Friday, 31 January 2014

Perjalanan Asi dan Buku MPASI Talitha



Perjalanan Asi

Menjadi seorang ibu benar-benar pembelajaran tanpa henti.. Sejak kelahiran Talitha, banyak sekali hal-hal baru yang saya pelajari, mencoba mengumpulkan kepingan-kepingan informasi dari dokter, keluarga, teman, buku, internet, media sosial dll. Mencoba memilah-milah mana yang dipraktekkan dan mana yang dijadikan 'cukuptahu' atau malah dilupakan karena itu hanya sebatas mitos turun-temurun.
Perjuangan awal dimulai dengan memberikan Asi ekslusif selama 6 bulan. Sebagai working mom, saya tidak mau mengambil risiko bingung puting dengan memberikan anak saya Asip menggunakan media dot. Walau pun saya mengetahui tentang bingung puting ini tidak sejak awal kehamilan, (lebih baik mepet drpd tdk tahu sama sekali. Hehehe..) Saya memperoleh info ini  dari Dokter Laktasi yang masuk saat saya lahiran di KMC. Akhirnya, dengan membulatkan tekad, saya dan suami akhirnya memutuskan membeli softcup feeder untuk memberikan Asip ke Titha. 2 minggu sebelum cuti melahirkan berakhir, Titha mulai dikenalkan minum Asip dari cup feeder. Drama pun dimulai, Titha ynag nangis jejeritan tiap dikasi cupfeeder, titha yang belum mahir minum Asip dari cupfeeder, kekhawatiran orang-orang di rumah tentng bagaimana nanti Titha saat ditinggal saya kerja, dan kesangsian akan cupfeeder (seberapapun cup feeder itu lebih baik, tetap saja bagi orang rumah ini adalah hal yang asing dan tidak familiar), belum lagi hampir semua teman yang saya kenal menggunakan dot, and none of them got nipple confuse. All of that make 'dot' is really look tempting.. Tetapi sebagai seorang ibu, saya tetap meyakinkan orang-orang bahwa Titha pasti bisa, sampai membawa mertua dan pengasuh saat kontrol ke Dsa agar mendapat penjelasan langsung dari Dsa tentang pemberian Asip.
Alhamdulillah semuanya dapt dilalui. titha ttp mimik asip cukup banyak saat ditinggal kantor. Hasil pompaan asi saya pun selalu konsisten karena Titiha tetap semangat nyusu langsung. Saya benar-benar bersyukur dari awal kekeuh tidak memperkenalkan dot, karena ternyata bingung puting tidak hanya berbentuk bayi menolak menyusu langsung dari PD karena sudah merasa lebih gampang saat mimik dari Dot, tetapi juga tanpa disadari dapat berupa berkurangnya daya hisap bayi, sehingga menurunkan produksi asi. Sehingga kadang banyak yang bertanya-tanya kenapa hasil pompaan makin lama yang makin bekurang.. Saya alhamdulillah hasil pompaan tidak berubah signifikan dari sejak pertama masuk kantor. Ini stok Asip dulu waktu awal masuk kantor setelah cuti : 
Ini stok asip sekarang : 


What I try to tell is, Asi adalah sebaik-baik nya nutrisi yang dibutuhkan oleh bayi. Berikanlah haknya, sampai dengan 2 tahun. Jangan pernah beralasan karena asi sedikit, waktu kerja yang sibuk, dll sehingga kita tidak memberikan apa yang menjadi hak anak kita. Saya juga pernah mengalami asi sedikit sampai stok di kulkas tidak sampai 10botol, tapi dengan keyakinan dan konsistensi pumping akhirnya mampu sampe kaya sekarang lagi. Rata-rata stok asip saya 60-70botol. Semua bukan tanpa halangan dan tidak pernah ada yang menjanjikan bahwa semuanya akan mudah, tapi percayalah semua nya itu worthed.. Semangat ibuibu Indonesia dimanapun.. :)

Dan 6 bulan Asi eksklusif Alhamdulillah telah terlewati : 

 Waktunya MPASI
 
Setelah Titha S-1 Asi, maka sekarang perjalanan berlanjut untuk memberikan makanan pendamping Asi yang sehat dan bergizi. Saya pun menghabiskan berjam-jam di toko buku bagian makanan bayi untuk mencari buku panduan yang tepat buat mpasi. Karena saya bertekad tidak akan memberikan Titha makanan instan atau bubur pabrikan, saya akan memberikan mpasi homade hasil bikinan sendiri.. Semangaaatt!! Akhirnya saya memutuskan untuk membeli 2 buku ini: 

1. Puree, seri Ayahbunda 
Bukunya menarik. Awal buku menceritakan intro yang cukup lengkap tenang Mpasi. Alat-alat apa saja yang dibutuhkan dan kapan waktu yang tepat untuk mulai Mpasi. Resep dan jenis-jenis puree. Diawali juga dengan resep dasar untuk membuat tepung beras, air kaldu, dll. Dilengkapi juga dengan keterangan cara penyimpanan dan menghangatkan puree. Setiap jenis resep juga ada penjelasan mana yang boleh di masukkan kulkas dan mana yang tidak. 

2. 365 hari MPASI 
Buku ini mebahas menu harian bayi selama 365 hari. Cocok buat kita yang bingung memulai Mpasi dengan menu apa kemudian berikutnya dilanjutkan dengan menu apa. Hehehe.. Tapi sayangnya buku ini tidak membahas resep dan cara membuat masing-masing menu yang disebutkan. Jadi kalau tidak tau cara buatnya bisa baca di resep di buku pertama, atau kalau belum nemu juga, yaaa cari internet. Hehehe..

Berikut foto makan pertama Titha dengan menu puree wortel campur asi: 



Reaksi:

0 komentar:

Post a Comment