Showing posts with label thriller. Show all posts
Showing posts with label thriller. Show all posts

Sunday, 15 May 2022

Gambaran Menyeramkannya Sosial Media pada Asinlit Novel 'Happiness Battle' karya Joo Youngha

Halo semuanya!
Apa nih buku gratis pertama yang kamu terima tahun ini? Waktu awal tahun, saya sempat menerima buku dari Gramedia untuk direview. Sebenernya novel Asianlit ini bukan tipe buku yang akan saya beli sendiri. Mungkin pembaca blog ini tau, safe read saya biasanya tidak jauh-jauh dari romance atau fantasy 😆. Namun, saya tidak pernah membatasi diri untuk membaca genre lain, apalagi kalau ketebalan bukunya masih acceptable. Hehehe.. Maklum, waktu membaca saya agak2 susah, jadi saya tidak mau terlalu ambisius membaca buku yang lumayan tebal 🤣.

buku Happiness Battle Joo Youngha


Jadi, buku Happiness Battle karya Joo Youngha ini tentang apa sih?

Blurb
Sepasang suami istri ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Apartemen High Prestige supermewah di Gangnam. Sang suami, Kang Do-joon, ditikam di punggung, sementara istrinya, Oh Yoo-jin, ditemukan tewas dalam posisi bergelantungan di pagar balkon. Ketika Jang Mi-ho mendengar tentang kematian Oh Yoo-jin, sahabat baiknya semasa SMA, ia pun terdorong untuk menyelidiki sendiri kasus aneh itu.
Mi-ho berhasil mengetahui bahwa Yoo-jin dan beberapa ibu TK terlibat “perang kebahagiaan” di media sosial, di mana mereka berlomba-lomba memposting foto untuk memamerkan diri bahwa mereka adalah orang yang paling bahagia, karena memiliki suami paling penyayang, barang paling mewah, dan anak paling pintar. Polisi secara resmi menyatakan bahwa Oh Yoo-jin bunuh diri setelah menikam suaminya, tetapi Mi-ho curiga bahwa alasan kematian Yoo-jin berhubungan dengan “perang kebahagiaan” ini. Juga berhubungan dengan USB misterius yang sepertinya diburu semua orang.
Namun, apakah kasus ini juga berhubungan dengan trauma dari masa SMA tujuh belas tahun yang lalu?

Sosial Media yang Menyeramkan

Kamu ngerasa ga sih, sosial media itu sekarang seperti tempat perang kebahagiaan? Semua orang berlomba-lomba terlihat paling sempurna di sosial media. Semua pun ingin nge-branding diri sendiri dengan label tertentu. 
Pada buku ini, korban dan teman-temannya terlibat perang kebahagiaan tersebut di sosial media. Ada yang memperlihatkan 'istri sempurna', 'ibu yang paling penyayang', atau 'istri yang paling dimanjakan suami' dan berbagai label lainnya. Mereka berlomba-lomba terlihat paling luar biasa. 
Namun, bagaimana jika perang kebahagiaan itu berujung maut? 

buku Happiness Battle karya Joo Youngha

Review

Yang pasti, setelah membaca buku ini, saya terbengong-bengong 😆 Twistednya itu loh, saya ga ngira. Apalagi twistednya semata-mata bukan tentang pelaku kejahatannya saja. 

Awalnya ya, saya kira ini cuma tentang motif dibalik penyebab ditemukannya sepasang suami istri ditusuk dan tewas di apartemen mewah. Tapi ternyataaaaa..... wuaaa..... jauh lebih komplek dari itu. 😆😆 

buku Happiness Battle karya Joo Youngha

Twisted berlapis, masa lalu yang akan mempengaruhi hidup bahkan belasan tahun kemudian, bagaimana sosmed begitu memporakporandakan hidup dengan perang kebahagiaan yang diperlihatkan, daan banyak lagiii 🔥🔥

Rating

Kalau kamu suka membaca buku thriller yang tidak terlalu berat, cocok banget loh sama buku ini. 
Saya juga super super merekomendasikan buku ini buat kamu yang lagi belajar nulis novel dengan karakter yang kuat. Ini persis banget sama yang pernah diajarin editor saya, ada alasan setiap sikap orang mengapa seperti itu. Terutama tentang masa lalu dan trauma. Dan dibuku ini bener2 membuat kita bisa ikut merasakan betapa hidupnya karakter tokohnya karena trauma dan masa lalu mereka.. 
Untung bintang, saya berikan untuk Happiness Battle karya Joo Youngha ini 4.5 bintang 😍😍

buku Happiness Battle karya Joo Youngha


Oiya, selain buku ini, saya juga punya dua asianlit lagi nih yang belum dibaca. Ada buku Keigo Higashino yang Salvation of A Saint, bingkisan dari gwp.id saat saya menang lomba sambung cerita di instagramnya 😁. Sama satu lagi buku Haruki Murakami yang Dengarlah Nyanyian Angin, dari Peri Kecil Lia 💖💖. Menurut teman-teman, saya baca yang mana duluan yaaa?

Sumber gambar gif : tapsnapblog & giphy.com


.

Sunday, 30 May 2021

Perawan Tak Boleh Pulang, rekomendasi kisah misteri dengan kearifan lokal

Pernahkah kamu membaca buku misteri lokal? Saya baru saja menemukan buku misteri lokal yang menarik. Saking menariknya, baca ini rasanya seperti membaca buku misteri dan fantasi luar, tapi dengan kearifan lokal. Buku yang saya maksud adalah novel berjudul Perawan Tak Boleh Pulang karya I. Majid.



I. Majib sebelumnya saya kenal sebagai penulis wattpad dari Sumatera Utara. Genre yang diangkat cerita-ceritanya biasanya seputar misteri, pembunuhan, dan thriller. Salah satu cerita wattpadnya yang memenangkan The Wattys 2020 pernah saya tulis di sini. (Pölzl, Pemenang The Wattys Genre Thriller)

Waktu ia menerbitkan buku, saya sudah tertarik untuk membaca. Dari judulnya saja sudah mematik rasa penasaran, Perawan Tak Boleh Pulang. Maksudnya apa perawan ga boleh pulang?


Blurb
Marhara mendadak gila pada suatu sore, membuat gempar warga kota, kemudian hilang dibawa pergi laki-laki. Sang ayah kemudian meminta tolong kepada tiga sahabat Marhara untuk membantu mencarinya, yaitu : Yunika, gadis yang tak punya pekerjaan dan keahlian lain kecuali melarikan diri dari rentenir dan mengajak kawin kekasihnya. Alea, si mucikari yang kerap berurusan dengan pria-pria kaya hidung belang. Lalu Dinda, si gadis virilis yang masa remajanya banyak dihabiskan dengan urusan orang mati.
Ketiga gadis itu kemudian melakukan ekspedisi pencarian ke sebuah pulau bernama Habubuhan bersama Boy, teman mereka yang bisa diandalkan. Begitu banyak hal ganjil yang mereka temui di pulau itu. Dimulai dari banyaknya perempuan gila berkeliaran, laki-laki yang menyantroni mereka, larangan keluar malam hari, hingga ritual sesat yang tak punya ujung pangkal.
Hingga mereka dihadapkan pada dua pilihan: mati, atau beranak-pinak di Habubuhan.

Awalnya...

Novel ini langsung dibuka dengan cerita yang membuat pembaca bertanya-tanya. Mengambil tempat di Sumatera Utara pada tahun 1995. Sebuah kerumuman orang berkumpul di sekitar gedung penangkaran burung walet berlantai 4. Mereka semua heboh karena melihat seorang wanita sedang duduk di atas lantai 4 itu tanpa baju sehelai pun. Wanita itu adalah Marhara, seorang gadis baik-baik, cantik, dan kesayangan banyak orang. 

Sungguh mencengangkan ia bertingkah seperti orang gila seperti itu. Segala bujukan keluarganya dan orang-orang untuk turun dan memakai baju, tidak diindahkannya. Ia baru mau menurut saat Togi datang, pria yang baru saja dikenalnya di tempat kerjanya di sebuh hotel.

Sayangnya setelah dibujuk Togi itu, Marhara menghilang dan tidak pernah pulang ke rumah.
Ketika sudah dua minggu berlalu, dan tidak kunjung diketahui juga keberadaan Marhara, keluarganya meminta bantuan kepada teman-temannya untuk mencari.

Tim Pencari

Akhirnya 4 orang teman Marhara pergi mencari temannya yang menghilang itu. Mereka terdiri dari 3 wanita dan seorang pria. Yunika, gadis yang tampak tidak punya masa depan karena kerjanya hanya berhutang sana sini. Namun, ternyata memiliki seorang kekasih yang sangat mencintainya walaupun mereka terhalang restu keluarga. Alea, wanita cantik yang bekerja sebagai caddy girl di sebuah lapangan golf, walaupun sebenarnya ia juga mennjadi mucikari yang kerap berurusan dengan pria-pria kaya hidung belang. Alea juga mempunyai indra keenam dan bisa berkomunikasi dengan makluk halus. Dinda, gadis tomboy yang berakhir menjadi seorang mudin, pengurus mayat di kampungnya. Sedangkan Boy adalah teman mereka yang telah lama menyimpan rasa suka kepada Alea.

Yang saya suka adalah setiap karakter terasa hidup, apalagi dengan latar belakang kisah mereka yang unik. Membuat kita tidak kesulitan menikmati ceritanya walaupun banyak karakter yang disajikan pada novel ini. Setelah selama ini bacaan saya seputar masyarakat perkotaan, membaca karakter dengan latar Sumatera Utara ini terasa fresh. Belum lagi percakapan, kebiasaan, pekerjaan dan keseharian mereka, sangat menggambarkan kearifan lokal.

Pulau Habubuhan yang membuat penasaran

Dari info yang diperoleh, Marhara dibawa oleh Togi ke Habubuhan. Sebuah pulau yang harus ditempuh menggunakan kapal ferry dari Riau. Setibanya di Pulau Habubuhan, banyak keanehan yang mereka lihat. Mulai dari betapa terbelakangnya kemajuan teknologi dibandingkan tempat mereka, banyaknya wanita gila yang berkeliaran di pulau itu, kepala adat yang mencurigakan dan orang-orang pulau yang sepertinya menyimpan rahasia.

Dari awal saat tahu Marhara hanya mau menurut kepada Togi, saya sudah mengira kalau Togi pasti menjampi-jampi Marhara. Saya kira alasannya hanya sebatas cinta tidak terbalas. Tapi ternyata, banyak hal misteri di pulau Habubuhan yang melatarbelakangi perbuatan Togi. Termasuk latar belakang kenapa banyak sekali wanita gila di pulau itu. Sayangnya saat empat sekawan itu menyadarinya, semua sudah terlambat. Pilihannya hanyalah, menjadi gila di Habubuhan atau berusaha kabur dengan taruhan nyawa.

Tempo cerita dibuat dengan banyak kejutan, membuat kita selalu penasaran dengan kelanjutannya. Sampai-sampai 217 halaman buku ini terasa cepat sekali diselesaikan. Ketegangan demi ketegangan, selain membuat penasaran, juga membuat greget, sedih, lega, jijik, mual semua campur aduk menjadi satu.

Salah satu yang membuat saya mual adalah saat salah satu dari mereka diperkosa oleh beruk di tengah hutan 😭😭. Takut buat lanjut, tapi saya penasaran... Belum lagi adegan berdarah bacok sana sini. Untung saja yang hubungan intim ga dibuat terlalu gamblang oleh penulisnya.

Saya kagum sekali dengan penulis yang bisa meramu cerita sekeren ini. Kak Jid, you rock!

Apakah akhirnya mereka berhasil keluar dari pulau terkutuk itu? Silahkan baca sendiri yaa.. Saya tidak mau ngasi spoiler. Hehehe.. Tapi yang pasti saya suka dengan ending yang disajikan karena semua masalah terselesaikan dan tidak bersifat open ending

Terinspirasi dari kisah nyata

Pulau Habubuhan itu memang hanya tempat fiktif. Nanum, ternyata kisah buku ini terisnpirasi dari kisah nyata. Walaupun juga banyak ditambahkan dengan bumbu fiksi. Kisah 4 sekawan yang pernah mengalami hal tidak mengenakkan. Sang penulis, Kak Jid, bahkan memberikan kepada saya foto empat sekawan Dinda, Marhara, Alea dan Yunika  (bukan nama sebenarnya). Otomatis membuat saya merinding disko membayangkannya. Huhu...



The Rating

Secara keseluruhan, saya sangat menikmati mebaca buku Perawan Tak Boleh Pulang ini. Bahkan dibandingkan dengan cerita-cerita I Majid lain yang pernah saya baca. Jujur saja, buku ini melebihi ekspektasi awal saya. Ketegangannya, hal-hal magisnya, persahabatan mereka, semua menyatu membentuk cerita yang luar biasa. 

Kekurangan buku ini paling menurut saya, saya agak sulit membayangkan para wanita memutuskan pergi ke suatu tempat yang mereka tidak tahu kondisinya. Entah kenapa, saya merasa alasan mereka untuk berangkat, termasuk keluarga mereka mengijinkan pergi, agak kurang kuat. Kecuali Yunika, yang memang dalam kondisi sangat membutuhkan uang dan dijanjikan akan memperoleh bayaran yang setimpal. Namun, dengan kekurangan itu, saya akan tetap memberikan 4 bintang untuk Perawan Tak Boleh Pulang karya I Majid ini. Ini adalah novel lokal terbaik yang saya baca tahun ini.  


Perawan Tak Boleh Pulang
Penulis : I. Majid
Penerbit : CV Sinar Pena Amala
Cetakan Pertama, Maret 2021
ISBN: 978-623-6190-25-8


Sunday, 7 March 2021

Kisah Remaja dengan Gangguan Kejiwaan Mitomania pada Novel Ari Keling Terbaru

Pada beberapa waktu yang lalu, teman saya Abi pernah bertanya kepada saya, "Kamu tau yang namanya Ari Keling, ga? Nama dia muncul terus setiap pengumuman lomba..." Waktu itu kami mengobrol dengan gabungan antara rasa penasaran dan kagum sama penulis yang satu itu 😁.

Buat yang rajin ikut lomba-lomba menulis novel, mungkin cukup familiar dengan nama ini. Sampai sekarang, Ari Keling sudah menerbitkan lebih dari 20 novel, mulai dari penerbit Grasindo, Fiksi Laksana, Bhuana Sastra sampai yang terbaru di Penerbit Indiva Media Kreasi, sebuah penerbit yang berfokus menerbitkan  buku-buku keluarga, anak dan remaja. 

Mitomania Sudut Pandang

Berbekal dengan rasa penasaran -karena kebetulan belum pernah membaca karya Ari Keling sebelumnya- apalagi, buku terbarunya yang menang lomba menulis di Penerbit Indiva Media Kreasi baru saja terbit, yang berjudul Mitomania: Sudut Pandang. Akhirnya, tanpa ragu saya langsung pesan kepenulisnya yang kebetulan saya kenal di grup alumni GWP 3

Mitomania Sudut Pandang

Blurb
Kefiandira mendapat perundungan secara fisik, verbal, dan nonverbal dari Amanda, Lisa, dan Morgan. Dia melaporkan kekerasan yang dialaminya itu pada Pak Beni—kepala sekolah—dan Pak Joni—guru BK. Dia berusaha membuktikan kejahatan mereka dengan cerita yang dia tuturkan, dan dengan didukung bukti-bukti yang ada. Namun, cerita dari sudut pandangnya itu dibantah oleh Amanda, Morgan, dan Lisa, bahwa semua penuturannya itu adalah kebohongan. Setiap bagian cerita dari sudut pandang Kefi, bisa dibantah dengan cerita dari sudut pandang Amanda, Morgan, dan Lisa. Pak Beni dan Pak Joni berusaha mencari siapa yang benar karena setiap kejadian ada dua cerita yang berbeda. Mereka yang terus menganalisis semakin terkejut ketika mendapat dugaan penyakit kejiwaan kebohongan patologis paling ekstrem dari salah satu murid mereka. Pertanyaan yang muncul, siapa yang mengidap penyakit kejiwaan itu? Sementara keduanya tidak tahu ada hal lain yang lebih mengerikan di balik kejadian yang mereka analisis tersebut. Apa itu?

Awalnya...

Novel ini dibuka dengan seorang siswi SMA bernama Kefi yang mengadukan perundungan oleh teman sekolahnya ke guru (Pak Joni) dan kepala sekolah (Pak Beni). Akhirnya, permasalahan dibuka dengan mempertemukan Kefi dan tiga sekawan yang menjadi perundungnya di ruangan kepala sekolah. Lisa, seorang siswi yang dikalahkan oleh Kefi di lomba menulis, Morgan yang menyimpan rasa suka kepada Kefi, dan si tomboi Amanda yang menjadi dalang utama perundungan.  

Tiga orang itu masing-masing mempunyai motif untuk merundung Kefi, apalagi Amanda ternyata terlibat cinta segitiga antara Kefi dan Morgan. Namun, mereka bertiga tentu saja terang-terangan menolak tuduhan perundungan itu. 

Sedangkan di sisi Kefi, ia punya bukti-bukti berupa memar akibat perundungan teman-temannya. Namun ternyata, masa lalu Kefi yang mencurigakan sebagai murid pindahan juga memunculkan pertanyaan tersendiri. Bisa kah kata-kata Kefi dipercaya?

Di tengah penuturan di kantor kepala sekolah, tidak hanya perbuatan kepada Kefi yang harus dipertanggungjawabkan, tetapi persahabatan Lisa-Morgan-Amanda pun menjadi di ujung tanduk. 

Aku jadi bertanya-tanya. Apakah seseorang baru terlihat aslinya ketika terbentur masalah cinta? Ataukah memang aku yang tidak pandai melihat bagaimana sebenarnya kedua temanku itu? Jangan-jangan aku yang memang tidak tahu, kalau selama ini Morgan dan Amanda pernah bercakap-cakap membicarakan keburukanku di belakangku? - Lisa (hal 126)

Mitomania

Hasil analisa sementra Pak Joni dan Pak Beni adalah, ada yang berbohong dengan ceritanya. Bukan sekedar bohong biasa, tetapi sang pembohong sepertinya mengidap mitomania. Saya yang cukup asing dengan istilah itu mencoba mencari artinya dan menemukan kurang lebih seperti ini: 

Mitomania adalah gangguan kejiwaan yang membuat penderitanya berbohong tanpa sadar dan tanpa tujuan untuk menipu. Sebutan mitomania biasanya diberikan kepada orang yang sering berbohong dan menganggap kebohongan yang dilakukannya adalah nyata.

Jadi biasanya penderita mitomania sendiri itu tidak sadar kalau sebenarnya dia berbohong. Karena otaknya mencampuradukkan fakta dan imajinasi. Biasanya ada latar masa lalu yang pahit sampai membuat seseorang menderita gangguan ini. 

Pada cerita ini, sayangnya dua dari empat orang itu memiliki latar belakang yang dapat membuatnya menjadi mitomania. Ini makin membuat bingung kedua guru itu untuk mencari kebenaran yang sesungguhnya 😆. 

Novel Remaja Psikologis

Buku ini adalah novel remaja, jadi walaupun membahas perundungan dan gangguan kejiawaan, kisah dituturkan dengan sangat ringan. Latar belakang konflik pun tidak dibuat terlalu rumit, sehingga cerita dapat dinikmati oleh semua usia. Saya pribadi sangat menikmati membacanya dan berhasil menyelesaikannya hanya dalam dua hari, ini rekor buat saya yang biasanya harus ngabisin berminggu-minggu untuk satu buku 😁. Perpindahan sudut pandang setiap bab, bergantian antara POV satu Kefi, Morgan, Lisa dan Amanda, atau kadang menjadi POV tiga serba tahu, tidak membingungkan sama sekali. Justru malah membuat kita ikut menyelami karakter masing-masing tokoh. 

Sebagai pencinta cerita anak dan novel remaja, saya juga suka dengan penyelesaian konflik pada ending buku ini. Mungkin bagi beberapa orang ending-nya akan terkesan biasa, apalagi dari tengah buku kita sudah dapat klu tentang akhir kisah ini. Namun, buat saya akhir kisah mereka terasa menghangatkan hati. Ah, remaja tidak perlu lah dikasi ending yang menggantung sok misterius, kan? 😁

Karena novel ringan ini sangat menghibur dan memberikan warna baru dalam fiksi remaja yang biasanya hanya fokus pada percintaan, saya beri 4 bintang untuk buku Mitomania: Sudut Pandang karya Ari Keling ini

Mitomania Sudut Pandang

MITOMANIA: SUDUT PANDANG 
Penulis : Ari Keling 
ISBN : 978-623-253-028-7
Harga :  Rp 65.000
Penerbit Indiva Media Kreasi
Cetakan Januari 2021
256 halaman
Apakah kamu pernah bertemu orang dengan gangguan mitomania? Atau justru baru dengar juga istilah ini seperti saya? 😁



Wednesday, 27 January 2021

Dari Rekomendasi Cerita Wattpad Sampai Cerita Tentang Jerman

Pada postingan saya tentang salah satu buku jebolan Wattpad tempo hari, terdapat beberapa komen dari teman-teman yang menanyakan tentang rekomendasi bacaan bagus di Wattpad. Saya termasuk yang jarang membaca cerita di Wattpad. Karena mencari bacaan bagus di Wattad memang agak sulit sulit susah 😅. 

Tulisan dengan jutaan view tidak menjamin bahwa bacaan itu memiliki kualitas yang bagus. Sedangkan ada juga tulisan yang tidak memiliki banyak view ternyata surprisingly kualitasnya sangat bagus. Kualitas di sini bisa dalam banyak hal mulai dari tata bahasa yang rapi, plot yang bagus, pendalaman karakter, dll.


Tips Memilih Bacaan di Wattpad

Salah satu tips yang saya berikan untuk mencari cerita yang berkualitas di Wattpad adalah : membaca cerita yang memenangkan The Wattys setiap tahunnya. Jadi, Wattpad setiap tahun selalu memberikan penghargaan untuk cerita-cerita yang bagus berdasarkan genre. Terakhir pada tahun 2020, terdapat beberapa cerita yang menjadi pemenang untuk genre Young Adult, Fiksi Penggemar, Fantasi, Fiksi Sejarah, Horor, Misteri & Thriller, Paranormal, Romansa, dan Fiksi Ilmiah.


Rekomendasi cerita wattpad


Pölzl, Pemenang The Wattys Genre Thriller

Jujur, saya pribadi belum membaca semua cerita pemenang The Wattys tahun kemaren. Tetapi ada salah satu cerita yang telah saya baca  untuk pemenang genre Thriller berjudul Pölzl karya penulis dari Medan bernama I Majid.





Blurb
Adakah yang lebih mengerikan dari sekadar menghadapi anggota keluargamu  mati satu per satu, secara bergiliran, tidak rasional dan tidak dapat diterka?
Sejak ditemukannya mayat seorang bartender yang tertimbun salju di halaman depan rumah keluarga  Pӧlzl, rentetan tudingan membuat kehidupan mereka terasingi. Keanehan tingkah dan perilaku satu per satu anggota keluarga mulai bermunculan. Masing- masing bersembunyi, menyimpan rahasia dalam tabir tak tersingkap.
Teror masyarakat desa menjadi pembangkit sejarah kesadisan nenek moyang keluarga Pölzl. Kekuatan baru pun  muncul ke permukaan. Seolah fitnah dan tudingan menjadi pemicu lahirnya si pembantai masyarakat.


Awalnya saya kira ceritanya sebatas pembunuhan dan bagaimana perjalanan menguak pembunuh tersebut. Keluarga Pӧlzl tinggal di sebuah kota kecil Jerman di sebelah ladang anggur mereka yang luas. Suami istri Pӧlzl memiliki dua gadis remaja dan seorang bayi laki-laki. Pada suatu hari di musim dingin bersalju, ditemukan mayat seseorang di halaman depan mereka. Kebayang kan bikin shock-nya keluarga Pӧlzl dan orang-orang di desa itu 😆 Seiring berjalannya cerita ternyata kisahnya tidak hanya tentang pembunuhan tetapi juga terdapat beberapa paranormal activity yang bikin merinding.

My Opinion About Pӧlzl

Ada beberapa hal yang membuat saya penasaran sekali untuk segera menyelesaikan membaca cerita Pӧlzl. Pertama, tentu saja penasaran dengan siapa sebenarnya yang membunuh orang itu dan motifnya. Semakin dalam membaca ceritanya, saya dikejutkan lagi ternyata pembunuhan bukanlah satu-satunya konflik pada cerita ini. Leluhur keluarga Pӧlzl ternyata menyimpan suatu rahasia kelam yang mempengaruhi jalan cerita dan keselamatan mereka. 

Penulis juga menurut saya cukup berani dengan memberikan kejutan-kejutan, seperti membiarkan beberapa tokoh-tokoh tidak memperoleh happy ending. Membaca ini rasanya seperti menonton sebuah film menegangkan di mana pada akhir kita harus kejar-kejaran karena hanya beberapa orang yang akan berhasil selamat.

Selain membuat penasaran, yang patut diacungi jempol pada cerita ini adalah bagaimana penulis berani untuk mengambil genre cerita yang jauh berbeda dari penulis-penulis Indonesia selama ini. Buat saya pribadi, cerita ini cukup menarik dan menegangkan. Tetapi saya tidak bisa membandingkannya dengan cerita-cerita bergenre thriller populer lainnya karena jujur saya cukup jarang membaca cerita genre ini. Mungkin bagi beberapa pembaca yang sudah biasa membaca thriller terutama terjemahan, bisa jadi akan berpendapat berbeda dengan saya. 

Menulis cerita genre ini tidak lah gampang. Apalagi Penulis mengambil latar bukan di Indonesia tapi di musim dingin pada sebuah kota kecil di Jerman. Jadi penggambaran tempat juga harus kuat agar pembaca dapat ikut merasakan berada di sana. Awalnya ada beberapa yang agak tidak pas dengan latar tempat. Tapi saya sangat mengapresiasi penulis yang terbuka dengan masukan dan terus memperbaiki tulisan untuk menjadi lebih baik. Dari segi tata bahasa pun penulis sangat rapi. Berbeda dari beberapa tulisan Wattpad lain yang kadang tata bahasa dan peletakan tanda bacanya yang membuat sakit kepala 😆😅.

Winterview of vineyard and Germany village
 (sumber:pinterest)

Additional Part About Germany

Tambahan sedikit yang bukan tentang review tulisan ya 😁. 

Pada cerita ini digambarkan bahwa keluarga Pӧlzl memiliki kebun anggur yang luas dan merupakan penghasil minuman anggur terkenal di daerahnya. Saat saya searching, ternyata memang Jerman cukup terkenal juga dengan kebun anggurnya. Padahal selama ini saya tahunya Jerman itu terkenalnya bukan dengan minuman anggur tetapi justru dengan bir. Top 3 tentang Jerman itu biasanya : Beer, Football, Palaces & Castles. 


Saya dan suami saat di Jerman kita nginepnya di hotel yang dulunya kastil, Schloss Montabaur

Back to beers, jadi di Jerman ini sampai mereka memiliki festival bir sendiri yang diselenggarakan setiap bulan Oktober yang bernama Oktoberfest. Saat saya ke Jerman beberapa waktu yang lalu pun, ceritanya tidak terlepas dari bir 🍺

Selama di sana kita kebetulan ditemenin oleh teman yang asli orang Jerman. Setiap makan pasti selalu ditawarkan bir. Saat mengatakan kalau saya tidak minum alkohol, maka mereka akan langsung memesankan bir tanpa alkohol. Jadi bagi mereka di sana, minum bir sama saja dengan kita makan yang minumnya es teh manis kali ya 😆. Ga lengkap kalau ga ada birnya. Hehehe..



Makan siang di Koblenz, lengkap dengan bir 😆



Dinner di salah satu restoran peraih Michelin, Bernhards Restaurant. Dikasih bir lagi, non alkohol tentunya 😁

Hampir tidak pernah selama makan bersama di sana mereka memesan air mineral atau air putih untuk minum. Selalu bir, baik saat makan siang maupun makan malam. Dan mereka semangat banget buat nawarin kita bir juga, sampai ga enak sendiri buat nolaknya 😆😁 Ekspresi kagetnya saat bilang kita ga mau bir itu loh yang ga nahan, berasa kita makluk paling aneh sedunia. Hehehe..

🍺🍺🍺


Eh, jadi ini mau review atau posting apa sih sebenarnya, Ca? Hehehe.. Abis baca Pӧlzl bikin saya jadi kangen liburan 😆 Karena pandemi dan belum bisa liburan kemana-mana, yaudah liat foto-foto aja buat obat kangen.. Semoga ga keberatannya liat foto naris saya dan suami.. 😅


Palaces & Castles in Germany


At the end, kamu ada rekomendasi cerita Wattpad apa aja? Atau lagi pengen cerita apa tentang Jerman? 

Cheers,
🍺🍺🍺

Saturday, 15 September 2018

Menguak Masa Lalu melalui Ponsel yang Tertukar, Call from an Angel by Guillaume Musso


Blurb
Di New York, tanpa sengaja ponsel Madeline dan Jonathan tertukar. Saat mereka menyadari kesalahan tersebut, mereka sudah terpisah hampir sepuluh ribu kilometer. Madeline adalah seorang floris di Paris, sedangkan Jonathan memiliki restoran di San Fransisco.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi keduanya untuk menyerah pada godaan dan menelusuri ponsel masing-masing. Namun, itu malah menguak sebuah rahasia yang ingin mereka berdua kubur selamanya. Sebuah rahasia yang bisa membunuh mereka berdua.


Madeline adalah seorang floris di Paris. Ia memiliki sebuah toko bunga yang dia jalankan bersama seorang asistennya. Madeline juga memiliki seorang pacar kaya raya yang sangat mencintainya. Tetapi ternyata Madeline memiliki masa lalu yang berusaha disimpannya rapat-rapat.
Berjarak ribuan kilometer dari Madeline, ada seorang pemilik restoran sederhana di San Fransisco, Jonathan. Ia dulunya adalah seorang koki sukses kaya raya, memiliki istri cantik dari keluarga terpandang, sering muncul di tv menjadi bintang tamu dan buku tentangnya sangat laku dipasaran. Semua kemudian berubah sejak terjadi sesuatu dalam hidup Jonathan. Sesuatu yang merenggut semua yang dimiliki Jonathan, termasuk semangat hidupnya.

Kehidupan Madeline dan Jonathan terhubung melalui hp mereka yang tidak sengaja tertukar di bandara New York.
Ekspektasi : Madeline dan Jonathan yang awalnya tidak saling kenal akhirnya saling menghubungi, sering chitchatchitchat so sweet gitu jadi jatuh cinta. Mereka janjian ketemu kemudian jadian dan happily ever after
Kenyataan : Madeline dan Jonathan yang awalnya tidak saling kenal kemudian saling membongkar rahasia masing2, rahasia dan obsesi masa lalu yang ternyata membuat hidup mereka dalam bahaya, adegan2 menengangkan sambil mencoba memecahkan teka-teki masa silam yang belum terselesaikan.


Ternyata novel ini bukan novel roman picisan yang manis saudara saudara! Hahaha. Saya tertipu oleh covernya yang super cute. Jadi kecewa donk? Sama sekali tidak donk. Karena thriller nya dibuat ringan tidak terburu2, setiap rahasia dibuka pelan2 jadi membuat kita makin penasaran. 

Selain itu saya sukaaa sekali dengan deskripsi karakter yang diberikan. Madeline diceritakan pemberani, tetapi juga memiliki kelembutan sebagai seorang florish

Madeline mewarisi kecintaan pada seni merangkai bunga dari ayahnya. Dia bangga bisa melakukan sesuatu yang menandai setiap peristiwa besar dalam kehipudan para pelanggannya. Bunga-bunga menyertai orang-orang dari buaian sampai ke liang kubur.

Jonathan seorang koki dari Paris yang brilian dan terkenal. Diceritakan apabila ia memperoleh inspirasi, maka dia akan memasak makanan yang menggambarkan perasaannya. Dan inspirasi itu mostly dulu dia dapatkan dari (mantan) istrinya. 

... chef termuda di Perancis dengan ranking bintang tiga dari Guide Michelin..
...bintang dalam banyak program televisi...
...senyum menawan, jaket kulit dan aksen Prancis yang tidak mungkin ditolak...
...pengusaha dengan serangkaian usaha : bistro, kedai bir, bar anggur, hotel mewah. Meluas ke seluruh dunia dari Las Vegas ke Miami, Beijing, London dan Dubai..


 Tidak semudah itu melepaskan diri dari masa lalu. Tidak semudah itu meloloskan diri dari pasir isap sebuah obsesi. – Hal. 262

OOT dikit ya, jadi setelah saya membaca buku ini, saya sempat membaca novel lokal dengan karakter utama juga seorang koki. Tetapi perbedaannya cukup jomplang, mulai dari penjelasan detail makanan yang dimasak besarta bahan2nya (novel satu laginya ga ada), sampai dengan penjelasan tentang rasa (di novel satunya cuma di bilang 'enak banget' tanpa penjelasan jadi ga bisa bayangin rasanya). Jadi ini novel juga rekomen buat penulis2 yang ini mengangkat koki sebagai karakter di novelnya ya.

Back to this book ya.. Call from an Angel adalah buku ke 2 Guillaume Musso yang saya baca. Hasil kepo dengan web pengarangnya, ternyata inspirasi menulis novel ini diperoleh saat hpnya tidak sengaja tertukar dengan orang asing di bandara. Ini cover versi buku asli sebelum diterjemahin, lebih kerasa thrillernya kan karena sambil megang pistol..

 Jadiii, tentu saja 4 bintang untuk buku yang menyajikan cerita tidak terduga ini.


Judul: Call From an Angel
Penulis: Guillaume Musso
Penerbit: Spring
Jumlah Halaman: 432 halaman; 20 cm
ISBN: 978-602-6682-08-6
Penerjemah: Yudith Listiandri
Penyunting: Selsa Chintya
Pengelaras Aksara: Titish A.K.
Desainer Sampul: Chyntia Yanetha
Cetakan pertama, Oktober 2017

Friday, 20 July 2018

(Blogtour dan Giveaway) Follow Me Back oleh Penerbit Spring


Blurb

 Dunia Tessa Hart terasa sangat sempit. Dia terkurung di dalam kamar karena agorafobia yang diidapnya. Satu-satunya pelariannya adalah dengan memasuki dunia fandom online penyanyi pop yang sedang naik daun, Eric Thorn. Ketika Eric menyapa para fansnya lewat Twitter, rasanya seperti cowok itu berbicara langsung kepadanya.

Eric Thorn takut pada penggemarnya yang obsesif. Mereka memujanya dengan cara berlebihan. Belum lagi tim publisisnya yang tidak berhenti menulis tweet dengan akunnya untuk menyemangati khayalan mereka. Benar-benar tidak membantu. 

Ketika temannya yang sesama penyanyi pop dibunuh seorang penggemar, Eric tahu dia harus melakukan sesuatu untuk menghancurkan citra dirinya di online. Contohnya, menjatuhkan salah satu pengikut besarnya di Twitter. Sayangnya rencana Eric untuk mengganggu @TessaHeartsEric berubah menjadi hubungan online yang lebih dalam daripada yang pernah dia bayangkan. Dan ketika hubungan mereka semakin dekat, sesuatu yang tidak disangka-sangka mengejutkan mereka semua!


Tessa Hart seharusnya mulai kuliah tahun ini. Akan tetapi sesuatu yang buruk terjadi padanya saat mengikuti sekolah musim panas, meninggalkan trauma mendalam di kehidupan Tessa. Sejak saat itu berbulan-bulan lamanya Tessa sama sekali tidak berani keluar rumah, bahkan untuk kamarnya sendiri dia ketakutan. Tessa terkukung dalam agarofobia yang dideritanya, ketakutan untuk berada di tempat keramaian. Interaksi nyata yang dilakukan Tessa sejak kejadian itu hanya dengan ibunya, terapis dan pacarnya Scott. Selain itu, interaksi yang dilakukan Tessa adalah melalui dunia maya. Melalui twitter dia menjadi @tessaheartseric, seseorang yang sangat mengagumi pop star muda yang sedang naik daun, Erict Thorn. Melalui cerita fandomnya dengan tagar #terobsesiEricThorn, postingan Tessa menjadi viral dan followernya bertambah dengan cepat.

Eric Thorn, seorang pop star yang masih berumur 18 tahun. Memulai karirnya sebagai youtuber selama 2 tahun sebelum akhirnya berhasil terkenal dan rekaman. Namun ternyata gemerlap dunia artis bukanlah seindah harapan Eric. Ia terjebak oleh rutinitas ketat yang diatur oleh label rekamannya. Semua diperparah saat mencuat berita, seorang artis bernama Dorian dibunuh oleh penggemarnya. Mau tak mau Eric menjadi mempunyai ketakutan berlebih terhadap penggemarrnya, apalagi meliat #terobsesiericthorn selalu menjadi trending topic di twitter. Akhirnya Eric mulai memikirkan cara untuk mengancurkan citranya di mata penggemar karena dia tidak mau berakhir tidak bernyata seperti Dorian.

Kehidupan Tessa bersinggungan dengan Eric saat Eric mulai membuat akun twitter palsu. Awalnya akun palsu tersebut akan digunakan Eric untuk menjatuhkan pamornya di twitter, sekaligus untuk melawan fans2nya. Tapi emank dasarnya Eric anak baik sih ya, jadi walau awal2nya Taylor (nama pada akun palsunya) ini melontarkan kata-kata kejam, ujung2ny Taylor malah minta maaf ke Tessa. Ternyata yang dibutuhkan Eric sebenarnya cuma teman bicara dari hati ke hati.

Setiap orang yang kau temui memiliki pertarungan yang tidak kau ketahui di dalam diri mereka. Bersikaplah baik. Selalu. Hal-81

Penasaran, itulah yang paling berkesan bagi saya saat membaca buku ini. Cerita bergulir tentang pergumulan Tessa dengan psikisnya, tanpa diberikan klu penyebabnya. Awalnya alur cerita terasa agak lambat. Tetapi alur juga dibuat maju mundur antara cerita Tessa, Eric dan transkip intograsi polisi saat mewawancara Tessa dan Eric secara bergantian. Membuat kita bertanya-tanya, kejadian apa yang membuat mereka harus berurusan dengan polisi. Semakin akhir banyak pertanyaan mulai terjawab, dan saya suka dengan penjelasan yang diberikan. Namun bab terakhir meninggalkan kembali tanda tanya besar, bener-bener twisted dan question ending yang tidak terduga. Baru ngeh ternyata ini buku pertama dari 2 buku pas beres baca. Hahaha.. Sukses akhirnya membuat saya menyalakan kembali kindle setelah berbulan-bulan terlupakan, saking penasarannya dengan kelanjutan ceritanya. Akhirnya saya langsung purchase buku ke 2 Tell Me No Lies di kindle ebook amazon. (Next akan saya review disini kalau udah beres baca).

Ngomong2 tentang karakternya, saya kasiaaann banget sebenarnya dengan kondisi mereka, jadi bawaannya baper pas baca. Huhu.. Tessa mengalami trauma, tetapi tidak memiliki orang yang benar2 perhatian dengannya. Saya greget kok ga ada temen yang perhatian sama dia, ibunya juga malah menganggap dia sebagai beban (penjelasan kenapanya ternyata baru ada di buku ke2). Greget sama pengarangnya juga, kok ga ada temen sekali buat Tessa saat ia struggle dengan kondisinya. Eric juga, tidak memiliki privasi dan apapun yang dia lakukan harus sesuai dengan keinginan label rekaman, membuatnya tidak bisa menjadi diri sendiri. Wajar kalau akhirnya mereka melarikan diri di dunia maya. Sebenarnya mungkin ini bisa menjadi isu di era sosmed saat ini. Banyak yang memiliki follower jutaan di dunia maya tapi sebenarnya merasa kesepian di dunia nyata.. jadi jangan lupa bahagia ya guys, mau lewat online atau offline yang penting happy..
Mau makin happy? Nah Penerbit Spring mau bagi-bagi buku ini gratis.. Caranya gampang, tinggal ikutin cara di bawah ini yaa :

1. Like fanpage Penerbit Spring, Follow akun Twitter @PenerbitSpring 
2. Follow akun Instagram @PenerbitSpring dan akun Instagram @thessalivia
3. Share postingan ini melalui sosial media kamu. Jngan lupa mention @PenerbitSpring dan @thessalivia (jika via Twitter dan Instagram), atau tagPenerbit Spring (jika via Facebook)
4. Jawab pertanyaan ini :
Fobia apa yang dialami Tessa setelah mengikuti sekolah musim panas?
5. Simpan jawaban dari pertanyaan setiap host (untuk tautan blog dapat dilihat di banner)
6. Di akhir blogtour, akan diadakangiveaway di fanpage Penerbit Springpada tanggal 22 Juli 2018 dan jawaban atas pertanyaan yang sudah dikumpulkan dari semua host blogtour akan menjadi kunci penentu untuk mendapatkan novel ‘Follow Me Back’.
7. Pengumuman pemenang akan dilakukan segera setelah giveaway berakhir di fanpage Penerbit Spring.


Oiya lupa ngasih bintang, karena ceritanya bikin penasaran ga bisa berenti baca, covernya juga keren banget, jadi 4 bintang buat buku Follow Me Back.



Judul               : FOLLOW ME BACK 
Penulis             : A.V Geiger
Penerjemah      : Lisa Mahardika
Halaman          : 340 halaman, 20 cm
Tahun Terbit    : Mei 2018 
ISBN               : 978-602-6682-20-8 
Penerbit           : Spring 

Thursday, 24 July 2014

Goosebumps by RL Stine

Postingan kali ini adalah postingan dalan rangka mudik ke kampung halaman pada Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.. :) Mudik ke kampung halaman berarti waktunya nostalgia, termasuk bernostalgia buku, buku yang dulu sempat menjadi favorit saya, GOOSEBUMPS!

Here are some of my dusty Goosebumps collections I found (sisanya ga tau ada dimana.. T.T) : 
Goosebumps RL Stine

Review Goosebumps

Goosebumps adalah buku karya RL Stine yang terdiri dari banyak seri. Setiap seri terdiri dari puluhan buku. Misalnya yang saya tau Goosebumps (tanpa embel2) terdiri dari 62 buku, Goosebumps Series 2000 terdiri dari puluhan buku jg. Ada juga Goosebumps seri petualangan maut (Goosebumps Horrorland). Setiap buku menceritakan cerita yang berbeda jadi tidak perlu membaca berurut atau membaca semuanya. 

Goosebumps pertama kali diterbitkan tahun 1992 dengan judul pertama adalah Selamat Datang di Rumah Mati (Welcome to horror land). 

Goosebumps adalah buku horor anak-anak dengan khas twisted ending, artinya ending yang benar-benar tidak terduga. Contohnya sepanjang buku kita disajikan keseraman tentang orang atau tetangga yang mencurigakan, ternyata di akhir buku yang monster atau yang hantunya adalah tokoh utamanya. ^^ Sedangkan Goosebumps seri petualangan maut adalah novel dengan jalan cerota yang kita putuskan sendiri. Jadi setiap halaman ada catatan kaki, misalnya saat kita sedang dikejar srigala, buka halaman 5 untuk lari ke jembatan atau buka halaman 11 untuk lari ke gunung. Jadi kita sendiri yang akan menentukan nasib kita sendiri.. Hehehe.. 

Semua buku2 Goosebumps menceritakan dengan sudut pandang orang pertama, bahasanya ringan, tanpa gampar kecuali pada covernya, dengan halaman 100an lebih dikit dan tulisan yang cukup besar. Cerita-cerita Goosebumps walaupun cerita horor, tidak pernah menampilkan kekerasan & kesadisan, percintaan, dan walau kadang permasalahaan cukup pelik (buat anak2), tidak pernah ada benar2 mati. Tokoh2 buku juga sebagian besar adalah berumur 8-12 tahun.

Menurut saya (saya sekarang n saya yang masi kecil dulu) cerita horornya adalah tipe horor yang bagus tapi tidak terlalu seram. Entah karena sebagian hantunya adalah hantu luar negri seperti manusia serigala, mumi, drakula, monters dll. Walau tetap ada beberapa cerita Goosebumps yang menyeramkan n cukup membuat saya takut ke kamar mandi waktu dulu.
Jadi buku ini sangat cocok untuk anak-anak, apalagi anak2 yang sedang tahap move on dari buku cerita bergambar ke novel. (Inget dulu bangga sekali waktu SD bisa menamatkan Goosebumps, berasa udah dewasa. Heheheh). Namun demikian buku ini juga cocok untuk orang dewasa yang ingin bacaan ringan dan horornya lain dari pada yang lain. Atau orang2 dewasa yang ingin bernostalgia seperti saya. :)


Goosebumps & My Life 

Buku Goosebumps pertama kali saya baca saat saya kelas 3 SD dengan judul Topeng Hantu. Buku ini menceritakan tentang seorang anak yang ingin menjadi paling menakutkan saat Hallowen, sehingga dia membeli topeng yang sangat seram. Awalnya sangat menyenangkan karena banyak anak-anak lain ketakutan dengan topengnya, tapi masalah mulai muncul saat ketika topengnya tidak bisa dilepas dan merubahkan menjadi Monster.. 

Sejak saat itu, saya dan kakak saya yang juga hobi membaca mulai mengoleksi Goosebums. Setiap berkesempatan ke kota Padang, kami akan mampir ke Gramedia untuk membeli Goosebums. Kalau kami membeli lebih dari 1 buku, maka begitu sampai rumah akan segera membaca secara bergantian. Kalau kebetulan cuma membeli satu buku, maka kami akan membaca berdua. Bukannya mau sok kompak, tapi ga ada yang mau ngalah buat baca belakangan. Hehehe..

Beli n baca buku Goosebumps berlanjut sampai saya SMP dan berhenti saat saya  SMA. Saat SMA buku sejenis yang masih saya baca adalah Animorph dan Fear Street. (Maybe later I'll review this book). 
Saat saya kuliah, pada tahun ke3 saya kerja praktek (KP) ke salah satu perusahaan minyak terbesar di Riau. Saya dan teman KP di sana tinggal di komplek perusahaan yg lengkap sekali fasilitasnya, salah satunya adalah library. Dalam rangka mengisi waktu luang, saat teman2 lain memilih nge gym, saya memilih ke perpustakaan dan saya menemukan kebahagiaan di sana (lebay mode on ^^). Karena di sana penuh dengan buku2 masa kecil saya, mulai dari Goosebumps, Road Dahl, komik2 Kotaro, dll. Novel2 di sana hampir semuanya adalah berbahasa inggris terbitan luar. Termasuk saya menemukan buku2 cerita sepanjang jaman seperti Alice in the Wonderland yang sampulnya sampul kulit! Pas liat tahun terbitnya itu tahunnya bahkan sebelum Indonesia merdeka. Rasanya seperti menemukan harta karun! Andai saya bisa membawa perpustakaan itu pulaaang.. >.<

Okay, back to Goosebumps. Di sana akhirnya saya membaca lagi banyaak sekali buku Goosebumps dari versi aslinya yang berbahasa Inggris. Karena saya bukan penghuni tetap di sana, saya hanya diperbolehkan membaca di tempat. Sehingga hampir sebagian waktu pulang KP saya habiskan di sana. 

Total sampai sekarang saya sudah membaca cukup banyak Goosebumps, belum semua tapi sepertinya sudah 50an lebih.. Goosebumps yang menjadi favorit saya adalah Helloween Tanpa Kepala. Cukup menyeramkan untuk sebuah Goosebumps, dan twisted ending nya menurut saya sangat membuat merinding.. 

Where to find

Bagi teman2 yang penasaran dengan Goosebumps, atau bagi yang ingin bernostalgia, sekarang bisa baca gratis di aplikasi perpustakaan digital. Kalau ingin membeli bukunya, karena sudah tidak dijual di Gramedia, bisa di beli di beberapa shop online atau di bursa buku murah di Plaza Semanggi lantai atas dan di Blok M. Walaupun sebagian besar yang dijual dalam bentuk buku bekas.. 

Update: Sekarang Goosebumps udah terbit lagi dengan cover baru. Jadi kamu bisa cari di toko-toko buku terdekat.

Sekian nostalgia malam ini. 
Selamat Idul Fitri :)

Malam Takbiran 2014
From Solok with Love

(Behind the scene: ada anak cantik yang pengen ikutan eksis. Ekspresi bingung liat mamahnya foto2in buku. Hehehe.. ^^) 



Wednesday, 30 November 2011

Reviews by Thessalivia | weRead



WeRead tells bout Theraphy by Sebastian Fitzek

No witnesses, no evidence, no body: Star psychologist Viktor Larenz's twelve-year-old daughter, Josy, who had suffered from an inexplicable illness, has vanished under mysterious circumstances during a visit to her doctor, and the investigation into her disappearance has brought no results. Four years later, Viktor remains a man shattered by this tragedy. He has retreated to a remote vacation cottage on a North Sea island, where a beautiful stranger named Anna Glass pays him a visit. She claims to be a novelist who suffers from an unusual form of schizophrenia: all the characters she creates for her books become real. While writing her most recent novel, Anna has been tortured by visions of a little girl with an unknown illness who has vanished without a trace, and she asks Dr. Larenz to treat her. Viktor reluctantly begins therapy sessions with the stranger, but very soon these sessions take a dramatic turn as the past is dragged back into the light. What really happened to Josy? Do Anna's delusions describe Josy's last days? And is Larenz a danger to himself and others?"Therapy" is an absolutely gripping psychological thriller, an intelligent, fast and furious read that will stay with you for a long time after you have followed Viktor into the depths of his own psyche, and have figured out who Anna Glass really is.

I wrote my first review bout dis book in WeRead
Reviews by Thessalivia | weRead

can't stop reading till i finish it.. Can't stop guessing bout d end of story, unpredictable.. Good book!

What a plain review. hahaha..

I read dis book when I was in Solo last year, alone in my room. When i already read half of d story, It become a little bit scary, so I finished my read in my friends room. I dunno cuz it's in me, or dis book do look scary. I don't even like d book cover, it fears me.. *lebay mode on*