Blurb
Demi apa Sasita yang seorang wanita karier tiba-tiba diminta menjaga anak kecil? Sudah cukup hidupnya disibukkan dengan pekerjaan, sekarang harus memikirkan anak kecil pula. Sasita terpaksa mengorbankan kebiasaannya bersenang-senang sampai larut malam, kadang sampai mabuk, dengan teman-teman kantornya. Belum lagi Mama yang tidak memercayai Sasita sanggup mengurus Velisa, keponakannya, anak almarhum Kak Vania.
Mama tahu kebiasaan Sasita pulang malam, hura-hura, apalagi Sasita malah dekat dengan laki-laki beristri! Sasita sama sekali bukan contoh yang baik bagi Velisa. Kalau sudah begini, apakah tugas yang terpaksa Sasita emban justru akan semakin meretakkan hubungannya dengan Mama? Apakah Sasita sanggup memenuhi janjinya kepada Kak Vania?
Monday, 6 September 2021
Friday, 19 February 2021
15 Fakta Unik tentang ITB
Ada beberapa kampus favorit di Indonesia, salah satunya adalah Institut Teknologi Bandung (ITB). Setiap tahun kampus ini selalu menjadi tempat favorit anak-anak yang baru menyelesaikan SMA, terutama yang ingin masuk ke jurusan teknik.
Selain fakta sebagai salah satu kampus favorit dan berada di Bandung, terdapat beberapa fakta lain pada kampus ini yang mungkin tidak semua orang tahu, loh.
Jadi, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan fakta-fakta unik ITB yang mungkin tidak semua orang tau. Siapa tau bisa menjadi inspirasi untuk para pembaca yang saat ini sedang mencari kampus setelah lulus SMA nanti. Eh, atau ada juga pembaca yang ternyata sealmamater dengan saya? Kalau ada, sekalian di postingan ini kita nostalgia bersama 😁.
1. Slogan Penerimaan Mahasiswa Baru
Pada penerimaan masahasiswa baru di bulan Agustus, ITB akan banyak memasang baliho besar-besar dengan tulisan "Selamat datang putra-putri terbaik bangsa". Sambutan selamat datang dari rektor dan mahasiswa atas juga tidak jauh-jauh dari ini.
Kata-kata ini lumayan menaikkan percaya diri mahasiswa baru, apalagi yang sudah bersusah payah lolos masuk ITB dari berbagai penjuru Indonesia. Walaupun sayang, kepercayaan diri itu biasanya mulai rontok karena dihajar habis-habisan saat mulai kuliah. Hehehe... Dengan segala kesulitan saat tingkat pertama biasanya bikin mikir, 'ini bener ga ya masuk sini?' karena tiba-tiba berasa nyasar 😂
2. Bunga Bermekaran
Selain bangunannya yang ikonik dengan tiang-tiang berbatu (yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu), yang unik di ITB adalah bunga-bunga yang bermekaran di seluruh penjuru kampus. Ada bunga kolecer dan Pyrostegua Venusta yang mekar di bulan Juli-September, sehingga seolah menyambut mahasiswa baru di bulan Agustus. Ada juga bunga tabebuia kuning yang mekar menjelang akhir tahun, penanda ujian tengah semester.
3. Kampus Gajah
Bagi mahasiswa dan alumninya, ITB dikenal sebagai kampus gajah. Walaupun bagi orang luar mungkin lebih menganggap UGM sebagai kampus gajah. Hehehe.. Sebutan tersebut karena lambang ITB adalah Ganesha yang berbetuk gajah, dewa ilmu pengetahuan yang juga putra dewa Syiwa Parwati.4. Dona si Mata-Mata
Siapa bilang kalau di ITB isinya mahasiswa pintar semua? 😆 Ada satu orang yang melegenda, wanita yang udah agak berumur bernama Dona. Sering mondar mandir di ITB dan mengobrol banyak hal berat dengan mahasiswa. Desas desusnya, ia adalah mata-mata atau intel pemerintah untuk mengawasi gerak-gerik mahasiswa. Kenyataannya, mungkin hanya orang stres yang suka diajak ngobrol sama mahasiswa. 😂5. Institut Teknologi yang Punya Fakultas Seni Rupa
Walaupun institut teknologi, di ITB juga ada fakultas seni rupa loh. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ini punya banyak program studi, mulai dari Seni Rupa, Kriya, Desain Komunikasi Visual , Desain Interior sampai Desain Produk juga ada.6. Jurusan bisnis yang suka diplesetkan Sekolah Biaya Mahal
Selain Fakultas Seni, di ITB juga ada jurusan bisnis managemen. Baru berdiri sejak tahun 2004 dengan nama Sekolah Bisnis Managemen (SBM), dan suka diplesetin dengan Sekolah Biaya Mahal oleh jurusan-jurusan lain. Karena memang beda jauh baik dari bentuk dan fasilitas gedung, jalur masuk, uang semesteran, sampai dengan gaya hidup orang-orangnya.
Saya waktu itu pernah diceritakan, betapa mahasiswa SBM kagum dengan temennya (yang jurusan lain) karena bisa mengupas mangga. "Jarang loh anak jaman sekarang bisa ngupas mangga..." katanya. Di situ kita merasa hidup di dunia yang berbeda 😂 Saya di dunia yang kalau mau apa-apa harus ngusahain beli dan kupas sendiri, dia yang tinggal tunjuk mungkin semua sudah tersedia.
7. Uang Sekolah Lebih Tinggi tapi Banyak Beasiswa
Kalau dibandingkan universitas lain, sepertinya uang semester ITB tergolong lebih tinggi. Tahun 2020 saja, semesteran sampai di angka belasan juta Rupiah.
Tapi kita waktu itu disampaikan "Tidak ada yang boleh DO di ITB karena biaya..." Walaupun biayanya cukup tinggi, alhamdulillahnya di ITB itu banyak banget beasiswa, terutama dari para alumni. Jadi kalau ada yang kesulitan keuangan, biasanya ada bantuan mulai dari uang sekolah sampai untuk biaya hidup.
8. Berusia 100 tahun
ITB telah berdiri sejak sebeum Indonesia merdeka, tahun 1920 dengan nama Technische Hoogeschool te Bandoeng. Ini menjadikan ITB sebagai institut tekonologi tertua di Indonesia. Sehingga sampai saat ini ITB telah berdiri lebih dari 100 tahun
9. Jaket Himpunan kebanggaan
Berbeda dengan kampus lain yang setiap acara dengan bangga memakai jaket almamater, mahasiswa ITB justru lebih bangga memakai jaket himpunan. Setiap jurusan (atau program studi) itu memiliki himpunan tersendiri dengan jaket himpunan yang berbeda warna. Misalnya Teknik Mesin dengan warna abu-abu, Teknik Sipil dengan warna hijau, dll.
Kebanggaan menggunakan jaket himpunan ini menggambarkan solidaritas sesama jurusan yang sangat kuat. Makanya kalau orang luar bisa familiar dengan UI dengan jaket kuningnya, saya yakin tidak banyak orang tau jaket almamater ITB warna apa.. 😁
10. Pasar Seni
Salah satu event yang selalu ramai dan ditunggu banyak orang dan penikmat seni, bahkan oleh orang luar ITB adalah Pasar Seni. Acara ini diadakan setiap 4 tahun sekali, dan merupakan perhelatan seni se-Asia Tenggara dengan biaya sampai ratusan juta.
11. Gudangnya Unit kemahasiswaan
Selain himpunan masing-masing jurusan yang aktif dengan segudang kegiatan, di ITB juga banyak terdapat Unit kemahasiswaaan untuk menyalurkan hobi dan minat. Mulai dari kesenian daerah, olah raga, perfilman keagamaan sampai musik. Kabarnya lebih dari seratus organisasi yang ada di ITB.
Jadi kalau ada yang dapet jodoh anak ITB juga, biasanya kalau ga temen sejurusan, ya biasanya temen se-unit. Hehehe.. 😆 Soalnya kalau udah mau ada event, itu biasanya banyak waktu yang dihabiskan bersama-sama untuk menyiapkannya.
12. Tidak ada KKN
Saat heboh-heboh cerita KKN di Desa Penari, saya hanya bisa membayangkan bagaimana rasanya KKN, karena di ITB tidak ada KKN. 😆 Kita biasanya adanya Kuliah Praktek (KP) di tempat kerja 1-3 bulan. Itu kerja kaya kantoran atau di site, jadi bukan ke tempat penduduk seperti KKN.
13. Ikatan Alumni yang Kuat
Alumni ITB diwadahi oleh IA (Ikatan Alumni) ITB, yang kebetulan juga sekarang sedang pemilu pemilihan ketua. Calon ketuanya mulai dari alumni yang sudah jadi Direktur di suatu perusahaan BUMN, sampai kepada ibu-ibu muda milenial. Anggotanya adalah semua lulusan ITB karena setiap alumni akan otomatis menjadi anggota IA ITB
Berbeda dengan IA ITB yang isinya lebih serius, ada juga ikatan alumni yang cukup kuat lagi di ITB yaitu ITBMotherhood. ITBMotherhood itu isinya emak-emak gajah dengan pembahasan seputar parenting, memasak, share ilmu sampai berbagi berbagai keresahan emak-emak 😁. Tidak ketinggalan subgrup dengan berbagai kegiatan positf seperti Mama Gajah Berlari, ITBMh Cook & Baking, dan yang aktif saya ikuti belakangan ini Mama Gajah Bercerita yang berisi emak gajah yang suka menulis.
Pada ITBMotherhood ini saya juga menemukan banyak kenalan yang terasa dekat walaupun belum pernah ketemu. Bahkan saat serumah sempat sakit tahun lalu itupun, temen-temen ITBMh selalu support sampai mengirimkan makanan dan bantuan lainnya.
Baca juga : Mommy Abroad by ITBMotherhood
14. ITB Receh
Selain akun instagram resmi ITB @itb1920, ada juga akun instagram @itb.receh yang isinya kurang lebih menggambarkan suara hati para mahasiswa ITB. Buat saya, scrolling akun ini bisa jadi hiburan dan bikin ketwa-ketawa sendiri karena perasaan nostalgia.
Meme @itb.receh ini retaled banget (apalagi buat saya yang potterhead). Meme ini menggambarkan banget betapa dulu yang sering bikin shock saat awal saya di ITB, banyak yang bahkan di kelas pada tidur, tau-tau dapet nilai tinggi 😆
15. Menerbitkan Buku
Waktu gegap gempita perayaan 100 tahun ITB tahun lalu, banyak para alumni yang membagikan kisah-kisah mereka selama di ITB. Akhirnya, muncul ide, kenapa tidak dibukukan saja? 😁
Jadi, dalam rangka 100 tahun ITB dan 10 tahun ITBMotherhood, saya dan beberapa alumni ITB lainnya dalam grup Mama Gajah Bercerita menerbitkan buku yang berjudul Jejak Kenangan.
Sungguh menyenangkan ketika dugaan saya ternyata tepat. Dari tulisan-tulisan yang terkumpul saya menemukan banyak cerita inspiratif. Kisah mereka yang harus berjuang untuk kuliah dengan hambatan finansial, seperti yang diceritakan oleh Yanda di tulisannya yang berjudul “The Hope Rope” dan Ayu Lazuardi dalam tulisannya “Kenangan Nol Rupiah”. Kisah perjuangan untuk masuk ITB dengan berbagai tantangan. Ternyata bukan hanya sulitnya ujian saja yang menjadi tantangan, ada juga yang awalnya mendapat penentangan dari orang tua, seperti cerita Thessalivia dalam “Untuk Tuhan, Bangsa, dan Almamater! Dan Papa!”. Ada kisah-kisah perjuangan kuliah ketika sudah menikah dan hamil, seperti dalam tulisan “Mama Muda Kampus Gajah” oleh Rani Nurzahidah dan “Pengalaman Itu Memantapkan Pilihan” oleh Aulia Rahmatika. Lalu ada cerita-cerita seru saat melaksanakan kerja praktik atau kuliah lapangan, seperti yang diceritakan Detta Devia dalam “Gerimis” dan Nova Virgiana dalam “Nice to Meet You, Alas Purwo”. - Kata Pengantar Jejak Kenangan oleh Tria Barmawi (Penulis belasan buku Gramedia)
Karena awalnya tujuan buku ini hanyalah untuk membukukan Jejak Kenangan saat di kampus gajah, jadi kami cukup kaget saat penjualan pertama benar-benar melebihi ekspekasi. Bahkan keuntungan yang diperoleh juga sangat lumayan, mencapai jutaaan rupiah. Ini sangat membahagiakan bagi kami, apalagi keuntungan penjualan buku Jejak Kenangan nantinya akan diberikan untuk beasiswa mahasiswa yang kesulitan finansial di ITB.
Bahkan Kak Aliya juga udah baca buku Jejak Kenangan
Pada buku ini terdapat 43 cerita beragam cerita. Ada cerita seru tentang mahasiswa SBM angkatan pertama (dengan segala keunikannya sesuai fakta no 6 di atas), cerita tentang unit kemahasiswaan (fakta 11), ada tentang romansa di kampus, perjuangan kuliah di tengah kondisi finansial (fakta 7) dan berbagai cerita lainnya.
Saya sendiri di sini membagikan cerita yang cukup personal tentang kisah awal proses masuk ITB. Dengan berbagai kisah ini, saya harap Jejak Kenangan ini bisa menghibur para pembaca, atau syukur-syukur kalau bisa sekalian menginspirasi. Hehehe.. 😁
Jadi kita akan membuka PO ke-2 Jejak Kenangan. Kalau tadinya banyaknya pemasaran hanya ke internal, sekarang kita juga buka PO buat siapapun yang berminat membaca kisah ini. Insya Allah uang yang kamu keluarkan untuk membeli juga akan bermanfaat buat orang lain, karena sebagian keuntungannya akan kami gunakan untuk beasiswa S-1 ITB 💗💗
Harga buku Jejak Kenangan adalah Rp100.000,- dan PO dibuka sampai 9 Maret 2021. Kalau ada yang berminat, bisa langsung wa ke reseller kami di 085710334500 (Sari).
Atau kalau ada yang mau pesan lewat saya juga bisa, email saya aja ke mywonderfulbooklife@gmail.com, atau dm di instagram saya di @thessalivia
Tuesday, 15 December 2020
Giveaway dan Review Novel Nikah Muda
Alur novel ini simple, tapi penulis mampu meramunya menjadi bacaan ringan yang mengaduk perasaan. Pembaca bisa merasakan galau dari Kirana saat harus memilih antara ayah yang sangat dia sayangi, atau pacar yang dia cintai. Haruskah patuh dengan orangtua tapi mengorbankan kebahagiannya sendiri? - Fanny
Jujur, waktu aku baca novel ini ngerasa betapa beratnya menjadi seorang Kirana. Bayangkan aja, usianya masih 16 tahun, masih punya daftar mimpi panjang termasuk hobi baletnya, punya sahabat baik rasa pacar sendiri, tapi harus memilih antara mengorbankan kebahagiaannya sendiri atau menuruti permintaan Ayah tersayang. Kedewasaan Kiran sungguh diuji di titik ini. Kalau aku jadi Kiran, aku udah nggak tahu deh musti gimana huhuhu. - Jane
Sunday, 27 September 2020
Quote of THOUGHTS
Akhirnya buku yang ditunggu-tunggu datang juga..
Beberapa teman blogger mungkin tahu, beberapa waktu yang lalu, Mba Eno empunya blog https://www.creameno.com/ mengadakan guest paid post. Siapapun diperbolehkan berpartisipasi dan satu tulisan terpilih akan memperoleh hadiah lumayan besar dari Mba Eno dan tentu saja tulisannya bakal tayang di blog Mba Eno. Temanya adalah "Thoughts", seperti salah satu label postingan Mba Eno. Kurang lebih berisi curahan pemikiran tentang sesuatu. Saya ikut berpartisipasi, tidak berharap banyak karena pasti yang ikut banyak dan bagus-bagus. Eh ternyata ga ngira saya bisa termasuk salah satu dari 5 cerita yang dipilih Mba Eno. Walau bukan pemenang utama, saya udah seneng bangeeett 😍😍
Ternyata tidak berakhir di situ, atas ide dari Mas Cipu, Mba Eno kemudian membukukan tulisan para peserta dalam buku berjudul THOUGHTS dan mengirimkannya kepada para peserta, dan semua biaya ditanggung Mba Eno. Luar biasa!
Buku THOUGHTS ini sudah saya terima tempo hari. Waktu bukunya nyampe niatnya cuma mau intip-intip doank isinya, eh ternyata kebablasan bacanya, 😁 Saya ga bisa nutup sebelum beres karena isinya baguuus. Sampai saya merasa tulisan saya tidak ada apa-apanya dibandingkan kisah-kisah yang dituturkan oleh penulis lainnya. 😅
Banyak hal yang bisa saya petik hikmahnya dari buku ini, terutama bagaimana hidup memang tidak selalu mulus dan banyak roller coaster-nya. Namun bagaimana pun, kita harus belajar untuk melihat sisi positif dalam hidup dan jangan lupa untuk selalu bersyukur. Bisa dibilang, buku ini sangat inspiratif. Selain itu, Mba Eno juga menyisipkan quote-quote dari orang-orang terkenal di antara tulisan. Jadi baca buku ini feel-nya ngena banget. Untuk buku indie, kualitasnya perlu diacungin jempol. Kalau saja buku ini dijual bebas, saya pasti akan rekomendasikan siapa pun untuk beli dan baca.. Hehehe..
Jadi pada postingan kali ini, saya mau menulis potongan kalimat inspiratif dari masing-masing penulis di buku THOUGHTS:
Hanya saya ingin bilang, untuk teman yang lebih beruntung dan bahagia di luar sana, coba lihat jauh ke dalam mata seseorang yang tersenyum, apa mereka terlihat dalam keadaan baik-baik saja? - Arai Amelya
Sudahkah kamu bertanya dan tersenyum membalas bayanganmu di cermin? Menunjukan bahwa kamu hebat. Kamu kuat. Meski nggak sama dengan mereka. - Devina Genesia
Meski hari ini kita belum sepenuhnya baik, tapi kita bisa usaha menjadi orang yang lebih baik daripada kemarin. - Sweet Yvone
Jatuhkan saja dirimu dalam airmata ketika kesedihan melanda, tetapi jangan lupa untuk kembali bangkit dan bersukacita. -Yola Widya
Hidup kita sendiri adalah petualangan yang menyenangkan, seringkali terkubur atau merasa biasa saja jika mulai membandingkan hidup kita dengan orang lain. - Marfa Umi
Manfaat pertama dengan menulis adalah saya punya ruang bebas untuk berekspresi. - Lina Muryani
Lakukan, sekecil apapun yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Karena kadang hal yang kita pikir kecil, justru berdampak besar. -Reyne Raea
Life is not easy hanya dengan memilih hal yang disuka. Dan belum tentu hal yang kamu nggak suka, bisa buat kamu sengsara. - Rizky Masdila
Berbicara mengenai tanggung jawab memang bicara soal struggle masing-masing orang. - Rahul Syarif
Kalau kita sungguh-sungguh akan meminta maaf, ungkapkan bahwa kita sungguh menyesalinya, bukan memberi alasan untuk bela diri. - Kartika Sari
Berkata sesuai dengan keahlian dan porsinya masing-masing. - Ghina Rahmatika
Walau saya paham dari beratnya hidup orang dewasa, akan selalu ada campur tangan Tuhan yang bantu saya dan membentuk saya jadi orang yang lebih baik. - Frisca S
Sama seperti 24 jam, hidup juga terus berjalan. Perlahan kita akan menua, perlahan langit akan gelap. - Astria Tri Anjani
Dan untuk semua perempuan di luar sana, jangan pernah mau dibatasi oleh apappun dalam mengusahakan apa yang ingin kita kejar. - Luluk Sobari
Terkadang, sadar akan kondisi orang lain adalah satu hal yang sederhana namun sering dilewatkan. - Muhammad Irsyad
Apa dengan jadi orang baik saat diperlakukan nggak baik itu termasuk hal yang baik? - Hicha Aquino
Maka berilah ucapan terima kasih (kepada diri sendiri) sebagai penghargaan bahwa kita hebat bisa melalui perjalanan beserta rintangan yang menghadang. - Zahrotul Mutiya
Rencana yang kita rancang sedemikian rupa dan dengan sempurna pada akhirnya akan selalu ada kemungkinan nggak tercapai dan berantakan. Terkesan nggak adil memang, tapi rencana Allah lebih besar dan hebat dari rencana kita manusia. - Eka Fitriani Larasati
Si Ilegal Plagiat bukan hanya ada di drama Korea atau sinetron azab. Karena siapa saja bisa jadi pelakunya. - Rini Uzegan
Energi selain berpengaruh pada produktivitas, juga berpengaruh terhadap kebahagiaan. Jadi managemen energi itu tentang bagaimana kita bisa tetap bahagia tanpa menanggalkan produktivitas. - Rindang Yuliani
Memang hidup tidak semudah itu. Makanya Tuhan memberi kita akal dan pikiran untuk berusaha - Thessalivia
Nggak perlu merasa tinggi hati dan merasakan bahwa sakit itu hanya kita yang punya ... - Aina Awliya
Karena saya harus jadi perempuan yang bahagia. Saya bisa bahagia. - Faututtaqwiyah El-Adiba
Dari quote di atas kira-kira kebayang kan isi bukunya... Qoute mana yang jadi favorit kamu?
Oiya, dari semua kisah yang dituturkan, favorit saya adalah punya Mba Eka, ga salah Mba Eno milih tulisan Mba Eka menjadi juara. Dari tulisan Mba Eka saya belajar, bahwa belum tentu yang kita harapkan akan selalu tercapai, tapi percayalah, semua akan indah pada waktunya ❤❤ Selain itu saya juga sukaaa banget cerita Mba Rey, bagaimana ia berjuang menghadapi hidup bahkan saat semua terasa sudah diambang batas. Kalau Mba Rey baca postingan ini, semangat!! You're not alone!
think of what a precious privilege
it is to be alive - to breathe,
to think, to enjoy, to love
(Marcus Aurelius)
Sunday, 17 May 2020
Review Novel Nikah Muda di Instagram
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh henis || Pati - Jawa Tengah 🇮🇩 (@henibacabuku) pada
Itu beberapa dari review orang-orang untuk Novel Nikah Muda. Kalau ingin kepoin review yang lain tinggal cari aja tagar #novelNikahMuda di instagram ya.
Kalau kamu ingin baca masih bisa pesan dengan sistem pre order dengan cara pesannya di sini.
Atau kalau belum beli, kamu juga bisa baca gratis secara legal di aplikasi Perpustakaan Digital Banyuasin (di Ipusnas belum ada). Yuk dukung penulis dengan tidak membaca buku bajakan yaa. Karena akhir-akhir ini aku sering lihat buku aku ini dijual ebooknya murah banget di online. Huhu.. Stop book piracy, and read original

























