keluarganya. Namun Mr Fox yang cerdik bersama dengan binatang-binatang lainnya bahu-membahu untuk melawan petani tersebut. Sebenarnya buku Fantastic Mr. Fox termasuk lebih lebih tipis dibandingkan buku Roald dahl lainnya, tetapi tetap saya ceritanya menarik.
Film Fantastic Mr. Fox realease tahun 2009 dalam bentuk film animasi stop motion.
7. Danny, the Champion of the World
Berbeda dengan buku-buku Roald Dahl lainnya, pada buku Danny, the Champion of the World ini tidak terdapat hal-hal ajaib seperti makhluk ajaib atau kekuatan magic. Buku ini menceritakan petualangan Danny bersama sang ayahnya, karena sang ibu telah lama meninggal dunia. Danny dan ayahnya mencoba memberikan pelajaran kepada seorang pria kaya yang berkarakter buruk pada acara berburu burung pegar. Buku ini disebutkan Roald Dahl terinspirasi dari kehidupannya sendiri. Termasuk salah satunya caravan yang dijadikan tempat tinggal oleh Danny terinspirasi dari caravan yang berada di halaman rumah Roald Dahl sendiri. Walaupun tidak ada hal magical pada buku ini, menurut saya temanya tetap menarik karena mengangkat tema keluarga. Selain itu, hubungan Danny dan ayahnya yang saling menyayangi sangat menghangatkan hati untuk dibaca.
Buku ini telah diangkat menjadi film pada tahun 1989.
8. Esio Trot
Berbeda dengan buku Roald Dahl lainnya, karakter pada buku ini bukanlah anak-anak tetapi merupakan orang yang telah berusia lanjut. Ini merupakan buku terakhir yang dipublish oleh Roald Dahl semasa hidupnya. Menceritakan tentang seorang pensiunan bernama Mr Hoppy yang jatuh cinta pada tetangga bawah apartemennya Mrs Silver. Mrs silver mempunyai peliharaan seekor kura-kura dan dia sering mengatakan kepada Mr Hoppy kalau kura-kuranya susah sekali untuk tumbuh besar. Mr Hoppy kemudian mengatakan dia mempunyai mantra untuk membuat kura-kura membesar. Ia kemudian memberikan kertas berisi mantra yang harus dibisikkan oleh Mrs Silver kepada sang kura-kura tiga kali sehari. Apakah mantra itu benar-benar bisa berhasil? Silahkan baca bukunya atau kamu bisa nonton filmnya film ini telah tayang pada tahun 2015 yang diperankan oleh Dustin Hoffman.

















