Tuesday, 20 April 2021

Nara Lahmusi: Penulis yang berpikir akan mati besok, tapi tetap terus berkarya

Halo pembaca blog yang saya cintai 😍😍. Senang sekali akhirnya saya bisa nayangin lagi postingan berlabel Author. Kali ini, kita akan ngobrol bareng dengan seorang penulis yang sangat menginspirasi. Karena dengan keterbatasan keadaanya, ia masih mampu banyak berkarya. Yuk, kita ngobrol bareng dengan Nara Lahmusi.

🎊🎊🎊

Halo Kak Nara!
Terima kasih sebelumnya sudah meluangkan waktu untuk ngobrol bareng di blog ini. Sebelumnya, saya mau ngucapin selamat dulu karena karena Kak Nara berhasil menjadi pemenang pada lomba menulis yang diadakan oleh penerbit Katadepan. Yeeey!! πŸŽ‰πŸŽ‰


Buat yang belum kenal dengan penulis satu ini, sebelum mulai ngobrol bareng saya akan cerita sedikit tentang Kak Nara.
Nara Lahmusi adalah seorang engineer, lulusan dari teknik kimia yang sangat menyukai dunia literasi. Sampai sekarang, Kak Nara sudah menerbitkan 3 buku dari penerbit Gramedia. Mungkin buat teman-teman yang suka membaca melalui Gramedia Digital, pernah melihat karya Kak Nara terbaru yang berada pada rak best seller yaitu novel berjudul Inisial K. Selain sudah menerbitkan buku, Kak Nara juga berprestasi pada lomba-lomba menulis. Yang terbaru, Kak Nara berhasil menjadi juara 1 lomba menulis novel Katadepan Author Rising 2020 dan menyisihkan seribu lebih peserta lainnya. Sekarang juga naskah Factory Reset karya Kak Nara sudah lolos menjadi 5 naskah terbaik di lomba Belia Writing Marathon 4.0 yang diadakan oleh penerbit Bentang Belia.
Oiya, fun fact, Nara Lahmusi itu nama pena loh. Nama asli Kak Nara itu adalah Saiful Anwar. Dan sebelum menggunakan nama pena Nara Lahmusi, Kak Nara sudah banyak juga menerbitkan buku dengan nama pena Sayfullan.
"Di dalam otaknya yang kusut, terkadang dia berpikir akan mati besok." Ini adalah kata-kata yang tertera pada biografi penulis di buku-buku Kak Nara.
Kenapa Kak Nara sampai berpikiran seperti itu? Nanti hasil ngobrol bareng kita akan menjawab semuanya..

🎊🎊🎊

Ngobrol bareng ini kita awalin dengan ngebahas karya-karya Kak Nara dulu. Sampai sekarang sudah ada 3 karya karena apa yang sudah dibukukan yaitu:
  1. Things About Him (teen lit penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2018)
  2. A Sky Full of Stars (teen lit penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2019)
  3. Inisial K (metropop penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2020)
Selain 3 Karya di atas, sekarang Kak Nara lagi sibuk mengerjakan karya apa aja?

Alhamdulillah sekarang masih diberi amanah buat marathon nulis Factory Reset di Wattpad BWM4. Sesuai jadwal, tanggal 8 Mei harus sudah selesai. Doain lancar dan rezekinya Factory Reset untuk diterbitkan ya :).

Semangat untuk membereskan cerita Factory Reset-nya, Kak! Ini saya kasi sneak peek ceritanya buat kamu yang penasaran dengan cerita yang berhasil menyisihkan ratusan peserta lain 😁:

Wuaa, blurb-nya menarik 😍 Apalagi ada bumbu fantasinya juga..
Cerita Factory Reset dapat kamu baca di sini

Dari beberapa cerita yang pernah ditulis, naskah Kak Nara mana yang paling susah dalam pengerjaannya? Kenapa?

Factory Reset adalah naskah pertama saya yang on going. Sebelumnya, saya ordo penulis yang nulis-endapin-self edit-kirim editor. Jadi, lumayan kaget saat awal-awal marathon. Karena hasil tulisan hari itu,langsung diposting juga hari itu dan bisa dinikmati pembaca. Tentu ada rasa insekyur. Bagaimana nanti kalau naskahnya kurang maksimal, ada typo, struktur kalimat yang berantakan? Namun, berjalannya waktu saya mulai bisa beradaptasi dengan ritme ini. Alhamdulillah.

Wah, keren! Belia Writing Marathon (BWM) ini konsepnya memang beda dengan lomba menulis novel lainnya. Jika lomba menulis biasanya mengharuskan kita menyelesaikan naskah, di BWM kita justru harus marathon menyelesaikan dan mempublish setiap bab sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Konsisten dan menjaga semangat dalam menyelesaikan naskah adalah kunci dalam marathon ini. And you nailed it, Kak Nara πŸŽ‰ Semangat!

Pertanyaan berikutnya, apa sih menurut Kak Nara harus ada dalam sebuah naskah yang baik itu? Terutama gar bisa dilirik editor, atau menang lomba.

Selain teknik menulis yang baik yang bisa kita pelajari, menurut saya pribadi naskah itu juga harus punya value.Ada pesan yang ingin disampaikan oleh pembaca tanpa harus menggurui.

🎊🎊🎊

Setelah ngomongin karya, sekarang kita ngobrol tentang Kak Nara sendiri, yuk!

Lima kata ini adalah yang menurut Kak Nara paling menggambarkan dirinya

Saya selalu penasaran bagaimana para penulis mengembangkan dari sebuah hobi menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang. Kak Nara udah hobi menulis sejak kapan, sih?

Awalnya saya hanya hobi membaca. Hobi itu hadir saat saya yang masih SD menemukan dua novel Kakak di kamarnya. Lalu saya membacanya diam-diam setiap hari sampai tamat. Eh, mau nyari novel ketiga, udah ketahuan dan dilarang karena belum cukup umur. Hahaha. Setelah itu saya kayak kecanduan baca novel atau cerpen. Baru setelah tahun 2010, saya terpaksa menulis karena divonis gagal ginjal terminal.


Gagal ginjal? 😒 Pantas saja waktu itu sebenarnya saya pernah mendengar Kak Nara menyampaikan, kalau tidak sakit saya tidak akan kecemplung ke dunia kepenulisan. Ditambah dengan kata-kata Kak Nara di biografi yang bilang suka merasa akan mati besok. Sebenarnya apa yang terjadi, dan apa hubungannya dengan dunia menulis? Apakah ini ada hubungannya dengan yang menginspirasi Kak Nara dalam menulis?

Ya, saya harus menulis, kalau tidak mau pikiran-pikiran negatif mengendap di kepala. Karena di tahun itu (2010) saya benar-benar merasa di titik terendah; hidup bergantung mesin cuci darah, dikeluarkan sebagai engineer, dan ditinggalkan selamanya oleh Ibu saya. Tak ada yang bisa saya katakan waktu itu. Tak ada yang bisa saya keluhkan meskipun banyak sekali hal yang ingin saya utaran. Ajaibnya, lewat tulisan semua kekecewaan dan kesedihan itu bisa dikeluarkan.

Berawal dari curhatan yang saya bagikan di note FB, muncul komentar-komentar dukungan agar saya menjadi penulis. Titik itulah semangat saya bangkit. Saya mulai membeli banyak buku fiksi, membacanya, belajar, masuk kelas kepenulisan, ikut lomba, dan yang luar biasa, di dunia ini saya menemukan kebahagiaan dan kelegaan. Alhamdulillah dari tahun itu (2010) sampai 2017 dengan nama pena Sayfullan, sudah ada tujuh novel yang terbit. Lima novel terbit di Divapress, satu novel lahir di Penerbit Andi, dan satu diterbitkan oleh clover M&C. Baru di tahun 2018 Things about Him lahir dengan nama pena baru sampai sekarang.

Jadi, kalau ditanya inspirasi, saya menulis dari dorongan dan kegelisahan diri sendiri. Sesuatu atau hal terdekat.


Saya terharu baca cerita Kak Nara 😒. Ikut senang mendengar Kak Nara bisa menemukan kebahagiaan dengan menulis. 

Siapa orang yang paling berpengaruh buat Kak Nara dalam berkarya?

Orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan menulis saya adalah CEO Divapress, Pak Edi. Beliau yang pertama kali membuka gerbang dunia literasi buat saya. Melalui Lelang Nulis Novel dan Kampus Fiksi, saya yang seorang engineer belajar menulis fiksi dari nol. Dari tidak tahu peletakan tanda kutip, tidak paham dengan kalimat langsung, dan hal-hal teknis lain yang alhamdulillah saya dapatkan selama belajar di Kampus Fiksi. Dari Kampus Fiksi juga, saya berani membuka diri ke dunia luar setelah vonis sakit.

Wah, mendengar pengalaman Kak  Nara, saya jadi semangat juga nih buat lebih rajin belajar menulis dengan lebih baik. Terima kasih untuk inspirasinya, Kak. Walaupun kita tidak punya latar belakang pendidikan kepenulisan, asal ada kemauan untuk belajar Insya Allah jadi bisa lebih baik yaaa 😍😍.

Pertanyaan terakhir nih, apakah Kak Nara punya pesan-pesan untuk pembaca blog ini? Baik yang sedang berjuang menyelesaikan naskah, atau pun para pelahap buku.
Pesan saya,apa pun yang kalian perjuangkan saat ini,tetaplah bersabar dalam proses.

🎊🎊🎊

Bagaimana ngobrol bareng kali ini? πŸ˜† Mudah-mudahan dapat menginspirasi teman-teman di sini yaa. Semoga Kak Nara juga bisa terus menginpirasi dan sukses selalu dengan karya-karyanya. Di tengah jadwal cuci darah yang tetap berlangsung sampai sekarang, Kak Nara selalu menyempatkan diri untuk berkarya πŸ’–πŸ’–.
Buat kamu yang masih penasaran pengen tahu lebih jauh, Kak Nara bisa dikepoin di akun instagramnya @naralahmusi. Kalau kamu ingin membaca karya Kak Nara, kamu bisa dapatkan bukunya gratis loh..


Yuk, buruan ikutan giveaway-nya pada instagram di link ini
 πŸ˜πŸ˜

Oiya, Giveaway April berhadiah ewallet dan buku-buku masih berlangsung ya. Buruan ikut sebelum tanggal 25 April 2021 di sini

Ngobrol bareng Kak Nara sepertinya ga lengkap kalau kita tidak membahas ulasan bukunya di sini πŸ˜‰. Jadi pada postingan berikutnya, saya akan menampilkan ulasan dari buku Kak Nara. Ada yang bisa menebak, dari 3 buku di atas yang akan saya ulas yang mana? Share di komen ya tebakan kamu yaa...


26 comments:

  1. Komen dulu bentar, baru baca..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amankan pertamax dulu ya, Do 😁 Hehehe.. Selamat membacaa..

      Delete
  2. Woaaah. Kak Nara ternyata penulis yanh sangat produktif yaak. Anak Teknik pula, sama sepertiku. Hahahah.
    Semoga bisa ketularan suksesnya πŸ˜€

    Kemudian untuk give awaynya, pengen ikutan deh. Siapa tahu rejeki. Ada bacaan baru untuk menunggui buka puasa dan menunggu lebaran hehehehe....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiinn, semoga kita sebagai sesama anak teknik bisa ketularan sukses berkarya kaya Kak Nara ya, Do 😁

      Asiik, ikutaan yaa giveaway-nyaa 😁😁

      Delete
  3. nara, baru tahu saya setelah membaca ulasan tante thessalivia lalu saya mencoba meluncur ke IG storinya dan saya pun membaca ulasannya sekilastentang novelnya sungguh saya pun terbawa ke dalam alur ceritanya dimana nara juga cerita bahwa hidupnya tak akan lama lagi akrena dia menggidap gagal ginjal . namun siapa sangka ya tante thessa ? mukzizat tuhan mampu membuat seseorang bisa terus bangkit dan kuat meski nyatanya kondisi tubuhnya tidaklah membaik. ikut giveawaynya ah? siapa tahu beruntung .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, seneng dengernya kalau Mba Tari ikut terbawa ke cerita2 Kak Nara 😍 Semoga menghibur ya Mba..
      Bener Mba, aku juga kagum dg kondisi seperti itu Kak Nara tetap terus berkarya.

      Yuk yuk ikutan Mbaaa giveawaynya Siapa tau beruntung 😊

      Delete
  4. Waaah aku pernah tuh baca buku Inisial K tapi belom beres karena ada genre romance dan aku sedang tidak mood untuk baca romance saat itu. Mungkin nanti aku bisa lanjutin lagi bacanya karena itu lumayan unik. Baru tau kalo Kak Nara punya cerita begini sebelum terjun jadi penulis dan syukurlah beliau bisa melalui ini semua dari menulis. Inspiratif banget Mba Thessa sharing kali ini, jadi semakin semangat untuk terus nulis (meskipun belum bisa nulis cerita sih πŸ˜…)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo lanjut baca Mba Tika. Walau klo boleh jujur, aku lebih suka buku Kak Nara yg genre teenlit dr pada yg metropop kayak Inisial K. Hehehe..

      Sama Mba Tika, aku pun terinspirasi bgd sama perjuangan Kak Nara 😍 Yuk yuuukk Mba Tika, ayo kita semangaat menulis..

      Delete
  5. Wah, nggak tau kenapa pas baca ini kayak membangkitkan semangat lagi, apalagi saat baca pesan Kak Nara! Omong-omong, selamat Kak Nara karena berhasil menjadi pemenang di Authorrising. Saya salah satu penikmat karya Kak Nara, Factory Riset. Makin kepo sama ceritanya yang lain. Tetap semangat, Kak Nara!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Senangnya kalau bisa membangkitkan semangat Kak 😍😍 Waah, penikmat Factory reset yaa. Klo aku malah baru baca yg buku2 Kak. Kaya A Sky full of stars, itu bagus juga kak. Baca deh.. 😁

      Delete
  6. Wah, buku Inisial K ini kan yang selalu muncul di baris pertama best seller di Gramdig 😱 keren bangett Kak Thessa bisa wawancara penulisnya 🀩. Kisah kepenulisan Kak Nara juga menginspirasi banget! Dan nggak kebayang itu bikin cerita yang ditulis dan dipublish di hari yang sama, bebannya seperti apa πŸ˜‚. Semoga Kak Nara dilancarkan selalu dalam pekerjaannya πŸ™πŸ»

    Apakah Kak Thessa akan mengulas buku Inisial K di next post? πŸ‘€πŸ™ˆ #IsengNebak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan bener, Lia. Inisial K itu lsngsng keliatan pas kita buka GD. Hehehehe..
      Bener, menginspirasi yaa perjuangannya. Nah yg marathon itu juga aku ga kebayang deh. Tulisan yg udah diendapkan aja aku masih sering banyak yg hrs direvisi, apalagi lngsng upload marathon gt. Hahahha.. Amin, makasi yaa Lia. Semoga Kak Nara lancar membereskan marathonnya sampe finsih.

      bener gaa yaa tebakannyaa? 😁 Sedikit klu, aku itu lbh suka karya Kak Nara yg teenlit sebenernya.. 😁😁

      Delete
  7. Apa memang kebanyakan penulis justru tidak punya backgroud pendidikan yang spesifik ya? Atau penulis itu biasanya memang orang yang hobi menulis saja pada awalnya?

    Saya juga suka menulis, tapi di tengah jalan, suka drop. Entah karena ada pekerjaan di kantor yang menyita waktu, atau memang tiba-tiba jenuh. Jangankan menulis cerita panjang, konsisten menulis di blog saja saya masih belum stabil. Hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga kayanya banyaknya tau penulis itu awalnya justru memang ga punya backgroup pendidikan menulis Mas Agung. Apa memang begitu yaaa... (malah ikutan nanya πŸ˜‚πŸ˜‚)

      Toos Mas Agung, konsisten nulis itu memang susaaah yaa. Ada aja kendalanya. Tp klo di aku kendalanya mager sebenerny. Hahahha..

      Delete
  8. Kemarin sewaktu ke Jakarta, sempat mampir sbntar ke gramed.. dan aku nggeh beberapa buku best seller termasuk 'Insial K' ini Mba Thessa. Dan selang beberapa hari Mba Thessa wawancara penulisnya.. *Daebakk!! 🀩 keren banget.

    Doaku semoga Mas Nara selalu diberi kesehatan, dan dilancarkan segala urusan dan usahanya.. Amin ya Rabb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wuaaa aku udah lamaaa ga mampir ke toko bukuuu, pengen jugaa mampir ke tokbuk (Eh malah salah fokus. Hahaha..)
      Wah ternyata ga hanya di Gramedia Digital ya Inisial K ini nangkring di best seller. Ternyata di toko buku jugaa.. Alhamdulillah nih Mas Bayu, dpt kesempatan buat ngobrol bareng Kak Nara.
      Amiin, makasi ya Mas Bayu. Doa yg sama juga yaa buat Mas Bayu 😊😊

      Delete
  9. Keren ya bisa nulis marathon seperti Nara.
    Ide ceritanya itu loh yang bikin kagum. Kalau soal ada fypo ato kesalahan printilan ngeriknya masih cukpo bisa dimaklumi, tapi ide & pengembangan topik ceritanya itulah yang sulit.

    Semoga kesehatan Nara selalu baik.
    Ikut kudoakan di entri ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener bgd Mas Himawan, nulis marathon bs jalan terus tanpa tersendat brarti dr awal kerangka ceritanya udah kuat bgd ya 😍😍

      Amiin, makasi ya mas. Doa yg sama jg buat mas hima, sehat selalu yaa..

      Delete
  10. Luar biasa kak Nara, aku kalo disuruh menulis marathon langsung nyerah, malah kalo ditargetkan pikiranku biasanya blank. Tapi kak Nara bisa ya, keren.

    Anak tehnik tapi malah jadi penulis, sepertinya penulis malah tidak belajar kepenulisan ya, tapi yang penting mempunyai tekad, banyak membaca buku, konsisten menulis dan kerja keras.

    Menurutku buku yang akan diulas mbak Ica adalah inisial K.πŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama Mas Agus, ngebayanginny aja aku kayanya udah lelah duluan klo nulis marathon gt πŸ˜…
      Tekad kuat n terus belajar, jd ga masalah maundr jurusan apapun sblmnya ternyata ya 😁

      Wah mas agus sama nih tebakanny sama Lia. Hehehe.. Minggu depan reviewnya tayang yaa. Kita liat tebakanny bener atau ga 😁

      Delete
  11. Wo wow sugoi!!!! Keren
    Dari rockbottom sampe jadi hero dengan lahirin banyak buku. Mantap dan inspiring banget

    Kak thessa jg keren banget nih bisa dapet kesempatan wawancara penulis kecee hehehe
    Baca ini dapet positive vibe gitu kak. Makasih yaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. wuaa makasi teh frisca ^^ Senangnya klo bisa memberikan positive vibe di postingan ini :D

      Delete
  12. waaww, sebagai sesama anak teknik aku jadi merasa punya teman! πŸ˜†
    keren bangeeet kak Nara. jadi termotivasi bikin buku jugaa
    huhu draft yang udh lama tergeletak itu butuh niat sebulat bakso buat ngelarinnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Toos kak, sesama anak teknik kita n Kak Nara. Hehehe..
      Yuk yuk semangat kak beresin naskahnyaaa :D

      Delete
  13. Sebenernya udah baca ini dari kemarin, tapi ini baru sempet komen 😁

    Salut banget deh beneran sama Nara (mau manggil Om nggak enak, jadi Nara aja) mental kompetisinya udah teruji banget. Dan tentu saja kualitas tulisannya juga udah pasti keren πŸ‘

    Apalagi yang Belia Writing Marathon, ini kalo ga salah seleksinya ketat banget looh.. bisa sampe 5 besar bener2 ide ceritanya pasti waaah 😁

    Salut juga sama konsistensi nulis meskipun ada gagal ginjal .. 😒

    Semoga kesehatannya Nara selalu terjaga, semoga selalu lancar rejekinya..
    Terimakasih sudah berbagi cerita inspiratif ya Mbak Thessa dan Nara ..

    ReplyDelete
    Replies
    1. wua, makasi loh mas edot sampai disempatkan mampir l buat komen. Udah dibaca aja postingannya aku udah seneng ^^

      Samaa, aku juga salut bgd sama Kak Nara yg bisa tetap berkarya ditengah kondisinya. Berkarya nya ga kaleng2 lg, sampai menang berbagai juara.
      Iyaa, BWM ini sempet heboh bgd memang waktu itu krna pesertanya membludak. Keren memang Kak nara sampe lolos 5 besar.

      Amiin, makasi Mas Edot. Sehat selalu juga buat mas edot yaa.. ^^

      Delete