Tuesday, 13 May 2014

Perahu Kertas vs Mockingjay

When did last time I finish reading a novel? I don't remember..
What is the last novel I read? I don't remember either..

Sudah lamaaa sekali saya tidak menamatkan sebuah novel. Many reasons, semua ke(sok)sibukan dengan Talitha dan pekerjaan, merasa lebih perlu untuk menyelesaikan buku-buku parenting dibandingkan novel, belum menemukan novel yang membuat saya merasa perlu membaca dan menyelesaikannya disela2 waktu yang saya punya dan alasan-alasan lainnya.. Setelah diingat2 kalau pun saya membaca buku fiksi belakangan ini, fiksinya lebih berupa kumpulan cerpen, dengan pertimbangan saya bisa menyelesaikan membaca dalam waktu yg tidak ditentukan tanpa perlu khawatir lupa cerita awalnya saat lanjut ke cerita berikutnya. Hehehe.. Tere Liye yg berjuta rasanya, grimms fairy tale, kumpulan cerita abu nawas, dll, semua kumpulan cerpen.

Saya pun akhirnya memutuskan untuk hunting novel, hunting pun jatuh kepada buku Dewi Lestari yang Perahu Kertas.. Why this book? Alasan simple, pengen ajah.. Hehehe.. Setelah terakhir baca buku Tere Liye, jd pengen baca buku pengerang dalam negri.. Dengan semua kesibukan dll, 2 bulan berlalu dan saya baru menyelesaikan 100an halaman.. 

Akhirnya bukannya menyelesaikan buku Perahu Kertas, saya malah membeli novel yang lain, Mockingjay, buku terkhir dari trilogi Hunger Games by Suzanne Collins dan saya berhasil menamatkannya dalam waktu kurang dari 2 minggu. Untuk standar waktu sekarang, 2 minggu termasuk cepat, kalau jaman dulu 2 hari juga beres.. ^^



Saya tau membandingkan kedua novel di atas bukanlah perpandingan yang apple to apple. Tapi tapii, memang Mockingjay punya hal yang tidak dipunyai Perahu Kertas, cerita yang membuat kita penasaran dan tidak tahan untuk berlama-lama mengetahui kelanjutan ceritanya. Perahu Kertas cenderung lebih datar dengan alur yang mengalir, cocok untuk kita yang ingin cerita cinta yang akrab dengan sehari-hari. Beberapa kali saya mencoba untuk menyukai cerita seperti itu, tapi sepertinya tidak berhasil. Bukannya berarti bukunya tidak bagus, that's just not my things.. Genre saya sepertinya lebih kepada buku-buku yang menceritkan things I never imagine.. Bukannya saya tidak menyukai buku yang menceritakan kisah cinta atau pun keseharian lainnya, saya menyukai karya2 Nicolas Sparks tentang kisah cinta keseharian. Hmm, Mungkin karena latar tempat nya di tempat yang saya tidak kenal.. 
Oke, back to Mockingjay.. Saya belum membaca buku pertama dan ke2 dr trilogi ini, walaupun buku ini sangat booming sejak awal keluar. Saya nonton film pertama yang hunger games, dan merasa seperti : just okay n nothing spesial. Ketika saya menonton film yang kedua, Catching Fire, saya merasa seperti : it's worthed n I wonder what happen next.. Karena penasaran, saya akhirnya memutuskan untuk baca kelanjutannya di buku, and here it is, Mockingjay. Ketika mulai membaca bukunya, sangat menarik bagaimana bukunya menceritakan tentang pemberontakan, selipan drama2 ironi dan juga tragis, dan sedikit kisah cinta yang beda dari biasanya.. Semua cerita yang di ramu Suzanne Collins cukup untuk kita merasa 'it's a great story' saat sampai ke halaman terakhir. 

Sekarang saya akan kembali berusaha menyelesaikan Perahu Kertas... 


Reaksi:

4 comments:

  1. Saya lebih suka yang di novel di banding film. Lebih berasa feelnya >_< Tapi yang di film juga oke kok @HungerGames

    Suka banget sama karya-karyanya tante Dewi Lestari, jadi tanpa pikir panjang langsung klik Dee di bagian author. Tapi baru ada yang ini T.T Ngarepnya sih ada review Supernova XD Hayuuu dong mba, sempetin bikin review karya Dee yang lain T.T

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya nih, aku baru baca ini doank karya Dee, itu pun ga beres. Beda selera kali yaa. Huhuhu..
      Tapi masih penasaran sama buku Dee yg fantasy sih, mudah2an kesampaian baca.. Makasi rekomen ny ^^

      Delete
  2. Hihi kita punya persamaan untuk yang satu ini. Saya juga baru mulai baca The Hunger Games setelah nonton filmnya. Dan konyolnya, saya gak pernah tau kalau The Hunger Games itu di angkat dari novel (wkwkwk waktu itu, pas novel ini booming, saya lagi terpesona dengan kpop, jadi banyak ketinggalan info buku-buku menarik) Dan saya juga lagi ngumpulin dana buat beli lanjutan yang kedua dan ketiga. Gak afdol kalau udah nonton film tapi gak baca novel ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaa, ayo baca baca.. Hehehe.. Bagus banget menurut aku diantara buku2 distopia yg lain sih..

      Delete