Sunday, 2 November 2014

Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis by Paulo Coelho

Jujur saya saya bingung harus mulai dari mana dalam menceritakan buku ini.. Karena berbeda dengan buku2 bagus lainnya yang saya baca, yg menonjolkan alur cerita yang menarik atau bahkan tidak diduga2, buku ini kalau boleh saya simpulkan mempunyai jalan cerita yang bisa dibilang biasa saja. Cerita dmulai tentang gadis paruh baya bernama Pilar yang lahir dan dibesarkan di Soria, Spanyol dan sedang berkuliah di Zaragosa. Atas undangan seorang teman lama yang telah 11 tahun tidak bertemu, Pilar datang ke Madrid untuk menghadiri ceramah temannya itu. Temannya ini kebetulan adalah cinta pertama Pilar yang sangat dia sukainya saat kanak2. Ketika selesai, temannya mencegah Pilar untuk kembali ke kotanya dan malah mengajaknya ke kota lain. Jadi intinya buku ini hanya menceritakan perjalanan Pilar dengan temannya selama beberapa hari dari Madrid sampai ke kota Saint Savin di Perancis dan kembali ke Soria tempat sungai Piedra berada. Pada perjalanan itu kisah cinta mereka mulai terpupuk dan makin membesar setiap harinya, dan sayangnya juga dengan kebimbangan yang makin membesar..


Yang membuat cerita pada buku ini lebih spesial menurut saya adalah tatabahasanya dan bagaimana Paulo Coelho menceritakan peperangan batin yang dirasakan Pilar. Dengan sudut pandang orang pertama, diceritakan tenang keraguan Pilar dengan temannya itu yang sekarang bukannya orang biasa seperti masa kanak2 mereka, tapi adalah seorang pemuka agama yang dikaruniai mukjizat dari Bunda Maria. Keraguan Pilar saat mengetahui bahwa temannya membawa dogma baru bahwa tuhan memiliki sisi feminis, dan harusnya dia ditakdirkan untuk jadi pemimpin umat, bukannya malah membangun rumah tangga.. Peperangan dalam hati Pilar untuk menyingkirkan Yang Lain dari tubuhnya agar dia lebih menjadi pribadi yang optimis dan percaya diri, Yang Lain adalah semacam ketakutan2 yang kita miliki dalan diri sendiri yang membuat kita takut mencoba hal2 baru dan segala pikiran negatif lainnya, karena untuk pertama dalam hidupnya Pilar keluar dari kota tempat dia dilahirkan, dibesarkan dan tempatnya kuliah.. 

Overall, buku ini mencertikan pergolakan batin yang fokus pada Cinta dan Agama. Alur berjalan cukup lambat, tapi entah kenapa bisa membuat saya bertahan buat segera menyelesaikannya. Dibandingkan buku Paulo Coelho yang pernah saya baca, The Alchemist yang menurut saya lebih bewarna, buku ini kalau diwarnai kayanya dominan warna abu2nya. Hehehhe.. Cerita buku ini juga diperindah dengan selingan2 kata2 cinta yang indah, perumpamaan yang luar biasa atau bahkan kata2 motivasi.. 

Hal 39, kutipan saat temannya mengungkapkan isi hatinya kepada Pilar
"Telah lama aku mencoba melupakannya, tapi kalimat itu tetap ada. Dan aku tidak bisa menyimpannya lebih lama lagi .... Kalimat itu sangat sederhana, aku mencintaimu" 

Hal 94, Pilar
"Hatiku berkata aku sedang jatuh cinta. Dan akupun terlelap dengan senyman di bibirku"


Reaksi:

11 comments:

  1. kayanya paulo emang sering bikin novel yang bernuansa spiritual gitu yah..sering ga selese bacanya._.

    ReplyDelete
  2. Iyaa, jadi harus mengeluarkan energi lebih untuk berhasil menyesaikannya jadi nya.. hehehe..

    ReplyDelete
  3. saya baru baca satu karyanya paulo coelho, tp kyny ketinggian buat saya mah hihihi...

    ReplyDelete
  4. Ketinggian jga sbener ny buat saya siy teh.. Ada yg ga terlalu ngerti jg, tp ttp aja suka.. Hehehe..

    ReplyDelete
  5. ada yg punya novelnya nggak..saya nyari ga ktemu udh seminggu ini...mgkin ada yg minat jual novelnya ...hubungi sya klo ada yg minat 081294712744..trima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Emank udah agak lama sih ini bukunya. Coba cari d shop online kadang masih ada yg jual..

      Delete
  6. Aku udah sering denger tentang karya-karya Paulo Coelho yang oke, tapi belum pernah sempet untuk baca, karena nyarinya aja udah susah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beberapa buku baru ny masih bs d temuin d gramed kok.. Semoga kesampaian baca yaa ^^

      Delete
  7. memang Paulo suka menulis buku spiritual yaa..
    tapi bukunya yang paling aku suka The Winner Stands Alone. top

    ReplyDelete
  8. memang Paulo suka menulis buku spiritual yaa..
    tapi bukunya yang paling aku suka The Winner Stands Alone. top

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah aku malah blm baca yg itu, jd prnasaran.. ^^ So far klo yg paling aku suka masih yg The Alchemist

      Delete