Thursday, 14 January 2021

Backstory: Tips Menulis Novel dengan Karakter yang Kuat

Pernah kah kalian perhatikan, buku-buku bagus biasanya punya karakter yang sangat memorable? Karakter mereka punya sifat kunci yang membuat karakter itu berbeda dari yang lain. Atau karakternya punya tampilan unik yang berbeda.

Contohnya saja : Harry Potter dengan scar sambaran petir di dahi, Sherlock Holmes dengan topi dan pipe-nya, Pollyana dengan sifat positif dan ceria, banyaak lagi karakter memorable lainnya 😍


menulis backstory novel

Apa itu Backstory?

Jadi bagaimana cara membuat karakter kita juga bisa se-memorable itu? Salah satu tipsnya adalah, membuat backstory karakter sebelum memulai menulis novel.

Apa itu backstory? Berdasarkan situs kepenulisan masterclass, disebutkan pengertiannya sbb:

A backstory is a comprehensive overview of a character’s history that extends beyond the story in which the character appears.

Dengan menulis backstory, penulis jadi punya contekan tentang detail kondisi karakter yang akan muncul di novel. Ini sangat membantu saat kita mulai menulis cerita nantinya. Backstory ini juga berfungsi agar setiap karakter yang kita tulis memiliki suara yang berbeda.

Salah satu kekurangan penulis pemula, (bisa coba baca beberapa cerita penulis2 baru di wattpad buat contoh), adalah semua karakter terasa sama. Tidak ada pembeda yang signifikan. Kita ga mau dong hal seperti ini kejadian di cerita kita, kan? Makanya, bikin backstory dulu sebelum mulai nulis..

Oiya, sebelum mulai mau disclaimer lagi dulu ya. Saya menulis ini berdasarkan hasil beberapa training, jadi bukan sepenuhnya pengalaman pribadi. Karena jujur saya juga masih belajar untuk mengaplikasinyannya. Hahhaa.. πŸ˜†

Apa saja yang harus ada di dalam Backstory?

Terdapat beberapa hal kunci yang harus ada dalam backstory. Kamu bisa buat sedetail mungkin, bisa juga gambaran umum saja. Senyamannya aja. Tidak semua backstory harus muncul di cerita nantinya, tapi itu bisa jadi alasan sikap-sikap tertentu yang dilakukan oleh karakter.

Ini dia daftarnya :

1. Penampilan

Penampilan itu adalah bagaimana karekter kita terlihat bagi orang lain, misalnya :

  • Wajahnya dan bentuk tubuhnya
  • Gaya berjalan (percaya diri, tidak bersemangat, dll)
  • Gaya berbicara (dialek daerah tertentu, kaku, sok tahu, terlihat pintar, dll)
  • Dan hal-hal lain yang terlihat dari karakter kita. Cara gampangnya, bayangkan kalau kamu bertatap muka dengan karakter ini, bagaimana gambarannya dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Bikin pembeda masing2 karakter, agar ga keliatan sama semua kayak gini πŸ˜‚

2. Setting

Karakter kita tinggal dimana, sama siapa, lingkungan pertemanannya seperti apa, pekerjaannya, dll. Mengapa ini penting? Karena perbedaan tempat tinggal pasti mempengaruhi gaya hidupnya. Misal orang yang tinggal di perumahan mewah Pondok Indah pasti berbeda dengan yang tinggal di pedalaman Papua. Ini juga akan mempengaruhi gaya berbicara karakter nantinya. 


Rumahnya dimana dan keadaan di dalamnya.

3. Sifat

Sifat ini juga sangat penting. Jangan sampai di awal cerita kita menggambarkan tokoh yang pemberani, ternyata pada saat cerita berjalan dia ga mau mengambil risiko. Ini namanya ga konsisten. Hehehe.. Beberapa tips untuk detail sifat yang dapat kamu pake antara lain: 

a. Menggunakan karater MBTI (Myers Birggs Type Indicator) seperti contohnya : 

  • Introvert (I) vs. Esktrovert (E) – Sifat dasar seseorang untuk memusatkan perhatiannya.
  • Sensing (S) vs. Intuition (N) – Sifat dasar seseorang untuk memahami sebuah informasi.
  • Thinking (T) vs. Feeling (F) – Sifat dasar seseorang untuk menarik kesimpulan dan mengambil keputusan.
  • Judging (J) vs. Perceiving (P) – Sifat dasar tentang pola hidup seseorang

b. Menggunakan zodiak. Nah ini percaya ga pecaya ya, katanya karakter setiap zodiak itu unik. Jadi ini bisa digunakan untuk memudahkan kamu menggambarkan karakternya. Misalnya si aries yang egois, atau aquarius yang mandiri, dll

c. Menggunakan golongan darah. Misal kalau karakter kita bergolongan darah O, dia tipe yang easy going


Salah satu contoh sifat karakter : Panda emosian πŸ˜†

Apa lagi yang harus ada di dalam Back Story?

Selain tiga hal utama di atas, kamu juga bisa menambahkan beberapa hal lain yang membuat karakter di novel kamu semakin kuat. Ini sifatnya opstional, tapi sangat menarik untuk dimasukkan. Apa saja? 

1. Keunikan Karakter

Selain tips memilih karakter di atas, kamu juga bisa menambahkan hal unik yang membedakan karakter satu dengan yang lain. Misal ada si rajin, si lucu, dll. Jadi pembaca jadi lebih gampang untuk mengingat karakternya.

Si ngegemesin 😍

Kamu juga bisa memasukkan detail-detail kecil misalnya ada karakter yang tidak suka pedas, suka makan indomie, atau selalu menyisihkan bawang goreng di makanan, dll. Atau kamu juga bisa membedakan dari gaya berbicaranya, ada yang ngomongnya kaku dan baku (misalnya karakter orang tua), pasti berbeda dengan gaya santai ngobrol anak muda. Atau ada yang keturunan bule, mungkin kalau berbicara ia banyak menggunakan campuran berbahasa asing.

2. Goals

Apa sebenarnya yang diinginkan karakter? Misal ia ingin membahagiakan anaknya, atau ingin mengalahkan penyihir jahat? Atau sebatas ia ingin santai-santai tapi keadaan mencemplungkannya ke dalam siatuasi yang sulit? Tujuan masing-masing ini akan mempengaruhi bagaimana ia bersikap saat dicemplungkan ke suatu keadaan.

3. Flaws

Tidak ada karater yang sempurna, begitu juga karakter novel kita. Ketidak sempurnaan itu lah yang membuat ia terasa hidup. Misal, karakternya easy going, tetapi ternyata dia sangat ga sabaran kalau harus menunggu. Easy going bukan berarti kita harus buat dia ceria selalu, tetapi juga ada saat dia down karena hal-hal tertentu. 

4. Trauma

Pernahkah kalian membaca karakter yang takut berkomitmen karena saat kecil ia mengalami perceraian orang tuanya? Kurang lebih seperti itu trauma yang saya maksud di sini. Tidak semua cerita harus ada traumanya, tapi itu akan jadi tambahan cerita menarik di balik sifat si karakter. Misal seorang cowok yang terkenal dingin, ternyata deep down insde dia sangat hangat (karakter yang sering banget dipake di teenlit 😁), nah mungkin kalau ada tambahan cerita mengapa dia bisa dingin itu pasti akan jadi lebih seru. 

5. Changes

Ini sebenarnya nyambung lagi dengan plot yang pernah saya tulis di postingan sebelumnya. Cerita yang bagus itu bukan lah saat si penjahat terbunuh, atau saat pasangan jadian, tapi saat si karakter utama berkembang dari awal cerita ke akhir novel

Misal: Dengan membunuh penjahat, karakter yang sebelumnya penakut menjadi orang yang lebih berani. Dengan jadian, karakter yang awalnya takut dengan komitmen akhirnya bisa percaya dengan orang lain lagi. 

Jangan lupa baca postingan tentang membuat plot sebuah novel menggunakan cara Save The Cats di sini

Karakter mana saja yang harus dibuatkan Backstory-nya?

Kamu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membuat backstory seluruh karekter yang muncul di novel. Cukup karkater-karakter yang mempunyai peran penting untuk perubahan plot. Kalau karekter lain, cukup dibuat gambaran kasarnya saja. 

🐼🐼🐼

Menurut kamu, penting kah kita membuat backstory seperti ini? Menurut saya itu tergantung preferensi masing-masing, ya. Mungkin ada tipe orang cukup dengan membayangkan saja, dia bs menggambarkan dengan jelas dan detail karakter yang dibuat. Tapi juga ada orang yang perlu menuliskan dengan detail terlebih dahulu sebelum menulis.

Terlepas perlu atau tidaknya membuat backstory, yang pasti karakter yang kuat itu mengambil peranan penting dalam sebuah cerita. Saya punya salah satu naskah novel, yang tidak menang lomba dan ditolak beberapa penerbit. Padahal ide ceritanya menurut saya oke (namanya juga yang punya cerita, pasti menganggap karyanya bagus πŸ˜‚πŸ˜‚). Saat saya minta pendapat kepada beberapa editor yang membaca, secara garis besar masukannya sama "karakternya kurang kuat, karakternya kurang di eksplor, karekternya kurang berkembang" Semua terkait karakter πŸ˜†πŸ˜† But it's okay, artinya saya harus lebih banyak belajar lagi. Hehehe.. Semangat!

Baca juga tips menulis sinopsis novel untuk penerbit di sini

Kurang lebih itu sharing saya terkait backstory karakter. Bagaimana dengan kamu, sudah kah kamu mempraktekkan hal ini sebelumnya? 

40 comments:

  1. Backstory itu bisa disebut dengan latar belakang karakter ya mbak Tessa, dan memang tidak semua karakter dalam cerita harus punya backstory yang kuat, cukup beberapa karakter penting.

    Menurutku karakter utama memang harus unik tapi tidak perlu harus selalu baik sih, bisa saja awalnya bandel atau jahat. karena lingkungan lalu perlahan-lahan mulai sadar.

    Makasih banyak tipsnya mbak.πŸ˜ƒ

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Mas Agus, backstory itu latar belakang karakter di novel 😁 Bisa semua, tp paling utama buat karakter2 pentingnya. Hehehe..

      Bener, ga perlalu selalu baik. Justru karekter dg kekurangan (flaw) malah lbh memorable.

      Sama2 Mas Agus, makasi juga udah membaca 😊😊

      Delete
  2. Seperti biasa, Ica kalau berbagi sungguh "daging" sekalii XD
    Kalau udah sedetil ini dapet ilmu tapi ga juga dipraktikkan, sesungguhnya kesalahan ada pada diriku dan kemageranku wkwkwkwk.

    Thank you as always, ca... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hichaaa, alhamdulillah klo dianggap daging πŸ˜†πŸ˜† Sesungguhnya hal paling susah dlm menyelesaikan novel memang adalah mengumpulkan niat cha πŸ˜†πŸ˜† Makanya kusuka ikut lomba2 buat memotivasi beresin naskah.hehehe..

      Masamaa chaa 😊😊 Makasi juga udah mampir..

      Delete
  3. Kak Thessa!! akhirnya aku menemukan tips menulis tokoh fiksi yang mudah dipahami tulisannya. Kebetulan, 2 hari kemarin aku lagi baca ulang cerita fiksiku, ini pun gara-gara setelah aku baca postingan kak Thessa soal novel watpadd kemarin hehehe. Walau aku masih belum konsisten dan masih banyak bingung mau dibawa kemana ceritanya... kak, kalau aku tanya-tanya soal tulisanku, boleh? pengin coba konsul tapi sampe sekarang kayak masih bingung mau nanya ke siapa wkwkwk.

    anywayyyy, makasih banyak ya kak untuk informasinya, aku terbantu. Ditunggu tips menulis berikutnya.... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mba Rekaa, wuaa semangaat Mbaa beresin naskahnyaa. Senang klo postingan ini bs membantu 😊😊
      Mbaa Rekaa, aku ilmunya buat konsul kayanya blm cukup, masih tahap belajar juga. Hehehe.. Tp aku bersedia jd temen sharing bareng. Dm aja di instagram aku ya mbaa 😊😊

      Sama2 Mba Reka.. Makasi juga udah baca postingan ini. 😁

      Delete
  4. Mba Thessa, apakah backstory itu perlu dimasukkan ke dalam novelnya? Aku awalnya mikir ini kayak panduan doang buat si penulis tapi apa emang harus dimasukkin ke dalam cerita? Karena sejujurnya aku beberapa kali nulis sendiri kayaknya sih gak pernah menggambarkan tokoh itu dengan backstory yang lengkap. Mentok-mentok sih cuma fisik doang yang digambarin.

    Btw makasih sharingnya Mba! Lagi-lagi dapet ilmu gratis nih dari Mba Thessa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk penampilan, setting dan sifat, itu perlu bgd masuk ke cerita Mba.. Nah klo yg lainnya, itu tergantung kita mau masukkan sampe sedetail itu atau ga. Posrsinya juga disesuaikan aja dg cerita masing2. 😁

      Sama2 Mba Tika, semoga bermanfaat ya Mba πŸ’–πŸ’–

      Delete
  5. Terima kasih untuk ulasan menariknya mbak thessa??? Saya kalau untuk novel belum mampu nih artikel saya aja masih penuh sama puisi cinta yang alay . πŸ€«πŸ€­πŸ€­πŸ™πŸ™

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mba Tari 😊😊
      Melatih menulis bs dlm bentuk apa aja kok Mba, terntng preferensi masing2. Ga ada yg lbh baik.. hehehe.. eh btw mau dong baca2 artikel Mba Tari.. Tp aku coba buka blog nya kok ga bs ya Mba?

      Delete
    2. Klik saja langsung nama saya mbak thessa, lalu dibawah profil ada tulisan klik website ku langsung deh menuju website saya terima kasih.

      Delete
    3. Iya Mba, udah klik website yg di profile. Tp ga bs n remarknya : This blog is open to invited readers only

      Apa aku perlu diinvite dulu ya brarti? πŸ€”πŸ€” Mungkin settingan blog nya ya Mba?

      Delete
  6. Ternyata, membuat tokoh yang memorable nggak bisa asal-asalan ya, mba. Harus punya detail yang jelas, semakin jelas semakin bagus dan mudah diingat. Hehehehe. Bahkan sampai ke-detail karakternya, fisiknya, dan lain sebagainya. Jadi ingat, buku Harpot, satu-satunya yang saya baca, yang Azkaban itu mbaaaa, disitu dijelaskan ada tokoh yang kulitnya berbintik merah *lupa namanya siapa* *maklum bukan hardcore fans Harpot* *dijitak mba Thessa* hahahaha, back to topic, tokoh yang kulitnya berbintik merah itu memorable bangetttt buat saya 😍 Dan of course si Harpotnya dengan kacamata bundar πŸ˜‚

    By the way, mba Thessa ilmu mengenai kepenulisan novelnya sudah master banget ini, semoga teman-teman yang punya cita-cita jadi penulis novel bisa baca tips and trik dari blog mba Thessa πŸ₯³

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Eno, ternyata banyak usaha yg hrs dibuat buat bikin tokoh memorable. Ini juga ilmu yg aku baru tau akhir2 ini πŸ˜†πŸ˜†

      Yg bintik merah itu keluarga Weaslay, Mba. Hehehe.. Salah satunya temennya Harry yg namanya Ron. Trus adiknya Ron yg akhirnya jd pacar Harry. πŸ˜†πŸ˜† Dan setuju Mba Eno, karakter di HP memang banyak yg memorable yaa..

      Ini ga master kok Mba, aku masih belajar juga n banyak masih meraba2 jugaa πŸ˜†πŸ˜† Amiin, semoga ini bs membantu calon2 penulis lainnya. Makasii yaa Mba Enoo πŸ’–πŸ’–

      Delete
  7. Makasih banget tipsnya Kak Thessa.
    Wah training dari master class mah emang bagus materinya dan emang sih rata rata cerita di wp lebih menekankan pada percakapan antara tokoh, tanpa berniat untuk menyisipkan cerita tentang karakter si tokoh-tokohnya. Malah kadang situasi sekelilingnya juga suka terlewat.
    wah tampaknya buat saya, mudah untuk menilai tapi pas eksekusi sendiri mah susyeh hehehe... perlu latihan dan banyak membaca buku fiksi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak cerita wattpad isinya dialog timppal2an yaa.. Klo kata salah satu editor, katanya naskahnya jd kerasa 'berisik' aja tp ga ngenan di hati. Jd komposisi dialog dan narasinya kurang. Mungkin kapan2 aku jg pengen nulis tntng komposisi dialog n narasi juga, ah. Mau belajar2 dulu tp biar lbh paham πŸ˜†πŸ˜†
      Masamaa mbaa, makasi jg udah mampir yaa πŸ’–πŸ’–
      Bener bgd Mba Reenoovv, prakteknya susaaaahh 😭😭 ini aku tuliskan di sini buat pengingat diri sendiri juga, krna pd prakteknya aku juga masih kesusahan πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
  8. Tips yang menarik kak Thessa. Sebenarnya, saya sudah pernah membaca hal serupa, tapi oleh kak Thessa semacam diingatkan lagi bahwa menciptakan karakter itu tidak hanya menyematkan nama, umur, dan gender. Ada banyak hal untuk membuat karakter tidak sekadar ada, tapi hidup. Salah satunya seperti penjabarkan kak Thessa dengan backstory.

    Salah satu hal yang saya ingat untuk membangun ciptaan karakter adalah selalu bertanya tentang karaktermu. Dia tidur jam berapa, apa poster band di kamarnya, apa yang orang katakan dibelakangnya jika pergi ke tempat ramai. Pertanyaan-pertanyaan kecil ini bukan hanya membantu kita untuk membangun karakter ciptaan, tapi juga mempermudah dalam menulis. Memang, tidak semua harus ada didalam tulisan, tapi dengan membuat pertanyaan kecil seperti itu, akan ada magic yang akan terjadi saat menulis

    Nice sharing kak Thessa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasi Mas Rahul 😊 Sebenernya ilmu ini banyak bertebaran, tp aku setuju, memang postingan ini adalah pengingat buat diri sendiri, dan mungkin jg orang2 lain yg baca yg sdang berjuang menyelesaikan sebuah karya 😁

      Small details itu yg bikin karakter itu spesial dan lbh hidup. Like you said, the magic 😁Makasi buat sharingnya ya Mas Rahul 😁

      Delete
  9. Saya setuju kalau novel yg bagus, pasti karakter yang sangat memorable, mbak.
    Saya baca bukunya Kang Abik. Tokoh Fahri dalam AAC atau Azzam dalam KCB, sangat kuat karakternya. Mereka merupakan contoh seorang muslim yg bisa dijadiin panutan. Maksudku, kisah mereka di novel bisa kita tiru, kita aplikasikan dalam kehidupan. Walaupun banyak jg kritikus yg mengatakan bahwa tokoh Fahri dan Azzam "terlalu sempurna"

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa bener Mas Dodo, karakter memorable ini yg bikin novel lbh spesial yaa..

      Wuaa aku jg baca itu AAC dg semua ke sempurnaan Fahri. Inget dulu baca pas kuliah sampe mewek 😭😭 sempet di film in juga kaan. Tp entah knapa aku lbh suka karakter di bukunya sih dr pd yg di film.

      Delete
    2. Setujuu, aku juga. Kenapa yaa kurang greget filmya dibanding buku. Agak melenceng cukup jauh menurutqu mba :D

      Delete
  10. dapat lagi ilmu buat nulis novel di mari nih, terima kasih banyak, jadi makin semangat buat belajar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mas Intan, makasi juga udah mampir. Semoga bermanfaat yaa πŸ˜ŠπŸ™

      Delete
  11. Ini Ilmu banget sih... Saya langsung ke inget mba sama Pesannya Mba Asma Nadia.. Dulu banget itu juga pas saya iseng2 ikutan lombanya beliau..heheh.. Beliau ngasih saran ke saya ttg karakter yang kuat... Soalnya cerpen yg saya buat sepertinya terlalu grasa-grusu kalau kata orang jawa mah... hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah seperti mas bayu punya bakat jadi penulid yah, tinggal dipoles sedikit lagi jadi mengkilap kaya lampu taman hihihi

      Delete
    2. Wah pasti keren dpt ilmu langsng dr Asma Nadia ya Mas Bayu.. Semoga bikin Mas Bayu makin semangat nulis 😊
      Bener Mas Intan, bersinar cerah nanti karir Mas Bayu sebagai penulis. Amin 😁

      Delete
  12. *Angkat bendera putih, melipir ke bawah meja, tempat fav si adik kalau ngambek, wakakakaka.

    Astagaaaa rempongnya ya orang nulis novel itu, gitu ya ada yang ngebajak, jadi pengen ngebejek palanya hahahahaha.

    Kalau saya, tipe pembaca yang mengenang momen dan karakter *lah karakter juga ternyata hahahaha.
    Tapi memang yang paling menempel di saya itu momen, saya masih ingat beberapa novel yang saya baca puluhan tahun lalu, ya momennya doang.
    Namanya atau karakternya mah, udah menguap ditiup angin hahaha.

    Tapi karakter pemarah atau penakut gitu juga memang keingat sih :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini2 Mba Rey, jngan kelamaan ngumpet di bawah mejanya πŸ˜‚πŸ˜‚

      Aku jg klo soal nama juga sering menguap begitu saja πŸ˜… Tp klo bayangan sifat karakternya, klo memamg kuat pasti memorable. Nah, selain karakter juga pasti moment n jalan ceritanya yg selalu terkenang ya Mba. Hehehe..

      Delete
  13. Sependapat.
    Kekuatan dari backstory karakter ini sangat penting dalam sebuah novel.

    Semakin detil perkarakter digambarkan, juga setting cerita dibuat seolah nyata ...karya novel makin seru dan bikin penasaran dibaca kelanjutanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bener Mas Himawant, jd kerasa karakternya nyata dan hidup. Tentu saja abis itu bikin penasaran buat beresin bukunya yaa 😍😍

      Delete
  14. Bolak balik ke sini saya pikir sudah ada artikel baru ternyata belum. Ya sudah nanti saya balik lagi , terima kasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih Mba Tari, baru sempet update barusan. Jangan lupa mampir di post terbaru aku ya Mbaaa 😍😍 Maacihhh 😘😘

      Delete
  15. Done bookmarked, yeay! Terima kasih untuk info yang mendetail ini mbak Thessa😍

    Sebagai pembaca aku juga sebetulnya sering merasa janggal kalau beberapa karakter utama yang dimunculkan dalam novel-novel tertentu nggak begitu dijelaskan backstory-nya—baik secara gamblang atau tidak. Dan kebetulan barusan banget baca novel yang beberapa tokohnya terasa ngambang dan kurang spesifik dijelaskan. Semisal ada dua tokoh yang ternyata gendernya laki-laki dan perempuan, tapi sebelumnya aku mengira bahwa mereka itu perempuan dan laki-laki. Mungkin karena novel terjemahan, jadi namanya kebule-bulean dan susah diidentifikasi sebagai gender apaπŸ˜‚. Tapi ternyata dari hal seperti itu bisa menunjukan seberapa penting dan kuatnya latar belakang karakter ya mbak, even gender sekalipun, sebab ini yang seharusnya basic banget😁. Lumayan jadi pelajaran baru buatku pribadi in case nanti kepikiran untuk buat cerita juga, hihiπŸ˜„

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaah senangnyaaa sampee di bookmark 😍😍 Sama2, makasi juga mba awal 😘

      Bahkan sebatas gender pun jg hrs dijelaskan ya Mba.. klo buku luar kan keliatam dr she n he nya, nah klo bahasa indonesia kan ga bisa. Hehehhe.. setuju jd memang hrs didetailin juga.
      Klo backstorynya kurang kuat, memang kadang jd brasa janggal yaa. Klo aku biasanya yg dirasain itu, aku jd susah simpati sama tokohnya. Huhu.. πŸ˜…

      Delete
  16. Mba Thessa, emejing sekali...
    Padat ilmu dan lengkap diuraikan. Aku baca step by step, dan dapat banyak masukan tentang bagaimana membuat sebuah novel itu hidup dengan memiliki karakter yang kuat...

    Meski aku gak pernah berhayal utk bisa menulis sebuah novelπŸ˜‡ tapi sangat bagus untuk dipelajari.

    Ternyata kekuatan backstory karakter itu sangat penting iya..
    Terima kasih mba Thessa atas ilmunyaaa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama2 Mba Ike, alhamdulillah klo dianggap cukup detail n lengkat 😍😍 makasii juga yaa. Semoga bermanfaat yaa mbaa..
      Bener Mba, aku juga baru ngeh ternyata kekuatan backstory itu cukup kuat dlm sebuah cerita πŸ˜†πŸ˜†

      Delete
  17. aku baru tau istilah ini mbak, backstory
    selama ini kalau bikin cerpen nggak sampe detail, mungkin karena kalau cerpen nggak terlalu banyak tokoh juga dan jalan cerita juga singkat
    dan selama ini juga kalau bikin karakter tokoh hanya dibayangin. Dan kalau dibuatin semacam backstory gini, karakter jadi nggak melenceng kemana mana juga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Ainun, ini buat novel. Kalau buat cerpen kayaknya bs juga ya. Tp mungkin ga perlu sedetail ini 😁 tp mempraktekkan gaya berbicara yg beda itu mngkin bs dicoba. Jd menghemat ngejelasin tntng latar belakang tokoh. Misalnya tokohnya ada yg ngomong logat sunda, atau sok kebarat2an, dll 😁

      Delete
  18. Halo Kak Thessa, terima kasih atas tulisannya yang sangat membantu banget. Saya juga lagi proses bikin cerita, buat pemanasan saya coba menulis di blog dulu supaya ada feedback dari pembaca. Setelah baca ini saya juga jadi kepikiran buat backstory karakternya.

    Tapi Kak, kendalanya aku nggak bisa nulis kalau ada batasan backstory gitu dan ngga bisa mikirin karakternya sebelum tulis cerita. Jadi lebih sering bikin backstory pas sudah jalan setengah cerita, alhasil awalnya sudah bikin outline eh malah rombak lagi karena backstory si karakter. Agak repot sih, cuma sudah sering saya jalani juga. Kalau Kak Thessa pernah mengalami ini dan punya tips biar nggak bolak-balik rombak plot, boleh dong dibagi tipsnya? :3

    Oh iya, salam kenal Kak. Saya juga sedang mulai menulis, punya cita-cita pengen terbitkan novel. Kalau boleh, minta bantuannya buat kasih feedback cerita-cerita di blog saya biar bisa jadi masukan buat sama agar bisa improve. Terima kasih! 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mba Michiko, terima kasih udah mampir dan membaca postingan ini yaaa 😊😊

      Oke Mba, aku akan mampir nanti yaa.. Sukses selalu yaa, semoga cita2nya untuk menerbitkan novel segera terwujud ya Mbaa.. Amin!

      Mungkin salah satu caranya bisa dg membuat kerangka cerita dulu Mba. Salah satu yg aku baca itu katanya harus ada perkembangan karakter dari 'want' dan 'need' karakter itu. Bisa coba intipin detailnya di postingan aku tentang Save The Cat. Nah untuk detail back story lainnya, itu bisa sambil jalan pas nulis kok Mba. Ga ada yg bener atau salah, yang penting senyamannya kita aja dan bisa membuat kita berhasil menyelesaikan naskah. Karena mnrt aku itu yg susah adalah konsistensi untuk menyelesaikan naskah sampai selesai. hehehe.. 😁

      Delete