Sunday, 15 July 2018

The Storied Life of A.J. Fikry by Gabrielle Zevin


Blurb
Hidup A.J. Fikry jauh dari yang diharapkannya. Istrinya meninggal, penjualan di toko bukunya merosot tajam, dan hartanya yang paling berharga, koleksi puisi Poe yang langka, baru saja hilang dicuri. Pelan tapi pasti, A.J. menjauhkan diri dari semua orang di Pulau Alice. Bahkan ia tak lagi menemukan kegembiraan dari buku-buku di tokonya. Ia malah menganggap buku-buku itu sekadar penanda bahwa dunia telah berubah begitu cepat. Tetapi kemudian sebuah paket misterius muncul di tokonya. Paket itu kecil, meski bobotnya lumayan. Kemunculannya memberi A.J. kesempatan untuk membuat hidupnya lebih baik dan melihat semua hal dengan perspektif berbeda. Tak butuh waktu lama bagi orang-orang di sekitar A.J. untuk menyadari perubahan dalam dirinya. Ia tak lagi pahit, buku kembali menjadi dunianya, dan semua hal berubah menjadi sesuatu yang tak ia duga akan terjadi dalam hidupnya.

 A.J. Fikry seperti yang diceritakan pada Blurb, mengalami masa2 sulit dalam hidupnya. Istrinya meninggal dunia, bisnis toko bukunya menjadi lebih seperti rutinitas yang membosankan dan tidak lagi sesuatu yang menyenangkan seperti yang dia rasakan saat bersama istrinya dulu. A.J jadi sering mabuk2an ketika malam setelah menutup tokonya, sampai suatu saat di malam A.J pengar, seseorang masuk ke rumahnya dan mengambil buku A.J yang paling mahal, buku Edgar Allan Poe yang pertama. Buku itu harusnya menjadi investasi A.J., menjadi jalan keluarnya saat ingin pensiun karena harga buku itu jaauuhh melebihi dari harga seluruh buku di toko buku A.J apabila ditotal. Saat A.J. semakin putus asa, ia menerima sebuah paket, yang tidak dijelaskan di blurb.

Berhubung buku ini sudah lama sekali masuk dalam buku yang akan segera saya baca, jadi saya menghindari membaca review2 karena spoiler. Jadi saya cukup kaget saat tau ternyata paket itu adalah Bayi, iya seorang Bayi perempuan yang lucu bernama Maya.

Pelan tapi pasti hidup A.J berubah setelah Maya masuk ke kehidupannya. A.J yang dikenal sebagai seorang pemilik toko buku penggerutu, menjadi lebih hangat ke orang2. A.J pun membuka diri untuk memulai pertemanan salah satunya dengan polisi yang membantunya menangani kasus pencuriannya, dan kasus Maya yang ditinggalkan orang tuanya. A.J juga mulai membuka diri dengan seorang wanita dari penerbit buku yang menawarkan buku2 untuk dijual di toko A.J.

Kisah diceritakan manis tanpa konflik yang meledak2. Ini hanya cerita seorang laki2 yang berubah menjadi lebih baik. Laki2 yang dihari pertamanya menemukan bayi harus mencari apa makanan bayi di google, kemudian menjadi seorang ayah yang sayang disayangi anak angkatnya dan orang2 di sekitarnya. Cerita juga dipermanis dengan latar tempat toko buku di sebuah pulau bernama Alice, dimana penduduknya saling mengenal satu sama lain karena populasinya tidak terlalu banyak. Saking terpencilnya, tempat ini hanya bisa dicapai dengan kapal yang tidak ada setiap saat. Toko buku A.J yang didirikannya bersama mendiang istrinya adalah satu2nya toko buku yang berada di Pulau Alice. Cerita mengalir dari sejak Maya lahir sampai A.J tua, dan ditutup dengan akhir yang sangat memuaskan saya sebagai pembaca. 

Sebuah tempat kurang sempurna tanpa toko buku. (hlm. 212)

Bagi pembaca yang suka cerita drama, buku ini sangat pantas menjadi bahan bacaan. Saya pribadi memberi buku ini 4 bintang karena saya suka sekali dengan perkembangan karakter A.J yang dibangun di buku ini, saya juga sangat suka begitu banyaknya hal yang berubah pada orang2 di sekitar A.J dalam kurun waktu yang tidak sebentar. Semua diceritakan mengalir dan tidak terburu2. Memberikan harapan kepada kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk jatuh cinta dan bahagia.

Kita membaca untuk mengetahui kita tidak sendirian. Kita membaca karena kita sendirian. Kita membaca dan kita tidak sendirian. Kita tidak sendirian. (hlm. 263)

 Judul : The Storied Life of A.J. Fikry --- Kisah Hidup A.J. Fikry
Penulis : Gabrielle Zevin 
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 280 Halaman
ISBN : 9786020375916



0 komentar:

Post a Comment