Friday, 21 August 2015

Halo by Alexandra Adornetto

Agen kegelapan sudah mulai mengusik bumi, menciptakan kekacauan dan mengganggu umat manusia. Untuk itu banyak malaikat yang dikirim ke bumi untuk menyebarkan kedamaian dan cinta kasih, memberikan suri tauladan bagi manusia. 

Salah satunya di Venus Cove, kota kecil di pinggir pantai. Ada 3 malaikat bersaudara yang diturunkan ke sana yaitu Gabriel, Ivy dan Bethany. 

Gabriel adalah yang tertua, digambarkan sebagai malaikat yang telah hidup sangat lama dan berpengalaman di berbagai peperangan dan interaksi dengan manusia. Di Venus Cove Gabriel menyamar sebagai guru musik di sekolah yang sangat ganteng, cool dengan banyak penggemar.

Ivy adalah malaikat dengan kemampuan penyembuh, sangat penyayang dan bijak. Menyamar di Venus Cove sebagai adik Gabriel, Ivy menyibukkan diri dengan bergabung di gereja, dan berbagai kegiatan sosial untuk menyebarkan kebaikan. 

Bethany adalah malaikat termuda, dan ini adalah pengalaman pertama Bethany turun ke bumi dan berinteraksi dengan manusia. 
"I was an angel in the purest, most velnerable form. I was naive and trusting, young and fragile"



Pada awal membaca buku ini saya sangat tertarik dan penasaran dengan hal besar apa kira-kira yang akan terjadi dengan malaikat di bumi. Tetapi saya agak kecewa dengan ceritanya karena yang saya dapatkan hanyalah cerita cinta tidak masuk akal Bethany dengan Xavier Wood, kapten tim polo air di sekolahnya. Kenapa saya bilang tidak masuk akal? Karena saya merasa begitu mudahnya Bethany, seorang malaikat jatuh cinta pada Xavier. Xavier wajar jatuh cinta pada  Beth karena digambarkan di buku ini Beth sangat cantik. Tapi Beth? Karena Xavier ganteng? Atau karena dia idola sekolah? Bukankah malaikat harusnya punya hal lebih besar lainnya untuk dilakukan? Bahkan kalaupun jatuh cinta Beth harusnya berusaha melawannya bukannya malah langsung memberi tahu Xavier kalau dia sebenarnya adalah malaikat. Karena sibuk pacaran sepanjang buku juga saya tidak merasakan peran signifikan Beth untuk merubah Venus Cove... 

Konflik buku sempat agak menarik ketika ada anak baru Jake Thorn di sekolah. Jake Thorn digambarkan dengan karakter gelap dan misteriusnya berusaha mendekati Beth dan malah makin menggambarkan betapa tidak konsistennya karakter Beth. Konflik pun menurut saya juga hanya sempat klimaks sebentar dan kembali ke menye-menye hubungan Beth dan Xavier. 

"Sometimes you meet a person and you just click - you're comfortable with them, like you've known them your whole life, and you don't have to pretend to be anyone or anything"

Kenapa susah banget nemuin buku fantasi baguuus? Eh, buku yang sesuai selera saya mungkin yaa? Hehehe..  Karena ini bukunya New York Times Best Seller loh.. >.< Oiya, ini adalah buku pertama dr trilogi yang terdiri dari Halo (2010), Hades (2011), dan Heaven (2012).

Reaksi:

3 comments:

  1. Aku juga suka novel-novel genre kayak gini. Tapi, yang ini aku belum pernah baca. Kalau novel genre ini aku udah pernah baca novenya J.R Ward, Sherrilyn Kenyon, Nalini Signh, beberapa penulis lainnya aku lupa namanya :p
    Sumpah, tulisan mereka tuh keren banget. Romance-nya kena, dan tetap tidak meninngalkan tema fantasinya itu. Coba deh, kapan-kapan kakak baca novel-novel mereka :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Noted. Makasii banyak ya rekomendasinyaa.. Genre favorit aku emank fantasy dan romance, apalagi klo satu buku ada romance plus fantasy nya ^^

      Delete
  2. Aku baru tahu kaloo buku ini trilogi bareng hades & heaven. Jarang banget novel terjemahan yang ga trilogi, apalagi ini novel fantasi. Novel fantasi benar-benar menggunakan imajinasi yang harus benar-benar bagus dan baik, agar saat memulai, dipertengahan dan endingnya, cerita fantasinya tetap dapat dan tidak mengurangi nilai keseluruhan buku tersebut.

    ReplyDelete