Showing posts with label Fable. Show all posts
Showing posts with label Fable. Show all posts

Friday, 13 October 2017

Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur by Enid Blyton



Setelah hampir setahun tidak update blog, akhirnya berhasil mengumpulkan niat buat nulis lagi. Many things happen since my last post, did I mention you now I have second baby girl? Yeah, now I'm officially mother of two daughters.. ^^

Dalam rangka kelahiran anak kedua saya, postingan kali ini saya akan membahas harta karun buku anak yang baru-baru ini saya temukan. Jadi ternyata Pak Suami dulu punya buku Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur karya Enid Blyton. Dulu saya tumbuh dengan membaca buku petualangan "5 Sekawan"nya Enid Blyton, dan belum pernah membaca buku-buku Enid Blyton yang bertema fantasi seperti buku dongeng ini. Buku ini adalah buku terjemahan terbitan Gramedia tahun 1984 (this book is older than me >.<).

Pada buku ini terdapat 30 cerita dongeng, ada tentang makluk-makluk magis seperti kurcaci dan peri, dan ada juga cerita menarik tentang binatang-binatang. Kisahnya diceritakan singkat sepanjang 2-3 halaman, cocok untuk pengantar tidur. Walaupun Titha biasanya minta dibacakan minimal 3 cerita sebelum tidur. Ilustrasinya membuat buku ini sangat terasa 'jadul' nya, membuat saya teringat akan buku-buku dongeng yang pernah saya baca jaman sekolah dasar dulu. 

Salah satu cerita favorit saya pada buku ini adalah "Petualangan yang Menakjubkan". Cerita ini berkisah tentang seorang anak bernama Paul yang melihat seorang peri mencuri di toko permen. Paul dan pemilik toko kemudian mengejar peri pencuri, tanpa mereka sadari mereka mengejar sampai ke Kota Mainan. Di kota yang ganjil itu bangunan disusun dari balok-balok kayu mainan anak-anak, polisi di sana pun adalah polisi kayu. Seru sekali membayangkan kalau kita tiba-tiba berada di kota mainan seperti itu kan? 



4 bintang untuk buku klasik ini


Judul : Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur (The Enid Blyton Goodnight Story Book)
Pengarang : Enid Blyton
Penerbit : PT Gramedia 
Tahun Terbit : 1984
Jumlah Halaman : 114




Friday, 8 April 2016

The Little Prince by Antoine de Saint-Exupéry



The Little Prince adalah buku anak klasik sejak tahun 1943. Buku ini adalah karya penulis Prancis Antoine de Saint-Exupéry dengan judul asli La Petit Prince. Buku ini mulai booming kembali di Indonesia setelah rilisnya film dari buku ini tahun lalu, kemudian terbitnya kembali terjemahannya dengan judul Pangeran Kecil oleh penerbit Gramedia. Sedangkan buku yang saya baca adalah versi ebook kindle yang saya beli di Amazon Store. Berikut cover buku dalam bahasa aslinya yang saya dapat di situs Amazon.



Buku ini menceritakan tentang seseorang yang bertemu dengan makluk asing yang menyebut dirinya 'Little Prince' saat pesawatnya jatuh di gurun Sahara. Little Prince berbentuk anak kecil dan berasal dari planet lain. Sambil memperbaiki pesawatnya, laki-laki ini dibawa bercerita tentang planet asal Little Prince dan planet-planet lain yang pernah ditemuinya. Walaupun buku ini adalah buku anak-anak, tetapi kisah yang disampaikan begitu sarat nilai. Terutama saat kita dibawa berpetualang di planet-planet yang dikunjungi Little Prince sebelum ia sampai ke bumi, seolah penulis ingin menyampaikan sentillan-sentilan terhadap kehidupan lewat ceritanya. Oiya, planet mereka sangat kecil dan hanya ditinggali oleh satu orang, bisa jadi itu sebenarnya hanya sebuah asteroid. Setiap planet itu berisi seorang dewasa yang aneh dan sibuk dengan kebodohannya. Salah satunya dihuni oleh lamplighter, yang sibuk mematikan dan menyalakan lampu setiap menit. Di sini kita disentil bagaimana kadang kita hanya melakukan apa yang disuruh dilakukan tanpa mengetahui alasan di balik itu. Hal ini membuat apa yang dilakukan hanya sebatas menghabiskan waktu tanpa memberikan manfaat sama sekali. Pada akhir cerita, kita dibuat kaget saat Little Prince memutuskan akan kembali ke planetnya, tetapi dengan cara yang tidak diduga oleh sang pilot. Akhir ini cukup membuat sedih untuk ukuran buku anak-anak. 
Berikut quote yang cukup terkenal dari buku ini : 



Film atas buku ini telah dirilis tahun lalu dengan judul yang sama. Cerita pada film  dibuat agak berbeda dari bukunya. Menceritakan tentang persahabatan anak perempuan dengan lelaki tua tetangganya yang kebetulan adalah pilot yang pernah bertemu dengan Little Prince, jadi semacam ada cerita baru yang di dalamnya ada kisah sang pilot bertemu dengan Little Prince di Sahara. Termasuk nanti petualangan anak kecil ini memcari Little Prince yang ternyata telah dewasa. 

Baik buku maupun film ini sangat menghibur dan memberikan nilai-nilai yang mendalam. Jadi saya akan beri buku ini 3,5 bintang. ^^





Saturday, 28 June 2014

Bakat Jo si Zebra

Akhirnya saya menemukan buku bayi recommanded lagi.. Setelah pada postingan sebelumnya saya sempat membahas buku pertama Titha, Impian Aneh si Kucing. Recommeded untuk bayi di sini yang saya maksud adalah kualitas kertas yang bagus, buku full gambar dan full warna, dan bacaan yang sedikit per halaman. Karena bagi bayi, mereka lebih  senang menunjuk2 gambar sambil bercerita sendiri daripada berlama-lama dibacakan bacaan dari bukunya. Dan semua ada dibuku ini..

Buku ini merupakan buku terjemahan karya Russel Julian dan David Bedford. Sama dengan buku Impian Aneh si Kucing, buku ini merupakan rangkaian buku Read a Story dan diterbitkan oleh Erlangga for Kids. Sepertinya buku-buku Read a Story nya Erlangga ini akan jadi favorit kalau hunting buku untuk Titha. Tapi bedanya dari buku sebelumnya adalah buku ini saya beli di Blok M dan kaget pas tanya harganya 15ribu saja.. Tauu gituuu dari dulu beli di Blok M ajaaaa.. T.T


Ini sampul depan bukunya dengan logo Read a Story di kanan bawah : 

Buku ini menceritakan tentang Jo si Zebra saat mengetahui bakatnya.  Awalnya dia suka bermain dengan temannya Ela si Gorila yang berbakat bermain bola dan Sora si Singa yang berbakat bermain angkat batu. Jo akhirnya mengetahui bakatnya ternyata adalah menari ketika dia mendengar temannya Jeni si Jerapah bermain musik. 

Ini si cantik Titha sedang membaca bukunya : 

Saturday, 24 May 2014

Hunting buku A Game of Thrones

Salah satu buku yang masuk dalam list buku yang ingin saya baca adalah A Game of Thrones. Pada postingan kali ini saya tidak akan meceritakan pendapat saya tentang bukunya, karena membaca bukunya saja saya belum selesai.. Hehehe.. Pada kali ini saya akan menceritakan tentang pengalaman hunting buku karya George R.R. Martin ini


Awalnya saya tau GOT dari suami tercinta yang sukaaa sekali dengan film series GOT yang ada di HBO. Film seriesnya sekarang sudah sampai ke season4 yang kata suami itu masih menceritakan cerita di buku ke3. Karena penasaran, suami pun ingin medownload e book nya di ipad untuk di baca. Menurut suami, ceritanya baguus pake banged. Pernah suami yang sudah berhari2 setiap waktu luang membaca GOT tiba2 tidak melanjutkan membaca. 
(Kutipan percakapannya) 
Istri cantik :Udah tamat GOT nya bek?
Suami ganteng : Belum, ceritanya sedih, ga terduga masa dia yang mati... *masang muka sedih* aku lanjutin ntr aja klo udah ga terlalu sedih... 
Yaampuun, segitunyakah ceritanya sampai suami saya yang kesukaan membacanya yang tidak begitu fanatik sampai seperti itu? Okaay, saya harus membaca bukunya juga!!

Saya yang dari awal tidak mengikuti ceritanya, perlu mencari tau dulu tentang GOT ini.
- Cek imdb untuk rating filmnya : 9,5 dari 10. Wow!! Almost perfect!
- Cek godread untuk rating bukunya : 4,46 dari 5. Wooowwww, it must read!! 
- Hasil beberapa book review mengatakan kalau ini adalah buku wajib bagi penyuka cerita2 petualangan n fantasi. Bahkan banyak yang menyebut2 bahwa George RR Martin ini seperti Tolkien masa sekarang..

Dari hasil web surfing, ternyata buku pertamanya telah terbit sejak tahun 1996. Total akan ada 7 buku, tapi sampai sekarang baru terbit 5 buku. Mengingat buku pertamanya sudah terbit sejak 18tahun yang lalu, saya memutuskan hunting pertama bukunya ke Blok M yang biasanya menjual buku2 jadul n impor dengan harga miring. Tapi setelah muter2 toko buku di Blok M, tidak ada satupun yang menjual GOT. Huhuhu..

Hunting ke2 saya berencana ke toko buku yang di Mall. Waktu itu karena kebetulan ke Sency, saya pun mampir ke Gunung Agung. Waaa, buku GOT nya adaa, lengkap dari 1-5. Pas di lihat harganya, ada yg 109ribu n ada yang 119ribu. Beli? Ga? Beli? Ga? Agak ragu2 membeli karena dari pengalaman beli buku impor sebelum2nya, lebih murah kalau beli di toko buku yang memang khusus menjual buku impor seperti Periplus atau Book&Beyonds di banding di Gramedia atau Gunung Agung. Akhirnya emak2 perhitungan ini memutuskan untuk menunda dulu membeli bukunya. 

Hunting berikutnya saat saya kebetulan ke Plaza Semanggi, mampir di toko buku Book&Beyonds. Harga satu set buku GOT 1-5 adalah 525ribu, kalau di rata2 105ribu per buku. Lebih murah dari yang sebelumnya! (Nyengir bahagia). Iseng2 nanya ke penjaga toko, "ga ada diskonnya mba?" Ternyata ada, 20% kalau pake kk BRI (nyengir makin lebar). "Oke, saya beli!!" Bilang ke mba2nya. Berarti kalau dihitung2 harganya jadi cuma 84ribu per buku.. :) 
Langsung ngabarin suami yang seneng bgd jg dengernya, karena ga perlu baca lewat ebook lg.. Hehehe.. 


Kelima buku ini terdiri dari :
Buku 1 : A Game of Thrones (1996)
Buku 2 : A Clash of Kings (1999)
Buku 3 : A Storm of Swords (2000)
Buku 4 : A Feast of Crows (2005)
Buku 5 : A Dance with Dragons (2011)

Sekarang saya sedang berjuang menyelesaikan bukunya disela kesibukan dan bahasa inggris yang pas2an.. Hehehe.. Baru sampai chapter 3 buku 1, n saya belum berani menyimpulkan apa2.. It's gonna be a long time until I finish all those 5 books. Tapi bagi book lovers seperti saya, ada kepuasan tersendiri kalau sudah membeli buku, walau entah kapan akan diselesaikan membacanya.. ^^

Baca juga: 
Tapi berikut saya tuliskan saja sedikit cerita di sampul belakang GOT : 
In A Game of Thrones, George RR Martin has created a genuine masterpiece, bringing together the best genre has to offer. Mystery, intrigue, romance, and adventure fill the pages of the first volume in an epic series sure to delight fantasy fans everywhere.
In a land where summers can last decades and the winters lifetime, trouble is brewing. The cold is returning, and in the frozen wastes to the North of Winterfell, sinister and supernatural forces are massing beyond the kingdom's protective Wall. At the center of the conflict lie the Starks of Winterfell, a family as harsh and unyielding as the land they were born to. Sweeping from a land of brutal cold to distant summertime kingdom of epicurean plenty, here is a take of lords and ladies, soldiers and sorcerers, assassins and bastards, who come together in a time of grim omens, amid plots and counterplots, tragedy and betrayal, victory and terror, the fate of the Starks, their allies, and their enemies hangs perilously in the balance, as each endeavors to win that deadliest of conflict : the game of thrones. 


Wishlist book no.3 : checked

Thursday, 15 May 2014

10 Dongeng Putri, Talitha's new fav book...

Titha sekarang punya buku kesukaan baru, 10 dongeng Putri terbitan BIP Kelompok Gramedia.. Sebenarnya tidak bisa dikatakan buku baru juga karena Titha sudah punya buku ini sejak 6 bulan. Tapi karena bukunya relatif tebal, agak susah n berat kalau dipegang untuk dibacakan sebelum tidur, jadi lah selama ini buku ini lebih banyak diam di rak buku.. Dan saat diberikan untuk di 'baca' sendiri pun sepertinya Titha  agak kurang tertarik. 
Sekarang Titha 14 bln, hampir semua buku2 Titha sudah tidak layak konsumsi karena banyak halaman yang hilang n sobek2. Akhirnya buku ini pun turun dr rak, dan walaaa, ternyata Titha menyambut antusias bukunya. Setiap liat buku ini mukanya langsung sumiringah, ngebalik-balik halaman n narik2 tangan kita untuk nunjuk2 n menceritakan yang ada di bukunya.. Setelah diperhatikan ternyata Titha tertarik karena banyak gambar2 hewan dibukunya. 
Berikut bentukan buku nya (abaikan selotipan n sobek di halamannya ^^):


Jadi Titha kalau baca buku ini, niat hati mau baca cerita perhalaman, begitu beres baru di balik, tapi si anak cantik malah sibuk bolak balik sendiri sambil ngoceh2..
Liat buku : sumiringah, senyum lebar, balik2 halaman sendiri, narik2 jari kita untuk nunjuk2 gambar di buku
Liat gambar kucing di buku : langsung mengeluarkan suara meong meong.. (Titha saking seringnya main dg kucing, udah bs meong meong sejak 6blnan, jauh sebelum bisa ngomong mamapapa)
Liat gambar monyet : bersuara uuaaaa uuaaaa sambil tangannya gaya monyet. (Baru bs suara n gaya monyet sejak sering baca buku ini)
Liat gambar bebek : bersuara kwaaaak kwaaakk (Baru bs suara kaya gini. sejak sering baca buku ini)
Liat gambar burung : cuit cuit.. 
Liat gambar kodok : mamahnya nyanyi ada kodok tak kodok di pinggir kaliii..... Sambil Titha joged joged.. 
Liat gambar binatang lain : ngoceh ngoceh ga jelas sambil nunjuk2.. 

Ini foto anak cantik hasil narik2 tangan papahnya pas lagi tdr untuk dibacain buku. Akhirnya papah terpaksa bangun n baca buku bareng Titha walau dengan muka bantal.. Hehehe..



Terlepas dari aktfitas Titha dg buku ini, dari segi isi bunya nya sangat bagus. Di sampul di jelaskan Dongeng 4in1, jd tiap cerita ada Dongeng Kuis Sajak n Hasta Karya. Cerita dari dongengnya selalu cerita yang bs diambil hikmahnya dengan gambar2 menarik. Kuis n hasta karyanya cocok mungkin untuk anak dari umur 4 tahun untuk mengasah kreatifitas.. Contoh hasta karya nya, membuat Putri dr botol plastik : 



Berikut salah satu contoh sajaknya, tentang seorang Putri yang bersaha mengetahui kata ajaib jika minta sesuatu ke orang lain, yang jawabannya adalah 'Tolong' 


So, overall, bukunya bagus kok, dr sejak seumur Titha sampai anak bisa baca masih bisa dipake.. 




Tuesday, 13 May 2014

Perahu Kertas vs Mockingjay

When did last time I finish reading a novel? I don't remember..
What is the last novel I read? I don't remember either..

Sudah lamaaa sekali saya tidak menamatkan sebuah novel. Many reasons, semua ke(sok)sibukan dengan Talitha dan pekerjaan, merasa lebih perlu untuk menyelesaikan buku-buku parenting dibandingkan novel, belum menemukan novel yang membuat saya merasa perlu membaca dan menyelesaikannya disela2 waktu yang saya punya dan alasan-alasan lainnya.. Setelah diingat2 kalau pun saya membaca buku fiksi belakangan ini, fiksinya lebih berupa kumpulan cerpen, dengan pertimbangan saya bisa menyelesaikan membaca dalam waktu yg tidak ditentukan tanpa perlu khawatir lupa cerita awalnya saat lanjut ke cerita berikutnya. Hehehe.. Tere Liye yg berjuta rasanya, grimms fairy tale, kumpulan cerita abu nawas, dll, semua kumpulan cerpen.

Saya pun akhirnya memutuskan untuk hunting novel, hunting pun jatuh kepada buku Dewi Lestari yang Perahu Kertas.. Why this book? Alasan simple, pengen ajah.. Hehehe.. Setelah terakhir baca buku Tere Liye, jd pengen baca buku pengerang dalam negri.. Dengan semua kesibukan dll, 2 bulan berlalu dan saya baru menyelesaikan 100an halaman.. 

Akhirnya bukannya menyelesaikan buku Perahu Kertas, saya malah membeli novel yang lain, Mockingjay, buku terkhir dari trilogi Hunger Games by Suzanne Collins dan saya berhasil menamatkannya dalam waktu kurang dari 2 minggu. Untuk standar waktu sekarang, 2 minggu termasuk cepat, kalau jaman dulu 2 hari juga beres.. ^^



Saya tau membandingkan kedua novel di atas bukanlah perpandingan yang apple to apple. Tapi tapii, memang Mockingjay punya hal yang tidak dipunyai Perahu Kertas, cerita yang membuat kita penasaran dan tidak tahan untuk berlama-lama mengetahui kelanjutan ceritanya. Perahu Kertas cenderung lebih datar dengan alur yang mengalir, cocok untuk kita yang ingin cerita cinta yang akrab dengan sehari-hari. Beberapa kali saya mencoba untuk menyukai cerita seperti itu, tapi sepertinya tidak berhasil. Bukannya berarti bukunya tidak bagus, that's just not my things.. Genre saya sepertinya lebih kepada buku-buku yang menceritkan things I never imagine.. Bukannya saya tidak menyukai buku yang menceritakan kisah cinta atau pun keseharian lainnya, saya menyukai karya2 Nicolas Sparks tentang kisah cinta keseharian. Hmm, Mungkin karena latar tempat nya di tempat yang saya tidak kenal.. 
Oke, back to Mockingjay.. Saya belum membaca buku pertama dan ke2 dr trilogi ini, walaupun buku ini sangat booming sejak awal keluar. Saya nonton film pertama yang hunger games, dan merasa seperti : just okay n nothing spesial. Ketika saya menonton film yang kedua, Catching Fire, saya merasa seperti : it's worthed n I wonder what happen next.. Karena penasaran, saya akhirnya memutuskan untuk baca kelanjutannya di buku, and here it is, Mockingjay. Ketika mulai membaca bukunya, sangat menarik bagaimana bukunya menceritakan tentang pemberontakan, selipan drama2 ironi dan juga tragis, dan sedikit kisah cinta yang beda dari biasanya.. Semua cerita yang di ramu Suzanne Collins cukup untuk kita merasa 'it's a great story' saat sampai ke halaman terakhir. 

Sekarang saya akan kembali berusaha menyelesaikan Perahu Kertas... 


Wednesday, 19 March 2014

Harry Potter, favorite book all time..

Harry Potter, siapa yang tidak mengenal tokoh ini, seorang tokoh penyihir muda berkaca mata dengan bekas luka berupa sambaran petir di dahinya. Pada postingan ini saya tidak akan menceritakan tentang summary cerita Harry Potter di buku nya, (karena saya mengasumsikan semua orang sudah tahu ceritanya. Hehe..) Saya akan menceritakan tentang bagaimana Harry Potter dan pengaruhnya dalam hidup saya.. 

Jadi alkisah waktu saya masih muda dan lugu, di akhir tahun 2000 waktu itu saya masih sekolah di Smp negri di Solok. Berbeda dengan orang-orang di kota besar yg sudah mengenal bahasa inggris sejak di sekolah dasar, saya baru diperkenalkan bahasa jnggris di Smp. Karena saya (dan mama) percaya bahwa practice make perfect, maka mama pun suka membelikan majalah yang berbahasa inggris untuk jd bahan bacaan saya. Saya tidak ingat nama majalahnya, tp yg saya ingat bahwa majalah itu membahas tentang JK Rowling. Tentang bagaimana JK Rowling mendapatkan ide untuk menulis novel tentang penyihir saat dia berada di depan  Stasiun kereta dan membayangkan bagaimana apabila di balik itu terdapat dunia lain, dunia sihir, the magic world..

Kesan yang saya baca setelah membaca liputan itu adalah, buku JK Rowling itu seperti nya sangat bagus dan fenomenal. Dan kembali karena saya tinggal di suburban, fenomena tentang buku JK Rowling sama sekali tidak terasa, entah karena di kota kami pada tahun itu (sampai sekarang juga belum ada. Hehehe) memang tidak ada Gramedia (adanya hanya toko buku yang menjual buku-buku sekolah, buku-buku non fiksi lain, komik pun adanya sebatas komik petruk). Begitu lah saya awalnya mengenal Harry Potter, mengingat cerita nya tanpa mengingat judul bukunya.

Beberapa waktu berlalu.. waktu itu disekolah saya melihat seorang teman membawa buku yang sangat tebal (waktu itu, buku itu adalah buku tertebal yang pernah saya lihat). Saya yang sangat menyukai buku, merasa penasaran dan meminjam untuk sekedar melihat itu buku apa. Ketika melihat tulisan judul nya, Harry Potter dan Piala Api, cover dan cerita d belakang buku, saya berasumsi ini adalah buku yang pernah saya baca review pengarang nya beberapa waktu yang lalu. Saya pun meminjam buku ini beberapa hari karena penasaran ingin membaca nya. Saya pinjam agak lama karena melihat ketebalan bukunya, saya tidak yakin bisa menyelesaikannya dalam waktu singkat.

Saya bawa pulang buku itu dengan hati riang dan tidak sabar. dan kemudian saya ketahui ternyata itu adalah buku ke-4 sekaligus buku terakhir HP yang telah terbit dari total nantinya akan ada 7 buku, Harry Potter dan Piala Api. Saya mulai membaca buku itu dan wuaaaaaaaa, SAYA JATUH CINTA DENGAN HARRY POTTER!! Begitu mulai  membaca saya tidak bisa berhenti, membaca sampai larut malam (melanjutkan membaca dengan senter ketika mama maksa mematikan lampu kamar agar berheti membaca), membaca pas jam istirahat, membaca d kelas saat guru mengajar (pura2 nunduk padahal d paha ada buku HP) membaca dan membaca dan akhirnya saya berhasil menyelesaikan HP 4 dalam waktu 4 hari. Jauh lebih cepat dibandingkan dengan prediksi awal saya.. 

Sejak saat itu, saya resmi menjadi fans berat Harry Potter. Saya suka melamun membayangkan dan memutar ulang cerita Harry Potter. Karena saya takut melupakan detail cerita yang saya baca, sedangkan saya tidak punya buku nya, saya mulai menuliskan kembali cerita Hp4, yes i write it all over again by my words.. Hahaha.. Tapi cuma bertahan sampai bab10an (kalau ga salah).. 
Karena sangat ingin memiliki buku ya, saya pun nitip ke tatangga yang akan pulang dari Jakarta untuk membawakan HP pertama dari Jakarta. Sejak menjadi penggar setia HP saya mulai mengumpulkan pernah pernik yang berhubungan dengan Hp. Ditambahkan dengan tidak berapa lama setelah itu film pertama HP rilis dan gegap gempita HP baru terasa di kota saya, which is artinya pernak pernik HP lebih gampang di cari. Saya beli setiap majalah yang riview HP n memberikan bonus apapun tentang HP (poster, dll). Kamar saya penuh dengan poster Hp, saya punya tempat pensil, bulpen, pensil, penghapus, bros, gantungan kuncl, dll. Jadi kalau ababil (abg labil siy katanya) sekarang hobi nya one direction n justin bieber, masa saya jadi ababil (abg briliant) hobinya adalah all about Harry Potter. 

Ini beberapa benda Harry Potter yang dulu saya koleksi, notes dan album foto : 


Hobi membaca n menonton Harry Potter masih berlanjut sampai saya Sma, kuliah, dan sampai sekarang.  Walau hobi koleksi benda-bendanya berakhir saat saya masuk Sma (baca : sudah bukan ababil lagi). Buku terakhir rilis di tahun ke-2 kuliah saya, saking tidak sabarnya membaca buku terakhir, saya pun membaca buku impornya yang masih berbahasa inggris.. Bisa hidup ga tenang penasaran kalau harus nunggu terjemahannya yang bisa sampai setangah tahun lebih. Sedangkan film terakhir waktu itu rilis saat saya sudah lulus kuliah dan bekerja.. Dari sejak awal saya mengenal HP sampai dengan film terakhirnya rilis, that's almost half of my life!! Wuaa.. 

Sampai saat ini saya masi suka di waktu senggang read all over and over again all HP book, every book I read it more than once. So do the movie, I watch it more than once.. Hehehe.. 
Walaupun hobi mengumpulkan benda2 HP berakhir sejak saya masuk Sma. Sekarang saya hanya sekedar follow beberapa account instagram yang membahas Harry Potter.. Berikut salah satu postingan di instagram yang saya follow: 



Jadiiiii, yang membuat saya teringat membahas HP adalah, jadi di instagram di atas ada yang memposting (kurang lebih 5 bulan lalu) bahwa US Post Service menerbitkan perangko harry potter, yup PERANGKO HARRY POTTER!! (Menjerit histeria)

 Jadi jadii, saya yang ceritanya juga adalah filateli (walau tidak fanatik, cuma seadanya) dan penggemar berat HP, I really want that stamp, so much, very very much.. Jadi saya mulai posting ke berbagai media sosial yang saya punya, path, instagram, grup2 fb, mesej teman2 yang kebetulan ada di US dan walaaaaaa, i finally got my post card with HP STAMP in it. (Menjerit lebih histeris) Finallly got one, and there will be more from my otners friends.. Kalau ada yang lain yang mau kirim postcard boleh looh.. Hehehe.. 
Ini dia post card dari Teh Chica, makasiii banyaak ya teeh.. 


Really wish I were in The Wizarding World of Harry Potter with you Teh CHica.. Sungguh seru sekali sepertinyaaa.. Hohoho.. I already told my husband to bring me there someday. Our plan is when Titha turn to 11years old, we will give her Hogwards Letter which actually is ticket to Wizarding World of Harry Potter. (Already excited by just imagine it) Tapi kata suami tercintah, Titha belum tentu nanti kenal Harry Potter.. Dan dengan yakin nya saya menjawab, dia akan kenal karena saya akan membacakan cerita Harry Potter pada nya, because the magic will end when you trully forget it and I will never forget the magic of my life, the harry Potter.. Thanks to JK Rowling, to cheer up and accompany my life since 13years ago..

Sumber jk pic; http://annasheadintheclouds.blogspot.com/2011/06/world-of-magic-world-of-wonder.html?m=1


Tuesday, 21 January 2014

Talitha's first book : Impian Aneh si Kucing

Long time not write.. Sebelum membahas tentang buku, saya mau ngebahas sedikit dulu tentang Talitha.. Hehehe.. Setelah 41minggu hamil, Akhirnya pada Februari lalu, saya Alhamdulillah melahirkan dengan persalinan normal dan menyenangkan. Melahirkan bayi perempuan terimut sedunia yang benar-benar merubah kehidupan saya dan suami tercinta menjadi makin bewarna dan supersuper makin menyenangkan. She is Talitha. Here is her pic in her very first day :

Time flies, my litle girl Talitha atau yang akrab di panggil Titha sekarang sudah 11bulan. Dan karena kecintaan saya dengan buku, saya berencana memperkenalkan buku ke Titha sejak dini. Akhirnya buku yang saya beli adalah buku berjudul Impian Aneh si Kucing karya Lydia Monks. Buku ini terbitan Erlangga for Kids dan merupakan pemenang Smarties Prize Bronze Award. Menceritakan seekor kucing yg iri dengan seekor anjing dengan segala kelebihannya, sehingga dia mempunyai impian agar bisa menjadi seekor anjing. Tetapi kemudian dia sadar kalau kucing dan anjing sama-sama unik, punya kelebihan masing-masing. 
Bukunya cocok untuk anak kecil karena sangat full colour dan tidak banyak tulisan. The pictures already tell much.. Saya malah pengen nyari buku sejenis malah belum nemu lagi, sejenis maksudnya halaman full gambar dengan tulisan maksimal 2 baris per halaman. Karena bagi seumur  Titha, di bacakan tulisan cerita kadang malah cepet bosan. Lebih seneng kita tunjuk-tunjuk gambarnya sambil ceritain n jelasin gambarnya. 

Here is the book : 



Titha sudah mulai dibacain buku dan cerita dari 1bulanan. Ini foto Titha 2 bulan, sudah meratiin dengan excited kalau dibacain buku : 

Mulai umur 3 bulanan lebih tiap dikasi buku pasti disobek-sobek, jadilah akhirnya buku Titha penuh selotip :

Tapi walau Titha dengan semangat merobek, emak nya tetap semangat ngasi buku. Hehehe.. Pelan-pelan dikasi tau kalau buku itu untuk dilihat-lihat gambarnya dan dinikmati  isinya. Akhirnya intensitas robek merobek berkurang. Malah Titha mulai belajar membalik halaman buku. Umur 9bulanan Titha udah bisa ngebalik halaman buku dengan megang ujung sudut buku. Mulai 10bulan lebih, Titha udah bisa ngebalik buku kaya orang dewasa, nunjuk-nunjuk gambarnya sambil ngoceh-ngoceh. What a lovely.. Sekarang Titha udah punya beberapa koleksi buku, mudah-mudahan nanti gedenya suka baca ya nak..

Sunday, 22 July 2012

Grimms' Fairy Tale by Brothers Grimms

Jacob dan Wilhelm Grimms, atau lebih dikenal dengan Brothers Grimms, adalah kakak beradik asal Jerman yang menerbitkan buku Children's and Household Tales, atau sekarang dikenal dengan Grimms' Fairy Tales.

Buku pertamanya dipublikasikan pada tahun 1812 dan terdiri dari 86 cerita, termasuk didalamnya cerita-cerita yang telah sering kita dengar seperti Rapunzel, Hansen dan Gretel, Cinderella dan puluhan cerita lainnya. Buku kedua dipublikasikan pada tahun 1814 dan terdiri dari 70 cerita.

Buku Grimms' Fairy Tale yang saya baca bukan kedua edisi yang di atas, tetapi buku gratisan dari salah satu aplikasi ipad bernama Kobo. Ini adalah buku pertama yang saya coba baca dari tab, and it was fun actually.. First, I don't need to buy this. Second, i can bring more books in one time, tanpa harus merasa keberatan.. Hohoho... The Grimms book i read contain 62 stories, some stories are from Grimms' first book, and others from the second book.

Why i read Grimms' Brothers? The reason is, because one of Grimms' character shows in some film I watch and I love, he is Rumplestilskin. Berbeda dengan tokoh Rapunzel, Putri Salju, Cinderella dan beberpa karekter Grimms lain yang familiar, Rumplestilskin not so that familiar for me, mungkin juga bagi beberapa pembaca lainnya. Rumplestilskin sempat muncul dalam salah satu film animasi terkenal Disney, yaitu Sherk Forever Afer dan salah satu serial Tv yang sedang booming saat ini yaitu Once Upon a Time.

Pada kedua film di atas, karakter Rumplestilskin digambarkan kurang lebih sama, yaitu seseorang yang licik yang selalu menawarkan deal atau suatu kesepakatan. Kesepakatan biasa nya dibuat apabila orang-orang membutuhkan bantuan, dan tidak tau harus meminta tolong kemana. Maka mereka akan datang ke Rumplestilskin, dan Rumplestilskin akan meminta bayaran atas bantuan yang diberikannya. Bayaran yang diminta bukan lah harta, atau pun uang, tetapi mungkin hanya benda-benda atau informasi-informasi yang menurut orang-orang tidak berguna. Sedangkan Rumplestilskin selalu punya rencana besar terhadap imbalan yang dia peroleh, dan membuat orang yang dibantu justru makin dirugikan.. Pada buku Grimms, cerita Rumplestilskin adalah
Alkisah pada suatu desa, hiduplah seorang penggiling jerami (miller) dan seorang putrinya yang yang cantik dan pintar. Pada suatu hari, seorang raja melewati tempat sang penggiling jerami tersebut. Sang penggiling yang suka melebih-lebihkan mengatakan kepada raja bahwa putri nya bisa memintal jerami menjadi emas. Raja itupun akhirnya membawa putri tersebut ke istana, dan memerintahkannya untuk memintal jerami menjadi emas dan meninggalkannya disuatu ruangan. Sang putri yang tidak bisa melakukan apapun hanya bisa menangis, ketika akhirnya tiba-tiba seorang lelaki kerdil melompat masuk keruangan. Dia pun menawarkan untuk membantu sang putri, dengan imbalan kalung milik sang putri, dan hari berikutnya dengan imbalan cincin di jarinya. Sang raja yang terkesan dengan kemampuan sang putri tersebut akhirnya berniat untuk menikahinya. Tetapi sebelumnya raja menginginkan sang putri untuk memintal jerami menjadi emas sekali lagi. Sang putri yang tidak lagi memiliki apa-apa untuk ditawarkan kepada manusia kerdil, akhirnya terpaksa menyetujui untuk memberikan anak pertamanya.. Waktu terus berlalu dan akhirnya raja dan ratu dikaruniai seorang anak. Tetapi kebahagian tidak berlangsung lama karena lelaki kerdil datang untuk menagih janjinya. Sang ratu yang sangat berat hati untuk memberikan anaknya menawarkan harta yang berlimpah, tetapi si orang kerdil menawarkan solusi lain... "I will give you three days' grace, and if during that time u can tell me my name, you shall keep your child" Berhasilkah sang ratu menebak nama tersebut dalam tiga hari? You better read by your self.. :)
Secara keseluruhan, membaca buku Grimms ini ringan dan menyenangkan. Cerita-ceritanya juga pendek-pendek, antara 7-15 halaman, jadi juga cocok dijadikan dongeng pengantar tidur untuk si kecil.. So, if u a a fantasy story lover, tidak lah lengkap kalau belum membaca dongeng-dongeng legenda sepanjang masa pada buku ini..

Saturday, 24 March 2012

Artemis Fowl by Eoin Colfer

Rangkuman di belakang buku ini:

Artemis Fowl miliuner jenius yang baru berusia dua belas tahun. Karena ingin mendapat emas, ia berhasil masuk ke dunia peri. Tapi ternyata peri-peri yang dihadapinya bukanlah seperti ang ada dalam dongeng. Mereka bersenjata dan berbahaya, dan mereka mau melakukan apa saja untuk membebaskan teman mereka yang ditawan Artemis



Alkisah pada zaman dahulu kala para peri, yang dikenal dengan sebutan Kaum, hidup berdampingan dengan damai bersama manusia atau dikenal dengan Makhluk Lumpur. Seiring dengan berjalan waktu, kedua jenis itu tidak dapat lagi hidup berdampingan. Kaum menyingkir untuk tinggal di bawah tanah sedangkan manusia tetap tinggal di atas tanah. Pada akhirnya pada masa sekarang manusia hanya mengenal para peri sebagai suatu dongeng yang diragukan keberadaannya. Tetapi seseorang tetap yakin bahwa para peri itu memang ada, yaitu Artemis Fowl..

Artemis Fowl memiliki IQ yang luar biasa sehingga bisa dikatakan jenius. Keluarga Fowl secara turun temurun adalah keluarga penjahat miliuner kelas kakap, tinggal di sebuah kastil yang telah bertahan ratusan tahun dari perang saudara, bencana alam dan lainnya.  Dengan pencarian yang panjang ke berbagai belahan dunia, Artemis akhirnya berhasil menemukan copy Buku  kaum. Buku tersebut adalah pedoman segala hal tentang para peri, cukup memberikan Artemis informasi bahwa ia bisa memperoleh keuntungan berupa berkilo-kilo emas dari para peri tersebut. Walaupun ternyata semuanya tidak semudah yang direncanakan Artemis, karena teknologi manusia ketinggalan miliaran tahun dibandingkan dengan teknologi kaum.

Selalu menyenangkan membaca buku-buku fantasi dengan makhluk-makluk luar biasa. Pada buku ini diceritakan beberapa jenis peri seperti:
  • Leprechaun yang dikenal dengan peri berbaju hijau yang membawa emas. Tetapi pada buku ini  Leprechaun sebenarnya adalah salah satu profesi peri sebagai LEPrecon, cabang elite Lower Elements Police (kepolisian elemen bawah), semacam polisi yang menjaga keamanan seluruh peri. Sedangkan emas yang dimaksud ternyata adalah semacam emas tebusan yang akan dibayarkan apabila terdapat peri yang ditawan. ---emas inilah yang diincar oleh Artemis muda.
  • Sprite, peri yang memiliki sayap indah
  • Goblin, peri kasar yang bisa mengeluarkan api dari mulutnya. memang agak berbeda dibandingan dengan Goblin di buku-buku fantasi lainnya.
  • Kurcaci, peri penggali. Jenis peri yang bisa menggali terowongan dengan menggigit tanah/batu dengan rahangnya, menelan hasil galian dan mengeluarkannya dari pan**t nya. 
  • Santa Klaus, ternyata sosok pria baik hati yang membagi-bagikan kado pada malam Natal ini juga salah satu jenis Peri! 

Selain peri, juga terdapat centaurus dan troll dengan deskripsi yang tidak jauh berbeda dengan cerita-cerita fantasi lainnya. Here is some important character in dis book I've got from Artemis Flow's site:


Kesimpulannya, buku yang menarik untuk penikmat cerita fantasi. Jalan ceritanya menawarkan hal yang berbeda dibandingkan dengan buku-buku fantasi lainnya, karena juga disisipkan teknologi-teknologi seperti fiksi ilmiah.  Love it! Anyway, dis book is d 1st book in Artemis Fowl series..

Monday, 26 December 2011

Phantom Tollbooth by Norton Juster



Buku ini adalah salah satu dongeng klasik yang pertama kali dipublikasikan pada tahun 1961. Buku ini sangat sarat nilai dan pesan, sangat disayangkan buku ini tidak terlalu populer di negeri kita. Padahal buku ini cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak yang baru menemukan minat bacanya, sampai ke pelahap semua jenis buku seperti saya. :p

Buku ini ditulis oleh Norton Juster dan menceritakan tentang seorang anak laki-laki yang bernama Milo. Milo adalah anak yang selalu merasa bahwa apapun terlihat membosankan dan tidak menarik. Sehingga dia lebih sering dia di kamar tanpa melakukan apapun.

Pada suatu hari Milo menemukan sebuah paket di dalam kamarnya. Ketika dibuka, ternyata paket tersebut berisi sebuah pintu toll (Phantom Tollbooth) dengan tulisan "FOR MILO, WHO HAS PLENTY OF TIME'. Pintu tol itupun dilengkapi dengan peta. Milo karena tidak menemukan apapun yang menarik untuk dilakukan di kamarnya, akhirnya mengemudikan mobil mainannya ke dalam pintu tol. Dimulailah petualangan Milo disuatu negri di balik pintu tol tersebut, the Lands Beyond...

Di negri tersebut Milo bertemu dengan Tock, seeokor anjing dengan badan berupa jam. Sepanjang perjalanan pun Milo ditemani oleh Tock. Mereka berpetualang ke Ngeri Dictionopolis, dimana huruf-huruf diperjualbeikan. Kemudian ke negri Digitpolis, dimana angka-angka ditambang seperti bebatuan.

Seperti kebanyakan cerita-cerita anak klasik, cerita ini mengandung pesan-pesan moral. Salah satu pesan moral di buku ini adalah bagaimana kita harus lebih menghargai hal-hal sekeliling kita dan tidak menyia-nyiakannya. Salah satunya adalah saat Milo melihat seseorang yang memindahkan tumpukan pasir menggunakan pinset dan memindahkan air menggunakan sedotan. Ketika Milo bertanya mengapa orang melakukan hal-hal yang sia-sia seperti itu? Jawaban yang dia dapat adalah, orang-orang kadang tidak menyadari bahwa mereka sering menyia-nyiakan hidupnya.

Pada akhir buku Milo memperoleh surat, FOR MILO, WHO NOW KNOWS THE WAYS.. Karena dia telah belajar untuk melihat sekelilingnya dengan cara yang berbeda. Lebih tertarik, dan lebih menghargai...

So, mulailah pergunakan waktu yang kita miliki dengan hal-hal berguna dan menarik.. ^^


(I Wish) Kudapan Kabur


Multi-styled Text Generator at TextSpace.net


Hidup di dunia nyata sering membuat kita berandai-andai menjadi bagian yang kita baca, atau menjadi bagian dari imajinasi-imajinasi kita.. I wish.... Andaikan...

Pada postingan I Wish kali ini temanya adalah tentang Kudapan Kabur Fred & George Weasley.
Fred & Goerge Weasley adalah saudara kembar Ron Weasley, salah satu teman terbaik Harry Potter. Entah ada hubungan atau tidak, lahir tepat pada Fools Day 1 April, membuat saudara kembar ini begitu jail dan usil. Tetapi dibalik kejailan mereka, tersimpan otak yang cerdas dan brilian. Salah satunya adalah pada buku ke-5 Harry Potter and the Order of the Phoenix, Fred & Goerge menciptakan Kudapan Kabur (Skiving Snackbox) .

Ketika kita berada di kondisi yang sangat tidak menyenangkan, membosankan, atau tertekan, tentu kadang kita ingin kabur sejauh-jauhnya dari tempat itu. Tetapi sayangnya kita tidak punya alasan kuat, so all we have to do just stay there in an uncomfortable. Apabila kita punya Kudapan Kabur , semua hal akan teratasi.. Memakan Kudapan Kabur akan membuat kita terlihat amat tidak enak badan dan sakit. Akhirnya kita bisa kabur dengan alasan tidak enak badan. Ketika izin telah dikantongi, kita pun bisa berlibur dengan badan yang sehat sentosa. Karena efek Kudapan Kabur hanya bersifat sementara. What a great life.. ^^
Kudapan Kabur terdiri dari bermacam-macam jenis, diantaranya Nogat Mimisan, Pastiles Pemuntah, Permen Pingsan, dll.

Andaikan Freg dan George Weasley memang ada..
Andaikan toko Sihir Sakti Weasley (Weasleys' Wizard Wheezes) yang menjual Kudapan Kabur memang ada..
Andaikan Kudapan Kabur memang benar-benar ada...

Be ready for next 'I wish'. Any ideas? :D

Sunday, 4 December 2011

The Witches by Roald Dahl



First time I knew bout The Witches was from d Movie I watched long long time ago, almost 15 years ago.

The Witches (1990)

Director:

Nicolas Roeg

Writers:

Roald Dahl (book), Allan Scott (screenplay)

The story is bout d young boy stumbles onto a witch convention and try stop them. But he must spend whole of his life as mouse then.. Here is d movie I've got from Youtube..


In year 2000 sumthing, I found a book in a same title wiv a movie I watched long long time ago, The Witches by Roald Dahl. By d time I started to read det, I knew I already fall in love wiv Roald Dahl. (and start to collecting all of his books then) His imagination brings us to d place we never know before, and tell us different view of witches, the REAL witches..
Let me tell you bout witches, to warn you, to make u, ur children, ur niece, ur nephew, or anyone kids around u safe from witches. What makes dangerous is the fact she doesn't look dangerous..:
  • Witches hates children so much and seek to elminate as many as they can. Turn child into a rock, chicken, or trap them in painting forever, etc
  • Witches are bald but always wear wigs
  • Witches have clawed fingers det they must hide wiv gloves
  • Witches' feet have square ends and no toes
  • Witches' spit is bright blue, leaving pale bluish film on their teeth
  • Witches' eyes have color chacnging pupils in which one may see 'fire n ice dancing' in d centre
Beware, if u find women like those one!!

Friday, 2 December 2011

Tales from the Arabian Nights



Salah satu buku yang menceritakan cerita klasik 'Arabian Nights' atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan Cerita 1001 malam. Buku dari Wordsworth Classic tahun 1993 ini edited by Andrew Lang. Edited, bukan author, karena buku ini menceritakan cerita-cerita yang telah sering kali didengar dan diceritakan, turun temurun entah sejak kapan, sampai tidak ada jawaban dari mana cerita ini bermula dan siapa yang menciptakannya.
Satu hal yang baru saya tahu mengapa cerita-cerita dari negeri arab dan sekitarnya seperti Aladin and the Wonderful Lamp, Sinbad the Sailor, etc dikenal dengan cerita 1001malam, cerita yang tidak ada habisnya, the Tale of Arabian Nights, karena semuanya bermula dari.....

The beautiful Scheherazade's royal husband threatens to kill her, so each night she divert him by weaving wonderful tales of fantastic adventure, leaving each story unfinish so that he spares her life to hear the ending on the morrow.
Cerita pertama yang diceritakan Scheherazede kepada suaminya adalah cerita tentang seorang pedagang yang tanpa sengaja membunuh anak seorang jin. Jin yang dipenuhi amarah akhirnya berniat membalaskan dendam dan membunuh sang pedagang (continue in different night) Sang pedagang meminta jin agar memberikan dia hidup lebih lama, untuk memperbaiki hal-hal yang belum selesai dalam hidupnya. Pada hari yang dijanjikan, pedagang kembali datang kepada jin untuk menyerahkan hidupnya. Ketika jin akan membunuh si pedagang, datanglah the first oldman yang meminta jin membiarkan si pedagang hidup jika jin menyukai cerita yang diceritakan oleh si pedagang (continue in different night) Dimulailah cerita si pedagang....

Seiring berlalunya malam, cerita menjadi semakin menarik...

Friday, 24 April 2009

The Amber Spyglass


Buku ketiga dari trilogi His Dark Materials karya Philip Pullman adalah The Amber Spyglass. Dibanding buku pertama The Golden Compass dan buku ke dua The Subtle Knife buku ini sepertinya yang paling berat dan rumit. Mungkin tidak seberat buku fantasi tentang vampir karangan Anne Rice yang pernah saya baca, tapi rasanya ada beberapa bagian yang agak dipaksakan. Berbeda dengan buku pertamanya yang lebih mengalir dan buku ke duanya yang lebih 'kerasa'.

Mungkin bagi teman-teman yang belum tau bukunya, buku ini menceritakan petualangan seorang gadis kecil bernama Lyra. Lyra berasal dari dunia yang berbeda dengan dunia kita, dunia yang setiap orangnya mempunyai daemon. Daemon setiap orang berbeda-beda bentuknya, sesuai dengan kepribadian orang masing-masing. Daemon adalah bagian dari diri orang yang tidak bisa dipisahkan. Disana, jika ada orang yang tidak mempunyai daemon, sama saja dengan kita melihat orang yang tidak punya kepala. Sangat menakutkan dan memualkan. Pada buku ke dua, Lyra menemukan jendela untuk berpindah ke dunia lain. Dia akhirnya bertemu dengan Will yang berasal dari dunia kita, dunia dengan orang-orang tanpa daemon. Pada buku ketiga, mereka berpetualang ke banyak dunia, termasuk dunia kematian.

Banyak isu-isu kritis yang diangkat oleh buku ini. Pada awalnya genre buku ini terlihat sebagai buku fantasi anak-anak. Tapi kemudian buku ini mengangkat isu religius tentang tidak adanya kehidupan setelah kematian. Hanya dunia kematian dan kemudian jiwa-jiwa terurai kembali. Dan kehancuran gereja di akhir buku ini karena sebenarnya tidak ada Tuhan.


Setelah baca buku ini, sempat terpikir. Wonder how if there're so many paralel worlds, just like in dis book? Dan punya pisau gaib seperti Will yang bisa membuka pintu ke dunia manapun, kapanpun, dimana pun. Isn't it fun? Hmm,,dunno...