Monday, 1 October 2018

Review Novel Nikah Muda

Review Novel Nikah Muda di Blog Nathalia Diana Pitaloka di http://nathaliabookshelf.blogspot.com/2018/09/review-nikah-muda.html?m=1

Detail Buku
Judul: Nikah Muda
Penulis: Thessalivia
Editor: Dimas Abi dan Anastasha Eka
Penerbit: Stiletto Indie Book
Cetakan: 1, Juni 2018
Tebal: 255 halaman
ISBN: 978-602-336-711-5

Blurb
Ketika Kirana dihadapkan pada pilihan antara kekasih yang dicintainya atau membahagiakan Ayah di saat-saat terakhirnya.
Kirana, 16 tahun. Ia kira hidupnya berjalan cukup baik untuk seorang anak yang telah kehilangan ibu. Kirana memiliki Ayah yang sangat menyayanginya, pacar yang keren, sekolah yang berjalan cukup baik, dan tentu saja hobi baletnya. Tetapi hidup Kirana tiba-tiba jungkir balik saat Ayah didiagnosis kanker usus, ditambah dengan rencana Ayah untuk menjodohkannya dengan orang yang sama sekali tidak dikenalinya.
Keno, 16 tahun. Seorang anak urakan yang tanpa perlu belajar, selalu bisa memperoleh nilai tinggi di kelas. Dia akan melakukan apa pun untuk dapat menyenangkan hati cinta pertamanya, Kirana.
Aji, 26 tahun. Sehari-hari sibuk dengan pekerjaannya sebagai analis bank. Sampai suatu hari dia diberi tanggung jawab untuk menjaga seorang anak atasannya, yang ternyata malah membuat Aji jatuh cinta pada pandangan pertama.
Review
Novel ini dibuka dengan adegan di kelas Kiran, saat Keno memintanya keluar dan membantu menyelesaikan PR Fisika yang lupa dia kerjakan. Meskipun sempat mengomel, tentu saja Kiran mengerjakannya dengan senang hati. Kiran pun menemukan surat dari Keno yang diselipkan di bukunya, berisi ucapan terima kasih dan 3 buah voucher spesial yang bisa Kiran klaim kapan saja. Ya ampun, manis banget.... 

Kiran sebenarnya sudah menyukai Keno sejak hari pertama mereka di SMP. Selama 3 tahun tersebut, Kiran selalu duduk di belakang Keno. Kiran sangat menikmati lelucon dan perhatian yang selalu diberikan Keno. Kiran juga senang dengan sebutan Kitty, panggilan kesayangan dari Keno. Namun Kiran sudah puas menjalani kebersamaan tersebut hanya dengan label sahabat.

Hingga akhirnya perasaan Kiran tanpa sengaja terungkap ketika mereka sudah duduk di bangku SMA. Rupanya Keno juga memiliki perasaan yang sama, cie cie.... Akhirnya mereka pun resmi berpacaran.
Kiran tahu bahwa ada seseorang yang sangat mencintainya, yang akan selalu menghiasi harinya dengan keceriaan. Meyakinkan hati Kiran bahwa setiap hari sangat berarti untuk diperjuangkan walaupun tanpa Ibu di sisinya dan Ayah yang saat ini sedang berjuang dengan kesehatannya. (Halaman 5)
Yup, ibu Kiran sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Setelah ibu Kiran meninggal, dia jadi lebih dekat dengan ayahnya. Tetapi kini, ayahnya pun divonis mengidap kanker usus stadium 2B, sehingga harus bolak-balik ke rumah sakit. Saking sayangnya Keno pada Kiran, maka dia rela tinggal sendiri di Jakarta, enggak ikut orangtuanya ke Sidney demi menemani Kiran yang sedang dilanda kesedihan. 

Namun, setelah operasinya yang pertama, ayah Kiran menyampaikan sesuatu yang membuat Kiran sangat kaget.
"Kiran, sebenarnya Ayah tidak takut mati. Yang paling Ayah takutkan adalah meninggalkan kamu seorang diri. Di kantor Ayah punya bawahan, namanya Aji." (Halaman 47)
Kiran ingin menentang rencana perjodohan tersebut, namun melihat kondisi ayahnya, tentu Kiran enggak tega. Akhirnya dia berusaha mengubah keputusan itu dengan cara lebih sering mengajak Keno untuk bertemu dengan ayahnya. 
"Bukannya Ayah tidak memercayai kamu atau Keno, tapi Ayah hanya khawatir. Dua anak muda kasmaran tanpa pengawasan. Sedangkan jika dinikahkan sekarang, Ayah rasa itu tidak adil untuk Keno." (Halaman 55)
Memang masuk di akal banget ya pertimbangan ayah Kiran. Dan sesuai dengan judulnya, Nikah Muda, saat kondisi ayahnya semakin kritis dan enggak sadarkan diri, Kiran pun akhirnya memilih untuk menyetujui rencana ayahnya, menikah dengan Aji.

Berbeda dengan Kiran yang sangat membenci Aji, Aji justru jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama. Aji begitu menyayangi Kiran seolah mereka sudah lama saling mengenal. 
Kiran tidak peduli lagi dengan kebahagiaannya sendiri. Yang ia mau hanya melihat Ayah bahagia. (Halaman 69)
Ternyata firasat ayahnya memang benar. Beliau meninggal setelah Kiran dan Aji resmi menikah. Lalu bagaimana ya kelanjutannya? Apa Kiran bisa melupakan Keno dan mencintai Aji? Atau malah memutuskan hubungan pernikahan dengan Aji dan kabur bersama Keno, karena toh ayahnya sudah enggak ada lagi?

~~~

Duh, belum apa-apa saya sudah jatuh cinta sama karya perdana penulis ini karena berhasil menghibur saya dengan indahnya kisah pacaran saat sekolah. Tapi setelah itu langsung dibawa sedih karena tiba-tiba kebahagiaan Kiran bersama Keno harus berakhir saat Kiran memilih untuk membahagiakan ayahnya dan menikah dengan Aji. 

Kalau dari segi tema sih, perjodohan dan nikah muda bukanlah hal yang baru ya. Namun saya sendiri sudah lama banget enggak membaca novel dengan tema seperti ini. Makanya bagi saya tema ini menjadi menarik sekali.

Menyesuaikan dengan tokoh utamanya yang masih SMA, novel ini menggunakan gaya bahasa yang ringan dan santai. Alur cerita dan cara penuturannya yang rapi banget membuat novel ini sangat nyaman dibaca. Saya juga suka bagaimana penulis meramu plot dan konfliknya. Dengan kualitas seperti ini pantas saja bila Nikah Muda menjadi finalis Gramedia Writing Project 3 tahun 2017. 

Cerita dalam novel yang terbagi ke dalam 16 bab ini dituturkan melalui sudut pandang orang ketiga. Walaupun begitu, penulis begitu lihai menunjukkan emosi setiap tokohnya sehingga saya tetap bisa dengan mudah ikut merasakan pergolakan batin yang dialami oleh Kiran, Keno, dan Aji. 

Oiya, membahas soal tokoh, entah kenapa saya begitu menyukai semua tokohnya. Mungkin karena mereka semua memiliki peran protagonis dan keadaan lah yang menjadi peran antagonisnya. Saya jadi sayang sama semuanya. Mulai dari Kiran yang polos dan lugu, Keno yang humoris dan romantis, ayah Kiran yang penyayang dan bertanggung jawab, juga Aji yang dewasa dan perhatian.

Iya, awalnya saya memang agak sebal sama Aji si Mr. You Know What yang garing ini. Namun seiring bergulirnya cerita, saya semakin suka dengan karakternya. Terutama saat melihat bagaimana dia menghalau gosip tentang Kiran dengan cara yang elegan. 

Latar waktu yang digunakan pada novel ini tampaknya masa kini. Dapat dilihat dari cara Kiran dan Keno yang berkomunikasi melalui Whatsapp. Adapun latar tempatnya sebagian besar berada di rumah, sekolah, dan rumah sakit. Tapi ada juga latar tempat di beberapa objek wisata di sekitar Jakarta yang membuat novel ini semakin berwarna.

Rating
Empat dari lima bintang. Very recomended. Bukan hanya ringan dan menghibur, tetapi juga menunjukkan esensi cinta yang sebenarnya.

Teman-teman tertarik membaca novel ini? Bisa langsung pesan ke Instagram @thessalivia atau @stiletto_book di no whatsapp 08812731411 ya ;)

0 komentar:

Post a comment