Tuesday, 11 May 2021

Randomness Inside My Head: The book about tales of loss and of hope

Akhirnya saya berkesempatan membaca karya Rijo Tobing yang lainnya 😍😍. Setelah sebelumnya saya sempat mengulas tentang buku kumpulan cerpen berjudul The Cringe Stories karya Rijo Tobing, kali ini saya membaca bukunya yang berjudul Randomness Inside My Head.

Randomness Inside My Head
Buku yang menemani perjalanan ke kantor saya beberapa hari belakangan
 
Blurb
At first
It was a soft bursh against my knucles. I held my sight to ground, wasn't sure of what to do. I kept walking and so did you. Your hand cought my wrist and slowly reached my palm. Our hands were entwined and my heart skipped a beat.
It was already dusk and blackness was around us. But I culd see clearly your figure as I was walking backwards down the hills. There was a spring in my steps and confentment in my gait. I waved at you once before I turned around and walked away. I believed I didn't leave that day to forget you.
I embraced myself as I watched the rain fall to the gound, giving life to everything below. The dream was only an interlude among the falling rain. A reminder of a fine memory of you and my life before.

The tales of loss and of hope

Berbeda dengan buku sebelumnya, kumpulan cerita disini dituangkan dalam bahasa Inggris. Total ada 12 cerita pendek. Sesuai dengan judulnya buku ini bercerita mengenai beberapa hal beragam (dan random). Random di sini maksudnya tema yang diangkat masing-masing cerpen benar-benar berbeda. Kalau kata Kak Rijo di akhir buku, ini adalah the tales of loss and of hope.

Hebat ya Kak Rijo, hal random di kepalanya bisa jadi buku 😍😍. Sedangkan hal random di kepala saya masih seputar, ntar pesen tajil apa ya? Atau ga, kalau saya tiduran lagi sebentar, anak-anak makannya jadi terlalu kesiangam ga ya? Dan hal-hal random ga jelas lainnya. Hahahha.. πŸ˜†
Baca juga  5 Tips Menulis Cerpen dari Rijo Tobing

12 Stories

12 cerita pendek pada buku ini yaitu:
  1. Bid You Farwell
  2. Ali, the Beggar
  3. Listened To My Mother
  4. Better Be Single
  5. The Fire Exit
  6. (One of too) Many Girl Friends
  7. Reunion
  8. Take a Peek
  9. A Short Break
  10. Interlude
  11. Missed You, Oppung
  12. Prince Charming
Cerpen pertama berjudul Bid You Farewell, menurut saya sangat menggambarkan judul buku ini. Karena kisah dituturkan dari POV orang pertama, dan membuat kita ikut menyelami isi pikiran sang tokoh (randomness in her head). Cerpen pertama ini hanya 4 halaman, tapi menurut saya ceritanya nendang banget. Apalagi akhirnya farewell, saat ia menerima berita kehilangan melalui telpon 😒.
What was left of my broken heart was shattered to pieces. I gave you a piece of it to take to eternity -  page 4, Bid You Farewell 
Walaupun ditulis dalam bahasa inggris, membaca buku ini terasa sangat mengalir. Bahkan kalau boleh jujur, saya lebih menikmati cara penuturan Kak Rijo Tobing di buku ini dibanding buku sebelumnya. Paling ada beberapa detail yang menurut saya agak kurang, mulai dari beberapa latar tempat yang memang tidak dijelaskan dimana atau detail para tokoh. Misal di cerita Take A Peek. Menceritakan seorang pemuda miskin bernama Wanto yang penasaran ingin melihat bagian dalam mobil mewah Vellfire. Akhirnya ia mencoba mengendap-endap untuk masuk ke mobil itu. Ternyata di dalamnya ada anaknya yang punya mobil, young girl and young boy. Nah, karena ga dijelasin rentang umurnya, awalnya saya kira mereka kaya balita gitu πŸ˜…. Tapi makin ke akhir-akhir, dari cara ngomongnya kaya udah teenager. Hehehe.. Bukan hal krusial sebenarnya, tapi ini karena saya kalau baca cerita suka ngebayangin visualisasinya di kepala.

Selain cerita yang beragam, tokohnya pun juga tidak monoton karena berasal dari berbagai latar. Misalnya pada cerita Ali, The Beggar, menceritakan Ali anak yatim piatu yang hidup di jalanan. Oiya, ini salah satu cerita favorit saya walaupun akhirnya tragis 😒. 
He said, that's life. Many things were not in order like they should have been - page 7, Ali, The Beggar
Ada cerita tentang pemuda pengangguran yang bahkan SMA aja tidak tamat, di Take A Peek. Ada cerita tentang seorang pria kaya raya yang penghasilan per bulannya sampai ratusan juta di cerpen Prince Charming. Ada juga cerita cinta monyet sepasang pelajar, yang ketemu kembali di acara renuian sekolahnya pada cerpen Reunion. Ada juga yang mengambil tempat di sebuah perkantoran, yang menceritakan sebuah tempat di tangga darurat berjudul The Fire Exit. Ada juga cerita tentang anak 10 tahun yang harus terbang sendirian dari Singapore ke Chicago untuk merayakan natal bersama ayahnya pada cerita A Short Break dan cerita-cerita lainnya.
Baca juga tulisan tentang buku kumpulan cerita lainnya di: 

The Rating

Berbeda dengan buku The Cringe Stories sebelumnya, yang cerita-ceritanya nyaris ga ada yang happy ending dan membuat cringe banget di endingnya, buku Randomness In My Head ini menyajikan paket komplit. Dari yang berakhir tragis, sampai yang manis juga ada. Saya sangat menikmati membaca kisah pada buku ini. Jadi, tentu saja saya merekomendasikan buku ini buat kamu. Apalagi buat yang ingin mencoba membaca buku Bahasa Inggris yang ringan dan mudah dimengerti, sekaligus menyajikan cerita yang menarik. 3.5 bintang untuk buku Randomness In My Head ini.
Randomness Inside My Head
Penulis : Rijo Tobing
Cetakan ke 2 September 2016
ISBN 978-602-6300-12-6
124 halaman

Kalau kamu, hal random apa yang ada di pikiran kamu saat ini?


Friday, 7 May 2021

Hindari 5 Hal Ini di 3 Bab Awal Novelmu!


Ga kerasa lebaran tinggal dikit lagi ya guys. Dan kusediiih ga bisa mudik 😭😭. Padahal para asisten sudah pada mudik. Jadi sekarang di rumah lagi hectic banget sama anak-anak, kerjaan rumah, sampai kerjaan karena saya dan suami belum mulai cuti. Sampai Papa Tommy bilang, kayaknya abis lebaran kita bakal kurusan 🀣🀣.

Jadi dari pada pusying, mending nulis aja lah yaa πŸ˜†. Apalagi nulisnya sekarang bareng Abi lagi. Berbagi sedikit Tips Menulis yang mungkin udah banyak yang tau, tapi bisa jadi juga masih ada yang belum tau kaan..

Baca juga tulisan tips menulis kolaborasi saya dengan Dimas Abi 

Seperti yang pernah saya cerita di postingan Tips Menulis Sinopsis untuk Editor, jadi biasanya editor tidak akan membaca semua dari awal sampai akhir setiap ada naskah yang masuk. Untuk memutuskan sebuah naskah diterima atau ditolak, editor hanya akan membaca sinopsis dan 3 bab pertama. Itu artinya, 3 bab pertama novel kamu benar-benar berperan penting untuk menentukan nasib draft novel kamu berikutnya πŸ˜†.


Baca juga Tips Menulis Sinopsis Novel untuk Penerbit
Jadi, pada postingan kali ini, saya dan Abi akan membahas tips agar 3 bab awal novel bisa memikat editor. Kita mulai dari, 5 hal yang tidak boleh ada di 3 bab awal novel, yaitu:

1. Jangan Awali Novel dengan Hal Klise

Apa itu hal klise? Dari wikipedia, saya mendapatkan arti sebagai berikut: 
KlisΓ© atau klise adalah ekspresi, ide, atau elemen karya seni yang terlalu sering digunakan sehingga makna atau efek aslinya memudar, bahkkan sampai terdengar menyebalkan, apalagi ketika elemen tersebut awalnya dianggap bermakna atau baru.
Kalau saya tidak salah menyimpulkan hal klise di sini, kalimat pembuka atau kalimat pertama di draft novel diusahakan menyajikan sesuatu yang berbeda, bukan hal itu-itu saja. Saat mengikuti Bootcamp Gramedia Writing Project, Mba Didiet (editor GPU)  memberikan contoh-contoh kalimat pembuka yang klise seperti : menggambarkan cuaca (angin berhembus, burung berkicau, ...) dan suasana bangun pagi yang diawali dengan weker berbunyi. 

Kabarnya, kalau editor membaca draft novel dimulai dengan kata-kata ini, mereka jadi agak ogah-ogahan untuk melanjutkan membaca πŸ˜†.
Buat contoh-contoh lain sebenarnya saya juga belum terlalu kebayang πŸ˜†πŸ˜…. Kalau kamu punya contoh kalimat klise lain, share di komen yaa..

2. Jangan bikin bingung pembaca karena terlalu banyak detail

Sebagai penulis, kadang kita sudah punya banyak adegan menari-nari di kepala, lengkap dengan detail tempat, adegan dan orang-orang yang berperan pada cerita kita. Tapi itu bukan berarti kita harus langsung menjelaskan semuanya pada awal cerita.
Susun plot serapi mungkin, agar 3 bab pertama tidak terlihat loncat-loncat karena semua pengen diceritain tapi ujung-ujungnya malah membuat pembaca bingung ceritanya akan dibawa kemana πŸ˜†.

Ceritakan secukupnya dan seperlunya, tidak perlu semuanya dijelaskan di awal cerita.
Contohnya, kamu tidak perlu menghabiskan sampai  sehalaman penuh untuk menceritakan detail lokasi latar dari novel itu.

Salah satu quote menarik dari training yang saya ikuti dari Rosi Simamora (editor dan penulis) adalah: 
Jangan terlalu banyak pindah setting. Pembacamu perlu dibuat “betah” dan penasaran dalam 3 bab pertama naskahmu dan bukannya dibuat bingung dan mengalami disorientasi karena tidak tahu harus fokus ke karakter atau peristiwa yang mana.

3. Menceritakan aktivitas yang tidak bermakna

Walaupun novel adalah sebuah cerita fiksi, tetapi setiap adegan yang muncul pada novel kita adalah sesuatu yang bermakna. Setiap kejadian harus ada tujuannya dan menggerakkan cerita kedepannya. Oleh karena itu, hindari adegan yang tidak ada maknanya apalagi di 3 bab awal novel. 
 
Apa saja contoh aktivitas yang tidak bermakna?
Misalnya obrolan basa-basi para tokoh bertukar kabar yang bisa mengambil tempat setengah halaman sendiri πŸ˜† Mungkin bisa disingkat menjadi "Setelah saling menyapa, Ardi pun bertanya ..."(langsung masuk ke tujuan kenapa para tokoh ketemu).

4. Belum ada konflik yang muncul

Buat teman-teman yang sudah pernah membaca postingan saya tentang membuat plot novel menggunakan Save The Cat, Jessica Brody  menyebutkan kita harus memunculkan katalis maksimal pada 20% awal novel. Jadi lebih baik, pada bab 3 itu sudah muncul katalis dari cerita ditulis.
Apa itu katalis? Katalis adalah sesuatu yang merubah hidup si tokoh utama, katalis juga menjadi alasan orang memilih membaca novel kita. 
Katalis bisa macem-macem, kalau di romance bisa seperti kemunculan anak baru di sekolah, atau diputuskan setelah sekian tahun pacaran. Kalau di genre fantasi mungkin dapat berupa masuk ke tempat ajaib. Kalau genre misteri mungkin bisa berupa pembunuhan di tempat tertutup.
Baca juga pembahasan tentang katalis novel pada Save The Cat! Cara Jitu Menulis Novel   

5. Hanya berisi perkenalan tokoh

Pada sebuah cerita, biasanya ada tokoh utama (protagonis), antagonis (yang menghalangi protagonis mencapai tujuannya), dan beberapa pendamping lainnya. Nah, pada 3 bab awal, lebih baik kamu fokus ke karakter-karakter penting dulu aja dan apa yang terjadi pada hidupnya.

Tidak perlu sampai segala orang di rumahnya, atau teman sekolahnya diceritain semua. Ini kesalahan umum biasanya dari penulis pemula, bab awal hanya diisi dengan pengenalan banyak tokoh.
Dari pada begitu, lebih baik fokus pada karakter kunci saja dan kejadian-kejadian yang menimpa dia. Tokoh lain bisa pelan-pelan diceritakan seperlunya setelah itu.

Contohnya dari pada sibuk memperkenalkan nama, tempat tinggal, sifat, dan pekerjaan protagonis, sampai siapa teman kantor dan bosnya, lebih baik bab awal novel langsung diisi dengan protagonis sedang marah-marah di kantornya. Ini akan menjelaskan secara tidak langsung sifat dan pekerjaan sang protagonis.
😊😊😊  

Demikian 5 hal yang harus kamu hindari dalam menulis 3 bab pertama novel. Setelah membahas apa yang harus dihindari, adakah yang penasaran apa saja yang justru harus ada di 3 bab pertama novel? Semua akan dikupas tuntas oleh Abi pada postingan :

TIGA BAB YANG MENENTUKAN


Sampai ketemu di tips menulis berikutnya yaaa.. Adakah yang punya ide, tips menulis apa enaknya yang saya dan Abi bahas di postingan berikutnya? Share di komen yaaa 😊

Saturday, 1 May 2021

Jadi jawabannya adalah...

Halo selamat siang semuanyaa..

Tidak kerasa udah masuk bulan Mei aja yaa.. Gimana puasanya buat teman-teman yang puasa? Semoga lancar yaa.. Buat teman-teman yang ga puasa, jangan lupa makan siang. Hehehee.. 😁

Sesuai janji pada postingan sebelumnya, pada hari ini aku akan jawab beberapa pertanyaan temen-temen. Ternyata yang ikut Giveaway di postingan Helo April nya lumayan banyak jugaa. Senangnyaa.. 😍😍 Makasii yaaa teman-teman semua, buat partisipasinya. Baca komen temen-temen terhadap blog ini sungguh menghangatkan hati. Bahkan kalau lagi ga semangat ngeblog, aku suka reread komen temen-temen lagi, rasanya jadi dapat semangat baru buat posting-posting di sini.

Sekali-kali yang punya blog ikut nampang gpp yaa.. 
Mudah2an ga mengganggu pemandangan πŸ˜†πŸ˜†


The Answers

Sabar ya, sebelum ngumumin pemenang, aku mulai dengan menjawab pertanyaan dulu yaaa.. Ini akan panjaaangg, karena aku sangat sangat mengapresiasi pertanyaan yang masuk 😍 dan mencoba jawab sebaik mungkin. 

Lia : Sejauh ini di tahun 2021, adakah genre buku baru yang Kakak explore? So far apakah udah ketemu buku baru yang menjadi favorit Kakak di awal tahun ini? 

Tahun ini sepertinya aku mulai membuka diri untuk baca buku-buku jebolan wattpad. Walaupun bukan genre baru banget, tapi itu sebenarnya di luar zona nyaman aku selama ini. Oiya, nanti aku juga bakal review sebuah buku jebolahn wattpad dengan tema yang tidak biasa, gabungan misteri, horor dan local legend 😊.

Wait Lia, aku liat contekan di goodreads dulu buku apa aja yang udah dibaca tahun ini. Hehehe.. 

Aku sekarang lagi baca sebuah series petualangan anak berjudul A Series of Unfortunate Event karya Lemony Snicket. Cerita tentang 3 anak yatim piatu yang dikejar-kejar pamannya yang jahat untuk dapat menguasai harta peninggalan orang tua mereka. Bukunya ringan dan baguuuss.. 

😻😻😻

Mba Ike Mba Thessa, apakah ada buku yang author nya orang Jerman? Wenn da etwas ist, review donk..Vielen dank...

Kayaknya aku jarang banget baca buku yang author Jerman. Salah satu buku yang authornya orang Jerman yang pernah aku tulis di sini itu Parfume, karya Patrick Suskind. Tapi walau ditulis orang jerman, bukunya mengambil latar di Paris.
Bitte schΓΆn Mba Ike..

😻😻😻

Bayu Prinsip yng mba pegang dalam menjalani kehidupan apa mba? Saya tuh orangnya suka dilemaan. Prinsipnya nggk pasti. Sering berubah2 dan gampang rubuh. Jadi, saya perlu mendengatmr prinsip orang2 hebat seperti Mba Thessa.. πŸ˜…πŸ˜…

Wuaa, jadi malu dibilang orang hebat πŸ™ˆ. Padahal aku mah remah rangginang doang kok, Mas Bay..

Prinsip utama aku adalah "Positive Thinking". Beberapa kali temen aku bilang, kalau Ica orangnya selalu ceria dan positif. Mungkin keliatannya di luar memang begitu, tapi itu juga melalui afirmasi terus-terusan. Fake it till you make it. 

Aku beberapa kali mewujudkan hal-hal yang aku bayangkan karena aku selalu berpikiran positif itu suatu saat akan terwujud. Ditugaskan di divisi impian di kantor, melihat menara eifel, bahkan hari kelahiran anak-anakku sesuai dengan hari yang aku rencanakan dan afirmasikan (padahal normal, bukan cesar), dan mudah-mudahan sebentar lagi mimpi buat menerbitkan buku di penerbit mayor bisa terwujud. Doakan ya, Mas Bayu.. 

Jangan pernah berhenti bermimpi, dan percayalah suatu saat mimpi itu akan terwujud..

😻😻😻

Mba Reka : ada kepikiran atau rencana untuk menerbitkan buku? tapi dengan genre lain yang gak pernah terbesit sama sekali oleh kak Thessa. Misalnya genre misteri atau fantasy? :D

Kalau untuk misteri sepertinya belum ya, Mba Reka. Karena genre misteri itu risetnya ga main-main biar bagus, dan aku kayaknya belum sanggup. Hehehe.. Buku full fantasy juga harus kuat world building-nya. Walaupun pecinta fantasi, sepertinya aku belum sanggup untuk menciptakan imajinasi sebesar itu.

Tapiii, kalau buku romance dengan sedikit sentuhan fantasi, itu yang sedang aku kerjakan. 

Sedikit sneak peek dari Penerbit Katadepan

Aku sudah tandatangan kontrak dengan Katadepan, tapi buku masih dalam proses review oleh editornya. Mengingat antrian yang cukup panjang di meja editor, sepertinya belum tentu bisa dalam waktu dekat. Doakan yaa, Mba Reka dan teman-teman semuaa πŸ˜†πŸ˜†.

😻😻😻

Mba Tari : Apa rencana tante thessa livia, setelah ini ? akankah menerbitkan novel kembali, atau break sejenak untuk liburan setelah corona surut. terima kasih.

Pengennya memang menerbitkan novel, Mba Tari. Jadi selain naskah If I Met You First, aku juga punya naskah lain yang udah dipinang Gramedia Pustaka Utama.

Naskah 40 Hari Menjadi Ibu yang pernah aku ikutin waktu lomba GWP 2020

Nah kalau naskah yang ini, genrenya lebih ke drama keluarga. Banyak sedihnya juga. Beberapa beta reader yang baca, bilang mereka berkaca-kaca banget, bahkan ada yang sampai nangis. Ini belum sign kontrak dengan GPU. Tapi editor udah review naskah aku dan sekarang lagi tektokan buat bolak balik review. Doakan semoga bisa terbit juga di tahun ini yaa 😊.

Setelah corona usai, yang pasti aku pengen mudik ke kampung aku di ranah Minang. Sudah hampir 2 tahun aku ga mudik, sebelumnya karena hamil dan ga boleh naik pesawat, abis lahiran tau-tau covid sampai sekarang. Huhu.. Semoga pandemi ini segera beralu yaa..

😻😻😻

Mba Sella : Pertanyaan, siapa yang menggambar banner dulu dan sekarang untuk blog ini?

Banner yang dulu dan sekarang itu illustratornya sama. Aku bikin oret-oretan desainnya, Kak Agia yang mewujudkannya dalam bentuk ilustrasi. Dia alumni Seni Rupa ITB, dan aktif juga mendesain buku-buku anak. Coba aja kepoin di instagramnya di : @jiankin.illustrate

Oiya, kalau ada yang nyari ilustrasi, kamu bisa cari juga di grup facebook "Commission Corner Indonesa". Di situ kamu bisa open commiss misal buat ilustrasi apa, ntar akan banyak yang drop sampel karya dan price list. Ntar kamu tinggal pilih-pilih mana yang cocok..

😻😻😻

Mba Ghina : Aku kadang pengen ngereview novel jg, tp blm pede karena bingung memulai. Ada tips utk membuat riview nggak di tulisan mba ica? 

Kalau menurut aku, review novel di blog itu ga ada pakem bakunya. Aku pun review juga masih suka-suka dan ga jago juga πŸ˜†. Kalau boleh sedikit saran, mulailah dari hal apa yang paling berkesan bagi kita dari buku itu (bisa kesan baik atau tidak). Karena, bagaimana bisa membuat orang ikut tertarik membaca tulisan kita kalau kita sendiri aja tidak menemukan hal yang berkesan. Hehehe.. Kita pun nulisnya pasti semangat kalau udah ngena di hati kayak gitu. Banyak buku yang aku baca tapi ga aku tulis review di sini karena pas baca rasanya biasa aja, tidak ada yang berkesan banget. 

Setelah itu, baru lengkapi dengan sedikit sinopsis buku dan info-info lain tentang bukunya. 

😻😻😻

Mba Eya : Ini niih aku penasaran wkwkwk, Mba Thessa kan suka baca buku fantasi yaa? Pernah enggak Mba Thessa kepikiran buat nulis cerita fantasi? Atau pernah bayangin gitu cerita dengan latar dunia fantasi? 
Oiya, pertanyaan ini juga sama dengan pertanyaan dari Mas Herman  : Pertanyaan saya apa mbak ada keinginan menerbitkan buku bergenre fantasi?

Wuaa, jawaban atas pertanyaan Mba Reka di atas sepertinya cukup menjawab yaa.. Ini aku lagi garap novel If I Met You First, Mba Eya dan Mas Herman. Doakan yaa bisa terbit tahun ini di Katadepan 😍.

😻😻😻

Mba Endah: Ketiga, pertanyaan untuk mba Thessa adalah kalau misal mau menerbitkan buku lagi setelah Nikah Muda, rencananya genrenya apa? Kepo anaknya🀣

If I Met You First itu genrenya romance dengan sedikit sentuhan fantasi.

40 Hari Menjadi Ibu itu genrenya drama keluarga. Ada romance-nya juga, tapi itu lebih kental dengan drama keluaga yang mudah-mudahan dapat membuat pembaca mengambil nilai-nilai positif tentang parenting.

😻😻😻

Mas Dodo : Di bulan ini katanya Mbak Thessa ulang tahun. Yang ke berapa nih? πŸ˜€πŸ˜€πŸ™

Hahahha.. Aku udah berhenti ngitung umur sejak ulang tahun ke 20 (13 tahun yang lalu) nih, Mas Dodo. Jadi anggap aja aku masih 20 tahun yaaa 🀣.

😻😻😻

Mba Fanny : Pertanyaanku pribadi nih, mba, serius, itu beli rak bukunya custom ato beli jadi? hahahahaha. Aku sukaaaaaaa πŸ˜‚❤️❤️❤️. Rak-rak bukuku masih yg model plastik, dan kadang lemari biasa. Akutuh pengen custom, tapi ternyata muaahaaal ya bok. Masa cuma bikin lemari dr kayu di bawah tangga, ngabisin 10 juta wkwkwkwkwkwk. Aku mau cari referensi lain dulu nih. Jangan2 harga rak buku memang udh semahal itu :p. Kalo rak nya custom, bisikin pesen dari mana, kalo bisa budgetnya Juga πŸ˜….

Mba Faan, ini maksudnya rak aku yg putih di postingan Helo April, kan? Itu aku beli online Informa dari ruparupa.com. Beli pas diskon Halbonas cuma kena 1juta klo ga salah. Tapi peer banget itu karena beli online, jadi harus pasang dan rakit sendiri. Hahahha.. πŸ˜…

Kalau ga mau custom, coba aja kepoin aja ruparupa.com, Mba Fan. Atau ada juga rak buku Billy dari Ikea itu juga bagus menurutku.

😻😻😻

Mas Agus : 3. Bagaimana kalo mbak Thessa nulis buku misteri, sepertinya seru nih. Kalo tidak buku ya cerpen biar aku bisa dapat inspirasi juga. Entah kenapa aku suka genre misteri

Sama kayak jawaban aku ke Mba Reka, Mas Agus. Genre misteri itu risetnya ga main-main biar bagus, dan aku kayaknya ga sanggup. Hehehe. Tapi kalau cerpen boleh juga nih kayanya, pankapan aku posting di sini 😁. 

Justru selama ini Mas Agus yang udah ngasi banyak inspirasi buat aku nulis msiteri, loh πŸ˜†.

😻😻😻

Hicha : Mungkin udah banyak yang nanya, gimana cara Ica bagi waktu antara bekerja, mengurus keluarga, baca, dan nulis novel? dan apa rencana Ica ke depannya terkait dunia kepenulisan?

Hichaaa, ku juga ga taau itu gimana ngatur waktunyaa. Hahhaa.. karena ku juga masih juggling dengan semuanya. Tapi yang pasti, salah satu tips dari aku, kerjakan sesuatu sesuai porsinya. Saat di kantor, fokus sama kerjaan biar bisa cepet beres dan maskimal. Saat di rumah, fokus sama keluarga dan anak, ga usah bawa kerjaan pulang kalau ga terpaksa banget. Saat WFH pun begitu, aku pagi bangun, beresin semua kerjaan yang perlu diberesin, baru lanjut sama anak.

Kalau baca dan nulis, karena itu sifatnya hobi dan merupakan salah satu cara aku escape dari semua rutinitas, biasanya aku coba seling-selingin di antara jadwal sama keluarga dan kerjaan. When you love doing something, you somehow will always find time to do it πŸ˜†. Baca buku, mostly itu di perjalanan berangkat dan pulang kantor. Atau kadang malem pas anak-anak udah pada tidur. Makanya aku kalau namatin buku bisa lamaaaa. Satu buku bisa sebulanan. Kalau nulis, itu biasanya juga banyaknya pas di perjalanan, pagi weekend saat anak-anak belum bangun (karena kalau weekend mereka bangunya siang) dan kadang-kadang malem pas mereka udah pada tidur. 

Buat pekerjaan domestik, jujur aku dibantu asisten di rumah. Walaupun secara finansial aku ga berlebih, tapi aku tetap pake asisten. Karena aku ga mau udah sibuk sama kerjaan kantor, di rumah masih harus disibukkan sama kerjaan rumah. Aku lebih milih waktu di rumah buat dihabiskan sama suami dan anak-anak.

😻😻😻

Kak Zakia : Aku suka liat headernya kak, itu gambaran keluarga Kak Thessa ya? Berniat nambah anak lagi nggak kak? :D

Iya Kak, itu aku dan keluarga. Kenalin Kak, T5 family 😁. Harapannya sama kaya gambar di header, dengan rumah dikelilingin dengan buku-buku, semua yang di rumah memiliki kecintaan dengan buku kaya Mamanya. Hehehhe..

Bukannya ga mau kak, tapi aku takut ga bisa kasi waktu dan perhatian yang cukup kalau nanti nambah anak lagi. Sekarang aja 24 jam sehari rasanya kurang terus, Kak.. πŸ˜‚

😻😻😻

Mas Edot : Kalo pertanyaan, ada beberapa nih...moga nggak nyusahin ya haha
- Lebih suka beli buku baru apa bekas?
- Pendapat Mbak Thessa sama buku yang kondisinya bekas eks. rental (ada stempel, staples), masih tetap layak koleksi atau ada standar tertentu dari Mbak Thessa untuk buku-buku yang layak koleksi?
- Sering nggak beli buku akhirnya nggak dibaca? Terus gimana nasib buku-bukunya?
Sama sekali ga nyusahin kok, Mas Edot 😁. Kalau ditanya lebih suka buku baru atau bekas, aku akan jawab, lebih seneng buku murah πŸ˜‚πŸ˜‚. Kalau ternyata yang bekas lebih murah, aku bakal beli yang bekas. Ada minor defect juga masalah, asal ga ada halaman yang hilang, robek dan bergelombang. 
Kalau buku baru yang lebih murah, pasti lah aku lebih milih buku baru. 
Karena ga selamanya buku bekas itu lebih murah dari buku baru loh. Kaya baru aja beberapa hari yang lalu aku belanja di diskonan gramedia.com 90%. Masa ada beberapa buku yang aku incar harganya cuma 7ribu perak. Murah banget kan? 😍 Itu bukan komik, kalau komik kayak Conan dan Doraemon gitu aja yang 4ribuan.

Hahahha, pertanyaan terakhir ini ngena banget, Mas Edot πŸ˜‚. Bukannya ga dibaca sih, tapi nanti akan dibaca. Tapi belum tau kapan, beli aja dulu. Apalagi klo ada yang unhaul harga murah atau lagi diskon. Gini nih, aku lemah banget memang kalau masalah diskon πŸ˜…. Nasibnya? Masih tersusun rapi di rak memanggil-manggil untuk dibaca πŸ˜‚πŸ˜‚

😻😻😻

Mba Rini : Lalu pertanyaan yang dari dulu pengen saya tanyain tapi blom sempet-sempet ditanya, Bagaimana memenej waktu dari proses membaca buku sampe mereview di blog, termasuk gimana membagi waktu disambi kerja dan mengurus keluarga biar semuanya jalan. Saya rasa manajemen waktu Mba Thessa mungkin bisa saya dan temen-temen jadikan panduan karena saya gak pernah sukses membaca buku lalu mereviewnya di blog apalagi buku yang udah Mba Thessa review udah banyak banget (butuh waktu yang lamaaa banget buat saya untuk ngereview karena harus baca lagi bukunya berulang-ulang meskipun ujung-ujungnya gak pernah jadi karena jadi bosen sendiri)πŸ˜‚ udah nyerah duluan πŸ˜‚πŸ˜…

Di atas aku udah sempet jelasin saat jawab Hicha. Sebagai tambahan lagi, aku kasi tips untuk memanfaatkan teknologi. Aku banyak menulis di perjalanan (bisa satu jam lebih sehari untuk berangkat dan pulang kantor aku habiskan di jalan) biar waktu ga sayang dan terbuang percuma.
Tapi kadang ngetik di hp bisa bikin pegel jari juga kalau kebanyakan, jadi aku suka pake fitur voice to text di notes hp. Kita ngomong dan otomatis jadi tulisan 😍. Ntar pas lagi longgar di rumah, tinggal dirapiin aja. Biasaya aku langsung simpen di notes hp apa yang menarik dari sebuah buku setelah baca, Mba Rini. Biar ga terlalu lama waktu yang dibutuhkan buat beresin tulisan untuk tayang reviewnya. 

Sama kalau buat ikut training-training online di rumah, aku suka pake earbud bluetooth dan itu bisa sampai jarak 100m. Jadi tetap bisa dengerin training sambil ngejar-ngejar anak-anak. Ga perlu stand by depan laptop πŸ˜†.

Ayo semangat nulis reviewnya, Mba Rini 😊. Aku bahkan dulu postingan review buku cuma dua paragraf, jadi ga perlu terlalu detail dan membaca bukunya sampe berulang-ulang. Hehehe...

😻😻😻
Kak Mel : Bingung mau nanya apa Kak. Paling, aku mau minta tips gimana caranya supaya konsisten nulis di blog? Lalu, apa ada rencana nerbitin buku lagi?

Kak Mel, aku pun masih belajar buat konsisten nulis di blog. Jadi aku juga bingung sebenarnya buat dimintain tips-nya. Hehehhe.. Tapi berada di circle yang positif itu sangat-sangat membantu aku buat terus update blog. Berada di antara teman-teman blogger semua di sini yang selalu memotivasi untuk menulis. Jadi tipsnya, kalau  motivasi dari diri sendiri sudah mulai berkurang, cobalah cari motivasi dari circle yang positif. 

Rencana ada kak, udah aku kasi sneakpeek nya di atas. Tapi manusia hanya tempatnya berencana, dan Allah yang memutuskan. Semoga rencana ini bisa terwujud yaa 😊.

😻😻😻

The Winner

Sekarang masuk ke bagian tulisan yang ditunggu-tunggu. Hehehhe.. Ini dia pememangnya : 

Pemenang Pertama yang mendapatkan Speaker Bluetooth JBL: Peri Kecil Lia

Karena Lia yang pertama berhasil nebak penulis favorit aku. Yup, Neil Gaiman is one of my fav author 😍. Termasuk poin 2 dan 3 juga lengkap dijabarkan Lia yang bacanya sangat bikin hati berbunga-bunga. 

Pemenang Kedua yang mendapatkan saldo ewallet 100K :  
Rini Uzegan 

Karena Mba Rini juga nyebutin nama-nama penulis favorit aku yaitu Neil Gaiman dan Jonathan Stroud. Sedangkan Sandra brown, Sidney Sheldon, Agatha Christie, dan Daniele steels itu seperti safe author buat aku. Buku-buku mereka yang akan aku pilih kalau bingung mau baca apa, karena baca tulisan penulis-penulis ini ga pernah failed buat aku. 
Dan tentu saja juga karena komen Mba Rini di poin 2 dan 3 yang sangat mengahangatkan hati..

Buat pemenang lainnya, jujur aku bingung milihnya. Jawabannya sangat menyenangkan hati semuanya. Makasii banyaak yaaa πŸ’—πŸ’— Jadi untuk 3 pemenang lainnya aku pilih pake aplikasi random aja yaa.. 
Pemenangnya adalah : 


Kak Mel selamat udah mendapatkan buku Jejak Kenangan


Mas Bayu selamat udah mendapatkan Novel Nikah Muda


Mba Fanny selamat udah mendapatkan paket buku : Jalan-Jalan dan Cinta Terkalang karya penulis favorit aku Buya Hamka

Oiya, buat jawaban favorit author, sebenarnya aku punya banyak list favorit author. Beberapa udah sebutkan Lia dan Mba Rini. Untuk genre romance lokal, ada Ilana TanRomance internesyenel ada Nicholas Sparks dan Jenny Han. Ada juga Khaled Hosseini yang aku nobatkan sebagai penulis favorit kedua setelah JK Rowling. Saking suka banget sama buku-bukunya 😍.

Buat fantasi, ada Neil GaimanDarren ShanJames Dashner, dan Jonathan Stroud.

Bingo Winner

Ini seru banget sih waktu aku baca komen temen-temen. Apalagi yang greget kurang satu jadi ga bisa dapat bingo. Hehehe.. 🀣 

Paling banyak itu pada dapet 4 bingo. Ada beberapa yang bingo 4 dan aku kocok di aplikasi random. Dan pemenangnya adalah: 

Selamat yaa. Mba Eya berhak mendapatkan buku Love Me Again karya Indah Hanaco

Untuk semua pemenang, silahkan email alamat dan no hp untuk pengiriman hadiah ke : mywonderfulbooklife@gmail.com

Oiya, buat Mba Eya dan Mba Fanny, kalau buku yang didapatkan ternyata udah punya atau udah pernah baca, kabarin yaa. Biar aku ganti sama buku lain.

Update : Hadiah untuk pemenang aku baru bisa kirim abis lebaran ya.. (Kecuali yang ewallet Mba Rini yang sudah dikirim via gopay) 

😻😻😻

Ga kerasa udah panjaang juga yaaa.. Bikinnya udah nyicil dari kemaren, baru beres malam ini πŸ˜… Mana di awal postingan nyapanya selamat siang. Hahahaha..

Maaf ya buat teman-teman yang belum berhasil menang. Semoga ga kapok ikut seru-seruan di sini. Mudah-mudahan kapan-kapan aku bisa bagi-bagi hadiah lagi. 
Insya Allah pas buku baru aku terbit, aku janji bakal bagi beberapa buku itu gratis buat teman-teman di sini. 😊

Sampai jumpa lagi semuanyaaaπŸ’—πŸ’—

Friday, 23 April 2021

Selamat Hari Buku Sedunia 2021

Adakah yang tahu kalau hari ini tanggal 23 April ditetapkan sebagai hari buku sedunia atau World Book Day oleh UNESCO? Kabarnya tanggal ini dipilih UNESCO karena bertepatan dengan tanggal meninggalnya sejumlah tokoh sastra terkemuka, termasuk Miguel de Cervantes, William Shakespare, Inca Garcilaso de la Vega, William Wordsworth, dan David Halberstam.

Jadi, selamat hari buku sedunia buat kamu pencinta buku dimana pun berada πŸ’–πŸ’–

Kali ini saya cuma mau update singkat aja. Mau ngajakin teman-teman main bingo dengan tema buku. Ini format bingo yang udah saya buat:


Bingo didapat kalau kamu memenuhi semua poin di baris atau kolom yang sama. Misal untuk bisa dapet bingo no.1, kamu harus pernah baca buku klasik, baca buku populer tapi ga suka, buku yang dibeli karena covernya yang unyu, baca buku pinjeman, dan baca buku kumpulan cerpen. 
Kalau teman-teman ada yang dapat bingo, sebutkan di kolom komen nomernya yaa. Berlaku untuk buku yang dibaca selama setahun terakhir ya. Berarti sejak April 2020 sampai sekarang. Contohnya kaya gini:

Saya dapet 4 bingo πŸŽ‰πŸŽ‰
no 2, 4, 5, dan 7

Nanti, siapa yang dapat bingo terbanyak akan mendapatkan bingkisan buku dari saya 😁. Kalau ada beberapa yang dapat bingo yang sama, pemenang akan saya pilih acak pake aplikasi random.

Yuk yuk ikutan.. Kita ramaikan Hari Buku Sedunia 2021 ini πŸ˜‰. Pemenang akan diumumkan tanggal 1 Mei 2021 barengan Giveaway April yaaa..

Ditunggu komen-komennya 😁

Tuesday, 20 April 2021

Nara Lahmusi: Penulis yang berpikir akan mati besok, tapi tetap terus berkarya

Halo pembaca blog yang saya cintai 😍😍. Senang sekali akhirnya saya bisa nayangin lagi postingan berlabel Author. Kali ini, kita akan ngobrol bareng dengan seorang penulis yang sangat menginspirasi. Karena dengan keterbatasan keadaanya, ia masih mampu banyak berkarya. Yuk, kita ngobrol bareng dengan Nara Lahmusi.

🎊🎊🎊

Halo Kak Nara!
Terima kasih sebelumnya sudah meluangkan waktu untuk ngobrol bareng di blog ini. Sebelumnya, saya mau ngucapin selamat dulu karena karena Kak Nara berhasil menjadi pemenang pada lomba menulis yang diadakan oleh penerbit Katadepan. Yeeey!! πŸŽ‰πŸŽ‰


Buat yang belum kenal dengan penulis satu ini, sebelum mulai ngobrol bareng saya akan cerita sedikit tentang Kak Nara.
Nara Lahmusi adalah seorang engineer, lulusan dari teknik kimia yang sangat menyukai dunia literasi. Sampai sekarang, Kak Nara sudah menerbitkan 3 buku dari penerbit Gramedia. Mungkin buat teman-teman yang suka membaca melalui Gramedia Digital, pernah melihat karya Kak Nara terbaru yang berada pada rak best seller yaitu novel berjudul Inisial K. Selain sudah menerbitkan buku, Kak Nara juga berprestasi pada lomba-lomba menulis. Yang terbaru, Kak Nara berhasil menjadi juara 1 lomba menulis novel Katadepan Author Rising 2020 dan menyisihkan seribu lebih peserta lainnya. Sekarang juga naskah Factory Reset karya Kak Nara sudah lolos menjadi 5 naskah terbaik di lomba Belia Writing Marathon 4.0 yang diadakan oleh penerbit Bentang Belia.
Oiya, fun fact, Nara Lahmusi itu nama pena loh. Nama asli Kak Nara itu adalah Saiful Anwar. Dan sebelum menggunakan nama pena Nara Lahmusi, Kak Nara sudah banyak juga menerbitkan buku dengan nama pena Sayfullan.
"Di dalam otaknya yang kusut, terkadang dia berpikir akan mati besok." Ini adalah kata-kata yang tertera pada biografi penulis di buku-buku Kak Nara.
Kenapa Kak Nara sampai berpikiran seperti itu? Nanti hasil ngobrol bareng kita akan menjawab semuanya..

🎊🎊🎊

Ngobrol bareng ini kita awalin dengan ngebahas karya-karya Kak Nara dulu. Sampai sekarang sudah ada 3 karya karena apa yang sudah dibukukan yaitu:
  1. Things About Him (teen lit penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2018)
  2. A Sky Full of Stars (teen lit penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2019)
  3. Inisial K (metropop penerbit Gramedia Pustaka Utama, 2020)
Selain 3 Karya di atas, sekarang Kak Nara lagi sibuk mengerjakan karya apa aja?

Alhamdulillah sekarang masih diberi amanah buat marathon nulis Factory Reset di Wattpad BWM4. Sesuai jadwal, tanggal 8 Mei harus sudah selesai. Doain lancar dan rezekinya Factory Reset untuk diterbitkan ya :).

Semangat untuk membereskan cerita Factory Reset-nya, Kak! Ini saya kasi sneak peek ceritanya buat kamu yang penasaran dengan cerita yang berhasil menyisihkan ratusan peserta lain 😁:

Wuaa, blurb-nya menarik 😍 Apalagi ada bumbu fantasinya juga..
Cerita Factory Reset dapat kamu baca di sini

Dari beberapa cerita yang pernah ditulis, naskah Kak Nara mana yang paling susah dalam pengerjaannya? Kenapa?

Factory Reset adalah naskah pertama saya yang on going. Sebelumnya, saya ordo penulis yang nulis-endapin-self edit-kirim editor. Jadi, lumayan kaget saat awal-awal marathon. Karena hasil tulisan hari itu,langsung diposting juga hari itu dan bisa dinikmati pembaca. Tentu ada rasa insekyur. Bagaimana nanti kalau naskahnya kurang maksimal, ada typo, struktur kalimat yang berantakan? Namun, berjalannya waktu saya mulai bisa beradaptasi dengan ritme ini. Alhamdulillah.

Wah, keren! Belia Writing Marathon (BWM) ini konsepnya memang beda dengan lomba menulis novel lainnya. Jika lomba menulis biasanya mengharuskan kita menyelesaikan naskah, di BWM kita justru harus marathon menyelesaikan dan mempublish setiap bab sesuai dengan jadwal yang ditetapkan. Konsisten dan menjaga semangat dalam menyelesaikan naskah adalah kunci dalam marathon ini. And you nailed it, Kak Nara πŸŽ‰ Semangat!

Pertanyaan berikutnya, apa sih menurut Kak Nara harus ada dalam sebuah naskah yang baik itu? Terutama gar bisa dilirik editor, atau menang lomba.

Selain teknik menulis yang baik yang bisa kita pelajari, menurut saya pribadi naskah itu juga harus punya value.Ada pesan yang ingin disampaikan oleh pembaca tanpa harus menggurui.

🎊🎊🎊

Setelah ngomongin karya, sekarang kita ngobrol tentang Kak Nara sendiri, yuk!

Lima kata ini adalah yang menurut Kak Nara paling menggambarkan dirinya

Saya selalu penasaran bagaimana para penulis mengembangkan dari sebuah hobi menjadi sebuah karya yang bisa dinikmati banyak orang. Kak Nara udah hobi menulis sejak kapan, sih?

Awalnya saya hanya hobi membaca. Hobi itu hadir saat saya yang masih SD menemukan dua novel Kakak di kamarnya. Lalu saya membacanya diam-diam setiap hari sampai tamat. Eh, mau nyari novel ketiga, udah ketahuan dan dilarang karena belum cukup umur. Hahaha. Setelah itu saya kayak kecanduan baca novel atau cerpen. Baru setelah tahun 2010, saya terpaksa menulis karena divonis gagal ginjal terminal.


Gagal ginjal? 😒 Pantas saja waktu itu sebenarnya saya pernah mendengar Kak Nara menyampaikan, kalau tidak sakit saya tidak akan kecemplung ke dunia kepenulisan. Ditambah dengan kata-kata Kak Nara di biografi yang bilang suka merasa akan mati besok. Sebenarnya apa yang terjadi, dan apa hubungannya dengan dunia menulis? Apakah ini ada hubungannya dengan yang menginspirasi Kak Nara dalam menulis?

Ya, saya harus menulis, kalau tidak mau pikiran-pikiran negatif mengendap di kepala. Karena di tahun itu (2010) saya benar-benar merasa di titik terendah; hidup bergantung mesin cuci darah, dikeluarkan sebagai engineer, dan ditinggalkan selamanya oleh Ibu saya. Tak ada yang bisa saya katakan waktu itu. Tak ada yang bisa saya keluhkan meskipun banyak sekali hal yang ingin saya utaran. Ajaibnya, lewat tulisan semua kekecewaan dan kesedihan itu bisa dikeluarkan.

Berawal dari curhatan yang saya bagikan di note FB, muncul komentar-komentar dukungan agar saya menjadi penulis. Titik itulah semangat saya bangkit. Saya mulai membeli banyak buku fiksi, membacanya, belajar, masuk kelas kepenulisan, ikut lomba, dan yang luar biasa, di dunia ini saya menemukan kebahagiaan dan kelegaan. Alhamdulillah dari tahun itu (2010) sampai 2017 dengan nama pena Sayfullan, sudah ada tujuh novel yang terbit. Lima novel terbit di Divapress, satu novel lahir di Penerbit Andi, dan satu diterbitkan oleh clover M&C. Baru di tahun 2018 Things about Him lahir dengan nama pena baru sampai sekarang.

Jadi, kalau ditanya inspirasi, saya menulis dari dorongan dan kegelisahan diri sendiri. Sesuatu atau hal terdekat.


Saya terharu baca cerita Kak Nara 😒. Ikut senang mendengar Kak Nara bisa menemukan kebahagiaan dengan menulis. 

Siapa orang yang paling berpengaruh buat Kak Nara dalam berkarya?

Orang yang paling berpengaruh dalam perjalanan menulis saya adalah CEO Divapress, Pak Edi. Beliau yang pertama kali membuka gerbang dunia literasi buat saya. Melalui Lelang Nulis Novel dan Kampus Fiksi, saya yang seorang engineer belajar menulis fiksi dari nol. Dari tidak tahu peletakan tanda kutip, tidak paham dengan kalimat langsung, dan hal-hal teknis lain yang alhamdulillah saya dapatkan selama belajar di Kampus Fiksi. Dari Kampus Fiksi juga, saya berani membuka diri ke dunia luar setelah vonis sakit.

Wah, mendengar pengalaman Kak  Nara, saya jadi semangat juga nih buat lebih rajin belajar menulis dengan lebih baik. Terima kasih untuk inspirasinya, Kak. Walaupun kita tidak punya latar belakang pendidikan kepenulisan, asal ada kemauan untuk belajar Insya Allah jadi bisa lebih baik yaaa 😍😍.

Pertanyaan terakhir nih, apakah Kak Nara punya pesan-pesan untuk pembaca blog ini? Baik yang sedang berjuang menyelesaikan naskah, atau pun para pelahap buku.
Pesan saya,apa pun yang kalian perjuangkan saat ini,tetaplah bersabar dalam proses.

🎊🎊🎊

Bagaimana ngobrol bareng kali ini? πŸ˜† Mudah-mudahan dapat menginspirasi teman-teman di sini yaa. Semoga Kak Nara juga bisa terus menginpirasi dan sukses selalu dengan karya-karyanya. Di tengah jadwal cuci darah yang tetap berlangsung sampai sekarang, Kak Nara selalu menyempatkan diri untuk berkarya πŸ’–πŸ’–.
Buat kamu yang masih penasaran pengen tahu lebih jauh, Kak Nara bisa dikepoin di akun instagramnya @naralahmusi. Kalau kamu ingin membaca karya Kak Nara, kamu bisa dapatkan bukunya gratis loh..


Yuk, buruan ikutan giveaway-nya pada instagram di link ini
 πŸ˜πŸ˜

Oiya, Giveaway April berhadiah ewallet dan buku-buku masih berlangsung ya. Buruan ikut sebelum tanggal 25 April 2021 di sini

Ngobrol bareng Kak Nara sepertinya ga lengkap kalau kita tidak membahas ulasan bukunya di sini πŸ˜‰. Jadi pada postingan berikutnya, saya akan menampilkan ulasan dari buku Kak Nara. Ada yang bisa menebak, dari 3 buku di atas yang akan saya ulas yang mana? Share di komen ya tebakan kamu yaa...


Thursday, 15 April 2021

Membacakan Buku Hugless Douglas Menginap Bersama

 Halo semuanyaa!

Selamat menjalankan ibadah puasa bagi teman-teman yang muslim yaa. Dalam rangka bulan Ramadhan ini, saya juga mau minta maaf lahir batin apabila selama interaksi di sini atau saat BW ke blog teman-teman ada kata-kata yang kurang berkenan 😊

Terinspirasi dari komen Mba Nita di postingan sebelum ini, yang mengatakan update tidak harus selalu panjang, saya jadi mau update sedikit tentang buku kesukaan Tasymira, anak ke dua saya. Bukunya berjudul Hugless Douglas Menginap Bersama karya David Melling.

Jangan lupa ikut giveway berhadiah di postingan Helo April!


Belum sempet motoin bukunya, jadi kita pake foto dari gramedia.com aja 

Buku ini menceritakan tentang seorang beruang bernama Hugless Douglas yang akan menginap ke rumah si kelinci. Sayangnya dia tersesat dan akhirnya dibantu oleh domba kecil untuk mengarahkan jalan ke rumah si kelinci. 

Buku yang saya baca ini adalah versi terjemahan terbitan Funtastic. Menurut saya buku ini cocok sekali untuk usia pra sekolah karena tulisan per halamannya hanya sedikit dan gambar yang menarik. Tau kan kalau rentang konsentrasi anak 3 tahun itu hanya 3 menit? Jadi pasti bosen kalau baca buku yang kebanyakan tulisan per halamannya... Hugless Douglas juga banyak judul lain yang sudah diterjemahkan Funtstic yang bisa dinikmati bersama anak-anak.

Mau dengar keseruan saya membacakan buku ini buat anak-anak? Ini saya berbagi podcastnya.. Jangan kaget kalau baca satu buku aja banyak intronya ya, mulai yang baby ikut nimbrung, Tasymira pake acara sakit kaki entah kenapa dan berujung minta di vakum πŸ˜‚ (apa hubungannya coba sakit jadi bisa di vakum. Hhahaha..) sampai Papa Tommy yang ngingetin jangan lupa isi listrik karena tiba-tiba bunyi bunyi. Tapi begitulan kehebohan di rumah, ga pernah kerasa sepi sama celotehan anak-anak.. Jadi maaf kalau podcastnya tidak terlalu enak didengar yaaa, banyak kresek-kresek juga karena hp buat ngerekam sambil direbut-rebut bayi πŸ˜† 

Selamat mendengarkaan..

Dengar juga saat saya membacakan buku Buaya Raksasa karya Roald Dahl di sini.


Thursday, 8 April 2021

Helo April!

Wuaa, ga berasa udah masuk bulan April ajaa. Bulan favorit saya sepanjang tahun datang lagiii 😍😍.

Postingan kali ini akan super random, berisi cerita perjalanan blog saya sejak pertama dibuat di April 2009. Wua, berarti umur blog ini udah 12 tahun. Walaupun isinya ga seberapa, malah jumlah postingannya kalah dari temen-temen yang baru satu atau dua tahun ngeblog πŸ˜…. 

Oiya, tulisan ini bakal panjang ya. Siapin cemilan dan cari posisi yang nyaman buat baca, karena nanti di akhir tulisan akan ada kejutan πŸ˜†.


The Begining

Pertama kali saya bikin blog itu pas kuliah. Waktu itu saya ingat kita lagi di lab fisika komputasi, lagi nungguin jadwal kuliah berikutnya, dan seorang teman ngajakin saya bikin blog. Setelah blog-nya jadi, saya malah bingung mau nulis tentang apa πŸ˜†. Karena kebetulan waktu itu saya baru beres baca buku ke tiga dari series Golden Compass, saya akhirnya nulis tentang buku itu pake komputer di lab πŸ˜…. 

Sejak awal bikin blog ini, saya memang ga dikhususkan ke niche tertentu (istilah niche blog aja saya baru tahu tahu  kemarin 🀣). Tapi saya memang tidak bisa bikin postingan yang benar-benar full curhat atau pengalaman pribadi. Jadi karena kecintaan saya dengan buku, blog ini berujung diisi dengan tulisan-tulisan tentang buku. Dua label besar pada blog ini adalah BOOKS (berisi review singkat buku) dan RAMDOM (postingan non review, tapi masih seputar buku seperti quote, toko buku, film yang diangkat dari buku, tips buku, tips menulis, perpustakaan dan berbagai hal random lain seputar dunia literasi).

Tulisan pertama blog ini :  The Amber Spyglass 

Setelah itu, sayangnya blog ini sempat vakum lama πŸ˜†. Baru mulai diisi lagi tahun 2011 sampe sekarang, walaupun isinya masih jarang banget. Hehehe. 

Sekitar tahun 2014an, saya gabung  Blogger Buku Indonesia (BBI). Itu menjadi komunitas blog online pertama yang saya ikuti. Dari BBI juga saya kenal beberapa blogger buku lain, dan ternyata menyenangkan juga ketemu orang dengan hobi yang sama 😍. Ikut BBI juga ngasi pengalaman pertama merasakan dapet buntelan buku, buku yang dikirim gratis oleh penulis atau penerbit buat direview.  Sayangnya sekarang BBI udah ga terlalu aktif. Karena banyak yang beralih jadi bookstagtam, mereview buku lewat instagram. Websitenya aja sekarang udah ga bisa dibuka. Huhu..

Tulisan tentang Blogger Buku Indonesia : BBI - Blogger Buku Indonesia 

Pada tahun 2016, saya pernah mengadakan event di bulan April juga untuk meminta masukan tentang blog ini. Rata-rata masukannya adalah meminta untuk lebih rajin posting πŸ˜‚πŸ˜‚ (percayalah saya juga maunya begitu). Selain itu juga masukan tentang isi review harusnya lebih detail dan memasukkan info bukunya. Awalnya dulu saya menulis blog ini memang tidak bertujuan untuk mereview buku, hanya untuk menyimpan tanggapan saya tentang buku. Makanya postingan yang dulu-dulu bahkan ada yang isinya cuma dua paragraf πŸ˜‚. Kaya postingan tentang buku  Autumn in Paris by Ilana Tan atau buku All You Need is Love by Fakhrisina Amalia 

Baca juga pendapat orang-orang terhadap blog ini pada tahun 2016 pada postingan : GIVEAWAY APRIL!! 

Akhirnya sejak tahun 2016, saya mulai menulis review dengan (sedikit) lebih lengkap, mencantumkan informasi detail buku, dan memberikan rating berupa bintang dari 1-5. Keterangan bintang yang saya berikan bisa dibaca di sini.

Life Journey

Banyak yang nanya kepada saya, apakah tidak berniat untuk membeli domain? Dengan alamat blog yang .com, tanpa embel-embel blogspot.com. Jawabannya untuk sekarang adalah, belum...

Sejak awal menulis blog, saya tidak pernah berniat memonetasi blog (kalau banyak kiriman buku dari penulis atau penerbit untuk direview, itu saya anggap bonus). Blog saya jadikan tempat berbagi cerita melalui buku-buku yang saya baca. Dan saya tidak mau suatu saat, saat saya tidak (bisa lagi) memperpanjang domain, tulisan saya di sini jadi tidak bisa dibaca lagi. 

Banner blog tahun sejak tahun 2018

Banner blog saat ini.
T5 Family (Tommy Thessa Talitha Tasymira Tafiya)
Cari 3 perbedaannya? πŸ˜‚ 
Salah satunya rambut Papa Tommy yang sejak pandemi ga pernah dipotong dan dibiarkan panjang. Hahaha..

Apalagi blog dan tulisan di sini menemani sejak saat saya single, menikah, hamil, punya anak, sampai sekarang. Terlalu banyak moment di sini selama beberapa tahun ini. Bahkan kalau diliat di arsip tulisan-tulisannya pun, bacaan dan postingannya berubah seiring dengan perubahan pada kehidupan saya.

Mulai dari postingan bertema pernikahan saat saya sedang menyiapkan pernikahan: 
Setelah itu, alhamdulillah saya diberikan rejeki hamil dan bacaan pun beralih ke buku-buku kehamilan: Ensiklopedia Kehamilan & Kelahiran by dr Miriam Stoppard 

Sejak kelahiran Talitha, akhirnya blog ini pun punya label baru, buku anak dan baby book. Rasanya tidak percaya saat membaca rekam jejak postingan di sini, waktu berlalu terlalu cepat. Sejak Talitha pertama lahir, mulai dari buku pertama yang saya belikan untuknya. Sampai dia semakin besar dan bisa baca buku sendiri, bahkan sampai akhirnya mulai membaca novel sendiri. Talitha bahkan berhasil menerbitkan bukunya sendiri tahun lalu. Berlanjut dengan tulisan setelah kehamilan Tasymira anak kedua saya, sampai cerita tentang kehamilan Tafiya, anak ketiga saya. 

Buku Pertama Talitha sekaligus foto pertama dia waktu lahir: Talitha's first book : Impian Aneh si Kucing 

Bacaan buku anak lain: 
Dari buku full bergambar, Talitha juga udah mulai bisa baca novel. Baca tulisan tentnag novel yang dibaca Taliha di : 

Lanjut dengan tulisan pertama saya setelah vakum berbulan-bulan setelah hamil dan kelahiran anak kedua saya, Tasymira : Kumpulan Dongeng Menjelang Tidur by Enid Blyton 

 Buku kesukaan Tasymira yang sampai sekarang sepertinya udah saya baca sampai ratusan kali tapi dia ga pernah bosan:  Apa Yang Terjadi Kalau Mum Jadi Monster ya? 

Tips buku anak-anak:

Tidak hanya membaca buku, Talitha bahkan suda menerbitkan bukunya sendiri tahun lalu. Baca ceritanya di : Ketika Anak Berkarya Selama Pandemi 

Ada juga cerita tentang mengajak anak jalan-jalan ke perpustakaan

Semoga setelah pandemi akan bisa berkesempatan untuk jalan-jalan ke perpustakaan lagi. Saya udah lama banget pengen ngajakin anak-anak ke Perpusnas πŸ˜†.

Sejak punya anak, saya pun pelan-pelan mulai membaca buku parenting untuk menambah masukan tentang merawat anak. Beberapa postingan bertema parenting yang pernah saya tulis antara lain: 
Dan yang terakhir, saya menulis pengalaman kehamilan ketiga saya saat di Paris pada tulisan: 5 Buku Berlatar Paris yang Wajib Kamu Baca


Writing the books

Blog ini juga menjadi saksi betapa selama ini saya menjadi penikmat buku selama bertahun-tahun, tapi baru berani menuliskan buku sendiri dan menerbitkannya pada tahun 2018. Apalagi kalau bukan novel Nikah Muda. 

Pengalaman saya menulis buku ini dapat dibaca pada tulisan : Novel Nikah Muda dan Paris, mimpi yang menjadi kenyataan 

Sedangkan review dari orang-orang tentang buku ini bisa dibaca di : 
Selain novel Nikah Muda, saya juga sempat menceritakan pengalaman menulis buku yang lain seperti buku kumpulan cerpen The Moon on The Darkest Night, buku Thoughts dan buku Jejak Kenangan. Buku Thoughts yang disponsori oleh Mba Eno di sebuat event menulis, tulisannya bisa dibaca di : Quote of THOUGHTS 

Buku Jejak Kenangan, yang merupakan proyek nulis bersama saya dengan beberapa teman sealmamater di ITB. Cerita tentang buku ini bisa kamu baca di : 15 Fakta Unik tentang ITB 

Selama pandemi ini, saya juga memiliki kesempatan untuk belajar untuk bisa menulis dengan lebih baik. Hasil belajar itu beberapa saya tuangkan pada blog ini dengan label Tips Menulis. Bukan, bukan karena saya udah ahli dalam menulis, saya hanya menyimpan hasil belajar saya di sini agar bisa bermanfaat juga buat orang lain. Beberapa tulisannya yang bisa kamu baca : 


The Gift

Kayaknya ga lengkap kalau ga ngadain giveaway di bulan April gini yaa. Hehehhe.. Apalagi di bulan ini saya juga bertambah umur πŸ˜†. Jadi kali ini saya akan bagi-bagi hadiah buat kamu, iya kamu..

Caranya gampang, cukup tulis di kolom komen : 
  1. Jawab pertanyaan saya : Silahkan tebak, siapa penulis favorit saya? Boleh tulis satu, atau lebih juga boleh. Selain JK Rowling yaa. Hehehe.. Karena ini tebak-tebakan, jawaban salah pun ga masalah. Semua pemenang belum tentu yang jawabannya benar πŸ˜πŸ˜†
  2. Tulis pendepat kamu tentang blog ini atau saran kamu ke depannya untuk blog ini
  3. Yang terakhir ini sifatnya optional ya, kalau ada pertanyaan tentang apapun, tentang isi blog, tentang tips buku, atau kalau ada pertanyaan tentang saya juga gpp (kaya bakal ada aja yang mau nanya tentang saya aja. Hahhaa.. πŸ˜†)
Oiya, yang punya instagram, silahkan follow ig saya di @thessalivia dan ig khusus membahas buku saya di @mybooklyfe. Ga wajib kok ini, kalau mau (dan punya ig) aja 😊.

Nanti pertanyaan atas poin 3 akan saya jawab di satu postingan sekaligus di pengumuman giveawaynya. 
Jawaban di kolom komen ditunggu sampai tanggal 25 April 2021. Pengumuman pemenang tayang di blog ini tanggal 1 Mei 2021. 

Hadiahnya apa saja? Saya nanti akan pilih 4 pemenang untuk mendapatkan: 

Speaker original JBL Bluetooth

Saldo OVO/Gopay/Shoppepay sebesar 100K

Buku Jejak Kenangan

Novel Nikah Muda


Gimana? Cukup menarik ga hadiahnya? Hehehe.. Kalau pesertanya banyak, saya akan tambahkan satu pemenang lagi yang akan mendapatkan secret book gift. Jadi, buruan ikutan! 😁😁

Sampai ketemu di postingan berikutnya...