Monday, 13 September 2021

Wonderstruck, Rekomendasi Novel Ilustrasi Karya Brian Selznick

Akhirnya akhir Agustus kemaren, saya berhasil menyelesaikan naskah novel untuk lomba TWS 2021. Selama menyelesaikan itu, saya menjaga mood dengan hanya membaca novel bertema sama. Selain juga karena waktu sudah banyak tersita untuk menulis, di waktu baca yang terbatas saya hanya memilih bacaan yang kita-kira bisa menambah insight saya dalam menulis. Selain itu, bacaan lain saya baca saat ada job untuk review buku. Jadi, rasanya sudah lama sekali (padahal baru beberapa bulan sih 😅) saya tidak membaca buku sesuka hati.

Berhubung job review sedang tidak ada, dan naskah novel saya sudah selesai, sekarang saatnya baca buku suka-suka 😁 Dan pilihan jatuh pada buku yang udah saya punya sejak lebih dari 5 tahun lalu, tapi kondisinya masih rapi tersegel karena belum dibaca sama sekali. Hahahha.. 

Sekitar tahun 2016, saya pernah memenangkan buku pada event yang diselenggarakan Penggemar Novel Fantasi Indonesia (PNFI). Karena liat bukunya cukup tebal, saya udah keder duluan buat baca. Maklum lah, sejak punya anak saya agak pesimis bisa namatin buku tebel 😅. Sampai suatu ketika saya baca review di Goodreads yang bilang kalau ini buku ilustasi. Saya langsung buru-buku buka segel bukunya (yang udah lima tahun tak tersentuh) dan ternyata bener dong ini buku ilustasi. Hahahha... Coba kalau tau dari dulu, kan saya udah baca dari dulu-dulu. Mana gambarnya kece banget. 

Mulai lah saya membaca

Dan ga berhenti sampai beres saking bagusnya

Dan tamat hanya dalam sehari

Sungguh pencapaian buat saya bisa beresin buku setebal ini dalam sehari 😆

dan bukunya adalah.... 

Wonderstruck
(Saya belum sempet fotoin bukunya, 
jadi kita ambil cover dari Goodreads dulu aja 😁)

Dua cerita berbeda

Cerita awalnya disuguhkan tentang seorang anak bernama Ben. Ben baru saja kehilangan ibunya karena sebuah kecelakaan. Karena tidak pernah mengenal ayahnya, Ben  akhirnya tinggal dengan paman dan bibi, serta sepupunya yang tidak menyenangkan. Pada suatu malam, Ben menemukan petunjuk tentang ayahnya di tumpukan buku milik ibunya. Sayangnya, pada malam itu juga Ben tersambar petir yang membuat telinganya tuli. 

Dari situ mulailah petualangan Ben untuk mencari sang ayah, dengan kondisinya yang tuli.

Setiap beberapa halaman cerita Ben, kita akan disuguhkan gambar yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan cerita Ben. Gambar-gambar tentang kehidupan gadis kecil yang tampak kesepian, dan sering kabur dari rumah.

Seorang gadis yang tampak sedih dan kesepian

Awalnya saya sempat bingung hubungan antara cerita dan gambar. Namun, cerita tentang gadis kecil dan Ben nanti pada akhirnya akan terhubung. Dan hubungannya sangat menghangatkan hati. Tadinya saya kira karena dapet buku ini dari PNFI dan yang menerbitkan adalah Mizan Fantasi, buku ini akan kental nuansa fantasinya. Ternyata ga juga, malah nyaris tidak ada hal magical yang ada di cerita fantasi di buku ini. Walaupun begitu, saya tetap sangat-sangat suka buku ini.

Perpustakaan dan Museum

Yang menarik lagi dari buku ini adalah profesi yang diangkat pada ceritanya. Ibu Ben adalah seorang pustakawan, dan ia senang menempelkan quote-quote menarik dari buku yang dibacanya di kulkas. Ben sendiri selain  suka membaca, juga suka mengumpulkan barang-barang, seperti seorang kurator. 
Anak kecil satu lagi, lebih kental dengan latar museum yang digambarkan cukup detail pada buku ini. Bagaimana tentang pekerjaan sebagai kurator, pembuat diorama di meseum, dan berbagai hal lain tentang museum lainnya. 


Museum yang digambarkan pada Wonderstruck

Ditulis oleh Brian Selznick

Buku ini adalah karya penulis dari Amerika bernama Brian Selznick. Tidak hanya sebagai penulis, ia sekaligus adalah ilustrator dari buku ini. Ada yang tau buku Hugo Cabret? Saya sih belum baca, cuma tahu filmnya aja. Dan ternyata Hugo Cabret adalah buku Brian Selznick sebelum Wonderstruck ini, dan itu juga buku ilustrasi. Wuaaa, saya jadi penasaran juga pengen bacaaa.

Film Hugo yang diangkat dari buku karya Brian Selznick

Rating

Dua cerita yang saling terhubung ini terasa menghangatkan hati. Ilustrasinyanya pun bagus banget. Ceritanya ringan, tapi penuh pesan moral, dan bisa dibaca untuk umur berapa pun. Buat anak-anak pun cocok. Saya aja nanti rencananya mau ngomporin anak saya Titha buat baca ini. Hehehhe.. Jadi, 4.5 bintang tentu saja buat Wonderstruck, sebuah novel ilustrasi karya Brian Selznick



WONDERSTRUCK
Penulis : Brian Selznick
Penerjemah : Marcalais Fransisca
Penerbit : Mizan Fantasi
Cetakan November 2013
643 Halaman
Demikian cerita saya menemukan harta karun buku bagus dari rak buku sendiri. Apakah kamu juga pernah punya pengalaman serupa? Lama membiarkan sebuah buku di timbunan, dan ternyata saat dibaca bukunya bagus banget?
Share cerita kamu yaaa... 😉

5 comments:

  1. Dan aku juga penasaran sama buku itu.. wkwk. Rating dari Mba Thessa 4.5 lagi..😁 Buku ini bahasa inggris bukan mba? Hehe

    Btw 5 tahun itu lama banget Mba.. aku paling lama setahun setengah. Ini 5 tahun 🤗. Wkwk.

    Btw aku mau tanya dong mba.. kalau Mba Thessa pas nulis novel gitu. Ide cerita langsung ngalir begitu aja?? atau pernah ada momen buntu ide?? Biasanya kalau gitu Mba Thessa ngapain? Sedangkan deadline makin tipis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yg aku baca versi terjemahannya Mas bayu, terbitan Mizan Fantasi. Terjemahannya ngalir banget, jadi rekomendid kok :D

      Hhahaha.. Jadi malu ketauan lima tahun nimbun buku. Selain ini, ada lagi yg umurnya lebih tua juga belum dibaca >.< Maklum, hobi ngumpulin buku dan hobi baca buku itu ga ada hubungannya klo di kamus aku. hahahha.. Ngumpulin dulu, bacanya kapan2 sesempetnya seniatnya se-ga magernya :D

      Aku nulis novel selalu pake kerangka dulu mas bayu. Aku ga akan mulai nulis klo kerangkanya belum kuat, sekarang aku kerangka pake metode save the cat. Jadi jarang buntu ide di tengah jalan. Yg ada buntu ide pas bikin kerangka, jadi ga lanjut lanjut :D
      Yg ada biasanya, eksekusi kerangka tp ga sreg, biasanya kalau gini aku banyak baca2 buku sejenis dan nonton film yg kira2 temanya sama. Biasanya suka dapet tambahan ide dari situ.. ^^ Trus suka diskusi juga sama temen2 yg nulis juga.
      Mudah2an menjawab ya Mas Bay :D

      Delete
    2. Okee dehh Noted.. ntar tak carinya.. 🤣🤣

      Ouh begitu. Panjang banget dong ya prosesnya.. haha. *yaiyalah disangka nulis blog, semengalirnya.. 🤣*
      Okee dehh terimakasih Mba 😊

      Delete
  2. Uwaaaah mbaaaa 600an halaman ilustrasi semua yaaa? Walopun aku tetep LBH suka buku tebal dengan tulisan , tapi ilustrasi aku ttp mau baca , apalagi kalo gambarnya baguuuus :D. Jadi penasaran ih. Bbrp bulan lalu aku diksh juga buku ilustrasi gitu, tp Korea punya ceritanya. Menarik juga, dan bawaan kalo baca cerita begitu, tangan langsung pengen mewarnai hahahah.

    ReplyDelete
  3. Buku Hugo konsepnya juga sama kak dengan Wonderstruck ini. Paduan novel dengan gambar. Jadi makin mudah berimajinasinya.

    Aku suka banget dua karya beliau, terutama karya ini. Soalnya, jadi belajar bahasa isyarat.

    ReplyDelete