Sunday, 21 June 2015

Divergent by Veronica Roth

Hidup tidak selalu terkotak-kotak apabila orang memiliki kepribadian yang berbeda. Tetapi itulah yang terjadi di masa depan, orang2 dipisahkan berdasarkan kepribadian mereka yang disebut fraction atau fraksi. Terdapat 5 fraksi yaitu  Abnegation yaitu golongan yang selalu mendahului kepentingan orang lain, Candor yaitu golongan orang yang berbicara jujur, Erudite golongan terpelajar, Amity golongan yang mementingan persahabatan dan Dauntless yaitu golongan yang tidak mengenal rasa takut dan berani.

Setiap fraksi memiliki peran tersendiri dalam kehidupan dengan pekerjaan mereka masing2. 
"Abnegation has fulfilled our need for selfess leader in governent; Candor has provided us with trustworthy and sound leaders in law; Erudite has supplied us with intelligent teachers and researchers ; Amnity gas given us understanding conselors and cartakers ; and Dauntless provides us with protection from threats both within and without. 



Pada umur 16, setiap anak akan memilih fraksi mana yang akan mereka masuki. Sebelumnya semua di tes untuk mengetahui fraksi mana sebenernya mereka. Walaupun pilihan tetap di tangan masing2 untuk memilih fraksi mana. Ketika mereka telah memilih, maka disanalah mereka hidup, 'fraction before blood'. 

Beatrice Prior, pemeran utama buku ini, dibesarkan sebagai Abgenation. Hasil tes menyatakan bahwa dia adalah seorang divergent, artinya Beatrice memiliki sifat dari beberapa fraksi. Beatrice diminta menyembunyikan bahwa dia Divergent karena dapat membahayakan dirinya. 

Singkat cerita akhirnya Beatrice mimilih masuk ke Dauntless, meninggalkan fraksi lamanya, dan berganti nama menjadi Tris. Buku ini menceritakan pengalaman Tris menjalani inisiasi sebagai Dauntless dan mengetahui bahwa ada yang tidak beres, someone up to something, pemberontakan! 

Buku ini adalah buku Distopia ke 2 yang saya baca setelah The Mockingjay nya Hunger Games. Mengingat film dari buku ini jg booming sekali, saya berharap banyak saat membacanya. Tetapi sayangnya, saya tidak menemukan feel-nya saat membaca buku ini. T.T Padahal ide ceritanya sangat bagus. 
Entah mungkin karena buku ini bergendre Distopia, jd berasa suram dari awal sampai akhir. Bahkan kejadian bahagia saat Tris dengan Four pun tidak mengena di hati. Karakter Tris pun tidak kuat, dan saya tidak melihat signifikan nya dia sebagai divergent (Mungkin di buku berikutkan akan lebih signifikan). Beda sekali dengan karakter Katniss di Hunger Games yang sangat kuat.. Jadi sekarang saya masih mikir2 akan lanjut ke buku berikutnya atau tidak, maybe I'll just watch the movie, less effort.. :D


Reaksi:

5 comments:

  1. Belum pernah nyicip, lagi nunggu dipinjemi bukunya, muwehehehe... Belum bisa setuju soal pendapatnya Mbak Thessa kalau belum baca, hoho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baca baca.. Hehehhe.. Walau aku lebih suka baca buku distopia lain sih d banding ini >.<

      Delete
  2. Kalau aku sih malah sangat menikmati saat membaca buku ini, mungkin karena aku pecinta distopia eheheheh

    Tapi aku setuju kalau peran Tris di buku ini tidak sekuat Katniss dalam THG. Di buku pertama ini Tris seperti sedang mencari tahu jati dirinya dan aksinya mulai seru di saat-saat terakhir.

    Sudah nonton film Insurgentnya, tapi tetep ga sabar pengen baca Insurgent :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, aku akhirnya lanjut ke 2 n 3 nya nonton aja ga baca. Emank baru kerasa karakter tris nya jd lebih kuat dibanding yg pertama..

      Delete
  3. Yah apa ak ketinggalan, ternyata film-film yang beredar dan bagus-bagus itu berawal dari sebuah novel. Yang aku kenal, pemain utama film divergent dan insurgent itu pemeran utama juga difilm the fault in our star.

    ReplyDelete