Wednesday, 18 December 2019

Belajar Menerima Diri Sendiri dengan Meira Anastasia melalui buku Imperfect


Ternyata, orang cakep belum tentu istrinya cantik!”
JLEB! Komentar di Instagram suamiku (@ernestprakasa) di atas adalah kalimat yang akan kuingat seumur hidup. Ternyata menjadi istri seorang public figure itu berat ya, karena sepertinya aku harus memenuhi ekspektasi netizen. #nangisdipojokan Rambut pendek, kulit gelap, jarang pakai makeup, juga bentuk badan dan payudara yang tidak ideal lagi setelah melahirkan dua anak, semakin memperberat jalanku untuk berdamai dengan diri sendiri.
Tetapi, jalan yang berat bukan berarti mustahil. Hanya saja butuh waktu dan kesabaran karena prosesnya lama dan sama sekali tidak mulus. Yah, samalah seperti kulitku. #storyofmylife Menulis buku ini membuatku harus membuka kembali banyak luka. Tetapi dengan mengakui luka, aku jadi bisa belajar bagaimana mengatasinya. Juga belajar menjadi lebih kuat lagi.
Buku ini bukanlah buku motivasi, melainkan kumpulan cerita seorang perempuan, istri, sekaligus ibu yang sedang berjuang agar bisa mengatakan kepada diri sendiri: Aku tidak sempurna, tapi tidak apa-apa. Karena aku bahagia.
Dari blurb di atas, kira-kira udah kebayang kan isi bukunya? Sebagai orang yang ga terlalu update dunia perartisan, saya sebenarnya baru tau Meira Anastasia dari buku ini. Maklum, saya di instagram dikit banget ngefollow artis, selebgram pun cuma ngefollow @dianarikasari dan @megaiskanti 😁

Cover from Ipusnas, edited by Canva

Jadi awalnya penasaran karena buku ini sering mondar mandir di timeline instagram, dan pas searching di Ipusnas kebetulan ada. Langsung download, dan beres baca dalem semalem sambil nyusuin anak bayi.

Isinya gimana? Jujur rasanya bukan kayak baca buku sih, kayak baca postingan curhatan orang-orang di sosmed 😅 Karena isinya memang curhatan Meira betapa awalnya dia merasa insecure dengan kondisi dirinya, ditambah dengan dia yang tipe sensitif jadi apa-apa dipikirin. Diawali dengan cerita Meira tentang komentar tidak mengenakkan mengenai fisiknya di instagram, dari orang sekeliling, bahkan dari keluarga terdekat. Hal itu cukup membuat ia makin merasa buruk dan merasa tidak pantas. Mungkin banyak yang bilang, yaelah gitu doank baper, tapi masalahnya :
Karena kita nggak akan pernah tahu perjuangan masing-masing orang. - hal 11
Jadi tips dari Meira, sebelum berkomentar cobalah lakukan :


Buku kemudian bergulir tentang bagaimana dengan bantuan suaminya, Meira mulai bisa menerima dirinya apa adanya. Termasuk melakukan perubahan yang baik seperti rajin berolah raga dan menjaga makanan.
Kita tidak bisa mengatur orang, berharap orang lain tidak menyakiti kita.
Yang bisa kita lakukan : Mengatur diri sendiri!
- Hal 40
Selain isi, yang lebih menarik buat saya pada buku ini adalah lay out nya. Dengan beberapa highlight warna jingga membawa kesan segar pada tulisan-tulisannya. Lay out juga dipermanis dengan ilustrasi-ilustrasi yang super cute.



Demikian review singkat buku ini, 3 bintang untuk buku Imperfect


Review Buku Imperfect
Judul Buku :  IMPERFECT  (digital version by Ipusnas)
Penulis : Meira Anastasia
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 172 Halaman
Isbn 9786020382180 & 9786020382197 (Digital)

Oiya, hasil kepo di instagram authornya, ternyata ada film adaptasi dari buku Imperfect ini bakal tayang besok perdana di bioskop. Jadi penasaran bukunya kalau difilmin bakal kaya gimana, soalnya kan ini bukunya kaya kumpulan curhatan ya, bukan yang ada alur ceritanya kaya novel..
Kalau ada yang udah nonton filmnya, boleh banget komen pendapat kamu gimana sama filmnya. Berhubung aku mamak baru punya bayi masih merah, belum bakal bisa ke bioskop dalam waktu-waktu dekat ini. 😁

Poster filmnya hasil nyomot di Imdb

Meng-upgrade mindset jauh lebih penting daripada meng-upgrade fisik.  Sesempurna apa pun fisik kita, kalau diam-diam mindset kita tetap meragukan dan menjatuhkan diri sendiri, kita akan tetap tersiksa.  Sometimes, we are own worst enemy! - hal 59


6 comments:

  1. sepertinya ini adalah buku yang (akan) pertama kali saya baca di ipusnas. pas banget setengah jam yang lalu saya download ipusnas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat baca n berpetualang di Ipusnas yaa.. banyak buku2 bagus juga di Ipusnas. 😁

      Delete
  2. Baru kemarin aku lagi cari tau bagaimana caranya bisa baca di perpusnas hihi

    Buku meira ini relate banget sama kehidupan perempuan pada umumnya, bisa jadi aku juga ngalamin sih, jujur setelah lahiran anak ke dua ngerasa kayak masuk ke fase krisis pede jikid 2, merasa lecek banget, jarang dandan, pengen tapi ga sempat hiks, berasa menyedihkan walaupun pak suami ga sependapat n bilang tetep cantik koh...hahaha, tapi ya begitulah insecuritiesnya cewe emang rumit...

    Btw aku suka buka blog ini n liat about me nya mb yang header book, lucu2 banget mb gambarnya...
    Profesi yang keren

    Oh iya, ini yang film jessica mila itu kan ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, related banget. Apalagi ditengah gempuran sosmed saat orang2 suka komen tanpa mikir pdhal itu udah masuk ranah fisik bullying.

      Yg penting suami masih bilang cantik kak. Hehehe.. 😁

      Wuaa makasii yaa udah suka sama desain blog aku, you realy made my day 😍

      Iyaa, jessica mila, tp kabarnya alur ceritanya beda sih sama bukunya.. 😁

      Delete
  3. Saya dong sering baca ipunas, tapi belum pernah donlot hahaha.
    Mau ah, kali aja ada secuil waktu tersisa buat baca :D

    Tadi tuh mau nanya ini buku yang diadaptasi ke film nggak? ternyata iya.

    Btw, satu hal yang orang salah pikir adalah, mereka merasa insecure karena liat orang lain cantik, langsing, putih, tinggi, hidung mancung, apalagi ya? hahaha

    Padahal, orang yang dikatakan sempurna itu juga sebenarnya punya perasaan minder yang sama.
    Allah maha adil kok :)

    ReplyDelete
  4. Download deh mba Ipusnas, lumayan kalau lagi megang hp bingung mau apq bisa sambil cari2 buku bagus buat di baca.. 😁

    Nah setuju banget mba, setiap orang punya perjuangannya masing2. Belum tentu orang yg menurut kita perfect, dia udah merasa gitu juga. Kadang orang terlalu seneng ngebanding2in, dan rumput tetangga selalu tampak lebih hijau yaa 😁

    ReplyDelete